Tingalan Jumenengan Dalem HB X dikemas juga dengan Millenial Exhibition

0
54

Jumpa pers  Tingalan Jumenengan Dalem HB X dipimpin oleh para putri Sri Sultan Hamengku Buwono

JOKJAKARTA, bisniswisata.co.id: PERINGATAN 32 tahun Naik Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X  atau Tingalan Jumenengan Dalem akan dilaksanakan Keraton Yogyakarta dengan menggelar berbagai kegiatan selama bulan Maret 2020, ungkap GKR Bendoro, didampingi GKR Hayu, panitia pelaksana, hari ini.

Keraton Yogyakarta akan menggelar berbagai kegiatan antara lain Pameran Budaya, Simposium Internasional. Pertunjukan Seni Adiluhung, dan kegiatan adat seperti Ngebluk, Ngapem, Sugengan, dan Labuhan

Selain itu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan memamerkan koleksi busana-busana langka yang pernah dikenakan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, serta pejabat-pejabat keraton di masa lalu.

Busana atau pakaian yang dulu pernah digunakan raja, ratu serta pejabat keraton di masa lampau dan, koleksi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan dipamerkan untuk umum pada 8 Maret hingga 4 April 2020,” kata GKR Bendoro sebagai Ketua Pameran.

Pada Hari Selasa Wage, 7 Maret 1989 atau 29 Rejeb. Tahun Wawu 1921, KGPH Mangkubumi dinobatkan sebagai Raja ke-10 Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selanjutnya, setiap tanggal 29 Rejeb akan digelar peringatan ulang tahun penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Tingalan Jumenengan Dalem. 

Secara tradisional, Tingalan Jumenengan Dalem terdiri atas rangkaian beberapa kegiatan seperti Ngebluk, Ngapem, Sugengan, dan Labuhan. Dalam perhitungan Kalender Jawa, tahun ini Sri Sultan Hamengku Buwono X genap bertakhta selama 32 tahun pada tanggal 29 Rejeb Tahun Wawu 1953 atau bertepatan dengan 24 Maret 2020.

Tahun ini sangat istimewa karena akan menjadi siklus windu ke-4 peringatan Tingalan Jumenengan Dalem. Sehingga perhitungan hari dan tahun peringatan akan tepat terjadi pada Hari Selasa Wage pada Tahun Wawu. Peristiwa ini disebut juga dengan istilah Tumbuk Ageng.

Disamping kegiatan rutin yang bersifat tradisional, setiap tangggal 7 Maret juga digelar beberapa kegiatan peringatan penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono X berdasarkan perhitungan Kalender Masehi. 

Oleh karena itu, GKR Bendoro meyakini pameran busana ini akan banyak menyedot banyak pengunjung yang sekaligus ingin mempelajari produk kreatif di masa silam yang tak lekang oleh waktu.

“Dulu Keraton Yogya ini kan sebuah Negara. Yogya ini mempunyai pakaian-pakaian khusus, seperti pakaian hakim, petugas pajak. Dulu ada seragamnya sendiri yang sangat berbeda dengan yang ada sekarang,” jelas Wakil Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Nitya Budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini, dalam jumpa pers di Sleman, 

Pihaknya menganggap pameran busana tersebut menarik karena pakaian itu merupakan simbol dari suatu pekerjaan di masa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat masih menjadi sebuah Nagari.

Putri bungsu Sri Sultan HB X ini juga menambahkan, pameran ini akan dikemas dalam Millenial Exhabition sehingga menjadi daya tarik tersendiri para kaum milenial. Sekaligus, dapat meningkatkan pariwisata di Yogyakarta, di saat low seasons.

Menurutnya, pembukaan pameran pada 7 Maret 2020 malam, akan dibuka langsung oleh Sri Sultan HB X di Pagelaran Keraton. Kemudian pada penutupan pameran tersebut, rencananya juga akan dipentaskan tarian tradisional Keraton yang belum pernah dipentaskan sebelumnya.

Sementara GKR Hayu selaku Ketua Panitia Simposium memaparkan, selain pameran budaya, rangkaian peringatan Kenaikan Tahta Sultan HB X juga akan digelar Simposium Internasional melibatkan pembicara asing pula 

Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menjelaskan, sebagaimana tahun sebelumnya, agenda simposium internasional bertema Sejarah, Filologi, dan Seni Pertunjukan yang dilaksanakan pada 9-10 Maret 2020 di Royal Ambarukmo Yogyakarta.

Dengan mengusung tema Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta”, kegiatan Simposium Internasional ini dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan menampilkan Beksan Lawung Ringgit, persembahan KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta. 

Agenda Simposium Internasional ini akan menghadirkan pembicara tamu dari dalam dan luar negeri a.l Dick van der Meij, Leiden, The Netherlands, Jennifer Lindsay, The Australian National University, Australia,  Ilaria Meloni & Sietske Rijpkema: La Sapienza University of Rome dan Jiri Jakl: Heidelberg University, Germany

Berikut rincian jadwal kegiatan adat dalam peringatan Tingalan Jumenengan Dalem  yang terbuka untuk publik adalah pada 25 Maret 2020 yaitu upacara Hajad Dalem Labuhan Parangkusuma dan Labuhan Dlepih dan 26 Mare: Hajad Dalem Labuhan Merapi dan Labuhan Lawu.

Untuk menyemarakkan Tingalan Jumenengan Dalem yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan, akan dipentaskan beberapa karya tari adiluhung dari Keraton Yogyakarta, diantaranya:

Beksan Trunajaya pada acara Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem, Rabu (25/3) malam di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran  dan Wayang Wong Purwo pada penutupan pameran, Sabtu (4/4) malam di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran terbuka untuk umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.