Restoran Jepang dan Korea di Cilegon Beralih Pelayanan Agar Survive

this formate

CILEGON, bisniswisata.co.id: Ekspatriat Jepang dan Korea yang bekerja di kawasan Banten umumnya disiplin dan patuh sehingga himbauan work from home dan social distancing mencegah penyebaran virus corona Covid-19 langsung berimbas pada bisnis restorannya, kata Ahmad Sari Alam, Ketua PHRI Banten, hari ini.

“Restoran langsung sepi dan kami beralih pelayanan Take a Way untuk dua restoran masing-masing Restoran A Mi Rang yang menyajikan masakan Korea dan ASA Japanesse Restaurant yang lokasinya bersebelahan di Jl. Jenderal Sudirman No.3, Cilegon, tambah Ahmad Sari Alam, pemilik restoran itu.

Sebelum ada wabah, ujarnya, pada hari biasa baik jam makan siang maupun malam, kapasitas tempat duduk yang ada rata-rata terisi penuh dan 70 % tamu adalah ekspatriat Korea maupun Jepang yang bekerja di Cilegon dan sekitarnya sisanya pengunjung umum.

Selain 150 menu yang ada dan semuanya halal, masing-masing restoran memiliki  tempat duduk berkapasitas 100 orang dan 60 orang. Nasakannya juga menu sehat ala barbeque dan Teppanyaki.

Namun kini kondisinya berbeda setelah wabah virus juga menjalar ke berbagai provinsi termasuk Banten maka pengunjung restoranpun anjlok. Menghadapi situasi ini awalnya disiasati dengan diskon harga, memperpendek jam operasional dan menutup restoran di saat week-end yaitu pada hari Sabtu dan Minggu.

“Padahal kalau hari libur, pengunjung terutama adalah rombongan keluarga yang ingin menikmati berbagai menu sambil bonding dengan anggota keluarga dan merayakan hari ulang tahun,”

Menghadapi situasi wabah pandemi yang mendunia dan memukul telak industri pariwisata, Ahmad Sari Alam mengatakan harus menanggung resiko agar 50 karyawan restoran dan keluarganya dapat terus survive.

” Ini resiko yang harus kami tanggung oleh karena itu kalau pemerintah benar-benar menginginkan pariwisata menjadi penghasil devisa utama maka berikanlah stimulus ekonomi yang benar-benar dapat membuat pelaku industri pariwisata bisa bangkit setelah wabah Covid-19 ini teratasi,” katanya.

Sampai saat ini kedua restorannya tetap buka dan pengunjung dapat tenang menikmati hidangan karena untuk pelayanan prima bagi para karyawan maupun pelanggan setianya, pihaknya telah membersihkan kedua restoran dengan disinfektan untuk cegah penyebaran virus Covid-19.

” Kami sudah melakukannya sejak 19 Maret lalu dengan penyemprotan cairan kimia yang dilakukan petugas pest control dari Jakarta agar tamu nyaman ” tambahnya.

Ahmad Sari Alam yakin pemerintah dapat mengatasi wabah pademi Covid-19 dengan baik meskipun baru pertama kali hampir seluruh negara di dunia terkena wabah penyakit ini dalam waktu bersamaan.

Pihaknya optimistis wabah pasti berlalu dan saat ini karena perkembangan terakhir yang terpapar Covid meningkat, manajemen restoran meski tetap buka hanya bisa melayani untuk take a way ( delivery) yang bisa dilayani dari jam 11.00 siang hingga jam 21 WIB mengikuti kebijakan social distancing.

Ambil hikmahnya saja, justru dengan tidak adanya tamu makan di tempat maka karyawan punya banyak waktu untuk menara kembali restoran, melakukan bersih-bersih dan kegiatan lainnya,” kata Ahmad Sari Alam tetap optimistis.

 

Pertimbangkan Keamanan Penggunaan Disinfektan pada “Disinfection Chamber”

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: BILIK disinfeksi kerennya disinfection chamber telah dipasang di beberapa tempat baik di Surabaya, Jakarta, Bali bahkan  sampai di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ada di pertokoaan, pusat belanja, pasar, bandara, pelabuhan penyeberangan antar pulau, sampai pemukiman, dalam upaya mencegah penularan virus corona penyebab COVID-19.

Orang-orang (juga kendaraan) yang memasuki ruang disinfeksi, akan disemprot disinfektan dari beberapa arah. Penyemprotan disinfektan itu ditujukan untuk membunuh virus yang menempel di luar tubuh manusia mau pun kendaraan. Ternyata fasilitas ini tidak direkomendasi pihak World Health Organization (WHO).

Menurut  Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan penggunaan ruang disinfeksi untuk menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh orang tidak direkomendasikan karena bisa menimbulkan iritasi pada kulit, mulut, dan mata.

“Berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata, dapat menimbulkan iritasi,” kata Wiku dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Jakarta, Senin (30/3).

Adalah Amirah Adlia, Andhika Bintang Mahardhika, Anita Artarini, Catur Riani, Hubbi Nashrullah Muhammad, Muhamad Insanu, Neng Fisheri Kurniati, Rika Hartati, Yuda Prasetya Nugraha  dari Sekolah Farmasi ITB, memaparkan kelayakan fasilitas “disinfection chamber”, bagi mahluk hidup.

 ***

 Akhir-akhir ini, marak digunakan bilik disinfeksi (​disinfection chamber) di berbagai titik fasilitas   umum, bahkan dititik masuk perumahan, untuk pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 sebagai  penyebab wabah COVID-19. Penggunaan yang massif ini juga menggugah para peneliti dari berbagai universitas untuk membuat bilik disinfeksi tersebut dengan semangat yang sama, yaitu berkontribusi dalam penanganan wabah yang saat ini harus dihadapi bersama-sama oleh negeri ini.

Upaya pencegahan penyebaran virus dengan cara ini diadopsi di beberapa tempat oleh masyarakat, meski pun dengan menggunakan alat sesederhana botol semprot. Berbagai macam cairan  disinfektan yang digunakan untuk bilik disinfeksi ini diantaranya adalah ​diluted bleach ​ (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dioksida, etanol 70%, kloroksilenol, ​electrolyzed salt water, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), glutaraldehid, hidrogenperoksida (H​2​O​2​) dan  sebagainya.

 Berikut tanggapan kami terkait kondisi tersebut:

1.Disinfeksi didefinisikan sebagai penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat membunuh         kuman/mikroba (bakteri, fungi, dan virus) yang terdapat di permukaan benda mati  (non-biologis, seperti pakaian, lantai, dinding) (​Centers for Disease Control and Prevention,           CDC ​ ) [1].

Efektivitas dari disinfektan dievaluasi berdasarkan waktu kontak atau ​wettime , yakni waktu yang dibutuhkan oleh disinfektan tersebut untuk tetap berada dalam bentuk cair/basah pada permukaan dan memberikan efek “membunuh” kuman. Waktu kontak disinfektan umumnya berada pada rentang 15 detik sampai 10 menit, yakni waktu maksimal yang ditetapkan oleh United States ​Environmental Protection Agency ​ (EPA) [2].

