13 Tahun Program BIPA di Jeddah

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: GENAP 13 tahun penyelenggaraan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA),KJRI Jeddah menyelenggarakan kursus angkatan ke 17. Dengan jumlah pendaftar 120 warga negara Saudi dan hanya dapat diterima 59 peserta.

“Forum pembelajaran yang baik, tidak hanya bahasa Indonesia tapi juga culture (budaya). Ini adalah tempat untuk menimba ilmu tentang Indonesia bagi warga negara asing,” ujar Konjen RI Jeddah, Eko Hartono pada pembukaan Program BIPA angkatan ke-17 di aula Gedung Pelayanan Terpadu.
Program BIPA dapat menambah jaringan persahabatan (networking) dengan masyarakat yang ada di Jeddah dan kota-kota sekitarnya. Selain itu, melalui program ini, budaya Indonesia, aneka kuliner dan keindahan alam Indonesia dapat diperkenalkan ke Masyarakat Saudi.
“Kita tahu bahwa Saudi dan Indonesia saat ini ingin meningkatkan hubungan di segala bidang. Kami senang Arab Saudi semakin membuka diri, ekonomi semakin maju. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia, tentang bahasa, tentang budaya Indonesia, insya Allah kita semakin dekat, semakin saling menghormati,” lanjut Kepala Perwakilan RI untuk Wilayah Barat Arab Saudi yang mulai bertugas sejak 13 Januari silam.
Disampaikan Konjen, banyaknya WNI yang berkunjung ke Arab Saudi, baik dalam rangka ibadah umrah dan haji, belajar, mau pun untuk bekerja, kian menambah intensitas interaksi antara Masyarakat Indonesia dan Arab Saudi. Demikian pula jumlah kunjungan Warga Saudi ke Indonesia kian meningkat, baik dalam rangka menghadiri berbagai ajang bisnis seperti Trade Expo Indonesia dan berwisata.
Intensitas interaksi ini, ungkap Konjen, perlu diperkuat dengan pemahaman tentang bahasa dan budaya masing-masing, agar sikap saling memahami (mutual understanding) terbangun dengan baik dan persepsi negatif (stereotyping) terhadap satu sama lain bisa dihindari.
Berbagai alasan dikemukan oleh peserta dalam mengikuti program yang diagendakan berlangsung dua bulan ini, antara lain, untuk melayani jemaah haji dan umrah, memahami budaya Indonesia dan keperluan bisnis. ***

Ketua HPN 2020: Adinegoro Award Cara PWI Hargai Wartawan

this formate

“Ini yang sampai hari ini menjadi bagian dari pekerjaan utama kami (PWI) untuk mengingatkan kepada teman-teman hakikat dari tugas wartawan untuk mencerahkan masyarakat dan menjaga martabat profesi,” kata Auri dalam diskusi Hari Pers Nasional 2020 di studio TVRI Kalsel, hari ini.

Auri menambahkan bahwa Adinegoro Award diharapkan menginspirasi wartawan di Indonesia seperti pengabdian wartawan bernama bernama Djamaluddin. “Penyematan nama Adinegoro dianggap sebagai bentuk penghargaan kepada Adinegoro sebagai tokoh pers Indonesia. Adinegoro adalah nama samaran pengarang Djamaluddin yang lahir di Sumatra Barat,” jelasnya.

Dialog bertajuk Banua Bicara Hari Pers Nasional ini selain dihadiri oleh Ketua Panitia HPN 2020 Auri Jaya, Ketua Panitia Tetap Karya Jurnalistik Rita Sri Hastuti, serta beberapa pemenang Adinegoro Award.

Rita Sri Hastuti mengatakan Adinegoro adalah orang Indonesia pertama yang menempuh kuliah jurnalistik di Jerman pada tahun 1926. Sosok multitalenta yang peduli pada bangsanya. Semasa hidup Adinegoro yang sastrawan dan wartawan ini  selalu berpikir untuk mengoreksi dan memperbaiki sesuatu demi bangsanya,  ujarnya.

Rita yang juga Wakil Pemimpin Umum media online ini www.bisniswisata.co.id menambahkan  penghargaan ini diharapkan menginspirasi wartawan Indonesia semakin peduli pada nasib anak bangsa untuk memperbaiki mutu SDM, dan mencerahkan seperti yang Djamaluddin ( Adinegoro) lakukan.

