Game Lokal Kreasi Indonesia (Gelora) 2020 Ajang Ciptakan Game Edukatif

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Program “Game Lokal Kreasi Indonesia (Gelora) 2020  memberikan kesempatan para developer (pengembang) game lokal untuk berkarya menciptakan game (permainan) edukatif dan bisa dinikmati masyarakat luas, kata Josua Simandjuntak, Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, hari ini

Berbicara pada peluncuran Josua Gelora 2020 bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI), pihaknya menggelar kegiatan untuk mengajak para pengembang game berani mengajukan ide-ide mereka dalam membuat game

Nantinya Kemenparekraf/Baparekraf akan sepenuhnya memberikan fasilitasi hingga game tersebut dapat terealisasi dan dinikmati masyarakat luas, jelasnya.

“Kami ingin memberikan sebuah tantangan sekaligus stimulus bagi para developer game lokal untuk merealisasikan ide-ide mereka dan menjadikan game tersebut menjadi sebuah karya untuk kita nikmati bersama,” kata Josua Simandjuntak.

Josua mengatakan, game merupakan salah satu media yang tidak hanya menjadi sarana hiburan tapi juga sekaligus media informasi dan edukasi. Untuk itu dalam Gelora 2020 pihaknya menyaratkan ide game yang diajukan harus terkait dengan edukasi mengenai COVID-19 yang mengacu ke dokumen resmi dari Kementerian Kesehatan.

Harapannya agar masyarakat nantinya tidak hanya mendapatkan hiburan namun juga teredukasi dengan cara yang menyenangkan.

“Ide-ide game tersebut harus yang dapat memberikan edukasi mengenai COVID-19 seperti jaga jarak, memakai masker, bangga buatan Indonesia, juga kenormalan baru,” kata Josua.

Pengembang game lokal yang tertarik dapat menyampaikan ide game mereka dalam bentuk dokumen proposal, video pitch dan surat pernyataan yang harus dikirimkan hingga 4 Juni 2020.

Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi Kemenparekraf/Baparekraf Syaifullah di kesempatan yang sama menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan semakin menggairahkan pengembang game Indonesia untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya.

Lewat kegiatan ini diharapkan dapat mendorong tidak hanya supply site tapi juga demand site yang mengutamakan game buatan lokal.

Size di industri game ini sangat besar, sehingga bisa menjadi peluang bagi pemerintah untuk juga memaksimalkan komoditas berbasis kreativitas,” kata Syaifullah.

IATA: Utang Maskapai Dunia Diproyeksikan Bengkak Jadi US$550 M

this formate

Utang maskapai global membengkak hingga 28% (foto: Zawya Mena)

JENEWA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memproyeksikan utang industri penerbangan dunia dapat menggelembung menjadi US$ 550 miliar di akhir tahun.

Itu berarti ada kenaikan 28% dari US$ 120 miliar pada awal tahun 2020. Bantuan keuangan menjadi salah satu pemicu. Dengan kembali dimulainya bisnis penerbangan, beban utang pun makin bertambah.

Menurut analisa IATA ada US$ 67 miliar utang baru yang bersumber dari berbagai pinjaman termasuk: pemerintah (US$50 miliar), pajak tangguhan (US$5 milar), dan jaminan pinjaman (US$12 miliar).

Sementara itu, pinjaman non-pemerintah diprediksi dapat mencapai US$52 miliar dengan rincian: pinjaman komersial (US$23 miliar), utang pasar modal (US$ 18 miliar), utang biaya sewa operasi (US$5 miliar), dan fasilitas kredit lainnya yang tersedia (US$6 miliar).

“Bantuan dari pemerintah itu memang dibutuhkan, agar industri tetap bertahan. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana mencegah agar beban utang tersebut tidak justru menenggelamkan perusahaan maskapai penerbangan,” kata Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal dan CEO IATA, dalam pernyataan tertulisnya, hari ini.

Total bantuan keuangan dari pemerintah bagi perusahaan-perusahaan penerbangan telah mencapai US$123 miliar. Dari jumlah itu, US$67 miliar perlu dibayar kembali. Sedangkan sisanya terdiri dari subsidi upah (US$ 34,8 miliar), pembiayaan ekuitas (US$ 11,5 miliar), dan keringanan pajak /subsidi (US$ 9,7 miliar). Fasilitas ini penting bagi industri maskapai yang akan ‘membakar’ uang tunai sekitar US$ 60 miliar pada kuartal kedua tahun ini saja.

Menurut Juniac, lebih dari setengah bantuan dari pemerintah telah menjadi utang baru. Kurang dari 10% akan menambah ekuitas maskapai. Hal itu telah mengunbah gambaran keuangan industri ini. “Dengan kewajiban untuk melunasi utang pemerintah dan pinjaman swasta, berarti krisis akan berlangsung lebih lama, ketimbang waktu yang diperlukan bagi pulihnya permintaan penumpang,” kata de Juniac.

Bantuan bervariasi

Total bantuan keuangan pemerintah senilai US$ 123 miliar setara dengan 14% total pendapatan maskapai pada 2019 (US$838 miliar). Sayang, sebarannya tidak merata. Ada kesenjangan yang perlu diisi.

2019 Revenues
($ billion)
Aid promised
($ billion)
% of 2019 Revenues
Global $838 $123 14%
North America $264 $66 25%
Europe $207 $30 15%
Asia-Pacific $257 $26 10%
Latin America $38 $0.3 0.8%
Africa and Middle East $72 $0.8 1.1%

Sumber: IATA

Masih ada kesenjangan besar terkait ketersediaan bantuan keuangan untuk menyelamatkan industri penerbangan. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyediakan dana paling besar.

Mereka membuat program CARES Act sebagai komponen utama bantuan kuangan bagi operator penerbangan di kawasan Amerika Utara. Jumlahnya bisa mencapai ¼ total pendapatan tahunan 2019 perusahaan penerbangan di kawasan itu.

Di Eropa ada bantuan yang nilainya setara dengan 15% total pendapatan 2019 dan 10% di kawasan Asia Pasifik. Teapi di Afrika, Timur Tengah, dan negara-negara Latin Amerika, rata-rata hanya tersedia sekitar 1% dari total pendapatan 2019.

Juniac mengakui banyak pemerintah menyediakan paket bantuan untuk menghadapi situasi paling sulit seperti saat ini, termasuk uang tunai untuk menghindari kebangkrutan. Terbukti bahwa di negara dimana pemerintah tidak cukup cepat merespons keadaan atau dana bantuan yang cekak, banyak perusahaan terpaksa gulung tikar, seperti yang terjadi di Australia, Italia, Thailand, Turki, dan Inggris.

Connectivity itu penting bagi upaya pemulihan. Bantuan keuangan bagi maskapai penerbangan menjadi masuk akal secara ekonomi. Karena, hal itu dapat memastikan mereka siap menyediakan lapangan kerja terkait seiring dengan dibukanya kembali aktiitas ekonomi,” kata Juniac.

Dampak utang

Bantuan yang tersedia akan memengaruhi kecepatan dan kekuatan pemulihan. Oleh sebab itu IATA mendesak agar pemerintah yang masih mempertimbangkan memberi bantuan keuangan untuk fokus membantu perusahaan penerbangan mendapatkan pembiayaan ekuitas.

“Banyak maskapai masih sangat membutuhkan bantuan keuangan. Bagi pemerintah yang belum bertindak, pesan kami: bantu maskapai penerbangan meningkatkan kemampuan ekuitas lewat hibah dan subsidi sehingga mereka lebih kuat melakukan pemulihan, ”kata de Juniac.