2. Waktu kontak efektif dan konsentrasi cairan disinfektan yang disemprotkan ke seluruh tubuh dalam bilik disinfeksi untuk membunuh mikroba belum diketahui, apalagi waktu        kontak efektif terhadap virus SARS-CoV-2. Pada konsep bilik desinfeksi, baik waktu kontak mau pun konsentrasi efektif akan sulit dipenuhi. EPA tidak menyarankan penggunaan          produk disinfektan yang belum teruji efikasinya jika digunakan dengan metode aplikasi lain seperti ​fogging, electrostatic sprayer ​ atau penyemprotan. Hingga saat ini, belum ada data           

ilmiah yang menunjukkan berapa persen area tubuh yang “terbasahi” cairan disinfektan           dalam bilik ini serta seberapa efektif metode ini dalam “membunuh” mikroba. Ketika            disinfektan disemprotkan dalam bilik ini,bias jadi virus justru menyebar ke area yang tidak  terbasahi oleh cairan ini. Hal ini dapat membahayakan pengguna bilik selanjutnya jika ada  virus yang “tersisa” di dalam bilik dan terhirup pengguna tersebut. 

3. World Health Organization (WHO) tidak menyarankan penggunaan alkohol dan klorin ke seluruh permukaan tubuh karena akan membahayakan pakaian dan membran mukosa          tubuh seperti mata danmulut[3]. Penelitian yang dipublikasikan pada JAMA Network Open Oktober 2019 menemukan bahwa sebanyak 73.262 perawat wanita yang rutin tiap minggu menggunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan alat-alat medis berisiko lebih         tinggi mengalami kerusakan paru-paru kronik [4]. 

4. Inhalasi gas klorin (Cl​2​) dan klorin dioksida (ClO​2​) dapat mengakibatkan iritasi parah pada  saluran pernafasan (WHO) [5]. 

5. Penggunaan larutan hipoklorit pada konsentrasi rendah secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan iritasi kulit dan kerusakan pada kulit. Dan           penggunaannya pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah. Walau pun data masih terbatas, inhalasi hipoklorit (OCl​-​) dapat menimbulkan efek iritasi ringan pada saluran pernafasan [6].

6. Penggunaan ​electrolyzed salt water sebagai disinfektan pada bilik disinfeksi, memiliki          mekanisme dasar menghasilkan klorin sebagai disinfektan. Efek samping yang muncul akan sama seperti poin 4 dan 5. Sejauh ini, potensi penggunaan ​electrolyzed salt water ​ untuk menginaktivasi virus, yang dipublikasikan pada Journal of Veterinary Medical Science,  ditentukan dengan mencampurkan virus dengan air [7], sehingga waktu kontak juga           berpengaruh pada efektivitas inaktivasinya. 

7. Kloroksilenol (bahan aktif cairan antiseptik komersial) yang juga digunakan sebagai salah satu disinfektan untuk bilik disinfeksi dapat meningkatkan resiko tertelan atau secara tidak sengaja terhirup. Studi pada hewan menunjukan bahwa kloroksilenol menyebabkan iritasi kulit ringan dan iritasi mata parah. Kematian terjadi pada dosis tinggi (EPA)[8]. Studi medis    yang dilakukan di Hong Kong, dimana melibatkan 177 kasus keracunan cairan antiseptik komersial yang mengandung kloroksilenol, menunjukkan komplikasi serius pada 7% pasien hingga terjadinya  kematian [9].

8. Penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia, udara, dan jalan raya dipandang tidak efektif.  Selain itu, penggunaan berlebihan disinfektan berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan lingkungan [10]. Salah satunya adalah timbulnya resistensi, baik resistensi     bakteri atau pun virus terutama apabila disinfektan tidak digunakan pada konsentrasi          idealnya. 

9. Perlu studi lebih lanjut dalam pemilihan disinfektan yang aman dan efektif untuk bilik     disinfeksi, mengingat dengan cara ini memungkinkan terjadinya kontak antara cairan          disinfektan dengan kulit, mata dan dapat terhirup.

10. Pengawasan pihak terkait dalam suatu aturan/pedoman menjadi sangat penting untuk   meminimalisir efek bahaya dari disinfektan terhadap kesehatan masyarakat dan         lingkungan. 

11. Jika disinfektan semprot memang terbukti aman dan efektif secara ilmiah, edukasi lain yang  perlu disampaikan kepada masyarakat adalah bilik disinfeksi ini hanya berfungsi untuk  membersihkan permukaan tubuh atau pakaian saja (mengurangi jumlah mikroba) dan tidak menyembuhkan pasien yang telah terjangkit virus corona atau jika virus sudah masuk ke dalam tubuh orang tersebut.Masyarakat harus tetap berupaya untuk mencegah pemaparan virus SARS-CoV-2 sesuai dengan poin 12.

12. Solusi aman untuk pencegahan pemaparan virus SARS-CoV-2 saat ini sesuai rekomendasi WHO adalah dengan cuci tangan menggunakan sabun (minimal 20 detik), mandi serta mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas dari luar atau dari tempat yang terinfeksi tinggi, serta menerapkan ​physical distancing ​ (minimal 1 meter)​.

Referensi

1. Kementerian Kesehatan RI ​Pedoman Bahan Berbahaya Pada Produk Alat Kesehatan dan   PKRT; Kementerian Kesehatan RI, 2012; ISBN 978-602-235-238-9.

2. Lowe, R.; Strazdas, L.; Quon, J.; Srikanth, M. The importance of contact time and visible  wetness to ensure effective disinfection. Available online:       https://www.beckershospitalreview.com/quality/the-importance-of-contact-time-and-visi ble-wetness-to-ensure-effective-disinfection.html

 3. World Health Organization Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. Available online: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus    2019/ advice-for-public/myth-busters.

4. Dumas, O.; Varraso, R.;Boggs,K.M.;Quinot,C.;Zock,J.-P.;Henneberger,P.K.;Speizer,F.E.;Le  Moual, N.; Camargo, C.A. Association of Occupational Exposure to Disinfectants With           Incidence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease AmongUSFemaleNurses.​JAMANetw.   Open ​ ​2019​, ​2 ​ , e1913563.

5. Amy, G.L.; Bull, R.; Craun, G.F.; Pegram, R. a.; Siddiqui, M. Disinfectants and disinfectant by-products. Available online: www.who.int/ipcs/publications/ehc/ehc_216/en/.

 6. Slaughter, R.J.; Watts, M.; Vale, J.A.; Grieve, J.R.; Schep, L.J. The clinical toxicology of sodium hypochlorite. ​Clin. Toxicol. ​ ​2019​, ​57 ​ , 303–311.

7. BUI, V.N.; NGUYEN, K. V.; PHAM, N.T.; BUI, A.N.; DAO, T.D.; NGUYEN, T.T.; NGUYEN, H.T.;  TRINH, D.Q.; INUI, K.; UCHIUMI, H.; et al. Potential of electrolyzed water for disinfection of foot-and-mouth disease virus. ​J. Vet. Med. Sci. ​ ​2017​, ​79 ​ , 726–729.

 8. US EPA Pesticides – Fact Sheet for Chloroxylenol Available online:          https://www3.epa.gov/pesticides/chem_search/reg_actions/reregistration/fs_PC-086801_ 1-Sep-94.pdf. 9. Lam, P.K.; Chan, C.K.; Tse, M.L.; Lau, F.L. Dettol poisoning and the need for airway  intervention. ​Hong Kong Med. J. ​ 2012​, ​18 ​ , 270–5. 10. Xiao, Y.; Torok, M.E. Taking the right measures to control COVID-19. ​Lancet Infect. Dis. ​ ​2020​.

9. Lam, P.K.; Chan, C.K.; Tse, M.L.; Lau, F.L. Dettol poisoning and the need for airway intervention. ​Hong Kong Med. J. ​ 2012​, ​18 ​ , 270–5. 10. Xiao, Y.; Torok, M.E. Taking the right measures to control COVID-19. ​Lancet Infect. Dis. ​ ​2020​.

