Momentum HPN, Pemprov Kalsel Luncurkan Bus Wisata Vintage dan Galakkan Wisata Sungai

this formate

Presiden Jokowi dan undangan VIP menikmati bus wisata. ( foto-foto Humas HPN 2020)

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: Manfaatkan Momen HPN 2020, pemprov Kalimantan Selatan meluncurkan peresmian operasional bus wisata bergaya Vintage ala rumah Banjar yang digunakan oleh Presiden Jokowi serta para undangan VIP lainnya di area lokasi penanaman pohon.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Hutan Pers Taman Spesies Endemik dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020, Sabtu lalu ditandai dengan penananaman pohon Marsawa di hutan yang berada tidak jauh dari kantor Gubernur Kalimantan Selatan yang baru di Banjarbaru.

Keberadaan Bus Pariwisata itu juga sebagai simbol keseriusan pemerintah daerah mengoptimalkan pembangunan kepariwisataan. Oleh karena itu Ketua PWI Pusat, Atal S Depari mengungkapkan apresiasi ketersediaan bus Pariwisata di lokasi Presiden Joko Widodo melakukan penanaman pohon, di area Perkantoran Pemprov Kalsel.

“Terlebih RI 1 bersama sejumlah menteri berkenan ikut naik bus dan tampak senang di sepanjang jalan menuju lokasi Peringatan HPN, Perkantoran Setdaprov Kalsel,” katanya.

Atal S Depari juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan tinggi kepada Gubernur H Sahbirin Noor dan jajaran atas perhatian luar biasa dalam mendukung HPN 2020.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalsel atas keramahan menyambut setiap tamu yang datang.”Tiada ucapan terbaik di HPN tahun ini selain terimakasih dan kesan sangat, sangat luar biasa,” ujarnya.

Bus Wisata baru andalan Dispar prov. Kalsel
Ketum PWI Pusat Atal S Depari bersama istri, Indah Kirana, Ketua IKWI, menikmati wisata Sungai Martapura. Banjarmasin.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan bentuk busnya sengaja dibikin unik, bergaya vintage alias jadul dan ada sisipan budaya khas Banjar dengan warna kuning menyolok, warnanya bubuhan Banjar,” ungkap Sahbirin Noor atau yang akrab dipanggil Paman Birin.

Untuk sementara ini, lanjut  Paman Birin, bus wisata tersebut akan melayani rute Banjarbaru ke Desa Kiram dan Tahura Sultan Adam, dua destinasi yang digenjot potensi wisatanya oleh Pemprov Kalsel. 

Namun tidak menutup kemungkinan akan diperluas lagi rute yang dilalui bus wisata tersebut ke destinasi-destinasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

“Bukan hanya destinasi wisata alam, Dinas Pariwisata Prov Kalsel juga berencana memperluasnya menjadi wisata religi, budaya, dan wisata kuliner,” terang Paman Birin.

Saat pertemuan insan pers  dihadapan Presiden Jokowi, Paman Birin sempat berpesan agar semua tamu HPN 2020 tidak lupa membawa pulang oleh-oleh intan dan kain Sasirangan yang menjadi suvenir khas Martapura dan Kota Banjarmasin.

Pariwisata Pemprov Kalsel memang menggeliat saat perhelatan nasional itu terutama untuk kegiatan di Siring, Pasar Terapung Kuin dan wisata kuliner. Toko kerajinan juga diserbu banyak pembeli. 

Humas HPN mencatat sekitar 4000 peserta termasuk pendamping, rombongan duta besar negara sahabat, para undangan dari berbagai organisasi pers termasuk Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia ( IKWI) yang dipimpin Indah Kirana, istri Ketum PWI, Atal Depari.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari dan istri menyempatkan diri menikmati wisata di Sungai Martapura yang merupakan anak Sungai Barito. Keduanya menaiki perahu dari pinggir sungai di Taman Siring ditemani Bendahara HPN, Dar Edi Yoga dan salah seorang panitia Bidang Pameran HPN, Wilson Bernadus Lumi. Atal S Depari tampak sangat menikmati perjalanan menyusuri sungai Martapura.

Sungai Martapura sendiri merupakan tempat pertemuan berbagai anak sungai yang banyak terdapat di sekitar Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sungai ini memiliki peran sentral dalam detak nadi kota. 

 

Kreatif, Darah NKRI : AVPN Southeast Asia Summit I Bali

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: INDONESIA berada pada titik kritis dalam mengatasi tantangan sosial-ekonomi dan lingkungan. Negara tidak hanya membutuhkan solusi inovatif, tetapi juga diperlukan aksi  kolaborasi aktif sektor swasta, publik, dan masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Yaitu agenda pembangunan lima tahun, dengan fokus 118 target Sustainable Development Goals (SDGs). Demikian ditegaskan Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam penyelenggaraan AVPN– Southeast Asia Summit I di Bali, 12 – 14 Februari 2020.

