Virus Novel Corona, World Pangolin Day dan Valentine

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id,- PERNAH “bertemu” Pangolin? Binatang yang jika dikejutkan, langsung bergelung mempertahankan diri. Binatang yang tiba- tiba makin popular tersangkut sebaran virus Novelcorona. Binatang yang dicari- cari penggiat dan pengembang obat- obat tradisional di Cina. Binatang yang nilai ekonominya “tinggi”, wajar saja jika kemudian menjadi komoditi penyelundupan ke negara- negara tertentu.

Trenggiling atau trenggiling bersisik (sebutan di masyarakat Nusantara), menurut portal scien World Pangolin Day  adalah makhluk unik yang tubuhnya ditutupi lempengan sisik keras. Bersifat insektivora – makanan ekslusifnya adalah semut dan rayap, sebagian besar aktif di malam hari. Nama “trenggiling”, berasal dari kata Melayu “pengguling“, sesuatu yang menggulung. Ordo Pholidota  ciptaan Tuhan ini ada delapan spesies.  

Hari Sabtu ketiga bulan Kasih Sayang (Valentine), Februari dirayakan sebagai Hari Pangolin Dunia.  Dan tahun ini, hari istimewa jatuh pada tanggal 15 Februari 2020. Hari Pangolin Dunia adalah kesempatan bagi para penggemar Trenggiling untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran tentang mamalia unik ini — dan keadaan buruk mereka –. Pasalnya, Trenggiling adalah salah satu mamalia yang paling banyak diperdagangkan dalam perdagangan ilegal satwa liar.

Pada Hari Pangolin/Trenggiling Dunia, masyarakat dunia dapat berpartisipasi aktif untuk menunjukkan kepeduliannya. Paling tidak ikut mengingatkan lingkungan, ada Trenggiling bagian ekosistem dunia yang perlu mendapat perhatian. Mahluk unik ini relatif tidak dikenal di luar Afrika dan Asia.
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu Trenggiling di Hari Pangolin Dunia yaituTweet menggunakan tagar #WorldPangolinDay.   Like halaman Facebook Hari Pangolin Dunia.   Buka blog tentang Trenggiling pada Hari Pangolin Dunia. Bagikan informasi Trenggiling di jaringan media sosial Anda. Membuat karya seni tentang Trenggiling – melukis, menggambar, memahat. Yang disekolah, bapak, ibu guru bias menyelipkan informasi tentang Trenggiling di sekolah.

Berilah dukungan pada LSM yang bekerja untuk melindungi Trenggiling. Menjadi tuan rumah atau mensponsori acara Hari Pangolin Dunia, jangan lupa posting foto di halaman Facebook Hari Pangolin Dunia. Bagi penghobi dan penikmat jajanan, boleh juga membuat kue, roti, pudding dalam bentuk Trenggiling, posting foto di halaman Hari Pangolin Dunia.
Kita juga bisa meminta  penegakan penuh hukum dan hukuman untuk penyelundupan Trenggiling dan satwa liar lainnya. Informasikan kepada pihak berwenang jika Anda melihat Trenggiling untuk dijual di pasar atau pada menu restoran, atau jika Anda tahu ada yang menangkap atau memelihara Trenggiling.

Jika Anda berjejaring dengan penggiat pengobatan tradisional, informasikan kepada mereka bahwa penggunaan bagian- bagian tubuh Trenggiling selain melanggar hukum/illegal juga tidak ada manfaatnya untuk kesehatan.

Di Dunia

Ada total delapan spesies Trenggiling di planet kita, dan semua populasi Trenggiling menurun, karena perdagangan daging ilegal, olahan daging Trenggiling menjadi kudapan lezat popular dan dicari di Cina dan Vietnam dan sisik digunakan dalam pengobatan Tiongkok tradisional, meski pun tidak ada bukti manfaat obatnya.
Empat spesies Trenggiling hidup di Asia yaitu  Pangolin India (juga disebut Pangolin Ekor Tebal/ Manis crassicaudata),  Phillipine Pangolin ( Manis culionensis), Sunda Pangolin (juga disebut Malayan Pangolin/ Manis javanica), Pangolin Cina (Manis pentadactyla).
Trenggiling yang hidup di Afrika antara lain White Bellied Tree Pangolin (juga disebut AThree-Cusped Pangolin, African White-Bellied Pangolin dan Tree Pangolin/ Phataginus tricuspis), Giant Ground Pangolin (Smutsia gigantea), Ground Pangolin (juga disebut Cape Pangolin dan Pangolin Temminck/ Smutsia temminckii), Black Bellied Tree Pangolin (juga disebut Pangolin Ekor Panjang dan Black-Bellied pangolin/Phataginus tetradactyla). Selamat Hari Trenggiling Dunia!

Pemda Bali dan Kementrian BUMN Genjot Proyek Benoa Maritime Tourism Hub Perkuat Pariwisata Bali

this formate

Menteri BUMN Erick Tohir berbincang serius dengan Menparekraf Whisnutama saat berada di pelabuhan Benoa. ( foto: Kemenparekraf)

BENOA, Bali, bisniswisata.co.id: Rapat Koordinasi Rencana Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub berlangsung di Hotel Inaya Putri Bali, dihadiri a.l oleh Gubernur BaliI Wayan Koster, Menteri BUMN Erick Tohir, Menparekraf Whisnutama dan jaharan direksi Pelindo, hari ini.

“Pemerintah mendorong segera terwujudnya Benoa Maritime Tourism Hub. Hal pertama yang dilakukan adalah penataan fasilitas pelabuhan sehingga wisatawan yang datang menggunakan jalur laut pun merasa nyaman,”  I Wayan Koster.

Pembangunan proyek Benoa Maritime Tourism Hub yang akan menghadirkan fasilitas dan infrastruktur terintegrasi di Pelabuhan Benoa diharapkan akan semakin memperkuat sektor pariwisata Bali secara keseluruhan.

“Kami menggandeng sejumlah pihak seperti Kemenparekraf, Kementerian BUMN, BKPM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Pelindo untuk membangun Benoa Maritime Tourism Hub,” kata Gubernur Bali itu.

