Sinergitas dibutuhkan Dalam Memanfaatkan Uang Negara Untuk Quality Tourism  

this formate

Kepala Biro Komunikasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, mengundang bisniswisata.co.id menghadiri Rapat Kerja Nasional 2020 di Hotel Westin, Nusa Dua,  Bali, pada 25-27 November lalu. Berikut laporannya bagian ke tiga

NUSA DUA, Bali, bisniswisata.co.id: Niat Kemenparekraf untuk mengembangkan Quality Tourism, pengalaman berwisata yang berkualitas, bukan lagi mengejar Quantity atau jumlah perlu di dukung semua stakesholder pariwisata.

Membangun destinasi prioritas yang sudah ditetapkan pemerintah dengan Quality Tourism seperti yang diungkapkan oleh Menparekraf/ Kepala Badan parekraf,  Whisnutama Kusubandio pada pembukaan Rakornas pastinya tidaklah semudah membalik telapak tangan dan juga bukan sekedar Lip Service dari Kementrian maupun Lembaga terkait.

Wishnutama mengatakan, kondisi pandemi dinilai menjadi momentum yang tepat untuk membuat pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi lebih baik dengan melakukan restrategy

Konsekuensi dari perubahan itu sangat banyak sehingga dibutuhkan kesamaan visi, sinergi semua stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif, kerja keras, dan pemahaman yang komprehensif. 

Diantaranya dalam membangun konektivitas yang dapat memudahkan akses ke setiap destinasi serta membangun infrastruktur yang berkualitas dan berjangka panjang untuk menunjang ekonomi kreatif, juga menyediakan pengalaman yang unik di setiap destinasi. 

Siapa, melakukan apa alias dukungan dan pembagian kerja yang jelas harus menjiwai semua yang terlibat terutama Pentahelix di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.

Itulah sebabnya sesi pertama setelah pembukaan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengawalinya dengan paparan andalannya,  3 M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Dengan disiplin melaksanakan gerakan 3M, penularan virus Corona dapat ditekan sehingga Indonesia bisa segera keluar dari pandemi. Resiko penularan seiring dibukanya tempat-tempat wisata harus didukung oleh masyarakatnya sendiri.

Strategi RI adalah deteksi di pintu-pintu masuk negara dan pemerintah telah menyiapkan labolatorium, RS rujukan, edukasi masyarakat, call center, tracing dan semua fasilitas yang memadai untuk mengatasi resiko penularan virus.

” Pariwisata paling terpukul dengan pandemi, sektor ini harus diselamatkan karena menjadi motor penggerak ekonomi. Kita tetap harus hidup produktif dan beraktivitas dengan aman termasuk berwisata,” kata Terawan.

Oleh karena itu masyarakat harus terus diingatkan selalu untuk melakukan pengawasan dan penertiban yang sudah diuraikan dalam 12 kelompok dimana saja titik rawan tersebut bahkan mulai dari areal parkir, pintu masuk, loket, restoran dan tempat belanja oleh-oleh misalnya. 

” Berwisata itu dibutuhkan untuk kesehatan jiwa dan berdampak pada tubuh. Oleh karena itu pembukaan destinasi wisata harus ketat dengan penerapan protokol kesehatan terutama pada area yang digunakan bersama. Petugas dan pengunjung harus sama-sama sehat,” tegas Terawan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Baparekraf telah mendorong masyarakat menjalankan protokol kesehatan agar Indonesia segera terbebas dari pandemi dengan menerbitkan buku panduan CHSE.

Ini adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak September 2020.

Quality Tourism
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan dukungan konektivitas langsung dari Austalia dan Eropa. ( Foto: Kemenparekraf)

Sinergitas Belanja Negara

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang hadir secara daring juga mengakui bahwa pariwisata merupakan sektor yang menjadi lokomotif dalam pemulihan ekonomi nasional. 

” Diperlukan kombinasi dan sinergi antara peran pemerintah pusat dan daerah dalam alokasi anggaran melalui belanja K/L, belanja BUMN, belanja swasta, dan belanja pemerintah daerah untuk pariwisata,” ungkap Suahasil Nazara menggantikan Menkeu Sri Mulyani yang berhalangan hadir.

Pariwisata adalah lokomotif ekonomi dan masyarakat harus didorong untuk confidence mau berwisata lagi. Awal tahun 2021 pihaknya memberikan stimulus untuk mendorong masyarakat berwisata lagi.

” Pandemi telah mengubah kondisi perekonomian dunia dengan cepat. Semester pertama 2020 pertumbuhan ekonomi RI masih positif tumbuh 3%, tapi kwartal tiga sudah minus 4,3 % dan kwartal ke IV ini minus 3,3 %. Di akhir tahun minusnya mengecil karena ada belanja yang lebih besar dari konsumsi sektor pemerintahan,” ungkap Wamenkeu.

Di kwartal ke 4 saat ini  selain belanja atau konsumsi pengeluaran pemerintah naik, perjalanan dinas naik, pemakaian listrik meningkat, sinyal pemulihan ekonomi mulai nampak. Mobilitas di berbagai sektor juga terasa sehingga Suahasil Nazara minta semua pihak tidak lengah dan pantau terus pemulihan.

