Louis 1 ‘Si Cantik’ Ladang Minyak Sangasanga yang Bersejarah.  

this formate

 Sumur minyak Louise 1 menjadi latar belakang foto momentum Oeringaran Merah Putih ke 73 di Sangassnga Field. ( foto: Humas Pertamina) 

SANGASANGA, Kaltim, bisniswisata.co.id: Awal keberadaan sumur-sumur minyak di Kalimantan Timur dimulai di Sangasanga. Sumur-sumur tua yang umurnya sudah puluhan tahun bahkan sudah berusia 123 tahun dengan nama- ama sumur seperti wanita cantik.

Bila di Balikpapan ada sumur Mathilda, di Sangasanga ada sumur Louise. Keduanya mulai dibor pada tahun yang sama, 1897. Bila Mathilda adalah nama anak JH Menten, insinyur tambang Belanda yang mengepalai pengeboran, maka nama Louise tak disebutkan diambil dari nama siapa namun sumur ini telah menjadi situs di Sangasanga yang berpotensi menjadi daya tarik wisata.

Konon Sumur-sumur minyak Sangasanga pertama kali dibuat oleh NIIHM. Ini adalah singkatan untuk Nederlandsch-Indische Industrie en Handel Maatschappij, maskapai minyak Belanda yang khusus didirikan untuk menjalankan eksplorasi dan eksploitasi minyak di Nederlandsch-Indische alias Hindia Belanda ( Indonesia) 

NIIHM beroperasi antara 1897 hingga 1905. Pada foto-foto lama yang masih dimiliki Pertamina, ada foto sumur Louise yang masih menggunakan menara pengeboran yang terbuat dari kayu ulin  yang bahkan lebih kuat dari besi dan saat itu tersedia berlimpah di hutan-hutan Kalimantan.

Sumur-sumur NIIHM kemudian dikelola oleh Batavia Petroleum Maatschappij (BPM ) selama 37 tahun berikutnya yang menyedot minyak di bumi Sangasanga sejak 1905 hingga kedatangan Jepang tahun 1942.

Di jaman penjajahan Jepang, BBM dari kilang Balikpapan tak hanya dipakai buat mesin perang, tapi juga diangkut ke Jepang untuk keperluan domestik Tenno Heika dan rakyatnya.

Jepang menggunakan minyak dari Sangasanga untuk menjalankan mesin-mesin perang mereka: kapal, pesawat terbang, tank dan peralatan tempur lainnya. Minyak dari Sangasanga, bersama dengan minyak mentah dari lapangan-lapangan Samboja, Mathilde, Louise untuk menghidupkan alat-alat tempur itu.

Jepang kalah setelah dibom atom Amerika di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945. Di Balikpapan, mereka menyerah setelah sebelumnya habis-habisan digempur Australia dalam Anzac Day 1 Juli 1945 di Balikpapan dan Tarakan. 

Ketika itu di Sangasanga masih ada tentara Jepang yang tinggal sesudah Jepang menyerah 14 Agustus 1945. Tanggal 11 September 1945 mendarat pasukan-pasukan dari Batalion Infantri 2/25 Australia. Tentara Sekutu ini ditugaskan untuk melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negerinya.

Di samping juga ditugaskan untuk menjaga ketertiban dan keamanan Sangasanga. Di antara para perwira-perwira Sekutu, ada banyak tentara Belanda yang bertugas mengurus bekas KNIL tawanan Jepang dan orang-orang sipil Belanda serta tugas lain.

Meski demikian, baru 27 Januari 1947 ada kontak fisik antara para pejuang dengan pasukan Belanda yang kemudian disebut peristiwa Merah Putih dan Palagan Sangasanga.

Peristiwa Merah Putih yang bersejarah itu bulan lalu tepatnya pada 27 Januari 2020 dirayakan dengan momentum Peringatan  73 Tahun Perjuangan Merah Putih Sangasanga yang dihadiri Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi bersama Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah serta Manajemen Pertamina di Sangasanga sekaligus meresmikan situs sejarah Louise 1, si cantik yang telah menghasilkan banyak minyak untuk bangsa ini.

Sejak tahun 1945 pengelolaan sumur-sumur minyak Sangasanga kembali kepada BPM hingga penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat tahun 1950. Seperti Jepang, dapat dipastikan Belanda dan Sekutu juga menggunakan energi dari Sangasanga, seperti minyak dari Cepu, untuk menghidupkan peralatan perangnya.

Selanjutnya kurun waktu 1950-1972  adalah peralihan pengelolaan sumur-sumur minyak di Indonesia, termasuk di Sangasanga dari BPM kepada Shell, perusahaan minyak milik Inggris, lalu kepada Perusahaan Minjak Negara (Permina) yang jadi cikal bakal Pertamina, dan kemudian oleh Perusahaan Tambang Minyak Milik Negara (Pertamina).

Pengelolaan sumur dilanjutkan oleh Tesoro Indonesia Petroleum, 1972-1992. Medco Energy Indonesia yang dimiliki pengusaha minyak kondang Arifin Panigoro, meneruskan mengelola sumur antara 1992 hingga 2008.

Sejak 15 Oktober 2008, sumur-sumur di Sangasanga, Anggana, dan Tarakan, kembali dikelola Pertamina dan hasilnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Untuk mengenang sejarah minyak Sangasanga itu, Pertamina membangun sebuah monumen yang sangat khas. Sebuah pompa angguk, pumping unit Califoris kini dipasang di lingkungan perumahan minyak 1010.

Pompa dengan tangkai utama sebatang ulin berdiameter 30 cm itu dijalankan dengan van belt yang juga tak kurang 30 meter panjangnya.

Pompa itu dihidupkan dengan tenaga gas dari sumurnya sendiri, yang memutar mesin untuk mendapatkan gaya guna membuat tangkainya mengangguk, bekerja dengan prinsip vakum menyedot minyak dari perut bumi.

Perlu penataan

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi meminta PT Pertamina bisa mengembangkan dan mempertahankan situs sejarah sumur Louis tersebut. Bahkan, jika perlu menjadi obyek wisata di Sangasanga sehingga perlu penataan dan dilengkapi fasilitasnya agar menjadi tujuan wisata.

