BALI, bisniswisata.co.id; KEPUTUSAN Gubernur Bali Nomor 270/04-G/HK/2020 bahwa Provinsi Bali meningkatan satus siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat COVID-19, mendorong kalangan industri mengkaji ulang jadual kegiatan yang direncanakan digelar tahun ini.
Pemerintah Bali, telah menunda pelaksanaan Pesta kesenian Bali (PKB) tahun 2020, pesta berkesenian bagi masyarakat Bali ini terjadual sepanjang pertengahan bulan Juni sampai dengan Juli setiap tahun. Sebagai upaya percepatan penanggulangan COVID-19 bagian strategi dalam status tanggap darurat wabah penyakit dengan meniadakan acara- acara yang mengumpulkan keramaian salah satunya ajang PKB. Menyusul pihak industri pariwisata menjadual ulang penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2020 dari 9-13 Juni 2020 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), dijadualkan pada 8-12 Juni 2021.
ASITA Bali sebagai komite penyelenggara BBTF, berkomitmen menjaga industri pariwisata berkelanjutan di Bali mau pun di dunia. Disatu sisi ASITA juga mendukung kebijakan pemerintah mau pun lembaga kesehatan dunia untuk menjaga keselamatan masyarakat Bali, Indonesia mau pun pengunjung yang terlibat dalam pergerakan wisata dunia.
“Kita perlu menjaga keseimbangan antara melindungi kesehatan
masyarakat, mengurangi
konsekuensi sosial dan ekonomi dari pandemi ini. Keputusan untuk menunda acara
tahunan ini tidak mudah, tetapi jelas benar,” jelas
Ketua Komite BBTF yang juga Ketua DPD ASITA Bali, Ketut Ardana.
Dengan mengikuti kebijakan pemerintah, anjuran UNWTO untuk mengutamakan keselamatan mahluk hidup, ASITA Bali berkeyakinan penyelenggaraan BBTF 2021 menjadi lebih baik. Termasuk kesiapan pihak Co- Host Sumba Barat dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah dengan tawaran produk wisata minat khusus yaitu warisan budaya eksotis Nusantara. ASITA berharap para industri pendukung mampu mempertahankan komitmen mendukung penyelenggaraan BBTF.
Untuk BBTF 2020, komite
menargetkan seller:
Dan buyer
BBTF adalah acara B2B tahunan inisiatif DPD ASITA Bali dan telah mampu menjadikannya sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pasar wisata di Indonesia. BBTF, menurut Ketut Ardana mampu menarik minat kalangan mitra usaha peserta pameran, whole seller paket- paket wisata dunia, mau pun media pariwisata. Bali adalah gerbang menuju ke kepulauan Indonesia lainnya untuk pelancong global dan Bali memberikan kontribusi hingga 40% dari total pengunjung ke negara ini setiap tahun.
Komite BBTF, tegas Ketut Ardana tetap yakin dengan kemampuan untuk melanjutkan sejarah keberhasilan BBTF pada tahun 2021. “Pariwisata adalah hidup kita dan ini adalah momen merefleksikan kemanusiaan kita bersama: untuk mengenali seberapa terhubung dan saling tergantung kita semua, satu dengan yang lain,” imbuhnya menutup pembicaraan.
Stay at home to day, kita bertemu
di di BBTF Juni 2021.
Salah satu gerbong kereta tipe Priority ( foto: PT Kawisata).
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Antisipasi Penyebaran Virus Corona (Covid-19), PT KA Pariwisata memperpanjang pembatalan jadwal 22 perjalanan kereta wisata dari tanggal 1 April – 15 April 2020 dengan jumlah perjalanan sebanyak 246 perjalanan pola FIT (Free Independent Traveller).
“Sebelumnya dengan alasan sama kami sudah membatalkan tiket dari tanggal 21-31 Maret 2020. Namun dengan perkembangan terakhir dimana masa social distancing diperpanjang oleh pemerintah maka pembatalan kedua dilakukan,” kata M.Ilud Siregar, Manager Humas Kawisata, hari ini.
Dalam siaran persnya Ilud mengatakan disamping mendukung program pemerintah untuk penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19) juga karena adanya penurunan okupansi yang kini mencapai 97%.
“Kami mohon maaf kepada para pelanggan Kereta Wisata Tipe Priority dengan adanya pembatalan tersebut. Bagi para pelanggan yang sudah membeli tiket dan tidak berkenan dapat mengajukan full refund/pengembalian biaya 100% diluar biaya pemesanan di loket-loket penjualan tiket kereta api di stasiun pembatalan, serta melalui aplikasi KAI Access.
Sementara, bagi pelanggan yang tetap menginginkan keberangkatan pada tanggal yang sama sesuai dengan tiket yang sudah dibeli, bisa menukar tiketnya menjadi tiket kereta api kelas eksekutif ke Customer Service di Stasiun keberangkatan dan memproses pengembalian selisih dari biaya tiket yang sudah dibeli sebelumnya.
Untuk ketentuan pengembalian biaya, kata Ilud, jika penumpang membatalkan perjalanannya di stasiun keberangkatan penumpang karena menolak menggunakan sarana kereta pengganti, maka biaya tiket dikembalikan 100% diluar biayaa pesan.
“Apabila penumpang tetap berangkat menggunakan sarana kereta pengganti dan kelas pelayanannya lebih rendah, maka biaya tiket dikembalikan dengan perhitungan tarif tiket kelas Priority dikurangi dengan tarif subclass tertinggi pada sarana pengganti sesuai dengan relasi tiket penumpang diluar biaya pesan,” jelasnya.
Berikut di bawah ini 22 jadwal perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority yang di batalkan perjalanannya :
Argo Parahyangan Priority (KA 37A), relasi Bandung–Gambir, keberangkatan jam 04.55 WIB
Argo Parahyangan Priority (KA 67F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 10.30 WIB
Argo Parahyangan Priority (KA 41), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 11.35 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 45), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 15.00 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 69A), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 19.30. WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 49), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 20.45 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 65F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 22.45 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 66F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 00.40 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 38), relasi Gambir-Kiaracondong, keberangkatan jam 08.55 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 40), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 14.25 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 68F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 15.40 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 44), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 48), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
Argo Parahyangan Priority (KA 70F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 23.30 WIB.
Turangga Priority (KA 78), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 14.00 WIB.
Turangga Priority (KA 77), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 16.30 WIB.
Argo Muria Priority (KA 14), relasi Gambir-Semarang Tawang, keberangkatan jam 06.55 WIB.
Argo Muria Priority (KA 13), relasi Semarang Tawang-Gambir, keberangkatan jam 16.00 WIB.
Argo Wilis Priority (KA 2), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 05.00 WIB.
20.Argo Wilis Priority (KA 1), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 07.00 WIB.
21.Senja Utama Yk Priority (KA 148), relasi Pasar Senen-Yogyakarta, keberangkatan jam 18.55 WIB
22.Senja Utama Yk Priority (KA 147), relasi Yogyakarta-Pasar Senen, keberangkatan jam 19.05 WIB,tutur ilud.
