Coronavirus di Singapura, Apakah Tetap Aman?

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: MEREBAKNYA virus yang sedang menghantui dunia ini memang membuat resah. Beberapa negara memberlakukan larangan masuk, juga pengecekan yang sangat ketat.SGB_Family ada rencana berkunjung ke Negeri Singa? Baca update Wuhan Coronavirus di Singapura ini sebelum datang. Apakah tetap aman dikunjungi? Ini jawabannya

Kalau sebelumnya banyak pasien terpapar virus Corona karena sempat berkunjung ke China, maka kasus baru ini berbeda. Warga berusia 41-an dikonfirmasi menjadi korban ke 30 Coronavirus di Singapura. Anehnya, korban tidak memiliki sejarah perjalanan ke Cina, tetapi menghadiri sebuah rapat di Grand Hyatt. Diduga, korban berinteraksi dengan kasus-kasus sebelumnya, atau turis dari Cina saat berada di hotel Singapura tersebut.

Ada juga seorang warga Singapura 27 tahun yang telah dikonfirmasi terkena Coronavirus di Singapura, namun tidak memiliki sejarah traveling ke Cina. Saat ini, pasien ini sedang diteliiti di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular karena juga menghadiri meeting di Grand Hyatt Singapura pada tanggal 20-22 Januari lalu. Rapat tersebut rupanya juga dihadiri oleh peserta dari Cina. 

Beberapa negara di Asia Pasifik mengeluarkan larangan masuk bagi wisatawan yang memiliki sejarah perjalanan ke Cina selama 14 hari terakhir. Langkah ini pertama dilakukan oleh Amerika Serikat dan Kanada. Singapura juga mengikuti langkah yang sama. 

Selain larangan masuk bagi turis Cina dan mereka yang ada sejarah berkunjung ke Cina sebelum Desember 2019, pemerintah juga melakukan beberapa aksi untuk mencegah penyebaran Coronavirus di Singapura. Di antaranya, pembagian sebanyak 5.2 juta masker gratis untuk warga Singapura. Masker dibutuhkan untuk mereka yang tidak enak badan dan harus tetap beraktivitas di luar. Kalau SGB_Family sehat, maka masker tidak dibutuhkan Bukan rahasia, Singapura adalah destinasi yang difavoritkan banyak orang. Jumlah wisatawan Cina adalah yang terbanyak, diikuti oleh Indonesia pada urutan ke dua. Untuk mengurangi persebaran dari Coronavirus di Singapura, pemerintah mengeluarkan larangan masuk bagi siapa pun yang memiliki sejarah ke Cina. Larangan ini juga berlaku untuk penumpang transit. 

@ Hand Sanitizer di Stasiun MRT

Aksi lain juga terlihat di stasiun-stasiun MRT di Singapura. Seorang petugas MRT,  membersihkan setiap pegangan dengan alkohol agar tidak memudahkan bakteri dan virus untuk menyebar. Hand Sanitizer pun terlihat di berbagai sudut. Pastikan SGB_Family menggunakannya sebelum men-tap kartu, ya. 

Pemerintah Singapura melakukan segala hal agar penyebaran coronavirus di Singapura tidak semakin merajalela. Menjaga diri agar tetap sehat adalah modal utama. Gunakan masker bagi SGB_Family yang sedang tidak sehat. Jika masih ragu, jadwal ulang saja liburanmu. Semoga musibah ini cepat berlalu, ya. ***

HPN 2020 Gelar Expo dan Layanan Kesehatan Gratis

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id:  APAKAH bapak merokok, tanya Direktur Medik dan Perawatan RSUD Ulin, Dr M Isa,Sp.P, spesialis paru- paru kepada seorang wartawan yang sedang diperiksanya. Ketika dijawab, “tidak,” dokter kelahiran Surabaya tersebut menitipkan pesan, agar wartawan bersangkutan bersama PWI yang memiliki jaringan luas ikut aktif mengkampanyekan anti rokok.

Sementara Kadinkes Pemprov Kalsel HM Muslim mengingatkan, agar wartawan tidak lalai menjaga kesehatan jangan lalai memeriksakan kesehatan, supaya tetap bugar dalam menjalankan tugas.