“Alhamdulillah, kita ucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah melestarikan situs sejarah ini. Diharapkan dikembangkan jadi obyek wisata. Selain Museum Perjuangan Sangasanga juga ada Situs Sejarah Sumur Minyak Pertama di Sangasanga,” kata Hadi Mulyadi.

Menurut Hadi, jika situs ini dikembangkan dan dirapikan, diyakini Sanga Sanga dapat menjadi kota yang hebat, karena memiliki situs sejarah yang dapat dijadikan obyek wisata nasional.

“Artinya, ini bisa menjadi kenang-kenangan rakyat Sangasanga bersama Pertamina,” jelasnya saat meresmikan situs sejarah Sumur Louise 1 di Wilayah Kerja PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field itu.

Meski merupakan sunur tua berusia 123 tahun, namun field yang berada di bawah pengawasan Asset 5 ini mampu menghasilkan produksi sebesaR 5.986 BOPD untuk minyak dan 2,1435 MMSCFD untuk gas. 

PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, memang mempunyai tugas mencari sumber miyak dan gas untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Selaras dengan harapan Hadi Mulyadi, Edi Damansyah, Bupati Kutai Kartanegara pun berharap Sumur Louise 1 dapat dijadikan sebaga obyek wisata baru di Sangasanga.

“Situs ini juga dapat dijadikan obyek wisata sejarah yang harus diketahui masyarakat luas, sebagai bagian dari perjuangan pahlawan Merah Putih mempertahankan kemerdekaan di Sangasanga”, ujar Edi.

Sangasanga Field Manager, Jemy Oktavianto pun menyambut baik langkah pemerintah untuk melestarikan peninggalan sejarah tersebut dan akan mengembangkannya bersama Pertamina menjadi data tarik wisara baru.

Sangasanga adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara.Jaraknya sekitar 64 Km dari  Tenggarong, ibukota Kutai Kertanegara dan 30 km dari Samarinda. Selain sumur minyak banyak peninggalan sejarah lainnya dari masa penjajahan Belanda dan Jepang. Nah berminat berwisata di dalam negri ? 

Rencanakan perjalanan ke kota kecamatan ini. Pergi bersama komunitas dari kota-kota terdekat di Kaltim. Atau rencanakan pulang kampung bersama keluarga besar sekalian mudik Lebaran. Anggota WA Grup pensiunan karyawan minyak dari berbagai perusahaan seperti Shell, Medco Energy, Tesoro dan Pertamina sendiri juga bisa mempertimbangkan reuni akbar di Sangasanga. 

 

Berwisata Nusantara Rasa New Zealand di Bukit Waruwangi

this formate

Pengunjung Bukit Waruwangi menikmati keindahan alam dan peternakan sapi  ( foto : Qupas.tour) 

SERANG, Banten, bisniswisata.co.id: Merebaknya virus Corona ke banyak negara dinilai menguntungkan pariwisata Indonesia. Menparekraf  Wishnutama Kusubandio dan industri pariwisata seperti ASITA, ASTINDO yang akan menggelar travel mart mengajak masyarakat Indonesia untuk berwisata ke nusantara alias di dalam  negri sendiri saja.

Apalagi di setiap daerah kini berlomba menggali potensi wisata di daerahnya baik oleh swasta maupun pemerintah seperti yang dilakukan oleh Siswono Yudohusodo, mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

Politikus yang juga pernah menjadi Menteri Transmigrasi pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) ini tahun lalu membuka wisata peternakan di Serang rasa New Zealand dan sempat viral di dunia maya.

Namanya Bukit Waruwangi, di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Jadi wisatawan nusantara dari Jakarta yang mau liburan akhir pekan bisa melihat sapi-sapi besar seperti di New Zealand cukup dengan mengarahkan kendaraannya ke arah tol Tangerang – Merak.

Bukit Waruwangi adalah area perbukitan yang luasnya 120 hektar menyediakan ratusan sapi berbagai jenis dan 12 rusa yang terdiri dari rusa Tutul dan rusa Timor. Di area tersebut kita akan banyak menjumpai ratusan sapi yang dibiarkan berkeliaran di bukit-bukit dengan rumput yang hijau.

Bahkan kita bisa berinteraksi langsung dengan ratusan sapi dan sejumlah rusa. Seperti rusa-rusa yang berasal dari Ujung Kulon dan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.

Pengelola membolehkan para pengunjung yang ingin memberi makanan pada gerombolan sapi dan rusa. Pastinya bisa sambil berfoto ria untuk dipasang di media sosial masing-masing. Cukup membayar Rp3.000, pengunjung mendapatkan seikat rumput import dari Australia dan berkesempatan memberi makanan langsung ke sapi dan rusa yang sudah jinak. Serukan ?.

Sejak dibuka untuk umum pada 25 Agustus 2019, pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp2.000 per orang. Menariknya, dalam sehari, pengunjung Bukit Waruwangi sudah mencapai 200 orang. Sedangkan saat hari libur pengunjungnya sampai 1.000 orang.

Sebelum menjadi tempat wisata, Bukit Waruwangi yang didirikan oleh Siswono Yudohusodo pada tahun 2009 ini merupakan perkebunan dan peternakan sapi. Usahanya ini beberapa kali mengalami kegagalan. Bahkan banyak sapi yang mati. Namun seiring berjalannya waktu, kini perkebunan dan peternakan di Bukit Waruwangi sangat subur.

Letaknya dari pusat kota, jaraknya sekitar 40 kilometer. Perjalanan menuju Kecamatan Padarincang bisa diakses melalui Jalan Raya Palima-Cinangka (Palka). Sekitar satu jam kemudian bisa menuju gang Nurul Fikri Boarding School, Kecamatan Cinangka. Dari sini, lurus saja sampai kamu menemukan pertigaan dan sekitar 100 meter bisa  sampai di gerbang wisata Waruwangi.