Wartawan Forwaparekraf Usul Aktifkan Fungsi Komunikasi Krisis Pariwisata

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) mengusulkan agar Menteri Parekraf Whisnutama segera mengatifkan fungsi komunikasi krisis di sektor pariwisata. ungkap Johan Sompotan, Ketua Forwarparekraf.

Ada dua isyu besar yang dihadapi oleh pemerintah saat ini, yaitu secara umum krisis nasional berkenaan dengan covid-19, dan secara khusus krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari Covid -19, tambahnya saat melakukan diskusi dengan aplikasi Zoom, Minggu, bersama anggota  dan para pembina Forwaparekraf.

“Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tinggal mengaktifkan dan kami akan berperan aktif dalam menyampaikan kepada publik situasi terkini dan langkah yang telah dan akan dilakukan Kemenparekraf,“ ungkap Johan Sompotan.

Pembina Forwaparekraf, Arifin Hutabarat mengusulkan untuk membuat Pokja (satu kelompok kerja saja) di dalam Biro Komunikasi Kemenparekraf  untuk melaksanakan fungsi Crisis Communication Center, tanpa perlu menyebutnya crisis center. 

“Pokja komunikasi itu melaksanakan issues management, terkait krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari wabah  covid 19,” ungkapnya dalam siaran pers Forwaparekraf.

Data per 29 Maret 2020 dari pemerintah diberitakan penderita positif covid-19 telah menembus angka 1.285 atau bertambah 130 kasus dibanding sehari sebelumnya. Jumlah yang meninggal 114 orang atau 8,9 % sedangkan pasien yang sembuh 64 orang (5,0 %) dan kasus dalam perawatan 1.107 orang (86,1 %).

Bagi  pariwisata, pandemi ini menjadi pukulan yang telak, karena krisis berpotensi  membuat industri jasa ini berhenti denyutnya secara total. Oleh karena itu, sebagai  langkah mengatasinya, Kemenparekraf perlu menjalankan segera fungsi-fungsi komunikasi krisis khusus sektor pariwisata. 

“Diharapkan, komunikasi tersebut bisa mengelola  isyu di tengah krisis, agar membangun pengertian hingga muncul dukungan publik terhadap kebijakan dan langkah-langkah khususnya yang dilakukan oleh Kemenparekraf,” kata Arifin Hutabarat.

Menurut dia,  fungsi komunikasi dua arah akan bisa menyerap aspirasi publik, menghimpun facts and figures informasi agar tercapai target tersebut tadi. Tujuan akhir dari target-target ini adalah tercapainya target pariwisata.

Sedikitnya ada tiga target yaitu :1.Pariwisata mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat,  2.Pariwisata penghasil devisa terbesar, 3.Pariwisata sungguh-sungguh menjadi the core economy in Indonesia.

Hal itu penting untuk menjamin informasi yang jelas bagi semua kalangan yang terlibat di pariwisata. “Kami menyadari dalam kondisi saat ini pemerintah sedang memprioritaskan bidang  kesehatan masyarakat dan jaring pengaman sosial demi menstabilkan sektor keuangan.,” kata Arifin Hutabarat.

Benefit khusus seperti pengurangan pajak bagi hotel dan restoran yang  tidak memutus hubungan kerja dengan para karyawan juga merupakan langkah tepat. Belum lagi langkah lain yang hendak direalisasikan akan sangat berdampak bila dikomunikasikan. 

Forwarparekraf berpendapat bahwa komunikasi krisis sektor pariwisata sangat dibutuhkan.“ Sebagai bagian dari pentahelix paiwisata, Forwarparekraf akan berperan aktif dalam menyampaikan kepada publik situasi terkini dan langkah yang telah dan akan dilakukan Kemenparekraf,“ ungkap Johan Sompotan. 

Lebih jauh  Arifin sebagai Pembina Forwaparekraf mengusulkan untuk membuat Pokja (satu kelompok kerja saja) di dalam Biro Komunikasi   untuk melaksanakan satu fungsi Crisis Communication Center , tanpa perlu menyebutnya crisis center. 

Pokja komunikasi itu melaksanakan issues management, yakni krisis di sektor pariwisata sebagai dampak dari wabah  covid 19. Pokja tersebut diharapkan mengeluarkan rilis (siaran pers) yang diproduksi sendiri sebagai informasi kepada media  untuk menjawab pertanyaan publik termasuk industri dari kebijakan pemerintah menyikapi situasi saat ini.

“Pandemi ini cepat atau lambat tentu akan berakhir. Maka tetaplah perlu membina dan menggalang pengertian bersama antara pemerintah, industri pariwisata dan masyarakat termasuk pers di dalamnya agar industri pariwisata yang 80% di dukung oleh UMKN tetap berupaya siap memajukan bisnis pariwisata segera setelah akar masalah terjadinya krisis nanti teratasi,“ ujar Arifin.

 

Cara Donda Hutagalung Bantu Tenaga Medis Garda Terdepan Covid-19  

this formate

Tenaga medis berpose mengenakan APD buatan perusahaan milik Donda Hutagalung. ( foto: dok. pribadi).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Produksi Alat Pelindung Diri ( APD) bagi para tenaga medis menjadi kebutuhan mendesak menghadapi lonjakan jumlah kasus penyebaran virus corona Covid-19. 

Indonesia diperkirakan akan mengalami kesulitan dalam menangani kasus virus yang terus bertambah. Hingga Sabtu (28/3), jumlah kasus positif corona sebanyak 1.155 orang, naik 109 orang dalam sehari dan yang meninggal menjadi 102 orang dari 87 dan hanya 46 orang dinyatakan sembuh.  

Jumlah kematian virus corona di Indonesia ini tertinggi di Asia Tenggara dengan fatality rate sebesar 8,8%. Padahal angka rata-ratanya secara global 3,4%, menurut hitungan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Proyeksi penyebaran corona akan memuncak di pekan kedua atau ketiga April 2020. Sementara, akhir penyebaran kasus diprediksi terjadi pada akhir Mei atau awal Juni 2020. 

Ditengah wabah yang telah menyebar di mana-mana dan kekurangan APD, sosok Donda Lucia Yuniar Hutagalung dari PT Anugraha Wening (Anweca) yang gerak cepat memproduksi kebutuhan menenangkan banyak pihak.

Rumah sakit, tenaga medis, para pejuang kesehatan dan relawan bisa memesan baju dan perlengkapan untuk melindungi diri dalam melayani pasien positif terinfeksi Covid-19 guna membantu NKRI mengatasi wabah virus yang mengglobal ini.

”  Saat ini saya hanya melayani kebutuhan pemesan dari para penyumbang untuk kebutuhan APD tenaga medis dan tidak dijual secara ritel. Saatnya membantu negara bukan mencari keuntungan sepihak di atas penderitaan orang lain,” tegas Donda melalui chat WA, hari ini.

 PT Anugraha Wening (Anweca) melalui anak usahanya PT Adita Dhanya Anindita (ADA) selama ini bisnis intinya adalah garmen, seragam dan pakaian pekerjaan berat (uniform and heavy duty working clothes), khususnya untuk perusahaan pertambangan.

Produksinya antara lain pakaian Mandatory Corporate Needs seperti safety vest, baju anti api, baju anti peluru, jas hujan, sepatu dan lain-lain. Itulah sebabnya sebagian besar konsumen Anweca adalah perusahaan pertambangan baik di dalam maupun di luar negri seperti Singapura, Malaysia, Brunei hingga Kanada.