Pemulihan ini ke depan harus diikuti Reform Policy yang extra ordinary sehingga pariwisata yang sangat terdampak pandemi dan terkait sektor-sektor lainnya bisa segera pulih.

Apa yang diungkapkan  Suahasil Nazara memang terjadi di Bali sebagai destinasi wisata utama yang mengandalkan devisa dari kunjungan wisatawan terutama turis asing. Kini kondisi daerah Legian, Kuta layaknya ghost town, kota yang mati aktivitasnya.

Mirisnya, rakyat kecil yang menjadi ujung tombak pariwisata Bali sejak tahun 1960 an itu selama pandemi menderita lahir dan batin. Pemerintah daerah yang hidup dari devisa pariwisata itu tak mampu memberikan stimulus. Jikapun ada bantuan dari pemerintah pusat dinilai salah sasaran.

” Untuk pemulihan pariwisata maka semua Kementrian dan Lembaga terkait yang punya program-program pariwisata agar bijak dalam mengeluarkan belanja negara di sektor ini sehingga semua hasil program bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Wamen Keuangan.

Bijak dalam penggunaan anggaran ditengah pandemi karena di tahun 2020 saja ada alokasi Rp 9,4 triliun yang tersebar di Kementrian dan Lembaga terkait.  Alokasi dana yang ditransfer langsung ke daerah untuk DAK Pariwisata juga harus dimanfaatkan dengan baik.

” Hal yang penting adalah sinergitasnya sehingga selain pengeluaran gaji karyawan dan non karyawan, pemanfaatan uang negara itu bisa untuk dana stimulus seperti dana bantuan traveling dimana banyak negara di dunia kini mengandalkan wisata domestik,”.

Intinya sih pesan yang ditangkap dari Wamenkeu adalah sinergitas itu, siapa melakukan apa, kolaborasinya bagaimana diantara 15 Kementrian/ Lembaga terkait. Pimpinan K/L itu harus duduk bersama melakukan Reform dan aksi-aksi yang extra ordinary untuk menyelamatkan pariwisata.

Pada 2020, untuk 5 destinasi super prioritas  berkaitan dengan  Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga disiapkan program stimulus pariwisata dan pihaknya berharap benar-benar bisa digunakan untuk memberikan insentif dalam kegiatan pariwisata,” kata Suahasil Nazara. 

Sementara untuk 2021, anggaran dari berbagai kementerian/lembaga yang sifatnya untuk belanja K/L mendukung pariwisata mencapai Rp10 triliun, belanja non K/L sebesar hampir Rp1 triliun dan transfer ke daerah dan dana desar sekitar Rp4 triliun. 

“Dengan demikian diharapkan dapat menciptakan lompatan yang baik mengenai arah kebijakan untuk membuat pariwisata pulih cepat. Bukan hanya sekadar mempersiapkan infrastruktur, melainkan alokasi anggaran untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata,” kata dia.

Rakornas Kemenparekraf/baparekraf secara hibrid di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali. ( Foto: Kemenparekraf)

Membangun konektivitas

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menyampaikan komitmennya dalam setiap program dari Kementerian Perhubungan untuk dapat memberikan dampak terhadap dunia pariwisata. 

“Terbukti dengan investasi yang kita lakukan di lima Bali Baru. Kita bangun pelabuhan dan juga memperbaiki bandara tapi juga konektivitas antara kota dengan obyek wisata, antara bandara dengan kota dan ini kita lakukan bersama,” kata Menhub Budi Karya secara daring dari Jakarta.

” Kami secara intensif membahas  bersama Mas Tama untuk membuat superhub yang akan memudahkan penerbangan langsung wisatawan dari originasi ke destinasi wisata di Indonesia,” 

Labuan Bajo direncanakan akan terkoneksi langsung dengan Australia. Sementara Yogyakarta dengan bandara barunya dapat menerima penerbangan langsung dari Eropa, Amerika, serta Australia.

Pihaknya juga terus melakukan kampanye safe travel guna meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan dalam menggunakan sarana transportasi, tambah Budi Karya Sumadi.

“Di kawasan 5 Bali baru kita melakukan investasi pada pelabuhan, bandara, dan semua aktivitas. Pendek kata, sektor pariwisata akan menjadi satu sasaran atau upaya kami mendukung upaya pemulihan ekonomi,” jelas Menhub Budi Karya.

Menurut dia ada karakter-karakter khusus yang dimiliki di kawasan 5 Bali Baru. “Pertama kita bicara mengenai Sulawesi Utara, disana ada satu potensi wisatawan dari Asia Timur seperti Cina, Jepang, Korea. Secara sistematis, kami membuat fasilitas-fasilitas yang ada di Manado itu untuk mengakomodasi turis dari Jepang, Cina, Dan Korea,”

Sebaliknya, Kualanamu berada dekat dengan India, oleh karenanya pihaknya membuat fasilitas-fasilitas yang mengakomodasi turis dari India. 

Tidak hanya transportasi udara, Kementerian Perhubungan juga akan menyiapkan moda transportasi lain seperti kapal pesiar atau cruise serta seaplane, guna mendukung sektor pariwisata.