Mengenai ketersediaan infrastruktur, I Wayan Koster menjelaskan bahwa pihaknya telah menggandeng sejumlah pihak untuk mendukung hal tersebut. Sebut saja ketersediaan fasilitas bandara, jalan tol, serta pelabuhan yang tersedia sehingga kegiatan perekonomian terutama pariwisata di Bali berjalan dengan lebih baik. 

“Khusus untuk infrastruktur yang terhubung dengan laut, selayaknya Bali memiliki fasilitas pelabuhan yang memungkinkan kapal besar seperti yacht dan cruise untuk bersandar. Hal ini akan terus didorong agar cepat terlaksana sehingga laju pengembangan pariwisata semakin cepat,” jelasnya.

Kondisi pariwisata Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan maka untuk meminimalisasi dampak negatifnya, pengelolaan pariwisata Bali harus terus diperbaiki sehingga meningkat kualitasnya, salah satunya melalui pengelolaan infrastruktur sebagai pendukung utama. 

“Daya tarik pariwisata Bali sangat kuat. Saat ini, sumbangan pariwisata terhadap PDB Bali mencapai 55 persen. Selain itu, Bali juga menjadi salah satu pintu utama masuknya wisman ke Indonesia sebanyak 39 persen. Maka, kita perlu mendukungnya dengan ketersediaan infrastruktur yang terbilang mendesak,” tambah Wayan. 

Menanggapi kebutuhan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian BUMN dan Pelindo mendorong segera terwujudnya Benoa Maritime Tourism Hub. Hal pertama yang dilakukan adalah penataan fasilitas pelabuhan sehingga wisatawan yang datang menggunakan jalur laut pun merasa nyaman. 

“Kami bekerja sama dengan Pelindo dalam mengatur tata ruang yang ada di pelabuhan dengan memisahkan lokasi pelabuhan sesuai kebutuhan dan membaginya menjadi lokasi kapal pesiar, lokasi peti kemas, terminal curah cair, dan lain-lain. Selain itu, fasilitas pelabuhan juga terus diperbaiki sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan,” ujar Menteri BUMN, Erick Tohir. 

Dalam pengerjaan proyek tersebut, Kementerian BUMN dan Pelindo mengajak pihak profesional untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan pelabuhan dengan harapan pembangunannya tetap memperhitungkan keseimbangan alam. 

“Kami mendorong agar PKBL perusahaan yang bergerak di bawah Kementerian BUMN memberikan sumbangan terhadap lingkungan sebanyak 5 persen dan sumbangan terhadap pendidikan terhadap 30 persen,” ujar Erick. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, menyatakan bahwa langkah yang ditempuh Pemda Bali dalam membentuk Tourism Hub sangat tepat. 

“Inilah saatnya kita meningkatkan daya tarik pariwisata di Bali melalui Benoa Maritime Tourism Hub. Selain itu, kita juga harus melakukan sejumlah strategi agar wisatawan yang datang menghabiskan waktu yang lebih lama,” ujar Whisnutana.

Lama tinggal wisarawan dapat meningkatkan pendapatan devisa melalui pariwisata. Sekarang ini, pariwisata didorong baik secara kuantitas jumlah kunjungan dan perjalanan, maupun secara kualitas berupa jumlah pengeluaran yang dilakukan setiap wisatawan yang berkunjung

Dia melanjutkan, pembangunan infrastuktur juga harus terus dilakukan di daerah yang memiliki potensi kedatangan wisatawan sehingga promosi yang dilakukan bisa berjalan optimal. Sebagai contoh, promosi pariwisata Thailand yang dilakukan melalui kuliner. Hal tersebut dinyatakan berhasil karena kuliner terbukti membawa pariwisata Thailand semakin populer di dunia. 

Mengenai pembangunan Benoa Maritime Tourism Hub, Menparekraf berharap keberadaannya juga mendorong sektor ekonomi kreatif semakin berkembang di Bali. 

Sementara itu Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada sejumlah BUMN dan kementerian/lembaga yang turut mendukung rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa, melalui perjanjian kerja sama yang telah disepakati.

“Dari data, disebutkan bahwa rata-rata wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar hanya menghabiskan waktu 6-8 jam untuk bersandar dan melakukan aktivitas pariwisata. Dengan pembangunan Benoa Maritime Tourism Hub ini, diharapkan lama kunjungan wisatawan pun dapat meningkat,” kata Doso.

Selain pembangunan fasilitas kapal, Pelindo juga menggandeng sejumlah UKM unggulan untuk membuka toko di sekitar pelabuhan sehingga laju perekonomian pun semakin bertumbuh.

Doso melanjutkan, target pengerjaan Benoa Maritime Tourism Hub akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan dan rencananya akan selesai pada 2023.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung langkah yang dilakukan Pemda Bali untuk memajukan daerahnya terutama dalam hal pariwisata.

“Kami terbuka untuk bekerja sama mewujudkan pariwisata yang semakin berkembang terutama dalam hal pembangunan Benoa Maritim Tourism Hub,” kata Sofyan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri BUMN, Erick Tohir ;  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio ;  Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil ; Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia ; Staf khusus (stafsus) Menteri BUMN bidang Komunikasi Publik, Arya Sinulingga menyaksikan penandatanganan MoU.

MOU yang dilakukan salah satunya tentang penataan BUMN di lingkungan Benoa Exsisting antara Pertamina, Indonesia Power, Perikanan Nusantara, Perum Damri, PNM, WIKA yang dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo III bersama Direktur Utama Pertamina, Indonesia Power, Perinus, Damri dan PNM. 

 

Tingalan Jumenengan Dalem HB X dikemas juga dengan Millenial Exhibition

this formate

Jumpa pers  Tingalan Jumenengan Dalem HB X dipimpin oleh para putri Sri Sultan Hamengku Buwono

JOKJAKARTA, bisniswisata.co.id: PERINGATAN 32 tahun Naik Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X  atau Tingalan Jumenengan Dalem akan dilaksanakan Keraton Yogyakarta dengan menggelar berbagai kegiatan selama bulan Maret 2020, ungkap GKR Bendoro, didampingi GKR Hayu, panitia pelaksana, hari ini.