Namun, dia juga mengingatkan: “Masa depan yang sulit ada di hadapan kita. Mengendalikan Covid-19 dan selamat dari goncangan finansial baru rintangan pertama. Langkah pengendalian pasca pandemi membuat biaya operasional menjadi lebih mahal karena jumlah penumpang yang sedikit. Investasi juga akan diperlukan untuk memenuhi target lingkungan.

Di atas semua itu lanjut Juniac, perusahaan penerbangan harus membayar kembali utang-utang yang jumlahnya besar. Setelah selamat dari krisis, perusahaan menghadapi tantangan berikut yakni pemulihan kesehatan keuangan.

Pekan lalu, Dewan Gubernur IATA menyampaikan lima komitmen utama untuk kembali memulai industri ini. Pertama, komitmen pada keselamatan dan keamanan staf dan traveler, memenuhi target lingkungan industri, dan menjadi pendorong bagi pemulihan ekonomi dengan menyediakan konektivitas yang terjangkau.

 

 

Macau Tujuan Wisata Memukau Untuk Beragam Komunitas Hobby

this formate

obyek wisata andalan Macau dari The Venetian Macau, Tower Macau, Hotel Lisboa yang megah hingga Senado Square. ( Foto: Google)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun lalu Paket Lebaran yang banyak ditawarkan agen tour and travel adalah Hongkong, Shenzen, Macau hingga Zhuhai yang berada di Provinsi Guangdong, China  berbatasan dengan Macau.

Mewujudkan keinginan untuk melakukan wisata murah sekaligus mengisi libur Lebaran banyak diminati kalangan Muslim maupun Non Muslim yang sayang melewatkan libur jika berdiam diri saja di rumah. Oleh karena itu paket Macau umumnya jadi laris manis.

Kondisi sekarang tentu saja berbeda, Macau masih tertutup untuk dikunjungi wisatawan mancanegara bahkan dengan warga China sendiri. Mereka yang dari mainland juga melewati proses test COVID-19,  sementara warganya sendiri maupun ekspatriat yang berada di Hongkong belum bisa kembali ke Macau.

” Peraturannya yang dari Hongkong harus langsung dikarantina 14 hari. Jadi tidak ada yang datang karena biaya karantina juga harus ditanggung sendiri,” kata Murni Denize, profesional guide Macau asal Indonesia yang sudah menetap 20 tahun di sana.

Bincang-bincang bersama Anton Thedy di Live Insta Story, resellertravel Instagram, Murni mengatakan paket wisata ke Macau sebelum terjadi pandemi hingga masa Lebaran seperti saat ini sebenarnya sudah tinggi.

” Pulau yang hidup warganya dari pariwisata ini 90% penghasilannya turun dan 200 ekspatriat yang menjadi pengelola hotel-hotel mewah dan fasilitas lainnya sudah PHK sejak Maret lalu. Pegawai airport maupun casino juga sudah sekitar 480 orang yang kehilangan pekerjaannya” ungkapnya.

Murni bercerita Macau terlanjur identik dengan meja judi padahal banyak kegiatan wisata yang dapat dilakukan di wilayah pesisir selatan Republik Rakyat Tiongkok ini. Setelah penandatanganan perjanjian antara Portugal dengan Tiongkok pada 20 Desember 1999 maka bersama dengan Hong Kong, Macau adalah suatu wilayah dengan status sebagai Daerah Administratif Khusus China (RRT).

“Paket wisata yang dikemas travel agent dari Indonesia biasanya tidak menginap di Macau tapi di Hongkong atau Zhuhai. Padahal sebaiknya menginap 1-2 hari di Macau karena banyak kegiatan dan show menarik dan ada 22 tempat yang mendapat penghargaan UNESCO,” kata Murni.

Macau yang terletak 65 kilometer di sebelah barat Hong Kong merupakan kota masa depan sekaligus kota sejarah. Disebut sebagai kota masa depan karena banyak gedung pencakar langit dan teknologinya yang sudah sangat maju.

Sedangkan, disebut sebagai kota sejarah karena adanya benteng-benteng tua masa kolonial Portugis. Banyak pula gereja yang memiliki sejarah panjang dan  bangunan-bangunannya masih sangat terawat sehingga penggemar wisara sejarah, komunitas fotografi, pecinta kuliner dan penggemar hobby lainnya akan betah tinggal di sini.

Wisatawan Indonesia memang tujuan utamanya ke The Venetian Macau, lokasi bermain casino. Tak perlu jauh-jauh ke Las Vegas karena tempat ini menyediakan lokasi bermain kasino yang sangat mewah sekaligus bisa memuaskan hasrat berbelanja sekaligus mall dipenuhi 700 an  toko brand internasional.

Menariknya lagi adalah bisa naik gondola seperti di Venesia, Italia. Terdapat sungai-sungai kecil yang mengitari mall ini. ” Sepanjang membawa wisatawan Indonesia ke Macau tidak ada peserta paket wisata yang mengkhususkan untuk berjudi karena waktunya hanya ada satu jam untuk mencoba permainan casino. Umumnya semua sibuk belanja,”

             Murni Denize ( kiri), profesional guide dan Anton Thedy.

Itulah sebabnya kalau Macau selalu dipromosikan sebagai kota judi sangat tidak menguntungkan karena wisata kulinernya unik paduan Portugis dan Chinesse food karena Macau lama dibawah penjajahan Portugis yang memburu bumbu rempah.

” Untuk wisata halal juga bisa karena makanan halal bisa disediakan di restoran India, ada satu mesjid kecil juga bisa menampung 60-100 orang,” ungkap Murni Denize.

Anton Thedy yang punya hobi fotografi mengakui bisa lupa waktu jika berada di Macau karena Macau Tower dan Macau Bridge, jembatan panjang di atas laut menghubungkan Hong Kong, Macau dan Zhuhai sungguh mempesona.

Belum lagi gemerlap lampu kota dimalam hari sudah menjadi daya tarik tersendiri serta kegiatan tour yang sarat dengan aktivitas human interest, kata Anton

Murni bercerita selama masa pandemi global ini untuk mengobati rasa kangen dia sibuk review tentang obyek wisata Macau di YouTube channel sekaligus hiburan bagi grup wisata yang batal datang.

Sejak 1998 dia sudah sering datang ke Macau hingga akhirnya menetap dan memiliki sertifikasi guide profesional untuk melayani wisatawan Indonesia termasuk grup dari TX Travel yang didirikan Anton Thedy.

Macau cocok untuk tujuan wisata dari berbagai komunitas hobby. Simak saja beberapa obyek andalan Macau yang disarankan Murni untuk dikunjungi,  berikut uraiannya;

1.The Ruins of St. Paul

The Ruins of St. Paul sebagai landmark kota Macau. Dilihat dari bentuknya, bangunan ini seperti pintu gerbang yang sangat megah. Awalnya, bangunan ini merupakan Gereja Mater Dei yang dibangun pada 1602. Namun, hancur karena kebakaran pada 1835. 

Megahnya bangunan ini membuat para wisatawan tertarik mengunjunginya. Setiap harinya selalu dipenuhi dengan para turis yang ingin berfoto dengan arsitektur keren ini.

2.Senado Square

Berada di jantung kota Macau, Senado Square merupakan area pejalan kaki yang sangat menyenangkan. Spot yang mengesankan adalah bangunan-bangunan tua dengan arsitektur kolonial Portugis.