Pada kesempatan tersebut, MenParEkraf Wishnutama Kusubandio  mengingatkan bahwa sektor ekonomi kreatif di Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, sangat penting untuk membangun ekosistem yang kondusif agar industri ini jadi unggulan. Pemerintah memastikan dukungan yang dibutuhkan oleh industri akan terpenuhi. Contohnya, skema pembiayaan yang dapat diakses usaha kecil dan menengah adalah kunci sukses untuk memelihara bisnis up-stream tersebut.

“ Kreativitas selalu ada dalam darah kita yang tumbuh dalam budaya dan tradisi nusantara,” tegas Wishnutama.

AVPN (Asia Venture Philantrophy Network) Southeast Asia Summit I di Bali diselenggarakan untuk memahami lebih dalam dan meningkatkan kesadaran stake holder pembangunan akan isu-isu kritis seperti perubahan iklim, kesetaraan gender, pendidikan, dan pemerataan mata pencaharian yang sedang dialami Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara. Lebih dari 400 peserta mewakili generasi penerus impact investor, perusahaan, pembuat kebijakan, dan para perantara. Pertemuan ini memberikan ruang terjalinnya kerjasama kolaboratif berkelanjutan serta  menciptakan gerakan yang memiliki dampak berkelanjutan.

“Dengan keberagaman peserta memungkinkan terjadi kolaborasi yang bermakna,  ada kesempatan untuk menemukan partner yang memiliki tujuan sama, belajar pengalaman terbaik, dan memimpin suatu gerakan ekonomi sosial berkelanjutan, ” kata Veronica Colondam, Pendiri dan Direktur Utama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).

Investasi Sosial

AVPN – Southeast Asia Summit I menampilkan pembicara Suharso Monoarfa, Menteri Badan Pembangunan dan Perencanaan Nasional Republik Indonesia; Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Shuichi Ohno, Presiden dari The Sasakawa Peace Foundation; M Arsjad Rasjid P. M., Ketua Indika Foundation dan Direktur Utama Indika Energy; Veronica Colondam, Pendiri dan Direktur Utama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB); Anna Skarbek, Direktur Utama ClimateWorks Australia; Svida Alisjahbana, Direktur Utama GCM Group; dan Virginia Tan, Founding Partner dari Teja Ventures.

Berkaitan dengan visi investasi sosial, British Council, UNESCAP,  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, merilis Laporan Ekonomi Kreatif guna menilai perusahaan ekonomi kreatif di Indonesia yang mencari dana investasi sosial, dan mengidentifikasi organisasi yang dapat menyediakan modal tersebut. Sementara the Sasakawa Peace Foundation, bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Pemerintah Australia (DFAT), segera meluncurkan Perangkat Inkubator dan Akselerator Lensa Gender (GLIA) atau Gender Lens Incubator and Accelerator (GLIA) Toolkit, sumber daya interaktif yang ditujukan kepada praktisi inkubator dan akselerator. GLIA Toolkit menyediakan alat praktik, strategi, dan studi kasus dunia nyata dari Asia Tenggara untuk membantu para perantara sehingga dapat membuat pekerjaan mereka lebih mudah diakses dan inklusif untuk semua gender.

Perlu dipahami, AVPN adalah  sebuah jaringan penyandang dana berbasis di Singapura.  Berkomitmen membangun komunitas investasi sosial berdampak tinggi di Asia. Meningkatkan aliran modal finansial, sumber daya manusia, dan intelektual ke sektor sosial dengan menghubungkan dan memberdayakan para pemangku kepentingan utama dari penyandang dana ke organisasi tujuan sosial yang mereka dukung. Dengan lebih dari 600 anggota di 34 negara, AVPN mengkatalisasi gerakan menuju pendekatan  strategis, kolaboratif, dan berfokus pada hasil untuk investasi sosial, memastikan bahwa sumber daya telah digunakan se-efektif mungkin untuk mengatasi tantangan sosial yang dihadapi saat ini dan di masa depan.

Mengenal Lebih Dekat Kabirkom Sekretariat Kemenparekraf, Agustini Rahayu

this formate
JAKARTA, bisniswisata.co.id : Para pejabat baru Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) sudah dilantik Menparekraf Wishnutama baru-baru ini, tepatnya Rabu (5/2/2020) di Jakarta.

Salah satunya, pejabat Kepala Biro Komunikasi (Kabirkom) Sekretariat Kemenparekraf/Sekretariat Utama Baparekraf. Nama lengkap pejabat teranyar itu Agustini Rahayu, ST., M.Si, yang akrab disapa Ayu.

Sebelumnya jabatan terakhir perempuan kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1975 ini sebagai Asisten Deputi Pemasaran II Regional IV sejak 2018 sampai dengan sekarang.

Sewaktu mendapat kabar Ayu dilantik menjadi Kabirkom menggantikan pejabat sebelumnya Kabirkomlik Kemenpar, Guntur , ucapan selamat langsung dikirimkan  lewat pesan WA, sama seperti ucapan serupa ke sejumlah pejabat baru lainnya.