 

Pesawat Pegasus Airlines Jatuh di Bandara Istanbul

this formate

ISTAMBUL,bisniswisata.co.id: LOW cost carrier Turki, Pegasus Airlines mengalami overrun — melampaui landasan pacu — saat berusaha mendarat di bandara Sabiha Gokcen Istanbul hari ini (Rabu, 5/02/2020, pk. 18.05 waktu setempat) dan pecah berkeping-keping. Cuplikan live report,  menunjukkan pesawat pecah menjadi beberapa bagian dan menimbulkan percikan api.
Pesawat pecah menjadi setidaknya tiga potong besar, rekaman dari adegan pertunjukan dan orang-orang terlihat dievakuasi melalui celah besar di sisi pesawat. Kokpit tampaknya benar-benar terlepas dari sisa badan pesawat  dan terlihat terbalik di samping pesawat.
Ada 177 orang di dalam jet naas itu, kata Menteri Transportasi Turki Cahit Turhan. Meski pun mengalami kerusakan parah, tidak ada korban jiwa, setidaknya 21 orang terluka dalam insiden itu dan telah dirawat di rumah sakit, jelas Cahit Turhan
Sabiha Gokcen adalah bandara Istanbul, Turki tersibuk kedua; menangani sekitar 30 juta penumpang per tahun. Hub penerbangan domestik dan internasional.
Peristiwa serupa terjadi dengan pesawat Pegasus Airlines pada Januari 2018, ketika pesawat tergelincir di landasan pacu di kota Trabzon, berhenti setelah menabrak tebing di atas Laut Hitam. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu dan pesawat sebagian besar tetap utuh. Namun  pesawat tersebut akhirnya dihancurkan. (e-Turbonews/dwi)

Yuk, ke Morotai Saja

this formate

MALUKU UTARA, bisniswisata.co.id: ANDA penggemar wisata pantai di pulau- pulau kecil? Atau senang eksplore tempat- tempat bersejarah? Pulau Morotai dapat dijadikan tujuan berlibur Anda.  Salah satu pulau terdepan Indonesia di kepulauan Halmahera Maluku Utara, ini memiliki luas sekitar 1.800 km², berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik. Pulau ini memiliki beberapa pantai dengan pemandangan sangat memukau serta keindahan bawah lautnya yang menyimpan banyak misteri.

Berdasarkan sejarahnya, pada abad ke-15 hingga abad ke-16 Pulau Morotai berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ternate. Pada perang dunia II Pulau Morotai dimanfaatkan oleh Jepang dan Amerika Serikat, sebagai pangkalan angkatan udara mereka sebelum menuju Filipina dan Borneo bagian Timur.  Juga merupakan basis untuk serangan ke pulau Jawa pada Oktober 1945. Nah, berdasarkan potensi keindahan alam dan nilai sejarahnya, Pulau Morotai direkomendasi Ivacanza.com untuk dikunjungi.

Beberapa tempat wisata di sekitar Pulau Morotai yang direkomendasi antara lain:

Tanjung Gorango

Berlokasi di antara Desa Gorua dan Korago, Kecamatan Morotai Utara, tanjung dengan pantai berpasir putih. Disarankan membawa cukup perbekalan jika berkunjung ke Tanjung Gorango. Dan melanjutkan piknik ke pantai Gorua dengan sejumlah kuburan tua yang di sakralkan masyarakat setempat.

Anda juga disarankan berkunjunga dan menikmati sejuknya air terjun Leo- Leo di desa Leo-Leo Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Bau. Dari kota Daruba menuju Pulau Bau, dapat ditempuh sekitar 2 jam menggunakan speedboat. Setelah sampai di di Pulau Bau, perlu berjalan kaki sekitar 40 menit untuk menemukan air terjun ini. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan sumber mata air berasal dari beberapa sungai kecil di daerah sekitar.

Monumen Mc Arthur

Bagi penikmat sejarah, pasti mengenal nama Jendral Mc Arthur. Di pulau Sumsum 8 km dari kota Daruba, ibukota Morotai, Jenderal Douglas Mc Arthur yang pemimpin pasukan sekutu untuk kawasan Asia Pasifik pernah tinggal pada masa perang dunia II. Untuk mengenang peristiwa tersebut, berdirilah monumen Mc Arthur di pulau ini. Anda bias melanjutkan perjalanan ke pulau Dodola Dodola Besar dan Dodola Kecil. Yang unik adalah karakter pantai panjang penghubung ke dua pulau tersebut. Hamparan pasirnyar dengan dua tipe berbeda, yakni kasar dan halus. Akses menuju pulau Dodola sangat mudah, dari kota Daruba menuju pulau ini bisa menggunakan speedboat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Anda kolektor mutiara? Kita boleh melanjutkan eksplorasi ke Kepulauan Morotai menuju ke pulau Ngelengele. Nelayan  di pulau adalah pembudidaya ikan dan mutiara. Pulau Ngelengele terbagi menjadi dua, pulau ngelengele besar dan pulau Ngelengele kecil. Di sepanjang tepi pantai pulau ini, kita akan melihat barisan tong yang terikat kuat, terapung dengan teratur. Keramba- keramba tersebut adalah lading mutiara dan ikan bagi nelayan Ngelengele. Wisatawan dapat belajar cara budidaya mutiara dan ikan konsumsi sekaligus.

