Orang Inggris Khawatir Jika Wisata ke Asia Akibat Kasus COVID-19

this formate

Pemandangan kota Barcelona, Spanyol. Negara ini jadi tujuan wisata nomor satu yang imgun dikunjungi turis Inggris. ( foto: Insolash.com/ Enes)

LONDON, bisniswisata.co.id: Sebuah survei dilakukan bagi warga Inggris untuk mengungkap perasaan mereka tentang COVID-19 terutama pola traveling di masa depan, kerugian finansial, dan pendapat mereka mengenai liputan media. Hasilnya, hampir 9 dari 10 (88%) orang setuju bahwa bepergian ke luar negeri tidak aman karena wabah COVID-19

Survei oleh Official-esta.com ini  untuk mengungkap dampak COVID-19, mengungkap pemikiran dan pendapat publik tentang kepemimpinan, tujuan perjalanan, uang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan.

Ketika dunia terus berjuang melawan COVID-19, pemerintah, perusahaan dan individu dari seluruh dunia semua menghadapi tantangan ekstrim karena pembatasan perjalanan diberlakukan dan industri travel terhenti.

Sebagai bangsa, kita bersama-sama membantu orang yang rentan, menghargai para tenaga medis di garis depan, melakukan apa yang kita lakukan untuk mengatasi virus COVID-19, sementara kehidupan kita sehari-hari berubah secara dramatis.

Dampak langsung pandemi terhadap pariwisata telah dirasakan di hampir setiap negara, di mana diberlakukan pembatasan perjalanan yang menyeluruh sehingga akankah  ada nasib jangka panjang bagi industri pariwisata di seluruh dunia?

Langkah-langkah baru sedang diperkenalkan setiap hari ke negara-negara di seluruh dunia untuk mengurangi penyebaran virus.  Beberapa dari pembatasan ini termasuk mengkarantina penumpang yang masuk.

 

Pembatasan lainnya dengan membatalkan penerbangan komersial, melarang kunjungan warga asing  bahkan beberapa negara menerapkan peraturan yang lebih ketat daripada yang lain.  Tetapi, negara mana yang memiliki tindakan pembatasan paling banyak pada saat data dikumpulkan? 

Negara-negara dengan pembatasan perjalanan terbanyak karena COVID-19.

Ranking negara .       Pembatasan

1.Sri Lanka                       37

  1. Malaysia.                     26

3 Saudi Arabia.                 26

  1. Iraq.                              19

5 Pilipina.                          18

Walaupun negara-negara ini berada di urutan teratas daftar, survei telah mengungkapkan bahwa banyak dari kita memiliki pendapat sendiri tentang pembatasan perjalanan yang saat ini diberlakukan di Inggris, terutama  apakah kita setuju atau tidak setuju dengan kebijakan itu.

Lebih dari 1 dari 10 (12%) berpikir masih aman untuk melakukan perjalanan meskipun ada wabah COVID-19 dan kebijakan lockdown di Inggris tidak penting karena yang penting adalah mengurangi penyebaran virusnya.  

Persentase ini meningkat menjadi hampir 2 dari 10 (18%) dari mereka yang berusia 25-34, dibandingkan dengan hanya 6% dari lebih dari 55 yang berbagi pendapat ini. Ketika sampai pada keputusan yang dibuat oleh pemerintah Inggris, dua pertiga (67%) merasa bahwa Inggris memang harus menutup perbatasan ketika akhirnya lockdown per 23 Maret lalu.

Negara-negara seperti Argentina, Australia dan Prancis melakukan pencegahan dulu dengan menutup perbatasan sebelum tindakan lockdown. Menyuarakan keprihatinan yang sama, lebih dari sepertiga (37%) petugas kesehatan yang disurvei percaya bahwa pemerintah tidak melakukan aksi yang cukup untuk melindungi negara.

Seperti apa perjalanan dan pariwisata setelah COVID-19?. Industri pariwisata telah terkena dampak global dengan semua perjalanan terhenti, tetapi apakah ini mengubah gagasan masyarakat untuk berlibur di tahun-tahun mendatang?

Lebih dari 1 dari 3 (34%) orang khawatir tentang mengunjungi negara-negara Asia di masa depan karena pandemi global ini bahkan seperempatnya (23%) bersumpah  tidak akan pernah mengunjungi China lagi meski pembatasan dicabut.

Tapi, sepertinya pandangan baru tentang perjalanan ini akan berdampak pada negara-negara di semua sisi dunia, karena yang lain menyatakan mereka tidak akan pernah berlibur di Italia (16%), Amerika Serikat (13%) atau ke Prancis lagi (12%).

Sebanyak 3 dari 10 orang  (31%) dari mereka yang disurvei mengatakan mereka akan terlalu takut untuk bepergian setelah larangan dicabut, tapi ada sejumlah kecil orang yang akan pergi ke luar negeri lagi kurang dari 2 bulan ( 60 hari) hingga 10 bulan ( 300 hari).

Meskipun mereka juga tidak tahu berapa lama pembatasan ini akan berlangsung, tapi memang perlu waktu setidaknya satu tahun bagi mereka untuk mempertimbangkan untuk traveling bahkan jika berwisata di dalam negri sendiri. Data dikumpulkan periode 3-6 April 2020 lalu.

Negara tujuan.  Rata-rata berapa hari wisata lagi

1.United Kingdom (staycation)       311

2.Spain                                                519

  1. USA.                                                589
  2. Itali.                                                 610
  3. China.                                              652

Juga terungkap bahwa Spanyol tetap menjadi salah satu tujuan wisata  favorit bagi publik Inggris.  Data menunjukkan 1 dari 10 (11%) akan memilih untuk mengunjungi Spanyol sebagai tempat pertama mereka bepergian setelah pembatasan dicabut.

Virus ini, sejauh ini, menelan biaya rata-rata hampir £ 3.000/ orang akibat rencana perjalanan yang dibatalkan, pernikahan dan acara lainnya. Menimbulkan  biaya tambahan untuk pekerjaan rumah tangga, makanan dan biaya keterlambatan pembayaran cicilan-cicilan. Pastinya COVID-19 telah memberatkan masyarakat dan pendapatan mereka dengan hilangnya penghasilan hampir mencapai 20%.