Suasana live streaming melalui Akun Youtube( foto: Rahma Yulis)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebagai upaya untuk mendeteksi risiko secara mandiri, serta mencegah berkembangnya berita hoaks terkait Covid-19, sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia yang berasal dari Fakultas Kedokteran (FKUI) dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI), berkolaborasi menciptakan sebuah Platform Penyedia Asesmen Risiko terkena Covid-19, bernama EndCorona.
EndCorona dapat diakses di endcorona.fk.ui.ac.id, dan atau endcorona.id melalui komputer ataupun ponsel.
EndCorona dilengkapi dengan berbagai fitur yang membantu masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19 di Indonesia. Salah satunya, fitur asesmen untuk mengetahui kondisi diri sendiri mengenai risiko mengalami Covid-19.
Asesmen ini dapat digunakan untuk mengelompokkan pengguna sesuai kerentanannya mengidap Covid-19, dengan kategori risiko rendah, hati-hati, rentan, dan sangat rentan.
Hasil tersebut didasarkan oleh pengkajian mendalam tim pembimbing FKUI-RSCM dari jurnal ilmiah terpercaya, serta rekomendasi nasional dan internasional berbasis bukti.
EndCorona juga hadir sebagai kanal informasi dan edukasi untuk membantu masyarakat menemukan pengetahuan yang benar, berdasarkan Ilmu Kedokteran, memberikan informasi, situasi terkini, dan mencegah berkembangnya berita hoaks mengenai Covid-19.
Inisiator EndCorona Arya Lukmana (mahasiswa FKUI angkatan 2018), menuturkan, Fitur yang ada di dalam EndCorona terdiri atas Asesmen kerentanan Covid-19, Hotline Lengkap rumah sakit di Indonesia dan Dinkes daerah se-Indonesia,Helpline FKUI, Konten edukasi dan berita terpercaya, Statistik harian, dan data tracking untuk penelitian.
Keunggulan platform ini, ujar Arya, adalah menggunakan teknologi Cloud sehingga akan cepat dengan downtime hampir tidak ada. “Kami berharap melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menyadari akan risiko mereka terkena Covid-19, dan bertindak sesuai dengan kerentanan masing-masing,” ujarnya saat launching EndCorona.
Pada situasi dan kondisi saat ini, masyarakat membutuhkan informasi mengenai penyakit Covid-19. “Mudah-mudahan aplikasi ini bisa menjadi salah satu solusi dan upaya bagi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19”, tambah Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.
Dekan Fasilkom UI Mirna Adriani, Dra., Ph.D, menambahkan bahwa pihaknya mengapresiasi dan menghargai waktu yang telah disediakan mahasiswa. EndCorona dapat menjadi contoh kerja sama multidisiplin antarfakultas, serta menunjukkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi tulang punggung masyarakat, untuk membantu meredam kegelisahan masyarakat.
“Diharapkan melalui aplikasi ini, UI turut berkontribusi membantu negara di dalam menyelesaikan permasalahan terkait wabah Covid-19,” lata Prof. Ari Fahrial.
Kolaborasi antara mahasiswa FKUI dan Fasilkom UI ini diinisiasi oleh Arya Lukmana, dan dikembangkan oleh mahasiswa dari Fasilkom UI. Mereka adalah Muhammad Fawwaz Syarif (Sistem Informasi 2016), Albertus Angga Raharja (Ilmu Komputer 2016), Ricky Chandra Johanes (SI 2016), Windi Chandra (IK 2016), Muhammad Ashlah Shinfain (IK 2016), Adyanissa Farsya Kirana (SI 2016), Eugene Brigita Lauw (IK 2018), Amrisandha Pranantya Prasetyo (IK 2018).
Sedangkan tim dari mahasiswa FKUI adalah Lubna Djafar (2018), Sarah Latifa Raharja (2018), Sania Zahrani (2018), Violine Martalia (2019), Irene Audrey DP (2018), Alifia Maharani (2018), dan Aditya Parawangsa (2018).
Kolaborasi tersebut disupervisi oleh dokter dan dosen dari FKUI antara lain Prasandhya A. Yusuf, S.Si, M.T., Ph.D (Departemen Fisika Kedokteran FKUI/Klaster Medical Technology IMERI), dr. Eric Daniel Tenda, SpPD, FINASIM (Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM), dr. Anindya P. Susanto, B.Eng, MM (Departemen Fisika Kedokteran FKUI/Klaster Medical Technology IMERI), dan dr. Dewi Friska, MKK (Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI).
Kegiatan EndCorona didanai oleh Hibah Pengabdian Masyarakat UI-IPTEKS bagi Masyarakat 2020, sebagai partisipasi FKUI dalam memberikan solusi untuk memberhentikan wabah COVID-19.
Platform EndCorona dapat diakses melalui Android, iOS maupun Situs, dengan membuka (endcorona.fk.ui.ac.id dan/atau endcorona.id), serta melalui kanal media sosial Instagram (@endcorona).
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gemal aktifkan Pusat Krisis Kemenparekraf. ( foto: Kemenparekraf)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gema, di Jakarta, Rabu (1/4/2020) mengatakan komunikasi krisis yang terintegrasi sangat diperlukan dalam manajemen krisis kepariwisataan sebagai upaya meminimalisasi dampak wabah pandemi COVID-19.
“Kami telah mengaktifkan komunikasi krisis parekraf sejak 17 Maret 2020, mengikuti SOP manajemen krisis kepariwisataan yang dihasilkan atas masukan bersama praktisi penanganan krisis dan ahli komunikasi sepanjang 2018-2019,” kata Ari.
Kemenparekraf juga membuka berbagai kanal komunikasi publik sebagai bentuk tanggap COVID-19 di antaranya melalui website dan sosial media resmi.
“Terkait Parekraf tanggap COVID-19 ada kanal komunikasi publik yang bisa dimanfaatkan di IG @kemen.parekraf, IG @indtravel, dan www.kemenparekraf.go.id,” katanya.
Bahkan website tersebut mencantumkan yang microsite khusus COVID-19 yakni https://pedulicovid19.kemenparekraf.go.id/.
Semua landing page tersebut terintegrasi dan langsung terhubung ke contact center 08118956767 yang berbasis aplikasi whatsapp dan akan dijawab petugas pusat informasi pada jam kerja dan chatbot di luar jam kerja.
Ari menambahkan, seiring dengan itu pihaknya terus melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah.
“Kami sedang dalam proses pendataan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak COVID-19 di semua daerah,” katanya.
Setelah terdata kemudian pihaknya bersama pemda akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19.
“Kami juga sudah mengkomunikasikan rencana mitigasi sektor Parekraf kepada seluruh pemda pada pekan lalu,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya segera membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.
JAKARTA,bisniswisata.co.id: Berwisata ke Bandung rasanya tidak lengkap bila tidak melakukan wisata kuliner. Mau menikmati hidangan berat atau sekadar camilan atau panganan ringan? Semua menyemarak di titik-titik keramaian kota.
Tinggal pilih, mau di resto atau kafe, atau di kedai dan lapak pinggir jalan yang dunia internasional mengkatagorikannya sebagai street food culinary. Satu panganan khas yang sejak zaman baheula diminati urang Bandung, dan gerai-gerainya lantas jadi tempat hang-out alternative bagi kaum muda, adalah Kue Balok.