Ke Morotai, jangan lewatkan eksplorasi anda ke objek Batu Kopi berlokasi di pesisir pantai Pulau Posiposi-Rao, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai. Batu ini memiliki keunikan yaitu menebarkan aroma kopi pada jam 8-10 pagi dan jam 3-5 sore, padahal batu ini tidak terdapat tanaman kopi. Aroma kopi bisa tercium dengan jarak radius hingga sepuluh meter. Di atas batu ini hidup sejumlah tumbuhan, sementara di bagian bawah terdapat sebuah lubang. Suara air laut dan hamparan pasir putih di sekelilingnya membuat Batu Kopi terlihat sangat indah. Penasaran? Yuk ke Morotai.*

Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019- HPN 2020

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: SETELAH menilai dengan seksama,  konten dan penyajian tulisan dari sedikitnya 679 peserta, para juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019, menetapkan pemenangnya yang disampaikan dalam talkshow di Stasiun TVRI Jakarta.  Para pemenang adalah  :  

Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019-HPN 2020 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kategori  Indepht Reporting media Cetak diraih Stefanus Teguh Edi Pramono bersama timnya  dari Majalah Tempo Devi Ernis – Andita Rahma – Raymundus Rikang. Karyanya bertajuk “Hanya Api Semata Api”, diterbitkan majalah Tempo 23-09-2019.

Kategori Siber diraih Muhammad Amin bersama timnya M Akhwan – Defizal – Evan Gunanzar dari Riaupos.co bertajuk ” Bom Waktu di Lahan Gambut” yang diterbitkan 22-10-2019. Kategori Televisi dimenangkan Rahdhini Ikaningrum bersama timnya Herry Fitriadie – Iqbal Himawan – Johan Pahlevi dari Metro TV berjudul ‘’Berebut Oksigen di Tambora” yang ditayangkan televise ini pada 09-10-2019.

Kategori Radio diraih Marga Rahayu bersama timnya Supriati – Metalianda – Kamal Anshori dari LPP RRI Samarinda bertajuk “Lubang Tambang Pembawa Petaka” disiarkan pada 22-07-2019. Kategori Foto dimenangkan Affan Adenensi Riza Fathoni dari Harian Kompas berjudul  “Erupsi Gunung Anak Krakatau” disiarkan 24-12-2018. Kategori Karikatur dimenangkan Djoko Susilo dari Harian Suara Merdeka berjudul​ “Anak -anak terlena oleh Gadget” diterbitkan 24-07-2019.

 Dalam talk show di TVRI — menghadirkan nara sumber Menko Info, Jhony G Plate, Ilham Bintang, Ketua PWI Atal S Depari, Nico Siaahaan mewakli DPR, Agus Sudibyo mewakili Dewan Pers dan Rita Sri Hastuti dari Pantap Adinegoro— diakui  Adinegoro merupakan karya terbaik bagi pers di Indonesia yang mampu melibas sejumlah berita-berita cepat saji, dan digarap dengan tidak serius serta sembarangan.

Rita Sri Hastuti ( tengah) yang juga Wakil Pemimpin Umum media online ini www.bisniswisata.co.id , foto bersama para narasumber usai talk show di TVRI

Animo peserta dalam ajang pemilihan karya Adinegoro menjadi barometer kualitas sekaligus berprestise dan berprestasi para insan pers.  Pasalnya, beberapa kali penyelenggaraan Anugerah Adinegoro tidak menemukan pemenang.

Rita Sri Hastuti  mengatakan pemenang dipilih melalui proses seleksi. Mereka inilai para juri yang terdiri dari tokoh pers, pengamat, akademisi, dan profesional yang menguasai bidang jurnalistik. Menurut dia, penilaian ini tak sembarangan.

“Contohnya tahun lalu (2018), untuk kategori in depth reporting media cetak tidak diadakan pemenang karena tidak memenuhi syarat,” kata Rita.

Tahun ini, jelas Rita, lebih bagus karena sudah ada pemenangnya untuk masing-masing kategori yang dilombakan. Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menyediakan hadiah Rp50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, berikut trofi, dan piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penghargaan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. ‘’Selamat bagi pemenang karya terbaik Adinegoro tahun ini,’’tutup Rita Sri Hastuti. ***

Airbus 330-300CEO, PK-LDY Batik Air Disterilisasi

this formate

 BATAM, bisniswisata.co.id,- SAAT warga Rinai, Natuna ramai- ramai demo menolak kehadiran warga negera Indonesia yang di evakuasai dari Wuhan, China. Pesawat Airbus 330-300CEO, PK-LDY Batik Air yang mengangkut mereka dari bandara Tianhe Wuhan di Distrik Huangpai 26 kilometer Utara pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, RRT ke bandara Hang Nadim Batam,  menjalani sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin dan perawatan berkala selama beberapa hari.