“Slamat ya sudah dilantik jadi Kabirkom Kemenparekraf/Baparekraf,” begitu isi pesan WA yang dikirim ke Ayu.

Beberapa jam kemudian, Ayu baru membalasnya.

“Hallo Mas Adji…maaf slow respon. Masih transisi nih…plus posisiku yg sebelumnya belum terisi, jadi nge-double dulu,” kata Ayu, akhir pekan lalu.

Ayu mendampingi Menparekraf Whisnutama saat kalangan pers melakukan Doorstop du Balairung Soesilo Soedarman

Ketika ditanya pendapatnya soal penulisan berita pariwisata yang bagus, jebolan S.1 Teknik Sipil Arsitektur dan Universitas Indonesia Ilmu Komunikasi ini mengatakan kalau angle berita untuk dunia pariwisata harus memakai narasi positif dalam kemasan berita untuk mendorong kejelasan informasi yang dibutuhkan travelers.

“Sejenis soft marketing communication yah Mas,” terang Ayu yang pernah menduduki posisi Kasubdit Wilayah Eropa 2013-2015 dan Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Media Elektronik 2015-2018.

Perihal banyaknya media peliput pariwisata, Ayu yang juga pernah memiliki karir sebagai Plt. Kabid Kemitraan Industri Pariwisata Januari 2018 dan Kabid Pemasaran Area IV Februari 2018 ini menilai positif.

“Namun memang konsistensi dan integritas media perlu dimaintain,” ujarnya dikutip dari Travelplus

Beberapa orang pernah menjabat sebagai Kahumas (kini istilahnya berganti nama jadi Kabirkom), antara lain Tjetjep Suparman jaman Menpar-nya Joop Ave, lalu Surya Dharma, I Gusti Ngurah Putra (era Jero Wacik), Noviendi Makalam dan Vincent Jemadu (masa Mari Elka Pengestu), dan Guntur Sakti (saat Menpar-nya Arief Yahya).

Kini di era Menparekraf Wishnutama, Ayu yang menjadi Kabirkom. Ayu adalah Kabirkom perempuan ke dua dan termuda di kementerian yang membidani kepariwisataan selama ini setelah Dra. Titien Soekarya ,M.Si  yang jabatan terakhirnya di Kemenpar sebagai Staff Ahli Menteri. Sukses dan semangat mbak Ayu.

Lupakan Novelcorona dan ASF

this formate

BALI, bisniswisata.co.id:” WEEKEND pulkam yuuuk?” Ajakan teman saya ini adalah tantangan. Dia asli dari Bali Utara, desa Bengkala Buleleng. “Explore babi hitam asli Bali”, lanjutnya. Nah, ini dia, explore babi hitam ditengah semaraknya pemberitaan virus Novelcorona dan African Swine Fever (ASF) —penyebab kematian ternak babi di Bali—.

Pemberitaan dan sebaran medsos tanpa menyebutkan babi jenis apa yang terserang virus ASF. Babi- babi yang tewas tersebut apakah di peternakan besar, kecil, menengah, atau babi peliharaan  rumahan? Tanpa menyebutkan jenis babi, jenis kandang dan pakan babinya. Dan sampai saat ini, Balai Veteriner Bali menegaskan status virus ASF di Daerah Bali masih suspect, belum positif. Akibatnya permintaan babi dan daging babi, di perkotaan “terjun bebas”, tetapi masyarakat di desa- desa tidak sepanik masyarakat perkotaan.

“Paparan hoax relatif minim, maklum daerah blankspot, signal up and down, jadi sepentingnya saja berlayar di dunia maya, ” ungkap teman di Rumah Intaran Gede Kresna.

Hal explore babi hitam yang identik dengan kebutuhan upacara di Bali, bukan reaksi atas virus corona atau ASF.

“Mencari solusi menurunnya minat masyarakat untuk beternak babi hitam. Khewan yang diperlukan sebagai pelengkap upacara. Dan beberapa dekade yang lalu beternak babi hitam adalah sebuah gaya hidup rumah-rumah, di desa-desa di Bali,” ungkap Ketua Koprasi Pangan Bali Utara, Tobing Crysnanjaya.