“Untuk cruise sudah kami siapkan. Selain di Bali, kita juga persiapkan di Tanjung Mas, Labuan Bajo, dan Manado. Sedangkan, di Danau toba kita siapkan adanya seaplane. Sehingga seaplane akan menjangkau Danau Toba, Labuan Bajo, Laut Banda, dan juga bisa Menjangkau Manado,” ungkap Menhub.

Saat ini, kata Menhub, ada hal yang perlu di koordinasikan antara Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, serta Kementerian teknis yang lain. Karena tanpa dukungan itu maka tidak mudah untuk melakukan kegiatan ini. 

Diakhir sesi pertama di hari pertama Rakornas Kemenparekraf ini muncul Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri Wahyudi Hidayat.

Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan mencakup pemeliharaan dan upaya peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat guna wujudkan keamanan dalam negeri.

Dalam paparannya, Wahyudi Hidayat mengatakan dalam rencana kerja 2020-2024, Polri siap menjaga keamanan pariwisata bahkan semua satuan kerja sudah siap dukung pariwisata termasuk tingkat Polres/ Polsek yang dari bangunannyapun akan dibuat friendly tourism terutama di destinasi wisata prioritas.

” Hubungan kami dengan Mas Mentri sudah sangat akrab bahkan baju seragam polisi pariwisata juga diminta mas Mentri untuk casual. Intinya kita siap mendukung sektor pariwisata untuk event besar seperti rencana menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2022 hingga satuan kerja terkecil seperti Polsek,” ungkapnya.

Uang negara dari Kementrian Keuangan juga sudah dibelikan berbagai kebutuhan untuk menunjang event Meeting Incentive Conference & Exhibition ( MICE) termasuk juga beli heli, kapal cepat, mobil, sepeda motor hingga anjing pelacak.

” Polri siapkan anjing pelacak dengan kode K-9 sehingga waktu Raja Salman dan Presiden AS Obama datang ke Bali dan kota manapun anjing pelacak sudah beraksi lebih dulu. Di Bali sebagai tujuan wisata utama premanisme dibasmi sehingga tidak ada lagi istilah Street Crime,”

Wahyu Hidayat mengatakan pihaknya ingin memberikan rasa aman dan nyaman yang disebut Menparekraf sebagai bagian dari Quality Tourism itu sehingga akan membenahi pihak terkait soal taxi online yang supirnya  kerap menjemput konsumen dengan akun nama berbeda.

” Di luar negri naik taxi umum kalau ketinggalan barang tinggal telpon perusahaan taksinya barang tidak hilang dan kembali dengan selamat. Kita harus memberikan pelayanan yang sama,” ungkapnya.

Hal yang paling penting adalah pemahaman tentang Sadar Wisata juga diberikan pada aparat polisi hingga tingkat Polsek sehingga safety & security benar-benar dijalankan apalagi yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan mengamankan pasar-pasar kerajinan dan titik-titik wisatawan.

Terakhir Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri Wahyudi Hidayat mengusulkan agar Whisnutama yang akrab disapa Mas Mentri lebih banyak mengundang TV international seperti National Geographic dengan pakar-pakar kulinernya untuk shooting ke Indonesia seperti Gordon Ramsey yang baru-baru ini muncul di Sumatra Barat.

” Cara-cara berpromosi lewat TV Internasional dan media sosial asing kita tingkatkan. Pakai konsep ATM saja yaitu Amati, Tiru & Modifikasi supaya pariwisata cepat pulih,” ungkapnya menutup paparan yang disambut  tepuk tangan meriah para peserta Rakornas.

 

Sushi Roll- bisniswisatacoid

Mentai Sushi Roll ala “Chef I Kt “Artist”Suarnaya

this formate

KUTA, Bali, bisniswisata.co.id: Pensiun dari dapur hotel sebelum pandemi dan membuka layanan berdasarkan permintaan selain mengisi bazaar di Jimbaran Hub. Cukup waktu untuk berbagi dengan teman- teman di Sesaji Kuliner Nusantara dalam program  Stars Chef Series on The Road, ungkap Chef I Ketut Suarnaya yang popular dipanggil Chef Ketut Artist, kepada bisniswisata.co.id.

Jumat dan Sabtu malam, akhir pekan ini Chef Ketut Artist, menawarkan Mentai Sushi Roll, mampir saja ke BakmieMG di jalan Dewi Sri.

Chef I Ketut Suarnaya

Meski belum menemukan olahan dapur serupa di Nusantara, menurut Chef Ketut Artis, sushi Jepang sudah dipadankan dengan kudapan nusantara.

“Sushi belakangan isiannya, toppingnya mirip nasi uduk, ada abonnya,” jelas chef kelahiran Tuwed 9 Februari ini.

Sajian Mentai Sushi Roll, imbuh founder Bali Talent Artist 2017 dan penasehat Tumpeng Nusantara 2020, sausnya sangat familiar dengan lidah Nusantara. Ada saus sambal, saus tomat, mayones yang sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia.

Chef yang pensiun dari Nusa Dua Beach Hotel ini memang pantas dilabel Chef Ketut Artist, pasalnya dalam perjalanan karier di dapur hospitality sejak tahun 1985 sampai dengan 2019 dunianya didominasi olahan dapur Jepang. Sempat mencoba dapur hotel terapung Celebrity Cruise Line, juga dengan status chef kudapan Jepang.

