Permintaan Memperoleh Paspor Kedua Melonjak

this formate

NEW JERSEY, AS, bisniswisata.co.id: Permintaan untuk paspor kedua naik 50 persen dari tahun ke tahun setelah pandemi, menurut deVere Group, sebuah organisasi keuangan independen dengan lebih dari 100.000 klien di seluruh dunia.

Dilansir dari TravelPulse.com, pangsa permintaan terbesar dihasilkan oleh wisatawan kaya di AS, India, Afrika Selatan, Rusia, Timur Tengah, dan Asia Timur. “Sebelumnya, paspor kedua, kewarganegaraan atau tempat tinggal dianggap oleh banyak orang sebagai barang mewah tertinggi; simbol status seperti kapal pesiar, supercar, dan karya seni asli, ”kata Nigel Green, pendiri dan CEO deVere Group.

Meskipun hal  ini masih terjadi, ada juga pergeseran akibat pandemi. Sekarang, kewarganegaraan kedua atau tempat tinggal di luar negeri semakin menjadi bukan hanya sekedar ‘menyenangkan seperti memiliki aksesori tetapi jadi ‘harus dimiliki.’

“Baik karena alasan pribadi, seperti untuk tetap bersama orang yang dicintai di luar negeri atau dapat mengunjungi mereka, atau untuk alasan bisnis, semakin banyak orang yang mencari cara untuk mengamankan kebebasan bergerak mereka karena mereka menghadapi pembatasan perjalanan yang , biasanya, berdasarkan kewarganegaraan. ”

Green mencatat bahwa meningkatnya permintaan untuk paspor kedua melampaui kekhawatiran tentang pandemi. Semakin banyak orang yang lebih memilih konsep menjadi warga dunia, daripada hanya terikat dengan negara kelahirannya, katanya.

“Mereka juga menghargai banyak manfaat terkait termasuk perjalanan bebas visa, pendidikan kelas dunia, perawatan kesehatan yang optimal, stabilitas politik dan ekonomi, pengurangan kewajiban pajak dan peluang bisnis dan karir yang lebih luas.”

 

WTTC & Spanyol Hasilkan Deklarasi La Palma untuk Pemulihan Pariwisata Internasional

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council ( WTTC) dan Pemerintah Spanyol menyelenggarakan konferensi internasional besar yang berfokus pada pemulihan travel & tourism secara hybrid.

Acara berlangsung di pulau La Palma dengan para pemimpin global dari sektor publik dan swasta dari lebih dari 95 negara dan 100 bisnis yang berkomitmen untuk pemulihan sektor tersebut.

‘Deklarasi La Palma’ berkomitmen untuk mengadopsi protokol internasional untuk pengujian pada keberangkatan, koridor tour dan acara pelacakan kontak

Deklarasi Ini juga mencakup adopsi alat baru untuk memfasilitasi dan merangsang perjalanan, seperti menawarkan fleksibilitas untuk pemesanan tiket, syarat pembayaran atau produk bernilai lebih tinggi.

Acara ini diselenggarakan sebagai hasil dari seruan WTTC kepada para pemimpin G7 + Spanyol, Korea Selatan dan Australia untuk kesepakatan di tingkat tertinggi, untuk menyelamatkan sektor dan jutaan pekerjaan yang bergantung padanya.

Kegiatan ini  merupakan tindak lanjut dari pertemuan Pariwisata sektor publik-swasta G20 bulan lalu, di mana sekitar 45 CEO dan anggota WTTC diundang untuk pertama kalinya atas permintaan Arab Saudi, negara tuan rumah.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menegaskan kembali komitmennya pada sektor ini dan menegaskan kepemimpinan Spanyol dengan mengadakan konferensi besar untuk membahas langkah-langkah kunci yang diperlukan untuk menghidupkan kembali bisnis travel & tourisn  internasional.

Deklarasi La Palma’ telah ditandatangani oleh semua pihak penting mencakup sejumlah rekomendasi utama penerapan protokol internasional untuk tes COVID-19 sebelum keberangkatan, dan penerimaan hasil saat tiba di tujuan. Pengujian ini telah terbukti berhasil di sejumlah negara, seperti Spanyol dan Kepulauan Canary.

Penetapan langkah-langkah pengendalian kesehatan seperti ini, akan memungkinkan periode karantina yang lebih pendek ketika kembali ke negara asal, atau dapat menyebabkan penghapusan karantina sepenuhnya.

‘Deklarasi La Palma’ juga mengusulkan untuk membuat perjanjian internasional gjna menerapkan koridor perjalanan ( travel bubble)  internasional untuk memfasilitasi kembalinya perjalanan liburan dan bisnis antar negara atau kota dengan situasi epidemiologi yang serupa.

Perusahaan travel & tourism juga diundang untuk mengusulkan langkah-langkah lebih lanjut guna menyesuaikan dan memfasilitasi perjalanan dalam konteks pandemi. Opsi ini termasuk menawarkan pemesanan fleksibel, syarat pembayaran, atau perubahan, akibat positif COVID-19, atau menawarkan produk yang terjangkau atau bernilai lebih tinggi untuk mendorong perjalanan domestik dan internasional.

‘Deklarasi La Palma’ mendesak semua pihak untuk menyesuaikan model bisnis mereka dengan situasi global baru dan bekerja sama untuk mengembangkan produk baru yang mendorong Perjalanan & Pariwisata domestik dan internasional, serta melaksanakan program pelatihan untuk meningkatkan dan melatih pekerja pariwisata dan UKM, memberdayakan mereka dengan keterampilan digital yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan “normal baru”.

Terakhir, industri yang lebih inklusif dan tangguh akan dipromosikan dengan memperkuat praktik keberlanjutan dalam pariwisata.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, membuka Konferensi dan mengatakan bahwa hasil dari KTT ini akan bermanfaat bagi jutaan keluarga dan bisnis di seluruh dunia.

“Prioritasnya adalah memungkinkan untuk memulai kembali perjalanan internasional, dan untuk melakukannya, kita harus menggunakan alat baru yang tersedia, seperti tes diagnostik yang lebih mudah diakses dan dapat diandalkan, sehingga perjalanan internasional menjamin keselamatan”.

Dis juga menjelaskan bahwa kita harus mengubah krisis menjadi peluang untuk memodernisasi sektor pariwisata internasional dan membuatnya lebih inklusif, dapat diakses, dan berkelanjutan, serta untuk menyebarkan kekayaan dengan lebih baik.

