Hotel Bintang 4 Jadi Rumah Sementara Tenaga Medis.  

this formate

Gubernur Anies Bawesdan mengecek kesiapan restoran hotel Grand Cempaka untuk para medis beristirahat. ( foto: instagram Anies Bawesdan)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan hotel dengan kapasitas 700 kamar untuk menampung tenaga medis yang menangani pasien virus corona atau Covid-19. Mulai kemarin Hotel Grand Cempaka di kawasan Cempaka Putih telah diisi 400 orang tenaga medis.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Bawesdan mengatakan sebagian besar tenaga medis memilih untuk tidak pulang ke rumah lantaran takut menularkan virus kepada keluarganya. Oleh karena itu pihaknya menggunakan Hotel Grand Cempaka dan tiga hotel lainnya milik Pemprov DKI Jakarta  untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi seluruh tenaga medis dari 24 rumah sakit yang menangani pasien corona.

“Mulai hari ini kami menyiapkan fasilitas tempat tinggal kepada tenaga medis, bagi dokter dan perawat sehingga mereka bisa istirahat dengan tenang, nyaman dan semua kebutuhannya dipenuhi, tidak harus jauh-jauh pulang ke rumah,” kata Anies saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3).

Penyebaran virus corona terus meluas bukan hanya masyarakat tetapi juga para dokter dan tenaga medis lainnya. Berdasarkan catatan Anies, hingga kini terdapat total 50 orang terdiri dari dokter dan perawat yang terinfeksi Covid-19 di ibu kota. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan data pada 20 Maret 2020. 

Oleh karena itu, pemerintah DKI Jakarra gerak cepat dan memberikan dukungan penuh bagi seluruh tenaga medis. Selain tempat tinggal sementara, dukungan diberikan dengan menyiapkan alat pelindung diri dengan jumlah dan kualitas yang memadai serta memprioritaskan tenaga medis untuk mendapatkan rapid test.

Menurutnya, saat ini peran dan tanggung jawab tenaga medis begitu besar untuk menanggulangi pandemi virus corona ( Covid-19). Oleh karena itu, untuk mengurangi beban para petugas medis, Anies menegaskan agar masyarakat membatasi interaksi.

Perang melawan pandemi ini akan berlangsung lama. Maka itu, diperlukan kerja sama baik itu dari pemerintah, lembaga-lembaga swasta dan masyarakat untuk mengurangi risiko penularan.

“Ini berlangsung bukan sehari dua hari atau seminggu dua minggu. Mungkin waktunya panjang, karena itu kami berharap langkah yang kami lakukan membutuhkan keterlibatan semua pihak,” kata Anies

Fasilitas Hotel 

Sebanyak 220 kamar dengan 414 tempat tidur disediakan di Hotel Grand Cempaka. Novita Dewi, Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) mengatakan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat  hingga saat ini baru dua RSUD yang mengirimkan tenaga medisnya untuk tinggal di hotel yang disediakan oleh Pemerintah itu, yaitu RSUD Pasar Minggu dan RSUD Tarakan.

Dia mengatakan seluruh karyawan Hotel Grand Cempaka dites laboratorium. Ini untuk memastikan siapa pun yang berada di dalam hotel negatif korona. Pengecekan ketat juga dilakukan di pintu masuk dan keluar hotel. 

Pemprov DKI, kata dia, telah menyediakan dua bilik disinfeksi masing-masing untuk tenaga medis dan untuk umum.Kemudian di kamar setiap hari begitu mereka check out untuk berangkat ke rumah sakit, kamar dibersihkan dan disemprot disinfektan.

Gubernur Anies Bawesdan mengecek kenyamanan kamar hotel Grand Cempaka untuk para medis beristirahat. ( foto: instagram Anies Bawesdan)

Hotel yang berada di Jalan Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini telah ditempati sebanyak 400 tenaga medis yang menangani pasien virus corona di RSUD Tarakan, dan RSUD Pasar Minggu, mulai kemarin.

Lokasinya cukup  strategis misalnya depan hotel dekat dengan halte busway yang memiliki jaringan bus ke penjuru kota. Jaraknya hanya 1 kilometer dari Rumah Sakit Islam Jakarta, kurang dari 2 kilometer dari pusat perbelanjaan  ITC Cempaka mas, sekitar 2,6 Km ke Wisma Atlit yang menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 serta dekat dengan Stasiun Pasar Senen.

Ada 6 tipe kamar di hotel ini yaitu Grand Deluxe Room, Superior Room dan Deluxe Twin Room, Deluxe King Room, Junior Suite serta  Standard Family Room. Fasilitas kamar ini untuk memenuhi semua kebutuhan para tamu. 

Kamar didesain dengan ruang yang luas dan dilengkapi dengan kamar mandi pribadi lengkap dengan shower, bathtub air hangat dan dingin, serta pengering rambut. Kamar dilengkapi dengan telepon dengan akses jaringan nasional dan internasional, TV satelit, surat kabar harian, dan akses internet tanpa kabel (wireless). Selain itu, sebuah minibar, satu set setrika, dan AC juga disediakan di semua kamar.

Sebagai hotel bisnis, Grand Cempaka yang banyak dimanfaatkan berbagai instansi pemerintah dan swasta untuk menyelenggarakan kegiatan MICE ini jadi hunian yang nyaman kepada para tamunya baik para pebisnis atau para pelancong. 

Hotel menyediakan fasilitas kepada para tamu seperti lobi, fasilitas pertemuan (meeting room), ballroom dengan kapasitas 1200 orang, serta restoran, lounge dan bar. Ada akses internet tanpa kabel (wireless), ruang Fitness, kolam renang out door, sauna dan juga tersedia pelayanan spa, laundry (keduanya dikenakan biaya).

Hotel BUMD milik Jaktour Group atau PT. Jakarta Tourisindo, salah satu Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta, yang pengelolaannya berada di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta. Di kelola sejak 1996, hotel  ini tarifnya juga terjangkau antara Rp 400.000 hingga Harga Rp 690 ribu per malam.

Selain Hotel Grand Cempaka Business, ada sebanyak 6 hotel lainnya yang berada di bawah naungan Jaktour, yakni Grand Cempaka Resort Bogor, D’Arcici Alhijra, D’Arcici Plumpang, D’Arcici Sunter, C’One Pulomas, dan C’One Cempaka Putih.

Novita Dewi mengatakan tenaga medis yang menginap, beristirahat, dan makan disediakan cuma-cuma oleh hotel ini. Sebelumnya tenaga medis mesti memenuhi persyaratan yaitu mendapatkan surat pengantar dari rumah sakit dan kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Pihaknya  sebagai penyedia jasa dan layanan bagi para tenaga medis tersebut berkomitmen memberikan layanan bagi para garda terdepan itu sesuai dengan arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Begitu pula untuk makan sistemnya ‘free flow’, baik pagi, siang, malam termasuk snack dan kopi. 

