AIRLINES INTERNATIONAL TRANSPORTASI

Direktur Jendral ke-9 dan Perempuan Pertama IATA

JENEWA, bisniswisata,co,id: Dewan Direksi Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menetapkan Saadia Zahidi sebagai Direktur Jenderal mulai 1 November 2026. Saadia Zahidi akan menjadi Direktur Jenderal IATA kesembilan dan wanita pertama yang ditunjuk untuk memegang posisi tersebut.

Ia menghabiskan lebih dari dua dekade di Forum Ekonomi Dunia (WEF), di mana ia menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan Anggota Dewan Pengelola. Ia mendirikan dan saat ini memimpin Pusat Ekonomi dan Masyarakat Baru di forum tersebut. Sebelumnya, ia memimpin Kelompok Komunikasi Global WEF, Kelompok Pemrograman Global, dan keterlibatan WEF dengan akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi internasional.

Saadia Zahidi mendirikan dan menjadi salah satu penulis Laporan Masa Depan Pekerjaan WEF, Laporan Masa Depan Pertumbuhan, Laporan Kesenjangan Gender Global, dan Pandangan Kepala Ekonom. Ia pernah bertugas di panel Sekretaris Jenderal PBB untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Kelompok Penasihat Tingkat Tinggi Badan Antariksa Eropa. Ia juga merupakan penulis buku Fifty Million Rising, yang melacak peningkatan jumlah perempuan pekerja di dunia Muslim.

Saadia Zahidi memegang gelar BA di bidang Ekonomi dari Smith College, MPhil di bidang Ekonomi Internasional dari The Graduate Institute, dan MPA dari Universitas Harvard. Ia memiliki kewarganegaraan Swiss dan Pakistan.

Berkelanjutan dan Merangkul Inovasi

Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA saat ini, akan mengakhiri tugasnya pada 31 Juli 2026. Dewan Direksi IATA telah menunjuk Sandrine Le Borgne, Kepala Keuangan dan Wakil Presiden Senior untuk Layanan Korporasi IATA, sebagai Direktur Jenderal sementara untuk periode transisi.

Menurut Willie Walsh, pengalaman panjang Saadia di Forum Ekonomi Dunia akan meningkatkan dan memperkuat IATA sebagai suara maskapai penerbangan dunia. Transportasi udara global adalah industri bernilai triliunan dolar yang telah dan terus mengubah dunia menjadi lebih baik. Penunjukan Saadia terjadi pada saat perubahan signifikan dalam lingkungan internasional. Teknologi dan geopolitik, antara lain, akan membentuk kembali industri ini di masa depan dan Saadia membawa keterampilan yang tepat untuk secara efektif mengartikulasikan apa yang dibutuhkan industri untuk menghubungkan orang dan ekonomi dengan aman, efisien, dan berkelanjutan.

“Dia akan membawa perspektif baru ke IATA yang akan meningkatkan dukungannya untuk industri penerbangan berdasarkan kemampuan teknis, keuangan, dan data IATA yang telah mapan”, ujar Willie Walsh.

Ketua Dewan Direksi IATA dan CEO Grup Maskapai Penerbangan LATAM, Roberto Alvo mengapresiasi Willie yang membantu IATA keluar dari tahun-tahun COVID dengan lebih kuat dan dengan keanggotaan yang lebih representative. Berharap Saadia akan membawa pekerjaan IATA ke tingkat yang lebih tinggi.

Menanggapi ketetapan IATA, Saadia Zahidi merasa terhormat dapat membantu memajukan misi IATA untuk mewakili, memimpin, dan melayani industri penerbangan. Penerbangan merupakan infrastruktur penting bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, lapangan kerja, investasi, dan peluang. Di dunia yang berubah dengan cepat, peran IATA dalam menyatukan industri untuk berkolaborasi melalui standar yang terpercaya, layanan penting, dan advokasi tidak pernah sepenting ini.

Saadia Zahidi berharap dapat bekerja sama erat dengan maskapai anggota IATA, pemerintah, dan ekosistem mitra untuk membangun fondasi IATA yang luar biasa, memastikan penerbangan berkelanjutan menghubungkan dunia sembari  merangkul inovasi, memperkuat ketahanan, dan memajukan pertumbuhan berkelanjutan. “Bersama-sama, kita dapat memperluas manfaat konektivitas kepada lebih banyak orang dan ekonomi di seluruh dunia. Prioritas utama saya adalah bekerja sama dengan tim IATA dan industri untuk bersama membangun masa depan penerbangan,” kata Saadia Zahidi. ***

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*