Sebagai kesimpulan, dia mengatakan bahwa dunia tanpa COVID-19 semakin dekat, tetapi saat masa depan ini datang, kita memiliki kewajiban untuk mengurangi dampak krisis ini pada sektor travel (Perjalanan) & Pariwisata ( tourism).

Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC, mengatakan pihaknya sangat senang telah diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan pemerintah Spanyol dalam menyelenggarakan konferensi penting ini, karena tantangan terbesar yang dihadapi industri ini adalah koordinasi internasional.

“Saya ingin memberikan penghargaan dan ucapan selamat kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, serta Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata Reyes Maroto, atas kepemimpinan dan komitmen mereka terhadap kolaborasi publik-swasta,” ujarnya.

Event Ini adalah pertemuan bersejarah, dan akan menjadi dasar untuk memulai kembali perjalanan internasional melalui kolaborasi erat yang akan menghasilkan implementasi langkah-langkah kunci yang akan diperlukan untuk memulihkan jutaan pekerjaan, tambahnya

Dia juga menggarisbawahi bahwa protokol internasional untuk uji cepat saat keberangkatan sangat penting untuk sektor ini, dan oleh karena itu Deklarasi La Palma akan mendukung pelaksanaannya dan semua proposal yang dipresentasikan oleh WTTC pada pertemuan G20 bulan lalu.

Reyes Maroto, memberikan pidato penutup yang menekankan pentingnya untuk memiliki tanggapan internasional yang terkoordinasi dan memungkinkan perjalanan internasional dimulai kembali dengan cara yang aman serta layak, karena ini akan memungkinkan perjalanan dan pariwisata sektor untuk pulih lebih cepat. ”

Maroto menekankan bahwa konferensi La Palma sangat penting, karena ini pertama kalinya sektor publik dan swasta berkomitmen untuk bekerja sama untuk pemulihan.

 

Persiapan Rakornas Parekraf & Kebangkitan Sektor MICE di Bali

this formate

Kepala Biro Komunikasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, mengundang bisniswisata.co.id menghadiri Rapat Kerja Nasional 2020 di Hotel Westin, Nusa Dua,  Bali, pada 25-27 November 2020. Berikut laporannya bagian pertama.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Duduk menunggu waktu boarding di terminal Tiga Soekarno Hatta, mata saya memang beredar sejauh mata bisa memandang. Rupanya jumlah calon penumpang pesawat Garuda Indonesia yang akan saya tumpangi menuju Bali memang terlihat meningkat pesat.

” Alhamdulilah bu sebulan terakhir calon penumpang penerbangan meningkat, sudah ramai sekarang meski toko-toko yang buka di ruang tunggu boarding terbatas, ” kata Imas, petugas toilet yang sibuk terus membersihkan setiap orang yang keluar dari toilet.

Pada 3 Oktober lalu ketika saya berangkat ke Banjarmasin, jumlah penumpang masih sedikit. Petugas toilet bercerita dia hanya masuk seminggu dalam sebulan agar teman-teman lainnya bisa mendapat penghasilan pula. Jadi maksudnya shift kerjanya dibagi karena kondisi perusahaan tempatnya bekerja juga terdampak akibat pandemi global.

Kini dengan meningkatnya jumlah penumpang ada harapan bagi pegawai rendahan seperti Imas untuk bisa bekerja normal kembali. Saya lalu duduk santai menunggu rombongan yang belum juga muncul meski di WA Group mereka sudah ada di ruang check-in, saling tunggu dan antri validasi Rapid Test yang menjadi persyaratan penerbangan.

Berita terakhir dari Angkasa Pura II, pengelola bandara Soekarno-Hatta juga mencatatkan jumlah penerbangan membentuk angka psikologis baru.  Jumlah penerbangan rute domestik ditambah rute internasional pada 1 November mencapai 684 flights,  kemudian pada 2 November sebanyak 622 flights, lalu pada 3 November tercatat 608 flights.

Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tiga hari berturut-turut pada awal November lalu membentuk angka psikologis baru yakni 600 penerbangan per hari, melewati sebelum-sebelumnya yakni di angka 500 penerbangan per hari.

Lima belas menit sebelum ke berangkatan barulah rombongan muncul. Ada 5 media termasuk saya dan 4 orang staff humas yang berangkat ke Rakornas di era pandemi ini.

Selain penerbangan domestik, saat validasi Rapid Test saya juga melihat antrian khusus untuk penerbangan internasional ke Hongkong. Langsung teringat rekan-rekan Buruh Migran Indonesia ( BMI) pimpinan Soplo yang menunggu kehadiran saya di Hongkong.

Alhamdulilah, sinyal layanan rute internasional juga sudah terlihat pada Oktober yang merupakan bulan pertama kuartal IV-2020. Jumlah penumpang penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 77.853 orang atau rata-rata sekitar 2.500 orang per hari. 

Pada Oktober 2020, lima maskapai pengangkut penumpang rute internasional terbanyak adalah Garuda Indonesia (12.020 orang), Qatar Airways (9.427 orang), Emirates (8.757 orang), Turkish Airlines (5.494 orang), dan China Airlines (4.948 orang). 

Adapun rute internasional tersibuk pada Oktober 2020 adalah dari dan ke Doha (9.427 orang), Dubai (8.757 orang), Taipei (6.281 orang), Seoul (5.884 orang), dan Istanbul (5.494 orang).

Istanbul Turki belakangan sudah dipromosikan di WAG untuk paket akhir tahun , Desember 2020 ini dimana ada libur bersama hingga 11 hari secara nasional. Tawarannya beragam mulai dari Rp 22  juta/ per orang termasuk main salju tentunya.

Cuma bagi sebagian orang wisata ke luar negri masih ribet dan banyak biaya tambahan seperti PCR di Indonesia maupun di Turki, biaya Visa, Asuransi dan lain-lain serta budget pengeluaran pribadi yang harus lebih besar antisipasi  resiko berwisata saat pandemi COVID-19.

Bangkitkan MICE

Kawasan Nusa Dua yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation ( ITDC) begitu terjadi pandemi langsung sepi dari kegiatan konvensi. Oleh karena itu keberanian Kemenparekraf/ Baparekraf untuk menyelenggarakan Rakornas secara hybrid perlu diacungkan jempol.

Kegiatan ini rinciannya diikuti  150 peserta langsung terutama kepala dinas pariwisata dari 34 provinsi di ruang konvensi, belum termasuk media lokal dan nasional yang meliput di ruang terpisah. Juga ada pembicara dan peserta via online dengan 500 an peserta dari seluruh Indonesia dan organisasi serta perwakilan pariwisata RI di mancanegara.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang juga Ketua Pelaksana Rakornas, Frans Teguh menjelaskan, rekomendasi dan rencana tindak lanjut penguatan sektor parekraf ke depan semakin mempertegas tentang diperlukannya kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak.

