Booth TAT di event Gastech. Pengalaman imersif hadirkan aspek kebugaran (wellness), budaya, dan perjalanan rendah karbon khas Thailand bagi audiens sektor energi global,
BANGKOK, bisniswisata. co.id: Tourism Authority of Thailand (TAT) menampilkan tema “Power of Journey: Healing is the New Luxury” dalam ajang Gastech Exhibition and Conference 2026 yang berlangsung pada 14–17 September di BITEC, Bangkok.
Melalui pengalaman wisata yang imersif, TAT memamerkan keunggulan Thailand dalam bidang kebugaran, budaya yang hidup, dan perjalanan bertanggung jawab kepada lebih dari 50.000 profesional energi dari lebih dari 150 negara.
Langkah ini menyoroti daya tarik Thailand sebagai destinasi wisata rekreasi yang bermakna serta lokasi penyelenggaraan MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) internasional.
Gastech 2026 dibuka dengan sambutan dari Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand, Anutin Charnvirakul yang didampingi oleh Menteri Energi Thailand, Akanat Promphan; Presiden dmg events, Christopher Hudson; serta Gubernur TAT, Ib
Thapanee Kiatphaibool.
Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi bekerja sama dengan Thailand Convention and Exhibition Bureau ini pertemukan para pemimpin pemerintahan dan bisnis, pakar energi, serta investor dari seluruh dunia.
Program acara cakup pembahasan transisi energi global melalui diskusi meja bundar para pemimpin (Leadership Roundtables), konferensi strategis, konferensi teknis & komersial, pertemuan bilateral, serta pameran yang melibatkan 1.000 peserta pameran.
TAT memanfaatkan platform ini untuk memperkenalkan konsep temanya yang memposisikan perjalanan di Thailand sebagai pengalaman pemulihan diri yang didukung oleh aspek kebugaran, budaya, dan kearifan lokal.
Konsep ini menjawab kebutuhan wisatawan yang mencari pengalaman bermakna yang mendukung kesejahteraan fisik dan emosional, memulihkan keseimbangan diri, serta menciptakan hubungan yang lebih mendalam dengan gaya hidup masyarakat Thailand.
Thapanee Kiatphaibool, Gubernur TAT, mengatakan Gastech memberikan kesempatan penting bagi TAT untuk berinteraksi dengan para pemimpin, pengambil keputusan, dan pelaku bisnis dari seluruh dunia, sekaligus menampilkan sisi lain dari Thailand.
“Melalui tema ‘Power of Journey: Healing is the New Luxury’, kami memperlihatkan bagaimana kesehatan dan kebugaran (wellness), budaya, kuliner, seni, serta gaya hidup lokal dapat memberikan nilai dan makna lebih dalam pada sebuah perjalanan,” katanta.
Partisipasi TAT juga membantu membangun jaringan internasional, memperkuat profil Thailand sebagai destinasi pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE), serta menginspirasi perjalanan di masa depan bagi wisatawan berkualitas.”
Di stan TAT, konsep Feel All the Feelings menghidupkan berbagai destinasi, masyarakat, gaya hidup, dan budaya Thailand melalui penceritaan visual, sementara “20 Low Carbon Lifestyles” menyoroti rute perjalanan yang memadukan alam, komunitas, dan pengalaman lokal dengan praktik wisata yang lebih bertanggung jawab.
Sebagai daya tarik utama, “4 Senses of Authentic Heritage” menampilkan empat pengalaman secara bergantian: teh Thailand, yang memperkenalkan cita rasa, aroma, dan cara penyajiannya.
Ada pertunjukan Wayang Joe Louis, yang menampilkan seni pertunjukan wayang tradisional Thailand; pijat Thailand, yang menyajikan pengetahuan kesehatan tradisional melalui teknik pijat dan aroma herbal; serta Muay Thai, yang mendemonstrasikan seni bela diri Thailand melalui gerakan, teknik serangan, dan kemampuan atletis.
Berbagai demonstrasi budaya dan aktivitas interaktif sepanjang acara memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk lebih mengenal tradisi dan gaya hidup masyarakat Thailand.
Termasuk penyajian inhaler herbal Thailand sebagai suvenir yang mencerminkan konsep kesehatan tradisional dalam kemasan modern.
Kehadiran TAT di Gastech 2026 memperluas profil pariwisata Thailand di mata para pengambil keputusan dan investor global, sekaligus membangun jaringan yang dapat mendukung perjalanan wisata maupun bisnis di masa depan.
Hal ini juga memperkuat daya tarik Thailand bagi wisatawan berkualitas dan pasar MICE internasional, dengan memadukan kemampuan negara ini dalam menyelenggarakan acara internasional berskala besar dan pengalaman destinasi unik di luar lokasi konferensi.