“Hotel-hotel lainnya milik Pemprov sedang dipersiapkan pula untuk rumah sementara bagi para tenaga medis garda terfepan wabah virus Covid-19 karena di DKI ada  tenaga medis dari 24 rumah sakit  yang akan ditampung sementara ” kata Novita Dewi.

 

Qatar Bantu Penumpang Yang Terhambat Pulang ke Negaranya  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id :  Qatar Airways melakukan sejumlah upaya untuk tetap beroperasi dalam melayani penumpang yang hendak kembali ke negara asalnya di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Perusahaan penerbangan yang bermarkas di Doha ini terus beroperasi dan memulangkan para penumpang sebisa mungkin dalam situasi  sulit pandemi global Covid-19 untuk menyatukan kembali para penumpang yang terhambat perjalanannya dengan keluarga tercintanya.  

Pesawat dilengkapi dengan  sistem filter udara  yang canggih serta dikombinasikan  dengan penyaringan bio-keamanan (bio- security screening),  menandakan bahwa penerbangan terus  beroperasi dengan okupansi yang signifikan 

Berdasarkan keterangan resminya, maskapai ini menyampaikan terus beroperasi dengan jumlah yang signifikan untuk melayani kembali para penumpang yang terhambat perjalanannya.

“Komitmen untuk memulangkan penumpang meningkat pada 24 Maret 2020 dengan menambahkan 10.000 ekstra kursi dalam jaringan maskapai kami. Kami juga menyediakan layanan carter ke Eropa dan Amerika dari Asia,” jelas manajemen.

Selain itu, upaya penambahan jadwal penerbangan ke Paris, Perth dan Dublin dari Doha. Untuk pelayanan dari Frankfurt, London Heathrow dan Perth ditingkatkan dengan menambahkan pesawat jenis Airbus A380 pada rute-rute tersebut.

Secara statistik, maskapai yang berbasis di Timur Tengah ini mencatat selama tujuh hari terakhir lebih dari 80 persen load factor adalah penerbangan menuju Inggris Raya (UK). Disusul Perancis dan Jerman sebesar 36 persen untuk pelayanan keluar dari negara-negara tersebut.

Data tersebut mengilustrasikan tingginya permintaan untuk perjalanan kembali ke negara – negara tersebut. Selain itu maskapai yang menyandang status bintang lima dari Skytrax ini juga telah menerbangkan lebih dari 100.000 penumpang pulang dalam tujuh hari terakhir. Qatar Airways mengklaim 72 persen penumpang yang diterbangi merupakan kewarganegaraan negara yang mereka tuju.

Maskapai tersebut juga bekerja sama dengan kedutaan besar seluruh dunia untuk mengoperasikan pelayanan tambahan sekali jalan dari destinasi – destinasi seperti Phnom Penh, Denpasar, Manila dan Kuala Lumpur ke Eropa.

Hingga kini Qatar Airways masih beroperasi ke 70 destinasi. Namun angka ini dapat berkurang kedepannya karena berbagai negara mulai memberlakukan pembatasan. Hingga 25 Maret 2020, Qatar Airways masih terus terbang dari Jakarta dan Denpasar untuk melayani para penumpang yang ingin kembali pulang ke negaranya.

 

    

 

471 Penumpang Rossiya Airlines Kembali ke Moskow

this formate

BALI, bisniswisata.co.id; SEJUMLAH 471 orang penumpang jasa angkutan udara Rossiya Airlines (Aeroflot) SU 6296, boleh bernapas lega dan kembali ke Moskow dengan nyaman. Setelah dikeluarkan release penjelasan hal SE Gubernur Bali No. 45/Satgas Covid19/III/2020  yang ditujukan kepada aparat keamanan, bendesa adat dan pecalang, sekaligus menjawab permohonan Duta Besar Rusia di Indonesia perihal keleluasaan transportasi darat menuju bandara Ngurah Rai.

Pasalnya himbauan untuk tetap tinggal di rumah, meniadakan acara- acara yang melibatkan banyak personalia sehari setelah perayaan Nyepi (Rabu 25 Maret 2020) oleh Gubernur Bali, menimbulkan beragam bentuk implementasi di lapangan sesuai kesepakatan aparat  daerah. Dari larangan melintas sampai tidak ada angkutan umum, mau pun layanan tranportasi on- line yang beroperasi. Kondisi ini, sangat merisaukan wisatawan yang harus meninggalkan Bali pada hari Kamis, 26 Maret 2020.

Kondisi yang mengharuskan pihak Kedutaan Besar rusia turun tangan, membantu warganya yang sedang berlibur di Bali. Duta Besar Rusia Liudmila Vorobieva memohon keleluasaan bagi moda transportasi wisman Rusia menuju bandara Ngurah Rai. Riskan bagi wisatawan jika melakukan penjadualan ulang keberangkatannya dalam situasi kurang menentu akibat wabah COVID-19.

Selain keterbatasan angkutan udara, sejumlah bandara point- point transit perjalanan wisata telah melakukan pembatasan layanan meski pun sekadar transit, ungkap sumber bisniswisata.co.id dari DPD ASITA Bali.

Khusus untuk penerbangan ke Moskow- Bali dan sebaliknya hanya dilayani dua (2) kali seminggu setiap Senin dan Kamis, sampai  tanggal 2 April mendatang. “Kami belum mendapat summer schedule dari pihak Rusia,” ungkap Manager PT. Duta Buana Express GSA for Aeroflot Airlines, Agustinus Pakeseko.

Penjelasan resmi dari pihak Kominfo Prov. Bali tersebut membantu para pemegang tiket Rossiya Airlines tiba di bandara Ngurah Rai tepat waktu dan kembali ke negaranya dengan aman.

Aeroflot, maskapai nasional Rusia yang didirikan pada 9 Februari 1923 dan merupakan anggota aliansi SkyTeam. Aeroflot sejauh ini telah membuka jalur penerbangan ke 148 tujuan di 56 negara. Rossiya Airlines adalah anak perusahaan Aeroflot Russian Airlines, yang melayani penerbangan bandara internasional Ngurah Rai, Bali dengan bandara Sheremetyevo Moskow.

Memiliki 248 armada, operator penerbangan ini telah meraih penghargaan : Sebagai maskapai penerbangan terbaik di Eropa Timur Airline Awards 2018 ketujuh kalinya di – Skytrax World. Penerbangan Bintang 4 – Skytrax.  Penerbangan global bintang lima oleh asosiasi penerbangan USA- APEX dan maskapai penerbangan terkuat di dunia menurut konsultan strategi – Brand Finance.

Pada 29 Oktober 2018, resmi melayani  rute penerbangan ke bandara Ngurah Rai, yang membuka peluang makin meningkatnya kunjungan warga Rusia berwisata ke Bali. Tecatat dalam situasi industri yang terdampak wabah kesehatan CONVID-19, pasar Rusia masih masuk 10 besar pasar wisman berlibur di Bali.