Alun-alun ini juga merupakan tempat yang bagus untuk berbelanja. Kamu juga harus mencicipi hidangan Eropa dan China di restorannya. Ada pula Gereja Domingo Spanyol abad ke-17 yang menjadi tempat naik gondola di sini.

3 Macau Tower

Macau Tower atau menara Macau ini juga merupakan salah satu landmark kota ini. Menara yang dibuka pada 19 Desember 2011 itu, memiliki tinggi 338 meter. Dari puncaknya, tampak keindahan panorama seluruh kota

4.Taipa Village

 Di Macau juga ada desa yang sangat terkenal di kalangan wisatawan. Desa Taipa namanya. Terdapat banyak gang yang dipenuhi dengan toko-toko China tradisional dan beberapa restoran di sini. Sementara itu, pada jalan utamanya yang lebih luas, terdapat vila kolonial, gereja, dan klenteng yang bakal langsung merasa betah di sini.

  1. Macau Museum of Art

Memasuki museum 5 lantai ini seketika akan terkesan dengan banyaknya karya seni yang dipajang. Bukan hanya karya seni yang diciptakan di Macau dan China saja yang dipamerkan. Lukisan karya seniman Barat, George Chinnery, juga ikut serta dipamerkan di sini.

Karya menarik lainnya ada kaligrafi Dinasti Ming dan Qing dari Guangdong, patung-patung keramik dari Shiwan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Museum ini juga memamerkan lukisan sejarah Barat abad ke-19 dari seluruh Asia dan seni kontemporer Macau.

6.A-Ma Temple

Letaknya di sebelah tenggara Semenanjung Macau. Kuil yang dibangun sejak tahun 1.488 di era Dinasti Ming ini (1368-1644) merupakan kuil tertua  dan tempat pertama kalinya bangsa Portugis mendarat di Macau. Pendaratan inilah yang menjadi titik awal sejarah Macau.

A-ma Temple atau yang disebut dengan Kuil A-ma merupakan wisata religi umat Buddha dan masih digunakan dengan baik oleh masyarakat yang beragama Buddha disana untuk beribadah. Namun dikarenakan tempat ini memiliki sejarah yang besar dalam beridirinya Kota Macau maka area ini dijadikan sebagai tempat wisata untuk umum.

7. Macau Giant Panda

Tak cukup kalau melihat panda hanya di kebun binatang biasa. Kamu wajib melihat panda-panda lucu ini langsung dari habitatnya. Macau Giant Panda Pavilion merupakan destinasi wajib saat singgah di Macau. Ada dua ekor panda besar yang sangat langka dan lucu abis. Namanya Xin Xin dan Kai Kai. Siap-siap dibuat gemas dengan tingkah lakunya yang manja ya!

 

 

 

Rahasia Kopi Vietnam Memikat Dunia

this formate

JAKARTA,  bisniswisata.co.id: Pandemi virus corona belum menunjukkan tanda-tanda segera pergi. Orang masih banyak yang mengurung diri di rumah karena khawatir tertular virus mematikan itu. Meski pemerintah sempat mempertimbangan untuk melonggarkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), toh banyak pihak meminta agar ide itu ditinjau kembali. 

Sementara menunggu perkembangan, ada baiknya kita alihkan sedikit perhatian ke isu lain, yakni kopi Vietnam. Kini, semakin banyak penikmat kopi di dunia kepincut kopi Vietnam. Kopi berjenis robusta ini biasa disajikan dengan campuran susu kental manis.

Tak sulit bagi awam (bukan penikmat kopi) untuk segera jatuh hati dan ketagihan. Dulu, saat masih ada restoran Vietnam Pho Hoa di pojok Jalan Sabang, kami kerap mampir untuk sekadar menyeruput usai menyantap mie Vietnam yang nikmat.

Menurut seorang kerabat yang sering bertandang ke Vietnam, negara dengan pangsa pasar sepeda motor terbesar di dunia itu, kopi Vietnam sebenarnya keras banget, apalagi jika kita minum di sana. “Akupun sampai pusing setelah minum kopi di pojok kafe yang banyak tersebar di kota Ho Chi Minh,” kata Nico.

Bagi masyarakat Vietnam, minum kopi sudah menjadi semacam way of life. Seperti halnya di rumah-rumah sebagian besar masyarakat Indonesia, orang-orang Vietnam juga memiliki tradisi minum kopi di rumah atau saat menjamu tamu.

Mereka percaya kadar kafein yang ada di dalam kopi bukan sekadar mampu menyuntikkan energi, melainkan lebih dari itu. Kedai-kedai kopi pun marak berdiri di sana, mulai dari model counter hole-in-the-wall dengan bangku plastik di sepanjang trotoar, hingga kafe kontemporer dengan fasilitas sangrai di tempat.

Sebenarnya, tradisi minum kopi di Vietnam bukanlah murni budaya yang tumbuh dari lokal melainkan diimpor dari Perancis saat negara Eropa ini menjajah pada sekitar 1850an. Kebiasaan ini pun berlanjut. Budaya impor ini bahkan memberi  kontribusi pada tingkat kebahagiaan masyarakat Vietnam.

Menurut survei yang dilakukan Happy Planet Index yang berbasis di Inggris pada 2016, Vietnam diurutkan pada peringkat ke-5 negara paling bahagia di dunia, dan menempati urutan kedua di kawasan Asia Pasifik.

Membuat kopi Vietnam tidaklah rumit. Setiap orang bisa meraciknya di rumah. Alat utamanya hanya sebuah phin, penyaring bubuk kopi berbahan stainless steel. Ini mudah didapat, harganya pun relatif terjangkau. Pertama, masukkanan dua sendok makan kopi bubuk Vietnam ke dalam phin, kemudian letakkan phin di atas cangkir atau gelas.

Rebus air panas, lalu tuanglah ke dalam phin: tunggu (dengan sabar) sampai ia menyaring. Kopi Vietnam biasanya disajikan dengan cita rasa creamy. Untuk itu, tambahkan susu kental manis ke dalam gelas sebelum kopi masuk. Terakhir, aduk rata sehingga kopi berubah warna menjadi karamel coklat. Jika ingin, boleh saja tambahkan gula untuk menendang rasa kafeinnya. 

Petani kopi di Vietnam melatani turis dan racikan kopi Vietnam di cafe-cafe

Salah seorang yang sukses  memulai usaha jual kopi Vietnam ‘pinggir’ jalan adalah Rob Atthill, warga negara London. Dia mengaku jatuh cinta pada kopi creamy Vietnam sejak 2004 saat dirinya pertama kali menapakkan kaki ke negara di Asia Tenggara ini. 

Vietnam sendiri sudah cukup lama dikenal sebagai negara pengekspor kopi. Secara global, negara berpenduduk sekitar 92 juta orang ini, sudah dikenal sebagai pengekspor kopi dunia terbesar kedua, setelah Brazil.

Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization) melaporkan Vietnam mengekspor sekitar 25 juta, 60 kg bags of coffee per tahun. Nilainya sekitar US$3 miliar.

Meski secara kuantitas besar, namun kopi Vietnam belum mampu bersaing secara kualitas di pasar global. Reputasinya kalah jika dibandingkan dengan negara pengekspor kopi lainnya seperti Indonesia. Sebut saja Kopi Gayo dari Aceh. Kopi berjenis Arabika ini dianggap lebih berkelas. 

Menurut beberapa pakar, masalahnya ada pada kualitas biji kopi. Di Vietnam, mayoritas perkebunan atau sekitar 97% merupakan tanaman kopi berjenis Robusta. Sedangkan di dataran tinggi Gayo, kopi yang ditanam adalah jenis Arabika. 