Selain kenaikan tagihan makanan, hiburan, dan rumah tangga karena sebagian besar dari kita telah menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, orang tua mengalami peningkatan biaya rata-rata £ 230,45 untuk pendidikan di rumah sejak sekolah di Inggris ditutup pada 20 Maret  .

Bagaimana dampak liputan media tentang COVID-19 menunjukkan perbedaan dalam beberapa generasi Dari hari-hari awal media meliput virus, hingga briefing COVID-19 yang sekarang setiap hari. Ada perbedaan pandangan antar generasi ketika menyangkut bagaimana media menggambarkan pandemi.  

Lebih dari sepertiga (37%) milenium percaya bahwa media beritanya melebih-lebihkan menurut mereka yang berusia 16-24 dan hampir 4 dari 10 (37%) setuju dengan pernyataan ini. Dibandingkan hanya 6% dari mereka yang berusia di atas 55 tahun yang memiliki pandangan yang sama. Hal ini menunjukkan kurangnya kepercayaan pada media dari mereka yang berusia di bawah 34 tahun.

Jayne Forrester, Direktur Pengembangan Internasional di Official-esta.com berkomentar: “Sementara kita masih di tengah-tengah wabah COVID-19, penting untuk mendengarkan pendapat publik dan kekhawatiran tentang situasi kita saat ini,” ungkapnya. 

Maklum, industri perjalanan saat ini berhent, i sementara negara-negara di seluruh dunia mengambil berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus. Sangat menarik untuk melihat perbedaan pendekatan dan juga pandangan publik tentang perjalanan di masa depan.

“Meskipun kami belum tahu apa yang akan terjadi di masa depan, atau kapan pembatasan akan dicabut, jelas akan ada dampak besar pada industri pariwisata dari pandemi global. Industri tidak berhenti total karena hotel-hotel di seluruh dunia terlihat membuka pintunya bagi para pekerja medis dan saling mendukung melalui masa-masa yang penuh tantangan ini. “

 

UNWTO Rilis Panduan Pemulihan Pariwisata

this formate

Foto: UNWTO rilis panduan pemulihan pariwisata (ilustrasi: voicesdotcom)

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id:  Organisasi Pariwisata Dunia ( UNWTO) merilis panduan pemulihan pariwisata. Panduan ini disiapkan Komite Krisis Pariwisata yang beranggotakan UNWTO, perwakilan negara anggota, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Organisasi Maritim Internasional (IMO), Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), dan Bank Dunia (WB).

Penyusunan panduan ini juga melibatkan Dewan Internasional Bandara (ACI), Asosiasi Internasional Kapal Pesiar (CLIA), Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Dewan Pariwisata Dunia (WTTC), serta Pemerintah Spanyol.  Berikut, rinciannya:

TUJUH PRIORITAS PEMULIHAN PARIWISATA

  1. Siapkan likuiditas dan amankan pekerjaan
  2. Pulihkan kepercayaan melalui prosedur keselamatan dan keamanan
  3. Kolaborasi pemerintah-swasta untuk reopening atau pembukaan kembali yang efisien 
  4. Buka perbatasan secara bertanggung jawab
  5. Harmonisasi dan koordinasikan antara protokol dan prosedur
  6. Ciptakan Nilai tambah pekerjaan lewat teknologi baru
  7. Jadikan inovasi dan prinsip keberlanjutan sebagai normal baru

SIAPKAN LIKUIDITAS DAN AMANKAN PEKERJAAN

 

  • Beri pengecualian, pengurangan atau/dan penundaan pembayaran jaminan sosial dan fiskal serta tagihan penting lain bagi perusahaan, wiraswasta, dan pekerja (terutama mereka yang paling rentan terdampak)

 

  • Buat instrumen keuangan untuk memfasilitasi ketersediaan likuiditas (penundaan pembayaran pinjaman, jaminan pinjaman, atau pinjaman kredit yang fleksibel untuk modal kerja)
  • Tinjau ulang kebijakan pembatalan dengan memperhatikan hak-hak konsumen dan perlunya likuiditas bagi perusahaan   
  • Perbesar dan perluas jaminan sosial (tunjangan asuransi bagi pengangguran dan pencari kerja)
  • Dukung pekerja dan pencari kerja melakukan transisi ke pekerjaan baru saat memasuki era normal baru
  • Buka dialog antara perusahaan dan serikat pekerja (standar buruh internasional)

PULIHKAN KEPERCAYAAN MELALUI PROSEDUR KESELAMATAN DAN KAMANAN

  • Susun protokol keselamatan dan kebersihan yang proporsional untuk mengurangi risiko di seluruh mata rantai sektor pariwisasta dan di setiap langkah para pelancong yang bepergian
  • Siapkan informasi yang jelas untuk wisatawan terkait kebijakan baru di tempat-tempat tujuan dan perusahaan
  •  Beri informasi yang jelas terkait misalnya hak dan jaminan para pelancong jika mereka jatuh sakit saat bepergian, atau ketika tiba di tempat tujuan
  • Fokuskan komunikasi yang berpusat pada manusia – empati, kepastian dan koneksi
  • Kampanyekan pesan yang tujuannya untuk membangun kepercayaan termasuk langkah-langkah keamanan yang perlu diambil oleh daerah tujuan wisata dan perusahaan

KOLABORASI PEMERINTAH-SWASTA UNTUK REOPENING ATAU PEMBUKAAN KEMBALI YANG EFISIEN

  • Bangun mekanisme kolaborasi pemerintah-swasta, baik dalam definisi maupum implementasi terkait protokol kesehatan
  • Buat protokol yang dapat ditindaklanjuti dan proporsional dalam koordinasi penuh antara swasta dengan otoritas kesehatan; ini perlu untuk memastikan protokol berbasis bukti ilmiah dan dapat diterapkan
  • Bagikan pengetahuan yang baik
  • Tentukan mekanisme untuk mendukung adaptasi perusahaan, daerah tujuan wisata, serta pelatihan bagi staf (keuangan dan pelatihan)
  • Alokasikan investasi untuk sistem data yang lebih baik

BUKA PERBATASAN, TAPI DENGAN BERTANGGUNG JAWAB

  • Perkenalkan dan adaptasikan proses dan prosedur di perbatasan yang telah disesuaikan dengan kajian risiko berbasis pada bukti kesehatan 
  • Secara berkala, revisilah aturan pembatasan dan protokol perjalanan. Ini penting untuk memastikan segalanya tetap proporsional terhadap risiko kesehatan masyarakat.
  • Tingkatkan penggunaan teknologi untuk perjalanan yang aman, lancar, dan tanpa gangguan
  • Sediakan informasi yang terpercaya, konsisten, dan mudah diakses bagi swasta dan pelancong, terutama terkait protokol dan pembatasan perjalanan
  • Tentukan dengan jelas peran dan tanggung jawab semua pihak termasuk pemerintah,  swasta, dan wisatawan
  • Pemerintah dan blok kawasan sebaiknya segera menerapkan  e-visa/visa saat kedatangan/kebijakan tanpa visa, dan untuk sementara hapus biaya pembuatan visa untuk mendorong permintaan. 