Untuk produk rompi keamanan (Safety Vest), pelanggan utama Anweca adalah perusahaan tambang besar di wilayah Indonesia Timur yang mensyaratkan mutu standard internasional. Sementara konsumen utama produk baju anti api adalah perusahaan minyak terbesar di wilayah Indonesia Barat. Adapun pelanggan utama produk anti peluru datang dari POLRI.

Donda juga dikenal sebagai pengusaha yang peduli dan memilki Personal Social Responsibility ( PSR) maupun CSR yang tinggi karena mempekerjakan para penyandang disabilitas sebagai bagian di sektor produksi, menggandeng tunarungu yang sudah memiliki ketrampilan menjahit.

 

Begitu mengetahui negara dalam kondisi SOS menghadapi kelangkaan APD, Donda langsung membuat dua tipe ATD yang diberi nama Sandon, pelindung buatan Indonesia yang dibuat ramah lingkungan ( eco friendly) untuk mencegah kemungkinan terpapar virus Covid-19.

“Baju pelindung ini dibuat khusus untuk  tenaga kesehatan dan mereka yang membutuhkan perlindungan dari kemungkinan terpapar virus Covid-19. dibuat dua jenis yaitu Premium dan Medium,” kata Donda.

Ibu dua anak, yaitu Gabriella Adindadinanti dan Stephanie Aditawinanti ini menjelaskan bahwa untuk tipe Premium dibuat dari bahan kain poliester atau nilon, dilapisi dengan membran polietilen mikroporous sehingga tahan air, anti air, mudah bernapas, nyaman, ramah lingkungan dan dapat dicuci lebih dari 30 X

Sementara jenis Medium dari bahan kain poliester dilapisi dengan polyarethane yang membuat baju tahan air, anti air, mudah bernafas dan dapat dicuci lebih dari 20 X . Semua produk disertai dengan penutup wajah dari mika yang dapat menggantikan penggunaan kacamata dan masker.

” Jadi produk kami jauh lebih hemat dan ramah lingkungan karena bukan sekali pakai tapi bisa dicuci. Setelah 20 hingga 30 kali pemakaian sebagai alat pelindung diri ini bisa dibakar atau dikubur,” jelas Donda.

Dua pabrik garmennya di Jl H. Juhri No 71, Meruya Selatan, Jakarta maupun di Klaten Jawa Tengah masing-masing  bisa memproduksi rata-rata 500 potong APD lengkap dengan Mica Mask & Shoes Cover.

Tantangan yang dihadapinya saat ini selain berkejaran dengan waktu juga susahnya pasokan bahan baku karena tidak bisa pesan bahan secara instant dan harus cari yang ready stock. Sementara 300 karyawan yang ada terutama para tuna rungu selalu siap dan rajin produksi.

Donda mengatakan, tujuan utama perusahaan melibatkan para penyandang disabilitas semata untuk memberikan kesempatan bekerja dalam industri garmen. “Saya mau tunjukkan bahwa saudara-saudara yang difabel itu bisa mengerjakan produk-produk yang berstandard internasional.” ujarnya.

Dalam perekrutan Sumber Daya Manusia (SDM) dari kaum Disabilitas, perusahaan bekerjasama dengan sebuah Yayasan yang memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk kaum disabilitas tuli di beberapa kota di Indonesia.

Anweca tidak memberikan perlakuan khusus kepada para karyawan yang menyandang disabilitas. Para karyawan difabel yang baru mulai bekerja tidak diharuskan untuk memenuhi target produksi tertentu agar memberikan rasa nyaman terlebih dahulu sehingga selanjutnya dapat bekerja lebih produktif

Berawal dari sprei

Kegigihan Lucia Donda Yuniar Hutagalung sebagai pengusaha garmen berawal pada 1991. Saat itu gajinya di sebuah lembaga keuangan milik Bank Indonesia hanya cukup untuk 20 hari sementara dalam pendidikan kedua putrinya Donda punya prinsip harus mendapatkan yang terbaik.

“Anak-anak saya harus makan bergizi agar cerdas dan sehat, pendidikan di rumah dan di sekolah harus bagus. Anak-anak harus lebih baik dari orangtuanya di dalam segala hal. Saya berpikir keras bagaimanakah caranya mendapatkan uang tambahan agar tekad saya bisa tercapai yaitu dengan berbisnis,” urai lulusan LPK Tarakanita ini.

Bisnisnya juga gara-gara ada sales yang datang ke kantor menjajakan sprei dengan sistem cicilan. Setelah membeli satu dan melihat simpelnya membuat sprei plus bantalnya maka akhirnya dia memutuskan untuk memproduksi kain sprei dan menjualnya di lingkungan kantor sendiri maupun menjajakannya ke kantor-kantor terdekat saat jam makan siang.

Dagangannya laris manis karena harga dan kualitas bersaing dan perlahan tapi pasti, penghasilan Donda bisa menghidupinya sampai tanggal 35,  artinya, berkat bisnis sprei itu dia bisa menabung. Akhirnya dari perusahaan diseberang kantornya yaitu PT Freeport Indonesia dia dipercaya memasok kebutuhan ratusan sprei di tambang.

Kesibukan yang bertambah, anak yang sakit-sakitan dan kurang bisa bonding akhirnya membuat Donda harus meninggalkan pekerjaan kantorannya dan jadi pengusaha garmen. Wanita kelahiran Jakarta, 9 Juni 1965 ini kemudian fokus spesialis pada apparel perusahaan tambang dengan mutu dan standar internasional.

Semenjak itu, bisnis Donda semakin besar dan Pada 2007, dia termasuk salah satu dari 200 pengusaha yag diminta oleh pemerintah untuk memperbaiki rapor merah ekspor impor. Dia berhasil  memproduksi, dan memasarkan produk yang selama ini masih impor agar menjadi kandungan lokal.

Dirinya juga berhasil mendapatkan sertifikat internasional dari UK untuk kategori EN 471—safety vest pertama di Indonesia dan EN 533 untuk flame resistant protective clothing pertama di Indonesia.

Selain garmen, pada 2008, bisnis Donda berkembang dan mendirikan PT Deva Datta Dinda yang bergerak di bidang trading. Selain itu juga memasok safety awards (hadiah dari perusahaan untuk para karyawan atas keselamatan yang dijaga) seperti jam tangan, komputer, tas, produk elektronik serta memproduksi decomposable rainwear dan comfort safety shoes.

Pemenang penghargaan Ernst and Young Entrepreneurial Women 2011 ini mengaku semua yang telah dicapainya saat ini bukanlah cita-citanya karena dulu keinginannya sederhana saja menjadi sukarelawan pendidikan di pedalaman Papua, mengajari anak membaca, menulis dan pendidikan non formal untuk memperkaya batin. 

Niat baik membuat Donda kini menikmati jalan tuhan untuk membantu negara. Di samping Donda tidak ingin para pengguna memakai bahan sembarangan karena akan merugikan diri sendiri, membantu para tenaga medis yang menjadi garda terdepan memerangi Covid-19 membuatnya mendapatkan kepuasan batin dan kebahagian.

 

     

 

Merespons Social Distancing, Instagram Akan Tambah Layanan Baru

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization menetapkan virus corona sebagai darurat kesehatan global pada bulan Januari lalu, Instagram terus membantu pengguna mengakses informasi akurat dan memastikan pengguna tetap aman dan dapat saling terhubung satu sama lain. 