Akses jalannya lumayan butuh stamina, karena kamu bakal melewati jalan dengan kontur berkelok dan menanjak. Mobil pribadi dan motor bisa masuk ke area bukit Waruwangi, namun pengunjung yang membawa roda empat harus hati-hati, selain jalan berliku dan naik turun, akses jalan masuk ke bukit peternakan hanya muat satu mobil.

Kampung Wisata Bukit Waruwangi di Gunung Rangkong Desa Bantar Waru, Bantar Wangi serta Desa Cibojong, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang ini kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Kepala Desa Bantarwaru, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Oman Nurohman mengungkapkan, wisata alam Bukit Waruwangi dan Gunung Rangkong memiliki sumber daya alam (SDA) yang eksotis dan potensial, berupa air, tanah, hutan yang luas, dan banyak  satwa yang perlu dijaga dan dilindungi.

Oman menceritakan ribuan pengunjung datang dari berbagai daerah, terutama dari Jakarta. Para pengunjung beragam mulai dari komunitas sepeda, keluarga maupun mahasiswa. Mereka penasaran ingin melihat langsung bukit Waruwangi yang viral di sosial media.

“Selain menyaksikan pemandangan tanah lapang dari ketinggian, banyak fasilitas yang disediakan pengelola, di antaranya ada kafe, ada buat perkemahan juga, kemudian pengelola juga menyediakan tempat penginapan di atas bukit tersebut,” ujarnya.

Dia  berharap potensi wisata alam itu juga membawa berkah bagi peningkatan ekonomi masyarakat di Banten, khususnya warga Kecamatan Cinangka. Karena itu dia mengingatkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah untuk mendukung objek wisata alam tersebut.

Berkunjung ke Waruwangi banyak hal yang bisa dilakukan di sini selain cuma melihat pemandangan dan memberi makan rusa. Seperti menikmati makanan maupun minuman di Saung Pasir Angin. Di sini, pengunjung bisa mengisi perut sambil menyaksikan panorama alam yang memanjakan mata.

 

 

Selain itu, ada juga area bernama Warung Kopi Rangkong. Ini adalah tempat untuk menikmati secangkir kopi panas maupun minuman yang menyegarkan seperti jus. Saking cantiknya, area ini juga sering jadi tempat wisatawan untuk hunting foto.

 

Dampak COVID-19, Siapkan Stimulus Diskon 30 Persen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan agar segera menyiapkan stimulus untuk dunia pariwisata dalam menghadapi COVID-19. ”Saya tadi pagi telah bertemu dengan Menteri Keuangan. Kemungkinan, ini masih kita hitung bersama-sama sore hari ini, untuk memberikan diskon atau insentif bagi wisman (wisatawan mancanegara), yaitu 30 persen dari tarif riil, tapi nanti kita putuskan,” tutur Presiden saat memimpin Rapat Terbatas (ratas) mengenai Peningkatan Peringkat Pariwisata Indonesia, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/02/2020).

Kemungkinan nanti diberikan waktu selama 3 bulan ke depan untuk destinasi-destinasi wisata mana yang akan mendapatkan stimulus dimaksud. ”Termasuk di dalamnya juga diskon untuk wisatawan domestik atau wisnus (wisatawan nusantara). Dan mungkin bisa saja untuk travel bironya diberi diskon yang lebih, misalnya 50 persen,” ujar Presiden, seperti dikutip laman kominfo.go.id.

Stimulus tersebut diharapkan mampu menggairahkan dunia wisata pasca pendemik COVID-19. Sebelumnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (11/02/2020), Presiden juga menyampaikan kepada kementerian/lembaga untuk membelanjakan anggaran-anggaran yang ada seawal mungkin agar menjadi sebuah pengungkit bagi meredupnya ekonomi global sebagai dampak adanya Virus Corona.

Hadir dalam ratas tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhadjir Effendy, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, KSP Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menaker Ida Fauziah, Mendag Agus Suparmanto, Menteri Parekraf Wishnutama, Mendagri Tito Karnavian, Menkes Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menkumham Yasonna Laoly, Menkop UKM Teten Masduki, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, serta para eselon satu di lingkungan lembaga kepresidenan.

 Peringkat Daya Saing Naik
Menurut Presiden, peringkat daya saing pariwisata Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index dari tahun ke tahun  semakin baik. “Di 2015 peringkat kita berada di peringkat 50. Kemudian 2 tahun berikutnya, 2017 naik ke peringkat 42. Dan di tahun 2019 peringkat kita kembali naik, mesk ipun hanya sedikit, pada peringkat 40,” ujarnya.

Kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga, misalnya Singapura berada di peringkat 17, Malaysia 29, dan Thailand 31. Menurut Presiden, ini menjadi catatan ke depan dalam rangka memperbaiki dari empat subindeks dan 14 pilar yang menjadi tolok ukur indeks daya saing pariwisata dunia.

”Kita memiliki lima unggulan kompetitif yang dibandingkan dengan negara lain, yaitu yang terkait dengan daya saing harga, prioritas kebijakan dan daya tarik alam, kemudian keterbukaan daya tarik budaya, dan kunjungan bisnis,” tutur Presiden.

Meski demikian, hal yang perlu dibenahi, menurut Presiden, dalam 5 pilar lainnya, yaitu di bidang lingkungan berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pariwisata, dan keamanan, serta kesiapan teknologi informasi.  ini yang dalam pembenahan terus. “Saya kira catatan-catatan ini harus kita jadikan kita dalam bekerja ke depan dengan target-target yang terukur dan jelas,” jelas Presiden.

KJRI Jeddah Gelar Indonesia Hajj Expo ke-3

this formate

JEDDAH, bisniswisata: KONSULAT  Jenderal RI (KJRI) Jeddah menggelar pameran produk layanan haji “Indonesia Hajj Expo 2020”. Pameran yang berlangsung dari 15-16 Februari di Balai Nusantara dibuka Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, dan diikuti 17 peserta yang terdiri dari 13 perusahaan dari Arab Saudi dan 4 dari Indonesia.