Perkebunan Kopi di Gayo telah ada sejak 1908, utamanya di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kedua daerah yang berada di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut tersebut merupakan perkebunan kopi Arabika terluas di Indonesia. 

Produksi kopi Arabika tidak bisa massif karena harus ditanam pada ketinggian tertentu. Hal ini berbeda dengan jenis Robusta yang cenderung over produksi. Selain ketersediaan berlimpah, kopi ini banyak dipakai sebagai campuran membuat kopi murahan dan instan.

Aroma biji kopi robusta memang lebih keras dan kadar kafein-nya tinggi. Itulah yang antara lain mendorong produsen kopi pabrikan mencampurnya dengan bahan lain. Inilah yang turut merusak reputasi kopi jenis robusta.

Menurut pandangan Atthill, pemilik kedai kopi di London, sikap yang menganggap kopi jenis robusta itu rendah kualitas merupakan pandangan yang sudah ketinggalan zaman. “Ada banyak keangkuhan pandangan di kalangan industri tentang kopi robusta. Tidak ada itu istilah inferioritas. Arabika juga secara inheren tidak lebih baik. Jadi, ada biji kopi Robusta yang baik juga ada Arabika yang jelek.”

Tapi banyak juga konsumen kopi di negara yang penduduknya tak punya tradisi ngopi, misalnya Kanada. Mereka umumnya tak terlalu hirau pada cita rasa. “Itulah masalahnya, orang ke Starbuck bukan untuk betul-betul menikmati kopi tapi sekadar hangout dan kumpul,” kata Michael Sung.

Teman saya ini seorang imigran Taiwan yang kini menetap di Kanada. Dia  pernah mencoba peruntungan menjual kopi luwak, namun gagal karena pembeli enggan membayar harga tinggi meski kopi luwak menawarkan sesansi rasa yang unik. 

Sementara itu menurut Will Frith, seorang konsultan kopi yang juga pemilik perusahaan co-roasting di Kota Ho Chi Minh, kebiasaan orang Vietnam minum kopi di kedai atau kafe itu lebih tentang kebersamaan dan hasrat untuk berkumpul bersama teman. 

Dia menambahkan banyak peminum kopi berkumpul di kedai kopi favorit dan menganggap tempat itu sebagai “ruang ketiga,” setelah rumah dan tempat kerja. Di sana persahabatan dengan pemilik atau staf sering kali terjalin. Selain itu, “hampir setiap rumah tangga di Vietnam menyeduh kopi di rumah,” katanya, seperti dilansir dari CNN.

 

CNN- UNWTO Kampanyekan #TRAVELTOMORROW Lewat Film 60 Detik

this formate

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id:  Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) telah bergabung dengan CNN International untuk menggalakkan  Kampanye #TravelTomorrow, menginspirasi orang-orang untuk bersiap-siap melakukan perjalanan lagi.  

UNWTO telah bermitra dengan CNN untuk membuat film 60 detik menunjukkan  kekuatan unik pariwisata untuk menginspirasi dan menyatukan orang adanya pemulihan, persatuan dan peluang.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan dalam masa-masa sulit ini semua harus memainkan peran kita masing-masing.           ” Tinggal di rumah hari ini, mendukung upaya komunitas kesehatan global dalam memerangi COVID19 – sehingga kita dapat #TravelTomorrow,”,” ungkapnya dalam rilis di situs unwto.org, kemarin.

Tetapi hal ini tidak berarti harus berhenti bermimpi tentang tempat-tempat yang akan kita kunjungi suatu hari nanti.  Dia senang dengan inisiatif baru yang dibuat oleh CNN.

Mitra yang dihargai dari UNWTO ini akan menjaga dunia terhubung dengan orang-orang dan tempat-tempat yang menunggu kita  kunjungi, ketika kita dapat sekali lagi menikmati hadiah perjalanan – sektor yang akan sangat penting untuk  pemulihan ekonomi global, tambah Zurab Pololikashvili

Content kanpanye ini menggabungkan pesan utama badan khusus PBB dengan kreativitas broadcast dan melihat masa depan yang lebih cerah untuk pariwisata global serta  mereka yang bergantung pada sektor ini untuk mata pencahariannya.

Sejak awal pandemi COVID-19 yang membuat dunia terhenti, UNWTO telah menekankan pentingnya memprioritaskan kesehatan masyarakat.  Pesan “Tetap di Rumah Hari Ini untuk #TravelTomorrow” telah disebar  ke seluruh dunia, baik oleh pemerintah maupun oleh pelancong individu.  

Sekarang, karena banyak negara  tujuan mencari solusi dan  mengurangi pembatasan perjalanan, kita dapat sekali lagi menikmati lagi suatu perjalanan setelah sekian lama tetap di rumah.

 Film ini, yang akan ditayangkan di CNN International dan media sosialnya serta  diperkuat  juga oleh saluran media UNWTO sendiri, mengajak pemirsa di seluruh dunia, mengingatkan mereka akan keajaiban di luar lingkungan mereka.  

#TravelTomorrow bertujuan untuk mendorong imajinasi dan perjalanan masa depan yang menampilkan petualangan, bisnis, budaya, keluarga, dan teman.  Ini juga mempromosikan solidaritas dan menekankan pentingnya semua wisatawan mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Presiden Komersial CNN Worldwide Rani Raad mengatakan: “Perjalanan dan pariwisata sejauh ini merupakan salah satu sektor yang paling terkena dampak akibat pandemi ini.  Komitmen kami untuk mendukung industri ini didasarkan pada pekerjaan kami selama bertahun-tahun dengan UNWTO, anggotanya di seluruh dunia dan tujuan perjalanan dan pariwisata lainnya,” jelasnya.  

Adalah penting untuk berbagi pesan penuh aspirasi dengan masyarakat dunia dan mengingatkan orang-orang bahwa sementara banyak orang harus tinggal di rumah hari ini, bukan berarti  berhenti bermimpi tentang ke mana kita ingin melakukan perjalanan besok. 

 

Kompetensi SDM untuk Room Attendant Terus Ditingkatkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Pelatihan bagi pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif terus ditingkatkan terutama untuk kompetensi (upskilling dan reskilling) sebagai antisipasi bagi mereka saat kembali pada pekerjaan di bidangnya setelah pandemi COVID-19 berakhir.

Kali ini Kemenparekraf/Baparekraf melakukan pelatihan daring bagi tenaga kerja pada bidang room attendant yang resmi dibuka sehari usai merayakan Lebaran. Kegiatan diikuti 75 peserta, dan  terbagi dalam delapan kali pertemuan yang akan berlangsung beberapa pekan ke depan.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh, saat membuka pelatihan daring room attendant mengatakan, pemerintah terus mendorong para pekerja untuk tetap menjaga keahlian dan keterampilannya sehingga mereka tidak canggung dalam memasuki dunia kerja kembali dalam suasana kenormalan baru (_New Normal_).

“Salah satunya melalui kegiatan pelatihan ini, yang juga bertujuan mempersiapkan mereka untuk memberikan pelayanan dengan senyuman yang tulus dan ikhlas kepada jutaan turis yang akan datang setelah masa sulit ini berakhir sesuai perkiraan Presiden Joko Widodo yang memperkirakan pariwisata akan booming pada 2021,” kata Frans Teguh.

Keberadaan SDM khususnya room attendant dengan kompetensi dan kemampuan yang baik dinilai akan sangat berpengaruh dalam industri pariwisata. Dimana room attendant yang berada di bawah departemen housekeeping menjadi bagian penting dalam industri hotel, salah satu unsur terpenting dalam pariwisata.

