Keliling Kota Bandung mencicipi kuliner unik Kue Balok.  

0
31

Pedagang Kue Balok memperlihatkan box pemanas arang untuk menutup cetakan kue ( foto-foto: Hefyus Saputro Samhudi).

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Berwisata ke Bandung rasanya tidak lengkap bila tidak melakukan wisata kuliner. Mau menikmati hidangan berat atau sekadar camilan atau panganan ringan? Semua menyemarak di titik-titik keramaian kota. 

Tinggal pilih, mau di resto atau kafe, atau di kedai dan lapak pinggir jalan yang dunia internasional mengkatagorikannya sebagai street food culinary. Satu panganan khas yang sejak zaman baheula diminati urang Bandung, dan gerai-gerainya lantas jadi tempat hang-out alternative bagi kaum muda, adalah Kue Balok. 

Dihitung-hitung, ada sekitar 59 lokasi penjual Kue Balok di berbagai tempat di Bandung. Banyak yang sudah eksis ketika saya masih kecil dimana calon pembeli rela antri cuma untuk bisa sarapan pagi dengan kue Balok.

Kue Balok adalah kue panggang sejenis Kue Pancong ataupun Kue Pukis, terbuat dari tepung terigu, vanili, telur, susu kental manis, soda kue, margarine dan gula pasir.  

Adonannya dibuat dengan cara mengaduk telur dan gula lebih dahulu, setelah mengembang lantas dimasukan margarine, tepung terigu, vanili, dan air sedikit-sedikit hingga tercampur rata. Adonan dituang ke dalam cetakan kemudian dipanggang.

Berbeda dengan cetakan Kue Pancong dan Kue Pukis, yang melengkung ke dalam, membentuk lunas perahu dengan lebar satu atau dua centimeter, cetakan Kue Balok lempeng datar dengan (umumnya) sepuluh lubang cetakan berbentuk empat persegi panjang dengan tinggi 3 – 4 Cm.

Dengan demikian ketika adonan matang menghasilkan kue berbentuk seperti potongan-potongan balok. Lempeng cetakan itu sekaligus merupakan bagian atas dari alat pemanggang yang bagian bawahnya bisa disusupkan kotak berisi arang membara.

Berbeda dengan tradisi memanggang Kue Pancong ataupun Kue Pukis, dimana adonan kue dimatangkan hanya dengan menggunakan sumber panas dari bagian bawah, dalam membuat Kue Balok juga digunakan sumber panas dari bagian atas, gaya memanggang yang dalam dunia kuliner modern popular disebut could kichen. 

Teknisnya sesuai takaran, adonan dituang ke lubang-lubang cetakan yang di bagian bawahnya sudah diberi arang membara, lalu ditakup dengan penutup cetakan. Bedanya, tutup cetakan Kue Balok sekaligus juga wadah bara arang. 

Jadi saat proses pemanggangan, adonan Kue Balok mendapatkan sumber panas dari bawah sekaligus dari bagian atas. Kue Balok jadi matang penuh dan merata, tidak seperti Kue Pancong ataupun Kue Pukis yang kulit kue pada bagian bawah selalu tampak lebih kelam dibanding bagian atasnya. 

Roti Robur

Teman-teman di Bandung hingga kini masih kerap berseloroh menyebut Kue Balok sebagai Kue Jibeuh. Kata “jibeuh” tak lain adalah singkatan dari kalimat dalam Bahasa Sunda, yakni “hiji oge seubeuh” yang berarti “satu pun kenyang”. 

Seloroh atau gurauan itu rasanya ada benarnya, Sebab, dibanding Kue Pancong dan Kue Pukis, struktur Kue Balok memang lebih padat. Memakan satu potong saja cukup mengganjal perut dan mengenyangkan.

Tak heran bila sejak dulu, banyak orang menikmatinya sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas, dan anak-anak biasa membawanya sebagai bekal untuk ke sekolah. 

Bagaimana asal muasal atau sejarah hadirnya budaya Kue Balok? Belum ada penelitian yang konprehensif mengenai itu. Ada yang menyebut Kue Balok tidak berasal dari Bandung, melainkan dari kabupaten di dekatnya, yakni Garut.