Oleh karena itu digelarnya Rakornas ini untuk mengkonsolidasikan stakeholder, kementerian/lembaga, serta pelaku parekraf dalam mempercepat atau mengakselerasi pemulihan sektor parekraf.

Rakornas dirancang untuk menghasilkan sederet rekomendasi dan rencana tindak lanjut dalam pemulihan dan penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2021.

Adapun rencana tindak lanjut dari rekomendasi Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020 terdapat 15 poin. Keseluruhan rencana tindak lanjut tersebut nantinya akan dimasukkan dalam rencana strategis dan rencana kerja di seluruh kedeputian Kemenparekraf.

Swab antigen atau yang lebih dikenal dengan Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat COVID-19 untuk mengikuti Rakornas Kemenparekraf di Westin, Nusa Dua.( Foto: Dini Afrianti).

Rapid Test Antigen SARS Cov-2

Begitu mendarat di bandara Ngurah Rai, rombongan yang sudah mengisi Indonesia Health Alert Card | eHAC – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia| Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit langsung buru-buru menuju mobil yang menjemput menuju Westin Hotel.

Tiba sehari sebelum acara, semua peserta yang offline memang diminta langsung melakukan Rapid Test Antigen SARS Cov-2 atau biasa disebut Swab antigen. Karena tiba sudah sore, jadilah Vira dan Pauline dari Humas Kemenparekraf sibuk menelpon satu-satu rombongan yang masih urus bagasi.

Swab antigen atau yang lebih dikenal dengan Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat COVID-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus itu pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.

Setelah masing-masing anggota rombongan melakukan Swab antigen untuk bisa masuk ke area Rakornas mulai 26-27 November, maka kami diminta menunggu sekitar 30 menit. Bedanya dengan Swab yang sudah tiga kali saya lakukan adalah usapannya hanya dari hidung tidak termasuk dari tenggorokan.

Kembali ke Westin Nusa Dua ingatan langsung melayang ke tahun-tahun 1990 an saat namanya masih bernama Nusa lndah Hotel & Convention Center. Dua rekan industri MICE yang berjaya kerap ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan konfrensi internasional adalah Susilowani Daud dari Pacto Convex dan Iqbal Allan Abdullah dari Royalindo.

Pada bulan Maret 1991 diresmikan oleh Presiden Soeharto dan bulan Aprilnya langsung dimanfaatkan untuk menjadi tuan rumah konfrensi Pasific Asia Travel Association (PATA).

Diantara lima wartawan Jakarta, saya dan ‘opung’ Arifin Hutabarat yang menjadi journalist senior lintas jaman sehingga kenangan ketika hotel ini berada dibawah naungan Aerowisata langsung muncul termasuk tokoh utama seperti almarhum Menparpostel Joop Ave, menteri paling gaul dengan kemampuan lima bahasa asing bahkan lebih yang kebetulan sama-sama berulang tahun tiap 5 Desember.

Terbayang tiap kami berulang tahun, pak Joop yang kirim bunga mawar merah , membuat seisi rumah jadi senang terutama si kecil Abhi karena ukuran bunganya besar-besar dengan vas yang indah.

Sebagai Dirjen dan Menteri Pariwisata, Joop Ave  punya ambisi besar untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan asing ke Indonesia. Di masanya menjadi Dirjen Pariwisata, ada sebuah program yang disebut Visit Indonesia Year 1991 dan sukses gaungnya di AS tempat Joop dulu dikirim pemerintah untuk sekolah tahun 1967 dan jadi Konsul RI di New York sebelum dipanggil ke Istana oleh Presiden Soeharto.

Nostalgia memang tidak terelakkan apalagi ketika jumpa Prof. I Gde Pitana yang kini menjadi pendeta dengan nama Ida Bhawati Gayatri Pitana juga hadir di Westin untuk Swab antigen. Terakhir beliau adalah Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata.

Rasanya lengkap sudah hari pertama kedatangan di Bali. Apalagi saat  check-in di Sofitel Hotel tetangga Westin ternyata mendapat kamar yang luas dan lengkap dengan private pool, taman dan gazebo.

Saat bersujud pada sang pencipta tak lupa berdoa untuk I Gede Ardika, mantan Menteri Pariwisata RI dan tokoh Sustainable Tourism Indonesia yang disegani oleh UNWTO, badan pariwisata dunia di bawah organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB). Pak Ardika sedang terbaring sakit karena kelainan darah di Bandung. Semoga Allah ridha untuk pemulihan kesehatannya. Aamien…

Ini Dia Megayacth Mirip Hiu Senilai Rp 7,8 Triliun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ada superyacht, kini muncul megayacht. Pada awal tahun, ramai diberitakan bahwa miliarder pendiri Microsoft Bill Gates memesan superyacht mewah bertenaga hidrogen pertama di dunia seharga 644 juga dollar AS atau setara Rp 9,1 triliun. Kapal sepanjang 112 meter ini dilengkapi dengan kolam renang, helipad, spa, dan gym.

Kini ada Prodigium, megayacht yang bentuknya menyerupai hiu. Desain kapal pesiar masa depan ini baru saja dikeluarkan Lazzarini Design Studio yang beberapa minggu lalu juga merilis desain kapal futuristik berbentuk angsa.

Dilansir CNN, Prodigium – kapal sepanjang 153 meter ini – akan dibangun dengan menggunakan material sepenuhnya dari serat karbon dan aluminium. Harganya diperkirakan sekitar 550 juta dollar AS atau setara Rp 7,8 triliun.

Kapal megayacht ini juga akan dilengkapi dengan pelabuhan sendiri dengan ekstra space cukup untuk menambatkan kapal pesiar kedua berukuran hingga 30 meter. Selain itu, akan ada tiga kolam renang di dalam kapal. Dua di antaranya ada di bagian atas kapal. 

Desain eksteriornya sendiri sangat dipengaruhi gaya Romawi kuno. Dua kolam renang besar menopang struktur atas sehingga kapal terlihat megah.

Meski predator laut dan arsitektur Romawai tak terlalu kentara terlihat pada desain kapal ini, tim desainer mengatakan [bentuk] ikan hiu sudah cukup mewakili ia sebagai ‘kaisar laut.’ Kapal ini dirancang sedemikian rupa sehingga bentuknya menyerupai gigi dan hidung predator laut.