Bakti sosial berupa layanan kesehatan gratis yang dipusatkan di Taman Siring 0 (Nol) Kilometer, tepi Sungai Martapura, Banjarmasin, dibuka untuk umum selain wartawan peserta HPN 2020, selama Expo HPN 2020. Layanan kesehatan yang diberikan antara lain, test kebugaran, kepikunan dan kesehatan jiwa. Selain pemerikaaan umum berupa tensi, kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Tak ketinggalan pula konsultasi dengan dokter-dokter spesialis. Baksos Layananan Kesehatan dibuka Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), HM Muslim. Didampingi Ketua Bidang Kerjasama PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh. Hadirin selain warga Banjarmasin juga Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Pusat yang dikomandoi oleh Indah Kirana Atal dan Yani Mirza.

HPN 2020: Presiden Bahas Serangan Platform Digital dan Ibukota Baru Ramah Lingkungan

this formate

Presiden Jokowi merayakan HPN 2020 bersama para Menteri dengan menabuh rebana ( foto: Humas HPN 2920).

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: Pemukulan rebana menandai perayaan Hari Pers Nasional ( HPN) 2020 bersama Presiden Joko Widodo di Banjarbaru, Kalimantan Selatan dengan tema ”Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan sebagai Gerbang Ibu Kota Negara”.

Pada kesempatan itu, Presiden mengatakan bahwa Pemerintah segera menyiapkan regulasi untuk memproteksi dunia pers dari serangan platform digital. Ekosistem media massa harus dilindungi supaya masyarakat mendapatkan konten berita yang baik.

“Platform digital dari luar masuk begitu saja dan mengancam dunia pers. Meskipun tidak memiliki aturan main dan tidak membayar pajak, platform itu bisa mengambil iklan dalam jumlah tak terhitung. Padahal, aturan pers sangat rigid. Banyak negara mengalami hal seperti itu, jadi perlu segera diatur,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pers telah konsisten memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah. Presiden pun mengapresiasi peran pers sebagai pilar keempat bangsa Indonesia.

”Saya sudah berbincang-bincang dengan para pemimpin redaksi. Saya minta untuk segera disiapkan draf regulasi yang bisa memproteksi dunia pers. Jangan sampai semuanya diambil oleh platform digital dari luar,” kata Presiden.

Jokowi menambahkan bahwa negara sangat membutuhkan kehadiran pers dalam perspektif yang jernih. Pers berdiri di depan melawan penyakit penyimpangan informasi, kekacauan informasi yang sering dilakukan dengan sengaja, memerangi hoaks, ujaran kebencian, dan semburan fitnah yang juga mengancam kehidupan demokrasi.

Pers juga diperlukan untuk mewartakan berita baik dan agenda-agenda besar bangsa Indonesia, membangkitkan semangat positif yang mendorong produktivitas dan optimisme bangsa. Untuk itu diperlukan industri pers yang sehat.

 ”Karena masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informasi yang sehat dan baik. Informasi yang baik memerlukan jurnalisme yang baik dan ekosistem yang baik,” kata Presiden.

Jokowi  juga sempat memaparkan kembali tentang konsep ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur yang ramah lingkungan dan yang pertama dibangun adalah nursery (lokasi pembibitan). 

“Akan ada 17 juta bibit disiapkan. Kami akan wujudkan ibu kota negara baru yang ramah lingkungan, smart city, semua kendaraan adalah listrik, ramah pejalan kaki, dan dekat dengan alam,” ujar Jokowi 

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari mengatakan, dukungan nyata dan tegas berupa hadirnya negara untuk mewujudkan berbagai regulasi sangat penting. 

”Kita butuh komitmen nyata untuk melindungi dan memastikan keberlanjutan media massa nasional berhadapan dengan perusahaan platform media digital global asing yang saat ini benar-benar tak menunjukkan sisi keadilan,” tutur Atal.

Perlu ada aturan yang lebih adil dalam tata cara perpajakan terkait fungsi media. Dalam konteks ini pihaknya berharap pemerintah dan DPR menunjukkan  komitmen nyata karena regulasi itu tak hanya akan menjamin terjadinya persaingan bisnis media yang sehat dan seimbang, tetapi pada saatnya mampu memberantas gelombang epidemi hoaks yang terutama menjalar melalui media sosial.

Atal S Depari dihadapan Presiden dan undangan lainnya menyerahkan piala pada beberapa jurnalis menerima Anugerah Jurnalistik Adinegoro dan 10 kepala daerah baik Bupati maupun walikota yang menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada perayaan Hari Pers Nasional.

Kegiatan yang berlangsung  di Banjarbaru juga dihadiri Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju, dan sejumlah duta besar negara sahabat.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengingatkan pers dengan adanya pergeseran dari physical space (ruang fisik) ke cyber space (ruang siber atau dunia maya) dalam kompetisi media.