Dalam catatan statistik yang dikeluarkan pengelola bandara Ngurah Rai termaktub pada periode Januari –  Februari tahun 2020, sebanyak 901.670 wisatawan manca negara memasuki Bali, turun 2.2% jika dibandingkan periode sama tahun 2019.–sebanyak 921.839 wisman–.

Dengan jumlah 185.652 wisatawan, Australia menempati urutan pertama terbanyak pada periode Januari – Februari 2020, disusul oleh Cina dan India dengan jumlah total masing-masing sebanyak 118.466 dan 60.380 wisawatan. Jika diukur dengan persentase, jumlah wisatawan Australia, Cina, dan India masing-masing menempati porsi sebanyak 20,6%, 13,1%, dan 6,7% dari total kunjungan dua bulan pertama di tahun 2020.

Jika dilakukan perbandingan jumlah wisatawan di bulan Februari 2020 dibanding dengan Februari 2019, dari 10 besar negara penyumbang wisatawan terbanyak di bulan Februari 2020 wisatawan asal Rusia mengalami pertumbuhan tertinggi, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 59%. Menyusul di tempat kedua dan ketiga adalah Perancis dan Jerman, masing-masing dengan pertumbuhan sebesar 34% dan 22%. 

Lion Air Group “Suspend” Layanan Papua

this formate

JAYAPURA, bisniswisata.co.id; BERDASARKANpemberitahuan dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X mengenai penutupan angkutan penumpang di bandar udara Provinsi Papua,  Lion Air Group menghentikan sementara (suspend) layanan penerbangannya per Kamis, 26 Maret 2020 pukul 00.00 waktu setempat sampai Kamis, 9 April 2020 pukul 23.59 WIT.

Suspend dilakukan dalam upaya menekan laju penyebaran COVID-19, demikian surel yang diterima bisniswisata.co.id dari manajemen Lions Air Group.

Operasional layanan penerbangan penumpang domestik di Provinsi Papua, Lion Air Group memiliki rata-rata 35 frekuensi penerbangan per hari pergi pulang (PP), mencakup kota sebagai berikut:

1.       Jayapura – Bandar Udara Internasional Sentani (DJJ),

2.       Merauke – Bandar Udara Mopah (MKQ),

3.       Mimika – Bandar Udara Internasional Mozes Kilangin, Timika (TIM),

4.       Nabire – Bandar Udara Douw Aturure (NBX),

5.       Yahukimo – Bandar Udara Nop Goliat Dekai (DEX),

6.       Jayawijaya – Bandar Udara Wamena (WMX).

Dari Papua Lion Air melayani penerbangan Jayapura – Sorong  1 kali per hari, ke Makassar, 2 kali per hari, ke Merauke 1 kali per hari, Jayapura – Sorong – Manado 1 kali per hari , Soekarno-Hatta – Jayapura 1 kali per hari,  Jayapura – Makassar – Soekarno-Hatta 2 kali per hari.

 Wings Air  melayani rute Jayapura – Wamena 2 kali per hari, ke Dekai 2 kali per hari,  Nabire 2 kali per hari,  Nabire – Manokwari 1 kali per hari, ke Sorong 1 kali per hari, ke Ambon 1 kali per hari. Rute Timika – Wamena 1 kali per hari, ke Nabire 1 kali per hari, ke Tual, ke Langgur 1 kali per hari.

Batik Air melayani rute Jayapura – Timika 1 kali per hari, ke Makassar  1 kali per hari, rute Jayapura – Makassar – Soekarno-Hatta 1 kali per hari,  Jayapura – Soekarno-Hatta 1 kali per hari, rute Timika – Makassar 1 kali per hari, ke  Soekarno-Hatta 1 kali per hari. Sampai berita ini ditayangkan, belum diperoleh informasi kebijakan layanan angkutan udara dari operator penerbangan lainnya.

Pasar Mama-mama Papua Dibatasi Jam Operasionalnya.

this formate

Wanita Papua menjual buah pisang di Pasar Mama Mama Papua ( foto: Dok. Edy Sutrisno)

JAYAPURA, bisniswisata.co.id: Pasar Mama-Mama Papua yang legendaris karena keberadaannya diperjuangkan sejak 2003 dan baru terwujud menjadi bangunan permanen di jantung kota Jayapura terkena imbas  wabah Covid-19.

Mulai Kamis ini hingga 14 hari ke depan Pemerintah Provinsi Papua secara resmi menutup bandara dan pelabuhan di 29 kabupaten dan kota termasuk Pasar Mama Mama Papua untuk memaksimalkan upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19.

Pasar Mama Mama Papua tepatnya di depan Hotel Aston Jayapura, sebuah pasar permanen bergaya modern. Keberadaannya unik karena pasar Mama-Mama Papua menjadi satu-satunya pasar tradisional di Indonesia yang dikhususkan bagi perempuan asli Papua.

Letaknya di depan hotel Aston membuat tamu-tamu hotel kerap menghabiskan waktu luang untuk membeli oleh-oleh. Dibangun 4 lantai di Jalan Percetakan, salah satu jalan protokol di Kota Jayapura. Pasar Mama-Mama Papua menjadi bukti pemerintah dalam upaya mendukung pemberdayaan perempuan di Papua, khususnya pada bidang ekonomi kerakyatan.

Pasar yang dibangun pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo periode pertama, tak hanya ada di Kota Jayapura. Pasar Mama-Mama Papua juga terdapat di Sentani, Kabupaten Jayapura dengan nama Pasar Prahaa, hingga di Provinsi Papua Barat.

Pasar yang di Kota Jayapura ini dapat menampung hingga 300-an pedagang. Lantai 1 pada pasar itu ditempati oleh pedagang buah, sayur hingga ikan dan daging. Lalu, lantai 2 ditempati oleh pedagang yang menjual kerajinan tangan Papua, seperti noken, –tas rajutan tradisional Papua atau cinderamata lainnya.

Sedangkan pada lantai 3, dikhususkan untuk penjualan makanan khas Papua, termasuk ruangan untuk Rumah Anak Harapan yang diperuntukkan bagi anak-anak pedagang.

“Khusus bagi Pasar Mama Mama Papua beroperasinya mulai jam 16.00 sampai dengan pukul 20.00 WIT saja ” kata Lukas Enembe dikutip dari Papuaprov.go.id. Padahal biasanya justru malam hari pasar ini makin ramai oleh pembeli.

Keputusan pembatasan pengoperasian pasar dan penutupan bandara dan pelabuhan  ini merupakan hasil kesepakatan antara Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkompinda) serta para bupati, dalam rapat penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Papua.  

Selain penutupan bandara dan pelabuhan Pemerintah Provinsi Papua juga berlakukan pembatasan sosial dengan memblokir pergerakan penduduk lokal Papua terutama dari dan ke wilayah La Pago, Mee Pago, Animha serta Mamta.

Menurut Gubernur Enembe pembatasan sosial dimaksud melarang sementara waktu orang masuk ke Papua, baik lewat jalur udara maupun laut. Namun transportasi barang boleh masuk.