Chef yang malam ini dan besok menampilkan Mentai Sushi Roll ini peraih penghargaan  Best Culinary Artist berturut turut dari tahun 2012 sampai tahun 2015, First Indonesian candidate for Coupe du monde de la patisserie Lyon France 2017, Best Artist Choice World Snow Competition Nayoro Japan 2018, Excellent Prize World Snow Competition Harbin China 2020, 3rd prize World Snow Competition Nayoro Japan 2020. dan sempat menjadi juri National &International Butter sclupture Compeetition Berawa Beach 2019.

Sushi kata chef lulusan APP Hotel Borobudur Intercontinental Jakarta tidak hanya dalam bentukan roll, gulung. Ada Oshizushi bentuknya kotak, Inari dengan isian tahu, Negiri (dengan pilihan isian udang, salmon, tuna, gurita), Sashimi, Gunka berbentuk kapal- kapalan dan Temaki bentuk tumpeng.

“Di BakmieMG, kita main di roll saja,” jelas Chef I Ketut Suarnaya.

Berwisata ke Kebun Raya Bogor Selama Masa Pandemi  

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id: Siapa yang tidak mengenal Kebun Raya Bogor bagi orang-orang yang tinggal di Jakarta, Bogor, dan sekitarnya. Destinasi untuk pelarian terdekat dari Jakarta, sebuah taman yang sudah lama berdiri dan selalu menjadi destinasi pilihan untuk sekedar duduk-duduk dan bersantai.

Kawasan yang didirikan sejak tahun 1817 ini dengan luas 87 hektar mampu mengobati dari rasa penat perkotaan karena kawasan hijau yang jarang kita temui di kota-kota besar. 

Setidaknya Kebun Raya Bogor merupakan salah satu kebun raya terlengkap di dunia, dimana Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat, kebun raya ini mempunyai 12.531 koleksi yang dikelompokkan dalam 3.228 jenis, 1.210 marga, dan 214 suku.

Di dalam Kebun Raya Bogor juga terdapat beberapa fasilitas seperti Toko Tanaman, Cenderamata, dan restoran yang tersedia di dalamnya. Selain piknik, anda juga bisa menyewa sepeda, mempelajari tumbuh-tumbuhan serta juga bisa mengunjungi museum zoology.

Semenjak Pandemi COVID-19 Kebun Raya Bogor telah dibuka kembali pada Tanggal 7 Juli 2020, yang mulai beroperasi dari pukul 08.00 – 16.00 WIB pada hari biasa dan pukul 07.00 – 16.00 WIB pada hari libur dengan harga tiket masuk Rp. 15.000 untuk lokal.

Protokol Kesehatan sudah pasti diterapkan selama Pandemi berlangsung, yaitu dengan menjaga jarak, memakai masker serta dibatasinya jumlah pengunjung.

 Untuk mengatasi keramaian ada satuan gagasan yang dibantu oleh TNI. Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi Kebun Raya Bogor maka diwajibkan untuk memberi tiket secara online melalui website resmi yaitu kebunraya.id, atau dapat juga membeli tiket secara online di pintu masuk Kebun Raya Bogor. 

Selain itu beberapa toko didalam Kebun Raya Bogor hanya menerima transaksi non-tunai sehingga para pengunjung dianjurkan untuk mempersiapkan e-money mereka.

Nah mudahkan untuk tetap berwisata di era pandemi ini. Hal yang terpenting adalah disiplin menerapkan 3 M yaitu rajin Mencuci tangan, Menjaga jarak dan memakai Masker.

 

Pemerintah Kanada Didesak untuk Mendukung Industri Penerbangan

this formate

MONTREAL, Kanada, bisniswisata.co.id:  Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyatakan kekecewaan dan frustrasinya yang mendalam karena pemerintah Kanada telah gagal memberikan langkah-langkah dukungan konkret untuk sektor transportasi udara Kanada dalam Pernyataan Ekonomi Musim Gugur pemerintah.

IATA melanjutkan seruannya kepada pemerintah Kanada untuk memberikan dukungan keuangan guna menjaga sektor ini tetap layak dan untuk membangun kembali konektivitas dengan aman tanpa karantina dengan menggunakan pengujian.

Pemerintah telah menyatakan selama berbulan-bulan bahwa mereka sedang mengerjakan paket dukungan penting untuk maskapai penerbangan Kanada. 

Sejauh ini telah gagal diklakukan, sementara   Pemerintah lain melihat kebutuhan dukungan finansial sebagai investasi dalam pemulihan ekonomi dan telah mendukung industri dengan US $ 173 miliar.  

“Kanada memiliki beberapa tindakan COVID-19 paling kejam yang pada dasarnya menutup sebagian besar konektivitas udara dan membuat sektor ini berputar-putar, ”kata Peter Cerdá, Wakil Presiden Regional IATA, Amerika.

 Hambatan terbesar dalam mendorong lalu lintas udara internasional adalah penutupan perbatasan dan karantina, yang keduanya baru saja diperpanjang oleh pemerintah Kanada hingga 21 Januari 2021. 

Selama Rapat Umum Tahunan ke-76 yang diadakan minggu lalu, anggota maskapai IATA dengan suara bulat meminta pemerintah untuk menggunakan  pengujian untuk membuka kembali perbatasan untuk bepergian tanpa karantina.