“Jangan sampai pers tergelincir di persaingan ruang siber ini, jadi kawan-kawan jurnalis harus memahami fenomena ke depan,” kata Nuh.

Menurut dia, tugas Dewan Pers sekarang bagaimana menghubungkan antara physical space dan cyber space. Jika itu bisa dilakukan, maka pers tetap ada dan bisnisnya bisa tumbuh.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, pers berperan sangat luar biasa dalam menggelorakan berbagai potensi di Kalsel. 

”Kami merasa senang dan bahagia ketika Presiden menetapkan ibu kota negara di Kalimantan Timur. Walaupun tidak jadi ibu kota negara, Kalimantan Selatan menjadi gerbang ibu kota negara,” kata Sahbirin Noor yang dikenal denga. julukan Paman Birin.

Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) yang dirayakan setiap tanggal 9 Februari, Presiden Jokowi mengucapkan selamat hari pers dan menyatakan tentang pentingnya insan pers sebagai pilar demokrasi. Kali ini kehadirannya di HPN lebih awal pasa 8 Febuari karena harus melakukan kunjungan kenegaraan ke Canbera, Australia.

 

Muhadjir Effendi, Anugerah PCNO dan Stunting

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendi pada Hari Pers Nasional (HPN) 2020 mendapat predikat sebagai Anggota Kehormatan dari PWI Pusat. Penganugerahan dilakukan Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari saat berlangsung Pembukaan Dialog Kebudayaan di Hotel Mercure Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan.

Pemberian gelar ini bukan tanpa alasan, Atal menyebut sebelum menjadi menteri, Muhadjir Effendi pernah menjadi wartawan, meski pun tidak pernah bergabung dalam organisasi PWI. PWI memberikan anugerah, sebagai anggota kehormatan. Ketua SIWO pusat itu juga memuji profesionalitas Muhadjir selama menjadi wartawan.

PWI Pusat juga menganugerahkan Press Card Number One (PCNO) kepada belasan wartawan senior yang dinilai layak menerimanya. PCNO diberikan kepada wartawan senior berusia 50 tahun ke atas, telah lebih 30 tahun mengabdikan dirinya di dunia jurnalistik. Anugerah PCNO diberikan sejak HPN X 2010 di Palembang, Sumsel. Tokoh no 1 adalah Rosihan Anwar, Jacob Oetama, Herawati Dyah, Dahlan Iskan, Gunawan Muhamad, Fikri Jufri, Karni Ilyas, Alwi Hamu.

Stunting

Kehadiran Menteri Koordinator PMK pada peringatan HPN 2020, tidak sekedar untuk menerima anugerah PCNO. Menko PMK Prof Dr Muhadjir Effendy pada seminar HPN2020 dengan tema 5W + 1H, Pemetaan Masalah dan Solusi Penanganan Stunting Guna Menyiapkan Generasi SDM Unggul Menuju Indonesia Emas.

Menurut Menko PMK, pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai dari kehamilan selama 9 bulan sampai anak berusia 2 tahun.  Kecukupan gizi selama hamil hingga tahun-tahun pertama kehidupan anak, berperan dalam membentuk fungsi otak hingga membantu memperkuat sistem imun.

“1.000 hari pertama adalah masa window of opportunity yang krusial untuk menciptakan generasi handal. Kalau kita tidak mempersiapkan mulai dari awal kehamilan, maka kita tidak mampu menyiapkan manusia yang sempurna, kreatif dan siap berkompetisi dimasa depan,” ungkap Muhadjir Effendy, Sabtu (8/2/2020).

Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting balita di Indonesia menyentuh angka 14 persen pada 2024, sementara Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Bappenas menargetkan penurunan sebesar 20 persen. arget penurunan stunting itu ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun untuk menurunkan prevalensi angka stunting ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata namun juga perlu kerjasama dengan lintas sektoral baik dari pemerintah pusat, daerah, industri, akademisi, hingga masyarakat agar program terlaksana secara konvergen, efektif dan terukur.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Letjen TNI Terawan Agus Putranto memaparkan titik dimulainya komitmen peningkatkan status gizi dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, dan kesehatan anak sekolah. “Karena anak merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu dan bayi,” paparnya.

Tahun ini Jogja Fashion Week (JFW) Akan Berlangsung 19-23 Agustus

this formate

JOGJA, bisniswisata.co.id: Jogja Fashion Week (JFW) 2020 akan di gelar pada 19-23 Agustus 2020 medatang di Jogja Expo Center(JEC) Jogyakarta. Acara tahunan JFW 2020 merupakan perhelatan ke-15 Tahun  kata Nurhadi,Diektur Utama PT Aira Mitra, hari ini.