Terdiri dari enam dek, bagian atas Prodigium dibuat tertutup yang berfungsi sebagai ruang tamu utama. 

Kedua sisi kapal dilengkapi dengan dua sirip besar yang bisa dibuka sehingga dapat berfungsi sebagai ruang teras tambahan. Prodigium, yang dilengkapi dengan tiga mesin jet dan mesin listrik kembar, mampu melaju dengan kecepatan sekitar 22 knot, menurut Lazzarini Design Studio.

Kapasitas kapal pesiar mewah ini  lumayan besar. Ia bisa menampung 40 tamu sekaligus. Selain itu kapal ini juga juga didesain dengan fasilitas tiga hanggar helikopter dan dua garasi penuh dengan water toys. Jadi, banyak aktivitas yang dapat membuat para tamu terhibur.

Semua kamar suite berada di area lambung bawah dekat dengan gym. Di sana juga ada satu kolam renang tertutup.

Prodigium merupakan desain kedua dari enam konsep yang dibuat desainer Italia Pierpaolo Lazzarini. Semua desain terinspirasi oleh alam. Pierpaolo baru saja menyelesaikan desain pertama berkonsep Avanguardia yang berbentuk angsa.

Meskipun proyek ini masih dalam fase awal proses desain, Lazzarini memperkirakan kapal akan dapat dirampungkan setidaknya dalam 28 bulan sejak ia dibawa ke galangan kapal.

Lahirnya konsep-konsep desain kapal pesiar mewah yang tidak bisasa tak lepas dari permintaan superyacht yang terus tumbuh. Data dari Superyacht Group menunjukkan jumlah armada global meloncak dari 3,906 di 2009 menjadi 5,646 kapal pada 2019. 

Nilai pasar diproyeksikan akan mencapai 10,2 miliar dollar AS pada 2025 seiring dengan rampungnya  sejumlah yacht berukuran lebih dari 24 meter yang saat ini tengah dipesan. Para desainer berusaha sebisa mungkin menarik minat calon pemilik kapal dan memastikan desain merekalah yang lebih baik dari pesaingnya.

“Era dimana semua kapal pesiar nampak besar dan bentuknya nyaris sama, sudah berlalu,” kata editor Boat International Stewart Campbell kepada CNN Travel tahun lalu.

“Para pemilik yachts kini lebih memperhatikan style dan menantang galangan kapal serta desainer untuk membuat kapal yang benar-benar unik.”

Contoh terbaru termasuk Ultra2, superyacht yang panjangnya 95 meter hasil rancangan T. Fotiadis Design yang berbasis di Berlin. Kapal ini memiliki safe room dalam kapal.

Sementara itu, designer Red Yacht Design dan arsitek Dykstra Naval Architects bersama-sama merancang Ice Kite, sebuah konsep superyacht ramah lingkungan yang dapat ditarik oleh layang-layang seluas 1.700 kaki persegi.

 

 

Rin Hindryati

Megayacht rancangan desainer Italia berwujud mirip hiu (foto: CNN)

Manulife Indonesia Optimalkan Pemanfaatan Teknologi Layanan Nasabah di Era Pandemi

this formate
JAKARTA, bisniswisata.co.id: tengah Pandemi COVID-19, Manulife Indonesia terus berkomitmen memberikan layanan penyedia solusi keuangan dengan membantu para nasabah menjalani hari semakin hari semakin baik, kata President Direktur dan CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland dalam siaran persnya yang diterima hari ini.
“Hingga 9 November 2020, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim khusus Covid sebesar Rp 54,5 miliar. Pandemi ini memberikan tantangan tersendiri bagi Manulife Indonesia terutama bagaimana tetap terkoneksi dengan nasabah,” ujarnya.
Manulife Indonesia semakin menggalakkan digitalisasi dan memastikan para tenaga pemasar untuk tetap memberikan layanan melalui non-Face to Face. Begitu pula dengan layanan Customer Service yang tetap berupaya melakukan pelayanan kepada nasabah dengan cara yang berbeda bahkan ketika tanpa harus bertatap muka.
Kerjasama yang kuat antar tim Manulife Indonesia, baik karyawan maupun tenaga pemasar membuat upaya memenuhi kebutuhan nasabah dan bisnis tetap berjalan dengan baik meskipun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Manulife Indonesia juga mengadakan pertemuan secara virtual dengan para nasabah dan mendengarkan keluhan-keluhan mereka untuk menjadikan layanan Perusahaan semakin hari semakin baik ke depannya.

“Manulife Indonesia akan terus membantu masyarakat membuat keputusan lebih mudah serta hidup lebih baik. Untuk itu Manulife Indonesia melihat kembali layanan-layanan yang diberikan kemudian memperbaruinya dengan lebih optimal memanfaatkan teknologi sehingga nasabah dan agen menjadi lebih mudah mencerna dan memahami,” ujar President Direktur dan CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland

Hasil survei manulife Asia Care yang menunjukkan sejak pandemic, sebagian 65 persen kebiasaan masyarakat beralih dari belanja secara offline ke online, dan menggunakan layanan online seperti pembayaran, belanja dan pengiriman makanan 71 persen.

COVID-19 telah mempercepat tren yang sudah ada terutama digitalisasi dalam gaya hidup. Oleh sebab itu, insurtech (insurance technology) bisa menjadi salah satu yang dimanfaatkan untuk peningkatkan inklusi dan bisnis asuransi.

Upaya Manulife Indonesia untuk memberikan layanan yang lebih optimal terutama di era pandemi, misalnya. perusahaan memaksimalkan langkah-langkah efektif yang sudah ada,

Seperti memanfaatkan layanan non face to face untuk nasabah, memperluas aplikasi digital untuk nasabah untuk memudahkan mereka dalam mengakses layanan kami, seperti submit klaim, cek polis melalui MiAccount.

Terakhir bekerjasama dengan platform untuk memperluas jangkauan nasabah seperti dengan Halodoc. Nasabah korporasi Manulife dapat memanfaatkan layanan ini untuk cek kondisi kesehatan mereka di aplikasi tersebut.

Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan OJK menunjukkan, inklusi perasuransian sebesar 6,18 persen, jauh di bawah perbankan yang mencapai 73,88 persen. Inklusi asuransi yang rendah menunjukkan ruang untuk industri ini berkembang masih sangat besar.

Karena itu, Manulife Indonesia berharap lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya asuransi.