Batik Air bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, TNI Angkatan Udara, pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) member of Lion Air Group dan pihak terkait, menjalankan SOP angkutan udara yang menjalankan misi evakuasi ke daerah beresiko, untuk  memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. 

Terhadap pesawat Air Airbus 330-300CEO dilakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman, bakteri, virus dan lainnya oleh KKP yang berlangsung kurang lebih 120 menit. Pekerjaan mencakup di kabin, kokpit dan kompartemen kargo bagian bawah pesawat.

 “Setelah pesawat dilakukan sterilisasi oleh pihak berwenang, KKP dan TNI AU memberikan izin kepada tim BAT untuk melakukan penggantian HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yaitu alat penyaring untuk sirkulasi udara dalam pesawat,” jelas  Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.  . 

Prosedur tersebut sesuai anjuran Airbus, sistem HEPA sangat efektif untuk menyaring virus dalam sirkulasi udara kabin pesawat. Semua HEPA filter yang sudah dilepas, selanjutnya dibungkus menggunakan pembungkus khusus untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang guna pemusnahan dengan cara dibakar, jelas Danang lebih lanjut.Setelah dinyatakan steril oleh KKP, Airbus 330-300CEO ditarik ke hangar Batam Aero Technic untuk tahapan jadwal perawatan pesawat berkala (schedule maintenance).

Standar Internasional

Misi kemanusiaan Batik Air dalam mendukung negara dan program pemerintah telah beroperasi sesuai standar keselamatan dan prinsip-prinsip kesehatan penerbangan. Batik Air penerbangan ID-8618 membawa 18 kru dan 30 tim medis pada Sabtu (01/ 02). Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 13.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH) pada 19.00 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08).

Penerbangan bernomor ID-8619 rute Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan tujuan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH) berangkat pada 04.30 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08) dan sudah mendarat normal di Batam pukul 08.30 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) pada Minggu (02/ 02).

Batik Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi perusahaan serta ketentuan internasional.***

None Betawi, di Festival Mossel Bay

this formate

MOSSEL BAY, Afrika Selatan, bisniswisata.co.id:  DIAZ Festival di Mossel Bay, Afrika Selatan di gelar 31/01 a.d 01/02/2020. Kesempatan bagi KJRI Cape Town memperkenalkan keragaman budaya Nusantara. Indonesia tampilkan tari None Betawi, berceritera mengenai para remaja putri Betawi yang enerjik, aktif, ceria serta sangat dekat dengan lingkungannya.

“Fokus utama kita mengikuti kegiatan ini selain untuk membantu mempromosikan keragaman budaya Indonesia di Cape Town, dan berharap hubungan Indonesia dan Afrika Selatan semakin erat,” ujar Konsul Jenderal RI-Cape Town Mohamad Siradj Parwito.

Diaz Festival, merupakan festival tahunan Pemerintah Kota Mossel Bay yang diikuti berbagai negara seperti Indonesia, Jerman, Portugal dan Madagaskar. Para peserta menampilkan berbagai kebudayaan yang dimilikinya melalui pertunjukan musik, parade bersama diakhiri dengan penampilan di panggung utama.

Ketika Novel Teo Toriatte Mengikat Hubungan Aceh – Fukushima

this formate

Akmal Nasery Basral saat  menyerahkan novel kepada Plt. Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, MT pada Peringatan 15 Tahun Tsunami di Sigli, Pidie, 26 Desember 2019.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pernah membaca novel yang membuat pembacanya hanyut dalam jiwa tokoh utama ciptaan si penulisnya ? Carilah di Gramedia, penerbit buku novel Teo Toriatte ( Genggam Cinta) karya Akmal Nasery Basral, sastrawan Indonesia yang pernah menjadi wartawan majalah berita selama hampir dua dekade.

Kepiawaiannya mendiskripsikan situasi, kondisi, lokasi, karakter serta mengisi ‘jiwa’ dalam tokoh-tokoh ciptaannya itu dijamin membuat pembaca langsung merasa dekat dan riil berada dalam peristiwa yang dirangkai menjadi kisah hidup tokoh utamanya ini.

Meutia Ahmad Sulaiman baru berusia 14 tahun ketika tsunami Aceh menewaskan kedua orangtua dan ketiga adiknya pada 26 Desember tahun 2004. Dia selamat setelah tersangkut di tiang kapal yang terdampar di pemukiman warga.

Kisah Meutia mendapat liputan media massa internasional dan menarik perhatian suami-istri Hiroshi & Harumi Mishima di Fukushima, Jepang, untuk mengadopsinya sebagai anak. Apalagi anak tunggal mereka juga telah wafat karena kanker otak.

Proses adopsi bisa menjadi lesson learn buat semua orangtua yang ingin memiliki anak adopsi karena Hiroshi dan Harumi sadar betul mereka berasal dari negara, bangsa dan budaya yang berbeda dengan calon anak angkatnya ini.