Koprasi Pangan Bali Utara menggelar lokakarya “Beternak Babi Hitam Rumahan”, Sabtu, 15 Februari 2020. Lokakarya dipandu langsung oleh Ketua Koperasi Tobing Crysnanjaya,  menghadirkan dua narasumber yaitu Ketut Erawan dari Desa Julah yang beternak babi di pekarangan rumahnya. Dan Jend Oktavianus May, seorang arsitek muda asal Ende, Flores, NTT yang masa kecil dan masa remajanya peternak babi  di rumahnya. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengerti bagaimana memelihara babi mulai dari mengerti kebiasaan dan ketidaksukaan babi, merawat kandangnya, makanan kesukaannya, pantangan-pantangan dan sebagainya.
Lokakarya ini terbuka untuk umum yang berniat menambah pehaman, seperti biasa, kegiatan di koperasi adalah kegiatan social, tidak berbayar.  Semua peminat wajib mendaftar pada Dudek Biroe Saputra agar tuan rumah mempersiapkan diri dan mempersiapkan konsumsi yang cukup. Peserta boleh membawa jajanan atau minuman khas desanya.Dengan catatan tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, tanpa pewarna buatan, tanpa MSG, tanpa kemasan plastik. Atau boleh membawa bibit-bibit otentik untuk dipertukarkan.
.
Babi yang Bahagia
Di tengah derasnya isu virus yang menyerang babi di Bali, kampanye konsumsi daging babi ala Pemrov Bali dan himbaukan “pengingat” masyarakat Bali untuk  mepatung (urunan untuk membeli khewan sembelihan). Pengurus Koprasi Pangan Bali Utara, terdorong untuk menyampaikan bagaimana nenek moyang masyarakat Bali yang Hindu, memelihara babi hitam di Bali Utara.

Makanan babi pun diolah, dimasak dengan baik dan benar, seperti menyediakan konsumsi sehari- hari keluarga. Bagian penerapan Tri Hita Karana bagi masyarakat Bali yang Hindu. (@Rumah Intaran)

“Babi- babi peliharaan itu, bahagia. Makanannya sehat, hanya dari bahan-bahan alami dan direbus hingga matang. Organik dan vegan. Kandangnya bersih, babi-babi juga dimandikan setiap hari,” ungkap Gede Kresna.
Harus diakui, isu tentang virus ASF ini begitu dahsyatnya sehingga permintaan babi menjelang hari raya Galungan menurun. Padahal babi-babi hitam yang diternakkan oleh masyarakat di rumah-rumahnya dengan cara-cara yang sehat tidak terkena dampaknya. Untuk itu Koperasi Pangan Bali Utara mengajak masyarakat Bali, kembali beternak babi hitam dengan cara-cara yang sehat.

 “Konsumsi daging babi sudah kita lakukan sejak dulu dan terekam di dalam DNA kita. Kita tidak mesti meninggalkan tradisi ini, hanya karena pengaruh aliran atau isu global warming yang justifikasinya diambil entah dari mana,” tegas Tobing Crysnanjaya mengingatkan.

Jika dikaitkan dengan program ASEAN Gastronomy Tourism, Bali identik dengan Babi Guling, Lawar, be Tutu dengan base genep nya. Dan ini kudapan yang digandrungi wisatawan RRT, Jepang, Korea dan sejumlah etnis di kawasan ASEAN. Kekhasan olahan dapur anggota (10 negara se ASEAN) tersebut memperkaya khasanah Gastronomy Tourism ASEAN. Memperkaya pilihan, memenuhi selera lidah, paham budaya, respek tradisi.

Aksi Karyawan: Brand Ambassador Perusahaan

this formate

HELLO teman-teman hotelier dan industri pariwisata, juga penggiat industri ikutanya!

Memasuki bulan ke-dua perihal wabah corona virus (2019-nCoV), pemerintah pusat rupanya masih meng-godog untuk mematangkan strategi penanganannya demi kepentingan nasional.

Daripada berhandai-handai menunggu keputusan tepat tetapi indefinetely, yang saya pikirkan sekarang adalah terobosan kinerja. Aksi darurat ini perlu kita lakukan dengan memberdayakan semua sumber, supaya kita jangan sampai memasuki masa paceklik atau krisis keuangan di bisnis perusahaan kita.

 Apakah teman-teman sudah membaca tulisan saya tentang “seragam”?

Inilah saatnya untuk empowering karyawan kita. Program darurat untuk kepentingan jangka panjang dalam hal menjadikan karyawan sebagai brand ambassador yang” menjuara”.

Maaf ini opini dan pemikiran saya.

Doc.KumHam

Di era digital dan sosial media freak ini,  jelas bahwa siapa pun ingin dan bisa menjadi brand nya sendiri. Segala sesuatu yang kita posting secara online adalah menunjukkan identitas personal kita. Dari mulai siapa-nya, apa-nya seperti kegiatannya – makanannya – busananya dll, dan mengapa-nya.

Karena ini kondisi “siaga”, maka mulai hari ini, perusahaan perlu mengutamakan, mengajak partisipasi aktif kreatif karyawan untuk berinteraksi dengan networknya di sosial medianya masing-masing. Mari kita gunakan forum meeting mau pun briefing harian untuk mengajari karyawan kita, menjadi #BrandAmbassadors.

Tentunya sangat perlu kita memberikan panduan yang jelas dan sosmed pribadi yang bisa dipergunakan adalah semuanya. Yes, sepunyanya saja tidak usah diminta membuat yang baru. Sosmednya termasuk Linkedin, Instagram IG, Facebook FB, Stories IG dan FB, Twitter, WA status, Line, Telegram, Viber dan masih ada beberapa lagi.