“PT Aira Mitra Media bersama Rumah Pentas Yogyakarta kembali dipercaya  Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY,menyelengarakan JFW 2020 mengusung tema Simponi Mutumanikam,” ungkapnya.

Acara ini juga di dukung Kementrian Perdagangan RI,Kementrian Perindustrian RI,Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kementrian Koprasi dan UKM RI, Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS).

Event berskala nasional ini, ujarnya, akan Menurut Drs Nurhadi, akan menggelar beberapa agenda kegiatan, antara lain pameran produk fashion dan produk unggulan daerah dengan 250 booth,seminar,temu bisnis,lomba desain busana,modeling,fotografi,karnaval ,dan peragaan busana (fashion runway) hingga bisa menarik daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung ke kota  Jogyakarta.

“Jogja Fashion Week 2020 akan menampilkan produk fashion terbaru yang kreatif dan inovatif hasil rancangan para desainer  mengangkat budaya Indonesia. Menghadirkan total 105 desainer yang akan terbagi dalam show sore dan show malam dengan berbagai jenis busana,”.

Runway fashion show merupakan ajang aktualisasi desainer untuk menampilkan karya terbaik busana ready to wear berbasis budaya nasional dan di kemas secara modern dan aktual,” jelas Nurhadi.

JFW 2020 diharapkan tidak hanya sekedar tontonan dan ajang promosi tapi juga bisa menjadi ajang bertemunya para pelaku usaha/produsen dengan konsumen/pembeli.Sehingga akan terjadi transaksi saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

Pimpinan Rumah Pentas, Santosa mengatakan JFW akan jadi event acuan yang menghasilkan karya busana jadi, berbaris bahan tradisi, netral dan bisa mewujudkan Jogyakarta sebagai pusat fashion Indonesia.

“Rumah pentas berkomitmen seperti yang selalu kami kerjakan,melayani dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik,”kata Tosa yang menangani JFW 2006-2014.

Dalam peluncuran JFW 2020, penyelenggara memperagakan busana karya 23 desainer Jogya,Solo,Klaten, Sukoharjo,Semarang, Bekasi ,Di antaranya Essy Masita,Uzy Fauziah, Dadang Koesdarto, Djongko Raharjo,Sugeng Waskito,Cicik Mulyan ingtyas,Ryani Utami,Oeki S Baraharjo,Astrid Ediati,Akeyla Naraya,Owens Joe.

 

Kuliner Ketupat Kandangan Hj. Mursinah Diminati Peserta HPN 2020

this formate

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: IBUKOTA provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, sejak kemarin sudah dikunjungi oleh para insan pers dari berbagai kota di Indonesia. Dampak kunjungan wisatawan peserta Hari Pers Nasional 2020 yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo ini juga berimbas pada sektor kuliner.

Bisniswisata sarapan pagi ini dengan Muhammad Bezqoni, Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) Cabang Kota Banjarmasin, mencicipi kuliner yang banyak dicari para wisatawan yaitu ‘ketupat Kandangan’ Hj Mursinah’ yang terletak di Jl Cendrawasih.

Warung buka setiap hari dari pukul 06.00 WITA sampai 12.00 WITA. Ketupat Kandangan ini sangat cocok dimakan waktu sarapan, apalagi setelah selesai berolah raga di hari Minggu.

Ketupat Kandangan adalah makanan yang memiliki cita rasa khas terutama untuk lauk dan kuahnya. Sedangkan untuk ketupatnya bentuk dan bahan dasarnya  masih sama dengan ketupat pada umumnya. 

Sebuah meja panjang di teras rumah sudah disiapkan oleh Alida, seorang kerabat M. Bezqoni yang akrab dipanggil Bebez dan kebetulan tinggal berdekatan dengan rumah makan ini. Tamu bisa makan di teras maupun masuk di dalam rumah.

Aktivitas para pengelola ada di samping kanan teras tempat kami makan. Berjejer hidangan pekengkap, meja kasir, daftar harga dan panganan khas seperti kue apam pisang yang hangat. 

Saat memesan juga bisa melihat lauknya, apakah memilih telur itik atau ikan haruan. Untuk telur itik, telurnya direbus sedangkan untuk ikan haruan dipanggang di atas bara api tempurung kelapa dengan terlebih dahulu dilumuri bumbu yang terdiri dari rempah-rempah khusus.