Sementara anak adopsinya sudah ABG ( anak baru gede) yang punya kecintaan  kuat dengah tanah rencong tempat kelahirannya, dimana orangtua dan ketiga adiknya juga lenyap di telan bumi oleh tsunami. Tinggal Meutia sebatang kara yang harus survive dan sukses dalam menjalani kehidupan barunya.

Sadar cinta tidak dijual di toko manapun termasuk melalui aplikasi dunia maya. Calon orangtua Meutia ini punya kebesaran jiwa yang luar biasa dan paham dengan psikologis serta kejiwaan dari Meutia jika langsung dibawa ke Jepang. 

Oleh karena itu setelah proses adopsi berjalan dibantu Kedubes Jepang di Jakarta dan pertemuan ketiganya di Banda Aceh, Meutia tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah hingga tamat SMA di Jakarta. 

Untungnya gadis asal desa Lampok, Aceh ini seperti remaja lainnya punya cita-cita berkunjung ke ibukota Jakarta sehingga tawaran sekolah SMA di Jakarta langsung diterimanya. Tentunya semua dengan biaya sepenuhnya dari orangtua angkatnya itu.

Hubungan jarak jauh Meutia dengan Hiroshi dan Harumi akhirnya membuka hati Meutia untuk melanjutkan kuliah dan tinggal di Jepang bersama keluarga barunya. Tamat SMA, Meutia sempat belajar bahasa Jepang selama setahun penuh di Japan Foundation, Jakarta, sambil menunggu keluarnya beasiswa untuk kuliah di Fukushima, Jepang.

Belajar tekun dengan hasil yang selalu membanggakan adalah salah satu motivasi Meutia untuk membanggakan keluarganya yang diyakininya sudah berada di surga maupun bagi kedua orangtua angkatnya yang berasal dari Fukushima, Jepang. 

Tiga bencana ( Triple disaster ) 

Prefektur Fukushima yang terletak di wilayah Tohoku, Pulau Honshu, Jepang dengan Ibu kotanya adalah kota Fukushima menjadi tempat tinggal baru bagi Meutia yang mendapatkan beasiswa untuk menjadi seorang ahli komputer dan menjadi kampung halaman kedua orangtua angkatnya 

Untuk beberapa tahun selanjutnya Meutia merasakan kebahagiaan sebuah keluarga. Apalagi Harumi sebagai ibu barunya punya hubungan yang sangat dekat dengannya. Meutia dan Harumi begitu klop dan sang ibu kerap membawanya berwisata.

Di dekat rumah mereka ada danau yang pantulan airnya sangat indah, sehingga dijuluki pantulan surga. Inilah Danau Inawashiro yang pada musim dingin, danau ini terkenal sebagai spot migrasi untuk angsa dan merupakan danau terbesar keempat di Jepang.

Meutia juga pernah diajak mengunjungi obyek wisata makam sembilan Samurai pendiri kota Fukushima. Saat di makam itulah Harumi paham bahwa Meutia masih menyimpan luka lama kehilangan orangtua kandung dan tiga adiknya karena tubuhnya gemetar. 

Harumi mengingatkannya agar tidak takut pada mereka yang sudah wafat karena mereka yang sudah pindah alam itu bahagia.” Justru mereka yang masih hidup yang berpotensi berbuat jahat pada kita,” ungkap Harumi.

11 Maret 2011, Meutia tengah berada di kampus Universitas Fukushima ketika dia melongok ke jendela dan melihat ribuan angsa terbang beriringan di udara. Tak lama kemudian gempa berkekuatan 9,1 scala richter melanda. 

Saat semua orang di kelas melakukan standar operation procedure ( SOP) jika terjadi gempa, Meutia menyadari gempa yang kuat ini akan disertai dengan tsunami seperti pengalamannya 7 tahun sebelumnya di Aceh.

Tanpa memperdulikan situasi chaos disekitarnya, Meutia berlari mengambil sepeda untuk pulang ke rumah guna menyelamatkan kedua orangtuanya. Jarak yang biasa ditempuh 7 menit dari kampus. Namun kedua orangtuanya tidak ada, air bah menerjang rumah.

Ketika tersadar di rumah sakit, utusan kampus datang membawa foto Hiroshi & Harumi Mishima yang tinggal nama. Meutia kembali kehilangan keluarga barunya sehingga mengalami trauma. Lebih parahnya lagi dia tidak pernah bisa kembali ke rumah orangtua angkatnya itu karena dilarang pemerintah akibat tingkat radiasi yang tinggi.

Pedih rasanya, menimbun kenangannya di rumah itu. Masih terngiang-ngiang semua ucapan Hiroshi dan Harumi saat  Meutia pamit kuliah dan kedua orangtuanya hari itu akan pergi ke Sendai, kota pinggir pantai pula. 