Keraton Yogyakarta akan menggelar berbagai kegiatan antara lain Pameran Budaya, Simposium Internasional. Pertunjukan Seni Adiluhung, dan kegiatan adat seperti Ngebluk, Ngapem, Sugengan, dan Labuhan

Selain itu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan memamerkan koleksi busana-busana langka yang pernah dikenakan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, serta pejabat-pejabat keraton di masa lalu.

Busana atau pakaian yang dulu pernah digunakan raja, ratu serta pejabat keraton di masa lampau dan, koleksi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan dipamerkan untuk umum pada 8 Maret hingga 4 April 2020,” kata GKR Bendoro sebagai Ketua Pameran.

Pada Hari Selasa Wage, 7 Maret 1989 atau 29 Rejeb. Tahun Wawu 1921, KGPH Mangkubumi dinobatkan sebagai Raja ke-10 Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selanjutnya, setiap tanggal 29 Rejeb akan digelar peringatan ulang tahun penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Tingalan Jumenengan Dalem. 

Secara tradisional, Tingalan Jumenengan Dalem terdiri atas rangkaian beberapa kegiatan seperti Ngebluk, Ngapem, Sugengan, dan Labuhan. Dalam perhitungan Kalender Jawa, tahun ini Sri Sultan Hamengku Buwono X genap bertakhta selama 32 tahun pada tanggal 29 Rejeb Tahun Wawu 1953 atau bertepatan dengan 24 Maret 2020.

Tahun ini sangat istimewa karena akan menjadi siklus windu ke-4 peringatan Tingalan Jumenengan Dalem. Sehingga perhitungan hari dan tahun peringatan akan tepat terjadi pada Hari Selasa Wage pada Tahun Wawu. Peristiwa ini disebut juga dengan istilah Tumbuk Ageng.

Disamping kegiatan rutin yang bersifat tradisional, setiap tangggal 7 Maret juga digelar beberapa kegiatan peringatan penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X berdasarkan perhitungan Kalender Masehi. 

Oleh karena itu, GKR Bendoro meyakini pameran busana ini akan banyak menyedot banyak pengunjung yang sekaligus ingin mempelajari produk kreatif di masa silam yang tak lekang oleh waktu.

“Dulu Keraton Yogya ini kan sebuah Negara. Yogya ini mempunyai pakaian-pakaian khusus, seperti pakaian hakim, petugas pajak. Dulu ada seragamnya sendiri yang sangat berbeda dengan yang ada sekarang,” jelas Wakil Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Nitya Budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini, dalam jumpa pers di Sleman, 

Pihaknya menganggap pameran busana tersebut menarik karena pakaian itu merupakan simbol dari suatu pekerjaan di masa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat masih menjadi sebuah Nagari.

Putri bungsu Sri Sultan HB X ini juga menambahkan, pameran ini akan dikemas dalam Millenial Exhabition sehingga menjadi daya tarik tersendiri para kaum milenial. Sekaligus, dapat meningkatkan pariwisata di Yogyakarta, di saat low seasons.

Menurutnya, pembukaan pameran pada 7 Maret 2020 malam, akan dibuka langsung oleh Sri Sultan HB X di Pagelaran Keraton. Kemudian pada penutupan pameran tersebut, rencananya juga akan dipentaskan tarian tradisional Keraton yang belum pernah dipentaskan sebelumnya.

Sementara GKR Hayu selaku Ketua Panitia Simposium memaparkan, selain pameran budaya, rangkaian peringatan Kenaikan Tahta Sultan HB X juga akan digelar Simposium Internasional melibatkan pembicara asing pula 

Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menjelaskan, sebagaimana tahun sebelumnya, agenda simposium internasional bertema Sejarah, Filologi, dan Seni Pertunjukan yang dilaksanakan pada 9-10 Maret 2020 di Royal Ambarukmo Yogyakarta.

Dengan mengusung tema Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta”, kegiatan Simposium Internasional ini dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan menampilkan Beksan Lawung Ringgit, persembahan KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta. 

Agenda Simposium Internasional ini akan menghadirkan pembicara tamu dari dalam dan luar negeri a.l Dick van der Meij, Leiden, The Netherlands, Jennifer Lindsay, The Australian National University, Australia,  Ilaria Meloni & Sietske Rijpkema: La Sapienza University of Rome dan Jiri Jakl: Heidelberg University, Germany

Berikut rincian jadwal kegiatan adat dalam peringatan Tingalan Jumenengan Dalem  yang terbuka untuk publik adalah pada 25 Maret 2020 yaitu upacara Hajad Dalem Labuhan Parangkusuma dan Labuhan Dlepih dan 26 Mare: Hajad Dalem Labuhan Merapi dan Labuhan Lawu.

Untuk menyemarakkan Tingalan Jumenengan Dalem yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan, akan dipentaskan beberapa karya tari adiluhung dari Keraton Yogyakarta, diantaranya:

Beksan Trunajaya pada acara Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem, Rabu (25/3) malam di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran  dan Wayang Wong Purwo pada penutupan pameran, Sabtu (4/4) malam di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran terbuka untuk umum.

Pemprov NTB Giat Promosikan MotoGp Mandalika 2021 di Festival Bau Nyale

this formate

Atraksi untuk mempromosikan perhelatan MotoGP  2021 di tengah perhelatan Bau Nyale. ( foto: Kemenparekraf)

PRAYA, Lombok Tengah, bisniswisata.co.id: Guna mempromosikan perhelatan MotoGP yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika tahun 2021, Festival Pesona Bau Nyale 2020 sedikit berbeda karena ada perpindahan lokasi dari tahun sebelumnya di Pantai Seger,  kata Zulkieflimansyah,  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), hari ini.

” Lokasi yang sekarang  berdekatan dengan pembangunan Sirkut MotoGP Mandalika, kini digelar di Pantai Tanjung Ann. Hal ini menjadi cara tersendiri bagi Indonesia untuk sekaligus mempromosikan perhelatan MotoGP 2021,” ujarnya.