Keputusan ini terpaksa diambil mengingat sudah ada dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif Covid-19. Kendati dilakukan pembatasan sosial, status Papua terkait pendemi Covid-19 masih siaga darurat.

Penutupan akses transportasi juga dilakukan pada pos lintas batas darat negara (PLBN). Sementara hasil keputusan Gubernur, Forkompinda dan para bupati juga menyepakati memberi waktu aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan aktivitas lainnya secara terbatas antara pukul 06.00 sampai pukul 14.00

 

‘Antisipasi Kasus Covid-19, Hotel dan Balai Diklat Bisa Jadi Ruang Isolasi ‘

this formate

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng tengah berkordinasi dengan jajarannya seandainya ada lonjakan kasus Covid-19 ( Foto: Jatengprov.go.id)

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Tak ada rotan, akar pun jadi. Kekurangan rumah sakit dalam menangani wabah virus corona, hotel dan balai pendidikan latihan pun bisa beralih fungsi menjadi fasilitas kesehatan.

Balai diklat dan hotel dipilih sebagai ruang isolasi karena memiliki banyak kamar. Adalah Ganjar Pranowo, orang nomor satu Jawa Tengah yang memiliki ide itu dikutip dari situs jatengprov.go.id, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk memanfaatkan aset milik dua lembaga negara itu sebagai ruang isolasi.

” Kami akan mempersiapkan balai diklat dan hotel milik Pemerintah Provinsi Jateng sebagai ruang isolasi darurat untuk pasien Covid-19.Bahkan sekarang saya sudah meminta BPBD untuk mendata, berapa jumlah tenda yang kita punya. Kami sudah mengantisipasi sampai sedetil itu sambil terus berusaha melakukan langkah-langkah preventif,” kata Ganjar, Gubernur Jateng.

Namun Gubernur Jawa Tengah tak berharap hal itu terjadi. Ia akan berupaya menekan persebaran Covid-19 seoptimal mungkin. Beberapa rumah sakit swasta telah dipersiapkan. Meski tidak memiliki ruang isolasi banyak, namun bantuan dari rumah sakit swasta itu diharapkan mampu menanggulangi wabah ini.

Sebagai antisipasi melonjaknya pasien positif Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan rumah sakit lini satu sebanyak 13. Rumah sakit lini dua sebanyak 45 dan lini tiga adalah sisanya. Beberapa rintisan rumah sakit di Solo dan Brebes juga akan disiapkan khusus untuk ini.

Ganjar menjelaskan tindakan preventif harus dilakukan agar tidak tertular dan lari ke rumah sakit. Itu pasti memberatkan dan rumah sakit tidak akan mampu. “Untuk itu saya perintahkan seluruh bupati/wali kota, camat, lurah hingga RT/RW gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar warga tetap tinggal di rumah,” tegasnya.

Dia juga memerintahkan jajarannya untuk menghitung dampak sosial akibat virus corona. Ini sesuai arahan presiden, yang memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan relokasi dan realokasi anggaran yang ada. Sejumlah anggaran yang tidak mendesak, harus diarahkan pada kepentingan penanganan corona.

Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan Rp100 miliar untuk kebutuhan di sektor kesehatan. Karena dinilai kecil Ganjar menyebut  social safety net, sedang dipersiapkan dengan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penghitungan.

 

 

Insan Wisata Jogjakarta ‘Reresik’ Lokasi Wisata

this formate

Insan wisata Jogjakarta tengah membersikan ukiran batu di obyek wisata Tebing Breksi ( foto: Visitjogja.com)

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Penyebaran wabah Covid-19 seolah tak punya batasan dan terbukti semua diterabas. Tak memedulikan tempat, siapa dan waktu. Virus yang berawal dari wilayah Wuhan Provinsi Hubai Tiongkok sejak Januari 2020 ini telah menelan ribuan korban meninggal di ratusan negara di dunia.

Sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus berbahaya ini semua bidang, semua pihak, mau tidak mau, suka tidak suka harus mendukung negeri ini agar Covid-19 tidak meluas. Imbauan pemerintah agar jaga jarak (social distancing) pun harus dipatuhi masyarakat. 

Masyarakat diimbau tidak berkerumun, tidak melakukan perjalanan yang bersentuhan dengan fasilitas publik. Berdiam di rumah sesuai anjuran yang dilakukan pemerintah hingga awal April 2020 mendatang.

Akibatnya banyak agenda besar kegiatan olahraga, seni bahkan ujian nasional pun ditiadakan. Semua itu harus dilakukan demi menjaga kesehatan masyarakat banyak.

Selain itu pelbagai pihak pun berinisiatif melakukan bersih lingkungan, di antaranya membersihkan sarana publik dengan disinfektan. Kesadaran bersih-bersih agar Covid-19 tidak meluas juga ditunjukkan pelaku wisata di Jogjakarta, destinasi wisata ke dua setelah Bali yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara atau domestik maupun mancanegara.

Beberapa waktu lalu Gerakan Masyarakat Pelaku dan Pengelola Wisata pun melakukan aksi ‘Reresik Wisata Jogja’. Gerakan ini dilaksanakan sebagai respons cepat atas perkembangan terbaru dan arahan Gubernur DIY agar bersih desa dilakukan di masing masing wilayah termasuk destinasi wisata.

Gerakan reresik wisata Jogja ini dilaksanakan selama 5 hari di beberapa  destinasi wisata di wilayah DIY. Obyek-obyek wisata di antaranya Tebing Breksi, Penting Sari, Kampung Flory, Blue Lagoon, Taman Candi Kedulan, Kawasan Candi Banyunibo dan Tebing Banyunibo.

Destinasi atau obyek wisata lainnya yang dibersihkan adalah Pinussari, Seribu Batu, Lintang Sewu, Pinus Pengger, Becici, Pinus Asri, Telaga Jonge, Ngingrong, Nglanggeran, Nglinggo dan Dewa Wisata Segaji.

Para pelaku wisata melakukannya sebagai komitmen dan kemandirian para pelaku wisata untuk mewujudkan Sapta Pesona Wisata DIY dengan harapan bisa berimbas ke sektor yang lain, tak hanya wisata saja. Gerakan Reresik Wisata Jogja ini menyasar pada fasilitas yang sering tersentuh tangan dengan memaksimalkan disinfektan.

Selain itu destinasi wisata wajib menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang dilengkapi dengan tissue dan tempat sampah tertutup pada akses masuk obyek wisata. ‘Reresik Wisata Jogja’ melibatkan seluruh pelaku wisata di masing-masing obyek wisata agar fokus dalam rangka pembersihan lingkungan dan perbaikan sarana wisata. 

Sugeng Handoko, penggerak ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran mengatakan sejak Senin 23 Maret 2020 mulai pukul 12.00 WIB tutup sementara sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Pengelola Desa Wisata Nglanggeran ini mengikuti himbauan pemerintah untuk mengurangi Dampak Covid-19 dengan mengurangi kontak fisik ( Social Distancing) Kami pengelola Desa Wisata Nglanggeran memutuskan untuk menutup sementara semua aktivitas kegiatan kepariwisataan di Desa Wisata Nglanggeran.