Selain dukungan finansial,pemerintah membutuhkan rencana untuk menghubungkan kembali warga Kanada secara internal dan dunia.  Karantina membunuh permintaan untuk perjalanan udara dan menghancurkan pekerjaan di sektor travel dan pariwisata, tandasnya.

 Pengujian COVID-19 untuk travel akan membuat orang Kanada tetap aman dan menyelamatkan banyak pekerjaan.  “Ini darurat.  Kecepatan dan tekad yang sama dengan mematikan konektivitas perlu diterapkan untuk mendukung pengujian sebagai opsi aman untuk membangun kembali konektivitas, menyatukan keluarga, dan mengatalisasi ekonomi, ”kata Cerdá.

Transportasi Udara yang Sehat Sangat Penting

Menurut IATA’s Value of Air Transport Report, pada 2019 penerbangan menyumbangkan CA$ 51,4 miliar ke PDB tahunan Kanada.  Pengeluaran turis asing mendukung CA$ 16,7 miliar dari PDB, memberikan kontribusi total sebesar CA$ 68,1 miliar.  Secara total, 3,2% dari PDB negara itu didukung oleh sektor transportasi udara dan turis asing yang datang melalui udara.

Maskapai penerbangan menyediakan jalur kehidupan bagi banyak komunitas terpencil dan regional dari pantai ke pantai, sesuatu yang bahkan disoroti oleh pemerintah dalam pidato kenegaraan pada 23 September 2020 bunyinya;

” Dan untuk lebih menghubungkan komunitas kita bersama, Pemerintah akan bekerja dengan mitra untuk mendukung rute regional  untuk maskapai penerbangan.  Penting bagi warga Kanada untuk memiliki akses ke layanan udara regional yang andal dan terjangkau. Ini adalah masalah kesetaraan, pekerjaan, dan pembangunan ekonomi.  Pemerintah akan bekerja untuk mendukung ini,” 

Penerbangan akan memainkan peran penting dalam membawa vaksin ke Kanada dan mendistribusikannya ke seluruh wilayah negara yang luas.

Pemerintah butuh rencana untuk mendukung sektor kritis ini.  Sektor ini berada dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.  Pada saat yang sama, nilainya dalam menghubungkan orang, mendukung pekerjaan dan mengirimkan barang — seperti vaksin — tidak pernah lebih penting.  

“Pemerintah berada di bawah tekanan untuk mengendalikan pandemi dan mendukung perekonomian.  Sebuah rencana penerbangan akan membantunya melakukan keduanya.  Dan tidak ada waktu luang, ”kata Cerdá.

 

Jepang, China Izinkan perjalanan bisnis di tengah pandemi

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Jepang dan China telah memutuskan untuk mengizinkan para pebisnis dalam kunjungan jangka pendek dibebaskan dari masa karantina 14 hari yang biasa diberlakukan pada saat kedatangan jika mereka dinyatakan negatif untuk virus Corona dan ketentuan mengajukan rencana perjalanan aktivitas mereka sebelumnya.

Dilansir dari Travel Biznews, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi mencapai kesepakatan untuk melanjutkan perjanjian perjalanan bisnis pada akhir bulan ini di Tokyo.

Jepang dan China menyambut baik dimulainya kembali perjalanan bisnis timbal balik, dengan harapan pelonggaran kontrol perbatasan dan bebas persyaratan karantina wajib 14 hari akan mempercepat pemulihan pasca-virus Corona dari ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, berita Kyodo.

“Itu datang dalam keadaan sulit, tapi saya berharap (dimulainya kembali perjalanan) akan berkontribusi untuk mempromosikan pertukaran manusia,” kata Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dalam pesan yang dibacakan di forum online yang dihadiri oleh mantan dan pejabat pemerintah saat ini dan eksekutif perusahaan dari dua negara.

Rekan Motegi dari China, Wang Yi mengatakan dalam pesan video pelonggaran pembatasan perjalanan “akan mempercepat langkah dimulainya kembali aktivitas manufaktur perusahaan di tengah pandemi dan saya yakin ini akan memberikan dukungan penting untuk pemulihan dan perkembangan bagi  ekonomi Jepang dan China,”

Forum yang diadakan setiap tahun sejak 2005 ini diselenggarakan oleh lembaga nirlaba Jepang Genron NPO dan China International Publishing Group.

Pengaturan, yang mengikuti kerangka serupa yang telah dimulai Jepang dengan Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam, terwujud ketika komunitas bisnis di Jepang mengatakan persyaratan isolasi mandiri selama 14 hari menjadi penghalang untuk melakukan bisnis secara langsung di China.

Namun, untuk ekspatriat dan tempat tinggal jangka panjang lainnya, persyaratan karantina 14 hari setelah tiba di negara masing-masing tetap berlaku.

China menyumbang jumlah pengunjung asing terbesar ke Jepang pada 2019, dengan sekitar 9,59 juta orang datang, termasuk sekitar 370.000 untuk bisnis, menurut data dari Organisasi Pariwisata Nasional Jepang.

Dimulainya kembali di tengah kebangkitan kembali infeksi virus korona di Jepang, memicu kekhawatiran bahwa perjalanan antara kedua negara dapat mengakibatkan penyebaran virus lebih lanjut.