“Saat ini kami sedang melakukan akselerasi pembangunan sirkuit di Mandalika. Semoga tahun depan, MotoGP 2021 bukan hanya single event tapi akan diselingi banyak kegiatan seperti ini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ari Juliano Gema menjelaskan, event ini menjadi salah satu promosi yang baik untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke NTB, terlebih pada 2021 akan digelar perhelatan internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Festival Bau Nyale jadi cara efektif mempromosikan Indonesia khususnya NTB. Terlebih tahun depan akan ada event internasional yang sangat penting bagi Indonesia yaitu MotoGP,” katanya.

Ari juga menjelaskan, di tengah gejolak wabah virus corona yang sedang berlangsung, event seperti ini bisa menjadi pembuktian jika Indonesia aman untuk dikunjungi oleh wisman.

“Banyak wisatawan asing yang enggan berwisata karena dampak virus corona. Oleh sebab itu, mari sama-sama kita promosikan, kita sebarkan melalui sosial media, jika Indonesia itu aman. Sehingga bisa menggelorakan perekonomian dan pariwisata di Indonesia,” ujarnya.

Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020 berlangsung meriah. Banyak wisatawan yang datang memadati tempat acara di Pantai Tanjung Ann yang merupakan salah satu destinasi wisata terfavorit di Lombok Tengah.

Beragam kesenian budaya khas Suku Sasak Lombok juga ditampilkan. Dan yang paling dinanti adalah penampilan dari Setia Band yang digawangi Charly Van Houten. Penampilan mereka sukses mencairkan suasana dengan membawa sejumlah lagu hit mereka.

Sebelumnya, acara yang masuk 100 Calender of Event Nasional itu digelar dengan sejumlah event mulai dari Peresean, Mandalika Fashion Carnaval, kontes foto, hingga acara kuliner. Puncak Festival Bau Nyale dilakukan pada hari Sabtu (15/2/2020) dini hari disepanjang pantai Seger dan sampai saat ini telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Lombok khususnya Suku Sasak.

Menyedihkan, “Cruise” Hanya Lewat Buang Sampah

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: MENYEDIHKAN, 80 persen penumpang kapal pesiar tidak turun, hanya lewat buang sampah. Tidak ada value ekonominya, untuk Bali.Sementara,realita di pelabuhan Benoa, tata ruangnya tidak diproritaskan pada wisatawan. Pelabuhan ini didominasi fasilitas angkutan barang, peti kemas dan perikanan. Secara lingkungan sangat tidak sehat, demikian dipaparkan Menteri BUMN Erik Tohir dalam FGD Rencana Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub Kamis malam di Kuta.

FGD menghadirkan Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri BUMN Erik Thohir, Ketua komisi VI  Faisol Riza, dan Doso Agung, Direktur Utama Pelindo III.

Lebih lanjut Erik Tohir mengingatkan semua pihak menata dan membangun Benoa seperti yang dicita- citakan pemerintah dan masyarakat Bali serta pemerintah pusat, tidak hanya menjadi tanggungjawab BUMN. Kementerian memastikan proyek strategis (pelabuhan Benoa) didasari strategi bisnis jelas dan feasibility jelas.

“ Kita tdak ingin proyek pengembangan kita jadi proyek mangkrak. Nilai proyek ini hamper 5 triliun rupiah”, tegasnya.

Pengembangan pelabuhan Benoa menjadi layak pelabuhan interchange cruise, dan memenuhi standar eco tourism di target selesai tahun 2023. Benoa, tidak hanya dilengkapi fasilitas UKM, juga dilengkapi areal tambat kapal pesiar ukuran besar dan yacht yang terpisah dengan kawasan angkutan barang dan penumpang umum.

“Kapal pesiar yang disasar berpenumpang 4000 s.d 6000 penumpang”, ungkap Doso Agung, Direktur Utama Pelindo III dalam FGD tersebut.   

Pada kesempatan tersebut Gubernur Bali W Koster kembali mengingatkan semua pihak bahwa Bali telah menyumbangkan devisa untuk Indonesia dari sisi pariwisata, 39 persen total wisman indonesia masuk melalui Bali. Namun timbal baliknya untuk Bali, belum sepadan. Titik lokasi wisata di Bali sudah dipetakan pemerintah pusat sejak dulu, tanpa kejelasan tindak lanjut

 “Jika dibiarkan akan menimbulkan masalah besar ke depan. Beban pariwisata tak diimbangi perbaikan infrastruktur hingga pelestarian lingkungannya” tegas Koster.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa pembangunan Bali berdasarkan kepada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, didalamnya ada prioritas perbaikan lingkungan.  Bali sedang membangun infrastruktur, yang sangat tertinggal, tidak sebanding dengan nama besar Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Infrastruktur darat, laut, udara sedang “dikebut” untuk menipiskan ketimpangan utara-selatan. Koneksi akan dibangun lewat jalan lingkar Bali, shortcut, kereta api, LRT.  Pelabuhan Benoa, dirancang untuk menjadi pelabuhan terindah di dunia namun tetap ramah lingkungan dan menjaga ekosistem sekitarnya. Menghilangkan kesan kumuh dan ramah untuk ditambati kapal pesiar. Pengembangan terintegrasi dan konstektual pelabuhan Benoa tidak lepas dari kearifan lokal.

Bali yang diposisikan sebagai Jantung pariwisata Indonesia, juga akan mengalami  titik jenuh. Diperlukan upaya serius untuk tetap menjaga “jantung” tersebut tetap berdetak. Dan perihal pelabuhan Benoa sejak masa pemerintahan Presiden Gus Dur (alm) telah diwacanakan menjadi pelabuhan turn around wisman, mensinergikannya dengan eksitensi bandara Ngurah Rai. Hal maritim, Bali juga memiliki titik singgah kapal pesiar lain yaitu Celukan Bawang, Buleleng, selain Labuhan Amuk. Bali, termasuk 6 besar tujuan kapal pesiar di Asia. Diharapkan dengan Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi mampu mewujudkan mimpi tersebut.  Menurut Menteri BUMN, Bali dirancang jadi gerbang wisata maritim Indonesia. Pemerintah berkomitmen penuh untuk meningkatkan kunjungan wisata sebagai bagian Nawacita.