Pihaknya pedulikpada masyarakat terutama wisarawan semua, seperti peduli kepada keluarga sendiri yang sangat bernilai. Oleh karena itu obyek wisata Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, Kampung Pitu dan kegiatan paket Desa Wisata  melakukan penutupan sementara aktifitas wisata tersebut

Untuk tamu yang sudah melakukan pemesanan dan sudah mengatur jadwal agar dapat melakukan komunikasi dan menjadwalkan ulang kunjungan ke Desa Wisata Nglanggeran, tambah Sugeng.

 

Menelusuri Jalur Sutra 2

this formate

William Satriaputra dan istri Emma Rodini di komplek Makam Imam Bukhari. ( foto: dok. pribadi) 

William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian kedua.

Rasanya tidak lengkap kalau kita tidak mengunjungi alun alun kota Samarkand,  tempat orang ramai berkumpul. Berbagai kegiatan dan acara diadakan di Registan Square seperti sesi foto pernikahan, sunatan, tari tarian tradisional, sholat Idul Fitri, Idul Adha dan lainnya.

Ada tiga madrasah yang dibangun disini adalah akademi bagi ulama Muslim sejak abad pertengahan. Madrasah Ulugh Beg, madrasah tertua, dibangun pada 1417-1420, kemudian Madrasah Sher Dor (1619-1636) dan yang termuda, Madrasah Tillya Kori (1646-1660).

Gerbang nan megah dengan jendela-jendela melengkung di tiga Madrasah ini menghadap ke alun-alun. Sudut-sudutnya diapit menara-menara tinggi dengan bentuk proporsional. Panel mosaik di atas lengkungan pintu masuk dihiasi dengan ornamen berbentuk geometris. 

Halaman dalamnya berbentuk persegi terdiri dari sebuah masjid dan ruang-ruang kuliah yang dibatasi dengan kamar-kamar asrama tempat para murid tinggal. Awal mulanya, Madrasah Ulugh Beg adalah sebuah bangunan bertingkat dua dengan empat ruang kuliah di setiap sudutnya. Madrasah ini menjadi salah satu universitas Islam terbaik di abad XV.

Seperti kebanyakan pintu gerbang pada bangunan berarsitektur Islam, di setiap pintu gerbang Madrasah akan terlihat sebuah serambi bertingkat dua yang berada di bagian halaman dan terhubung dengan ruang-ruang kelas yang berjumlah 50 ruangan. Ruangan kelas ini berdekatan dengan bangunan masjid emas yang terdapat di dalam kompleks Madrasah Ulugh Beg.

Sebuah ruang berkubah menempati empat penjuru bangunan utama masjid yang dilapisi emas 37 kg, mengapit lorong masjid yang mengarah ke barat. Ruang kelas dan bangunan masjid ini dibatasi oleh ruang asrama, tempat tinggal para siswa.

Bagian dinding luar bangunan yang terdapat di kompleks Madrasah berhiaskan aneka ragam mosaik dan marmer. Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi tertua, Madrasah Ulugh Beg telah melahirkan sejumlah ilmuwan Muslim hebat pada zamannya.

Salah satunya adalah Abdurakhman Djami, seorang penyair, ilmuwan, sekaligus filsuf terkemuka. Bahkan Emir Ulugh Beg, sang penggagas berdirinya madrasah ini pun pernah mengajar di sana.

God is my judge

Tuhan adalah penentu saya, inilah kalimat yang menjadi arti nama nabi Daniel yang makamnya terdapat di Samarkand. Nabi Daniel dihormati oleh agama Islam, Kristen dan Yahudi. Dalam agama Yahudi beliau termasuk 4 nabi besar yang bukunya masuk dalam perjanjian lama. 

Nabi Daniel lahir di Yerusalem yang hidup pada tahun 620 SM hingga 538 SM dari keturunan nabi Daud dan nabi Sulaiman. Kisah kehidupannya tidak diceritakan dalam Al-Quran tetapi namanya dikenal saat penaklukan Iskandariyah pada masa Khalifah Umar bin Khatab.

Setelah Nabi Musa wafat, Nabi Daniel menyeru kebaikan kepada umatnya. Namun ia di dustakan oleh kaumnya sehingga ditangkap dan diadili oleh raja Nebukadnezar yang memberikannya pada singa- singa lapar.

Pertolongan Tuhan memang tidak pernah terlambat singa – singa buas tersebut menjadi jinak. Nabi Daniel hidup bersama mereka sampai seseorang bernama Armiya diutus untuk membebaskannya. Panjang makam sekitar 17 m karena bagian tubuhnya (lengan) yang dibawa Emir Timur dan dikuburkan di Samarkand setiap tahunnya tumbuh 1 cm. 

Komplek makam Nabi Daniel yang kisah kehidupannya tidak diceritakan dalam Al-Quran tetapi namanya dikenal saat penaklukan Iskandariyah pada masa Khalifah Umar bin Khatab.

Kata-kata bijak Orang diciptakan untuk Agama bukan agama diciptakan untuk orang No man was created for religion, but religion for man  adalah kata-kata yang disampaikan oleh Sayid Ahmad sayid jallaluddin atau juga dikenal dengan nama Mahdumi Azam.

Siapa Imam Mahdumi Azam? Beliau dilahirkan tahun 1461 di kota Kasan di lembah Fergana Uzbekhistan. Beliau keturunan Nabi Muhammad SAW dan Theolog dan pemimpin sufi terkenal Burkhanudin Kilich.

Informasi tentang ini bersumber dari  “Djomeul-makomat”, “Ravoyihul-kuds”, “Tuhfatul-zoirin” Nasir ad-din ibn amir Muzaffar, “Tazkirai Azizon”, “Hidoyatnam”.

Waktu masih remaja Mahdumi Azam sekolah di madrasah terkenal di Tashkent dan menjadi murid Khoja Ahrar, seorang tokoh terkemuka di  Asia Tengah dan pengikut Naqsabandi. Setelah sang guru meninggal beliau menjadi murid Maulan Muhammad Qazi tokoh Naqsabandi hingga akhirnya dia juga menjadi mentor Naqsabandi.

Mahdumi Azam tiba di Kashgar tahun 1533. Beliau penulis “Tazkerei Khodzhagan” beliau sangat dihormati dan mendapat lahan yang luas dari penguasa penguasa Kashgar dan meninggal di Samarkand tahun 1542.

Banyak orang terkenal termasuk penguasa saat itu yang menganggap Mahdumi Azam sebagai guru spiritual mereka. Termasuk keturunan Amir Timur seorang pujangga dan penguasa Zahiriddin Muhammad Babur. 

Atas inisiatif pimpinan militer Janibek Sultan, beliau pindah ke  lembah Mienkal – 12 km dari Samarkand di Dagbit (Distrik Akdarya) dan tinggal disini sampai meninggal tahun 1542. Wisarawan yang datang masih bisa menyaksikan rumahnya yang luas (lebih dari 20 ha) ditanami pohon dan tanaman yang hidup hingga saat ini.