Tetapi manajemen perusahaan “bukan” menginstruksikan brand ambassadors untuk “menjual”, melainkan menciptakan koneksi yang lebih intim dan penuh perhatian juga jangan lupa mengarahkan untuk mendrive traffic sosmed nya ke website perusahaan.  Manajemen perlu mempersiapkan video, foto-foto dan cerita-cerita menarik untuk di copy-paste atau dimodifikasi oleh semua #brandambassadors. Go personal. Make it fun and happen.

Ingat, tujuan dari setiap sosial media berbeda-beda, maka konten pun harus menyesuaikan medianya. Secara logis kalau kita berhitung, satu karyawan mempunyai berapa followers atau friends? Maka dengan semua karyawan secara aktif ber-aksi memposting banyak hal sesuai panduan tentang tempat kerjanya,  perusahaan kita akan berkembang secara organik. Perkembangannya bisa sampai termasuk perubahan  corporate culture, visi, misi, values dan brand promise perusahaan kita. Aksi kerja “bareng” ini dapat menghemat  banyak uang marketing untuk beriklan!

Teman-teman mestinya sependapat dengan saya, bahwa di dalam semua bisnis yang nomer satu (1) harus ada adalah pasarnya dulu. Dan cara untuk mendapatkan pasar adalah membangun kepercayaan. Dan untuk mendapat kepercayaan pasar, kita melakukan banyak kegiatan aktif kreatif yang terfokus pada customer service.

Jadi siapakah yang memberikan service kepada customer? Ya, semua karyawan dari pimpinan tertinggi perusahaan sampai jabatan terendah. Maka, sudah cocoklah kalau kita sebut karyawan adalah #brandambassador.

Beginilah fakta ilmu marketing sebenarnya orang tidak hanya membeli brand. Mereka membeli dari orang yang mereka kenal dan mereka percayai. Karyawan kita paling tahu tentang perusahaan tempat mereka bekerja jauh lebih baik dibandingkan siapa pun!

Sangat banyak perusahaan berpartner dengan karyawan mereka sendiri dan memperhitungkan karyawan sebagai salah satu aset perusahaan yang paling berharga.  Secara otomatis semua karyawan membantu memasarkan brand perusahaan, tempat mereka menggantungkan kehidupan.

Bagi saya, sudah saatnya semua karyawan boleh membawa hape masing masing ke tempat kerjanya. SOP harus diubah. Karena perusahaan yang hendak serius menciptakan future leaders, harus mampu memberikan kepercayaan kepada tim kerjanya dengan tetap menggunakan fungsi kontrol. Wis ndak jaman mencurigai karyawan dengan seorang pimpinan perusahaan mengatakan “kalau staff dikasih bawa masuk hapenya nanti malah mengerjakan yang lain-lain di hape, bukan menyelesaikan tugasnya”

 Are you ready? Saya ucapkan selamat mempraktekkannya dan please share hasilnya dikemudian hari. Semoga bermanfaat.

Bali, 10 February 2020

Jeffrey Wibisono V.

Kelar Cicipi Kanada, “Bias” Rilis ke Barat

this formate

JOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: TIDAK banyak musisi yang bertahan di kota Jogjakarta berkompromi dengan kebutuhan hidup (baca: UMP terendah se Indonesia) sembari bermain musik. Mereka yang bertahan setelah lulus pendidikan, harus bisa mensiasati diri, agar tidak ditarik dealer (disuruh pulang orang tua) setelah lulus kuliah.

Bias adalah salah satu band Jogja yang memutuskan untuk tetap bertahan meski pun sebagian dari mereka telah lulus kuliah. Agung Gabres ( Gitar ), Billi Billy ( Bass ), dan Rudi Anduk ( Drum & Vokal ) sepakat untuk tetap berjalan bersama band yang terbentuk tahun 2015 ini.

Trio yang melabelkan diri sebagai band Alternative – Grunge ini meramu komposisi musik mereka dengan benang merah musik yang sempat populer di era 90an seperti Grunge, Shoegaze sampai ke Post Hardcore.

“Secara garis besar, musik Bias sangat dipengaruhi oleh band-band tahun 90-an,  kemudian di-twist ala kami dengan hooks dan riff yang catchy, plus nada murung dengan judul yang menyedihkan” ungkap mereka mengenai musik yang diusungnya.

Dengan mengusung konsep lintas genre, Bias yang berarti “berbelok dari arah“ ini memiliki kebebasan dalam mengkomposisi lagu – lagu-nya. Mulai dari alunan “Overdosis Visual” yang trippy sampai ke “Magnolia”.  Bias tidak sungkan untuk bermain di segala tempo. Rudi pun mendapatkan porsi lebih dengan suara vokalnya yang bisa menjangkau dari melodius ke screaming ala band – band Post Hardcore sembari tetap menggebuk drum.

