Uncategorized

Kedatangan wisatawan internasional ke Kamboja anjlok 45% pada kuartal pertama

Meski kunjungan wisman anjlok, Angkor Wat tetat tetap jadi daya tarik utama

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Kamboja menarik 1,01 juta wisatawan internasional pada kuartal pertama tahun 2026, menandai penurunan sekitar 44,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut laporan Kementerian Pariwisata Kamboa.

China memimpin kedatangan wisatawan asing ke Kamboja selama periode Januari–Maret, diikuti oleh Vietnam dan Amerika Serikat.

Thong Mengdavid, wakil direktur riset di Universitas Teknologi dan Sains Kamboja, menghubungkan penurunan tersebut dengan perlambatan ekonomi regional dan konflik perbatasan Kamboja-Thailand yang sedang berlangsung.

Dia menambahkan bahwa ketegangan di Timur Tengah juga telah mendorong kenaikan harga bahan bakar dan mengganggu penerbangan, yang semakin menekan perjalanan.

Pariwisata tetap menjadi pilar penting ekonomi Kamboja, bersama dengan pertanian, konstruksi, dan ekspor manufaktur seperti pakaian dan alas kaki. Negara ini sebelumnya menyambut 5,57 juta pengunjung internasional pada tahun 2025, menghasilkan pendapatan sebesar US$3,87 miliar.

Terlepas dari perlambatan tersebut, kerajaan ini terus menarik wisatawan dengan Angkor Wat, pulau-pulau tropis, ekowisata, liburan mewah yang terjangkau dan infrastruktur yang terus berkembang, sambil bersaing ketat dengan raksasa pariwisata regional seperti Thailand dan Vietnam.

Selama beberapa dekade, Kamboja telah berpromisi ke dunia melalui satu citra: menara batu Angkor Wat yang menjulang tinggi menembus kabut hutan saat matahari terbit.

Tetapi negara Asia Tenggara ini jauh lebih dari sekadar tujuan wisata kuil. Ini adalah negara dengan pulau-pulau tropis, kota-kota tepi sungai, tradisi kuliner, petualangan ekowisata, dan beberapa pengalaman perjalanan jarak jauh paling terjangkau di Asia.

Namun, kini industri pariwisata Kamboja menghadapi salah satu periode tersulitnya sejak pemulihan pandemi. Penurunan ini mengikuti tahun 2025 yang sudah lebih lemah, ketika Kamboja menyambut sekitar 5,57 juta pengunjung, turun dari 6,7 juta pada tahun 2024.

Penurunan ini telah menimbulkan pertanyaan mendesak bagi ekonomi Kamboja yang bergantung pada pariwisata: Mengapa pengunjung menjauh? Dapatkah negara ini bersaing dengan Thailand dan Vietnam? Lalu apa yang masih menjadikan Kamboja salah satu destinasi paling menarik di Asia?

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)