HARMONISASI DANKOORDINASIKAN ANTARA PROTOKOL DAN PROSEDUR

  • Selaraskan protokol dan prosedur pariwisata (terkait kesehatan) ke tingkat global
  • Pastikan koordinasi regional dan internasional terlaksana saat membuka kembali perbatasan
  • Terapkan standar internasional ICAO untuk pembuatan dokumen perjalanan untuk kepentingan pertukaran data penumpang. Pastikan ada pengaturan pengadaan formulir isian data kesehatan penumpang: siapa yang mengeluarkan dan bagaimana mengumpulkan serta membagi data tersebut
  • Pastikan ada koordinasi kebijakan bersama antara otoritas pariwisata, kesehatan, dalam negeri, dan transportasi.
  • Buatlah aplikasi untuk menelusuri jejak pengunjung yang mampu bekerja interoperabilty

CIPTAKAN NILAI TAMBAH PEKERJAAN LEWAT TEKNOLOGI BARU

    • Adopsi kebijakan nasional yang mendukung transformasi digital pada tempat tujuan wisata, perusahaan, pegawai, dan pencari kerja
    • Dukung perusahaan untuk mempercepat transformasi digital

 

  • Perkaya aplikasi dengan profil-profil baru: cybersecurity, big data analysis, dan data scientists

 

  • Dukung pencari kerja dengan tambahan ketrampilan baru: produk baru, pemasaran, dan market intelligence
  • Sediakan lebih banyak pelatihan online yang lebih baik untuk meningkatkan ketrampilan para staf dalam memberikan layanan, bekerja di back office, teknologi, bahasa, dan langkah-langkah keamanan 
  • Sediakan pelatihan online gratis bagi mereka yang paling terdampak, bermitra dengan universitas, perusahaan teknologi, dan lembaga pendidikan serta pelatihan lainnya. 
  • Perbanyak pelatihan online gratis seperti yang ada di UNWTO Online Academy dan dukung pengembangan dan pemasaran pelatihan itu dalam berbagai bahasa

JADIKAN INOVASI DAN PRINSIP KEBERLANJUTAN SEBAGAI NORMAL BARU

  • Melakukan konsolidasi ekosistem inovasi baik di tingkat nasional maupun global
  • Bantu kembangkan peluang bagi perusahaan besar untuk bekerja dengan start-up sehingga proses baru dapat lebih mudah dan lebih cepat diimplementasikan, serta lebih efisien (inovasi terbuka)
  • Dorong dan berikan penghargaan kepada start-up dan pengusaha agar terus memberi usulan solusi inovatif.
  • Berinvestasi dialam transformasi digital untuk perencanaan dan manajemen destinasi yang lebih baik
  • Percepat transisi menuju circular economy dalam rantai sektor pariwisata
  • Mulailah bertransisi ke pariwisata yang lebih efisien dan rendah karbon untuk beradaptasi dan mengurangi beban krisis iklim
  • Tentukan daya dukung & majukan manajemen destinasi yang efektif: bangunlah sektor pariwisata yang lebih berkelanjutan & bertanggung jawab melalui nilai tambah dan sistem pengukuran serta pemantauan berbasis data yang lebih baik (UNWTO INSTO Observatories & UN Measuring Sustainable Tourism Initiative).

 

New Normal Gagal, Korea Selatan Terapkan Lagi Pembatasan Sosial

this formate
  1. Sepasang warga Seoul dengan memakai masker melintas di sebuah jalan di kota Seoul, Korsel. Pemerintah kembali berlakujan kebijakan jaga jarak   ( Foto: Reuters/ heo ran)

SEOUL, bisniswisata.co.id: Korea Selatan pada memberlakukan kembali aturan jaga jarak sosial (social distancing) yang sejak awal bulan Mei lalu sempat dilonggarkan oleh pemerintah setempat guna menekan pebyebaran virus COVID-19 namun gagal.

Langkah itu diambil menyusul serangkaian klaster penyebaran virus corona (Covid-19) yang mengancam keberhasilan negeri ginseng dalam menahan epidemi tersebut. Padahal Korea Selatan dianggap sebagai salah satu model global dalam cara mengekang virus corona.

Akan tetapi, negara itu belakangan melaporkan lonjakan terbesar infeksi baru Covid-19 setelah hampir dua bulan masyarakatnya merasakan kehidupan normal yang baru (new normal).

Kasus-kasus baru itu sebagian besar berpusat di wilayah Metropolitan Seoul, tempat bermukimnya separuh dari penduduk Korea Selatan. Temuan kasus itu memaksa para pejabat setempat memperkuat kembali aturan-aturan jarak sosial yang sebelumnya sempat diperlonggar sejak 6 Mei lalu.

Dengan pemberlakuan kembali pembatasan sosial itu, museum, taman, dan galeri seni semuanya ditutup kembali mulai Jumat, (29/5/2020) hingga selama dua pekan ke depan. Sementara, perusahaan-perusahaan didesak untuk memperkenalkan kembali model kerja yang fleksibel, di antara langkah-langkah pembatasan lainnya.

“Kami telah memutuskan untuk memperkuat semua tindakan karantina di wilayah metropolitan selama dua minggu mulai besok hingga 14 Juni,” kata Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung Hoo, dikutip iNews.id dari AFP, Kamis.

Warga juga disarankan untuk menahan diri dari pertemuan sosial atau pergi ke tempat-tempat ramai, termasuk restoran dan bar. Sementara, fasilitas keagamaan diminta untuk lebih waspada dengan tindakan karantina.