Gelaran pameran yang kali ini memasuki tahun ketiga dihadiri oleh pengusaha dari Arab Saudi dan Indonesia, pejabat dari Kementerian Haji Arab Saudi, Muassasah Haji Asia Tenggara dan  Kadin.

Disampaikan Konjen Jeddah bahwa pameran ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan Jemaah Haji Indonesia, khususnya di bidang layanan katering dan transportasi jemaah.

Jemaah haji Indonesia, kata Eko Hartono,  dengan jumlah terbesar yang mencapai 231 ribu orang merupakan pasar yang cukup menjanjikan untuk produk-produk makanan dan minuman asal Indonesia. Jumlah ini belum termasuk jemaah umrah yang mencapai lebih dari 1,2 juta orang per tahun.

“Dengan masa menetap jemaah selama 41 hari di Mekkah dan Madinah selama musim haji, ditaksir uang yang beredar dari biaya pelayanan jemaah haji Indonesia mencapai 2 miliar riyal Saudi,” papar Eko.

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji, pemerintah tahun lalu telah melakukan kebijakan zonasi akomodasi dan transportasi, yaitu pemondokan jemaah dikelompokkan berdasarkan daerah asal jemaah untuk mempermudah komunikasi, pengaturan dan pengawasan mobilitas mereka.

Inovasi terus dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah. Tahun ini pemerintah hadir dengan terobosan baru, yaitu zonasi cita rasa. Para jemaah asal daerah tertentu akan memperoleh sajian masakan dengan cita rasa yang sesuai asal daerah mereka.

Ditambahkan konjen, bahwa mulai tahun ini, 50 persen jemaah haji akan mendarat di Madinah dan sisanya akan mendarat di Jeddah.

Konsul Teknis Urusan Haji, Endang Jumali, menyebutkan tahun ini jemaah haji akan memperoleh layanan katering di Mekkah sebanyak 50 kali dan di Madinah 18 kali.

Pameran ini digelar sebagai warming up menuju gelaran Halal Industry Summit 2020 di Indonesia pada November tahun ini.

Susi Air Buka Penerbangan Perintis, Berwisata ke Abdya Jadi Lebih Praktis

this formate

Salah satu obyek wisata di Kabupaten Aceh Barat Daya. ( foto: Wikipedia/Google).

BLANG PIDIE, Abdiya, bisniswisata.co.id: Kabupaten Aceh Barat Daya yang disingkat Abdya ini merupakan salah satu Kabupaten yang berdiri dari hasil pemekaran dari Aceh Selatan pada tahun 2002 silam. Kabupaten yang terdiri dari 9 Kecamatan ini memiliki sejuta daya tarik yang patut untuk diketahui, baik dari segi wisata maupun dari segi sejarah.

Dulu kalau mau berwisata ke Aceh Barat Daya (Abdya) dari Medan, tak ada pilihan selain lewat darat. Waktu tempuhnya bisa 10-14 jam berkendara mobil. Tapi sekarang, jauh lebih praktis, cuma satu jam dengan pesawat penerbangan perintis.

Maskapai penerbangan yang melayani penerbangan perintis itu adalah Susi Air jelang akhir Januari 2020 mengoperasikan rutenya dari Kuala Namu ke Kuala Batu.

Kuala Namu International Airport (KNIA) berada di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Sedangkan Bandara Kuala Batu terletak di Desa Pulau Kayu/Geulima Jaya, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya, Provinsi Aceh, berjarak sekitar 6 Km dari Blangpidie, Ibukota Abdya.

“Susi Air terbang perdana untuk tahun 2020 melayani rute Kuala Namu ke Kuala Batu pada 27 Januari lalu,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Abdya, Rahwadi AR ST seperti dikutip Serambinews.com. 

Susi Air bertolak dari Kuala Namu sekitar 10.30 WIB dan mendarat Kuala Batu sekitar pukul 11.30 WIB. Sewaktu berangkat, pesawat bermuatan 12 tempat duduk ini mengangkut tujuh penumpang, sebagian merupakan warga keturunan yang berdomisili di Blangpidie.

Ketika kembali ke Medan, pesawat itu membawa delapan penumpang warga Abdya. Penerbangan perintis yang disubsidi Pemerintah Pusat (Kementerian Perhubungan RI) melalui APBN 2020, sementara ini memang terbang seminggu sekali dari Kuala Namu setiap hari Senin, pukul 10.30 WIB menuju Kuala Batu (PP). Tarif tiket penerbangan Susi Air rute Medan-Blangpidie Rp 400.900 per seat. Sedangkan dari Blangpidie-Medan Rp 315.900 per orang.

Hasbullah, salah seorang warga Blangpidie menyambut positif kehadiran penerbangan perintis tersebut. “Semakin mudah akses, kemungkinan kedatangan wisatawan ke Abdya dari Medan semakin besar,” ujar Hasbullah yang juga seorang peneliti muda di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh. Kalau naik mobil dari Medan ke Blangpidie memang jauh lebih murah tapi waktu tempuhnya amat panjang.

Menurut Bullah, begitu panggilan akrabnya, banyak mobil travel dari Medan ke Blangpidie. “Biasanya mangkal di Jalan Laksana. Kalau gak salah ongkosnya antara Rp150 ribu – Rp 200 ribu per orang pakai mobil Innova,” terangnya.

Penumpangnya bisa diantar sampai tujuan misalnya hotel, resto, dan objek wisata yang ada di Blangpidie, termasuk sampai rumah.”Berangkatnya kalau minta dijemput di hotel juga bisa ,” kata Bullah yang rumah orangtuanya di Guhang, dekat Masjid Agung Abdya, Blangpidie. 

Daya Tarik Wisata

Objek wisata di daerah yang dijuluki Negeri Breuh Sigupai ini antara lain Pantai Jilbab, Pantai Bali, Pulau Gosong, dan Bendungan Irigasi Krueng Susoh di Kecamatan Susoh. 

Susoh memang menjadi menjadi rujukan wisata bahari karena terletak di pesisir pantai barat Aceh dan tidak memiliki wilayah pegunungan. Selain itu juga ada Pantai Kuala Kutang, Pemandian Krueng Baru, Pantai Ujong Ketapang, dan lain-lain.