Mahdumi Azam menulis lebih dari 30 buku dalam bahasa Persia-teknik dalam bidang filosofi, geologi dan hukum. Beberapa iantaranya terangkum dan diberi nama “Majmua ar-Rasoil.

Sang Pencerah 

Salah satu tujuan kami ke Uzbekistan adalah ziarah ke makam Imam Bukhari yang letaknya sekitar 25 km dari kota Samarkand. Dia dijukuki Sang Pencerah dari Uzbekistan (Amirul Mukminin fil Hadits). Alhamdulillahdi pagi yang berkabut dan hujan rintik rintik rombongan kami tiba ditempat tujuan.

Nama Presiden Soekarno dari Indonesia begitu dikenal oleh para imam dan penjaga makam disini dan ini berkaitan dengan kisah ditemukannya makam Imam Bukhari, seorang perawi nabi yang sangat termasyur di kalangan umat Islam.

Nampak keistimewaan diberikan kepada orang Indonesia yang ingin ziarah sehingga boleh masuk ke makam Imam Bukhari dibawah lantai. Termasuk kami, alhamdulillah diperbolehkan masuk untuk berdoa dan menyaksikan dari dekat makamnya dan bahkan menyentuhnya.

Komplek makam Imam Bukhari yang banyak dikunjungi wisatawan Indonesia

Peran Soekarno di balik penemuan makam Imam Bukhari di Uzbekistan yang merupakan negara di Asia Tengah pecahan Uni Soviet. Sejarah Soekarno dengan bangsa Uzbekistan dimulai ketika paska Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955. 

Pemerintah Soviet mengundang Soekarno untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow. Saat itu, Soekarno sadar sebagai Presiden Indonesia yang dianggap sebagai pemimpin negara-negara non blok harus bersikap netral terhadap blok timur maupun blok barat.

Pada sisi lain, Soekarno menyadari bahwa Indonesia butuh dukungan Soviet untuk melegitimasi eksistensi negara-negara non blok dan kesepakatan yang telah dicapai di Konfrensi Asia Afrika. Situasi itu disiasati dengan sangat cerdas oleh Soekarno. 

Dia mau datang memenuhi undangan Pemerintah Soviet dengan meminta dicarikan atau ditemukan makam Imam Bukhari seorang perawi Nabi Muhammad SAW yang amat termasyhur itu karena Soekarno ingin menziarahinya.

Menjelang kedatangan Soekarno pada tahun 1956, kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar. Akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut kedatangan Soekarno.

Imam Bukhari lahir di kota Bukhara tanggal 21Juli 810 dan wafat di Samarkand tanggal 1 September 870. Dalam sebuah riwayat yang ditulis dalam kitab Karāmātul Auliyā, Syekh Hibatullah menceritakan bahwa Imam Bukhari saat kecil kedua matanya tidak dapat melihat karena buta.

Karena kejadian itu, ibu Imam Bukhari selalu menangis dan berdoa untuk kesehatan putranya. Inilah salah satu kelebihan ibu Imam Bukhari. Ketulusan doa seorang ibu itu memang tidak ada duanya dan dikabulkan Allah SWT

Selain Imam Bukhari, beberapa ulama yang lahir di Bukhara adalah Abdul Rahim bin Ahmad al-Bukhari dan Abu Hafs al-Bukhari. Imam Bukhari lahir dengan lingkungan yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu. 

Sejak kecil, Imam Bukhari sudah menunjukkan bakat-bakat kecerdasan. Ketajaman ingatan dan hafalannya melebihi anak-anak seusianya. Saat berusia 10 tahun, Imam Bukhari berguru kepada ad-Dakhili, seorang ulama ahli hadis. 

Sang Imam tidak pernah absen belajar hadis dari gurunya itu. Setahun kemudian ia mulai menghafal hadis Nabi SAW. Saat itu ia sudah ditunjuk untuk mengoreksi beberapa kesalahan penghafalan matan maupun rawi dalam sebuah hadis yang diucapkan gurunya. 

Pada usia 16 tahun ia sudah mengkhatamkan hafalan hadis-hadis di dalam kitab karangan Waki al-Jarrah dan Ibnu Mubarak. Imam Bukhari tak berhenti hanya belajar pada satu guru saja. Siapa pun jika dipandang memiliki kapasitas dalam sebuah hadis akan dijadikan guru meski orang tersebut adalah temannya sendiri.

Imam Bukhari disebut memiliki lebih dari seribu guru. Ia sendiri pernah berujar bahwa kitab fenomenalnya, Jami’as as-Sahih, dikumpulkan dari menemui lebih dari 1.080 guru pakar hadis.

Pengarang Fathur Bari, sebuah kitab yang mensyarah Sahih Bukhari, Ibnu Hajar al-Asqalani mengungkapkan, guru-guru Imam Bukhari bisa dibagi menjadi lima tingkatan. Mulai dari para tabiin hingga kawan-kawan seangkatan yang bersama-sama menimba ilmu hadis.

Dia juga dikenal sangat objektif dalam memberi penilaian terhadap para gurunya itu. Penilaian ini dimaksudkan untuk menentukan dapat diterima atau tidak sebuah hadis yang ia dapatkan.Imam Bukhari terkenal gigih dalam memburu sebuah hadis. Jika ia mendengar sebuah hadis, maka ia ingin mendapat keterangan tentang hadis itu secara lengkap.

Bukhari harus bertemu sendiri dengan orang yang meriwayatkan hadis tersebut. Dalam mengumpulkan hadis-hadis itu, Imam Bukhari melanglang buana mulai daerah Syam, Mesir, Aljazair, Basra, menetap di Makkah dan Madinah selama enam tahun, Kufah, dan Baghdad. Tak jarang beliau bolak-balik ke tempat tersebut karena mendapati keterangan baru atau hadis baru.

Perjalanan panjang itu akhirnya membuat sang Imam dapat mengumpulkan sedikitnya 600 ribu hadis. Dari angka tersebut, 300 ribu di antaranya dihafal. Hadis-hadis yang dihafal itu terdiri dari 200 ribu hadis tidak sahih dan 100 ribu hadis sahih.

Jumlah yang banyak itu tidak lantas dimasukkan semua dalam Sahih Bukhari. Dari 100 ribu hadis yang  sahih, ia hanya mencantumkan 7.275 hadis dalam kitab tersebut. Jumlah ini diseleksi dengan metode yang sangat ketat. Karena itu, tak mengherankan jika para ulama menempatkan Sahih Bukhari sebagai kitab pertama dalam urutan kitab-kitab hadis yang muktabar.                                   ( bersambung)

 

                     ********

 

PATA Siapkan Crisis Centre Merespons Dampak Global  Covid-19  

this formate

Kehadiran Crisis Centre salah satu bentuk pelayanan dan jaminan keamanan bagi wisman yang berkunjung ke Indonesia dan berada di zona bahaya wabah. ( Foto Kemenparekraf)

BANGKOK, bisniswisata.co.id:  Pandemi COVID-19 menghadirkan ancaman besar bagi ekonomi global dan, khususnya, industri perjalanan dan pariwisata global dengan meningkatnya kerugian yang sudah mendekati US $ 100 miliar dan lebih dari 50 juta orang terancam kehilangan pekerjaan di dunia, kata Mario Hardy, CEO Pacific Asia Travel Association (PATA), kemarin.