Tidak sia– sia, kepiawaian mereka pun diganjar dengan memenangi kompetisi Planetrox 2019. Kompetisi inilah yang memberikan mereka kesempatan untuk mewakili Indonesia di Festival Musik Envol et Macadam, dihelat di Quebec City, Kanada pada 5 September 2019 lalu.

Sepulangnya dari Kanada, trio yang 2017 lalu sudah merilis EP berjudul “Basabasi” memutuskan untuk merilis single baru yang berjudul “Ke Barat”. Music Videonya dirilis pada 14 Februari 2020 melalui kanal Youtube mereka di https://www.youtube.com/channel/UCNC338BDdfhpxjF4uEuCuHg dan akan disusul di platform digital music streaming Bandcamp. Yuk, dengar dan tonton.***

Kolaborasi Seniman Sumedang-Prancis Pererat Hubungan Diplomatik Indonesia-Prancis

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Seniman Sumedang berkolaborasi dengan para musisi dari Prancis menggebrak Aula Simponia Jakarta pada konser yang bertajuk Le Concert Impromptu Meets Simpay Panaratas, kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir di Jakarta, hari ini.

Sebanyak 6 orang seniman asal Sumedang dari Simpay Panaratas, pentas bareng dengan 5 musisi kelas dunia dari Prancis membawakan komposisi klasik Beethoven dan Desbussy serta lagu tradisional Sunda. Dibuka dengan komposisi Les Indes Galantes, dilanjutkan dengan sajian etnik karya Nano S, Ngalagena. Selanjutnya alunan musik yang berbeda gentre tersebut saling bersahutan di empat belas segmen pertunjukan.

Penampilan menarik tersebut dipungkas dengan eksplorasi bersama kesebelas musisi dalam balutan lagu klasik Danse Des Sauvages dan lagu Sunda Sabilulungan. Standing applause hadirin pun menggema di J.S. Bach Recital Hall Aula Simponia sebagai tanda sukses dan klimaknya konser tersebut.

“Saya bangga pada para seniman Sumedang yang multi talenta. Mereka memiliki kemampuan musikalitas yang luar biasa. Semuanya dapat memainkan lebih dari 3 alat musik, mulai alat musik tabuh/pukul seperti saron, bonang dan kendang, alat musik gesek seperti rebab dan tarawangsa, alat musik tiup suling, sampai dengan alat musik petik kacapi ” ujarnya.

Mereka bisa mengimbangi permainan musisi kelas dunia Le Concert Impromptu dari Prancis, bahkan untuk beberapa segmen melampauinya, tambah  Dony Ahmad Munir. Konser bersama tersebut digelar dalam rangka memperingati hubungan diplomatik ke 70 antara Indonesia dan Prancis.

Selain dihadiri Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard, konser musik klasik dan tradisional tersebut dihadiri pula oleh Music Director sekaligus pemilik Aula Simponia, Stephen Tong, serta para diplomat dan ekspatriat dari berbagai negara, khususnya dari Prancis dan negara-negara Eropa.

“Ini kontribusi Sumedang untuk Indonesia. Hubungan diplomatik di bidang kebudayaan dengan Prancis ini sudah kami jalin hampir satu tahun. Sebelumnya, pada bulan Mei 2019, dalam rangka ulang tahun peresmian menara Eiffel ke 130, seniman Sumedang dengan Gamelan Sarioneng Parakansalak, tampil memukau bersama Jakarta Simponia Orchestra di Aula Simponia pada konser Impressions Universelles,” ujar Dony.

Dijelaskan bahwa beberapa bulan setelah nya, tepatnya bulan Juli 2019, Duta Besar Prancis untuk Indonesia saat itu berkunjung ke Sumedang. Beliau menginap dan menikmati suguhan seni budaya, destinasi wisata dan kuliner khas Sumedang.

“Sebagai kelanjutannya, Insyaallah bulan Juni 2020 ini, kami diundang Atase Kebudayaan pada Kedutaan Besar Indonesia di Prancis untuk melaksanakan konser gamelan di Paris. Selain lanjutan peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Prancis ke 70, kunjungan tersebut kami manfaatkan untuk menjalin hubungan diplomatik yang lebih erat melalui sister city antara Sumedang dengan salah satu kota di Prancis,” kata Bupati Dony.

Dijemput, 61 Wisman China Kembali ke Hubei

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: PESAWAT China Eastern, MU799, Pk. 14.10 meninggalkan bandara Ngurah Rai dengan mengangkut 61 warga RRT (49 dewasa 12 anak- anak) menuju Bandar Udara Internasional Tianhe, Wuhan di Distrik Huangpi, Hubei. Kedatangan pesawat dari Guangzhou dan keberangkatan pesawat angkutan kemanusiaan akibat virus Corona tersebut telah mengikuti protocol kesehatan angkutan udara internasional.