Dihitung-hitung, ada sekitar 59 lokasi penjual Kue Balok di berbagai tempat di Bandung. Banyak yang sudah eksis ketika saya masih kecil dimana calon pembeli rela antri cuma untuk bisa sarapan pagi dengan kue Balok.
Kue Balok adalah kue panggang sejenis Kue Pancong ataupun Kue Pukis, terbuat dari tepung terigu, vanili, telur, susu kental manis, soda kue, margarine dan gula pasir.
Adonannya dibuat dengan cara mengaduk telur dan gula lebih dahulu, setelah mengembang lantas dimasukan margarine, tepung terigu, vanili, dan air sedikit-sedikit hingga tercampur rata. Adonan dituang ke dalam cetakan kemudian dipanggang.
Berbeda dengan cetakan Kue Pancong dan Kue Pukis, yang melengkung ke dalam, membentuk lunas perahu dengan lebar satu atau dua centimeter, cetakan Kue Balok lempeng datar dengan (umumnya) sepuluh lubang cetakan berbentuk empat persegi panjang dengan tinggi 3 – 4 Cm.
Dengan demikian ketika adonan matang menghasilkan kue berbentuk seperti potongan-potongan balok. Lempeng cetakan itu sekaligus merupakan bagian atas dari alat pemanggang yang bagian bawahnya bisa disusupkan kotak berisi arang membara.
Berbeda dengan tradisi memanggang Kue Pancong ataupun Kue Pukis, dimana adonan kue dimatangkan hanya dengan menggunakan sumber panas dari bagian bawah, dalam membuat Kue Balok juga digunakan sumber panas dari bagian atas, gaya memanggang yang dalam dunia kuliner modern popular disebut could kichen.
Teknisnya sesuai takaran, adonan dituang ke lubang-lubang cetakan yang di bagian bawahnya sudah diberi arang membara, lalu ditakup dengan penutup cetakan. Bedanya, tutup cetakan Kue Balok sekaligus juga wadah bara arang.
Jadi saat proses pemanggangan, adonan Kue Balok mendapatkan sumber panas dari bawah sekaligus dari bagian atas. Kue Balok jadi matang penuh dan merata, tidak seperti Kue Pancong ataupun Kue Pukis yang kulit kue pada bagian bawah selalu tampak lebih kelam dibanding bagian atasnya.
Roti Robur
Teman-teman di Bandung hingga kini masih kerap berseloroh menyebut Kue Balok sebagai Kue Jibeuh. Kata “jibeuh” tak lain adalah singkatan dari kalimat dalam Bahasa Sunda, yakni “hiji oge seubeuh” yang berarti “satu pun kenyang”.
Seloroh atau gurauan itu rasanya ada benarnya, Sebab, dibanding Kue Pancong dan Kue Pukis, struktur Kue Balok memang lebih padat. Memakan satu potong saja cukup mengganjal perut dan mengenyangkan.
Tak heran bila sejak dulu, banyak orang menikmatinya sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas, dan anak-anak biasa membawanya sebagai bekal untuk ke sekolah.
Bagaimana asal muasal atau sejarah hadirnya budaya Kue Balok? Belum ada penelitian yang konprehensif mengenai itu. Ada yang menyebut Kue Balok tidak berasal dari Bandung, melainkan dari kabupaten di dekatnya, yakni Garut.
Hal Ini didasari temuan, adanya lapak penjual Kue Balok di pinggir jalan kawasan Kadungora – Garut yang membentangkan warung tenda yang diimbuhi kalimat: “Berdiri Sejak Tahun 1941”.
Di Garut sendiri, jalan raya Kadungora memang dikenal sebagai sentra pedagang Kue Balok. Tapi benarkah begitu? Sekali lagi, penelusuran sejarah tentang eksistensi kue balok belum pernah dilaksanakan. Jadi, memang perlu ada kajian mendalam secara literature untuk memastikan di mana tanah kelahiran Kue Balok? Di Kota Bandung atau di Garut?.
Namun ada fakta menarik yang menyenut bahwa pola konsumsi masyarakat Kota Bandung tidak terlepas dari masuknya pengaruh akulturasi budaya makan bangsa Belanda.
Bangsa Belanda yang memperkenalkan tepung terigu sebagai bahan baku roti, dan kue dalam pola makan masyarakat Sunda di Kota Bandung sejak tahun 1900 an. Pada masa itu pula diperkirakan lahir tradisi membuat dan memperdagangkan Kue Balok.
Di paruh awal periode 1960 an, anak gaul di Bandung pun sempat menyebut Kue Balok sebagai Kue Robur. Ini bermula dari kedatangan 2.500 unit mobil bus (dan truk) baru buatan beberapa negara di Eropa ke Indonesia. Satu dari beberapa merk mobil tersebut adalah Robur (buatan pabrik Volkseigener Betrieb VEB Robur – Werke Zittan) dari Jerman Timur.
Ada yang bilang, semua kendaraan ini merupakan bantuan luar negeri. Ada juga khabar, bus-bus yang masih gres dan mulus ini didatangkan untuk mendukung penyelenggaraan GANEFO (Game of the New Emerging Force), Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang yang digagas Bung Karno, yang digelar di Jakarta pada akhir 1963.
Begitukah? Entah. Yang pasti usai pengelenggaraan GANEFO, bus-bus Robur , bersama bus-bus lain buatan Eropa yang juga berdatangan ke Jakarta lantas diberdayakan Pemerintah menjadi armada bus umum penumpang yang dioperasikan di berbagai kota, khususnya di Jawa.
Rupanya kaitannya dengan Kue Balok adalah karena bentuk bus Robur itu unik. Body atau karesori bagian luarnya yang berwarna cokelat, penuh lengkungan dan (sekilas) mengasosiakan orang pada bentuk Kue Balok sehingga di Bandung pun sempat muncul istilah Kue Robur untuk menyebut Kue Balok.
Tampilan modern
Sejalan perkembangan zaman dan tuntutan pasar, inovasi dilakukan para pedagang, hingga Kue Balok pun hadir dengan beragam rasa dan tampilannya lebih modern atau kekinian.
Dari rasa original sebagaimana zaman dulu, kini bisa dipesan Kue Balok dengan rasa green tea, keju, oreo, kismis, kacang, red velvet, pandan, coklat, dan banyak lagi. Bahkan dengan merubah konsistensi yang lebih pekat menggunakan coklat, hingga menghasilkan olahan yang kini popular sebagai Kue Balok Brownies.
Muncul varian Kue Balok Coklat dengan isian coklat yang bila digigit memberikan sensasi meleleh di dalam mulut. Janis baru yang sedang trending ini menjadi salah satu oleh-oleh unggulan untuk dibawa warga Bandung saat he
ndak bertamu atau melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, bahkan menjadi buah tangan bagi para wisatawan saat berkunjung ke Kota Bandung.
Bukan cuma karena rasanya yang enak dan khas, atau karena dorongan rasa kangen dan nostalgia pada masa lalu, yang pasti untuk bisa mencicipi sepotong Kue Balok seseorang memang mau menunggu.