Namun, tidak ada penundaan baru untuk pembukaan kembali sekolah secara bertahap yang saat ini sedang berlangsung. “Dua minggu ke depan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di wilayah metropolitan (Seoul). Kita harus kembali ke jaga jarak sosial jika kita gagal,” ujarnya.

Pemerintah Korsel mengumumkan 79 kasus baru infeksi Covid-19 pada Kamis pejan ini, sehingga totalnya menjadi 11.344. Ini adalah lonjakan kasus harian terbesar di negeri itu sejak 81 kasus diumumkan pada 5 April lalu.

Pertambahan kasus itu antara lain muncul gudang perusahaan perdagangan daring (e-commerce) Coupang di Bucheon, sebelah barat Seoul. Pada klaster baru ini, ditemukan 69 kasus, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.

Sekitar 4.100 pekerja dan pengunjung di gedung itu berada di bawah pengawasan isolasi secara mandiri, dengan lebih dari 80 persen dari mereka telah diuji sejauh ini, kata Wakil Menteri Kesehatan Korsel, Kim Gang Lip.

Implementasi Protokol Kenormalan Baru ( New Normal) Tunggu saat Destinasi Wisata Siap

this formate

Whisnutama (kanan)  saat kunjungan ke hotel belum lana ini. Pihaknya telah menyusun protokol New Normal ( Foto: Kemenparekraf) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Persiapan protokol kenormalan baru ( New Normal) pariwisata telah disusun untuk nantinya diterapkan ketika suatu daerah telah dinyatakan siap. Protokol ini akan melalui beberapa tahapan, mulai dari melakukan simulasi, lalu sosialisasi dan publikasi kepada publik, dan yang terakhir melakukan uji coba.

Hal itu diungkapkan Menparekraf Whisnutama Kusubandio dakam rilisnya, kemarin, bahwa Kemenparekraf  telah mentusun program Cleanliness, Health and Safety (CHS) sebagai tatanan kenormalan baru di destinasi wisata dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata dan ekonomi kreatif serta kementerian/lembaga terkait

” Program ini merupakan strategi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar masyarakat nantinya dapat tetap produktif dan aman Covid19. Pelaksanaan tahapan-tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan daerah, ” ujarnya.

Mengenai waktu penerapannya kapan? Harus dilihat betul kondisi RW dan RT daerah tersebut dan tentunya kesiapan masing-masing daerah. “Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya berpotensi nantinya untuk dapat memulai penerapan protokol ini” tambah Wishnutama.

Target penerapan New Normal tergantung dengan kesiapan daerah masing-masing. Ada daerah yang sudah siap dan sangat detail dengan segala sesuatunya. Itu tentunya jadi salah satu tolak ukur. Namun persiapan New Normal perlu dilakukan sekitar satu bulan sejak daerah itu dinyatakan dibuka.

“Bukan dari sekarang ya, tapi satu bulan sejak saat daerah tersebut bisa dibuka. Khusus di sektor pariwisata, banyak sekali yang sedang dipersiapkan untuk dibuka. Tidak hanya wisata alam, tapi juga restoran, hotel, dan berbagai jenis wisata.

“Semua sudah kita persiapkan. Saat ini dalam tahap sinkronisasi dan harmonisasi, termasuk dengan Gugus Tugas. Jadi, ini perlu dikoordinasikan dengan Gugus Tugas COVID-19 karena sangat penting,”itanbah Wishnutama.

Lebih lanjut Wishnutama menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi juga dengan pihak Garuda, jika destinasi wisata dinyatakan dibuka, termasuk dengan pihak hotel.”Kita akan menyiapkan paket-paket wisata dengan harga yang menarik,” ucap Wishnutama.

Wishnutama menambahkan, di era pandemi corona Covid-19 ini atau era digitalisasi terakselerasi dengan cepat. Hal itu terjadi dalam berbagai sektor, termasuk untuk promosi pariwisata. Ke depan akan banyak dilakukan melalui digital, karena itu akan lebih efektif dan spesifik.

Mengenai penerapan Cleanliness, Health and Safety (CHS), semua itu perlu kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, baik pihak bandara, hotel, dan yang lain-lain. Jika perlu, misalnya, mereka yang melanggar dicabut izinnya, tandas Wishnutama.

 

Semangat Kreasi dan Kolaborasi Warnai Acara Virtual Kopdar Komunitas.   

this formate

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Agustini Rahayu saat membuka acara “Virtual Kopdar Komunitas ( Foto: Kemenparekraf) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Suasana penuh kehangatan dan semangat berkreativitas antar komunitas mewarnai acara “Virtual Kopdar Komunitas” yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 28 Mei 2020. 

Berlangsung 120 menit, tiga komunitas yang berasal dari Jakarta, Kutai Kartanegara, dan Parapat di Danau Toba secara bergantian menghadirkan kreasi mereka. Memenuhi ruang dengan penuh tawa, canda, dan di saat bersamaan bangga akan kekayaan seni dan budaya Indonesia. 

Ketiga komunitas itu adalah Komunitas Oi di Kutai Kartanegara, Komunitas Regu Kerja Didi Petet (RKDP) di Jakarta, dan Komunitas Pondok Kreatif Parapat di Danau Toba. 

Kepala Biro Komunikasi Kemenparekra/Baparekraf Agustini Rahayu saat membuka acara “Virtual Kopdar Komunitas” mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang kreatif bagi anggota komunitas dan menjadi ruang menebar  semangat untuk masyarakat pada umumnya ditengah pandemi. Aktivitas semacam ini sekaligus  menggali kekuatan seni dan budaya tanah air sebagai daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif.  

“Komunitas merupakan bagian penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu penting untuk kita dapat terus saling mendukung terutama di masa-masa sulit pandemi COVID-19 seperti sekarang ini,” kata Agustini Rahayu. 

     Tiga komunitas kopdar dan saling menghibur meski secara virtual

“Virtual Kopdar Komunitas” dibuka dengan apik oleh penampilan dari RKDP yang memvisualkan lagu “Wajah Rinduku” dan “Sejenak Untuk Peduli” dalam seni pantomim. Di sesi kedua, RKDP menghadirkan suguhan yang lebih menarik dengan memparodikan sejumlah adegan dalam film-film kenamaan. Mulai dari Warkop DKI, Dilan, Si Doel Anak Sekolahan, dan lainnya. 