Porsinya adalah empat potongan dari dua ketupat di siram kuah santan dan taburan bawang yang banyak. Meskipun kuahnya menggunakan santan, rasanya gurih dan segar, dan ketika disendok dengan ikan haruan ada rasa bakaran dari ikannya. 

Ikan haruan adalah ikan lokal dari Kalimantan yang memiliki kandungan albumen yang tinggi yang sangat baik untuk kesehatan. Hanya ikan yang berukuran besar saja yang dipilih untuk dihidangkan.

Jika mau setehgah porsi maka dihidangkan dua potongan dari satu buah ketupat utuh dan ternyata jika semula ragu menghabiskan ketupat ukuran satu porsi, malah bisa habis tuntas dengan cepat.

Cita rasa dari ketupat Kandangan memang benar-benar berbeda dari makanan-makanan yang pernah saya makan sebelumnya. Rasanya sangat unik, ada rasa segarnya dari tanbahan irisan jeruk dan juga sambalnya yang menggoda.

Cara memakan ketupat Kandangan juga unik, jika di Kandangan-nya sendiri ketupat Kandangan dimakan dengan menggunakan tangan langsung bukan sendok.  Bebez dan Bambang, suami Alida mempraktekan cara makan dengan tatangan dan melebur ketupat dengan kuah, terasa tambah nikmat.

Apalagi tangan mereka dengan gesit mencocol sambal, potongan ikan haruan atau telur. Nampaknya memang lebih menghayati dengan menggunakan tangan yang menengadah agar kuahnya bisa ikut dimakan. 

Ketupat Kandangan ini adalah makanan khas yang berasal dari salah satu daerah di Kalimantan Selatan yaitu Kandangan, sekitar empat jam perjalanan dari ibukota Provinsi Kalsel. Meskipun berasal dari Kandangan, namun di Banjarmasin banyak terdapat warung yang menjual ketupat Kandangan.

Ketupat Kandangan Hj Mursinah telah berdiri sejak tahun 1965, Hj Mursinah yang berasal dari Kandangan bersama dengan mertuanya yaitu H Ahmad dan Hj Radiah, membuka warung makan ketupat Kandangan pertama kali di Jalan Pangeran Antasari (belakang Mitra Plaza). Kemudian pada tahun 1967 Hj Mursinah membuka warungnya sendiri di Pasar Lama dan pada tahun 1980 pindah ke Jalan Cendrawasih sampai sekarang.

Warung yang terdapat di Jalan Cendrawasih ini awalnya terletak di depan rumah Hj Mursinah, karena banyaknya pengunjung yang datang akhirnya warung di depan rumah tersebut direhab dan dibangun menjadi rumah makan.

Selama proses pembangunan, warung dipindahkan di seberang rumah (orang-orang menyebutnya teras rumah) dekat dengan pohon-pohon mangga. Karena suasana sejuk dan santai, pelanggan memilih untuk tetap bertahan di teras tersebut sehingga warung Ketupat Kandangan Hj Mursinah tetap buka di teras rumah meskipun rumah yang direhab telah selesai.

Untuk harganya sangat ramah di kantong dan ditetapkan sesuai dengan lauk yang dipilih. Porsinya juga dapat disesuaikan, kita bisa memesan satu atau setengah porsi. Harga mulai dari Rp 17.00 hingga Rp 32.000/ porsi.

Meskipun kini Hj Mursinah sudah tua dan usahanya dijalankan oleh anaknya, namun cita rasa dari Ketupat Kandangan Hj Mursinah tidak pernah berubah dari 1965. Masih tetap lezat, gurih, dan tentu saja khas. Tertarik untuk mencicipi kelezatan Ketupat Kandangan Hj Mursinah? Jangan lupa mampir.*

 

Rektor Unlam Bangga Dikunjungi Pemenang Adinegoro

this formate

Rektor Unlam, Prof Dr H Sutarto Hadi ( tengah) bersama Rita Sri Hastuti ( paling kanan) dan Sekjen PWI Mirza Zulhadi dan Marah Sakti, wakil juri.

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id:  – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr H Sutarto Hadi menyambut gembira kehadiran para pemenang Anugerah Jurnalistik 2019 bersama para dewan juri di kampus ULM.

“Ini cukup bergengsi, Anugerah Jurnalistik Adinegoro, saya dengar saja pasti orang-orang hebat di dalamnya, termasuk dewan juri dan para pemenang,” tutur Sutarto saat membuka Seminar Nasional Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019 di Lecture Theatre Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hari ini.