Bukan cuma menunggu adonan diolah menjadi matang, tapi juga menunggu dalam antrean karena banyaknya peminat di kedai favorit. Tapi tak perlu cemas Kini umumnya gerai Kue Balok di Kota Bandung sudah menerapkan jual-beli on-line. Kita tinggal menunggu di rumah atau di lobby hotel, hingga driver gofood datang mengantar pesanan kita Kue Balok.
Kue tradisional yang banyak dicari dan pembeli harus antri sambil mengobrol santai dengan pembeli lainnya.
Daftar Alamat Kue Balok
Bagi yang ingin bernostalgia dengan Kue Balok, berikut daftar tempat-tempat Kue Balok yang bisa dibawa saat mengunjungi berbagai obyek wisata seperti Lembang, Maribaya, Ciwidey, Pangalengan dan banyak lagi.
1. KUE BALOK KANG DIDIN
Tempatnya di jalan Abdul Rahman Saleh No.52, Husen Sastranegara, Cicendo, Bandung 40174. Tiap sore menjelang malam kedai ini selalu ramai ditongkrongi kaum muda, juga cabangnya (Rumah Makan Bancakan) di Jalan Diponegoro yang tak jauh dari situ.
Jangan kaget dengan antrian calon pembeli, terutama akhir pekan dan saat liburan sekolah. Lokasinya memang strategis, cuma 15 menit bermobil dari Kawasan Dago atau 25 menit dari Alun-Alun.
Warungnya dekat dengan sejumlah hotel, termasuk hotel murah favorit backpacker semisal Pinisi Backpacker dan Ruby Hotel Syariah. serta penyewaan sepeda motor Prima Jasa Rental.
Lokasinya juga dekat Pasar Jatayu, tempat belanja tas dan sepatu murah popular sejak zaman baheula, Martabak Nikmat Andir (Asli), pusat kuliner Paskal Food Market, serta Picknick Kaliki Café.
Buka tiap hari (sejak tahun 1960) pukul 17:00 s/d 24:00 WIB, Kang Didin tak cuma menawarkan rasa original, tapi juga rasa cokelat, green tea, keju, red velvet, stroberi hingga rasa tiramisu. Harga Rp 2000 – Rp 3000/pcs.
2.KUE BALOK BROWNIES MAHKOTA (RAOSNA JUARA)
Jalan Sabang No.27, Cihapit, Bandung Wetan, Bandung 40114. Lokasinya dekat tempat belanja barang-barang bekas Pasar Cihapit, kafe dengan live music Bober Café, Karnivor Restaurant, Le Marly 10, Hummingbird Eatery Bandung, Dakken, Sambal Khas Karmila, dan Kambing Bakar Kairo.
Usai membeli Kue Balok. kita juga bisa langsung ke berbagai factory outlet terkenal di Jalan Dago semisal Heritage the Factory Outlet dan The Secret Factory Outlet.
Kata “Raosna Juara” tertera di belakang plang untuk menunjukkan produknya “enak dan juara”. Menu rasa favoritnya adalah Kue Balok Lumer Bandung yang isinya khas, enak, dan bikin ketagihan. Ada layanan beli-antar via on-line dan Gofood.
Tapi tetap saja terjadi antrean panjang tiap hari, sampai-sampai pemilik toko harus menerapkan aturan bahwa pembeli hanya dibatasi mendapatkan 2 box saja di saat peak season. Harganya dipatok mulai Rp 25.000 s/d Rp 30.000/ 10 Biji.
Buka tiap hari pukul 09.00 s/d 17.00 WIB, gerai ini membuka dua cabang, yakni: Kue Balok Brownies Mahkota Kios Iwan di Pajajaran, Cicendo, Bandung 40173 yang buka 24 Jam; dan Kue Balok Brownies Mahkota Jagabaya di Perumahan Bukit Jagabaya Asri Blok H6 no. 17, Jagabaya, Cimaung, Bandung 40374 yang buka pukul 08.00 – 20.00 WIB.
3.KUE BALOK BOEBAT (DJAJANAN TEMPO DOELOE)
Jalan Buah Batu No.176, Cijagra, Lengkong, Bandung, 40265. Lokasinya dekat dengan tempat – tempat wisata yang sedang hit, semisal: Kampung China (Chinatown Bandung).
Di sekitarnya ada Upside Down World, Kebun Binatang dan Teras Cikapundung, Rumah Mode Factory Outlet, BTC Fashion Mall. Juga lokasi popular seperti Taman Lalu Lintas, Taman Jomblo, Museum Geologi, Cihampelas Walk.
Di Boebat Menawarkan 16 varian rasa dan dipanggang dengan menggunakan arang, menghasilkan aroma dan wangi kue balok yang khas. Beberapa Kue Balok juga dicetak dengan pencetak yang ukurannya pas dengan ukuran mulut penikmat, hingga bisa dinikmati dengan sekali caplok. Harga perbiji mulai dari Rp 3.000/pcs. Buka 2 shift tiap hari, pagi (00.00 – 12.00 WI) dan siang (18.00 – 00.00 WIB).
4.DJONGKO KUE BALOK CIKUTRA BANDUNG
Jalan Cikutra No.146, Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung 40124.B. Tempatnya berdekatan dengan Mawa Holiday, jasa rental mobil dan bus pariwisata Mawa Holiday, objek wisata sejarah dan budaya Saung Angklung Udjo, dan perumahan Geo Asri Residence. Buka tiap hari, pikil 14.00 – 23.00 WIB.
5. KUE BALOK REGOL NUSASARI
Jalan Moch. Toha No.97, Cigereleng, Regol, Bandung, 40243. Tiap hari, pukul 16.00 s/d 00.00 WIB
Jalan Moh. Toha Bandung, sekitar 15 menit bermobil atau angutan umum dari pusat kota atau Alun-Alun. Buka tiap hari pukul 04.00 sampai 10.00 WIB.
Walau cuma berjualan di atas gerobak, Kue Balok Mang Asep selalu ramai pengunjung pembeli yang biasanya membentuk antrean panjang, untuk memboyong beberapa potong Kue Balok sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas. Kalau tak mau antri bisa tunggu di hotel dan pesan lewat ojek online ( ojol).
8 KUE BALOK MANG UJU
Berlokasi di Jalan Cihapit, di tengah keramaian Pasar Cihapit, dan karenanya dikenal sebagai Kue Balok Cihapit. Ada juga cabangnya di Jalan Purwakarta, Antapani, bersebelahan dengan Pizza Hut Delivery Antapani. Buka sejak pagi hingga malam.
Kue Balok Mang Udju terkenal dengan adonannya yang kental dan teksturnya yang selalu lembut seperti spons cake. Rahasianya, ia tak mencampurkan air ke dalam adonan, melainkan susu cair segar. Menawarkan rasa dasar vanila, brownies/brokal, green tea, dan red velvet.
Kue Balok Mang Udjo juga diimbuhi topping dengan berbagai pilihan: choco chips, kacang, keju, kismis, dan lainnya. Harga Rp 2.000-3.000 per potong. Ada juga sajian dalam satu dus (berisi sepuluh potong Kue Balok aneka rasa), harganya Rp 20 ribu.