Tiba-tiba kini dia berada di rumah sakit, harus meninggalkan rumah yang dia tinggali  tanpa boleh membawa pergi apapun dan dilarang untuk kembali ke sana sampai kapan?. Padahal dia sudah merasa hommy karena kota ini dipenuhi pegunungan, sawah-sawah, serta lautan yang membentang di sepanjang sisi jalan yang dibatasi oleh tembok pemecah ombak serta pohon-pohon pinus. 

Tidak ada bangunan-bangunan pencakar langit di kota ini, kota yang masih hijau. Meski tidak sama dengan Desa Lampok, Aceh tempat asalnya, Fukushima yang masuk dalam regional Tohoku, sekitar tiga jam menggunakan kereta api dari Tokyo, Jepang sudah menjadi rumah kedua dengan begitu banyak cita-cita dan rencana yang ingin diwujudkannya.

Hari itu  Jepang dilanda bencana hebat. Gempa berkekuatan lebih dari 9,0 SR menghantam wilayah pantai timur laut serta mengakibatkan dua bencana susulan sekaligus tsunami dan hancurnya reaktor nuklir di Fukushima yang disebut publik sebagai peristiwa Triple  Disaster (tiga bencana).

Meutia tidak sendiri, ada lebih dari 160 ribu orang mengungsi akibat bencana nuklir terburuk kedua yang terbesar, selain kebocoran reaktor nuklir Chernobyl pada 1986 di Pripyat, Ukraina ketika masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Akmal di PLTD Apung yang terseret sejauh 5 km ke pemukiman penduduk di Punge, Banda Aceh. Kini PLTD itu menjadi obyek wisata.

Post-Traumatic Stress Disorder ( PTSD)

Peristiwa yang menewaskan orangtua angkatnya, membuat hidup Meutia kembali terpuntir pusaran traumatik yang meretakkan jiwanya. Protespun dilayangkan pada sang pencipta mengapa harus mengalami dua kali bencana tsunami.

Kekecewaan yang mendalam dan protesnya dituangkan dengan meninggalkan sholat, lepas hijab. Meski Meutia masih meneruskan kuliah pasca tsunami, namun tampilannya sudah berbeda.

Dia berpakaian layaknya remaja Jepang di Harujuku bergaya J-Pop, lepas hijab dan tampil dengan pakaian serta rambut warna-warni. Padahal almarhum Hiroshi dan Harumi sejak kedatangan Meuetia memberikan kebebasan penuh untuk sholat, mengaji tiap hari. Bahkan mereka sehari-hari ikut mengkonsumsi makanan sehat, makanan halal kaum Muslim.

Itulah bentuk protesnya pada Allah SWT, sang pencipta karena dua kali mengalami tsunami dan kembali kehilangan keluarga yang amat berharga. Belum lagi setiap malam kesulitan tidur dan kerap dihantui halusinasi. Dia bahkan harus melawan dorongan bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya.

Kesepian dan hari-harinya di asrama kampus membuat gadis ini kerap mengalami halusinasi,  membawanya ke suatu sensasi yang diciptakan oleh pikirannya tanpa adanya sumber yang nyata. Gangguan ini mempengaruhi kelima panca inderanya dan Meutia seolah melihat, mendengar, merasa, atau mencium suatu aroma yang sebenarnya tidak ada. 

Bukan itu saja, dia malah terperangkap Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) akut yang dialaminya, dan harus berjibaku mewujudkan mimpi menjadi Doktor Computer Engineering. Sementara di kampus mulai mendapat perhatian khusus dari pria muda Jepang yang calon pakar Genom.

Meutia tidak menanggapi pendekatan yang dilakukan pria itu apalagi sebagai mualaf malah sering menceramahi penampilannya dan mengingatkan untuk rajin sholat dan kembali berhijab. Sementara nalurinya sebagai wanita tetap menyala untuk mencintai dan dicintai, memiliki kekasih, menikah dan memiliki anak dan keluarga sendiri.

Gempa di Indonesia tahun 2018 lalu seperti di Lombok, Palu dan Banten membuat Meutia kembali ke tanah air untuk menjadi tim peneliti Jepang. Kehadirannya diawal tahun 2019 memungkinnya bertemu dengan banyak orang, salah satunya adalah pembaca berita TV swasta yang pernah akrab dengannya semasa SMA.

Kembali ke Jepang, aktivitasnya terus berlanjut hingga akhirnya Meutia harus  memilih satu di antara tiga lelaki yang mencintainya; pakar genom ternama berkebangsaan Jepang, penyiar televisi Indonesia yang merupakan cinta pertamanya, atau psikiater—yang memiliki trauma karena ibunya bunuh diri—namun diam-diam mengidolakan Meutia sampai tahap obsesi ?