Menurut Sutarto, di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini, berbagai informasi sangat mudah diperoleh.”Ada citizen jurnalizm, kadang-kadang bikin pusing, kalau pagi-pagi buka gadget, dapat berita judulnya bombastis, ketika dibaca tidak ada apa-apa, isinya sampah semua. Kita merasa kecewa, marah kepada siapa? Pulsa habis, waktu terbuang,” curhatnya.

Namun begitu, ia tetap merasa optimistis di tengah lautan informasi yang sebagian besar itu sampah ternyata masih ada secercah cahaya. Oleh karena itu Sutarto memandang karya-karya para jurnalis yang memenangkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019 tidak hanya menarik dari segi judul tapi juga ulasannya inspiratif dan mendalam.

Salah satu yang menarik perhatiannya adalah karya Muhammad Amin bersama timnya dari Riau Pos berjudul “Bom Waktu di Lahan Gambut”. Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia, Mirza Zulhadi berharap kualitas karya jurnalistik akan semakin meningkat dengan adanya penghargaan Adinegoro ini.

“Adinegoro award sejak tahun 1970an, penghargaan ini nilai tersendiri bagi pembangunan pers di Indonesia, kalau pers berkualitas saya kira sudah berjalan. Artinya para pesertanya pun sudah terseleksi, benar-benar karya yang bisa diunggulkan dan dipertanggungjawabkan,” ujar Mirza.

Sekjen juga mengucapkan terima kasih atas kerja samanya juga kepada adik-adik jurusan komunikasi, khususnya jurusan jurnalistik. ” jadi nggak gelap-gelap amat masa depan, masih ada cahaya dikit,” kata Mirza mengakhiri disambut tepuk tangan hadirin.

Acara pembukaan dilanjutkan pengalungan selendang khas Banjarmasin, sasirangan oleh Rektor ULM kepada Sekjen PWI Pusat, Ketua Panitia Tetap Anugerah Adinegoro Rita Sri Hastuti yang juga Wakil Pemimpin Umum www. bisniswisata.co.id dan Marah Sakti mewakili dewan juri.

Sekjen PWI Pusat dalam kesempatan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Rektor ULM. Sementara itu dari enam pemenang, hanya Stephanus Edi Pramono dari Majalah Tempo yang berhalangan hadir. Karyanya berjudul “Hanya Api Semata Api” berhasil meraih Anugerah Adinegoro 2019 untuk kategori media cetak.

 

Anugrah Kebudayaan PWI Pusat Lahirkan Deklarasi Banjarmasin

this formate

Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan)  bersama walikota/ bupati  penerima Anugrah Kebudayaan  dalam rangkaian HPN 2020 di Banjarmasin, Kalsel,  ( ANTARA/Rahmat Nasution)

BANJARMASIN, bisniswisata.co.idUNESCO telah menyatakan dan mengakui Indonesia adalah negara superpower atau adidaya kebudayaan di dunia. Pernyataan tersebut merupakan suatu pengakuan bahwa Indonesia memiliki potensi kebudayaan yang luar biasa, tak tertandingi oleh negara manapun.

“Akan tetapi kita belum sepenuhnya menyadari keadidayaan kita dalam kebudayaan. Oleh karena itu, PWI Pusat mengajak seluruh masyarakat untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kebudayaan,” kata 

Pers memiliki peran strategis dalam ikut mendorong pemajuan kebudayaan. Pada Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kota Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, PWI Pusat menyelenggarakan Anugerah Kebudyaan untuk Bupati/Walikota karena mereka memiliki posisi strategis dalam mendorong pemajuan kebudayaan di daerahnya masing-masing.

Tahun ini ada 10 Bupati/Walikota menerima Anugerah Kebudayaan. Mereka yakni Wali Kota Tanggerang Selatan, Wali Kota Banjarmasin, Wali Kota Ambon, Wali Kota Baubau, Bupati Tubaba, Bupati Halmahera Barat, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Luwu Utara, Bupati Gunung Kidul, dan Bupati Tabalong.

Selain itu, PWI Pusat juga menggelar Dialog Kebudayaan dengan narasumber utama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi dan 10 Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan di Banjarmasin pada Jumat, 7 Februari 2020.

Dialog Kebudayaan ini melahirkan “Deklarasi Banjarmasin”. Deklarasi itu berbunyi sebagai berikut, “Kami Persatuan Wartawan Indonesia bersama Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2020, seniman, budayawan, akademisi, dan pencinta kebudayaan mengajak semua pemangku kepentingan bersama-sama mendorong kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan di Indonesia.”