Di sinilah pandemi berikutnya kemungkinan besar akan muncul

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 tidak akan menjadi yang terakhir kali virus berpindah dari hewan ke manusia dan mengancam umat manusia.  Sekarang para ilmuwan mencoba untuk menentukan faktor apa yang paling mungkin untuk menetaskan virus mematikan berikutnya.

Dilansir dari situs fastcompany.com  yang berbasis di London diungkapkan kira-kira setahun yang lalu, kemungkinan besar virus Corona baru membuat lompatan dari hewan liar ke manusia pertama yang terinfeksi di Wuhan, China, sebelum menyebar ke seluruh kota, dan kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.  

Jika tahun 2020 tampak seperti anomali, tidaklah demikian: Para ilmuwan mengatakan bahwa pandemi lain akan menyusul di masa depan.  Sebuah studi baru mencoba untuk mengidentifikasi di mana itu mungkin muncul.

 “Pada dasarnya, pekerjaan ini mencoba untuk mengidentifikasi celah terbesar di dunia modern dan global di mana patogen kemungkinan besar dapat lolos dan mengarah pada penyebaran global yang luas,” kata Michael Walsh, penulis utama studi baru dan ahli epidemiologi di  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sydney.

 Tiga faktor adalah kuncinya.  Di daerah di mana sebagian besar habitat satwa liar menghilang, terdapat lebih banyak tekanan pada hewan liar, membuat penyakit menyebar lebih mudah, dan lebih banyak kontak antara manusia dan hewan.  

Semua virus menular terburuk yang muncul dalam beberapa dekade terakhir, termasuk HIV, SARS pertama, dan Ebola, bersifat “zoonosis”, artinya menyebar dari hewan.  (Dalam beberapa kasus, virus pertama kali menyebar ke ternak, dan kemudian ke manusia.).

Sistem kesehatan yang buruk adalah faktor risiko kedua.  Kota-kota yang paling berisiko menjadi yang berikutnya meluncurkan pandemi juga terhubung dengan baik secara global melalui bandara.

 “Tujuan kami adalah untuk mengidentifikasi daerah-daerah di mana jumlah satwa liar terbesar berbagi ruang dengan jumlah orang terbesar,” kata Walsh.  

Menurut dia di ruang-ruang ini, manusia secara bersamaan memberikan tekanan yang tinggi pada spesies satwa liar dan lingkungannya serta meningkatkan paparan [manusia] terhadap patogen baru karena kontak yang lebih besar dengan satwa liar.  

“Hasilnya adalah peningkatan risiko patogen baru ini ‘menyebar’ ke populasi manusia. ” ungkap Walsh.

Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services memperingatkan bahwa munculnya COVID-19 “sepenuhnya didorong oleh aktivitas manusia”, dan bahwa ada ratusan ribu virus lainnya  pada mamalia dan burung yang juga berpotensi menginfeksi manusia jika tindakan tidak diambil untuk melindungi alam dan membatasi kemungkinan mereka melompati spesies.  

Beberapa bisa jauh lebih mematikan daripada SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.  Tanpa tindakan, pandemi di masa depan bisa mulai lebih sering terjadi — penyakit menular baru muncul pada manusia kira-kira setiap delapan bulan.

Studi baru mencatat bahwa daerah di Afrika dan sebagian Asia paling berisiko, baik karena kontak antara manusia dan hewan dan karena faktor lain: Meskipun mungkin pandemi dapat muncul di lokasi dengan infrastruktur kesehatan yang baik, itu lebih dari itu. 

Kemungkinan besar terjadi di area di mana perawatan kesehatan kekurangan dana.  “Jika limpahan baru mengarah pada penularan dari manusia ke manusia, maka kemungkinan besar ini tidak terdeteksi di daerah tanpa akses yang baik ke perawatan kesehatan untuk semua dan tanpa sistem pengawasan penyakit yang kuat daripada di daerah yang ada,” kata  Walsh.  

Kota-kota seperti Mumbai, India, dan Chengdu, China, berada pada risiko tertinggi karena mereka juga merupakan pusat perjalanan utama, jadi begitu virus muncul pada manusia, virus dapat dengan cepat menyebar ke bagian lain dunia jika tidak terdeteksi tepat waktu.

Pemerintah dapat menggunakan studi ini untuk mulai mengisi celah di kota-kota yang paling berisiko, dengan melestarikan habitat, meningkatkan infrastruktur kesehatan, baik untuk manusia maupun perawatan dokter hewan, dan mengembangkan sistem pengawasan penyakit yang lebih baik.

Hal yang dapat memantau patogen secara sistematis (termasuk, sebagai  pertahanan terakhir, pengawasan penyakit di bandara).  Masyarakat juga perlu memikirkan cara untuk meminimalkan kontak.

Yaitu  cara untuk ‘memutus antarmuka’ dengan kata lain, antara manusia dan satwa liar sebanyak mungkin, yang berarti bekerja dengan departemen kehutanan dan badan pengelola lahan lainnya untuk memikirkan cara-cara untuk mengurangi  berbagi ruang, ”kata Walsh.

 

Praktisi Perhotelan Dukung Sertifikasi CHSE untuk Rebut Kunjungan Wisatawan Lagi.

this formate

NUSA DUA, Bali, bisniswisata.co.id: Kalangan praktisi hotel sambut baik hasil Rakornas Kemenparekraf/ Baparekraf agar merebut kepercayaan wisatawan untuk berwisata kembali dengan menerapkan Clean, Health, Safety & Environment (CHSE).

General Manager Fame Hotel Sunset Road, Maria Renya Rosalin menyatakan dukungannya atas hasil Rakornas yang disampaikan Wamen Angela Tanoesoedibjo bahwa di tahap awal mendapat kepercayaan kembali maka penerapan protokol kesehatan yang baik menjadi kunci utama.

“Kesadaran ini harus dilakukan oleh semua individu di indonesia agar pariwisata cepat pulih, begitu juga dengan semua stakesholder pariwisata terkait seperti hotel yang kami kelola,” tambah Maria Renya Rosalin, hari ini.

Menurut dia, pada 10 November 2020 Fame Hotel Sunset Road Bali sudah melaksanakan program audit oleh tim auditor Sucofindo untuk Program Sertifikasi CHSE  yang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif dan sukses mendapatkan nilai hasil audit 100 (memuaskan). 

“Semua proses sertifikasi CHSE dijalankan untuk memastikan kesehatan para karyawan dan tamu di Fame Hotel Sunset Road agar terhindar dari virus COVID-19 dimana semua jajaran yang ada di Fame Hotel Sunset Road akan mengawasi secara ketat protokol kesehatan & pencegahan secara berkala,” ujar  Maria.