Siaran pers aplikasi berbagi foto dan video yang banyak digunakan oleh para traveler ini meluncurkan  stiker “Di Rumah Aja” guna membantu pengguna untuk saling terhubung dan berbagi inspirasi kegiatan #dirumahaja selama melakukan praktik social distancing ( jaga jarak fisik) saat ini.    

Banyak juga memberikan tambahan layanannya seperti akun-akun sumber edukasi di kolom pencarian serta menambahkan rangkaian stiker untuk membagikan informasi akurat tentang kiat pencegahan penyebaran COVID-19. 

Layanan baru lainnya menghapus konten dan akun tidak terpercaya yang memposting konten terkait    COVID-19 dari laman rekomendasi, kecuali konten tersebut diposting oleh organisasi kesehatan yang terpercaya. 

Ada juga cara baru untuk menjelajahi Instagram bersama teman melalui video chat.  Mengakses Informasi akurat para pengguna yang mencari informasi terkait COVID-19 akan mulai melihat sebuah pesan edukasi yang akan mengarahkan mereka mengakses akun  Organisasi Kesehatan Dunia dan otoritas kesehatan setempat. 

Instagram tengah berupaya secepat mungkin untuk menyediakan layanan ini bagi para pengguna di seluruh dunia dalam beberapa minggu ke depan, disamping meluncurkan rangkaian stiker terbaru untuk membantu pengguna  membagikan informasi akurat seputar COVID-19 di Stories mereka. 

Stiker-stiker ini berisi himbauan bagi pengguna untuk mencuci tangan, menjaga jarak fisik dengan orang lain, serta beberapa tips lainnya untuk mencegah penyebaran virus. Rangkaian stiker ini akan tersedia di galeri stiker Stories pengguna dalam beberapa hari ke depan.

Selama beberapa minggu terakhir, Instagram secara bertahap mulai meluncurkan fitur notifikasi di bagian atas Feed Instagram pengguna yang berdomisili di negara-negara yang terdampak COVID-19. 

Notifikasi tersebut berisi arahan bagi pengguna untuk mencari informasi terkini yang akurat dari organisasi kesehatan yang terpercaya dan mengurangi penyebaran misinformasi dengan menghapus akun-akun dan konten terkait COVID-19.

Konten yang ditandai sebagai misinformasi oleh mitra pengecek fakta pihak ketiga dari Feed dan Stories akan langsung dihapus dari laman Explore dan hashtag. Begitu pula klaim palsu maupun teori konspirasi yang memiliki potensi membahayakan para pengguna.

 

 

Per 1 April, Pembatasan Terminal 1 & T 2, AirAsia Indonesia Hentikan Layanan

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id; RABU, 1 April  s.d 29 Mei 2020 dilakukan pembatasan operasi Terminal 1 dan Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Pembatasan operasional Terminal 1 dan Terminal 2 ini mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik lndonesia Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 jo SE Dirjen Perhubungan Udara No.6 Tahun 2020 terkait dengan meluasnya penyebaran wabah Coronavirus Disease (COVID-19) di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi menjelaskan bahwa pembatasan pengoperasian Terminal 1 dan Terminal 2 dilakukan dalam rangka optimalisasi pengendalian alur penumpang baik domestik mau pun internasional. Mendukung upaya  pencegahan penyebaran COVID-19 melalui pergerakan penumpang, pengunjung dan pekerja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pelayanan penumpang di Terminal 1 hanya dilakukan di Sub Terminal 1A, Sub Terminal 1B tidak dioperasikan atau ditutup sementara, jelas Agus Haryadi.

Artinya, pelayanan penumpang di Terminal 1 hanya dilakukan di Sub Terminal 1A untuk seluruh rute domestik dengan maskapai Lion Air (all destination domestic) Trigana (Pangkalanbun) dan Airfast Indonesia.

“Sementara, untuk Terminal 2 hanya mengoperasikan Sub Terminal 2D dan 2E. Sedangkan Low-cost carrier Terminal (LCCT) atau Terminal 2F tidak dioperasikan dan penerbangan rute Internasional dialihkan ke Terminal 3,” kata Agus Haryadi.

Di Terminal 3, penerbangan LCC yang dialihkan dari Terminal 2F (LCCT) dilayani di Check-In konter Island E.  Meski pun dialihkan ke Terminal 3, Passenger Service Charge (PSC) tidak mengalami perubahan atau tetap berlaku menggunakan PSC Terminal 2F.

“Untuk mengantisipasi adanya penumpang yang masih ke Terminal 2F, kami menyediakan shuttle bus dan petugas helpdesk di Terminal 2F,” jelas Agus Haryadi.

Ada pun maskapai LCC yang dialihkan operasionalnya dari Terminal 2F ke Terminal 3 antara lain, Air Asia Bhd, Indonesia Air Asia, Jet Star Asia, Cebu Pacific, Fly Scoot, Lion Air, Batik Air, Malindo, Thai Lion, Citilink.

Pembatasan pengoperasian Terminal 1 dan Terminal 2 bersifat sementara selama masa Darurat Bencana Wabah COVID-19 di Indonesia. Sebagaimana dituangkan pada Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.ATahun 2020.

Hentikan Seluruh Penerbangan 

Sementara manajemen AirAsia Indonesia, juga menetapkan per 1 April menghentikan sementara seluruh layanan angkutan udara rute domestik sampai dengan 21 April dan rute internasional sampai dengan 17 Mei 2020. Keputusan menghentikan layanan antara lain mempertimbangkan situasi risiko wabah COVID-19 di tanah air dan untuk mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia dalam mengatasi penyebarannya.

AirAsia Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan langkah antisipasi yang diperlukan untuk memulai kembali layanan penerbangan saat situasi mulai membaik. Penumpang yang terdampak akan menerima pemberitahuan melalui email dan SMS yang terdaftar saat pembelian tiket.

AirAsia menawarkan fleksibilitas pilihan termasuk kesempatan  untuk ubah jadwal tanpa batas dan tanpa biaya tambahan, atau  akun kredit berupa saldo  senilai pembelian yang dapat digunakan untuk pembelian tiket berikutnya selama 365 hari.

Bagi calon penumpang yang mempunyai kebutuhan mendesak untuk melakukan perjalanan dalam waktu dekat, AirAsia Indonesia menyarankan untuk mengubah jadwal keberangkatannya  menjadi sebelum tanggal 1 April 2020. AirAsia Indonesia tetap ​berkomitmen menawarkan layanan penerbangan khusus dalam upaya repatriasi warga negara Indonesia dan warga negara asing, mau pun pengiriman barang bantuan ke lokasi-lokasi yang terdampak oleh situasi pembatasan perjalanan.

Tetap Happy di Rumah Meski Tidak Bisa Traveling

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Radio Republik Indonesia ( RRI) Program Pro I di kanal 91,2 FM membahas tema Tetap Happy di Rumah Meski Tidak Bisa Traveling dengan nara sumber Hilda Ansariah Sabri, Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Pusat dipandu penyiar RRI, Riska, hari ini.

“Meski harus bekerja di rumah ( Work From Home) akibat wabah Covid-19, bukan berarti harus kehilangan kebahagian karena tidak bisa keluar dari rumah. Banyak sisi positifnya dengan mematuhi anjuran social distancing dan mengikuti prosedur menghindari wabah virus yang mendunia,” ungkap Hilda.

Bagi para pekerja kantoran dan kalangan profesional berstatus single justru memiliki waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas kantor dari rumah dengan waktu yang fleksibel karena bisa hemat waktu, biaya transportasi, biaya makan dan lebih hemat energi sehingga sisa waktu bisa untuk melakukan hobi yang bisa dilakukan di rumah.