Hal Ini didasari temuan, adanya lapak penjual Kue Balok di pinggir jalan kawasan Kadungora –  Garut yang membentangkan warung tenda yang diimbuhi kalimat: “Berdiri Sejak Tahun 1941”. 

Di Garut sendiri, jalan raya Kadungora memang dikenal sebagai sentra pedagang Kue Balok. Tapi benarkah begitu? Sekali lagi, penelusuran sejarah tentang eksistensi kue balok belum pernah dilaksanakan. Jadi, memang perlu ada kajian mendalam secara literature untuk memastikan di mana tanah kelahiran Kue Balok? Di Kota Bandung atau di Garut?.

Namun ada fakta menarik yang menyenut bahwa pola konsumsi masyarakat Kota Bandung tidak terlepas dari masuknya pengaruh akulturasi budaya makan bangsa Belanda.

Bangsa Belanda  yang memperkenalkan tepung terigu sebagai bahan baku roti, dan kue dalam pola makan masyarakat Sunda di Kota Bandung sejak tahun 1900 an. Pada masa itu pula diperkirakan lahir tradisi membuat dan memperdagangkan Kue Balok.

Di paruh awal periode 1960 an, anak gaul di Bandung pun sempat menyebut Kue Balok sebagai Kue Robur. Ini bermula dari kedatangan 2.500 unit mobil bus (dan truk) baru buatan beberapa negara di Eropa ke Indonesia. Satu dari beberapa merk mobil tersebut adalah Robur (buatan pabrik Volkseigener Betrieb VEB Robur – Werke Zittan) dari Jerman Timur. 

Ada yang bilang, semua kendaraan ini merupakan bantuan luar negeri. Ada juga khabar, bus-bus yang masih gres dan mulus ini didatangkan untuk mendukung penyelenggaraan GANEFO (Game of the New Emerging Force), Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang yang digagas Bung Karno, yang digelar di Jakarta pada akhir 1963.

Begitukah? Entah. Yang pasti usai pengelenggaraan GANEFO, bus-bus Robur , bersama bus-bus lain buatan Eropa yang juga berdatangan ke Jakarta lantas diberdayakan Pemerintah menjadi armada bus umum penumpang yang dioperasikan di berbagai kota, khususnya di Jawa. 

Rupanya kaitannya dengan Kue Balok adalah karena bentuk bus Robur itu unik. Body atau karesori bagian luarnya yang berwarna cokelat, penuh lengkungan dan (sekilas) mengasosiakan orang pada bentuk Kue Balok sehingga di Bandung pun sempat muncul istilah Kue Robur untuk menyebut Kue Balok.

 Tampilan modern

Sejalan perkembangan zaman dan tuntutan pasar, inovasi dilakukan para pedagang, hingga Kue Balok pun hadir dengan beragam rasa dan tampilannya lebih modern atau kekinian.

Dari rasa original sebagaimana zaman dulu, kini bisa dipesan Kue Balok dengan rasa green tea, keju, oreo, kismis, kacang, red velvet, pandan, coklat, dan banyak lagi. Bahkan dengan merubah konsistensi yang lebih pekat menggunakan coklat, hingga menghasilkan olahan yang kini popular sebagai Kue Balok Brownies.

Muncul varian Kue Balok Coklat dengan isian coklat yang bila digigit memberikan sensasi meleleh di dalam mulut. Janis baru yang sedang trending  ini menjadi salah satu oleh-oleh unggulan untuk dibawa warga Bandung saat he

ndak bertamu atau melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, bahkan menjadi buah tangan bagi para wisatawan saat berkunjung ke Kota Bandung.

Bukan cuma karena rasanya yang enak dan khas, atau karena dorongan rasa kangen dan nostalgia pada masa lalu, yang pasti untuk bisa mencicipi sepotong Kue Balok seseorang memang mau menunggu. 

Bukan cuma menunggu adonan diolah menjadi matang, tapi juga menunggu dalam antrean karena banyaknya peminat di kedai favorit. Tapi tak perlu cemas Kini umumnya gerai Kue Balok di Kota Bandung sudah menerapkan jual-beli on-line. Kita tinggal menunggu di rumah atau di lobby hotel, hingga driver gofood datang mengantar pesanan kita Kue Balok. 

Kue tradisional yang banyak dicari dan pembeli harus antri sambil mengobrol santai dengan pembeli lainnya.