Ruas jalan menuju lokasi termasuk jalur padat kendaraan. Perlu waktu 15 – 30 menit dari Alun-Alun untuk tiba di gerai Kue Balok Mang Udjo. Tapi di sini tak perlu antre. Cukup ambil formulir, tulis pesanan, dan tunggu di kursi yang ada sampai pesanan siap dan nama Anda dipanggil.
Langsung bayar di kasir, dan bawa pulang kue yang terkemas rapi itu. Ingin menikmatinya di tempat bareng teman? Ada pelayan yang siap menjemput dan mengantar pesanan ke meja dan kursi di mana Anda duduk.
9. KUE BALOK SI CINTA
Jalan Dulatip No.77, Kb. Jeruk, Andir, Bandung 40181.TLokasinya tak jauh dari Hotel Murah dekat Pasar Baru Trade Centre Bandung dan Lapangan Tegallega yang populer dengan Lampion Park-nya, akses ke Masjid Agung dan Alun – Alun ataupun ke Braga City Walk di Jalan Braga juga dekat.
Buka tiap hari, dari pagi hingga tengah malam. Kue baru dibuat saat pembeli datang memesan, menjadikan Kue Balok Si Cinta selalu tersaji dalam keadaan masih panas dan dinikmati saat masih hangat, hingga terasa lebih nikmat, fresh, manis, enak, teksturnya lembut, dan isi dalamannya lumer saat di kunyah.
JAKARTA,
bisniswisata.co.id; PANDEMIK COVID-19 tidak hanya berdampak pada
kehidupan masyarakat di kota metropolitan. Imbas pembatasan pergerakan masyarakat
di perkotaan merambah ke pedesaan dengan segala konsekuensinya.
“Kami
diminta karantina wilayah, tiga minggu, dan melaksanakan protocol COVID19,”
ungkap Ketua Forum Desa Wisata Jogyakarta, Doto Yogantoro .
Itu berarti masyarakat di 130 lebih desa wisata di Jogyakarta — anggota forum, kembali pada keseharian sebagai petani, pekebun, peternak, buruh proyek di desa. Dan sementara waktu tidak ada bonus dari aktivitas melayani atraksi wisata di desa. Pasalnya, semua booking acaraout bound, paket live-in di desa, belajar di desa, ditunda pelaksanaannya semasa pandemik COVID-19.
Menurut Doto, masyarakat desa wisata, seperti di desa Pentingsari di wilayah Jogyakarta ini misalnya menjadikan kegiatan wisata ke desa mereka hanya sebagai bonus melestarikan gaya hidup masyarakat Pentingsari. Jika tidak ada yang berkunjung, anggota yang memang masyarakat desa setempat tetap melaksanakan aktivitas keseharian mereka. Jika ada “tamu”, setiap anggota melaksanakan tugas masing- masing sesuai kompetensinya. Ada yang menjadi guide, instruktur outbound, penata laksana cookingclass atau mereka yang diunit kesenian.
Pandemik
COVID-19 ditengah aktifnya Gunung Semeru, diakui Doto sedikit mengganggu
stabilitas perekonomian masyarakat. Namun tidak menyebabkan pemutusan hubungan
kerja alias PHK, atau ada anggota desa wisata yang “gulung tikar”.
“Menggulung tikar usai hajatan, sudah
biasa. Pemerintah daerah mau pun pusat
sudah menyiapkan jaring pengaman, kami di desa juga menyiapkan stimulan
pendukungnya,” paparnya sedikit bergurau.
Untuk
menjawab himbauan pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Penanggulangan
COVID-19,hal mempersiapkan relawan desa tanggap COVID-19, desa wisata se Jogya
siap melaksanakannya. Sembari melaksanakan karantina wilayah, masyarakat
mendapat sosialisasi hal penanggulangan COVID-19. “Untuk sekala desa, kami siap
menjadi relawan desa tanggap COVID-19,” jelas Doto.
Desa
Tanggap COVID-19
Seperti
diungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan,
dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,
Eko Sri Haryanto, dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan
COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Selasa (31/3).
Diperlukan
relawan desa tanggap COVID-19 untuk menjadi garda depan pencegahan dan
penanganan pandemi virus corona di wilayah desa seluruh Indonesia. Pembentukan
relawan dimaksudkan untuk menyatukan pikiran, langkah, serta solidaritas dalam
menangani pandemi ini, mengingat ada sekitar 75.000 desa di Indonesia.
Relawan Desa Tanggap COVID-19 diketuai oleh kepala desa, dengan wakil dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta anggota dari BPD, ketua RW, ketua RT, tokoh-tokoh masyarakat, hingga pendamping profesional di desa. Relawan harus bermitra dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, karena merupakan bagian dari satu kesatuan yang penting untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, ujar Eko.
Sejumlah
tugas diemban oleh relawan Desa Tanggap COVID-19, antara lain membuat papan
informasi pencegahan dan penanganan kasus penyakit infeksi virus yang menyerang
sistem pernapasan tersebut. Untuk itu, relawan diharuskan mempunyai pengetahuan
mengenai cara antisipasi, gejala-gejala yang muncul, dan cara penularan virus
corona.
Mereka
juga bertugas melakukan pendataan warga yang rentan sakit, terutama dari
kelompok marjinal, baik itu orang lanjut usia, orang dengan kondisi tubuh
rentan terhadap penyakit, dan balita. Pendataan dan pemeriksaan warga yang baru
kembali dari perantauan, khususnya wilayah yang terdampak COVID-19, juga
menjadi tugas relawan. Warga perantau yang dimaksud bukan hanya pekerja rantau
namun juga pelajar yang melanjutkan pendidikan di luar desa, dengan penanganan
awal terhadap mereka berupa karantina mandiri.
Desa
Adat
Sementara di Bali, Gubernur Bali bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali telah membuat Keputusan Bersama Nomor: 472/1571/PPDA/DPMA Nomor: 05/SK/MDA-Prov Bali/III/2020, tentang Pembentukan Satuan Tugas Gotong- Royong Pencegahan COVID-19 Berbasis Desa Adat di Bali. Sehingga Desa Adat dapat membentuk satgas dengan melibatkan Yowana serta pihak terkait seperti Banbinsa untuk melakuka upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19 tersebut termasuk melakukan sosialisasi serta edukasi terhadap masyarakat.
Dalam menangani COVID-19,
Bali masih menerapkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 270/04-G/HK/2020 bahwa
Provinsi Bali meningkatan satus siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana
wabah penyakit akibat COVID -19. Surat Gubernur Bali kepada Menteri Perhubungan
Nomor 551/2500/dishub tentang penguatan pengawasan pelabuhan akses provinsi
Bali. Upaya memperketat pengawasan dilakukan pada pelabuhan penyeberangan
Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, pelabuhan Benoa, dan Lombok Barat.
Dalam surat tersebut
ditegaskan untuk dilakukan pembatasan lalu lintas untuk keluar masuk wilayah
Bali, yang diperbolehkan untuk masuk hanya kepentingan mendesak seperti angkutan
logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi
dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Gubernur Bali telah melakukan
koordinasi dengan Pemerintah Daerah Jawa Timur dan NTB, untuk memberlakukan
aturan tersebut dan memperketat arus lalu lintas yang masuk ke Bali.