Memang mereka yang biasa jadi orang kantoran kerap wisata kuliner di jam makan siang bersama rekan kerja. Saat harus berada di rumah juga bisa untuk berekspresi dengan membuat masakan sendiri maupun kue dengan panduan di YouTube dan media sosial lainnya.

” Semua panduan secara digital tersedia dan mudah sekali karena buat kue juga dijamin anti gagal. Intinya kreatif dan lakukan perencanaan yang baik. Buat orangtua yang tidak biasa membimbing pelajaran ada aplikasi gratis Ruangguru, yang tidak ada panduan kegiatan bersama anak di rumah ada Klub Oase, inspirasi kegiatan belajar di rumah dengan anak-anak,” jelasnya.

Jadi bagi mereka yang sudah berumahtangga dan memiliki tanggungjawab anak, istri dan anggota keluarga besar lainnya saatnya bonding menghabiskan waktu dengan keluarga dengan membuat aktivitas bersama,” kata Hilda yang juga Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi www.bisniswisata.co.id.

Dia menilai orangtua harus memahami dulu bagaimana penularan virus Covid-19 yang tak lazim dan menjelaskan pada anak-anak secara sederhana sehingga seisi rumah timbul kesadaran dari dalam diri untuk mendukung pemerintah.

Untuk bonding dan menciptakan rumah serasa traveling, orangtua harus terlibat langsung melatih kebiasaan di rumah dengan suasana yang riang seperti membereskan kamar, membuat sarapan dan mencuci mobil bersama.

Membereskan kamar atau membersihkan mobil bisa pendekatannya dengan perang bantal di tempat tidur atau main perang-perangan siram-siraman air di garasi. Tapi kemudian anak diajarkan membereskan kamar dan cara pasang seprei. Di Garasi, mobil mengkilat karena ada keterlibatan anak ikut membersihkan.

Menanggapi pertanyaan para pendengar radio mengenai tur virtual mengatasi rasa bosan bagi penggemar traveling. Hilda menganjurkan untuk mencoba aplikasi Street View di Google, melihat channel TV tentang traveling, kuliner dan vlog-vlog perjalanan di YouTube dan media lainnya. 

“Portal berita wisata ini juga memiliki program Explore yang sudah di edisi ke 11 mengajak jalan-jalan. Jadi semuanya harus balance buka medsos jangan untuk browsing soal wabah Covid 19 melulu karena sekarang sudah banyak yang ‘merasa” terpapar penyakit itu padahal sehat walafiat cuma terserang ketakutan atau psikomatik,”

Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik. ” Insya Allah untuk umat beragama terutama Islam, berwudhu lima kali sehari dan kerap cuci tangan pakai sabun sudah cukup,” kata Hilda.

Menurut dia, keinginan untuk keluar rumah apalagi tetap traveling di saat ini sama saja menjerumuskan diri sebagai pembawa ( carrier) virus. Apalagi Indonesia hari ini yang sudah positif Corona 1046 orang, 87 orang wafat dengan tingkat kematian 8,3 % padahal di dunia dibawah 3%.

Organisasi Badan Pariwisata Dunia dan Asosiasi Perusahaan Travel dan Tourism seperti WTTC, PATA sudah mengkampanyekan tagar #Stay at home. #Traveling Tomorrow. Industri pariwisata di seluruh dunia sangat terpukul dengan kerugian setara Rp 106,5 triliun dan ancaman 50 juta orang kehilangan pekerjaan.

“Patuhilah anjuran social distancing karena ancaman kehilangan pekerjaan di industri wisata sebanyak 30 juta orang diantaranya adalah di Asia termasuk Indonesia. Sulit menerapkan karena kita banyak yang pekerja harian, penghasilan hari ini untuk makan hari ini. Sekarang di Jakarta dan kota-kota lainnya banyak yang sudah tidak bisa makan 3 x sehari,” kata Hilda.

Generasi Milenial ( Gen Y) dan Gen Z yang suka traveling bisa menyusun rencana perjalanan berikutnya dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT agar wabah ini cepat berlalu. Bali, Banyuwangi, Malang, Jogjakarta yang banyak memiliki obyek wisata baru patut dijadwalkan untuk dikunjungi setelah wabah hilang.

Pihaknya berharap parenting di saat di rumah agar membangun kebiasaan berinisiatif dan mewujudkan ide-ide yang menarik. Hal ini bisa diterapkan mulai dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa karena disinilah kelemahan pendidikan di Indonesia, tidak berani wujudkan ide.

 ” Latih otak kanan juga dong dengan menulis, membuat puisi, buat Folksong di dalam rumah atau Tiktok di jaman digital ini. Bisa buat kerajinan tangan, latihan line dance dan olahraga di halaman bersama. Semuanya ada tutorialnya di internet,” kata Hilda.

Dia berterima kasih Programa Satu Radio Republik Indonesia (Pro 1 RRI) konsisten dengan menyajikan Informasi mengenai pariwisata, budaya, hiburan dan religi yang dipancarkan melalui 84 stasiun Programa 1 RRI di seluruh Indonesia dan menyajikan lagu hiburan bergenre pop, klasik, country, dan nostalgia.

Ratih sebagai pengelola menjelaskan Programa 1 adalah salah satu dari 4 kanal utama Radio Republik Indonesia. Kanal ini merupakan pusat pemberdayaan masyarakat Indonesia dan kanal inspirasi yang tersebar di seluruh jaringan RRI.

 

Hadapi COVID-19, Kesiapsiagaan Tenaga Medis dan Tenaga Pengaman

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id;  MENGHADAPI  wabah COVID-19 yang terjadi di dunia termasuk di Indonesia, diperlukan sebuah upaya serius untuk menyiapkan tata kerja kesiapan tim medis dan tim pengamanan sipil. Mereka juga perlu dibekali prosedur penanganan karyawan yang terserang COVID-19 yang umumnya tiba-tiba kolaps dan tak sadarkan diri. Mengingat Jabodetabek adalah daerah dengan zona merah wabah COVId-19, dan sebaran tempat tinggal karyawan KLHK yang ada di Gedung Manggala Wanabakti ada di Jabodetabek, maka sangat perlu dilakukan edukasi bagaimana menghadapi kondisi darurat wabah COVID-19 ini. 

Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Bambang Hendroyono mengatakan, kesiapan SDM Tim Medis dan Tim Satuan Pengamanan KLHK diperlukan, mengingat tempat kerja lebih kurang 2.500 karyawan di gedung KLHK yang tersebar di 3 blok besar yaitu Blok 1, Blok 4 dan Blok 7. 

“Idealnya, pada tiap Blok Gedung minimal masing-masing ada satu tim yang siap menangani masa darurat ini,” ujar Bambang saat membuka Diklat Kesiapsiagaan Paramedis dan Tenaga Pengaman KLHK dalam Menghadapi Situasi Darurat COVID-19, di Jakarta (27/3).

Peserta diklat terdiri dari tenaga medis di lingkungan gedung Manggala Wanabakti, diantaranya dokter umum, bidan, praktisi laboratorium, supir ambulance, dan tenaga satuan pengamanan di sejumlah akses masuk gedung.

Beberapa materi yang disampaikan diantaranya prosedur situasi darurat, tanda-tanda orang yang mengalami COVID-19, dan standar peralatan yang digunakan.

