Aksi Karyawan: Brand Ambassador Perusahaan

0
69

HELLO teman-teman hotelier dan industri pariwisata, juga penggiat industri ikutanya!

Memasuki bulan ke-dua perihal wabah corona virus (2019-nCoV), pemerintah pusat rupanya masih meng-godog untuk mematangkan strategi penanganannya demi kepentingan nasional.

Daripada berhandai-handai menunggu keputusan tepat tetapi indefinetely, yang saya pikirkan sekarang adalah terobosan kinerja. Aksi darurat ini perlu kita lakukan dengan memberdayakan semua sumber, supaya kita jangan sampai memasuki masa paceklik atau krisis keuangan di bisnis perusahaan kita.

 Apakah teman-teman sudah membaca tulisan saya tentang “seragam”?

Inilah saatnya untuk empowering karyawan kita. Program darurat untuk kepentingan jangka panjang dalam hal menjadikan karyawan sebagai brand ambassador yang” menjuara”.

Maaf ini opini dan pemikiran saya.

Doc.KumHam

Di era digital dan sosial media freak ini,  jelas bahwa siapa pun ingin dan bisa menjadi brand nya sendiri. Segala sesuatu yang kita posting secara online adalah menunjukkan identitas personal kita. Dari mulai siapa-nya, apa-nya seperti kegiatannya – makanannya – busananya dll, dan mengapa-nya.

Karena ini kondisi “siaga”, maka mulai hari ini, perusahaan perlu mengutamakan, mengajak partisipasi aktif kreatif karyawan untuk berinteraksi dengan networknya di sosial medianya masing-masing. Mari kita gunakan forum meeting mau pun briefing harian untuk mengajari karyawan kita, menjadi #BrandAmbassadors.

Tentunya sangat perlu kita memberikan panduan yang jelas dan sosmed pribadi yang bisa dipergunakan adalah semuanya. Yes, sepunyanya saja tidak usah diminta membuat yang baru. Sosmednya termasuk Linkedin, Instagram IG, Facebook FB, Stories IG dan FB, Twitter, WA status, Line, Telegram, Viber dan masih ada beberapa lagi.

Tetapi manajemen perusahaan “bukan” menginstruksikan brand ambassadors untuk “menjual”, melainkan menciptakan koneksi yang lebih intim dan penuh perhatian juga jangan lupa mengarahkan untuk mendrive traffic sosmed nya ke website perusahaan.  Manajemen perlu mempersiapkan video, foto-foto dan cerita-cerita menarik untuk di copy-paste atau dimodifikasi oleh semua #brandambassadors. Go personal. Make it fun and happen.

Ingat, tujuan dari setiap sosial media berbeda-beda, maka konten pun harus menyesuaikan medianya. Secara logis kalau kita berhitung, satu karyawan mempunyai berapa followers atau friends? Maka dengan semua karyawan secara aktif ber-aksi memposting banyak hal sesuai panduan tentang tempat kerjanya,  perusahaan kita akan berkembang secara organik. Perkembangannya bisa sampai termasuk perubahan  corporate culture, visi, misi, values dan brand promise perusahaan kita. Aksi kerja “bareng” ini dapat menghemat  banyak uang marketing untuk beriklan!

Teman-teman mestinya sependapat dengan saya, bahwa di dalam semua bisnis yang nomer satu (1) harus ada adalah pasarnya dulu. Dan cara untuk mendapatkan pasar adalah membangun kepercayaan. Dan untuk mendapat kepercayaan pasar, kita melakukan banyak kegiatan aktif kreatif yang terfokus pada customer service.

Jadi siapakah yang memberikan service kepada customer? Ya, semua karyawan dari pimpinan tertinggi perusahaan sampai jabatan terendah. Maka, sudah cocoklah kalau kita sebut karyawan adalah #brandambassador.

Beginilah fakta ilmu marketing sebenarnya orang tidak hanya membeli brand. Mereka membeli dari orang yang mereka kenal dan mereka percayai. Karyawan kita paling tahu tentang perusahaan tempat mereka bekerja jauh lebih baik dibandingkan siapa pun!

Sangat banyak perusahaan berpartner dengan karyawan mereka sendiri dan memperhitungkan karyawan sebagai salah satu aset perusahaan yang paling berharga.  Secara otomatis semua karyawan membantu memasarkan brand perusahaan, tempat mereka menggantungkan kehidupan.

Bagi saya, sudah saatnya semua karyawan boleh membawa hape masing masing ke tempat kerjanya. SOP harus diubah. Karena perusahaan yang hendak serius menciptakan future leaders, harus mampu memberikan kepercayaan kepada tim kerjanya dengan tetap menggunakan fungsi kontrol. Wis ndak jaman mencurigai karyawan dengan seorang pimpinan perusahaan mengatakan “kalau staff dikasih bawa masuk hapenya nanti malah mengerjakan yang lain-lain di hape, bukan menyelesaikan tugasnya”

 Are you ready? Saya ucapkan selamat mempraktekkannya dan please share hasilnya dikemudian hari. Semoga bermanfaat.

Bali, 10 February 2020

Jeffrey Wibisono V.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.