Daftar Alamat Kue Balok

Bagi yang ingin bernostalgia dengan Kue Balok, berikut daftar tempat-tempat Kue Balok yang bisa dibawa saat mengunjungi berbagai obyek wisata seperti Lembang, Maribaya, Ciwidey,  Pangalengan dan banyak lagi.

1. KUE BALOK KANG DIDIN

Tempatnya di jalan Abdul Rahman Saleh No.52, Husen Sastranegara, Cicendo, Bandung 40174. Tiap sore menjelang malam kedai ini selalu ramai ditongkrongi kaum muda, juga cabangnya (Rumah Makan Bancakan) di Jalan Diponegoro yang tak jauh dari situ.

Jangan kaget dengan antrian calon pembeli, terutama akhir pekan dan saat liburan sekolah. Lokasinya memang strategis, cuma 15 menit bermobil dari Kawasan Dago atau 25 menit dari Alun-Alun.

Warungnya dekat dengan sejumlah hotel, termasuk hotel murah favorit backpacker semisal Pinisi Backpacker dan Ruby Hotel Syariah. serta penyewaan sepeda motor Prima Jasa Rental. 

Lokasinya juga dekat Pasar Jatayu, tempat belanja tas dan sepatu murah popular sejak zaman baheula, Martabak Nikmat Andir (Asli), pusat kuliner Paskal Food Market, serta Picknick Kaliki Café. 

Buka tiap hari (sejak tahun 1960) pukul 17:00 s/d 24:00 WIB, Kang Didin tak cuma menawarkan rasa original, tapi juga rasa cokelat, green tea, keju, red velvet, stroberi hingga rasa tiramisu. Harga Rp 2000 – Rp 3000/pcs.

2.KUE BALOK BROWNIES MAHKOTA (RAOSNA JUARA

Jalan Sabang No.27, Cihapit, Bandung Wetan, Bandung 40114. Lokasinya dekat tempat belanja barang-barang bekas Pasar Cihapit, kafe dengan live music Bober Café, Karnivor Restaurant, Le Marly 10, Hummingbird Eatery Bandung, Dakken, Sambal Khas Karmila, dan Kambing Bakar Kairo. 

Usai membeli Kue Balok. kita juga bisa langsung ke berbagai factory outlet terkenal di Jalan Dago semisal Heritage the Factory Outlet dan The Secret Factory Outlet.

Kata “Raosna Juara” tertera di belakang plang untuk menunjukkan produknya “enak dan juara”. Menu rasa favoritnya adalah Kue Balok Lumer Bandung yang isinya khas, enak, dan bikin ketagihan. Ada layanan beli-antar via on-line dan Gofood. 

Tapi tetap saja terjadi antrean panjang tiap hari, sampai-sampai pemilik toko harus menerapkan aturan bahwa pembeli hanya dibatasi mendapatkan 2 box saja di saat peak season. Harganya dipatok mulai Rp 25.000 s/d Rp 30.000/ 10 Biji.

Buka tiap hari pukul 09.00 s/d 17.00 WIB, gerai ini membuka dua cabang, yakni: Kue Balok Brownies Mahkota Kios Iwan di Pajajaran, Cicendo, Bandung 40173 yang buka 24 Jam; dan Kue Balok Brownies Mahkota Jagabaya di Perumahan Bukit Jagabaya Asri Blok H6 no. 17, Jagabaya, Cimaung, Bandung 40374 yang buka pukul 08.00 – 20.00 WIB.

3.KUE BALOK BOEBAT (DJAJANAN TEMPO DOELOE)

Jalan Buah Batu No.176, Cijagra, Lengkong, Bandung, 40265. Lokasinya dekat dengan tempat – tempat wisata yang sedang hit, semisal:  Kampung China (Chinatown Bandung). 

Di sekitarnya ada  Upside Down World, Kebun Binatang dan Teras Cikapundung, Rumah Mode Factory Outlet, BTC Fashion Mall. Juga lokasi popular seperti Taman Lalu Lintas, Taman Jomblo, Museum Geologi, Cihampelas Walk.

