Foto: Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia
ALOR SETAR, M’sia, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia (MOTAC) menyelenggarakan Dialog Pariwisata ASEAN-China selama dua hari di Langkawi, Kedah, mulai hari ini.
MOTAC mengatakan acara bergengsi ini menegaskan kembali komitmen teguh Malaysia untuk memperkuat kerja sama pariwisata antara negara-negara anggota ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) dan Republik Rakyat China.
Dilansir dari asean.bernama.com,
MOTAC mengatakan dialog tingkat tinggi ini mempertemukan pejabat pemerintah senior, organisasi pariwisata, pemimpin industri, dan perwakilan sektor swasta dari seluruh ASEAN dan China.
“Para delegasi akan mengeksplorasi jalur strategis untuk memajukan pariwisata berkelanjutan, mempercepat transformasi digital, meningkatkan konektivitas regional, dan mempromosikan pertukaran antar masyarakat yang lebih dalam.
“Dialog tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Datuk Seri Tiong King Sing, bersama dengan Duta Besar Tiongkok untuk Malaysia Ouyang Yujing; Ketua Aliansi Pariwisata Dunia (WTA) Zhang Xu; dan sekretaris jenderal Pusat ASEAN-China, Zhang Lizhong,” kata MOTAC dalam sebuah pernyataannya.
MOTAC mengatakan sesi tersebut diikuti oleh diskusi panel dinamis yang berfokus pada ketahanan pariwisata regional, inovasi digital, dan kerja sama pariwisata budaya dan kreatif.
Sesi ini yang memberikan wawasan berharga untuk memperkuat kolaborasi regional dan meningkatkan daya saing global ASEAN dan China sebagai destinasi wisata utama.
Dialog Pariwisata Malaysia-China, yang diadakan bersamaan dengan forum tersebut, semakin memperkuat hubungan bilateral melalui presentasi promosi pariwisata yang ditargetkan dari kedua negara.
“Sesi tersebut diakhiri dengan penandatanganan dan pertukaran beberapa Nota Kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama bisnis antara pemangku kepentingan pariwisata Malaysia dan China.
“Kemitraan strategis ini diharapkan dapat meningkatkan promosi pariwisata bersama, memfasilitasi kolaborasi bisnis lintas batas, dan membuka peluang baru untuk investasi pariwisata dan pertukaran pengunjung,” tambahnya.
Program ini juga menampilkan Sesi Jaringan Bisnis ASEAN-China, yang menyediakan platform bernilai tinggi bagi bisnis pariwisata dan pelaku industri dari kedua kawasan untuk membangun kemitraan strategis, membina hubungan komersial baru, dan mengeksplorasi peluang pasar yang muncul.
Para delegasi berpartisipasi dalam kunjungan teknis ke Taman Geoforest Kilim dan Kompleks Kerajinan Langkawi, serta mengikuti Pelayaran Matahari Terbenam Langkawi, yang semuanya akan menampilkan ekowisata khas pulau tersebut, warisan budaya yang kaya, dan beragam penawaran wisata pengalaman.
China tetap menjadi salah satu pasar sumber pariwisata utama Malaysia, dan keberhasilan penyelenggaraan dialog ini hanya akan menggarisbawahi kemitraan yang kuat dan abadi antara Malaysia, ASEAN, dan China.
Hasil pertemuan diharapkan dapat semakin memperkuat kerja sama pariwisata regional, meningkatkan arus pengunjung, dan mendukung keberhasilan berkelanjutan kampanye Visit Malaysia 2026.