“Kemenhub telah menerbitkan persetujuan Penerbangan Irreguler dari Guangzhou-Denpasar-Wuhan (CAN-DPS-WUH) guna mengangkut Warga Negara China yang berada di Bali. Penerbangan dilakukan oleh maskapai China Eastern Ailines dengan tipe pesawat B 737-800 NG,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dari data yang dikeluarkan pihak manajemen Angkasa Pura I Ngurah Rai, pada periode 13 Januari 2020 s.d 2 Februari 2020, pergerakan pesawat dibandingkan periode sama tahun 2019 terjadi penurunan 3 persen, jumlah penumpang yang diangkut tahun 2019 sebanyak 88.134 penumpang tahun 2020 hanya 74.577 penumpang, turun 15,38 persen.

Pihak asosiasi perjalanan wisata ASITA Bali mendata bahwa per 4 Februari telah terjadi 22.946 pax pembatalan dan wisman RRT yang sedang berlibur di Bali sampai dengan 22 Februari terdata 983 orang.

“Angka tersebut dari anggota ASITA saja, FIT dan lainnya yang di handel operator lain diluar kewenangan ASITA,” ungkap SekJen ASITA Bali, Putu Winastra menjawab bisniswisata.co.id.

Sementara Konsulat RRT di Bali mencatat lebih dari 5000 warga RRT masih menikmati libur panjang Tahun Baru China di Bali. Pihak Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC) per 4 Februari telah terjadi pembatalan 39.000 roomnite dan 5.200 MICE business.

Standar

Menangani warga RRT yang masih berlibur di Bali, Pemprov Bali dari stake holder kepariwisataan telah mengambil kebijakan khusus mengacu pada kebijakan negara. Pada Jumat, 7 Februari 2020, untuk menyepakati Standard Operations Procedures (SOP) Penanganan Penerbangan tersebut. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan,  garis besar dari SOP penanganan penerbangan penjemputan warga negara China di Bali, adalah, penerbangan rute CAN-DPS sebagai penerbangan tanpa penumpang umum (ferry flight), parkir pesawat ditempatkan jauh dari parkir pesawat reguler, dilakukan proses disinfektan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kemenkes setelah pesawat mendarat, serta proses check in, ruang tunggu dan boarding gate disediakan secara khusus oleh penyelenggara bandara dengan pengawasan dari instansi masing-masing yaitu KKP, Otoritas Bandara (Otban) IV Bali, PT. Angkasa Pura (AP) 1, TNI dan Polri. Sebelum penumpang menaiki pesawat, dilakukan pemeriksaan kesehatan menggunakan thermo scanner oleh petugas KKP di ruang tunggu, dicek ulang oleh petugas medis China di tangga pesawat, petugas ground handling dan KKP yang memasuki pesawat harus memakai pakaian proteksi sesuai standar.

Di bandara Ngurah Rai penumpang disiapkan fasilitas proses check-in dilakukan di check-in counter khusus di area Island D Terminal Keberangkatan Internasional. Isolated parking stand di area apron Selatan untuk menampung pesawat penjemput di parking stand nomor 53. Team ground handling dan apron passenger bus khusus yang mengangkut penumpang dari terminal keberangkatan menuju pesawat yang terparkir. Penerbangan Bali- Mainland China dilayani 164 penerbangan per minggu, dengan ditutupnya jalur langsung ke Mainland China, wisman RRT dapat memilih penerbangan kembali ke negaranya melalui Hongkong atau Taiwan. Rute Bali – Hongkong dilayani 55 penerbangan perminggu, Bali- Taiwan dengan 28 penerbangan. ***

Putri Tanjung di Kampus UnLam: Anak Muda Jangan Takut Memulai Bisnis Sendiri

this formate

Putri Tanjung ( tengah) bersama tiga staf khusus presiden yang milenial,  ikut berbagi kiat sukses mereka yakni Gracia Billy Mambrasar, Aminuddin Ma’ruf, dan Andi Taufan Garuda Putra.

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: Suasana auditorium gedung General Building Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin berubah riuh ketika ratusan mahasiswa di dalamnya menyambut kehadiran ikon milenial Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Putri Tanjung.

Tepuk tangan dan teriakan membahana. Putri Tanjung pun melempar senyum sambil terus melangkah menuruni tangga.

Di depan kursi yang disediakan buat Putri Tanjung sudah menanti Budi Adiputro sebagai pemandu acara bertajuk PWI Milenial Talk Show 2020 tersebut.

“Putri, kali ke berapa loe ke Banjarmasin,” tanya Budi yang lantas disahutnya singka: “Pertama.”

Kesan-kesan loe?” tanya Budi lagi.

“Sebelumnya gue mau nyapa dulu, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap Putri memberi salam.

“Waalaikum salam warrohmatulahi wabarakatuh,” jawab kompak para mahasiswa itu.

“Selamat siang semuanya, sudah pada makan?” lanjut Putri menyapa.

“Beluum,” sahut mereka serentak membuat suasana kembali pecah.

