ENTREPRENEUR EVENT INTERNATIONAL NEWS RISET

Studi baru EIC Ungkapkan Acara Bisnis Hasilkan US$1,8 triliun Terhadap PDB global

Industri ini menghasilkan US$3,1 triliun, menurut studi tersebut. Acara bisnis menopang 24,2 juta lapangan kerja di seluruh dunia pada tahun 2025.

WASHINGTON, DC, bisniswisata.co.id:
Events Industry Council (EIC), bekerja sama dengan Oxford Economics, telah merilis laporan lengkap studi *Global Economic Significance of Business Events* (Signifikansi Ekonomi Global Acara Bisnis) tahun 2026.

Laporan ini menyajikan analisis komprehensif mengenai skala dan nilai luas sektor acara bisnis global. Studi ini didukung oleh Sponsor Visi Global MPI Foundation dan PCMA, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dilansir dari exhibitoronline.com, studi memperkirakan bahwa acara bisnis telah mempertemukan 1,65 miliar peserta di 180 negara sepanjang tahun 2025 dan menghasilkan belanja langsung sebesar US$1,3 triliun.

Jika aktivitas tidak langsung dan aktivitas turunan (induced activity) turut diperhitungkan, sektor ini mendukung total penjualan bisnis senilai US$3,1 triliun, berkontribusi sebesar US$1,8 triliun terhadap PDB global, dan menopang 24,2 juta lapangan kerja di seluruh dunia, menurut temuan studi tersebut.

Laporan lengkap ini menyajikan analisis yang lebih luas mengenai dampak langsung dan tidak langsung secara global, aktivitas di tingkat regional dan negara, tren tenaga kerja, pameran dagang, serta prakiraan pertumbuhan di masa depan.

Selain itu, laporan ini juga memuat wawasan mengenai efek katalitik yang menyoroti aspek-aspek acara bisnis yang lebih mendalam dan berorientasi pada tujuan (purpose-driven).

Temuan ini didasarkan pada survei global yang melibatkan lebih dari 1.600 penyelenggara acara, lokasi acara (venue), organisasi pemasaran destinasi, dan pemasok; studi dampak ekonomi tingkat negara.

Termasuk data industri dan pemerintah dari pihak ketiga termasuk data sektor pameran dari UFI (Asosiasi Global Industri Pameran) dan CEIR, serta pemodelan ekonomi global dari Oxford Economics.

Kerangka kerja analisis ini mengikuti panduan yang dikembangkan oleh UN Tourism untuk mendukung konsistensi di berbagai pasar dan segmen acara.

“Laporan ini memberikan bukti yang kredibel dan terkini bagi industri kami untuk menunjukkan nilai tersebut, sekaligus membantu kami menyampaikan narasi yang lebih utuh mengenai pengetahuan, hubungan, investasi, dan kemajuan jangka panjang yang tercipta melalui interaksi tatap muka,” ujar Amy Calvert, Presiden dan CEO Events Industry Council.

“Studi juga memberikan landasan bersama untuk bertindak bagi setiap elemen dalam komunitas acara bisnis global kami,” tambah Stephanie Harris, Ketua Dewan Direksi Events Industry Council sekaligus Presiden Incentive Research Foundation.

Laporan tersebut menemukan bahwa kegiatan bisnis (business events) secara langsung mendukung:
*US$1,3 triliun dalam bentuk belanja langsung
*US$759 miliar dalam bentuk PDB langsung
*9,7 juta lapangan kerja langsung
*1,65 miliar peserta

Studi tersebut menyatakan bahwa setiap US$1 belanja langsung untuk kegiatan bisnis menghasilkan tambahan US$1,37 dalam bentuk belanja tidak langsung dan belanja turunan (induced expenditure) di seluruh ekonomi global.

Amerika Utara memimpin dalam hal belanja langsung global dengan nilai US$487,7 miliar, yang mencakup 37,8% dari total keseluruhan dunia. Asia menghasilkan US$352,8 miliar, melampaui Eropa Barat yang mencatatkan angka US$328 miliar.

Kegiatan korporat dan bisnis menyumbang porsi terbesar dari belanja langsung dengan nilai US$566 miliar, diikuti oleh konvensi, konferensi, dan kongres sebesar US$383,2 miliar. Pameran dagang menghasilkan US$178,5 miliar, sementara kegiatan insentif menyumbang US$86,6 miliar.

Oxford Economics memproyeksikan belanja langsung untuk kegiatan bisnis akan mencapai US$1,6 triliun pada tahun 2028, yang mencerminkan pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 6,7% mulai tahun 2025.

Lapangan kerja langsung diperkirakan akan mencapai sekitar 10,4 juta pekerjaan pada tahun 2028, atau berada dalam kisaran 4,1% dari tingkat tahun 2019.

“Hasil ini menunjukkan besarnya skala sektor ini saat ini serta pentingnya sektor ini bagi pertumbuhan global di masa depan,” ujar Adam Sacks, Presiden Tourism Economics, sebuah perusahaan di bawah naungan Oxford Economics.

Di antara responden survei:
70% menyatakan bahwa pembangunan hubungan melalui interaksi tatap muka merupakan hasil kegiatan yang paling sulit untuk digantikan.

Organisasi melaporkan bahwa 28% pendapatan akan hilang jika tidak menghadiri atau berpartisipasi sebagai peserta pameran dalam kegiatan tatap muka.

Responden memperkirakan adanya tambahan pendapatan sebesar US$11 untuk setiap US$1 yang diinvestasikan dalam menghadiri atau berpartisipasi sebagai peserta pameran.

Organisasi mengaitkan perolehan 22% pelanggan baru dengan partisipasi dalam kegiatan tatap muka.

“Penelitian ini milik seluruh komunitas kegiatan bisnis global,” kata Paul VanDeventer, Presiden dan CEO MPI sekaligus ketua Komite Pengarah Penelitian dan Advokasi EIC.

Kami mendorong para anggota, mitra, destinasi, profesional penyelenggara acara, dan pemimpin bisnis untuk memanfaatkan temuan ini dalam upaya advokasi, investasi, serta diskusi dengan para pemangku kepentingan masing-masing.

Data memberikan kredibilitas, sementara suara yang bersatu menciptakan momentum.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)