Tugas room attendant diantaranya adalah menjaga kebersihan area kamar hotel, menangani _lost and found serta menangani laundry and dry cleaning.

“Sebagai departemen yang paling banyak mempekerjakan tenaga di hotel, room attendant memegang peranan penting dalam kepuasan tamu, ” kata Frans Teguh, hari ini.

Oleh karena  menangani langsung kamar hotel yang digunakan langsung oleh tamu maka di masa kenormalan baru mendatang yang mengedepankan unsur kebersihan, kesehatan, dan keamanan, room attendant harus mampu memberikan jaminan bukan hanya kebersihan tapi juga kesehatan seperti bebas dari segala virus, tambahnya.

Sementara Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Surana selaku Kabid Kompetensi SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf mengatakan, pelatihan online _room attendant_ diikuti 75 orang dari berbagai daerah di tanah air. Mereka adalah _room attendant_ dari hotel-hotel di Jabodetabek, Bali, Yogyakarta, Makassar, Palembang, dan Lampung.

Mereka mendapat pelatihan langsung dari instruktur-instruktur yang ahli di bidangnya. Diantaranya materi tentang penerapan prosedur keamanan keselamatan kerja, menyiapkan kamar untuk tamu, melakukan percakapan singkat di telepon, mempromosikan produk dan jasa pada pelanggan, menangani keluhan pelanggan, dan lainnya.

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja dalam menerapkan tugas dan tanggung jawab seorang room attendant kata Surana.

 

Tawaran Menggiurkan, Jepang Akan Subsidi 50% Biaya Turis Yang Datang

this formate

Foto: Unsplash.com/ David Edelstein @jlhopes

TOKYO, bisniswisata.co.id: Siapa yang suka berwisata ke Jepang ? sudah tahu belum kalau bos dari Badan Pariwisata Jepang, Hiroshi Tabata, berencana siapkan dana subsidi US$ 12,5 miliar untuk menarik para pelancong kembali ke Jepang, dimulai segera setelah bulan Juli.

Dikutip dari Simple Flying, Hiroshi Tabata mengatakan subsidi sebesar itu pada sebuah acara dengan media pekan lalu, Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan  untuk memberikan subsidi 50% biaya wisatawan yang berkunjung ke negaranya.

Meski begitu, Pemerintah Jepang belum menjabarkan secara detail seperti apa program ini akan bekerja, biaya apa yang akan ditanggung, atau bagaimana subsidi akan didistribusikan. Sebab, hingga saat ini, Jepang masih memberlakukan lockdown yang melarang wisatawan ataupun warga negara asing memasuki negara tersebut.

Program itu membuat Jepang menjadi negara yang akan mengikuti jejak negara-negara lain untuk mendorong pariwisatanya pada musim panas ini. Bulan lalu, Pulau Sisilia di Italia mengumumkan program serupa. Pemerintah di sana akan mengganti biaya perjalanan wisatawan, mencakup setengah dari penerbangan mereka dan sepertiga dari biaya hotel mereka.

Subsidi liburan setengah harga untuk turis asing ini menyusul merosotnya kunjungan wisman atau kedatangan penumpang yang paling suram dalam sejarah penerbangan Jepang akibat COVid-19.  Hari ini, di Bandara Narita yang biasanya sibuk, hanya ada beberapa kedatangan dan keberangkatan internasional di tengah sejumlah pembatalan.

Memang baru sebatas rencana dan belum ditetapkan secara konkret dan detail. Tidak ada kata tentang bagaimana hal itu akan dibayar atau apa kriteria dan pengecualiannya.  Sayangnya juga tidak ada jaminan mereka akan menanggung setengah dari biaya kelas satu All Nippon Airways dan Park Hyatt di Tokyo.

Jepang memiliki respons yang menarik terhadap pandemi COVID -19 karena mereka jauh lebih lambat daripada banyak negara lain untuk menutup perbatasan mereka, sebagian karena menjadi tuan rumah Olimpiade yang dijadwalkan berjalan di sana tahun ini.

Tetapi pada bulan April, Jepang bergerak maju dan mulai melarang pengunjung dari banyak negara meski tidak melarang semua negara.  Tetapi pada tahap ini, permintaan untuk perjalanan telah runtuh  dan sejumlah maskapai penerbangan telah memangkas penerbangan ke dan dari Jepang

Hasilnya adalah hanya 2.900 pengunjung yang masuk mendarat di Jepang pada bulan April. Padahal   tahun lalu ada 31,9 juta pengunjung mengalir ke negara Asia Utara yang populer itu.  Tahun ini, di balik penyelenggaraan Olimpiade yang ditunda,  Jepang mengharapkan kunjungan 40 juta wisatawan mancanegara.

Ini adalah perubahan drastis dari satu  negara yang biasanya kelebihan kedatangan jumlah wisatawan dan bersiap untuk acara olahraga dunia yang berlangsung empat tahun sekali. Pesta Olimpiade itu telah dijadwalkan kembali ke tahun 2021.

Inbound travel telah lama menjadi kontributor signifikan bagi ekonomi  Jepang yang stagnan dan Pemerintah Jepang sangat ingin memulai pendapatan menguntungkan dari sektor ini lagi.

Tetapi masalahnya Japan Airlines dan All Nippon Airways secara drastis juga mengurangi jadwal internasional mereka dalam beberapa bulan terakhir.  Japan Airlines telah memangkas layanan internasionalnya hingga 96% hingga akhir Juni.  

Padahal maskapai ini menjalankan beberapa penerbangan ke Chicago, Vancouver, Los Angeles, London, Bangkok, Kuala Lumpur, Jakarta, Hanoi, Ho Chi Minh, Manila, Dalian, Hong Kong, Taipei, dan Kaohsiung.

All Nippon Airways juga memangkas sebagian besar penerbangan internasionalnya yang jadi jalur andalan  seperti ke Bangkok, Manila, Singapura, Hanoi, Kuala Lumpur, Sydney, Los Angeles, San Francisco, Chicago, Vancouver, Mexico City, London, dan Frankfurt.

Sebagian besar maskapai penerbangan internasional yang biasanya terbang di Jepang telah menangguhkan layanan mereka di sana.  Hari ini, di Bandara Narita yang biasanya sibuk, hanya ada beberapa kedatangan dan keberangkatan internasional di tengah sejumlah pembatalan.

Pemerintah Jepang berhati-hati tetapi ingin menghidupkan kembali inbound travel. Ingin lebih banyak penerbangan beroperasi dan airport penuh, sementara kontrol perbatasan tetap ketat.

Untuk menghidupkan bisnis wisatanya, ada laporan peluang  bisnis menguntungkan dari pasar pelajar dulu yang ditargetkan baru kemudian dengan pasar wisatawan. Kalau Hiroshi Tabata targetkan turis asing sudah masuk Juli untuk liburan setengah harga bisa jadi memang terlalu optimistis.

Namun bagi wisatawan Indonesia bisa jadi tawaran menggiurkan itu ditindak lanjuti dengan berwisata ke negri Sakura itu. Maklum Hubungan Indonesia dan Jepang memang punya sejarah panjang. Hubungan itu berlanjut dengan tingginya kunjungan pariwisata antar kedua negara.

Bukan hanya wisatawan Indonesia yang bepergian ke negeri Sakura tersebut, tapi juga tumbuhnya minat wisatawan Jepang untuk berkunjung ke Indonesia dengan berbagai budaya dan iklim tropis yang ditawarkan.

