Home EVENT Provinsi Aceh Berupaya Jaring Wisatawan Muslim dari Thailand  

Provinsi Aceh Berupaya Jaring Wisatawan Muslim dari Thailand  

0
16

Masjid Baiturahman, salah satu tujuan obyek wisata andalan untuk menjaring wisatawan Muslim ke tanah Rencong. ( foto: Google)

BANDA ACEH, bisniswisata.co.id: Aceh yang dijuluki sebagai Serambi Mekkah, Tanah Rencong atau disebut juga dengan Negeri Sultan Iskandar Muda berupaya menjaring wisatawan Muslim dari Thailand maupun dari negara tetangga lainnya.

Provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus ini terletak di ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.

Guna menjaring wisatawan mancanegara (wisman) asal Thailand lebih banyak lagi ke Tanoh Rincong (Tanah Rencong), Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)nya mengikuti Melayu Day di Kota Yala, Thailand.

“Event Melayu Day yang ke-7 ini berlangsung 3 hari pada 7-9 Februari 2020 di Yala, tepatnya di Chang Peuh Park (Lapangan Gajah Putih) dan mendapat respon positif dari pengunjung event tahunan itu,” kata Teuku Ahmad Dadek, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, hari ini.

Yala merupakan provinsi yang terletak di bagian paling Selatan Thailand, yang berbatasan dengan Malaysia. Masyarakatnya dominan orang muslim Melayu. Event wisata budaya berbasis Melayu Islami ini sekaligus menjadi ajang promosi untuk menjaring wisatawan Muslim untuk pertama kalinya  

Teuku Ahmad Dadek SH menambahkan tujuan Pemprov Aceh mengikuti event ini untuk memperkenalkan kebudayaan dan kepariwisataan Aceh melalui penampilan seni tari tradisi budaya antara lain Tari Seudati Aceh dan promosi beragam destinasi wisata Aceh.

Mempromosikan Aceh di event ini dengan membawa tim seni Aceh juga sekaligus untuk memperkuat kerjasama ekonomi, pertukaran budaya (cultural exchange), dan promosi bersama (joint promotion) antara dua negara, Indonesia dan Thailand melalui semangat kerjasama IMT-GT, khususnya Pemprov Aceh dan Pemprov Yala. 

“Ikut event ini, lanjut Dadek yang menjadi koordinator tim delegasi Aceh, juga dalam rangka memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata halal dunia “World’s Best Halal Cultural Tourism Destination”, yang kaya dengan keunikan budaya dan pesona alam serta keramahan masyarakatnya,” kata Teuku Ahmad Dadek.

Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si pada kesempatan yang sama menambahkan selain tim Tari Seudati dan beberapa tarian tradisi lainnya dari Sanggar Pomeurah Aceh Utara, pihaknya juga membawa pelaku industri pariwisata Aceh, antara lain Asoe Nanggroe Tour and Travel untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata andalan Aceh dalam bentuk brosur, leaflet, dan sejumlah paket wisata.

“Kami juga membawa barang-barang UKM dan cenderamata khas Aceh serta tentunya informasi ragam even wisata yang akan digelar di Aceh sepanjang tahun 2020,” ungkapnya.

Melayu Day di Kota Yala, Thailand juga dihadiri oleh beberapa negara lain seperti Malaysia dan Brunai Darussalam serta unsur UKM, termasuk Bawadi Coffee, dan juga beberapa provinsi lain dari Indonesia seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi.

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, M.Bus menambahkan keikutsertaan  perdana Aceh di 7th Melayu Day @Yala ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisman asal Thailand ke Aceh tahun 2020 ini.

“Tahun 2018 jumlah wisman Thailand ke Aceh sekitar 300 orang. Tahun 2019 turun sekitar 10 persen. Tahun 2020 diharapkan meningkat, khususnya wisatawan Muslim dari Thailand Selatan,” harap Rahmadhani.

Berdasarkan catatan Disbudpar Aceh, selama ini ada tiga paket wisata yang paling diminati  wisman Thailand saat berkunjung ke Aceh. “Ketiga paket itu adalah paket wisata Tsunami, kuliner Aceh dan paket wisata pesona alam Sabang,” ungkap Rahmadhani.

Disbudpar Aceh juga mencatat kunjungan wisnus dan wisman ke Aceh tahun 2018 mencapai 2.498.249 terdiri atas 2.391.968 wisnus dan 106.281wisman, dengan lima negara pemasok wisman terbanyak ke Aceh dari Malaysia, Inggris, negara Eropa lainnya, China, dan AS.

Sementara kunjungan tahun 2019 mengalami peningkatan (5.55 persen), yaitu mencapai 2.636.916 terdiri atas 2.529.879 wisnus dan 107.037 wisman. Terbanyak masih dari Malaysia, Inggris, AS, Jerman, dan China.

“Tahun 2020 targetnya wisnus 3 juta dan wisman 150 ribu ke Aceh. Kami selalu optimis,” pungkas Rahmadhani seraya berharap lewat partisipasi Aceh di Melayu Day dapat menambah kunjungan wisman asal negara Gajah Putih itu ke Bumi Iskandar Muda Aceh tahun ini. ([email protected], ig: @adjitropis).

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.