Fame Hotel Sunset Road, Kuta-Bali sangat ketat menerapkan protokol kesehatan COVID-19 turut mendukung “New Normal” sejak 15 Juni 2020 dengan selalu kedepankan kepentingan para tamu yang ingin menikmati semua fasilitas hotel dengan aman dan nyaman.

Hotel bintang tiga  yang dikelola oleh Parador Hotels & Resorts ini memiliki konsep musik dan film ini terletak di lokasi strategis di pusat kota Legian. Terdiri dari 90 kamar dan dilengkapi dengan sebuah restaurant yang dikenal dengan nama Popcorn Resto, ada dua ruang pertemuan, kolam renang dan spa.

“Hotel kami menyajikan pengalaman menginap yang berbeda bagi para tamu. Nuansa nostalgia musik dan film dari era tahun 1980 – Y2K sangat kental dirasakan di setiap lantai hotel yang memiliki taglineStay Famous” 

Parador Hotels & Resorts merupakan manajemen hotel yang didirikan pada tahun 2012 dan telah cepat menjadi manajemen yang dikenal di industri perhotelan Indonesia. Saat ini, Parador sudah membuka 10 hotel di 5 kota besar di Indonesia; Tangerang, Magelang, Malang, Bali dan Semarang. 

Dengan visi yang jelas, Parador akan terus mendedikasikan diri sebagai perusahaan manajemen hotel yang menginspirasi dengan target mengelola ratusan hotel, tambah Maria Renya Rosalin. Dia bangga hotelnya telah tersertifikasi CHSE dan akan terus mempertahankannya.

Apalagi oleh Kemenparekraf/ Baparekraf terhadap usaha yang lulus verifikasi maka usaha tersebut dapat sertifikasi dengan memasang logo CHSE Indonesia Care dengan QR code CHSE khusus sehingga tidak dapat diduplikasi.

Wamen Angela Tanoesoedibjo dalam kesempatan menutup Rakornas pada Jumat lalu mengingatkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah serta industri sangat dibutuhkan agar penerapan CHSE  bisa dilakukan dengan efektif.

” Kita terus mengedukasi masyarakat mengenai makna sertifikasi  CHSE maupun I Do Care  sehingga masyarakat melihat logo tersebut langsung  merasa yakin soal logo sertifikasi dan wisatawan otomatis merasa yakin terhadap pelaku wisata yang melakukan hal tersebut,” tegas Wamen Angela.

Pihaknya menargetkan setidaknya 1.000 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali tersertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE  pada tahun 2020  ini karena pelaksanaan sertifikasi CHSE ini menjadi sangat penting untuk sektor pariwisata khususnya bagi pelaku usaha hotel dan restoran untuk memulihkan kepercayaan wisatawan. 

“Sampai saat ini, sebanyak 666 pelaku usaha di Bali sudah selesai disertifikasi secara gratis. Terdiri dari 313 hotel dan 352 restoran, dari 1.000 target pendaftar,” tambahnya. 

Ia menjelaskan sertifikasi CHSE ini bertujuan untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kesehatan. 

“Hal ini penting dilakukan untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata yang sudah melakukan sertifikasi protokol kesehatan,” kata Wishnutama. 

Untuk lebih lanjut, para pemilik atau pengelola usaha pariwisata dan destinasi pariwisata dari seluruh Indonesia dapat mendaftar melalui website resmi ke laman : chse.kemenparekraf.go.id

Wisata Flora Indonesia:  Mengenal Mata Pelanduk, Arsidia crispa.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tren wisata alam ke hutan misalnya mengantar wisatawan untuk mengenal flora & fauna di Indonesia. Lokasi negara ini yang sangat strategis diapit oleh dua benua dan dua samudera menjadikan kondisi geologisnya sangatlah unik, termasuk flora dan fauna yang ada.

Tak hanya kaya akan spesies flora dan fauna, Indonesia juga merupakan rumah dari berbagai flora dan fauna eksotis dan juga langka. 

Kali ini penulis menyoroti ‘demam’ bertanam pohon maupun sayuran dimasa pandemi global ini untuk mengenal tanaman Mata Pelanduk yang nama latinnya adalah Arsidia crispa yang juga merupakan tanaman obat serta bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Buahnya bundar agak pipih dan yang matang atau masak berwarna hitam, seukuran buah Salam atau buah Buni, sepintas mirip mata pelanduk atau mata kancil, karena itu masyarakat bahari di sekitar Selat Sunda menyebut tumbuhan tropika dengan nama sains Ardisia crispa ini sebagai Mata Pelanduk atau Mata Kancil. 

Namun ada juga yang menyebutnya Mata Ayam, karena buahnya hitam berkilat mirip mata ayam. Tumbuhan renek ini pertama saya lihat tahun 1978, di hutan Pantai Jamang di utara daratan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Banten, saat field trip bareng Youth Scient Club Bulungan  Gelanggang Remaja Jakarta Selatan. 

Sejak itu, tiap kali ke TNUK (walau di tempat lain di Indonesia juga tumbuh), saya cari Mata Pelanduk dan memotretnya. Ardisia crenata tumbuh liar di hutan sekunder atau di pantai-pantai pada ketinggian 10– 200 m.

Berbunga pada Desember – April, Mata Pelanduk ini merupakan habitus semak menahun, tegak, tinggi ½ – 1½ m, berkayu, batang coklat kehitaman.  Daunnya tunggal, memanjang dan bergeligih, bergelombang, ujung meruncing, permukaan licin, bertangkai panjang ½ – 1 cm.

Bunganya   majemuk   berbentuk   payung,   terletak  di   ketiak   daun,  kelopak   berlekatan, ujung meruncing, panjang 0,2 – 0,4 cm, warna hijau kekuningan. Perhiasan mahkota berlekatan,   berbilang lima,   panjang   ½   –   1½   cm,   ujung   runcing,   warna   putih.

Buahnya tunggal berbentuk lanset, kecil, bulat agak pipih, coklat kemerahan dan jadi hitam saat. masak. Sepintas memang mirip mata pelanduk, kancil atau ayam. Di   Taman   Nasional   Ujung   Kulon   tumbuhan   ini   juga   tercatat   sebagai   bagian   dari tumbuhan yang biasa dimakan oleh Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Binatang  langka yang dilindungi   undang-undang,   dan   sejak   lama   dicatat   UNESCO   sebagai   bagian   dari Warisan Dunia bidang ilmu pengetahuan asal Indonesia

Guest House di Taman Nasional Pulau Peucang, Ujung Kulon tempat pohon Mata Pelanduk banyak ditemukan. ( Foto Heryus Saputro Samhudi).