Peniliti di Universitas Indonesia berkolaborasi dengan BNPB kembangkan portal InaRISK ( foto: UI)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gabungan Tim Ahli dan Peneliti Universitas Indonesia (UI) di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI, berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengembangkan Portal InaRISK.
Sebelumnya Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI telah berhasil menciptakan dan merilis Peta Daring Sebaran Covid-19 (SiCovid-19) pada 19 Maret 2020. Data serta engine yang dikembangkan UI pada portal SiCovid-19 itu, akan digunakan oleh Portal InaRISK untuk menekan indeks risiko bencana.
Selain itu, tim ahli dan peneliti UI juga tengah melakukan dua pengembangan pada SiCovid-19. Pertama, pengembangan peta jangkauan dan rerata waktu tempuh masyarakat menuju RS rujukan nasional. Peta tersebut dapat mengetahui wilayah mana saja yang tidak terlayani dengan baik, dilihat dari waktu tempuh menuju RS rujukan nasional.
Kedua, analisis konsentrasi NO2 untuk mengetahui apakah physical distancing dan working from home efektif dalam menekan mobilitas masyarakat.
Portal InaRISK (http://inarisk.bnpb.go.id/) merupakan portal yang dimiliki BNPB untuk mengkaji risiko, serta memberikan gambaran cakupan wilayah ancaman bencana serta populasi terdampak, untuk dapat mengurangi indeks risiko bencana.
Inovator SiCovid-19, Ardiansyah, S.Si,menuturkan bahwa data yang digunakan oleh InaRISK adalah data yang sama dengan data SiCovid-19. “Kami memberikan model builder yang dapat digunakan untuk generate model tersebut. Kami memberikan engine-nya kepada BNPB, sehingga BNPB dapat langsung melakukan update data, manamasyarakat yang positif terinfeksi Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ujarnya seperti dikutip dari rilis Biro Humas dan KIP UI, hari ini.
SiCovid-19 adalah portal webGIS karya gabungan peneliti UI, memiliki kemampuan untuk memetakan penduduk yang terinfeksi Covid-19, persebaran lokasi pasien yang positif terinfeksi Covid-19, serta membantu pemerintah dalam memetakan daerah yang rawan kasus infeksi baru (https://sicovid19-geography-ui.hub.arcgis.com/).
Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, menambahkan UI akan terus mendukung pemerintah dalam menghadapi pandemik global yang terjadi, dengan menghadirkan tim ahli dan peneliti dalam membantu pengendalian persebaran virus Covid-19.
Para pemandu wisata anggota APGI di Puncak G. Kerinci ( Foto: APGI).
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) melaporkan terdapat 5.225 tenaga kerja pariwisata di industri wisata gunung yang mengalami penurunan pendapatan dan daya tahan ekonominya rata-rata hanya selama 3 bulan hadapi wabah Covid-19.
“Artinya ada kemungkinan sebanyak 5.225 tenaga kerja di industri wisata gunung ini terancam keberlangsungan pekerjaan dan perekonomiannya,” kata Vita Cecilia, Ketua Umum APGI dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Untuk itu, dia berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat mengambil sikap dan menindaklanjuti laporan yang dibuat APGI mengingat adanya pemberhentian (sementara) di sekitar 120 destinasi wisata gunung di Indonesia sebagai dampak wabah virus corona.
Akibat pemberhentian sementara seluruh aktivitas maja terjadi penurunan omzet hingga 86 persen atau Rp298 miliar dari pendapatan tahun 2019.Tahun lalu omzet industri wisata gunung mencapai Rp 344 Milliar sehingga di tahun 2020 ini ddiperkirkan tinggal Rp 46 Milliar.
Tahun lalu para pemandu wisata gunung di Indonesia bisa melayani hampir 20 ribu perjalanan. Namun dengan adanya wabah dan penurunan perjalanan ( trip) sebanyak 47 persen dari 19.855 perjalanan maka diharapkan masih ada 10.450 perjalanan, kata Vita.
Dia menjekaskan bahwa pada tanggal 25-29 Maret 2020 APGI telah melakukan Rapid Assesment mengenai Dampak Covid-19 terhadap sektor Pariwisata (Profesi Pemandu Gunung dan Industri Wisata Gunung di Indonesia).
Untuk menindaklanjuti hasil RapidAssesment tersebut maka APGI juga mengeluarkan maklumat, khususnya untuk menjadi pedoman para pengurus dan anggota APGI dalam menghadapi situasi ini serta untuk diketahui para pemangku kepentingan terkait.
“Maklumat APGI saat ini saya beri judul 7 Summits Commitment For Covid-19* Yang berarti atau Tujuh bentuk komitmen APGI dalam melangkah untuk melakukan usaha-usaha penanggulangan dampak Covid-19 pada sektor pariwisata di Indonesia,” jelas Vita Cecilia.
Pihaknya siap berperan aktif dalam melaksanakan manajemen krisis kepariwisataan selama terjadinya wabah Covid-19 di Indonesia dan menghimbau kepada seluruh jajaran kepengurusan dan anggota agar tetap semangat, optimis dan tabah dalam menghadapi dampak wabah.
Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) didirikannya untuk menjadikan profesi Pemandu Gunung Indonesia sebagai pekerjaan profesional serta memiliki Standar Kompetensi tingkat nasional maupun internasional.
Tujuan-tujuan yang ingin dicapai a.l secara umum adalah meningkatkan kompetensi pemandu gunung Indonesia dan meningkatkan keamanan, keselamatan dan kenyamanan jasa pemanduan gunung di Indonesia.
Wisata mendaki gunung adalah salah satu wisata petualangan di Indonesia yang dikenal juga dengan wisata minat khusus. Ruang lingkup usaha anggota APGI sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia ( KBLI) meliputi bidang Jasa Pramuwisata, Jasa Biro Perjalanan Wisata dan Jasa Wisata Petualangan Alam.
Wisata petualangan adalah jenis pariwisata yang melibatkan eksplorasi atau perjalanan yang mengandung risiko, membutuhkan keterampilan khusus dan pengerahan tenaga fisik.
Vita Cecilia mengatakan pihaknya juga sudah menyusun masa ranggap darurar APGI terhadap Covid-19 (Maret-Mei 2020) dengan proaktif dalam berkoordinasi dengan Instansi Pemerintah baik di pusat maupun daerah, mengeluarkan Pedoman Kesiapsiagaan bagi Anggota, menghentikan (sementara) kegiatan massal/tatap muka dan kegiatan jasa pariwisata anggota.
Pihaknya tetap nelakukan identifikasi, pembinaan, pengawasan dan penanggulangan kepada anggota APGI terhadap kondisi kesehatan dan dampak sosial ekonominya.
Sementara untuk masa pemulihan (Juni-Desember 2020) a.l melakukan advokasi bagi anggota APGI terkait implementasi dukungan program Pemerintah atau pemangku kepentingan lainnya kepada pelaku usaha pariwisata khususnya Jasa Pemandu Gunung.