10 Tren Pariwisata Teratas di 2021

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Karena krisis kesehatan saat ini, banyak pelancong yang bersemangat mempertimbangkan untuk tinggal di rumah tahun depan.

Sementara yang lain mengeksplorasi pilihan yang berbeda dari biasanya dan merencanakan jenis liburan tertentu yang belum pernah mereka coba sebelumnya.

Dilansir dari tourism review , penelitian menunjukkan bahwa orang berencana untuk bepergian setelah aman dan dengan batasan sesedikit mungkin. Dilansir dariTourism Review.com, berikut 10 tren pariwisata teratas yang diharapkan pada tahun 2021.

Pariwisata Perkotaan – Liburan Cepat

Sementara kota-kota kehilangan sebagian kilau dari para pelancong pada saat jarak sosial, destinasi perkotaan masih akan menarik bagi banyak orang di tahun 2021. Destinasi kota menawarkan banyak pemandangan, dan aktivitas.

Juga menawarkan  kenyamanan seperti bandara besar dengan penerbangan langsung ke bagian mana pun di dunia , infrastruktur hotel yang luas disesuaikan untuk memenuhi semua kebutuhan dan berbagai macam restoran.

Wisata Pedesaan dan Alam – Menghirup Udara Segar

Wisata pedesaan, juga dikenal sebagai pariwisata berbasis komunitas, baru-baru ini muncul sebagai alternatif dari pariwisata perkotaan konvensional.

Semakin banyak orang bepergian ke komunitas kecil, biasanya berlokasi di daerah pedesaan, untuk mempelajari gaya hidup dan budaya mereka atau, dalam beberapa kasus, memutuskan hubungan dengan kota.

Perjalanan alam, yang berfokus pada alam liar dan relaksasi di alam, juga semakin populer dengan pesat.

Pariwisata Domestik – Gairah untuk Perjalanan Singkat

Salah satu tren terbesar saat ini adalah perjalanan domestik atau nasional. Laporan tren pariwisata terbaru oleh pusat penelitian IDITUR menyoroti pilihan ‘hidup seperti lokal’ dan melakukan kontak dengan aspek lokal.

“Seperti halnya wisatawan milenium ketiga yang cenderung memilih destinasi dan atraksi yang jarang dikunjungi, mereka juga cenderung lebih menyukai kedekatan tertentu dengan penduduk setempat dan komunitas tuan rumah.

Tren ini menawarkan cita rasa otentik dari mengalami budaya lokal dan hidup seperti penduduk setempat.

Bisnis dan Pariwisata MICE – Bisnis Harus Terus Berjalan.

Seiring globalisasi dan kemajuan teknologi, pariwisata bisnis dan MICE semakin berkembang di industri. Perubahan dalam bisnis dan acara pariwisata selama pandemi telah menghasilkan hubungan dan bentuk organisasi baru seperti acara hibrid dan online, meskipun acara tatap muka diharapkan kembali pada akhirnya.

Wisata Kesehatan dan Kesehatan – Alternatif yang Sehat

Wisata medis telah berkembang selama beberapa tahun terakhir. Sementara sektor ini telah dihentikan oleh pandemi, pembatasan perjalanan, dan perbatasan tertutup di beberapa negara, diperkirakan industri ini akan segera kembali ke jalurnya.

Liburan kebugaran menjadi menarik terutama pada saat stres yang belum pernah dialami sebelumnya. Jenis pariwisata ini menjadi semakin populer seiring dengan berkembangnya konsep mindfulness dan seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

Di antara tujuan populer untuk pariwisata kebugaran adalah India, Spanyol, Singapura, Malaysia, California, Bali, Italia, dan Hawaii.

Wisata Olahraga – Semangat dan Adrenalin

Olahraga dapat dialami dengan dua cara: dengan menjadi penggemar atau menjadi atlet; dan pariwisata olahraga melibatkan keduanya.

Alasan utama untuk jenis pariwisata ini adalah perayaan acara olahraga di luar perbatasan negara tempat mereka tinggal. Di antara yang paling populer adalah Piala Dunia, Bisbol Liga Utama, Bola Basket, dan Olimpiade.

Secara umum, jenis acara ini membutuhkan ruang dan infrastruktur yang berkontribusi pada pariwisata lokal dan terus menarik lebih banyak wisatawan di masa mendatang.

Pariwisata Budaya – Pengalaman di atas segalanya

Pariwisata budaya memberikan manfaat besar bagi perekonomian karena menarik wisatawan setiap saat sepanjang tahun, dan mempromosikan pengembangan identitas lokal destinasi.

Di antara kegiatan utama yang dicari para pelancong adalah mengunjungi museum, menghadiri festival atau mencicipi masakan lokal, tetapi juga termasuk perayaan lokal yang lebih intim atau bahkan belajar bahasa.

Wisata Kuliner 

Semakin banyak wisatawan yang ingin mencicipi masakan lokal yang dipromosikan oleh budaya yang kaya serta film populer.

Kegiatan kuliner termasuk mencicipi sebanyak mungkin hidangan dan minuman dan pengalaman dari semua kegiatan yang terkait dengannya.

Demikian pula, banyak destinasi memiliki wisata kuliner atau festival kuliner yang dijadwalkan pada waktu yang berbeda sepanjang tahun. Acara-acara ini menarik banyak wisatawan dan menghasilkan pendapatan yang signifikan di daerah tersebut.

