Dijemput, 61 Wisman China Kembali ke Hubei

0
20

BALI, bisniswisata.co.id: PESAWAT China Eastern, MU799, Pk. 14.10 meninggalkan bandara Ngurah Rai dengan mengangkut 61 warga RRT (49 dewasa 12 anak- anak) menuju Bandar Udara Internasional Tianhe, Wuhan di Distrik Huangpi, Hubei. Kedatangan pesawat dari Guangzhou dan keberangkatan pesawat angkutan kemanusiaan akibat virus Corona tersebut telah mengikuti protocol kesehatan angkutan udara internasional.

“Kemenhub telah menerbitkan persetujuan Penerbangan Irreguler dari Guangzhou-Denpasar-Wuhan (CAN-DPS-WUH) guna mengangkut Warga Negara China yang berada di Bali. Penerbangan dilakukan oleh maskapai China Eastern Ailines dengan tipe pesawat B 737-800 NG,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dari data yang dikeluarkan pihak manajemen Angkasa Pura I Ngurah Rai, pada periode 13 Januari 2020 s.d 2 Februari 2020, pergerakan pesawat dibandingkan periode sama tahun 2019 terjadi penurunan 3 persen, jumlah penumpang yang diangkut tahun 2019 sebanyak 88.134 penumpang tahun 2020 hanya 74.577 penumpang, turun 15,38 persen.

Pihak asosiasi perjalanan wisata ASITA Bali mendata bahwa per 4 Februari telah terjadi 22.946 pax pembatalan dan wisman RRT yang sedang berlibur di Bali sampai dengan 22 Februari terdata 983 orang.

“Angka tersebut dari anggota ASITA saja, FIT dan lainnya yang di handel operator lain diluar kewenangan ASITA,” ungkap SekJen ASITA Bali, Putu Winastra menjawab bisniswisata.co.id.

Sementara Konsulat RRT di Bali mencatat lebih dari 5000 warga RRT masih menikmati libur panjang Tahun Baru China di Bali. Pihak Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC) per 4 Februari telah terjadi pembatalan 39.000 roomnite dan 5.200 MICE business.

Standar

Menangani warga RRT yang masih berlibur di Bali, Pemprov Bali dari stake holder kepariwisataan telah mengambil kebijakan khusus mengacu pada kebijakan negara. Pada Jumat, 7 Februari 2020, untuk menyepakati Standard Operations Procedures (SOP) Penanganan Penerbangan tersebut. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan,  garis besar dari SOP penanganan penerbangan penjemputan warga negara China di Bali, adalah, penerbangan rute CAN-DPS sebagai penerbangan tanpa penumpang umum (ferry flight), parkir pesawat ditempatkan jauh dari parkir pesawat reguler, dilakukan proses disinfektan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kemenkes setelah pesawat mendarat, serta proses check in, ruang tunggu dan boarding gate disediakan secara khusus oleh penyelenggara bandara dengan pengawasan dari instansi masing-masing yaitu KKP, Otoritas Bandara (Otban) IV Bali, PT. Angkasa Pura (AP) 1, TNI dan Polri. Sebelum penumpang menaiki pesawat, dilakukan pemeriksaan kesehatan menggunakan thermo scanner oleh petugas KKP di ruang tunggu, dicek ulang oleh petugas medis China di tangga pesawat, petugas ground handling dan KKP yang memasuki pesawat harus memakai pakaian proteksi sesuai standar.

Di bandara Ngurah Rai penumpang disiapkan fasilitas proses check-in dilakukan di check-in counter khusus di area Island D Terminal Keberangkatan Internasional. Isolated parking stand di area apron Selatan untuk menampung pesawat penjemput di parking stand nomor 53. Team ground handling dan apron passenger bus khusus yang mengangkut penumpang dari terminal keberangkatan menuju pesawat yang terparkir. Penerbangan Bali- Mainland China dilayani 164 penerbangan per minggu, dengan ditutupnya jalur langsung ke Mainland China, wisman RRT dapat memilih penerbangan kembali ke negaranya melalui Hongkong atau Taiwan. Rute Bali – Hongkong dilayani 55 penerbangan perminggu, Bali- Taiwan dengan 28 penerbangan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.