Industri Pariwisata Luput Garap Pasar Esports yang Mengglobal.

this formate

Lomba Esports yang dapat menjaring kunjungan wisman. ( foto: Unsplash.com/ Anthony Brolin)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Esports yang kini menjadi fenomena global ternyata belum mendapat perhatian serius dari kalangan industri wisata untuk menjaring penggemarnya dari mancanegara, kata Gary Harford. Direktur Regional Wilayah Operator APAC Travelport, hari ini.

Esports sendiri adalah kependekan dari electronic sports, olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional.

“Kelihatannya industri perjalanan wisata belum menyadari manfaat komersial dari peluang esports bernilai jutaan dolar ini.  Padahal Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen Piala Presiden Esports 2020, Mobile Legends World Championship 2020, dan tentunya masih banyak lagi turnamen esports lainnya di masa depan,”  ungkap Gary

Pada Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, esports menjadi bagian dari perhelatan tersebut untuk pertama kali dalam sejarah – meskipun hanya sebagai cabang olahraga yang berada pada tahap “dipromosikan” dan belum diperlombakan secara resmi.

Indonesia menjadi salah satu dari delapan negara yang bertarung di cabang olahraga baru tersebut. Berdasarkan laporan online, kebanyakan (sekitar 80%) penonton turnamen esports tersebut adalah warga negara asing. 

Para penonton ini rela melakukan perjalanan jarak jauh dan mengeluarkan biaya mulai dari Rp 220.000 hingga Rp. 1.200.000 hanya untuk tiket masuk  turnamen esports tersebut.

Menurut Gary, hal yang  perlu dilakukan oleh industri perjalanan wisata di Indonesia agar penonton online streaming pertandingan esports mau melakukan perjalanan wisata untuk menghadiri pertandingan esports diperlukan pengetahuan tentang apa yang mendorong para penggiat dan penonton pasif esports mau menghadiri kompetisi cabang olahraga tersebut, dan dari mana mereka berasal atau dengan kata lain, personalisasi.

Untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, perusahaan-perusahaan penyedia layanan perjalanan wisata dapat belajar banyak dari bagaimana industri video game menjadi teladan dalam hal personalisasi di dunia melalui karakter game yang dapat disesuaikan menurut selera atau pun fitur-fitur yang dapat dibeli di dalam sebuah game.

Ketika digabungkan dengan data dari 14 miliar hasil pencarian belanja bulanan yang diproses oleh sistem Travelport, informasi ini kemungkinan akan sangat berguna terutama bagi agen perjalanan wisata online yang meskipun memiliki banyak data juga menemukan kesulitan dalam menciptakan pengalaman perjalanan wisata yang disesuaikan.

Menurut Digital Transformation Report di tahun 2018 oleh Skift dan Adobe, hanya 36% dari eksekutif perusahaan penyedia layanan perjalanan wisata yang menganggap bahwa usaha personalisasi mereka pantas mendapatkan nilai empat atau lima dalam skala satu sampai lima. 

“Riset kami diharapkan dapat mengubah hal tersebut lewat penyediaan hasil riset dari pengeluaran perjalanan wisata tahunan senilai lebih dari US$89 juta bagi usaha mitra-mitra kami, dan membantu mereka mengubah hasil riset ini menjadi dasar keputusan investasi strategis,” tambah Gary..

Dalam kasus esports, seberapa besar minat para penggemar untuk menonton sebuah acara esports secara langsung, yang dapat berlangsung selama 7-30 hari, tergantung kemungkinan menang sebuah tim dan hasil dari babak kualifikasi dan knock­-out.

Pendekatan ini penting apabila kita ingin menciptakan pengalaman perjalanan wisata yang unik dan tak terlupakan, dan akan semakin penting seiring transisi menuju dunia customer-centric yang penuh dengan berbagai alasan baru untuk melakukan perjalanan wisata.

Direktur Galileo Indonesia Raymond Setokusumo mengatakan dengan meningkatnya antusiasme terhadap esports dan banyaknya  turnamen esports, industri wisata jangan sampai kehilangan peluang bisnis besar serta kesempatan langka untuk menawarkan personalisasi yang unik.

“Arena khusus esports banyak bermunculan di berbagai kota di seluruh dunia. Marvel Entertainment dan Disney telah menandatangani berbagai perjanjian komersial menarik terkait esports,” kata Raymond

Intel juga telah bermitra dengan Tokyo 2020 untuk menggelar dua turnamen besar yang akan berlangsung pada waktu yang sama dengan penyelenggaraan Olympic Games

“Lomba-lomba esports berskala internasional disiarkan ke seluruh penjuru dunia oleh stasiun televisi sekaliber ESPN dan NBC, serta membuat tiket masuk ke beberapa arena paling terkenal di dunia  seperti Madison Square Gardens yang tiketnya habis terjual ” tambahnya.

Analisis Travelport mengidentifikasi sangat sedikit usaha perjalanan wisata yang secara proaktif menargetkan para wisatawan esports ini dan  tidak diketahui secara pasti alasannya meski jelas ada peluang yang signifikan di sini.

Para pengamat industri memprediksi bahwa jumlah gamer PC dan mobile di Asia Tenggara akan mencapai 400 juta pada 2021 dan menghasilkan pendapatan sebesar US$4,4 juta. Kita juga mengetahui bahwa Indonesia, dan juga Thailand, adalah pasar gaming terbesar di wilayah ini.

Contohnya, jumlah gamer di Indonesia mencapai sekitar 44 juta orang dan terus meningkat setiap hari. Namun riset pasar menunjukkan bahwa 42 persen dari penonton esports bukanlah pemain aktif dari game yang mereka tonton. Artinya, jumlah penonton esports jauh lebih besar dari jumlah pemainnya.

Untuk itu, kata Raymond, diperlukan pengetahuan tentang apa yang mendorong para penggiat dan penonton pasif esports mau menghadiri kompetisi cabang olahraga tersebut, dan dari mana mereka berasal atau dengan kata lain, personalisasi.