Selain itu, pengalaman kuliner bisa sama bergairahnya dengan keinginan wisatawan dan berkisar dari kunjungan ke restoran hingga menikmati kelas memasak pribadi yang diajarkan oleh penduduk setempat.

Wisata Keluarga – Tren sekolah

Perjalanan keluarga selalu ada. Keluarga memerlukan fitur khusus dari fasilitas akomodasi, sering kali mencari kegiatan rekreasi yang akan menghibur setiap anggota.

Para pelaku bisnis perhotelan dan tujuan yang menargetkan keluarga perlu mempertimbangkan hal itu. Demikian pula, destinasi harus memiliki teknologi dan sumber daya yang diperlukan.

Tujuannya agar memudahkan banyak orang untuk pindah dan tinggal, karena perjalanan harus menjadi alasan relaksasi bagi keluarga dan bukan untuk menambah stres.

Pariwisata Pendidikan – Lihat dan Belajar

Jenis pariwisata ini mencakup program pertukaran, kursus musim panas atau kunjungan terpandu ke laboratorium atau institusi.

Kegiatan dalam sektor ini semakin beragam setiap hari seiring dengan terjalinnya hubungan kerjasama internasional di bidang pendidikan.

Seringkali, para turis, yang sebagian besar adalah pelajar, diundang untuk melakukan perjalanan pendidikan untuk menemukan pilihan belajar di negara lain selain tempat tinggal.

Travel Agent Tradisional Terancam Punah Jika Tak Segera Berdaptasi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Di era dimana perjalanan internasional masih minim, para pemilik hotel kini lebih mengandalkan online travel agent (OTA). Di Indonesia ada beberapa OTA yang populer, yakni: Traveloka, PegiPegi, Tiket.Com , Agoda, Booking.Com, Expedia, dsb. Tren ini mengancam keberadaan agen-agen perjalanan tradisional dan perusahaan wholesaler yang biasa melayani reservasi hotel para agent di dalam maupun luar negeri. Namun sebaiknya hotel juga tidak mengabaikan saluran tradisional yang menurut para ahli masih penting. Mengapa? Karena sebelum pandemi COVID-19, kontribusi penjualan dari saluran tradisonal rata-rata mencapai 50-70%. Angka itu masih tinggi di tengah popularitas OTA yang terus meningkat.

Pasca COVID, persentase ini dipastikan akan berubah dengan kecenderungan orang memilih OTA sebagai pilihan bertransaksi.

Banyak negara kini gencar mengkampanyekan industri pariwisata lokal karena minimnya kedatangan turis asing. Pemerintah bahkan mendanai sejumlah promosi yang tujuannya mendorong perjalanan domestik. Kampenye ini biasanya direspons baik oleh sejumlah OTA global yang menyediakan layanan B2C online. Sementara agen perjalanan lokal banyak yang tidak terlibat.

Dalam tempo kurang dari 6 bulan, bisnis hotel yang mengandalkan saluran tradisional sudah hampir punah, demikian seperti dinukil dari traveldailynews.

Ketidaksiapan travel agent tradisional merespons keadaan yang menuntut konektivitas tinggi menjadi penyebab ketertinggalan mereka. Selama ini bisnis mereka banyak bergantung pada kontrak-kontrak offline. Demikian juga sistem pembayaran.

Yang tak kalah penting, mereka juga cenderung menetapkan tarif yang statis selama periode 6 bulan hingga 2 tahun. Sementara OTA menawarkan sejumlah fleksibilitas.

Harga promo yang banyak ditawarkan OTA menjadi keunggulan. Hal ini dapat terlaksana karena mereka tersambung langsung secara online dengan pihak hotel sehingga informasi terkait tarif promo langsung diketahui. Itulah sebabnya OTA bisa menawarkan harga lebih murah. Apalagi di masa krisis seperti saat ini dimana tingkat hunian rendah, banyak hotel menawarkan harga diskon via online.

Selama ini agen perjalanan secara tradisional berperan sebagai pintu masuk dan keluar. Tetapi dengan lingkungan dimana semua sudah terkoneksi dan penerbangan internasional pun mengalami disrupsi maka cara kerja tradisonal menjadi tidak relevan lagi.

Sementara OTA memiliki akses online yang jangkauannya lebih luas baik ke pemasok maupun pelanggan di luar negeri dan rumah-rumah. Itu sebabnya OTA lebih siap menghadapi situasi krisis saat pandemi.

Mereka telah dilengkapi teknologi untuk menghadapi lonjakan inisiatif perjalanan domestik yang bakal terjadi pasca COVID-19. Teknologi memungkinkan Mereka menyediakan akses online baik ke pemasok maupun pelanggan.

Saat ini banyak hotel mensyaratkan pembayaran dimuka via online. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko. Para pemain tradisional tidak memiliki akses seluas itu sementra OTA telah lebih dulu menerapkan mekanisme pembayaran dimuka secara online seperti dengan menggunakan kartu kredit virtual.

Jika travel agent tradisional tak dapat mengimbangi pola kerja OTA terutama dalam hal konektivitas dan pembayaran online, maka ia akan mati terkubur dan lenyap.