Industri perjalanan dan pariwisata menghadapi krisis eksistensial dan perlu bertindak sekarang untuk mempertahankan dan melindungi sektor yang merupakan kontributor vital bagi mata pencaharian ekonomi jutaan orang.  orang di seluruh dunia.

Pacific Asia Travel Association (PATA) sedang  mendirikan crisis center untuk mengumpulkan data dan informasi yang dapat diandalkan untuk membantu semua pemangku kepentingan industri saat mereka menghadapi krisis saat ini.  

“Kami saat ini meminta pemerintah, dan organisasi internasional dan nasional mengumpulkan informasi tentang paket bantuan yang tersedia untuk bisnis di negara masing-masing,” kata Mario Hardy.

Dia mengatakan bahwa PATA juga berencana untuk menambah data dan informasi lebih lanjut yang akan berguna bagi organisasi. ” Kami tidak dapat melakukan ini sendirian dan kami mendorong pemerintah, mitra, anggota dan, asosiasi dan organisasi internasional dan nasional untuk membantu kami dan mendukung inisiatif ini,” tambahnya.

Industri ini  menghadapi salah satu ancaman terbesar yang belum pernah dilihatnya dan ini bukan waktu untuk persaingan antara individu dan organisasi, tetapi waktu untuk kerja sama yang terkoordinasi antara semua pemangku kepentingan industri. 

 “Kita perlu mengambil tindakan sekarang, dan hanya dengan bekerja bersama kita dapat berharap untuk membangun industri perjalanan dan pariwisata yang lebih tangguh, bertanggung jawab, berkelanjutan dan lebih kuat,” kata Hardy

Dia menambahkan bahwa kita semua harus terus melakukan bagian kita dan melindungi kesehatan  keluarga kita, karyawan dan masyarakat. Selama masa-masa seperti ini, sangat penting untuk memiliki akses ke data dan informasi yang andal untuk menerapkan strategi pemulihan yang terukur dan seimbang.

Indonesia

Di Indonesia, tepatnya dari Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia yang pernah mengalami peristiwa tragis Bom Bali 1 pada 2002 dan Bom Bali II pada 2005, keinginan membentuk crisis center juga diungkapkan IGM Dwikora Putra, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali.

“Pemerintah Provinsi Bali sesegera mungkin membentuk Crisis Center atau pusat informasi terpadu terkait dengan informasi seputar wabah virus corona yang tengah menjadi sorotan global,” ujarnya seperti di kutip dari Balitribune.co.id.

Kehadiran pusat informasi terpadu dimaksudkan agar informasi yang keluar masuk hanya melalui satu pintu. Jadi menurut hematnya,  tidak semua orang bisa memberikan keterangan, tapi cukup satu pintu informasi.

Ia juga mengakui, simpang siurnya pemberitaan akan berdampak pada sektor pariwisata yang notabene penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali.

“Teman-teman pers  harus menyadari bahwa kita hidup di Bali yang mengandalkan pariwisata, kalau Bali terpuruk lantas bagaimana kita. Jadi, baik pemerintah ataupun pers mesti memiliki sikap yang sama dalam menghadapi wabah virus corona,” sebutnya.

Dwikora dengan terus terang tidak menginginkan timbul persepsi dalam masyarakat, ternyata teror media lebih ganas dari corona itu sendiri akibat pemberitaan yang kurang tepat.

“Sebelum ada konfirmasi yang tepat dari pihak berwenang, jangan lantas memvonis seseorang positif corona. Mungkin saja yang bersangkutan memiliki gejala serupa dengan corona, tapi kan harus menunggu hasil lab terlebih dahulu,” ucapnya.

Dari Jakarta, Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyesalkan tidak ada upaya dari Kementrian Pariwisara dan Ekonomi Kreatif untuk menghidupkan crisis center pariwisata untuk terus up date dengan industri wisata global tentang berbagai langkah pemulihan.

” Ada tanda-tanda erupsi Gunung Agung Bali akan meletus pada September 2017, Kemenpar Arief Yahya ikut bersuara. Dia memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau menit per menit perkembangan situasi di Bali,” kata pengamat pariwisara Hilda Ansariah Sabri.

Saat ini ketika pandemi global Covid-19  sudah demikian parah dan di Indonesia setiap hari kasusnya terus melonjak,  Kemenparekraf tidak kunjung menghidupkan Crisis Center. Padahal hal ini penting untuk menginformasikan satu pintu kondisi kepariwisataan Indonesia terkait dampak pandemi ini pada dunia.

” Senin lalu dalam Press Statement Menteri Parekraf di tengah pandemi Covid-19,  Whisnutama juga tidak menjawab pertanyaan pers sehingga anggota Forum wartawan Parekraf di instansinya kecewa,” kata Hilda yang juga Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat.

Anggota Forwaparekraf di era kabinet baru ini hanya dibanjiri siaran pers satu arah dari Humas Kemeparekraf sehingga  pihaknya pesimistis pariwisata Indonesia bisa bangkit cepat setelah badai virus Corona ini berlalu di muka bumi ini.

” Badan-badan pariwisata dunia seperti PATA, UNWTO, WTTC optimistis sektor pariwisata bisa menjadi juru selamat industri travel & tourism menghadapi berbagai musibah, resesi ekonomi, perang dan lainnya. Namun harus ada manajemen krisis yang baik lewat crisis center,” kata Hilda.

Hal yang penting diperhatikan terkait keberadaan crisis center pariwisata ini, yaitu; sense of crisis, manajemen krisis, dan komunikasi krisis. Tidak cukup menyatakan pariwisata merupakan sektor yang paling efektif untuk mendongkrak devisa Indonesia, tegasnya.

 

 

 

Laris Manis Bir Pletok Renny Djajoesman.

this formate

Lady Rocker Renny Djajoesman memperkenalkan minuman Bir Pletok yang dijual di Warung’e Renny, di samping mpek-mpek dan tekwan andalannya.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lady Rocker Renny Djajoesman, didapuk sobat-sobat lamanya dari Komunitas Seni Bulungan (KSB) untuk menyutradarai drama “Ayahku Pulang” (karya adaptasi Usmar Ismail) yang digelar oleh Teater Bulungan – kelompok pertama yang berkegiatan di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS).

Namun apa daya saat melatih, bahkan dua hari menjelang pementasan pada Sabtu 29 Februari 2020 lalu, nyaris semua pemain yang rata-rata berusia di atas ‘kepala lima’, mendadak mengalami gangguan pada tenggorokan.