Kuliner khasnya antara lain Mie Kocok. Pedagang Mie Kocok di Blangpidie cukup banyak, salah satunya di Warung Muslim yang berada di Jalan At-Taqwa No.14 yang sudah beroperasi sejak 1968.

Kata Bullah di kabupaten hasil pemekaran dari Aceh Selatan pada tahun 2002 silam ini juga ada objek wisata sejarah. Tinggalan sejarah yang ada di Abdya antara lain tangsi militer Belanda di Blangpidie yang sekarang jadi asrama Kodim.

Ada juga Makam Teungku Peukan yang gugur saat menyerang tangsi Blangpidie tahun 1926. “Ada situs Kuala Batu yang pernah diserang Amerika 6 Februari 1832. Selain dari Medan, biasanya wisatawan yang datang ke Abya banyak juga dari Banda Aceh ke Blangpidie lewat darat.

“Ada yang menyewa mobil travel, banyak juga yang naik Toyota Hiace Jumbo Rp 150 ribu per orang dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam,” ungkapnya.

Bullah berharap, kedepan bukan cuma pesawat Susi Air yang terbang dari Kuala Namu ke Kuala Batu tapi juga pesawat yang berkapasitas lebih besar seperti pesawat jenis fokker. 

Bukan cuma itu, rute penerbangan Bandara Kuala Batu – Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar kalau bisa juga diaktifkan lagi.

Sebagai informasi, Bandara Kuala Batu punya prestasi tersendiri. Bandara ini satu-satunya yang bisa beroperasi untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke wilayah Barat-Selatan Aceh saat terjadi tsunami 2004 silam.

Ketika itu lebih dari 80 kali/hari penerbangan pesawat mondar mandir ke bandara ini, termasuk pesawat jenis senok milik Amerika Serikat yang menyalurkan bantuan kemanusian untuk korban tsunami. 

Saat ini panjang runway atau landasan pacu bandara ini sudah 1.800 meter, jadi pesawat jenis fokker pun sudah bisa landing di sini, dengan kata lain sudah mengimbangi Bandara Cut Nyak Dhien di Kabupaten Nagan Raya.

Sekarang tinggal bagaimana Pemkab Abdya memanfaatkan kehadiran penerbangan perintis ini dengan cara mengemas semua daya tariknya.

Tak ketinggalan membuat berbagai kegiatan wisata (culture, sport tourism, culinary, dll) lalu mempromosikannya lewat beragam media termasuk medsos agar wisatawan tertarik datang.

Kalau wisatawan terus berdatangan ke Abdya, otomatis rute penerbangan Medan-Blangpidie berumur panjang dan akan terus berkembang. (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis).

 

Provinsi Aceh Berupaya Jaring Wisatawan Muslim dari Thailand  

this formate

Masjid Baiturahman, salah satu tujuan obyek wisata andalan untuk menjaring wisatawan Muslim ke tanah Rencong. ( foto: Google)

BANDA ACEH, bisniswisata.co.id: Aceh yang dijuluki sebagai Serambi Mekkah, Tanah Rencong atau disebut juga dengan Negeri Sultan Iskandar Muda berupaya menjaring wisatawan Muslim dari Thailand maupun dari negara tetangga lainnya.

Provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus ini terletak di ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.

Guna menjaring wisatawan mancanegara (wisman) asal Thailand lebih banyak lagi ke Tanoh Rincong (Tanah Rencong), Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)nya mengikuti Melayu Day di Kota Yala, Thailand.

“Event Melayu Day yang ke-7 ini berlangsung 3 hari pada 7-9 Februari 2020 di Yala, tepatnya di Chang Peuh Park (Lapangan Gajah Putih) dan mendapat respon positif dari pengunjung event tahunan itu,” kata Teuku Ahmad Dadek, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, hari ini.

Yala merupakan provinsi yang terletak di bagian paling Selatan Thailand, yang berbatasan dengan Malaysia. Masyarakatnya dominan orang muslim Melayu. Event wisata budaya berbasis Melayu Islami ini sekaligus menjadi ajang promosi untuk menjaring wisatawan Muslim untuk pertama kalinya  

Teuku Ahmad Dadek SH menambahkan tujuan Pemprov Aceh mengikuti event ini untuk memperkenalkan kebudayaan dan kepariwisataan Aceh melalui penampilan seni tari tradisi budaya antara lain Tari Seudati Aceh dan promosi beragam destinasi wisata Aceh.

Mempromosikan Aceh di event ini dengan membawa tim seni Aceh juga sekaligus untuk memperkuat kerjasama ekonomi, pertukaran budaya (cultural exchange), dan promosi bersama (joint promotion) antara dua negara, Indonesia dan Thailand melalui semangat kerjasama IMT-GT, khususnya Pemprov Aceh dan Pemprov Yala. 

“Ikut event ini, lanjut Dadek yang menjadi koordinator tim delegasi Aceh, juga dalam rangka memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia “World’s Best Halal Cultural Tourism Destination”, yang kaya dengan keunikan budaya dan pesona alam serta keramahan masyarakatnya,” kata Teuku Ahmad Dadek.

Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si pada kesempatan yang sama menambahkan selain tim Tari Seudati dan beberapa tarian tradisi lainnya dari Sanggar Pomeurah Aceh Utara, pihaknya juga membawa pelaku industri pariwisata Aceh, antara lain Asoe Nanggroe Tour and Travel untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata andalan Aceh dalam bentuk brosur, leaflet, dan sejumlah paket wisata.

“Kami juga membawa barang-barang UKM dan cenderamata khas Aceh serta tentunya informasi ragam even wisata yang akan digelar di Aceh sepanjang tahun 2020,” ungkapnya.

Melayu Day di Kota Yala, Thailand juga dihadiri oleh beberapa negara lain seperti Malaysia dan Brunai Darussalam serta unsur UKM, termasuk Bawadi Coffee, dan juga beberapa provinsi lain dari Indonesia seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi.

