Restoran Jepang dan Korea di Cilegon Beralih Pelayanan Agar Survive

0
16

CILEGON, bisniswisata.co.id: Ekspatriat Jepang dan Korea yang bekerja di kawasan Banten umumnya disiplin dan patuh sehingga himbauan work from home dan social distancing mencegah penyebaran virus corona Covid-19 langsung berimbas pada bisnis restorannya, kata Ahmad Sari Alam, Ketua PHRI Banten, hari ini.

“Restoran langsung sepi dan kami beralih pelayanan Take a Way untuk dua restoran masing-masing Restoran A Mi Rang yang menyajikan masakan Korea dan ASA Japanesse Restaurant yang lokasinya bersebelahan di Jl. Jenderal Sudirman No.3, Cilegon, tambah Ahmad Sari Alam, pemilik restoran itu.

Sebelum ada wabah, ujarnya, pada hari biasa baik jam makan siang maupun malam, kapasitas tempat duduk yang ada rata-rata terisi penuh dan 70 % tamu adalah ekspatriat Korea maupun Jepang yang bekerja di Cilegon dan sekitarnya sisanya pengunjung umum.

Selain 150 menu yang ada dan semuanya halal, masing-masing restoran memiliki  tempat duduk berkapasitas 100 orang dan 60 orang. Nasakannya juga menu sehat ala barbeque dan Teppanyaki.

Namun kini kondisinya berbeda setelah wabah virus juga menjalar ke berbagai provinsi termasuk Banten maka pengunjung restoranpun anjlok. Menghadapi situasi ini awalnya disiasati dengan diskon harga, memperpendek jam operasional dan menutup restoran di saat week-end yaitu pada hari Sabtu dan Minggu.

“Padahal kalau hari libur, pengunjung terutama adalah rombongan keluarga yang ingin menikmati berbagai menu sambil bonding dengan anggota keluarga dan merayakan hari ulang tahun,”

Menghadapi situasi wabah pandemi yang mendunia dan memukul telak industri pariwisata, Ahmad Sari Alam mengatakan harus menanggung resiko agar 50 karyawan restoran dan keluarganya dapat terus survive.

” Ini resiko yang harus kami tanggung oleh karena itu kalau pemerintah benar-benar menginginkan pariwisata menjadi penghasil devisa utama maka berikanlah stimulus ekonomi yang benar-benar dapat membuat pelaku industri pariwisata bisa bangkit setelah wabah Covid-19 ini teratasi,” katanya.

Sampai saat ini kedua restorannya tetap buka dan pengunjung dapat tenang menikmati hidangan karena untuk pelayanan prima bagi para karyawan maupun pelanggan setianya, pihaknya telah membersihkan kedua restoran dengan disinfektan untuk cegah penyebaran virus Covid-19.

” Kami sudah melakukannya sejak 19 Maret lalu dengan penyemprotan cairan kimia yang dilakukan petugas pest control dari Jakarta agar tamu nyaman ” tambahnya.

Ahmad Sari Alam yakin pemerintah dapat mengatasi wabah pademi Covid-19 dengan baik meskipun baru pertama kali hampir seluruh negara di dunia terkena wabah penyakit ini dalam waktu bersamaan.

Pihaknya optimistis wabah pasti berlalu dan saat ini karena perkembangan terakhir yang terpapar Covid meningkat, manajemen restoran meski tetap buka hanya bisa melayani untuk take a way ( delivery) yang bisa dilayani dari jam 11.00 siang hingga jam 21 WIB mengikuti kebijakan social distancing.

Ambil hikmahnya saja, justru dengan tidak adanya tamu makan di tempat maka karyawan punya banyak waktu untuk menara kembali restoran, melakukan bersih-bersih dan kegiatan lainnya,” kata Ahmad Sari Alam tetap optimistis.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.