Deklarasi yang ditulis di atas kanvas itu ditandangi oleh Muhadjir Effendi bersama Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan, Ketua PWI Pusat Atal S. Drpari, Dewan Juri Anugerah Kebudayaan, dan Ketua Pelaksan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono.

“Menjadi kesadaran PWI bahwa pers sebagai pilar keempat demokrasi harus mengawal seluruh bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya kebudayaan dalam mewujudkan pemajuan kebudyaan untuk mencapai kebudayaan yang berkepribadian, salah satu pesan Trisakti Presiden Sukarno,” kata Yusuf Susilo Hartono yang juga anggota Dewan Juri.

Ajaran Trisakti Bung Karno itu adalah berkedaulatan dalam bidang politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

HPN 2020, Ada Pedangdut Ucie Sucita

this formate

Booth HPN 2020 di pintu keluar  Bandara Syansudin Noor, Banjarmasin untuk sambut peserta dan peninjau yang baru tiba.

BANJARMASIN,  bisniswisata.co.id: PENYANYIi dangdut Ucie Sucita ikut meramaikan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sekaligus melakukan kegiatan sosial bersama Keluarga Besar PWI dan mengikuti kegiatan tanam pohon penghijauan bersama Presiden Joko Widodo.

Ucie mengaku merasa senang dan tersanjung karena keterlibatannya  di Kalsel tidak hanya menyanyi, tetapi juga mengikuti serangkaian acara di HPN tersebut. Dia juga itu akan mengisi acara gala dinner di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Jumat (7/2) malam.

Dara kelahiran 28 Mei 1990 ini mengungkap bahwa penampilannya nanti akan berbeda dari perayaan HPN tahun sebelumnya di Surabaya Jawa Timur.
Untuk menyanyi, Ucie mengaku sudah menyiapkan sejumlah lagu.

“Aku sudah menyiapkan beberapa lagu yang jadi hits aku seperti Dibuang Sayang, Digenjot Cinta, Semua Akan Dangdut Pada Waktunya, dan lainnya,” sambung Ucie.

Menurut penyanyi berdarah Sunda ini, gala dinner menjadi salah satu rangkaian peringatan HPN 2020. Perayaan HPN 2020 diisi beragam kegiatan yang dimulai pada hari ini,  Jumat (7/2). Seperti Seminar Inovasi Pelayanan Publik, Diskusi Adinegoro, Dialog Kebudayaan, Bakti Sosial pengobatan massal dan pemberian tambahan gizi dalam program stunting.

Penyanyi dangdut Ucie Sucita ikut meriahkan HPN 2020 di Banjarmasin dan mengikuti kegiatan sosial serta tanam pohon

Ucie mengaku merasa bersyukur kembali dilibatkan pada penyelenggaraan HPN 2020 karena banyak pengalam baru yang diperolehnya selama penyekenggaraan dari 6-10 Febuari 2020. Berinteraksi dengan keluarga wartawan juga membuatnya bahagia.

Sejak kemarin( 6 Feb) anggota dan pengurus PWI sudah berdatangan di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini. Panitia lokal penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyediakan booth berukuran sekitar 10 x 3 meter di pintu kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Penanggung Jawab Booth HPN 2020, Bahdur Bonaporte mengatakan adanya booth dalam rangka HPN 2020 tersebut untuk memudahkan para peserta yang baru tiba di Bandara mencari informasi dari mulai hotel, tempat wisata, kuliner atau perkantoran dan gedung yang ada di kota Banjarmasin.

“Tugas kami di booth ini untuk memberikan informasi kepada peserta HPN 2020 yang tidak terorganisir dari panitia yang datang dari seluruh Indonesia saat keluar dari Bandara hingga menuju tempat penginapan. Informasi seperti apa aja kegiatan HPN, dimana tempat menginapnya, kendaraan apa yang harus digunakan mereka ke tempat penginapan,” ungkap Bahdur Bonaporte.

Dijelaskan oleh Bahdur Bonaporte, beberapa petugas yang ada di booth HPN 2020 ini juga bisa melayani tim peninjau HPN dan tamu-tamu HPN yang ingin mengetahui informasi mengenai Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.

“Kita sediakan angkutan kepada mereka peserta dan peninjau HPN yang tidak masuk dalam daftar undangan, biasanya banyak juga peserta atau peninjau HPN yang bukan undangan hadir di acara HPN ini. Mereka-mereka ini tetap kita layani dengan baik, jika dari Bandara ingin ke tempat penginapan kita layani,” jelas Bahdur.