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, M.Bus menambahkan keikutsertaan  perdana Aceh di 7th Melayu Day @Yala ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisman asal Thailand ke Aceh tahun 2020 ini.

“Tahun 2018 jumlah wisman Thailand ke Aceh sekitar 300 orang. Tahun 2019 turun sekitar 10 persen. Tahun 2020 diharapkan meningkat, khususnya wisatawan Muslim dari Thailand Selatan,” harap Rahmadhani.

Berdasarkan catatan Disbudpar Aceh, selama ini ada tiga paket wisata yang paling diminati  wisman Thailand saat berkunjung ke Aceh. “Ketiga paket itu adalah paket wisata Tsunami, kuliner Aceh dan paket wisata pesona alam Sabang,” ungkap Rahmadhani.

Disbudpar Aceh juga mencatat kunjungan wisnus dan wisman ke Aceh tahun 2018 mencapai 2.498.249 terdiri atas 2.391.968 wisnus dan 106.281wisman, dengan lima negara pemasok wisman terbanyak ke Aceh dari Malaysia, Inggris, negara Eropa lainnya, China, dan AS.

Sementara kunjungan tahun 2019 mengalami peningkatan (5.55 persen), yaitu mencapai 2.636.916 terdiri atas 2.529.879 wisnus dan 107.037 wisman. Terbanyak masih dari Malaysia, Inggris, AS, Jerman, dan China.

“Tahun 2020 targetnya wisnus 3 juta dan wisman 150 ribu ke Aceh. Kami selalu optimis,” pungkas Rahmadhani seraya berharap lewat partisipasi Aceh di Melayu Day dapat menambah kunjungan wisman asal negara Gajah Putih itu ke Bumi Iskandar Muda Aceh tahun ini. (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis).

 

Awak Pesawat Penerbangan “Misi Kemanusiaan” Segera Mengudara

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: SEBANYAK 18 awak pesawat Batik Air, misi kemanusiaan ke Wuhan, Cina, telah selesai menjalani rangkaian protokol kesehatan (karantina dan observasi) di Natuna, Kepulauan Riau. Batik Air sudah menerima konfirmasi dari Kementerian Kesehatan menyatakan kondisi sehat dan laik terbang.

Penyambutan dilakukan oleh Edward Sirait, President Director of Lion Air Group; Capt. Achmad Luthfie, CEO Batik Air; Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Managing Director of Lion Air Group; Capt. Zwingly Silalahi, Operation Director of Batik Air; Capt. Wamildan Tsani Panjaitan, Safety, Security and Quality Director of Batik Air; Yanto Supriyatno, Engineering Director of Batik Air, Perwakilan dari manajemen Lion Air Group yang lain serta perwakilan masing-masing departemen/ divisi lingkungan Lion Air Group.

Jumlah awak pesawat tersebut diberangkatkan dari Bandar Udara Raden Sadjad, Natuna (NTX) pukul 13.30 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat/ WIB, GMT+ 07) dan tiba di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 15.30 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat/ WIB, GMT+ 07). 18 kru diterbangkan menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara.

“Kami  mengapresiasi kesiapan, peran aktif serta profesionalisme awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling), termasuk dukungan penuh pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, mitra dan berbagai pihak yang terlibat, sehingga operasional penerbangan “misi kemanusiaan” berjalan lancer,” ungkap Danang Mandala Prihantoro Corporate Communications Strategic Lion Group

Ke 18 awak pesawat, tersebut bertugas sebagai pilot (person in command/ PIC); kopilot (first officer/ FO); awak kabin (flight attendant/ FA); petugas operasional keberangkatan (dispatcher, flight operation officer/ FOO) serta teknisi (engineer), yang terdiri:

Captain Destyo Usodo (PIC),  Captain Suyono Suwito (PIC), Hendra Tjin (FO), Taufan Widya (FO),  David Setiawan (SFA), Indah Nurfitri Djufri (FA), Tia Septiani (FA), Kikiet Teguh Septarianto (FA), Abdul Hakim Sungkar (FA), Fahmi Husen Ali Joubah (FA), Farrand Abdilla (FA), Hartini Efniati Hasibuan (FA), Ranti Oktaviana (FA), Ni Wayan Tangkas Chika Manik (FA), Anggi Dwi Saputro (FA), David Rismon (Dispatcher), Dimas Syamsurizal (Engineer) dan Jemi (Engineer)

Pelaksanaan penerbangan berpedoman kepada prinsip-prinsip dan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dalam memastikan pengamanan awak pesawat, tim medis, tamu atau penumpang dan lainnya

Operasional misi kemanusiaan Batik Air pada 1 Februari 2020 bernomor ID-8618 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 13.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) tujuan Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan yang terletak di Distrik Huangpi, 26 kilometer utara dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH). Pesawat mendarat di Tianhe Wuhan pada 19.00 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08).

Untuk penerbangan kembali pada 2 Februari 2020, pesawat telahmenerbangkan 18 awak pesawat dan 270 tamu (Warga Negara Indonesia) menggunakan Airbus 330-300CEO (18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi).

 Penerbangan bernomor ID-8619 “misi kemanusiaan” rute Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Wuhan pada 04.30 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08) dan tiba di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH) pukul 08.30 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07)

 Batik Air tetap mengedepankan faktor keamanan dan keselamatan penerbangan (safety first).  Dalam tindakan pencegahan virus dimaksud pada operasional penerbangan, Batik Air menerapkan rekomendasi dengan menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD), sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi serta preventif.

Berburu Cacing Laut di Festival Bau Nyale 2020

this formate

Masyarakat berburu Nyale, cacing laut di bibir pantai Seger, Lombok. ( foto: Kemenparekraf).

LOMBOK TENGAH, bisniswisata.co.id: Fajar masih belum tampak saat ribuan pemburu telah bersiap di bibir Pantai Seger, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (15/2) dini hari. Mereka adalah masyarakat bersama wisatawan yang akan berburu Nyale, cacing warna-warni yang konon disebut sebagai perwujudan dari Putri Mandalika yang cantik nan anggun.