Bermanfaat obat

Berkas tua di Museum Herbarium Bogoriensis di Kota Bogor mencatat Mata Pelanduk atau   Mata   Kancil   atau   Mata   Ayam ini   sebagai   bagian   dari   berlaksa   tumbuhan   obat Indonesia. 

Ardisia crispa disebut sebagai berkhasiat obat, bermanfaat untuk merawat otot, merawat dada sakit, diare, sakit tenggorokan, keracunan, pembengkakan testis,demam, batuk dan obat mengatasi keluhan asam urat.

Akar   dan   daunnya   mengandung   polifenol,   Akarnya   juga   mengandung   saponin   dan flavonoida. Daunnya  juga mengandung  berbagai macam  zat, antara  lain: Vitamin A18250 IU; Vitamin B1 0.15 mg; Vitamin C 140 mg; Kalori 79 kal; Protein 8.0 gr; Lemak 2gr; Karbohidrat 11.9 gr; Kalsium 353 mg; Fosfor 63 mg; Zat Besi 0.8 mg; Air 75.4 gr;Papayotin; Kautsyuk; Karpain; Karposit; dan Papain seperti pada Carica papaya

Ragam   zat   dalam   daun   itu   disebut   berfungsi  untuk   mengeluarkan   asam   urat   yang berlebihan  yang   tersimpan   di   sendi-sendi   merupakan   sumber   penyakit Arthritis dan Gout (asam urat tinggi), kelebihan asam urat di keluarkan melalui urine.

Herba ini bersifat diuretik (melancarkan buang air kecil) oleh karena itu harus banyak minum air putih (2 liter/hari). Seberapa jauh tumbuhan ini sudah dibuat obat yang berguna bagi masyarakat? Para dokter dan ahli farmakologi Indonesia yang bisa menjawab. 

Yang pasti, masyarakat diberbagai daerah di  Indonesia sejak lama  meramunya jadi  jamu. Daun atau seluruh bagian tanaman Mata Pelanduk, baik segar maupun setelah dikeringkan, digunakan antara lain untuk memperlancar peredaran darah, anti racun, dan anti radang.

Untuk memperlancar peredaran darah digunakan akar segar sebanyak 10 gram, dicuci,direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, dan setelah dingin diminum sekaligus, dilakukan sehari 2 – 3 kali. 

Mata Pelanduk juga diracik jadi obat batuk. memanfaatkan 15 gram daun segar, dicuci, direbus 10 menit dengan 200 ml air sampai mendidih, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Nah bagaimana ? menarik kan untuk memahami khasiat tanaman di Indonesia. Salam ekowisata bekowisatutan.

 

Kurangi Stress Saat Pandemi Dengan Lakukan Hal Ini

this formate

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Kasus COVID-19 masih meningkat setiap harinya, seakan tidak kunjung usai. Dalam update data terkini penularan virus corona, total konfirmasi positif, dan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 masih bertambah per hari ini. Kendati demikian, angka kesembuhan juga mengalami penambahan.

Pandemi penyakit COVID-19 mungkin membuat stres bagi orang-orang. dikutip dari Medvisit Ketakutan dan kecemasan tentang penyakit baru dan apa yang mungkin terjadi bisa sangat membebani dan menyebabkan emosi yang kuat pada orang dewasa dan anak-anak.

Tindakan kesehatan masyarakat, seperti jarak sosial, dapat membuat orang merasa terisolasi dan kesepian serta dapat meningkatkan stres dan kecemasan.

Namun, tindakan tersebut perlu dilakukan untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Mengatasi stres dengan cara yang sehat akan membuat Anda serta orang-orang yang  disayangi serta  komunitas Anda lebih kuat. Lantas bagaimana menghadapi stress dimasa pandemi?

Menyaring Informasi

Salah satu cara mengurangi stress adalah dengan menyaring bacaan dan tontonan. Mengumpulkan informasi yang akurat sehingga dapat membantu dalam melakukan tindakan pencegahan melalui sumber yang kredibel dan terpercaya seperti WHO, Center for Disease Control (CDC), dan Kementerian Kesehatan RI.

Banyaknya informasi yang berlebihan bertebaran di berbagai media sosial yang menimbulkan kepanikan di masyarakat karena informasi yang membingungkan dengan sumber dari informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan tetapi banyak dipercayai oleh banyak orang.

Dengan ketidakjelasan dan informasi berlebih tersebut jelas membuat banyak orang menjadi takut sehingga banyak pula yang menjadi paranoid dan stress.

Lakukan hal-hal yang Anda sukai

Alihkan pikiran dari kekhawatiran dengan memastikan Anda memberikan banyak waktu untuk aktivitas yang menyenangkan. Ini dapat mencakup mendengarkan musik, membaca, berkebun, menghabiskan waktu berhubungan dengan keluarga dan teman secara online, membuat paket perawatan taman, dan menulis surat.

Cobalah melakukan sesuatu yang kreatif atau pelajari kerajinan baru. Memulai sebuah proyek, seperti memberi hadiah untuk seorang teman, dapat memberikan tujuan untuk dikerjakan dan memberi Anda rasa pencapaian yang luar biasa setelah selesai.

Sesekali Pergi keluar

Cobalah untuk menghabiskan waktu di alam, karena banyak penelitian menunjukkan hal itu memiliki efek positif pada kesehatan mental. Menghabiskan waktu 20 menit untuk berhubungan dengan alam dapat membantu menurunkan kadar hormon stres.

Pertimbangkan untuk berjalan-jalan di taman setelah bekerja. Waktu yang dihabiskan di alam juga berkontribusi pada kesehatan fisik Anda, mengurangi tekanan darah, detak jantung, ketegangan otot, dan hormon stres.

Hanya saja tetap patuhi protokol kesehatan dengan selalu menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan hindari keramaian

Dapatkan dukungan

Tanpa interaksi sosial yang diberikan dengan pergi ke kantor, bekerja dari rumah bisa terasa sepi dan terasing. Meluangkan waktu untuk menjangkau dan terhubung dengan orang lain penting untuk kesehatan mental kita.

Bersosialisasi mengurangi stres dan kecemasan sambil mendukung perasaan tenang dan bahagia. Dengan berbicara dengan seseorang, kita berbagi emosi dan pengalaman kita, memberikan atau menerima dukungan yang membuat kita merasa terhubung.