Sementara Komunitas Oi dalam tiga sesi keseluruhan acara membawakan lagu-lagu milik Iwan Fals. Mulai dari “Wakil Rakyat”, “Bongkar” juga “Bento”. Menariknya penampilan dari komunitas itu selalu diiringi dengan magisnya bunyi dari alat musik khas Dayak, Sape’ Dayak. 

Tak kalah menarik adalah suguhan dari Komunitas Pondok Kreatif Parapat yang memainkan lagu-lagu dengan iringan khas musik Batak. Latar belakang Danau Toba benar-benar menjadikan penampilan mereka sangat indah dilihat. 

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Djoko Waluyo menambahkan, beragam penampilan yang disajikan para anggota komunitas dalam acara tersebut merupakan sebagian kecil dari kekayaan khazanah seni dan budaya tanah air yang begitu besar. 

Kemenparekraf/Baparekraf akan terus memotivasi komunitas dan para kreator untuk terus berkarya. “Tidak ada kekuatan sedahsyat kolaborasi. Bersama kita akan bisa terus menggali potensi yang kita miliki di masing-masing daerah,” kata Djoko Waluyo. 

 

Sharing Orangtua Soal Kebiasaan Traveling Bersama Anak Pasca C-19

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id:  Hampir setengah dari orang tua milenial mengatakan bahwa ide melakukan perjalanan mereka telah berubah sejak penerapan stay at home, dan adanya pembatasan perjalanan karena COVID-19. 

Komunitas Bebe Voyage, yang ahli mengumpulkan orang tua penggemar  wisata ke mancanegara mensurvei para orang tua untuk mengetahui bagaimana mereka akan mengubah rencana traveling karena COVID-19.  

Responden menyatakan dengan cara yang berbeda bahwa sifat krisis yang berkembang membuat mereka sulit untuk merencanakan atau mewujudkan kebiasaan traveling jangka panjang. Di kutip dari Travel Daily News, survei dasar ini dilaksanakan antara tanggal 4 dan 19 April 2020 dengan 69 responden dari seluruh dunia.

Banyak responden (52%) berencana untuk melakukan perjalanan dengan jumlah yang sama, tetapi mereka mengatakan akan melakukan traveling berbeda.  Perubahan paling konsisten pada kebiasaan bepergian yang menonjol adalah kecendrungan untuk bepergian lebih dekat ke rumah (26%) dan berfokus pada “tinggal di rumah” (17%).

Rencana traveling jangka pendek jauh lebih tidak terduga, kata mereka, karena ada begitu banyak yang tidak diketahui mengenai perkembangan virus dan potensi kebangkitan.  

Sebagian besar responden ingin melihat COVID -19 sudah hilang  sebelum mereka mulai merencanakan liburan (45%) atau bahkan mulai bepergian (44%).  Namun, beberapa responden (39%) masih mempertimbangkan traveling untuk akhir musim panas / awal musim gugur.  Lainnya fokus pada petualangan di luar ruangan (28%) atau liburan “staycation” (16%).

Anggota komunitas Voyage Bebe tinggal di seluruh dunia dan di seluruh lokasi, keinginan mereka untuk melakukan perjalanan sebagian besar didorong oleh keinginan untuk mengunjungi keluarga besar.

Meniadakan traveling sementara waktu akan membawa refleksi yang lebih eksistensial di sekitar perjalanan.  Banyak responden merasa mereka ingin lebih berhati-hati,  fokus pada perjalanan yang berkelanjutan, memberikan kontribusi kepada komunitas dan membangun empati yang lebih besar melalui pengalaman.

Bébé Voyage telah berkembang menjadi komunitas yang menghubungkan pengalaman para  orang tua yang traveling dengan membawa anak-anak, saling berbagi dan memberdayakan lewat tips untuk memperkaya pengalaman perjalanan keluarga mereka. 

Tetapi tujuan Bébé Voyage jauh lebih besar dari itu dengan memberdayakan anak-anak untuk menjadi penasaran, berpikiran terbuka, dan jadi  pengembara seumur hidup dengan memperkenalkan mereka pada budaya dan pengalaman baru untuk membangun dunia yang lebih baik dan lebih damai untuk semua.

 

Gua Marmer, Pesona Alam yang Manakjubkan

this formate

 

                      Sumber: greatbigstor

CHILI, bisniswisata.co.id : Perlu waktu lebih dari 6.000 tahun bagi alam untuk menghasilkan ukiran warna-warni surealis pada dinding gua. Inilah penampakan menakjubkan Gua Marmer yang merupakan permata tersembunyi obyek wisata terbaik di wilayah Patagonia, Chili.

Lokasinya terpencil. Gua indah ini terletak di tengah Danau General Carrera dan hanya dapat diakses dengan pesawat, lalu disambung dengan menumpang perahu atau kayak.

Gua ini terbentuk secara alami dengan lorong – lorong yang sangat indah. Hal paling menakjubkan adalah saat menyaksikan danau berwarna biru memancarkan sinarnya ke dalam gua sehingga menjadi biru.

Gua marker dengan motif dinding yang rumit dan unik ini berpermukaan halus. Ukiran mahakarya di luar maupun dalam gua terbentuk dari tempaan air yang berasal dari gletser yang mencair yang ada di sekitar danau. 

Selama ribuan tahun, air gletser yang kaya mineral ini membasuh gua dan secara perlahan mengukir bebatuan padat ini. Air gletser telah mengubah warna dan bentuk Gua Marmer menjadi biru, hijau, hitam, dan kuning yang indah.

Penduduk sekitar menjaga kelestariannya dengan ketat. Alih-alih menambang batu-batu marmer unik ini, mereka melindunginya dengan hanya mengizinkan turis untuk datang menikmati keindahannya. Berikut link videonya : https://www.youtube.com/watch?v=EK1TEeGrrYk

 

Halal Bi Halal KBRI Pretoria Bahas Berkah Persaudaraan

this formate

PRETORIA, Afsel, bisniswisata.co.id: Di tengah pandemi global COVID-19, warga Indonesia di Afrika Selatan tetap menjaga persahabatan dan persaudaraan dengan Halal Bi Halal virtual dengan diisi ceramah agama, ungkap rilisnya hari ini.

Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria menyelenggarakan acara pertemuan virtual antara masyarakat yang dipimpin oleh  Duta Besar Indonesia di Pretoria, Salman Al Farisi, dalam perayaan Idul Fitri 1441H.

Acara ini disemarakkan oleh dakwah Al Ustad Mhd.  Jabbal Alamsyah Nasution, Direktur Pusat Studi Mawarith, Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur, yang membahas berkah dari persahabatan dan persaudaraan.  

Kegiatan silaturahmi ini diikuti oleh warga negara Indonesia yang tinggal di Afrika Selatan dan tiga negara lainnya yaitu Botswana, Lesotho dan Eswatini.

 “Saya berharap kita melaksanakan doa-doa dengan lebih khusyuk di rumah-rumah dan terus bekerja dan melakukan tugas-tugas kita sebaik-baiknya. Insya Allah, dengan niat baik dan upaya, kami akan lebih produktif dan terus memberi manfaat bagi masyarakat “, kata Dubes Salman Al Farisi, kemarin.

Selama wabah, Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria tetap hadir untuk melaksanakan tugas-tugas Misi Indonesia di luar negeri dengan memperhatikan situasi dan kondisi setempat.  Mengikuti prioritas Jakarta saat ini untuk melindungi warga negara Indonesia, mengemban Misi Indonesia di luar negeri, termasuk mengatur kegiatan yang lebih selektif di Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria.

 Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria telah memfasilitasi pemulangan 27 warga negara Indonesia dari Afrika Selatan untuk kembali ke Indonesia dan mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar kepada penduduk di area wilayah kerja.

 Di sektor ekonomi, Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria terus melakukan tugas untuk meminimalkan dampak pandemi terhadap negara.Mendukung sektor bisnis, termasuk BUMN, untuk terus berkembang ke Afrika Sub-Sahara melalui, antara lain, menyediakan informasi dan data pendukung.

 Selain itu, Duta Besar Indonesia di Pretoria juga aktif untuk terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari diskusi dengan universitas dan komunitas Islam hingga wawancara dengan media massa dan pemberi pengaruh media sosial tentang pembaruan terkini dari Afrika Selatan.

Afrika Selatan telah menerapkan penguncian nasional yang ketat sejak 26 Maret 2020 dan terus dievaluasi  secara bertahap. Sekitar 500 orang Indonesia yang tinggal di Afrika Selatan, Botswana, Lesotho dan Eswatini adalah pelajar, ibu rumah tangga dan pekerja profesional.  

Dari pemantauan Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cape Town, hingga saat ini, semua warga negara Indonesia telah diamati dalam kesehatan yang baik tanpa laporan COVID-19 yang positif.  

Petra, Formasi Hebat Batu Raksasa & Kisah Petualang Muda Swiss.

this formate

 

Oleh Nur Hidayat

AMMAN, Yordania, bisniswisata.co.id: Takjub melihat kota yang bangunannya terbuat dari batu dan berada di dinding tebing, begitulah reaksi rombongan saya ketika tiba di Petra sehingga untuk sejenak kami hanya terdiam membisu.

Meski dalam hati bertahmid, menyerukan pujian hanya untuk Allah sebagai ungkapan rasa syukur seorang muslim atas karunia Allah.

Allah yang Maha Kuasa untuk kesekian kali memperlihatkan ke-Maha Pencipta-nya. Tak ada yang mustahil bagi-Nya. Batu-batu raksasa, berbagai bentuk, warna, guratan dan ukuran seakan terhampar begitu saja. Namun, bagi saya, tetap saja mengherankan, mengagumkan. Masya Allah.

Ditambah bangunan dan pilar-pilar tinggi yang dipahat dari batu, oleh tangan-tangan trampil ribuan tahun lalu . Wooww sepatutnya kalau semua itu membuatnya jadi satu dari tujuh keajaiban dunia. Obyek turis yang “wajib dikunjungi walau sekali seumur hidup.”

Bisa dibilang, kota yang satu ini adalah ikon pariwisata Yordania. Petra yang mempesona, sangat sulit digambarkan dengan kata-kata saking indah dan menakjubkan kota tersebut. Pahatan dinding-dinding batunya merupakan perpaduan gaya Yunani kuno dengan Asia.

Petra termasuk dalam sebuah situs arkeologi yang juga merupakan sebuah kota yang cara pembuatannya dengan memahat dinding-dinding batu yang ada di Yordania. Nama Petra sendiri asalnya dari bahasa Yunani yang memiliki arti batu. Inilah sebagai simbol perlindungan dan tekhnik.

Perlu waktu 12 jam: 8 jam pulang pergi dari-ke Amman plus makan siang dan shalat) serta 4 jam menikmati kompleks Petra yang luas. Kalau mau puas, katanya harus tiga hari di tempat itu karena banyak yang perlu dilihat dan dinikmati.

Empat jam memang kurang, lantaran cuma sampai di al-Khazneh (the Treasury) bangunan tinggi 42 m dua lantai, berpilar kokoh, sekitar 2,5 km dari pintu gerbang. Bangunan indah itu, pernah jadi setting film  Indiana Jones dan memang paling cantik dan utuh.

Struktur paling populer bernama Al Khazneh ini disebut-sebut pada masanya merupakan bunker akan tetapi versi lain menyebutkan bangunan ini pernah dipakai untuk gudang harta.

Nah, saat mengunjungi tempat ini, pastikan juga mengunjungi kawasan utama tempat wisata ini, yang bernama The Monastery. Untuk mencapainya butuh perjuangan, karena perlu melewati setidaknya 800 langkah di jalan bebatuan yang menanjak.

Namun, begitu sampai di The Monastery ini, perjuangan akan terbayar mengingat luar biasanya monumen ini. Bahkan, monumen ini telah muncul di film Indiana Jones yang berjudul Indiana Jones and the Last Crusade.

Awalnya adalah makam raja Nabatean pada 100 SM, lantas berubah jadi tempat pemujaan. Petra (al-Bitra, Batu) merupakan kota di Wadi Araba. Ada amphi teater berkapasitas 4.000 orang. Sistem irigasinya, bersama pompa hidroliknya, konon paling modern di zamannya.