Inilah puncak dari rangkaian Festival Pesona Bau Nyale 2020 yang digelar sejak 8 Februari silam. Sebuah festival yang mengemas khazanah budaya di Lombok sebagai daya tarik wisatawan.

Sejak pukul 03.00 WITA wisatawan sudah berkumpul di Pantai Seger yang juga dikenal sebagai salah satu destinasi selancar terbaik di Lombok ini. Para pemburu Nyale datang dari berbagai kalangan dan usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki maupun perempuan. Tak ada batasan.

Tak mengindahkan dinginnya air laut, ribuan pemburu itu menceburkan diri ke pantai berkarang. Teriakan para pemburu beradu kencang dengan deburan ombak pantai Seger. Dengan lampu penerangan yang dipasang di kening atau senter di tangan, para pemburu dengan sigap mencari Nyale.

Jika dilihat dari atas bukit di samping Pantai Seger, pemandangannya berbeda lagi. Cahaya penerangan mereka saling singkap, berpadu dengan cahaya rembulan.

Proses menangkap Nyale sendiri dilakukan dengan menggunakan kayu berbentuk huruf ‘U’ yang diikat dengan jaring di belakangnya. Nyale yang bermunculan dari dalam karang itu kemudian diserok dengan jaring tersebut.

Dibutuhkan kesabaran agar tangkapan Nyale banyak. Mengingat cacing ini cukup lincah dan licin. “Saya dapat nyale lumayan banyak, ini akan saya konsumsi bersama keluarga, setahun sekali,” tutur Agus yang datang dari Kota Mataram sambil menunjukkan hasil tangkapannya yang berisi Nyale hampir setengah ember.

Namun, lanjut Agus, Nyale yang dia dapat kali ini tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.Wujud Nyale sendiri begitu unik, berwarna-warni. Nyale juga mengandung protein yang tinggi sehingga sangat layak untuk dikonsumsi. Tak heran jika setelah menangkap, ada warga yang langsung memakannya. Tapi ada juga yang dibawa pulang dan dimasak untuk dimakan bersama keluarga.

Biasanya masyarakat memasaknya dengan cara dipepes dengan bungkus daun pisang. Kegiatan berburu Nyale baru usai setelah matahari terbit. Nyale adalah cacing laut jelmaan dari Putri Mandalika.

Dahulu, menurut cerita rakyat, ada seorang putri cantik yang bernama Mandalika. Kabar kecantikan putri ini tersebar ke seluruh pelosok pulau, sehingga banyak pangeran yang jatuh cinta dan ingin menikahi sang putri.

Tak menginginkan terjadinya perang atau konflik karena diperebutkan oleh banyak pangeran, Mandalika memilih untuk terjun ke laut. Sebelum terjun ke Laut, ia sempat mengucapkan janji untuk mengunjungi rakyatnya dalam rupa/wujud Nyale.

Cacing laut tersebut hanya muncul satu tahun sekali dan dipercaya sebagai wujud kunjungan putri Mandalika untuk masyarakatnya. Dan dipercaya sebagai berkah hingga bagi masyarakat setempat juga berkhasiat menyembuhkan penyakit.

Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema saat mengikuti prosesi Bau Nyale mengatakan, Nyale menjadi budaya dan atraksi yang unik sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan untuk datang ke Nusa Tenggara Barat.

“Festival Bau Nyale jadi cara efektif mempromosikan keindahan atraksi dan budaya di NTB. Sehingga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang serta membantu menggerakan perekonomian masyarakat lokal,” kata Ari Juliano.

 

Perketat “Health Surveillance Protocol” di Pelabuhan Laut Thailand

this formate

Bangkok, bisniswisata.co.id: OTORITAS  Pariwisata Thailand (Tourism Authority of Thailand /TAT) memastikan sistem pengawasan kesehatan Thailand untuk pengendalian penyakit khususnya pencegahan paparan Coronavirus — resmi disebut COVID-19, diberlakukan di semua pelabuhan laut baik di Teluk Thailand dan Laut Andaman.

Selain penerapan protokol pengawasan dan screening suhu tubuh bagi penumpang angkutan udara dan anggota kru di seluruh bandara Thailand, Departemen Pengendalian Penyakit, Departemen Kesehatan Thailand  telah memperluas penerapan protokol  kesehatan perjalanan terhadap penumpang dan awak kapal pesiar di lima pelabuhan laut Thailand (Bangkok, Laem Chabang, Chiang Saen, Phuket dan Ko Samui).

Di pelabuhan laut, fokus utama diberlakukan pada kapal pesiar yang bepergian dari daerah terkena COVID-19. Demikian pernyataan resmi pihak TAT yang diterima bisniswisata.co.id, hari ini.

Pihak karantina kesehatan pelabuhan mengharuskan manajemen kapal pesiar mengirimkan manifest penumpang, crew dan dokumen pendukung  kapal pesiar 24 jam sebelum kapal memasuki perairan Thailand. Dokumen yang diperlukan antara laian : Information of Conveyance Arriving; Maritime Information of Health; Maritime Declaration of Health; Last 10 Ports of Call; Questionnaire for Dangerous Communicable Diseases Screening; Crew List, list hasil screening suhu tubuh penumpang dan kru (setidaknya selama tujuh hari terakhir sebelum memasuki Thailand).

Devisi  Pengendalian Penyakit, DepKes Thailand akan mengevaluasi faktor risiko kesehatan berdasarkan dokumen yang diserahkan dan bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya mengimplementasi protokol kesehatan perjalanan dengan disiplin ketat.

Bagi kapal pesiar yang tiba di Thailand dalam waktu 14 hari setelah berangkat dari daerah terkena dampak dan membawa pasien dengan status dalam pengawasan (Patients under Investigation /PUI) untuk COVID-19, kapal akan diminta untuk menempatkan PUI di tempat terpisah dan mengukur suhu mereka secara teratur.