 

 

Kebun Raya Bogor Dan Sejarah Dunia yang Disimpannya

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id : Kebun Raya Bogor biasanya ramai oleh pengunjung di saat merayakan Lebaran.  Tapi adanya pandemi virus COVID-19 memaksa saya kali ini ‘puasa’, tidak piknik ke ‘s Lands Plantentuin te Buitenzorg atau Kebun Raya Bogor (KRB) yang juga baru berulang tahun.

Padahal tanggal 16 Mei lalu KRB baru saja merayakan HUT ke-203. Di tahun-tahun sebelumnya, nyaris selalu saya berkunjung, sendiri ataupun bareng istri dan teman komunitas. Bagi saya, KRB bukan sekadar tempat menggelar tikar di hari Minggu, bukan sekadar tempat buat ngocok arisan sambil makan bareng tetangga atau konco lawas. 

KRB juga bukan sekadar taman luas dan indah yang asyik dijadikan lokasi rekreasi keluarga. Lebih dari itu, KRB adalah satu dari sekian warisan dunia di Indonesia, yang berjarak hanya sekitar 60 Km dari Titik NOL Jakarta, museum tumbuhan terlengkap dunia, dimana kita bisa belajar khususnya jenis-jenis tumbuhan tropika. 

Museum tempat tumbuhnya pohon Kelapa Sawit tertua di dunia, tempat singkong yang asal Amerika pertama kali dikembangbiakkan, tempat dimana anak-anak bisa melihat pohon yang beragam dan banyak lagi.

Jalan-jalan dan belajar di areal KRB yang superluas sungguh mengasikkan, karena langkah kita seperti masuk balik ke lorong waktu dua  abad silam ketika VOC, usaha dagang Belanda di Hindia Timur bangkrut dan bubar pada 1 Januari 1800, dan Eropa dilanda perang, yang antara lain menyebabkan Kerajaan Belanda (penguasa tanah Nusantara tempo itu) jatuh ke tangan Inggris, antara tahun 1811 – 1816.

Perang Eropa dan kemelut politik yang terjadi saat itu, membuat perekonomian Belanda lesu. Normalisasi dilakukan dan Kerajaan Belanda mulai mengembangkan ilmu pengetahuan di tanah jajahannya di timur. 

Cornelis Theodorus Elout, dan G.A.G.P. Baron van der Capellen dikirim ke Indonesia. Dalam misi itu, disertakan pula Prof. Caspar George Carl (C.G.C) Reinwardt, ilmuwan berkebangsaan Jerman yang pindah berkarir di Belanda, selaku penasehat. 

Tahun 1816 CGC Reimward diangkat menjadi Direktur Pertanian, Seni, dan Pendidikan untuk Pulau Jawa. Reinwardt langsung memulai riset dalam bidang ilmu tumbuh-tumbuhan, Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan dan menganggap eksplorasi tumbuhan dan masalah pertanian juga merupakan tugasnya di Hindia Belanda. 

Dalam kapasitas tersebut, Reinwardt berinisiatif untuk mengumpulkan dan mendata semua tanaman yang terdapat di sebuah ‘kebun botani’ di sekitar halaman Istana Bogor yang sebelumnya didiami oleh Letnan-Gubernur Thomas Stamford Raffles bersama isterinya Olivia Mariamne Raffles selama masa peralihan dari Pemerintah Inggris ke Kerajaan Belanda di Pulau Jawa pada tahun 1811 sampai 1816. 

Samida, hutan buatan warisan Pajajaran

Kebun Botani yang terletak di dekat Istana Bogor (dibangun pada Agustus 1744 oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, dan kini menjadi kediaman resmi Presiden RI, Joko Widodo) tak lain adalah “Samida” – hutan buatan yang dibangun pada abad ke-15 oleh Surawisesa, raja terakhir Kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan, Bogor. 

Sebagaimana terpahat dalam Prasasti Batu Tulis yang dilestarikan di Desa Batutulis – Bogor, tak jauh dari Istana milik Bung Karno, disebutkan bahwa Raja Surawisesa membangun Samida, yakni hutan buatan di tengah kota pakuan.

Fungsinya sebagai areal konservasi alam sekaligus sebagai areal berburu dan berlatih ‘kanuragan’ para prajurit yang dipimpin Panglima Jalak Harupat (diabadikan menjadi nama jalan yang menghubungi Jl Pajajaran dan Jl Juanda di lingkar KRB). 

Samida dibangun untuk memutus kebiasaan masyarakat menebang hutan secara sembarangan. Dengan adanya samida misalnya, kebutuhan masyarakat akan kayu  bisa ditumbuhkembangkan lewat apa yang ditanam di samida. Jadi ihwal konservasi lingkungan, Indonesia sudah memulainya sejak zaman Pajajaran.

Di areal Samida, .kebun botani’ warisan Surawisesa dari Pajajaran itu, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff membangun Istana Bogor dengan taman luas dan indah dimana  hingga tahun 1942 berturut-turut menjadi tempat kediaman para gubernur jenderal Belanda di Indonesia. 

Di masa Raffles, Gubernur Jenderal Inggris dan penulis buku terkenal bertajuk Stories of Java (terbitan London, 1817), Samida mulai dikembangkan.  Melalui bantuan seorang ahli botani William Kent. 

Lahan yang awalnya merupakan halaman Istana Bogor ini dikembangkan menjadi sebuah kebun yang cantik. Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya yang sekarang.

Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasan untuk mendirikan kebun botani kepada Gubernur Jenderal G.A.G.P. Baron van der Capellen, gagasan tersebut kemudian disetujuinya.

Akhirnya, tanggal 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal G.A.G.P. van der Capellen secara resmi mendirikan sebuah Kebun Raya di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti “tidak perlu khawatir”) dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg. 

Di mana KRB didirikan Reinwardt? tak lain adalah di lokasi Samida (seluas sekitar 120 hektar) yang sudah termasuk di dalamnya Istana Bogor. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu.

Pelaksaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan William Kent (yang sudah bekerja sejak masa Raffles) dan sekaligus merupakan kurator dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris.

Sekitar 47 hektar tanah di sekitar Istana Bogor dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara.

Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut. Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.

Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. 

Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teijsmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, Teijsmann melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).

Hal Ini merupakan sebuah kerja keras dimana sebagian koleksi KRB harus ditanam ulang dan memindahkan beberapa pohon yang terlalu besar, memberi label merah untuk menandai tanggal penanamannya yang masih dapat  kita lihat sekarang. 

Selama masa jabatannya, Teijsmann berhasil membawa ribuan spesies tumbuhan ke KRB dari perjalanan-perjalanannya ke berbagai negara. Dan atas jasanya, pihak KRB memberikan penghargaan berupa tugu peringatan di Taman Tijsmann dengan 4 spesies pohon jati dan verbena dari marga Teijsmaniodendron diambil dari namanya.

Teijsmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer, pada tahun 1867 ia menjadi direktur dan digantikan oleh Prof. Dr. Melchior Treub. 

Kubah Kebun Raya Bogor

Pisah dari istana

Setahun kemudian, pada tanggal 30 Mei 1868 kepengurusan KRB (seluas 67 hektar) secara resmi dipisah dengan kepengurusan Istana Bogor dan halamannya yang luas keseluruhannya mencapai 28,4 hektare, dan luas bangunan 14.892 m². 

Awalnya KRB hanya digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun pada perkembangannya pendirian KRB nyatanya mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, sekaligus sebagai wadah berhimpunnya ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara terorganisasi pada zaman itu (1880 – 1905). 