Melaksanakan program peningkatakan kapasitas SDM pemandu gunung dan meningkatkan dukungan pelaksanaan program promosi dan pemasaran destinasi wisata gunung di Indonesia serta produk wisatanya.
Di tahap normalisasi APGI terhadap dampak Covid-19 pada Januari-Desember 2021 a.l melaksanakan pertemuan nasional (Rakernas 2021) sebagai langkah awal untuk normalisasi seluruh dan kegiatan usaha pariwisata para anggota.
Solo traveling disukai wanita dan lebih berani memilih destinasi wisatanya. ( foto: Booking.com)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Riset global terbaru dari Booking.com mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, perempuan lebih ingin mendalami budaya dan adat lokal (31%) ketika bepergian, dan ingin lebih berani dalam memilih destinasi (22%).
Survei melibatkan 22.000 responden di berbagai negara termasuk Indonesia yang dilakukan secara independen pada sampel orang dewasa yang pernah melakukan perjalanan dalam 2 bulan terakhir dan berencana untuk melakukan perjalanan dalam 12 bulan ke depan.
Bisniswisata mencoba mengumpulkan tiga nara sumber dari para traveler sejati dari kalangan relasi di Indonesia yang senang melakukan perjalanan wisata sendiri maupun yang secara rutin berwisata bersama sahabat wanitanya ke berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Berikut pengalamannya;
Sulha Handayani
Ibu satu anak ini kini tengah berada di Sydney, Australia dan datang di awal Maret sebelum ada pengumuman mewabahnya virus corona Covid-19 baik di Indonesia maupun di Australia.
” Memang sudah rencana tinggal lama karena sekalian mau cari sekolah anak semata wayang, Fafa yang akan masuk sekolah menengah atas. Tapi ternyata kini harus diperpanjang dan stay athome,” kata praktisi Public Relations yang juga seorang senior journalist ini melalui Chat WA.
Menurut dia, mengapa wanita Indonesia seperti dia suka melakukan solo traveling, selain di Aussi tinggal di rumah kerabat, merancang perjalanan sendiri lebih nikmat apalagi secara naluri dia melihat perempuan lebih memiliki rasa ingin tahu yang besar.
“Coba kalau perjalanan kita diatur oleh travel agent, belum tentu bisa memebuhi rasa ingin tahu kita akan suatu destinasi wisata. Saya misalnya selalu tertarik dengan suasana pasar tradisional di suatu negara dan blusukan di sana,” ungkap Sulha.
Sulha juga banyak memiliki teman di negri Kangguru ini sehingga kunjungannya kali ini selain kangen-kangenan dan silaturahmi juga untuk mencari sekolah anak. Apalagi kunjungan terakhir lima tahun lalu bersama ibunda dan anaknya.
Menurut dia, nikmatnya solo traveling karena berkunjung ke tempat yang sesuai keinginan hati saja. Kadang dia pergi bersama sahabat wanita yang juga suka merancang open trip sendiri sehingga tidak sulit menyesuaikan rute.
Biasanya untuk dalam negeri bisa traveling empat kali di luar pergi ke daerah karena penugasan kantor. Untuk tujuan luar negri tahun lalu pergi ke Ipoh Malaysia, Nepal, India, Srilanka dan Jepang.
“Sekarang akhirnya kasih-kasih info via Instagram tempat-tempat menarik yang pernah saya kunjungi. Suatu saat badai corona berlalu akan ada orang yang datang ke sana. Selain itu juga kasih info-info menarik seputar hotel atau tempat makan yang menarik,”
Dia juga membantu memposting cara industri hotel dan resto menginfokan aktivitas mereka menangani badai corona ini lewat sosmed yang dimiliki dan terus berkarya memberitakan hal hal positif seputar industri wisata di Indonesia terutama kegiatan Corporate Social Responsibility ( CSR).
” Saya baca salah satu hotel di Banyumas memberikan penginapan gratis untuk para tenaga medis. Saya lantas berpikir suatu saat nanti jika ke sana saya akan menginap di hotel tersebut karena peduli dengan kondisi wabah sekarang padahal yang paling terpukul ya industri wisata. Di saat susah tetap menolong orang,”
Selama ini jika melakukan solo traveling baik naik kereta atau pesawat di dalam dan luar negri begitu juga menetap di hotel semua aman-aman saja sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Apalagi tempat-tempat yang dikunjungi juga selalu menawarkan hal hal yang baru jadi sangat menarik.
Industri pariwisata di dalam negri seperti pengelola hotel umumnya sudah mengerti benar bagaimana cara menservis tamu.Namun sayangnya saat berwisata di kawasan Batu Raden, Jawa Tengah ada tempar makan yang malak harga setelah selesai makan, tamu di todong dengan tagihan harga yang tidak masuk akal untuk ukuran Purwokerto karena jauh lebih mahal harganya dengan di Jakarta, ibu kota negara.
” Orang yang berwisata mau enak, santai, bahagia jadi mental malak ini yang harus dibasmi agar wisatawan dalam dan luar negri bahkan wisatawan lokalnya mau datang lagi,” pesan Sulha.
Searah jarum jam, Sulha Handayani, Lintang Rowe dan Dewi Hermayanti ( Foto: dok. pribadi)
Dewi Hermayanti
Dewi tergolong solo traveler yang anti mainstream. Dia mengunjungi tempat-tempat yang bukan dikenal sebagai tujuan wisata tapi lebih ke ‘surga tersembunyi” di kawasan Nusa Tenggara Timur dan daerah lainnya di Indonesia.
Dia setuju dengan hasil riset Booking.com itu karena yang utama jika solo traveling di luar negri adalah memilih akomodasi dan transportasi yang aman dan nyaman. Namun di dalam negri karena dia banyak tinggal dengan masyarakat desa maka rasa aman dan nyamannya tinggi sekali.
” Beda jika ketika berada di kota besar terutama ibukota provinsi, saya akan cari referensi dulu hotel yang mana dan aman buat traveler wanita. Namun jujur jika traveling di luar negri merasa lebih nyaman karena jadwal transportasi yang teratur , informasi hotel yang lengkap dan karena infrastruktur dan informasi cara mencapainya jelas,” ungkapnya
Info mengenai transportasi, akomodasi dan obyek wisata gampang diakses dan bisa direncanakan sebelum bepergian. Sementara kalau di dalam negri nyaman meski secara infrastruktur lebih sulit tapi penduduk di daerah sangat ramah kepada traveler terutama wanita
Untuk tahun ini rencananya mengeksplorasi Banyuwangi dan Langkawi, Malaysia tapi gagal karena situasi dan kondisi saat ini yang kebetulan jadwalnya sudah diatur bersamaan wabah pandemi merebak. Meski masih bisa menunda hingga akhir tahun semua harus disesuaikan dengan kondisi terakhir.
Dalam melakukan perjalanan Dewi Hermayanti biasanya sambil melakukan pesonnal social responsibility ( PSR) di bidang literasi karena itu dia sering mendapat kejutan selama solo traveling dengan apresiasi yang tinggi dari masyarakat yang dikunjunginya.