Terkait pelayanan publik, Bambang menyampaikan layanan administrasi, penerimaan surat masuk dan pengiriman surat keluar serta layanan administrasi lainnya, tetap dilayani petugas piket harian sesuai jam kerja baik secara manual mau pun online. Pelayanan perizinan berusaha terintegrasi juga tetap berjalan sesuai ketentuan, sehingga pelayanan publik tidak terganggu.

Kementerian LHK juga menerapkan pengaturan pegawai untuk bekerja dari rumah (work from home) mulai tanggal 17 Maret sampai dengan 31 Maret 2020, dengan mekanisme dan target kerja harian yang ditetapkan. Di tengah pandemi virus Corona, jajaran Kementerian LHK juga tetap berkoordinasi melalui video teleconference dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

“Semua pegawai tetap bekerja, baik di rumah mau pun di kantor, dengan tetap menjaga kesehatan, dan mengikuti setiap arahan pemerintah,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, melalui Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tertanggal 15 Maret 2020 tentang Pencegahan Penyebaran COVID-19 di KLHK, adanya penundaan beberapa kegiatan yang berpotensi dalam penyebaran virus corona. Misalnya kegiatan kediklatan dalam bentuk tatap muka ditunda pelaksanaannya dan selanjutnya dilakukan secara online dengan metode e-learning. Selain itu, pertemuan/acara yang memobilisasi/mengumpulkan pegawai dan/atau anggota masyarakat dalam jumlah besar juga ditunda sampai dengan batas waktu yang ditentukan kemudian. 

Dalam surat edaran tersebut juga diatur pemberlakuan pemeriksaan suhu badan di pintu masuk bagi seluruh pegawai dan tamu/pengunjung. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sesuai protokol COVID 19. Klinik KLHK juga dioptimalkan fungsinya guna mendukung langkah-langkah strategis yang sedang dijalankan. Dalam hal terindikasi gejala COVID-19, mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. 

Kebersihan dan kesehatan gedung dan lingkungan juga menjadi perhatian. KLHK secara intensif melakukan kebersihan tempat dan lingkungan kerja, dan penyemprotan desinfektan pada sarana prasarana gedung, dan menyediakan sarana cuci tangan berupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di tempat-tempat umum. “Untuk yang bekerja di kantor juga ada protapnya. Kami lakukan penyemprotan desinfektan sesuai protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak satu sama lain, memakai masker, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer. Intinya berbagai langkah antisipasi telah kami lakukan di gedung KLHK,” pungkas Bambang.

Menelusuri Jalur Sutra 3

this formate

William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian ke tiga.

“Bukhara sumber pengetahuan. Oh, Bukhara pemilik pengetahuan.”

Demikian Rumi dalam syairnya mengagumi Bukhara. Bukhar berarti lautan ilmu. Bukhara adalah kota tua (2500 thn) kedua yang kami kunjungi setelah Samarkand yang berusia 2750 tahun.

Sebelum Islam masuk penduduk disini penganut agama zoroaster (penyembah api). Tentara Islam memasuki Bukhara tahun 675 M dibawah pimpinan Ubaidillah bin Ziyad. Pada tahun 850 Bukhara menjadi ibu kota Dinasti Samanid.  Selama 150 tahun Dinasti Samanid berkuasa menjadikan Bukhara maju pesat sebagai pusat perdagangan dan ilmu pengetahuan. 

Setelah itu berbagai dinasti menguasai Bukhara hingga Jengis Khan dengan tentara Mongol menaklukkan Bukhara dan meluluh lantaka nya hingga seolah-olah tidak ada apa apa sebelumnya (Ibnu Asir). Di kota Bukhara inilah lahir tokoh tokoh besar yang berkontribusi besar seperti Imam Bukhori, Ibnu Sina, Ahmad Al-Karamani, Al- Khajandi dan banyak lagi.

Untuk ke Bukhara dari Samarkand kami menggunakan bullet train atau high speed train Afrosiyab. Dalam waktu 1.5 jam, alhamdulillah kami sudah tiba di Bukhara dan langsung melakukan city tour di kota tua yang seluruhnya menjadi world herritage.

Ada puluhan bangunan megah peninggalan masa lalu yang dapat kita lihat di Bukhara. Salah satunya adalah istana Emir atau disebut Ark Citadel. Ini adalah salah satu struktur arsitektur kuno. Bangunan raksasa dan terlihat tangguh dengan temboknya yang tinggi menjulang. menunjukkan akan sangat sulit ditembus pada zamannya.

Setelah masuk melalui gerbang utama kastil, terlihat jeruji besi tempat tinggal narapidana ditahan pada sisi kanan dan kiri. Seperti forbidden city di Peking, kota dalam kota, demikian juga dengan istana Emir ini. Disamping Emir, disana tinggal para pejabat negara, pasukan pengawal dan pelayan sebanyak 3.000 orang.

Dalam kastil benteng ini ada ruang emir, masjid, kamar perbendaharaan negara, harem, dan penjara bawah tanah. Keindahan desainnya terlihat pada pintu kayu di dalam kastil benteng yang dibangun dan di tempati sekitar abad ke-5 Masehi sebagai garnisun pasukan kerajaan disini yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban kota. 

Kastil benteng ini jatuh ketangan Rusia pada tahun 1920 dan emir terakhir mengungsi ke Dushanbe ibu kota Tajikistan sampai meninggal disana.

Setelah pertempuran pada tahun itu yang dimenangkan oleh tentara merah Soviet, Emir Bukhara mengasingkan diri ke Dushanbe ibu kota Tajikistan.

Sebelumnya Emir Mir Sayid Muhammad Alim Khan memprakarsai pembangunan sebuah istana baru yang dipersembahkan kepada sang istri Sitora. Pembangunan berlangsung beberapa tahun dan melibatkan arsitek Soviet yang menghasilkan istana baru dan keindahannya belum pernah terjadi sebelumnya karena merupakan gabungan gaya Oriental dan Barat.

Setelah istri Emir meninggal namanya diabadikan sebagai nama istana, Sitora Mokhi-Khosa (bahasa Tajik). Istana sempat mengalami kehancuran dan dibangun kembali oleh Emir Mir Sayid Muhammad.

Sekarang istana tersebut menjadi musium seni dan kerajinan. Berbagai benda seni dan barang antik dari masa lalu berada disini. Inilah sisa-sisa ke emiran Bukhara terakhir.

Masjid-Masjid yang indah

Di Bukhara terdapat kompleks Masjid Po-I Kalyan dengan dua bangunan bersejarah Menara Kalyan yang dibangun tahun 1127 pada masa pemerintahan Mohammad Arslan Khan. Disamping itu juga ada Madrasah Mir-i Arab yang dibangun tahun 1536 dengan penggagasnya Syekh Abdullah Yamani yang menjadi gurunya Ubaydullah Khan emir Bukhara saat itu.

Tinggi menara horor Kalyan ini 48 m dan digunakan sebagai tempat eksekusi para penjahat dengan cara melemparkannya kebawah. Menara Kalyan berbentuk silindris dengan diameter 6 m sampai 9 m. Menara ini masih berfungsi sebagai tempat eksekusi hingga tahun 1920. 

Lingkungan mesjid, Kasti Benteng dan menara pembantaian

Seratus tahun setelah menara ini didirikan,  Jengis Khan meluluh lantakan Bukhara dan dilapangan dekat menara Kalyan menjadi saksi puluhan ribu mayat disusun seperti piramid. 

Konon menara ini dibiarkan utuh karena Jengis Khan mengagumi keindahannya.Baru pada abad ke 16 Kompleks Masjid dan madrasah dibangun di sekitar menara.