Sejarah mencatat, berawal dari KRB lah kemudian lahir lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).

Setelah kemerdekaan, tahun 1949 ‘s Lands Plantentiun te Buitenzorg berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) yang untuk pertama kalinya dikelola dan dipimpin oleh bangsa Indonesia, Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. 

Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensis dan Laboratorium Penyelidikan Laut. Pada tahun 1956 untuk pertamakalinya pimpinan KRB dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kassan yang menggantikan J. Douglas.

Terkait pengembangan koleksi tanaman yang sesuai dengan iklim di Indonesia, KRB membangun beberapa cabang kebun raya lainnya, semisal: Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas) di kaki Gunung Gede-Pangrango, Jawa Barat.

Luasnya 120 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl, didirikan oleh Johannes Elias Teijsmann tahun 1866, mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna. 

Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur. Luasnya 85 hektar berada pada ketinggian 250 mdpl, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941, mempunyai koleksi tanaman khas dataran rendah beriklim kering daerah tropis.

Kebun Raya “Eka Karya” Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl, mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim kering. Inilah kebun raya pertama yang sepenuhnya dibangun oleh anak Indonesia.

Berinduk dari KRB, kini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui PKT Kebun Raya LIPI telah membangun 27 Kebun Raya di 20 Provinsi di seluruh Indonesia. Dan ini masih dirasa kurang. Para pakar menyebut, dengan luas mencakup 34 provinsi, minimal Indonesia harus memiliki 50 buah kebun raya. 

Ibu beragam instansi 

Jangan lupa, gegara KRB, di Indonesia juga lahir berbagai instansi dan kementerian, semisal Kementerian Pertanian dan Perkebunan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan lainnya. 

Bukan mengada-ada bila saya menyebut KRB sebagai lokasi wisata paling banyak saya kunjungi. Bukan karena lokasinya yang cuma 60Km dari Monas yang merupakan Kilometer NOL Jakarta tapi juga ragam mengetahuan (ihwal flora) yang bisa saya dapat dari situ.

Bayangkan, sebagai pusat penelitian dan pusat konservasi luar kawasan (eks-situ) tumbuhan terbesar di Indonesia, KRB memiliki luas sekitar 87 hektare, dengan jumlah koleksi tumbuhan sejumla 12.531 spesimen yang dikelompokkan ke dalam 3.228 jenis, 1.210 marga, dan 214 suku.

KRB merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena menjadi kebun raya tertua di Asia Tenggara. Sedangkan untuk skala dunia, KRB merupakan tertua ketiga setelah Kebun Raya Pandova di Italia yang kini berusia 304 tahun dan Royal Botani Garden Sydney di Australia yang kini berusia 204 tahun. KRB yang kini berusia 203 tahun, berarti Cuma berjarak satu tahun dari Kebun Raya Sydney.

Di forum internasional, pengelola KRB kini dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Intenational Association of Botanic Garden (IABG) untuk wilayah Asia. Jabatan Sekjen IABG chapter Asia dipegang oleh Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI, Didik Widiyatmoko. 

Selain itu, PKT Kebun Raya-LIPI atau Kebun Raya Bogor juga menjadi anggota Botanic Garden Conservation International bersama 3.000 kebun raya di dunia. Bagi Indonesia sendiri, dari waktu ke waktu keberadaan KRB berperan penting sebagai benteng terakhir penyelamatan flora di Indonesia.

Banyak orang di dunia mendambakan bisa singgah di KRB. Bahkan berbagai pasukan elit dunia, nyaris tiap tahun datang ke KRB untuk belajar bagaimana teknik hidup di alam bebas dengan memahami fungsi dan guna tumbuh-tumbuhan yang dikoleksi oleh KRB. 

Jadi tunggu apa lagi? Bila pandemi COVID-19 sudah reda, ayo para travelers, sempatkan datang ke KRB. Saksikan ragam keajaiban alam yang dikoleksinya. Jangan sampai para kenalanmu dari luar negeri bilang “Lha…kamu lahir dan besar di Indonesia, kok nggak faham dahsyatnya Kebun Raya Bogor?” 

Demi Jaga Jarak Sosial, Robot Barista pun Bertugas

this formate

Robot Barista direkrut untuk pastikan jaga jarak sosial (foto: Reuters)

SEOUL, bisniswisata.co.id: Grafik penularan virus corona di banyak negara mulai melandai. Penerapan lockdown pun dilonggarkan. Kafe dan restoran diizinkan kembali buka dengan syarat tetap menerapkan praktik “social distancing” atau menjaga jarak sosial.

Korea Selatan termasuk negara yang berhasil mengendalikan wabah virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 11.000 oang dan menewaskan 267. Pemerintah setempat perlahan mulai melonggarkan aturan dari semula intensive social distancing menjadi apa yang disebut sebagai “distancing in daily life.”

Banyak cara dilakukan untuk mensiasati agar praktik menjaga jarak sosial tetap terlaksana. Sebuah kafe di Daejeon, kota terbesar kelima di Korea Selatan, ‘mempekerjakan’ robot barista yang dengan sopan dan sigap melayani pengunjung cafe.

“Ini teh latte Rooibos pesanan Anda. Silakan menikmati. Sebaiknya diaduk dulu,” kata sang robot saat mengantar pesanan ke pelanggan. Gelas-gelas pesanan diletakkan di nampan yang terpasang dalam komputer besar berbentuk kapsul warna putih.

Robot-robot ini diyakini mampu memastikan penerapan jaga jarak sosial di tempat-tempat umum terlaksana, kata Lee Dong-bae, direktur penelitian di Vision Semicon, perusahaan penyedia smart factory solution yang bersama-sama lembaga sains milik negara mengembangkan robot barista ini, seperti dilansir Reuters. Mereka berencana memasok robot-robot barista ke setidaknya 30 kafe tahun ini.

“Sistem yang kami bangun tidak memerlukan input (data) pelanggan mulai dari pemesanan hingga pengiriman. Meja-meja disusun berjarak agar robot-robot dapat leluasa bergerak. Ini cocok dengan kampanye menjaga jarak jauh,” imbuhnya.

Pemesanan enam minuman akan diproses di sebuah kios dan siap tersaji hanya dalam tujuh menit. Satu-satunya karyawan manusia di kafe berlantai dua itu adalah pastry chef, orang yang bertanggung jawab menyiapkan kidangan kue-kue khas Eropa seperti kue tar, mousse, kue kering, dan sebagainya. Dia juga bertugas melakukan bersih-bersih dan mengisi ulang bahan-bahan.

 

China Paska COVID-19 Panen Wisatawan Domestik ke Kunming

this formate

Danau Dianchi yang dipenuhi burung camar saat musim dingin, kota tua Dali dan Lijiang  serta kota modern Kunming ( Foto: Lovepik ).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan Lebaran hari ke dua warga Jakarta dan di provinsi lainnya di Indonesia biasanya menyerbu obyek wisata. Tentu saja hal itu terjadi tahun 2019 lalu ketika Indonesia dan 210 negara di dunia belum terpapar COVID-19.

Data April lalu yang diungkapkan Haryadi Sukamdani, Ketua PHRI adalah sebanyak 180 destinasi dan 232 desa wisata di Indonesia ditutup. Jadi liburan Lebaran kedua tahun ini disaat ada larangan mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H di rumah saja, maka kemeriahan bersilaturahmi bersama keluarga besar cukup dalam kenangan dulu.