Dalam setahun aktivitas travelingnya bisa 5-10 kali baik ke dalam maupun luar negri. Namun dengan perkembangan situasi pandemi saat ini sebagai traveler sebaiknya mentaati peraturan pemerintah dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
Dewi berharap para pecinta wisata tetap konsisten mempromosikan wisata dalam negeri tanpa melanggar peraturan yang ada. Karena setelah badai corona reda, industri pariwisata akan booming dengan pesat dikarenakan masyarakat terutama yang hobby traveling pasti akan butuh refreshing setelah semua aktivitasnya terfokus dalam rumah.
Lintang Rowe
Tujuan wisata Lintang Rowe ke suatu daerah memang benar sesuai hasil riset adalah untuk mendalami budaya dan adat lokal. Baginya berwisata menambah pengetahuan atas suatu destinasi termasuk mengamati bagaimana pengelolaannya juga.
Sebagai pengusaha media cetak yang juga suka traveling dia ingin lebih memahami dan menambah pengetahuan terkait adat budaya, keunikan, dan kebiasaan masyarakat setempat. “ Makin kita paham ritual dan kekayaan budayanya yang unik terutama kearifan lokal maka rasanya baru lengkap perjalanan wisatanya,” kata Lintang.
Kehidupan dan fasilitas modern serta gaya hidup metropolitan mudah terpenuhi di ibukota negri seperti Jakarta, tapi kehidupan yang penuh rasa tanggung jawab pada alam semesta dan sang Khalik adalah milik destinasi wisata di daerah terpencil sehingga pilihan destinasi wisata bersama putri tunggal umumnya anti mainstream.
Berwisata yang mengisi batin dan bisa menjadi perbandingan dan bahan studi bagi putri tercinta biasanya menjadi pilihan dan tentu saja masalah keamanan menjadi prioritas. Wisata di dalam negri secara psikologis lebih merasa nyaman di rumah sendiri, sementaera di luar negri saatnya studi banding juga, paparnya.
“Kwartal pertama tahun ini sudah dijadwal mau ke Taiwan tapi tunda karena mewabahnya Covid-19 sehingga jika semua normal kembali baru bisa diwujudkan tergantung perkembangannya,”
Untuk berlibur bersama putrinya setelah badai pandemi berlalu masih tetap pada jadwal semula yaitu ke Bali dan mengulang kunjungan ke Jepang. Kegiatan solo traveling tapi bersama anak sangat seru karena diputuskan bersama, diatur bersama dan dipilih bersama obyek yang mau dituju.
” Suami karena pekerjaan memang tidak ikut dan memberikan kesempatan ibu-anak bonding karena kalau kondisi normal kami bertiga sibuk dengan kegiatan masing-masing,” kata Lintang Rowe.
Jadi sekarang slogannya Stay at Home, Traveling Tomorrow sudah tepat. Bagi para traveler sejati selalu belajar hikmahnya suatu perjalanan termasuk mengapa wabah penyakit ini mendunia. Namun soal traveling tidak ada matinya.
” Jadi buat rekan-rekan di industri pariwisata tetap tenang dan buat perencanaan karena ketika orang sudah sekian lama di rumah juga akan serentak berwisata. Semoga !!,” tegasnya.
BANDUNG, bisniswisata.co.id;PENGGUNAAN disinfektan untuk mengatasi COVID-19 menjadikannya popular
saat ini. Beragam penawaran gencar dilakukan produsen dalam memasarkan
produknya dan ternyata tak semua produk aman dalam penggunaan. Terlebih jika
terjadi salah pakai, bukan menghentikan paparan COVID-19, justru meracuni
mahluk hidup disekitarnya.
Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Chandra Risdian mengungkapkan banyak produk rumah tangga umum mengandung konsentrasi bahan aktif yang sesuai untuk disinfeksi. Bahan aktif dan konsentrasi efektifnya yang tercantum dalam produk terlampir telah terbukti efektif melawan virus corona berdasarkan studi literatur yang dilakukannya.
Daftar ini akan terus diperbaharui sesuai data yang masuk. Perusahaan yang memproduksi atau memasarkan produk disinfektan apa pun yang efektif terhadap virus corona dapat memberikan informasi dengan mengirimkan foto produk yang sudah teregistrasi dan informasi bahan aktif yang digunakan. Berikut data yang dihimpun Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI per Jumat (27/3).
No.
Nama
Produk
Bahan
Aktif
Tindakan
Tambahan
Cara
Pengenceran
1
Aquatabs
Multipurpose
Sodium
dichloroisocyanurate
–
2
Bayclin
Lemon
Sodium
hypochlorite 5.25%
A, C
20 mL per
1 L air
3
Bayclin
Regular
Sodium
hypochlorite 5.25%
A, C
20 mL per
1 L air
4
Bebek
Kamar Mandi
Benzalkonium
klorida (0.1%)
–
5
Bratacare
Disinfectane Concentrate
Quarternary
ammonium compound (45g/L atau 4.5%)
C
10
ml per 1 L air
6
Clorox
Disinfecting Bleach
Sodium
hypochlorite (7.4%)
A, C
10 ml per
1 L air
7
Clorox
Toilet Bowl Clener
With Bleach
Sodium
hypochlorite (2.4%)
A, C
40 ml per
1 L air
8
Dettol All
In One Disinfectant Spray
Alkyl
Dimethyl Benzyl
–
9
Dettol
Antiseptic Liquid
Chloroxylenol
(4.8%)
C
25 ml per
1 L air
10
Dettol
Pembersih Lantai Citrus
Benzalkonium
klorida (1.1856%)
C
45 ml per
1 L air
11
Dettol
Pembersih Lantai
Multiaction 4 in 1
Benzalkonium
klorida (1.1856%)
C
45 ml per
1 L air
12
Mr. Muscle
Axi Triguna
Pembersih Lantai
Benzalkonium
chloride (0.15%), ethoxylated linear alcohol (0.6%)
Keterangan tindakan tambahan untuk setiap produk ditandai
dengan huruf masing-masing:
A. Korosif terhadap logam, bersihkan kembali dengan kain
basah setelah 10 menit,
B. Mudah terbakar pada konsentrasi tinggi. Jauhkan dari panas/percikan
api/nyala api terbuka/permukaan panas,
C. Pengenceran diperlukan sesuai Tabel 1.
Formula
pengenceran:
Volume larutan awal = (Konsentrasi akhir yang
diinginkan x Volume larutan akhir) / konsentrasi awal produk
Volume air yang ditambahkan = Volume larutan akhir –
Volume larutan awal
Contoh pengenceran produk yang mengandung sodium hypochlorite 5.25% menjadi sodium hypochlorite 0.1% untuk
volume akhir 1000 ml:
Volume larutan awal = (0.1% x
1000 ml) / 5.25% = 19.05 ml (bisa gunakan 20 ml saja untuk memudahkan)
Volume
air yang ditambahkan = 1000 ml – 20 ml = 980 ml air (bisa menggunakan air
keran)
Untuk memudahkan, bisa saja tambahkan 20 ml larutan produk
ke dalam 1000 ml air dalam contoh ini, konsentrasi akhir hanya akan berbeda
sedikit. * Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan
Humas LIPI