Dari banyak jenis masjid di Bukhara terdapat satu masjid yang tidak memiliki ciri khas seperti masjid lainnya di Asia Tengah yaitu Masjid Bolo Hauz. Mesjid ini merupakan salah satu masjid yang memiliki keunikan karena memiliki pilar atau tiang-tiang kayu tinggi.

Penggunaan pilar-pilar inilah yang juga dikenal dengan nama masjid empat puluh pilar. Sedangkan nama Masjid Bolo Hauz itu artinya masjid berkolam.

Masjid ini memiliki kolam berbentuk oktagonal atau bersegi delapan, yang terletak pada halaman depan masjid. Bolo Hauz dibangun pada 1712 oleh Abu’l Fayud Khan (1711-1747), yang diperuntukkan bagi Bibi Khanum, ibu dari Dinasti Astarkhanid.

Dinasti ini merupakan bagian dari Khanate Bukhara yang menguasai Transoxiana dan Khurasan antara 1599 dan 1753. Masjid ini awalnya didirikan sebagai bagian dari masjid di lingkungan kerajaan yang berada di kawasan alun-alun Bukhara.

Masjid Bolo Hauz satu-satunya situs sejarah yang telah dirawat cukup baik di lingkungan ini. Kawasan alun-alun Registan Bukhara, layaknya alun-alun Registan di kota Samarkand.

Di alun-alun Registan Samarkand terkenal dengan pusat situs sejarah Islam penting, seperti madrasah Ulugh Beg era Timurid (abad ke 14-15) hingga makam para penguasa Dinasti Shaybanid (abad ke 16).

Sedangkan di lingkungan Registan Bukhara, Masjid Bolo Hauz merupakan bagian penting dari situs bersejarah Islam di kota ini hingga abad ke-19. Di kawasan masjid ini dikelilingi oleh dua masjid lain, dan di sekitarnya terdapat tempat tinggal para komandan tentara kerajaan.

Di lingkungan ini juga terdapat gudang senjata, tempat pembuatan senjata dan Khanqah atau dikenal dengan tempat berkumpulnya para sufi. Dalam perkembangannya beberapa ikon bagian masjid ini telah ditambahkan oleh penguasa setelah era Dinasti Astarkhanid. 

Di antaranya penambahan dekorasi fasad/eksterior pada bagian timur masjid oleh penguasa Dinasti Manghit terakhir Sayyid Alim Khan pada tahun 1914.

Pada tahun 1917, seorang seniman terkenal Shirin Muradov menambahkan dengan membangun sebuah menara kecil di halaman depan, terpisah dari bangunan masjid.

Bagian eksterior bangunan di balkon koridor tingkat dua pun ditambahkan pada awal abad ke 19. Dengan penyempurnaan tersebut, kini Masjid Bolo Hauz dikenal menjadi sebuah karya seni dekoratif nasional Uzbek.

Masjid ini terdiri dari sebuah teras yang menghadap ke timur, di ruang utama masjid terdapat ceruk seperempat kubah di setiap sudut atas ruang shalat. Sebuah ceruk setengah kubah di bagian depan menghadap kiblat, serta sebuah mihrab.

Jendela dengan ceruk bertingkat juga terdapat di bagian halaman depan sebagai ruang masuknya cahaya ke ruang utama masjid. Motif-motif geometris dan stalaktit atau sarang lebah menjadi dekorasi dari pintu masuk dan langit-langit masjid ini. Inilah sisa-sisa ke emiran Bukhara terakhir. ( bersambung).

EXPLORE! eps.11: Menikmati Keistimewaan Kota Yogyakarta (Part 2)

this formate

EXPLORE! by bisniswisata.co.id
eps. 11: Menikmati Keistimewaan Kota Yogyakarta (Part 2)

Sembari menghabiskan waktu liburan tahun baru, saya kembali melancong ke tempat kelahiran dari Ayah saya, Kota Yogyakarta. Selain memiliki kenangan tersendiri bagi saya, kota ini seakan selalu memanggil saya untuk kembali menikmati keistimewaan Kota Yogyakarta.

Kali ini, saya diajak oleh sanak saudara di Yogyakarta untuk mengawali perjalanan dengan mengunjungi Puncak Sosok. Sebuah obyek wisata yang bisa dibilang terletak tak jauh dari tempat keluarga kami tinggal. Obyek wisata yang mendapatkan review sangat baik dari pengguna Google ini menawarkan pemandangan Kabupaten Bantul yang dikelilingi bukit-bukit hijau dan langit senja nan indah.

baca juga : https://bisniswisata.co.id/explore-eps-5-menikmati-keistimewaan-kota-yogyakarta-part-1/

Selain itu, para pengunjung juga dapat ber-piknik dan menikmati jajanan yang dijual disekitaran area dengan harga yang sangat ramah di kantong. Dalam beberapa hari tertentu, pengunjung yang beruntung bahkan dapat menikmati ‘Live Music’ dari para seniman lokal Yogyakarta.

Keesokan harinya, saya kembali diajak oleh sanak saudara saya untuk berkunjung ke Tebing Breksi, sebuah area bekas penambangan kapur di Desa Sambirejo, Sleman, Yogyakarta yang disulap menjadi obyek wisata kekinian dengan berbagai macam ukiran-ukiran raksasa yang sangat ciamik untuk dijadikan spot-spot foto.

Dengan dibuatnya tempat wisata di daerah ini, para pelancong yang mendapatkan pilihan baru untuk berwisata di Kota Yogyakarta. Selain itu, penduduk sekitar juga mendapatkan banyak keuntungan. Dikutip dari tempo.co, pada awalnya tercatat sekitar 5.000 warga Desa Sambirejo bekerja sebagai petani. Namun setelah tempat ini dibuka pada tahun 2016, mayoritas warga mendapatkan mata pencarian yang lebih variatif.

Sepulang dari Tebing Breksi, saya dihubungi oleh Kiniko Benardo, Ferio Tersinida, Natascha Sabrie dan Rizqi Lee untuk berkunjung ke Hutan Pinus Pengger pada keesokan harinya. Obyek wisata yang satu ini bisa dibilang sudah eksis sejak lama. namun semenjak makin banyaknya anak-anak muda yang mencari spot-spot foto ‘Instagrammable’, para pengelola hutan-hutan pinus di wilayah ini mulai memperbaharui spot-spot di area hutan masing-masing dan berhasil menarik kaum milenial untuk berkunjung kesana.

beberapa foto penulis di Hutan Pinus Pengger, Yogyakarta.

Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp 2.500, kami dapat menikmati suasana sejuk asri dan alami disertai dengan harum aroma getah pinus seperti layaknya hutan pinus yang tumbuh di dataran tinggi,. Di area hutan, pengunjung bisa berkeliling dengan berjalan kaki melalui jalan-jalan setapak yang dibangun melalui rindangnya pohon pinus.

Bagaikan ciri khas hampir semua obyek wisata di Kota Yogyakarta, Hutan Pinus Pengger juga menawarkan pemandangan alam yang bisa dinikmati dari tepi bukit. Pada malam hari, para pengunjung juga dapat menikmati kesejukan malam ditemani lampu remang-remang yang sangat menenangkan.

Sebagai penutup, saya dan beberapa teman berkunjung ke Tugu Yogyakarta untuk merayakan malam pergantian tahun bersama ribuan pengunjung lainnya sambil menyaksikan parade kembang api yang menghiasi indahnya langit Yogyakarta.