Suara mereka mendadak pecah atau serak saat mengucap dialog, dan artikulasi dalam mengucap kata sering menjadi tidak jelas. Intinya: para pemain terserang radang tenggorokan. 

Gawat, bagaimana mau naik panggung dengan suara berantakan seperti ini? Mereka harus ke dokter atau cari obat yang cespleng buat memulihkannya. Seorang teman usul para pemain minum Wedhang Jahe agar tenggorokan lancar kembali. 

Saya ingat Emak, yang dulu biasa membuat Bir Pletok tiap kalo ada diantara kami, anak cucu-cucunya sakit batuk atau badan meriang.Di rumah, masing-masing teman sibuk menyiapkan jahe untuk bahan wedhang.

Sementara yang lain juga mengontak budayawan Yahya Andi Saputra dari Lembaga Kebudayaan Betawi, bertanya dimana bisa beli-antar Bir Pletok.

Tapi Renny bertindak cepat. Tak usah repot beli-beli. Bir Pletok sudah tersedia, siap diboyong ke tempat latihan,” posting Renny di WA-Group. Berkat Bir Pletok botolan dari Renny, semua pemain merasa tenggorokannya jadi lebih  enak dan latihan pengucapan dialog kembali lancar. 

Tak ada lagi yang bersuara serak. Puncaknya di hari pertunjukan. Mereka semua bermain prima dan baik, sesuai harapan. Alhamdulillah, Bir Pletok lumayan cespleng mengatasi radang tenggorokan yang mengganggu teman-teman kami.

Warisan Budaya Tak-Benda

Kata orang, tradisi lisan melahirkan perilaku hidup yang lantas menghasilkan warisan budaya, baik yang berbentuk benda nyata (tangible) ataupun berupa nilai-nilai atau tak-benda (intangible) atau yang popular dengan istilah Warisan Budaya Tak-Benda (WBTB). 

Contoh WBTB yang hidup di tengah masyarakat adalah pengetahuan gastronomi atau seni masak-memasak, yang awam sering sering menyebutnya: kuliner. 

Masyarakat budaya Betawi punya banyak kuliner khas, yang sebagian sudah diakui sebagai bagian dari WBTB Indonesia, bahkan jadi Ikon Kota Jakarta. Satu di antaranya adalah minuman sehat Bir Pletok, produk Renny Djajoesman untuk “mengobati dan memperbaiki” suara para pemain drama Ayahku Pulang yang disutradarainya, hingga bisa balik bermain prima.

Ternyata Bir Pletok adalah salah satu minuman andalan yang ditawarkan Warung’e Renny, usaha kuliner yang dibuat lady rocker itu di halaman rumahnya yang luas di kawasan Kavling Polri, Ragunan, Jakarta

Bir Pletok kini memang makin popular, Ia tak cuma disajikan di hajat nikah ataupun keramaian penganten sunat, tapi juga pada perayaan-perayaan resmi di Istana Negara. Pembuatnya pun kian banyak, dengan penyajian yang kian representative. 

Kini ada produk yang sudah dibotolkan dengan label-lebel cantik, dikemas dalam kantong yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh saat hendak terbang balik ke rumah. Meski menyandang kata ‘bir’ tapi sana sekali tidak mengandung alkohol. 

Minuman ini awalnya diracik lantaran dahulu banyak orang Betawi yang melihat kebiasaan bangsa Barat (orang Betawi menggeneralisasikannya sebagai orang Belanda) di Batavia, yang tiap pesta selalu mengonsumsi wine atau berjenis minuman beralkohol lain yang (lagi-lagi) orang Betawi cenderung menyamaratakannya dengan sebutan ‘bir’.

Konon, beberapa pemuka dalam masyarakat Betawi, ingin juga punya pesta atau hajatan yang juga menyajikan minuman berkelas seperti bir, tapi yang tidak mengandung alkohol, dan tidak memabukan, karena itu terlarang dalam Islam, agama yang dianut oleh umumnya orang Betawi. 

Dari pemikiran itu lantas lahir sebutan  Bir Pletok yang seutuhnya diracik dari rempah-rempah, minuman yang menghangatkan badan tapi tidak memabukkan. Kata ‘pletok’ sendiri diambil dari bunyi ‘pletok’ saat orang Belanda membuka tutup botol wine. 

Penggabungan kata bir dan pletok lantas menjadi nama dari racikan minuman herbal berkhasiat obat tersebut. Antara lain untuk memperlancar peredaran darah, mengatasi nyeri lambung, memulihkan radang sendi mengobati migran, menghangatkan badan dan untuk obat radang tenggorokan yang bikin suara serak. 

Minuman ini aman dikonsumsi anak-anak, penyajiannya sesuai selera. Banyak mengandung jahe (jenis aprosidiac food yang mampu meningkatkan stamina tubuh). Bir Pletok bisa menjadi minuman ( wedhang) hangat malam hari. 

Tapi ketika budaya es batu mulai tiba di Jakarta, apalagi di zaman kulkas sekarang ini, Bir Pletok juga bisa disajikan sebagai minuman dingin yang segar di saat udara panas menyengat.

Rasanya terbilang unik ada manis, hangat dan sedikit pedas tapi aromanya semerbak wangi. Ini karena Bir Pletok dibuat dari berbagai bahan tumbuhan berkhasiat obat seperti: Jahe Emprit dan Jahe Merah,  Sereh, Lada Hitam, Kapulaga, Pala, Cengkeh, Cabe Jawa, Kulit Kayu Manis, Pandanwangi, Daun Jeruk, Kunyit dan Temulawak. Sebagai pemanis, biasa digunakan Gula Aren dan Gula Batu. 

 Satu hal yang membedakannya dengan Wedhang Jahe, Bir Pletok dicampuri irisan Kayu Secang atau Sepang (Caesalpina sappan L.) hingga menghasilkan air godogan berwarna merah “Mirip bir atau ragam jenis minuman yang biasa diteguk orang Belanda tempo doeloe kalau pesta,” ungkap sejarawan JJ Rizal, sekali waktu.

Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa persentase etnik terbanyak di Depok adalah Betawi yaitu sebanyak hampir 37 persen. Sehingga budaya Betawi lebih kental dibanding Sunda, meski Depok berlokasi di Jawa Barat.

Jaman Belanda dulu, orang -orang Betawi memang banyak yang menyingkir ke kawasan Depok dan bekerja untuk tuan tanah Belanda di daerah itu. Keturunannya dikenal dengan sebutan Belanda Depok.

Kini di kawasan Jalan Pemuda, Depok Lama masih ada keturunan marga yang dulunya dibesarkan dengan tradisi Belanda tetap melestarikan kuliner termasuk Bir Pletok.

Alhasil, menu minuman Bir Pletok di Warung’e Renny, bukan hanya menyehatkan tapi juga melestarikan minuman  khas Betawi itu yang sampai saat ini masih bisa ditemukan di kawasan Depok merupakan daerah penyangga Jakarta yang kini berkembang pesat.