Buah manis dari Novel Teo Teriatte

Universitas Syiah Kuala ( Unsyiah), Aceh kembali mengaktifkan beberapa lembaga riset di bawah pusat penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM). Salah satunya Pusat Riset Perdamaian dan Resolusi Konflik (PRPRK) yang diketuai oleh Otto Nur Abdullah, mantan Ketua Komnas HAM RI.

Cuitan Akmal Nasery Basral tentang novelnya Teo Teriatte di media sosialnya medio November lalu diketahui masyarakat luas sehingga Pusat Riset Perdamaian dan Resolusi Konflik (PRPRK) Unsyiah meluncurkan buku ini pada 24  Desember 2019 sekaligus menjadi bagian dari peringatan 15 tahun tsunami Aceh yang di pusatkan di Sigli pada 26 Desember 2019 lalu.

“Media Jepang juga menulis ulasan yang diterbitkan 27 Desember 2019 lalu di negri Sakura itu atas isi Novel Teo Teriatte yang mengikat batin antara peristiwa tsunami kota Banda Aceh dan Fukushima, Jepang,” ungkap Akmal.

Akmal juga bertemu dengan Direktur Bagian Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang, di Jakarta, Takahiro Wakabayashi. Bincang-bincang hangat menghasilkan banyak peluang yang bisa digarap pemerintah Jepang dan RI.

Takashiro mendukung jika ada sutradara film dari Jepang ataupun Indonesia yang mau membuat film kisah hidup Meutia Ahmad Sulaiman. Selain juga membahas peluang antara lain menjadikan Aceh dan Fukushima sebagai sister city, tambah Akmal.

” Tinggal di tindak lanjuti oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman untuk sister city dan peluang Jepang membuka beasiswa untuk pemuda/pemudi Aceh dan sebaliknya,” kata Akmal yang masih enggan disapa dengan panggilan ustad.

Novel ini sendiri dikembangkannya dari cerpennya yang berjudul ” Swan of the Rising Sun”  yang diikutsertakan pada proyek Solidaritas Penulis Internasional pada peringatan dua tahun tsunami di Fukushima Jepang pada 2013.

” Jadi saya hanya menulis, selebihnya Allah yang punya rencana karena cerpen yang hanya 6 halaman itu bisa menjadi novel dengan 300 halaman dan bisa melahirkan berbagai rencana ke depan,” ungkapnya.

Sama ketika dua karya novelnya yang  telah difilmkan masing-masing Naga Bonar (Jadi) 2 (2007) dan Sang Pencerah ( 2010) berkisah tentang kehidupan dan perjuangan KH Ahmad Dahlan yang dikenal sebagai pendiri organisasi massa Islam Muhammadiyah.

Pria asal Bukit Tinggi, Sumatra Barat ini menilai dukungan istrinya  Sylvia, dan ketiga putri mereka, Jihan, Aurora, Ayla untuk menulis novel-novel sejarah yang enak dibaca oleh semua kalangan terutama para remaja sangat besar.

Akmal pernah menulis Anak Sejuta Bintang, novel tentang masa kecil Aburizal Bakrie. Karya yang lain, di antaranya cerpen Legenda Bandar Angin pernah dinobatkan sebagai cerpen terbaik harian Pikiran Rakyat pada tahun 2006.

” Terus berkarya dan itulah sebabnya di bulan Febuari 2020 ini Insya Allah novel sejarah tentang Buya Hamka beredar diterbitkan oleh Republika dan April mendatang juga ada sekuel kedua karyanya yang berjudul Dilarang Bercanda Dengan Kenangan yang diterbitkan” kata Akmal.

Pria yang kini aktif berdakwah, mengisi sholat Jumat dan pengajian-pengajian, di luar minatnya pada bidang jurnalistik dan sastra ini mengaku optimistis dan menikmati semua empower yang tercipta dari novel terbarunya Teo Toriotte yang terkoneksi dengan beragam instansi maupun tokoh. Hal yang terpenting baginya adalah semua yang terjadi atas kuasa Allah SWT.

,

Indonesia, Hentikan Sementara Penerbangan dan Kebijakan Visa

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: PEMERINTAH Indonesia untuk sementara menghentikan layanan jasa angkutan udara, kebijakan bebas visa kunjungan dan visa on arrival bagi warga negara RRT yang bertempat tinggal di Mainland China (daratan China). Untuk sementara tidak mengizinkan masuk dan transit di Indonesia bagi semua pendatang dari Mainland RRT dan sudah berada di sana selama 14 hari. Pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke Mainland China.

“Penghentian sementara penerbangan ke daratan China dimulai Rabu, 5 Februari pk 00.00 WIB,” jelas Menlu RI Retno Marsudi dalam keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Lanud Halim Perdanakusuma.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang didampingi  Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kanan) juga menjelaskan bahwa pemerintah mensyukuri  total 243 orang warga negara Indonesia termasuk lima orang tim aju yang dipulangkan dari Wuhan, telah tiba dengan selamat di Natuna. Para WNI tersebut bersama tim penjemput 42 orang – total 285 orang– akan menjalani masa observasi selama 14 hari.