Saat bersosialisasi dan memiliki kedekatan fisik dengan orang lain, kita mengurangi kadar kortisol. Cukup berbagi kekhawatiran kita dengan orang yang kita cintai dapat membantu kita merasa lebih baik.

Berbicara dengan teman atau anggota keluarga dapat menjadi cara yang berguna untuk mengendalikan tingkat stres Anda. Rencanakan setidaknya satu koneksi sehari – panggilan telepon atau obrolan dengan kolega atau teman yang dapat Anda bagikan pengalaman.

Pertimbangkan pertemuan virtual rutin dengan keluarga dan teman untuk saling mengecek. Ini bisa menjadi sumber dukungan yang bagus selama ini.

Cari Bantuan Saat Dibutuhkan

Jika stres menyebabkan Anda merasa lebih cemas atau depresi, jangan takut untuk menghubungi banyak ahli yang tersedia. Mereka siap  untuk memberikan dukungan virtual selama masa yang tidak pasti ini

Bepergian Tahun 2021: Tren Utama yang Harus Diperhatikan 

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagaimana orang akan bepergian pada tahun 2021? Tanpa ragu, hal ini telah berubah menjadi salah satu pertanyaan besar dalam industri perjalanan dan perhotelan.

Bagaimana kami dapat menjangkau tamu di era baru perjalanan ini? Apa yang akan mereka cari di akomodasi kita? Apa tren utamanya?

Pandemi telah mengubah cara hidup dan adat istiadat kita secara drastis, termasuk pilihan kita dalam bepergian. Meski begitu, tidak ada keraguan bahwa orang terus bermimpi untuk menemukan destinasi dan pengalaman baru.

Ada beberapa prakiraan dan tren dunia perjalanan pada tahun 2021, beberapa telah diamati pada tahun 2020 yang akan tetap ada. Secara umum, wisatawan tidak akan berhenti bepergian, dan meskipun mereka hanya akan melakukannya setelah tindakan kesehatan yang ditetapkan, metode dan jadwal yang diperbarui.

Keinginan besar mereka untuk menemukan tempat baru tidak pernah berakhir, bahkan di dekat rumah. Dilansir dari Tourism Review.com berikut beberapa tren Bepergian Tahun 2021: Tren Utama yang Harus Diperhatikan Daat Bepergian

Staycation

Selama lockdown, dan penutupan regional berikutnya, banyak yang memilih untuk melihat sisi baiknya dan menemukan bahwa kota atau kotamadya tempat mereka tinggal sendiri juga bisa menjadi pilihan untuk menikmati liburan:

“Terkadang kami berusaha menjelajahi luar tanpa mengetahui bagian dalamnya, seperti taman, kawasan alam, dan pengalaman lokal yang tidak pernah kami miliki sebelumnya,”

Workation

Bekerja dari jarak jauh tidak selalu berarti harus menyiapkan meja atau duduk di meja dapur dengan buku catatan Anda.

Faktanya, pekerjaan jarak jauh atau teleworking memungkinkan banyak orang untuk melakukan hari kerja mereka dari rumah kedua atau apartemen sewaan sambil menikmati pedesaan, laut, atau pegunungan.

Dengan demikian, konsep nomad digital, yang tampaknya hanya mungkin bagi segelintir orang yang memiliki hak istimewa, semakin tersedia untuk semua orang.

Soalnya teleworking terbukti efektif untuk perusahaan dan pekerja, cara bepergian ini diyakini akan berkembang sepanjang tahun 2021.

Support bubble

Bepergian di tahun 2021 tidak lagi tentang kemana Anda pergi, tapi dengan siapa Anda bepergian. Di era baru pasca-COVID, orang-orang yang menemani kita lebih penting dibandingkan dengan tujuannya.

Bahkan jika itu berarti mengesampingkan perburuan ‘like’ di media sosial. Tahun depan, kita akan melihat lebih banyak lagi liburan kelompok untuk orang dewasa saja atau dengan anggota keluarga tertentu.

Perjalanan keluarga multi-generasi juga akan populer dan orang-orang akan menebus waktu yang hilang. Sesuatu yang kami pelajari di tahun 2020 adalah bahwa ini bukan tentang ke mana Anda pergi, tetapi dengan siapa Anda menikmatinya.

Masa Tinggal yang Diperpanjang

Pasca darurat kesehatan diumumkan, banyak rencana ditunda hingga 2021, seperti pernikahan dan pesta-pesta lainnya. Tampaknya musim liburan ke depan tidak hanya akan membawa kembali rencana tersebut, tetapi orang-orang juga akan memanfaatkan peluang untuk membenamkan diri dalam pengalaman, baik dengan memperpanjang durasi perjalanan atau dengan mengatur lebih banyak aktivitas di destinasi wisata.

Reservasi Menit Terakhir

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir para pelancong terbagi antara mereka yang merencanakan liburan mereka berbulan-bulan sebelumnya dan mereka yang meninggalkan diri mereka sendiri terbawa arus.

Maka sejak  akhir lockdown  telah terjadi lonjakan besar dalam pengguna yang memilih opsi kedua, pergi tanpa perencanaan jauh-jauh hari diikuti rajin searching hingga mendapatka penawaran terbaik. Tren ini, yang dipicu oleh ketidakpastian, akan berlanjut sepanjang tahun 2021.

Pariwisata Hijau

Menghadapi kebutuhan untuk menjaga jarak sosial, tidak ada yang lebih baik daripada berjelajah di alam untuk menghindari keramaian dan tidak perlu khawatir dengan aturan jarak dua meter.

Namun, tempat terpencil tidak harus berarti bepergian terlalu jauh. Faktanya, kawasan alami di banyak negara tidak terbatas dan semakin banyak paket ditawarkan untuk memulai pengalaman semacam ini

Dari menikmati masakan yang kaya di suatu destinasi atau tradisi pembuatan anggurnya hingga rencana berkelanjutan dan kesehatan hingga menyempurnakan tubuh dan pikiran.

Perjalanan Lambat

Bagi dunia, 2020 berarti pendekatan kehidupan yang lebih lambat. Banyak pelancong telah menemukan bahwa tidak perlu terburu-buru. Perjalanan semacam ini pada tahun 2021 akan membuat wisatawan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menemukan tujuan.

Mengunjungi lebih sedikit tempat selama perjalanan yang sama tetapi menikmati lebih banyak pengalaman, budaya, dan tradisi yang membuat perjalanan menjadi unik.