Kapal diminta berlabuh di area yang ditentukan dan petugas kesehatan akan naik ke kapal untuk melakukan screening baik bagi penumpang mau pun kru. PUI akan dirujuk ke rumah sakit setempat sementara kapal mendapat perlakuan desinfeksi dan dikarantina. Jika hasil lab menunjukkan negatif untuk COVID-19 untuk PUI, dan kapal telah dikarantina selama lebih dari 14 hari (sejak tanggal PUI terakhir terdeteksi), karantina akan diangkat dan kapal diizinkan merapat di pelabuhan Thailand.

Protokol juga diberlakukan untuk kapal pesiar yang tiba di Thailand setelah 14 hari berangkat dari daerah terdampak dan telah menerima izin untuk turun di pelabuhan Thailand. Petugas kesehatan Thailand akan naik kapal untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh  semua penumpang dan anggota kru. Jika ada PUI terdeteksi, kapal akan ditempatkan di bawah sistem pengawasan ketat sesuai protokol, ditempatkan di area khusus dan dikarantina.  

Jika skrining kesehatan jelas, otoritas kesehatan Thailand akan terus memantau status kesehatan semua penumpang dan anggota kru dalam masa inkubasi COVID-19 selama 14 hari. Semua penumpang dan awak kapal pesiar akan menerima Kartu Awas Kesehatan (Health Beware Card) dan rekomendasi harian untuk mencegah penyebaran COVID-19. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Virus Novel Corona, World Pangolin Day dan Valentine

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id,- PERNAH “bertemu” Pangolin? Binatang yang jika dikejutkan, langsung bergelung mempertahankan diri. Binatang yang tiba- tiba makin popular tersangkut sebaran virus Novelcorona. Binatang yang dicari- cari penggiat dan pengembang obat- obat tradisional di Cina. Binatang yang nilai ekonominya “tinggi”, wajar saja jika kemudian menjadi komoditi penyelundupan ke negara- negara tertentu.

Trenggiling atau trenggiling bersisik (sebutan di masyarakat Nusantara), menurut portal scien World Pangolin Day  adalah makhluk unik yang tubuhnya ditutupi lempengan sisik keras. Bersifat insektivora – makanan ekslusifnya adalah semut dan rayap, sebagian besar aktif di malam hari. Nama “trenggiling”, berasal dari kata Melayu “pengguling“, sesuatu yang menggulung. Ordo Pholidota  ciptaan Tuhan ini ada delapan spesies.  

Hari Sabtu ketiga bulan Kasih Sayang (Valentine), Februari dirayakan sebagai Hari Pangolin Dunia.  Dan tahun ini, hari istimewa jatuh pada tanggal 15 Februari 2020. Hari Pangolin Dunia adalah kesempatan bagi para penggemar Trenggiling untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran tentang mamalia unik ini — dan keadaan buruk mereka –. Pasalnya, Trenggiling adalah salah satu mamalia yang paling banyak diperdagangkan dalam perdagangan ilegal satwa liar.

Pada Hari Pangolin/Trenggiling Dunia, masyarakat dunia dapat berpartisipasi aktif untuk menunjukkan kepeduliannya. Paling tidak ikut mengingatkan lingkungan, ada Trenggiling bagian ekosistem dunia yang perlu mendapat perhatian. Mahluk unik ini relatif tidak dikenal di luar Afrika dan Asia.
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu Trenggiling di Hari Pangolin Dunia yaituTweet menggunakan tagar #WorldPangolinDay.   Like halaman Facebook Hari Pangolin Dunia.   Buka blog tentang Trenggiling pada Hari Pangolin Dunia. Bagikan informasi Trenggiling di jaringan media sosial Anda. Membuat karya seni tentang Trenggiling – melukis, menggambar, memahat. Yang disekolah, bapak, ibu guru bias menyelipkan informasi tentang Trenggiling di sekolah.

Berilah dukungan pada LSM yang bekerja untuk melindungi Trenggiling. Menjadi tuan rumah atau mensponsori acara Hari Pangolin Dunia, jangan lupa posting foto di halaman Facebook Hari Pangolin Dunia. Bagi penghobi dan penikmat jajanan, boleh juga membuat kue, roti, pudding dalam bentuk Trenggiling, posting foto di halaman Hari Pangolin Dunia.
Kita juga bisa meminta  penegakan penuh hukum dan hukuman untuk penyelundupan Trenggiling dan satwa liar lainnya. Informasikan kepada pihak berwenang jika Anda melihat Trenggiling untuk dijual di pasar atau pada menu restoran, atau jika Anda tahu ada yang menangkap atau memelihara Trenggiling.

Jika Anda berjejaring dengan penggiat pengobatan tradisional, informasikan kepada mereka bahwa penggunaan bagian- bagian tubuh Trenggiling selain melanggar hukum/illegal juga tidak ada manfaatnya untuk kesehatan.

Di Dunia

Ada total delapan spesies Trenggiling di planet kita, dan semua populasi Trenggiling menurun, karena perdagangan daging ilegal, olahan daging Trenggiling menjadi kudapan lezat popular dan dicari di Cina dan Vietnam dan sisik digunakan dalam pengobatan Tiongkok tradisional, meski pun tidak ada bukti manfaat obatnya.
Empat spesies Trenggiling hidup di Asia yaitu  Pangolin India (juga disebut Pangolin Ekor Tebal/ Manis crassicaudata),  Phillipine Pangolin ( Manis culionensis), Sunda Pangolin (juga disebut Malayan Pangolin/ Manis javanica), Pangolin Cina (Manis pentadactyla).
Trenggiling yang hidup di Afrika antara lain White Bellied Tree Pangolin (juga disebut AThree-Cusped Pangolin, African White-Bellied Pangolin dan Tree Pangolin/ Phataginus tricuspis), Giant Ground Pangolin (Smutsia gigantea), Ground Pangolin (juga disebut Cape Pangolin dan Pangolin Temminck/ Smutsia temminckii), Black Bellied Tree Pangolin (juga disebut Pangolin Ekor Panjang dan Black-Bellied pangolin/Phataginus tetradactyla). Selamat Hari Trenggiling Dunia!