Petra, ibukota kerajaan Nabatean, didirikan pada 9 SM hingga 49 M oleh Raja Aretas IV, sebagai kota yang sukar ditembus musuh dan aman dari bencana alam. Di masa jayanya, kota itu dihuni lebih 30.000 orang yang tinggal di rumah-rumah batu. Kota pusat perdagangan tersebut berulang kali jadi rebutan penguasa berbagai negeri sehingga akhirnya melemah perannya.

Silih bergantinya peperangan yang merusak, ditambah dengan gempa bumi dan badai pasir, membuat Petra ditinggalkan. Akhirnya hilang, tertimbun ke dalam tanah selama 500 tahun. The Lost City itu akhirnya ditemukan pada 1812 oleh petualang muda Swiss, Johann Ludwig Burckhartd, lulusan dua universitas di Jerman.

“Sebuah mouseleum kosong terlihat. Suasana dan keindahan yang sengaja dibangun untuk memberikan impresi yang menggetarkan bagi pejalan yang tiba sesudah menyusuri sebuah lembah yang dalam dan temaram,” tulis Burckhardt dalam bukunya Travels in Syria and the Holy Land.

Petualang sejati itu belajar bahasa Arab, berpakaian muslim, bisa shalat agar memudahkannya bergaul dengan orang lokal. Burckhardt pula yang menemukan kuil Abu Simbel yang terkubur di Mesir.

Berkali-kali dirampok, keliling ke berbagai negeri, lalu tinggal di Mekah, naik haji, ke Madinah. Penjelajah muda itu meninggal pada 1817 di usia 33 tahun dan dimakamkan dengan nama Islam di nisannya: Syeikh Ibrahim bin Abdallah.

“Petualangan” kami hari itu tidak seperti Burckhardt karena kami langsung mengawali dari pintu gerbang, beli tiket 50 dinar (lk Rp 1 juta), lalu jalan kaki menyusuri jalan pasir batu yang masih lebar.

Batu-batu besar di kanan kiri jalan. Sesekali orang berkuda dan naik delman lewat. Decak kagum mulai muncul, melihat banyak batu besar yang beragam, yang di dalamnya berisi kuburan. Turis asing dari banyak negara sudah tak terhitung jumlahnya berfoto.

Seolah-olah tidak ada background foto yang jelek. Sukar untuk diungkap dengan kata-kata. Lebih gampang dengan serial foto dan video. Melewati gang yang menyempit, al Siq, sepanjang 1,2 km, batu-batu makin tinggi, makin besar, berwarna, nyaris bersinggungan di bagian atasnya. Benar-benar impresif: menggetarkan. Saya meraba-raba batu, benda mati itu. Ciptaan-Mu. Allahuakbar.

Dari balik batu raksasa yang menyempit, tampak sesuatu yang ditunggu-tunggu: The Treasury, bangunan megah berwarna agak pink. Itulah tujuan utama para turis segala bangsa. Ikon Jordan yang sangat dikenal di seluruh dunia.

Tiba di lapangan terbuka yang luas, fasad bangunan dua lantai berpilar enam kokoh, mirip gedung gaya Romawi Kuno, makin menonjol diapit batu raksasa di kiri kanannya dan terbayar sudah keletihan itu.

Kami beruntung sekali bisa memandangnya sepuas hati, berfoto dan mengamati pemandangan sekitar. Minum kopi sambil menerawang sungguh mengasyikkan dengan berbagai pertanyaan di kepala seperti berapa jumlah pemahat kuno hingga selesai memahatnya.? Siapa arsiteknya.?

Penulis bersandar di Batu Petra, keindahan Muscat, ibukota Oman, Muttrah Souk,  pasar souvenir dan mengabadikan momen di kota batu Petra bersama istri tercinta. ( Foto: Nur Hidayat)

City tour dengan angkot

Dari Petra kami menuju Muscat, ibukota Oman karena penerbangan pulang ke tanah air memang dari kota ini setelah melakukan wisata religi mulai dari  Mesir, Palestina, Israel, Jordan dan berakhir di Oman.

Kota Muscat sendiri bersebrangan langsung dengan Teluk Oman, sehingga terdapat pantai di kota tersebut. Wisatawan dapat menikmati pantai Al-Qorum yang memiliki pemandangan yang cukup indah.

Oman merupakan negara Kesultanan yang juga memiliki Istana untuk para Sultannya singgah. Salah satu Istananya adalah Al-Alam Palace yang merupakan Istana tempat seremonial Sultan Qaboos. Tempat ini juga dijadikan destinasi yang wajib dikunjungi oleh wisatawan untuk berfoto ria.

Tempat wisata yang paling terkenal di Muscat adalah Sultan Qaboos Grand Mosque yang merupakan salah satu masjid terbesar dan masjid utama Kesultanan Oman. Bangunan yang luas dan megah serta desain interior yang mewah merupakan highlight utama dari masjid tersebut.

Objek wisata yang juga menarik untuk dikunjungi adalah kota tua Muscat. Disana terdapat Muttrah Corniche, yaitu merupakan kawasan pinggir pantai yang biasanya terdapat di kawasan negara teluk. Wisatawan dapat menikmati angin sepoi-sepoi sambil melihat kapal bersandar. Pemandangan indah baik di siang maupun malam hari ketika banyak lampu-lampu menyala.

Bagi yang ingin membeli oleh-oleh khas Oman dapat mengunjungi pasar tradisional di Muttrah Souq, yang lokasinya bersebrangan dengan Muttrah Corniche. Di sana terdapat banyak sekali barang-barang unik khas Oman dan tentunya harga dapat ditawar.

Di Muscat kami ditawari ikut city tour untuk mengisi waktu menjelang take off nya pesawat kami ke Jakarta jam 02.30 dan membayar US$10 dollar/orang. Hari terakhir Itu menjadi city tour paling aneh yang pernah saya ikuti alias Silent City Tour, mobilnya juga sejenis angkutan kota setempat.

Soalnya tidak ada penjelasan tentang apa yang kami lihat selama perjalanan di kota tersebut. Pemandunya memang tidak ada. dan sopir hanya ngomong satu dua kata kalau ditanya. Maka, para penumpang, lebih dari 20 orang, berubah jadi guide amatir.