Sah, Bali Convention & Exhibition Bureau Diluncurkan

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: TUNTUTAN situasi dan kondisi kepariwisataan dunia mendorong stake holder kepariwisataan di Bali membentuk Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB), dan menunjuk Levi Lantu sebagai CEO. Kamis 13 Februari 2020, resmi diluncurkan board BaliCEB – Pemerintah se Bali, Bank Indonesia, GIPI Bali/BTB — dari ballroom gedung Bank Indonesia Perwakilan Bali, Graha Tirta Gangga.

BaliCEB adalah organisasi nirlaba yang bertugas mengembangkan dan mempromosikan wisata bisnis meliputi pertemuan (meeting), perjalanan insentif (incentive), konvensi (convention) dan pameran (exhibition) di wilayah Provinsi Bali. BaliCEB memberikan layanan gratis kepada penyelenggara MICE, dapat berupa penyediaan informasi, visitasi ke Bali, kunjungan ke pusat konvensi, hotel dan daya tarik wisata, mempertemukan mereka dengan pelaku MICE dan penyedia jasa lainnya serta memfasilitasi audiensi dengan pejabat instansi terkait.

Yang menjadi pertimbangan pendirian BaliCEB, menurut sejumlah board BaliCEB antara lain: Tersedianya pasar MICE mancanegara dengan tren peningkatan yang signifikan. Potensi Bali yang besar untuk mendapatkan wisatawan berkualitas melalui penyelenggaraan MICE.  Tersedianya sejumlah convention center and meeting venue bertaraf internasional.  Tersedianya ratusan hotel berbintang bertaraf internasional dengan sarana prasarana MICE yang memadai. Tersedianya perusahaan logistic dan perlengkapan MICE, daya tarik wisata beragam utk program pre and post conference tour. Tersedianya SDM MICE yang berkompeten dan telah dibuktikan dengan penyelenggaraan MICE dunia yang sukses. Bali dapat dijadikan hub MICE Nusantara.

Sayangnya Redaksi bisniswisata.co.id, belum menemukan sumber data layak publikasi atas potensi, fasilitas MICE, industri ikutan dan sumber daya manusia kompeten yang hendak dipasarka BaliCEB.

Ke depan, BaliCEB digadang- gadang mampu menjadi pusat informasi MICE Bali, pintu masuk business event, mengemas paket destinasi dan produk MICE jangka menengah dan jangka panjang. Mampu mengembangkan pasar MICE, sebagai katalisator perekonomian dan mencari peluang menciptakan ceruk pasar baru kepariwisataan Bali.

BaliCEB diharapkan mampu  mengajukan penawaran kepada lembaga pemerintah, organisasi, asosiasi, dan korporasi di dalam negeri dan luar negeri agar kegiatan MICE mereka diselenggarakan di Bali.  Meningkatkan kualitas penyelenggaraan MICE dengan demikian peserta memperoleh pengalaman yang lebih baik tentang Bali.  Menciptakan peluang usaha di sektor MICE beserta ikutannya dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Meningkatkan nilai tambah industry pariwisata  baik bagi pemerintah mau pun masyarakat.

Untuk itu BaliCEB melengkapi program kerjanya dengan program pengembangan pameran produk Bali sebagai daya tarik wisata, sekaligus mempertemukan penjual dengan pembeli.  Meningkatkan kualitas SDM bidang MICE di Bali, bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan.  Meningkatkan kunjungan wisatawan MICE ke Bali, meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat. Bekerja sama dengan lembaga riset untuk meneliti dan mengkaji dampak MICE terhadap ekonomi dan sosial masyarakat Bali.  Melakukan standardisasi produk & pelayanan MICE bekerjasama dengan BNSP.

Handalnya Bali menghadapi situasi kurang kondusif — low season kunjungan ke Bali, bencana alam, kedaruratan — ditunjukkan industri dengan tetap diberlangsungkannya sejumlah event. Tercatat  23 Pebruari 2020, Gran Fondo New York (GFNY), sebuah event cycling marathon terbesar di Indonesia dengan melibatkan 2000 peserta dari 40 negara diselenggarakan di Rumah Luwih, Gianyar. Bulan April 2020, konferensi Pharmacy Association Australia direncanakan diikuti oleh 2000 peserta di Westin Nusa Dua.

Pada  14-18 Mei 2020, MDC Paris Fashion Show di Bali, menghadirkan 300 world class designer dengan special guest star seperti Cavali, Donna Karan yang melibatkan artisan Indonesa dan Bali. Bulan  Juni 2021, Amor Forum yaitu forum wedding organizer internasional diselenggarakan di Bali,  sebanyak 300 wedding organizer akan hadir. Pada May 2023,  konferensi Reach Leadership Global  dengan 3500 delegasi digelar di Nusa Dua.

Dan tugas pemasaran yang segera dilakukan BaliCEB setelah sah dibentuk dan diluncurkan adalah roadshow ke kawasan Amerika Utara. Selamat berkerja!

ASTINDO Travel Fair di Lima Kota Tawarkan Paket Murah Domestik

this formate

Elly Hutabarat, Ketua ASTINDO ( tengah ) saat jumpa pers. ( Foto: Astindo)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Minat wisatawan Indonesia untuk berwisata cukup tinggi bahkan data Bank Dunia, di Indonesia ada 90 juta kelas menengah yang suka travelling. Oleh karena itu Indonesia memiliki potensi destinasi pariwisata dan wisatawan besar, kata Elly Hutabarat, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia ( ASTINDO ), hari ini.

” Memang merebaknya virus corona yang merebak dari China menjadi perhatian dunia hingga kini. Ada pengaruh dari isu itu tapi tak terlalu berdampak kepada persiapan penyelenggaraan ASTINDO Travel Fair pekan depan,” tambah Elly.

ASTINDO Travel Fair 2020 akan digelar pada tanggal 21 – 23 Februari di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta dan empat kota besar lainnya di Indonesia yaitu Palembang, Padang, Bali dan Surabaya.