Keberadaan booth HPN 2020 tempatnya tepat di sebelah kiri pintu keluar di dalam lobi Bandara Syamsudin Noor. “Booth kami ini memang sengaja berada di pintu keluar agar mudah dijangkau peserta maupun peninjau HPN,” tutur Bahdur.

Doktor Linguistik Arab Pertama Indonesia

this formate

MADINAH, bisniswisata.co.id: BERTEMPAT di Ruang Al Ibda’ Fakultas Bahasa Arab, Universitas Islam Madinah, Ahmad Nahidl Silmy, berhasil mempertahankan disertasinya dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat summa cumlaude .
Disertasi mengambil judul “Penelitian dan Autentikasi Buku : “Al-‘Ubab Az-Zakhir Wa Al-Lubab Al-Fakhir” Karya Al-Hasan Bin Muhammad As-Shogony (Wafat: 650 H)”. “Al-‘Ubab’ merupakan kamus Bahasa Arab terbesar di abad ke-7 hijriah, yang menjadi salah satu rujukan utama Fairuzabadi (Wafat: 817 H) dalam karyanya Al-Qomus Al-Muhith yang hingga saat ini jadi rujukan kamus arab di seluruh dunia. 

“Al-‘Ubab’ sampai saat ini sebagian besar masih berupa manuskrip, belum pernah dicetak kecuali hanya beberapa bagian saja. Disertasi ini ikut melengkapi bagian yang masih berupa manuskrip dan belum pernah dikaji.
Sumbangsih pemikiran pria yang akrab disapa Nahidl ini, diakui oleh Dr. Hasan Ibrohim Qobur penguji eksternal dari Universitas Jazan. Menurutnya materi disertasi tersebut  yang menyatakan kebahagiannya bisa ikut menguji mahasiswa Indonesia. Apa yang ditulis oleh belum tentu dapat dilakukan bahkan oleh Mahasiswa Arab.

Keberhasilan Nahidl, menambah deratan panjang mahasiswa program doktor (S3) asal Indonesia yang berhasil dalam pendidikannya di Arab Saudi. Belum lama ini, mahasiswa atas nama Azmi Zarkasyi Abdullah Syukri yang menekuni jurusan pendidikan (tarbiyah) dan Emha Hasan Ayatullah yang mengambil jurusan fiqhussunah juga menjalani sidang terbuka promosi doctor.  

Di hadapan tim penguji, Azmi Zarkasyi Abdullah Syukri berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peran kegiatan Ektrakurikuler dalam Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Islam pada Siswa Tingkat SMA di Pondok Pesantren Modern di Pulau Jawa Indonesia dalam Pandangan Pendidikan Modern.”

Sementara, Emha Hasan Ayatullah mengangkat hasil penelitian dan Otentikasi buku “Fathul Baari Syarah Sahih Bukhari, Karya Al-Hafidz Abdul Fadl Ahmad bin Ali bin Hajar al-Asqolani, dari Kitab Bercocok Tanam hingga Akhir Kitab Al-Mukatab Bagian Bab: Belilah, Lalu Aku Bebaskan.”

Selain disaksikan para mahasiswa asal Indonesia dan beberapa mahasiswa asing di UIM, Sidang terbuka promosi doktor tersebut dihadiri oleh Pelaksana Fungsi Pensosbud 2 Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, Tubagus Nafia

Azmi Zarkasyi Abdullah Syukri merupakan putra dari salah satu Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Pria kelahiran Ponorogo 1986 ini mulai belajar di UIM sejak 2005 dengan mengambil jurusan dakwah dan usuluddin untuk program S1 dan jurusan tarbiyah (pendidikan) pada program S2 dan S3.

Diungkapkan Azmi, sapaan akrabnya, karena menghadapi berbagai tantangan, dirinya membutuhkan lima tahun untuk menuntaskan program doktornya,.

“Proses birokrasi yang panjang, mencari dan mengumpulkan data dari berbagai sumber di Indonesia, tantangan gaya bahasa Arab dalam penulisan ilmiah, membagi waktu antara belajar dan waktu untuk keluarga,” tutur cucu dari salah seorang pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor ini.

Setelah merampungkan pendidikannya di Universitas Islam Madinah, Azmi berujar akan kembali mengabdi di pondok yang kini diasuh orang tuanya. Emha yang berasal dari Banyuwangi Jawa Timur memilih bergabung dengan rekan-rekan pendahulunya, mengajar di kampus. ***