“Menteri Kesehatan bersama tim akan membuka kantor di Natuna, di mana juru bicara Menkes dari waktu ke waktu akan menyampaikan secara aktif perkembangan di sana”, ujar Menlu..

Evakuasi

Perlu  diketahui bahwa pada Minggu pagi, pemerintah telah berhasil mengevakuasi 243 WNI dari Provinsi Hubei, China menggunakan pesawat Airbus 330-300CEO milik Lion Air Group. Evakuasi dilakukan tim yang terdiri dari 42 orang antara lain dari unsur TNI, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan kru maskapai Lion Group. Tim dilengkapi dengan berbagai perlengkapan pelindung diri, termasuk masker dan baju khusus.
Para WNI turun dari maskapai Batik Air sekitar pukul 09.23 WIB, setelah menjalani prosedur kesehatan, segera masuk ke pesawat milik TNI yang telah bersiaga. TNI menyiapkan pesawat Hercules A-1315 dan dua Boeing AI 7304 dan A 7306, untuk melanjutkan evakuasi menuju pangkalan militer  Lanud Raden Sadjad Ranai, Natuna .

Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI Beijing, Guangzhou, Shanghai dan Hong Kong terus memantau kondisi WNI di berbagai wilayah di RRT. Bagi WNI di Tiongkok yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi nomor Hotline:

Hotline Kemlu: +62 812 90070027/ pwni.bhi@kemlu.go.id; 

Hotline Kemenkes: 1500-567/ kontak@kemkes.go.id; 

Hotline KBRI Beijing +8610 6532 5486;

Hotline KJRI Shanghai +861356 44 06 540; 

Hotline KJRI Guangzhou +86185 203 75005; 

Hotline KJRI Hong Kong +852 67730466/+852 5294 4184; 

Bagi WNI di Taiwan yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi:

Hotline KDEI Taipei di +886 9011 32000. *

KBRI Latvia Gandeng Biro Perjalanan Wisata RI Ikut Balttour 2020

this formate

Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Bagas Hapsoro ( kiri) menjelaskan langsung pada para peserta asing Balttour 2020. ( foto: Fajar KBRI Swedia).

RIGA, Latvia, bisniswisata.co.id: KBRI Latvia gandeng  biro perjalanan Indonesia berpartisipasi dalam The 27th International Travel Trade Fair “Balttour 2020”, di Riga, Latvia. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 31 Januari-2 Februari 2020.

Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Bagas Hapsoro mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia setiap tahunnya pada kegiatan Balttour di Latvia ini merupakan bukti keseriusan Indonesia dalam mempromosikan pariwisata Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Latvia.

“Indonesia dengan iklim tropis, seni dan budaya yang memukau, dan berlimpahnya makanan-makanan tradisional yang menggugah selera, akan menjadi destinasi terbaik bagi wisatawan Latvia” ujar Dubes Bagas.

Menurut dia, terdapat kenaikan tingkat kunjungan wisatawan Latvia ke Indonesia, yaitu dari 3.343 orang pada tahun 2017 menjadi 4.214 orang pada tahun 2018. Sedangkan pada tahun 2019, hingga bulan Oktober, wisatawan Latvia ke Indonesia tercatat mencapai 4.974 orang.

Kali ini, KBRI Stocholm berkolaborasi dengan beberapa operator wisata Indonesia, yaitu Be Wish dan Marintur mengikuti bursa wisata ini. “Banyak sekali warga Latvia yang berkunjung ke stand Indonesia, semoga wisatawan Latvia yang ke Indonesia semakin banyak” tutur Nyoman Sukarba dari Be Wish.

Seni dan budaya Indonesia juga ditampilkan di Balttour 2020. Feri Sri Danarto dengan lincah menarikan Tari “Gusti Sumonggo” dari Jawa Tengah dan Tari “Mandau” dari Kalimantan. Ditampilkan pula pakaian dengan corak dan desain khas Indonesia dari desainer Ahanung Sandra, WNI yang kini menetap di Jerman. Ahanung mengambil tema batik dan tenun Indonesia dalam desain pakaiannya. Menarik melihat penampilan model-model remaja, warga Latvia yang memamerkan keindahan batik dan tenun Indonesia.

Kegiatan The 27th International Travel Trade Fair “Balttour 2020” merupakan kegiatan tahunan di Riga, Latvia. Setiap tahun, KBRI Stockholm berkolaborasi dengan operator wisata dari Indonesia selalu ikut serta.

Tahun ini, lebih dari 860 operator wisata dari seluruh dunia berkumpul di Balttour 2020. KBRI Stockholm bersama operator wisata Be Wish dan Marintur juga akan mengikuti Business Meeting pada hari kedua penyelenggaraan Balttour 2020.