Di Boebat Menawarkan 16 varian rasa dan dipanggang dengan menggunakan arang, menghasilkan aroma dan wangi kue balok yang khas. Beberapa Kue Balok juga dicetak dengan pencetak yang ukurannya pas dengan ukuran mulut penikmat, hingga bisa dinikmati dengan sekali caplok. Harga perbiji mulai dari Rp 3.000/pcs. Buka 2 shift tiap hari, pagi (00.00 – 12.00 WI) dan siang (18.00 – 00.00 WIB).

4.DJONGKO KUE BALOK CIKUTRA BANDUNG

Jalan Cikutra No.146, Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung 40124.B. Tempatnya berdekatan dengan Mawa Holiday, jasa rental mobil dan bus pariwisata Mawa Holiday, objek wisata sejarah dan budaya Saung Angklung Udjo, dan perumahan Geo Asri Residence. Buka tiap hari, pikil 14.00 – 23.00 WIB. 

5. KUE BALOK REGOL NUSASARI

Jalan Moch. Toha No.97, Cigereleng, Regol, Bandung, 40243. Tiap hari, pukul 16.00 s/d 00.00 WIB

6.KUE BALOK PAK OBOS 

Jl. KH. Wahid Hasyim No.166, Babakan Asih, Bojongloa Kaler, Bandung 40232. Operasional tiap hari, pukul 17.25 Wib s/d 04.00 WIB

7. KUE BALOK MANG ASEP 

Jalan Moh. Toha Bandung, sekitar 15 menit bermobil atau angutan umum dari pusat kota atau Alun-Alun. Buka tiap hari pukul 04.00 sampai 10.00 WIB.

Walau cuma berjualan di atas gerobak, Kue Balok Mang Asep selalu ramai pengunjung pembeli yang biasanya membentuk antrean panjang, untuk memboyong beberapa potong Kue Balok sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas. Kalau tak mau antri bisa tunggu di hotel dan pesan lewat ojek online ( ojol).

8 KUE BALOK MANG UJU

Berlokasi di Jalan Cihapit, di tengah keramaian Pasar Cihapit, dan karenanya dikenal sebagai Kue Balok Cihapit. Ada juga cabangnya di Jalan Purwakarta, Antapani, bersebelahan dengan Pizza Hut Delivery Antapani. Buka sejak pagi hingga malam.

Kue Balok Mang Udju terkenal dengan adonannya yang kental dan teksturnya yang selalu lembut seperti spons cake. Rahasianya, ia tak mencampurkan air ke dalam adonan, melainkan susu cair segar. Menawarkan rasa dasar vanila, brownies/brokal, green tea, dan red velvet.

Kue Balok Mang Udjo juga diimbuhi topping dengan berbagai pilihan: choco chips, kacang, keju, kismis, dan lainnya. Harga Rp 2.000-3.000 per potong. Ada juga sajian dalam satu dus (berisi sepuluh potong Kue Balok aneka rasa), harganya Rp 20 ribu.

Ruas jalan menuju lokasi termasuk jalur padat kendaraan. Perlu waktu 15 – 30 menit dari Alun-Alun untuk tiba di gerai Kue Balok Mang Udjo. Tapi di sini tak perlu antre. Cukup ambil formulir, tulis pesanan, dan tunggu di kursi yang ada sampai pesanan siap dan nama Anda dipanggil.

Langsung bayar di kasir, dan bawa pulang kue yang terkemas rapi itu. Ingin menikmatinya di tempat bareng teman? Ada pelayan yang siap menjemput dan mengantar pesanan ke meja dan kursi di mana Anda duduk.

9. KUE BALOK SI CINTA

Jalan Dulatip No.77, Kb. Jeruk, Andir, Bandung 40181.TLokasinya tak jauh dari Hotel Murah dekat Pasar Baru Trade Centre Bandung dan Lapangan Tegallega yang populer dengan Lampion Park-nya, akses ke Masjid Agung dan Alun – Alun ataupun ke Braga City Walk di Jalan Braga juga dekat.

Buka tiap hari, dari pagi hingga tengah malam. Kue baru dibuat saat pembeli datang memesan, menjadikan Kue Balok Si Cinta selalu tersaji dalam keadaan masih panas dan dinikmati saat masih hangat, hingga terasa lebih nikmat, fresh, manis, enak, teksturnya lembut, dan isi dalamannya lumer saat di kunyah. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.