Putri tak sendirian. Ada tiga staf khusus presiden milenial yang lain ikut berbagi kiat sukses mereka yakni Gracia Billy Mambrasar, Aminuddin Ma’ruf, dan Andi Taufan Garuda Putra.

“Putri, gini tepuk tangan tadi lumayan banyak buat lo, artinya branding loe sudah jadi, ada ceritanya ga?” tanya Budi.

Putri merasa branding dirinya sudah cukup lama melekat. Justru menurut dia, tantangan baru karena dirinya bukan mem-branding seperti kebanyakan orang dari awal.

“Kalau gue di-branding, karena sejak lahir sudah ada brandingnya, yaitu gue adalah anak bapak gue, anak seorang pengusaha. Jadi gue mau mandiri, bangun bisnis sendiri segala macamnya, gue harus branding lagi diri gue. Itu membutuhkan waktu yang sangat lama, tapi sekarang gue sudah lebih berdamai dengan diri sendiri, dalam arti emang nggak apa-apa, emang gue anak seorang pengusaha,” ulasnya.

Karena itulah ia merasa seringkali ekspektasi orang terhadapnya selalu tinggi. “Ya sudahlah gue harus lebih bisa membuktikan diri gue sendiri bahwa gue juga bisa berkarya. Gue bekerja sangat keras, Alhamdulilah branding itu tercipta sendiri,” tutur putri sulung konglomerat pendiri CT Corp, Chairul Tanjung ini.

Ia mengamati beberapa anak muda Indonesia takut membangun usaha bisnis sendiri. “Ide bagus, tapi nggak jalan-jalan. Saya selalu bilang kalau mau maju di era ini harus bisa bersaing,” jelasnya.

Putri menyebut setidaknya ada empat hal yang harus dibangun pada diri anak muda yaitu enterpreneurship mindseat, kreatif, inovatif dan berkolaborasi. “Karena kita tidak bisa sendiri,” ucap Putri.

Acara ini turut dihadiri Komisaris Trans Media, Ishadi S.K bersama jajarannya, Rektor ULM Sutarto Hadi, para wakil rektor, dekanat dan dosen kampus ULM.

RSUD Ulin Gelar Seminar, Stunting Harus Jadi Perhatian Bersama

this formate

Pemateri seminar stunting di RSUD Ulin dalam rangkaian HPN bersama moderator Ninuk Mardiana, Pemred Kompas ( kiri) dan Nurcholis dari PWI Pusat. ( foto : Humas HPN)

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: RSUD Ulin Banjarmasin gelar seminar kekerdilan ( stunting)  dirangkaian hari HPN 2020. Gubernur Kalsel H Sahbirin Nor bersama Menteri Kesehatan dan Menko PMK menghadiri seminar stunting di RSUD Ulin Banjarmasin, hari ini.

“Permasalahan gizi merupakan isu yang cukup besar di dunia dan penurunan kekerdilan juga masih dinilai lambat,” ucap Gubernur Kalsel H Sahbirin Nor di Banjarmasin, Sabtu.

Gubernur Kalsel yang biasa disapa Paman Birin itu mengatakan kekerdilan harus menjadi perhatian bersama. Bukan itu saja permasalahan ini juga menjadi agenda strategis dalam beberapa tahun ini, kalau tidak bisa menghilangkan paling tidak meminimalisir.

“Ke depan, kita harus bisa menyelesaikan masalah ini, ya, kalau kita tidak bisa menghilangkan, paling tidak kita bisa meminimalisir,” katanya usai menghadiri seminar kekerdilan di RSUD Ulin Banjarmasin itu.

Permasalahan terkait stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Kekerdilan adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Sementara itu Menko PMK Prof Dr Muhadjir Effendy juga menyampaikan  Presiden RI Joko Widodo memiliki misi  peningkatan kualitas manusia Indonesia oleh karena itu ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang baik agar bayinya tumbuh sehat dan kelak menjadi SDM unggul.

Visi dan Misi Presiden 2020-2024 seperti dalam visi terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong.

Dia juga menyampaikan sembilan misi Presiden RI Joko Widodo diantaranya peningkatan kualitas manusia Indonesia; struktur ekonomi yang produktif, mandiri, berdaya saing; Pembangunan yang merata dan berkeadilan; mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Kemudian kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa;  Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya; perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Selanjutnya pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpacaya; terakhir sinergi pemerintah daerah dalam kerangka negara kesatuan.

Sementara itu Menkes Terawan Agus Putranto dalam seminar itu juga mengatakan harus adanya komitmen peningkatan status gizi. Di mana titik dimulainya pembangunan sumber daya manusia dimulai dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita dan kesehatan anak sekolah karena dengan penjaminan itu merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul 

Seminar kekerdilan yang bertempat di Jalan Simpang Ulin Banjarmasin Tengah Ulin Tower lantai 8 RSUD Ulin Banjarmasin, mengangkat tema “Pemetaan Masalah dan Solusi Penanganan Stunting Guna Menyiapkan Generasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas”.