‘Antisipasi Kasus Covid-19, Hotel dan Balai Diklat Bisa Jadi Ruang Isolasi ‘

0
17

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng tengah berkordinasi dengan jajarannya seandainya ada lonjakan kasus Covid-19 ( Foto: Jatengprov.go.id)

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Tak ada rotan, akar pun jadi. Kekurangan rumah sakit dalam menangani wabah virus corona, hotel dan balai pendidikan latihan pun bisa beralih fungsi menjadi fasilitas kesehatan.

Balai diklat dan hotel dipilih sebagai ruang isolasi karena memiliki banyak kamar. Adalah Ganjar Pranowo, orang nomor satu Jawa Tengah yang memiliki ide itu dikutip dari situs jatengprov.go.id, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk memanfaatkan aset milik dua lembaga negara itu sebagai ruang isolasi.

” Kami akan mempersiapkan balai diklat dan hotel milik Pemerintah Provinsi Jateng sebagai ruang isolasi darurat untuk pasien Covid-19.Bahkan sekarang saya sudah meminta BPBD untuk mendata, berapa jumlah tenda yang kita punya. Kami sudah mengantisipasi sampai sedetil itu sambil terus berusaha melakukan langkah-langkah preventif,” kata Ganjar, Gubernur Jateng.

Namun Gubernur Jawa Tengah tak berharap hal itu terjadi. Ia akan berupaya menekan persebaran Covid-19 seoptimal mungkin. Beberapa rumah sakit swasta telah dipersiapkan. Meski tidak memiliki ruang isolasi banyak, namun bantuan dari rumah sakit swasta itu diharapkan mampu menanggulangi wabah ini.

Sebagai antisipasi melonjaknya pasien positif Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan rumah sakit lini satu sebanyak 13. Rumah sakit lini dua sebanyak 45 dan lini tiga adalah sisanya. Beberapa rintisan rumah sakit di Solo dan Brebes juga akan disiapkan khusus untuk ini.

Ganjar menjelaskan tindakan preventif harus dilakukan agar tidak tertular dan lari ke rumah sakit. Itu pasti memberatkan dan rumah sakit tidak akan mampu. “Untuk itu saya perintahkan seluruh bupati/wali kota, camat, lurah hingga RT/RW gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar warga tetap tinggal di rumah,” tegasnya.

Dia juga memerintahkan jajarannya untuk menghitung dampak sosial akibat virus corona. Ini sesuai arahan presiden, yang memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan relokasi dan realokasi anggaran yang ada. Sejumlah anggaran yang tidak mendesak, harus diarahkan pada kepentingan penanganan corona.

Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan Rp100 miliar untuk kebutuhan di sektor kesehatan. Karena dinilai kecil Ganjar menyebut  social safety net, sedang dipersiapkan dengan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penghitungan.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.