Tenang saja slogan Stay at home #traveltomorrow sudah terbukti  di negara asal virus COVID-19 tadi yaitu China. Negara sumber asal virus yang sudah pula mengklaim menuntaskan pandemi itu setidaknya sudah membuktikan warganya telah berwisata kembali.

Tidak jauh-jauh, mereka pergi saat liburan Mayday alias Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2020 lalu ke destinasi domestik seperti Kunming di Provinsi Yunnan yang terkenal cantik sebagai kota bunga.

“Sedikitnya 9 juta wisatawan domestik China berkunjung ke Kunming. Selain perusahaan penerbangan memang memberikan diskon harga tiket pesawat juga tiket masuk obyek wisata disana terjual hingga 347 juta tiket,” kata Christian Wen, profesional tour guide Indonesia.

Pasca COVID, perusahaan penerbangan China menghidupkan kembali bisnis perjalanan bahkan dengan harga tiket pesawat yang disebut pers setempat seharga Bok coy.(https://bisniswisata.co.id/maskapai-china-beri-diskon-gila-gilaan-untuk-pikat-wisatawan/)

Berbicara di Live Insta Story Anton Thedy di Instagram, pria yg akrab dipanggil Owen ini mengaku sudah lima bulan tidak ke Kunming sejak awal Januari 2020. Biasanya pria yang melayani wisatawan Indonesia di Kunming ini sibuk mengantarkan peserta Charter Flight Kunming yang di jual TX Travel yang didirikan Anthon Thedy juga.

Anton Thedy dan Christian Wen berbagi cerita soal Kunming

” Dulu di Jakarta hanya bisa tinggal  tiga hari tiap bulannya karena peserta tour yang datang silih berganti. Sekarang sudah lima bulan di rumah saja,” ujarnya tergelak sambil menambahkan rekan-rekan  guide di China terus memberikan update termasuk kedatangan 9 juta wisatawan domestik merayakan Mayday di Kunming.

Rejeki di hari besar itu dalam mata uang resmi China bernama Renminbi mencapai 7 miliar. Nah tiap tanggal I Oktober akan ada libur lagi karena merupakan Hari Kemerdekaan China dan Libur Imlek 2021 yang rata-rata libur selama 7 hari.

” Jadi prediksi wisatawan domestik yang akan menggerakkan bisnis pariwisata paska COVID-19 terbukti di China,” kata Christian Wen.

Menurut Wen, laris manisnya paket ke Kunming karena cuacanya tidak terlalu ekstrim sekalipun di musim dingin. Dikenal dengan produksi obat dan minuman herbal dan juga kue dari bunga ros ( mawar) yang enak dikenal sebagai Rose Cake.

” Di provinsi Yunnan ada musim bunga-bunga yang populer seperti Sakura, Tulip dan Mawar. Masih ada bunga Matahari dan bunga Seruni atau Krisantemum aneka warna ” tambahnya.

Provinsi ini kaya akan sumber daya alam dan memiliki jenis tumbuhan terbanyak seantero Tiongkok. Dari sekitar 30.000 spesies tetumbuhan dataran tinggi, Yunnan memiliki sekitar 17.000 lebih jenis.

” Ada pasar bunga yang buka 24 jam dan mau cari bunga apa saja ada. Bangunan pasarnya mirip hangar pesawat yang besar,” jelas Wen.

Selain itu juga Kunming dikenal sebagai tujuan wisata friendly Muslim dengan beragam obyek wisata alam maupun buatan yang indah. Ada pepatah di China kalau mereka tidak memiliki satu jenis wisata maka mereka akan bikin. 

Itu sebabnya di negri itu yang tidak ada adalah pantai, selebihnya semua ada bahkan untuk air terjun yang spektakuler dan terbesar didunia juga hasil karya cipta sendiri.

Kunming adalah ibukota Yunnan,  salah satu provinsi di Tiongkok yang terletak di sebelah barat daya. Wilayah Yunnan terbentang seluas 394.100 kilometer persegi atau 4,1 persen dari total luas daratan Tiongkok. Populasi penduduknya diperkirakan sekitar 47 juta jiwa.

Ibukota Yunnan dulu juga dikenal dengan nama kota Yunnan. Wilayahnya berbatasan dengan Provinsi Guangxi, Guizhou, Sichuan, dan Daerah Otonomi Tibet, juga berbatasan dengan negara Vietnam, Laos, dan Myanmar.

Bukan hanya terkaya akan jenis tetumbuhan dataran tinggi, Provinsi Yunnan juga merupakan provinsi dengan etnis paling beragam. Ada 52 etnis di wilayah itu. Yang paling banyak adalah etnis Han yang mencapai 92 persen populasi.

Daya tariknya ada Dianchi Lake, juga disebut dengan nama Lake Dian atau Kunming Lake. Julukan lainnya adalah Sparkling Pearl Embedded in a Highland atau A Dianchi earl on the Plateau.

Danau Dianchi adalah danau air tawar terbesar di Provinsi Yunnan dan terbesar keenam di seluruh Tiongkok. Luasnya 298 kilometer persegi dengan panjang 39 kilometer dari utara ke selatan dan lebar 13 kilometer di titik terlebarnya. Kedalaman danau ini 4,4 meter.

Tepian danau terbentuk dari kaki pegunungan di keempat sisinya. Panjang garis pantainya 163,2 kilometer. Lebih dari duapuluh sungai bermuara di danau ini. Salah satu atraksi menarik di tempat ini adalah pemandangan ribuan atau mungkin jutaan burung camar di salah satu sisi danau. 

Burung-burung camar ini konon hanya ada di waktu musim dingin. Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Atraksi yang ditawarkan di tempat ini adalah foto bersama burung camar. 

Ratusan fotografer lokal nampak menenteng kamera DSLR dan contoh foto jepretannya menawari para pengunjung untuk foto bersama burung camar. Harganya RMB 25 (sekitar Rp. 50.000) untuk satu foto.

Apalagi daya tarik Kunming ini ? Christian Wen mengatakan provinsi Yunnan juga dikenal dengan kota-kota tuanya yang seperti  Dali, dan Lijiang.Kota tua Dali penuh pekerja seni gaya indie yang senang mengekspresikan diri, baik melalui art performance maupun art work.

Sementara Lijiang adalah sebuah kota tua yang sudah masuk dalam daftar UNESCO. Di kota kuno ini rumah-rumah tua tetap dipertahankan  dan disulap menjadi toko souvenir, restoran, bahkan bar.

 ” Kotanya sudah berumur sekitar 1000 tahun dan biasanya turis Indonesia enggan pulang ke hotel karena banyak menghabiskan waktu untuk belanha dengan berbagai pernak-pernik yang ditawarkan,” kata Owen.

Pria yang memiliki pengalaman 27 tahun sebagai tour leader ini sebelum mengakhiri bincang-bincangnya dengan Anton Thedy mengingatkan bahwa bekerja sepenuh hati membuat profesi ini bisa menambah banyak saudara dan tidak ada matinya.

” Saya tidak khawatir meski sekarang semua terhenti karena pandemi global, dinikmati saja kehidupan saat ini di rumah karena setelah ini berlalu orang akan traveling lagi,” ujarnya meyakinkan.

Kelar COVID-19, seperti halnya wisatawan China yang juga menjalani social distancing dan sempat bekerja, belajar dari rumah akhirnya tidak menunggu tahun depan untuk berwisata. Mereka langsung berwisata meski dengan aturan yang ketat. Tak ada yang mampu menghadang langkah mereka. Sabar dulu wisatawan Indonesia….