“Tahun ini ASTINDO Travel Fair juga akan berlangsung ke 4 kota besar lainnya di Indonesia, yaitu tanggal 21 – 23 Februari di Palembang Icon Mall, Palembang dan tanggal 6 – 8 Maret di Plaza Andalas, Padang, Lippo Mall Kuta, Bali dan Tunjungan Plaza 6, Surabaya,”  jelas,Elly.

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-10, ASTINDO Travel Fair telah memiliki positioning sebagai salah satu Travel fair yang terbesar dan terlengkap di Indonesia dan menjadi referensi terbaik bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan wisatanya baik domestik maupun internasional (outbound). 

Saat ini, ungkapnya,  seluruh area pameran telah terisi oleh para exhibitor yang terdiri dari airlines, travel agent, Badan Promosi Pariwisata (NTO), cruise liner, obyek wisata, dan produk wisata terkait lainnya. 

“Kami berharap isu virus Corona yang mewabah di beberapa negara tak akan menyurutkan antusiasme masyarakat untuk travelling, karena masih banyak opsi destinasi wisata yang tidak terdampak,” kata Elly Hutabarat.

Apalagi pemerintah di hampir semua negara juga telah melakukan upaya pencegahan dengan melarang masuk warga negara China dan juga warga negara lain yang mengunjungi China selama 14 hari terakhir. 

Menyikapi situasi saat ini, pihaknya akan banyak menampilkan destinasi wisata domestik dan mancanegara yang tidak terdampak. Ada beragam destinasi menarik yang ditawarkan kepada pengunjung selama berlangsungnya pameran selama tiga hari disertai dengan penawaran berbagai harga khusus dan promosi bagi pengunjung.

Diantaranya, Paket Wisata ke berbagai destinasi favorit di Indonesia (3 Hari 2 Malam) dengan harga mulai 1 jutaan, seperti: Yogyakarta : Rp. 1.610.000,-Malang : Rp. 2.020.000,Banyuwangi :Rp. 2.510.000, Bali : Rp. 2.310.000, Lombok: Rp. 2.510.000, Belitung : Rp. 1.910.000,-Medan : Rp. 3.210.000 dan masih banyak lagi.

ASTINDO Travel Fair didukung oleh multi airlines menjadikan consumer show ini berbeda dengan kebanyakan travel fair yang lain. Harga dan kualitas destinasi menjadi pertimbangan masyarakat berwisata. 

“Untuk itu kami bekerjasama dengan 16 airline partners dan travel agent anggota ASTINDO menawarkan harga tiket dan paket wisata dengan harga promo selama berlangsungnya travel fair,” jelasnya.

Dengan dukungan mitra perbankan dan asuransi maka pengunjung akan menikmati kemudahan dalam bertransaksi serta asuransi perjalanan gratis. Kemudahan pembayaran (cicilan dan cashback) yang ditawarkan selama Travel Fair dapat dimanfaatkan untuk pembelian paket tour libur lebaran, dan sebagainya.

Typical consumer sekarang ini membeli tiket untuk perjalanan beberapa bulan yang akan datang jadi kami optimistis pengunjung akan meningkat apalagi tersedia Shuttle Service dari JCC ke Plaza Senayan,”

Ada voucher dari Bluebird, voucher Belanja 20% untuk produk koper, voucher 15% untuk pembelian semua produk, voucher dari Mapemall setiap Pembelian tiket Masuk, undian Lucky Draw berhadiah Tiket Domestik & Mancanegara.

 

ASITA WISE Travel Fair 2020 Bidik Wisata Inbound

this formate

Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo bersama kalangan industri wisata ( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela mendukung digelarnya ‘ASITA WISE Travel Fair 2020’ yang menjual paket-paket wisata menarik untuk menggerakkan pariwisata 

“Acara semacam ini sangat penting dalam industri pariwisata Tanah Air. Kita ketahui bersama, saat ini dunia sedang dilanda wabah virus corona sehingga sangat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk traveling ke luar negeri,” kata Angela.

Wabah itu sangat berdampak, tidak hanya di Indonesia tapi secara global. Untuk itu pihaknya mendorong kepada industri pariwisata untuk terus menjual paket-paket perjalanan yang menarik. Dan ini selaras dengan apa yang ASITA kerjakan di ASITA Wise Travel Fair 2020,” kata Angela Tanoesoedibjo.

ASITA WISE Travel Fair 2020 akan berlangsung pada 3 hingga 5 April 2020 di Hall 1, Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Mengusung konsep Business to Business (B to B) dan Business to Customer (B to C), tahun ini terdapat 185 perusahaan yang ikut serta sebagai seller dan menargetkan 20.000 pengunjung per-hari. 

Angela Tanoesoedibjo menjelaskan, saat ini Kemenparekraf juga sedang menyiapkan usulan-usulan intensif yang akan diberikan ke industri pariwisata. Pemerintah juga telah melakukan penjajakan ke berbagai maskapai untuk membuka rute-rute dan hub baru ke Indonesia, sebagai strategi untuk menanggulangi dampak dari virus corona dalam perjalanan wisatawan. 

“Kami akan memastikan Calender of Event akan terus berjalan khususnya yang berskala internasional. Yang bisa mengundang media asing untuk melihat langsung kondisi Indonesia saat ini yang aman dan dapat dikunjungi,” kata Angela.

Ketua ASITA Nunung Rusmiati menjelaskan, ‘ASITA WISE Travel Fair 2020’ akan menjadi pameran pariwisata terbesar Indonesia di awal tahun dengan menghadirkan konten dan promo menarik.

“Ada discount hingga lebih dari 70 persen . Eksibitornya mulai dari hotel, airlines, e-commerce, travel agent, travel online dan diikuti oleh anggota ASITA dari 34 provinsi. Tujuannya untuk memfasilitasi pelaku usaha pariwisata memperkenalkan produk mereka dan para agen perjalanan wisata,” katanya.

ASITA WISE Travel Fair 2020 juga disupport oleh ticketing management system tiketapasaja(dot)com dan akan diisi dengan berbagai konten menarik setiap harinya serta menghadirkan suguhan entertainment dari Gold Light Entertainment. 