Ada saja yang sok menjelaskan ini-itu, padahal tidak mengerti. Tak apa. Itu memang cuma lucu-lucuan, yang membikin kami ngakak. Kayak di panggung Srimulat. “Masih untung,” kata orang Jawa, “daripada marah dan stress.”

Sesungguhnya ibukota kesultanan Oman ini menarik: bersih, jalannya mulus, tertib dan di mana-mana ditanami rumput, pohon kurma serta bunga aneka jenis dan warna. Merah, putih, orange, kuning. Indah juga menghiasi kota.

Pokoknya pemandangannya menyejukkan mata. Di bagian lain adalah barisan bukit batu gersang. Pantainya bersih dan banyak bahkan ribuan burung bermain di pantai, sejenis burung camar.

Masjid Sultan Qaboos dengan hamparan karpet buatan tangan tanpa sambungan terbesar no 2 di dunia, salah satu yang perlu dikunjungi. Luas karpetnya 4.343 m2, empat menara setinggi 45,5 m dan satu menara utama 90 m, masjid itu bisa menampung 20.000 jamaah.  Halamannya luas, dihiasi aneka macam bunga indah.

Kami di drop oleh sopir di Muttrah Souq, pasar tua yang menjual beragam suvenir, rempah-rempah, perhiasan, pakaian, parfum. Letaknya dekat pantai, pasar kecil itu banyak dikunjungi turis asing dan transaksinya tawar menawar harga.

Menyeberang jalan di depannya, kami sudah berada di bibir pantai. Agak ke tengah bersandar kapal pesiar mewah dan satu kapal layar tradisional. Burung-burung mengais makanan di bibir pantai.

Dari situ, rombongan menuju kompleks al Alam, satu dari enam istana Sultan Qaboos bin Sa’id. Istana itu tampak sederhana untuk ukuran negara kaya: fasadnya bercat biru, krem, emas. Jalan menuju ke situ luas kecoklatan dan di dekat tembok istana dipenuhi rumput hijau, pohon kurma dan macam-macam bunga.

Dari situ kami kembali ke hotel. Usai sudah jalan-jalan dengan “menyewa angkot” itu. Secepat dan sependek itu rutenya, sang sopir mengantongi fulus sekitar Rp 3 juta. Memang rezekinya. Lumayan..

*Penulis adalah wartawan senior yang Febuari tahun lalu melakukan perjalanan wisata bersama keluarga besarnya mengikuti  tour wisata religi ke Mesir, Palestina, Israel, Jordan dan berakhir dengan mengunjungi Oman. 

Kawisata Hadirkan Tur Virtual Ke Palembang

this formate

Keraton Benteng Kuto Besak ( Foto: wisatasumatra.com). 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) kali ini menghadirkan tur virtual ke kota Palembang yang terkenal dengan julukan Bumi Sriwijaya dalam program “Virtual Tours Goes To Palembang”. Kegiatan tur ini dilakukan secara virtual sehingga para peserta tetap aman berada di rumah sambil mengikuti tur secara online atau streaming ke Kota Palembang.

Totok Suryono Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) menyampaikan bahwa kegiatan tur ini di selenggarakan untuk yang keempat kali di mana sebelumnya Kawisata telah menyelenggarakan “Virtual Tour de Lawang Sewu dua kali kegiatan dan Virtual Tour The Legend Jogja” yang berjalan lancar, sukses dan disambut sangat positif oleh masyarakat dengan respon yang sangat antusias.

“Kegiatan ini akan memberikan pengalaman berpetualang yang menarik ke kota Palembang dengan suasana kotanya yang sangat khas dan menginformasikan sejarah Kota Palembang yang merupakan kota tertua di Indonesia,” jelas Totok Suryono.

Dahulu kala kota Palembang menjadi kota Kerajaan Bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara. Pada masanya, Kerajaan Sriwijaya mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abab ke-9 sehingga membuat kota ini dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya.

Bahkan Palembang juga disebut-sebut menjadi salah satu kota tertua yang ada di Dunia. Kota Palembang disebut juga sebagai ‘Bumi Sriwijaya’ yang lahir pada 17 Bumi 683 atau 1336 tahun yang lalu. Palembang tentu tidak bisa lepas dari Jembatan Ampera yang merupakan ikon kota Palembang dengan panjang total 1.117 meter.

Selain di Yogya dan Solo, Palembang juga punya bangunan peninggalan masa kerajaan. Salah satu nya adalah Keraton Benteng Kuto Besak yang bersejarah. Mempunyai ukuran panjang 288,75 meter dan tinggi 9,99 meter (30 kaki) serta tebal 1,99 meter (60 kaki), benteng ini di setiap sudut terdapat bastion yang terletak di sudut barat laut bentuknya berbeda dengan tiga bastion lainnya.

Tiga bastion yang sama tersebut merupakan ciri khas bastion Benteng Kuto Besak. Di sisi timur dan selatan dan barat terdapat pintu masuk benteng, pintu masuk gerbang utama yang menghadap ke sungai Musi disebut lawang Kuto dan pintu masuk lainnya disebut lawang buritan.

Kawasan pelataran di depan Benteng Kuto Besak ditata sedemikian rupa oleh pemerintah kota Palembang, menjadi sebuah plaza alias alun-alun yang bisa digunakan wisatawan untuk beraktivitas. Terkadang obyek wisata iini juga menjadi lokasi penyelenggaraan acara atau festival dengan panggung hiburan dengan latar belakang Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

Humas Kawisata M.Ilud.Siregar menambahkan pada kegiatan kali ini, peserta akan diajak jalan-jalan keliling kota Palembang, berkunjung ke beberapa spot wisata menarik, seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin, Benteng Kuto Besak, Patung Ikan Belido dan lain-lain serta akan diajak langsung untuk melihat proses pembuatan pempek Palembang.

Ayo ikutan #Virtual Tour Goes To Palembang yang akan diselenggarakan pada hari Jumat,29 Mei 2020,pukul 16.00 WIB dengan biaya tiket tur virtual Rp35.000/orang (normal) dan Rp 198.000 (bundling dengan 1 (satu) paket Pempek Saga).

Dengan mengikuti kegiatan tur virtual ini, para peserta juga akan turut berpartisipasi berdonasi membantu masyarakat yang terkena dampak virus corona COVID -19. Sebesar 10 persen dari hasil penjualan tiket akan didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.