Melalui kerja sama dan acara travel fair tersebut diharapkan dapat membawa dampak yang positif bagi industri. Untuk target pengunjung sendiri, Rusmiati mengatakan bahwa mereka berharap setidaknya terdapat sekitar 20 ribu pengunjung yang datang setiap hari.

Meski baru akan diadakan tahun ini, tetapi perencanaan acara pasar pariwisata tersebut ternyata sudah dibahas sejak tahun lalu.

“Masyarakat Indonesia cenderung lebih senang pergi ke luar negeri. Mengapa tidak memanfaatkan potensi di dalam negeri,” tutur CEO Gold Light Entertainment Alim Gunadi.

 

Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum  www. bisniswisata.co.id terpilih jadi anggota LSF

this formate

Rita Sri Hastuti, anggota Lembaga Sensor Film ( LSF) 2019 -2023

JAKARTA. bisniswisata.co.id : Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum Portal berita wisata www. bisniswisata.co.id terpilih menjadi anggota Lembaga Sensor Film ( LSF) setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada 10 – 11 Februari 2020.

” Saya baru dapat informasi dari teman-teman dan baca Republika.co.id dimana Komisi I DPR RI menetapkan 17 anggota Lembaga Sensor Film (LSM) untuk periode 2019 – 2023 setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada 10 – 11 Februari 2020,” kata Rita Sri Hastuti menanggapi penunjukkan tersebut, hari ini.

Rita yang baru pulang dari Hari Pers Nasional ( HPN) 2020 Banjarmasin, Minggu sebagai  Ketua Panitia Tetap Anugerah Adinegoro langsung mengikuti Fit & Proper Test yang digelar DPR pada Senin-Selasa.

Sukamta,  Anggota Komisi I DPR RI berharap anggota LSF yang terpilih bisa mengikuti kebutuhan zaman. “Tantangan dunia perfilman ke depan semakin berat. Bangsa ini butuh anggota LSF yang mampu menjawab tantangan zaman, yaitu yang cakap, berintegritas, cepat, kreatif dan inovatif.

Seleksi anggota LSF telah memilih 17 orang yang diamanahkan sebagai penjaga moral bangsa lewat dunia film untuk menjawab tantangan-tantangan zaman periode 2019-2023. Adapun hasil rapat internal Komisi I DPR RI mengenai anggota LSF yang mewakili rakyat yakni 1. Ahmad Yani Basuki,2. Arturo Gunapriatna 3. Ervan Ismail,4. Fetrimen, 5. Hafidhah,6. Joseph Samuel,7. Mukayat Al Amin, 8. Naswadi,  9.Noorca M Massardi, 10. Rita Sri Hastuti, 11. Rommy Fibri Hardiyanto. 12. Tri Widyastuti.

Sementara yang terpilih mewakili pemerintah adalah 13. Andi Muslim, 14. Kuat Prihatin,15. Nasrullah, 16. Rosery Rosdy dan 17. Saptari Novia Sari.

Sukamta menambahkan, beberapa hal yang dijadikan materi yang digali saat fit proper test di antaranya terkait self-censorship (sensor mandiri) yang digalakkan agar masyarakat dan keluarga-keluarga berperan aktif untuk membentengi anggota keluarganya dari film-film yang berkonten negatif. 

Sensor dilakukan dari dua sisi, yaitu dari negara dengan infrastruktur yang dimiliki, juga dari sisi khalayak pemirsa. Selain itu sensor mandiri ditekankan pula kepada para pembuat film agar film-film yang lahir berkualitas memiliki konten yang sesuai peraturan perundang-undangan.

Sukamta  menilai, film sangat bisa mempengaruhi cara berpikir dan perilaku seseorang, disadari atau tidak, langsung atau tidak langsung. Karenanya keberadaan LSF sebagai penjaga moral bangsa melalui film sangatlah penting. Apalagi, data tahun 2020 bisa tembus 60 juta orang yang menonton film di bioskop. 

Legislator Yogyakarta ini juga menjelaskan, salah satu tantangan itu adalah data dari tahun ke tahun jumlah penonton film di bioskop semakin meningkat. Menurut sumber Databoks, pada tahun 2015 penonton bioskop sebanyak 16.2 juta, tahun 2016 sebanyak 37.2 juta, tahun 2017 sebanyak 42.7 juta dan tahun 2018 sebanyak 50 juta. 

Data BEKRAF tentang jumlah bioskop pun menunjukkan pertambahan hingga 136,5 persen dalam waktu 6 tahun, demikian juga jumlah layar bertambah hingga 188,34 persen. 

“Ini merupakan tantangan bagi kita sekaligus kabar gembira bahwa film tetap menjadi salah satu hiburan bagi masyarakat, terlepas mereka menonton di bioskop atau lewat layanan over the top,”

Akan berbahaya bagi masa depan bangsa jika film yang tayang tidak berkualitas dan negatif. Sebaliknya masa depan bangsa akan cerah jika masyarakatnya menonton film-film yang positif dan berkualitas.

Undang-undang No. 33 tahun 2009 tentang Perfilman Pasal 6 mengatur bahwa konten film tidak boleh mengandung isi yang mendorong khalayak umum melakukan kekerasan dan perjudian, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya; menonjolkan pornografi; memprovokasi terjadinya pertentangan SARA. 

Sebaliknya, sesuai Pasal 3 konten film harus sesuai dengan tujuan perfilman, yaitu terbinanya akhlak mulia, terwujudnya kecerdasan kehidupan bangsa, terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatnya harkat martabat bangsa, berkembang dan lestarinya budaya bangsa, dikenalnya budaya bangsa oleh dunia internasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berkembangnya film berbasis budaya bangsa yang berkelanjutan.

“Akhirnya seleksi anggota LSF sudah selesai. Telah terpilih 17 orang yang diamanahkan sebagai penjaga moral bangsa lewat dunia film untuk menjawab tantangan-tantangan zaman periode 2019-2023. Saya ucapkan selamat bertugas atas amanah tersebut,” kata Sukamta.