Ada kebutuhan mendesak untuk berubah di kalangan para agen perjalanan dan perusahaan wholesaler yang umumnya lambat dalam beradaptasi dengan teknologi baru.

Tetapi perusahaan teknologi perjalanan yang kini banyak muncul banyak membantu mitra B2B yang telah mengubah jaringan distribusi dan kemitraan mereka. Solusi yang ditawarkan termasuk menyediakan kemudahan akses bagi mitra B2B ke konektivitas hotel langsung dan pembayaran online.

Setelah COVID, isu kesehatan dan keselamatan menjadi sangat penting. Operator perjalanan yang memiliki banyak tenaga manusia perlu memikirkan ulang posisi yang lebih baik. Selain mengadopsi teknologi, mereka juga bisa menyediakan paket perjalanan yang sifatnya personal. Atau mengatur perjalanan tur kelompok besar dan kecil sesuai kebutuhan mereka.

Hanya dengan mengimbangi OTA, terutama dalam jangkauan dan harga yang kompetitif, para operator perjalanan dapat kembali merebut pangsa pasar. Strategi ini perlu dilakukan sejak dini sehingga akan lebih siap menghadapi permintaan yang melonjak saat orang kembali percaya diri untuk melakukan perjalanan.

BWcoid,pelatihan digital marketer

“Skill-up”, Magnetisasi Landing Page

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan belajar tak mengenal umur. Terlebih dalam dunia digital, ada tuntutan untuk mengikuti setiap gerak perbaikan tehnologi ikutannya.

“Kami perlu pendampingan yang intens,” ungkap  Puspadi pengelola warung digital produk sehat rumahan dari Tabanan.

Puspadi adalah salah satu dari dua puluh peserta pelatihan Skill- Up, Digital Markerter, program DIGIMAKz Bali. Pelatihan, dominan diikuti pelaku indusri kecil rumahan yang dikelola secara kekeluargaan. Tingkat keahlian  diperoleh dengan pola learning by doing, jatuh- bangun tanpa putus asa. Hal wajar jika kemudian tergagap ketika masuk dunia digital.

Mari siapkan waktu dan sedikit investasi untuk meningkatkan keahlian kita didunia digital. DIGIMAKz Workshop, membuka ruang bimbingan berjenjang terjadwal, pada seri #3, duo Jeffrey Wibisono V. —Praktisi branding bersama Suzana Widiastuti yang digital makermenawarkan ruang mentoring guna mempelajari cara praktis memberdayakan tehnologi digital dalam memasarkan produk.

Mentorship berseri diselenggarakan untuk membantu penggiat UMKM — belum terjangkau program pemerintah baik karena alasan usia, jenis usaha, kompetensi yang dipersyaratkan– untuk meningkatkan kemampuan peserta hal pengetahuan bisnis era digital yang menuntut dinamika, konsistensi dan relevansi materi.

Penyelenggara tetap konsisten memberlakukan aturan protokol kesehatan penyelenggaraan workshop dari WHO dan UNWTO. Selain kepentingan protokol kesehatan, di dalam kelas praktek, disediakan pendampingan agar peserta workshop tidak tergagap menjalankan teori dan praktek.

Jadwal mengisi akhir pekan setengah hari dengan aktivitas positif, belajar dan makan siang bersama DIGIMAKz Skill-up Digital Marketer Workshop pada Sabtu 12 Desember 2020, bertempat di Fame Hotel dibatasi peserta maksimum 20 peserta dengan budget Rp 250K per orang. Modul pelatihan dapat dilihat pada https://digimakz.com/digimakz-workshop-series/

Pelatihan ke #3, terbuka untuk umum, baik dari hospitality industry mau pun pebisnis independen, dan siapa pun yang berminat meningkatkan kemampuan digital marketing-nya.  Materi pelajaran di seri ke-3 ini, fokus perihal magnetisasi landing page.

Masih banyak dari kita yang belum memahami apakah landing page itu. Apakah bedanya dengan website? Lalu bagaimana cara membuat landing page yang powerful alias bisa menarik banyak pengunjung

Di sesi ini, menurut Jeffry, kita belajar memahami struktur landing page, membuat konten yang menghipnotis audiens. Sehingga mampu mengkonversinya sesuai dengan misi yang kita tetapkan sebelumnya. Peserta workshop, langsung praktek membuat landing page dengan menggunakan platform tak berbayar. Usai workshop, peserta sudah membawa satu landing page siap pakai untuk bisnis masing-masing

Ingrid Kansil Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum IPEMI Priode 2020-2025

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Muktamar II Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) yang dilakukan secara virtual kembali memilih Ingrid Kansil sebagai Ketua Umum Ipemi untuk periode 2020-2025.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (2/12/2020) ini adalah acara 5 tatahunayang menjadi momentum bagi para pengusaha muslimah, untuk kembali merefleksikan kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung pembangunan nasional.

Dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Tema yang diusung pada Muktamar II kali ini adalah Menggerakkan Ekonomi Keumatan yang Menginspirasi Peradaban Negeri. Hadir dalam acara via zoom ini Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebagai Keynote Speaker, dan secara resmi membuka Acara Muktamar II IPEMI.

Menteri Koperasi dan UKM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IPEMI karena dengan umur yang masih cukup muda, 5 tahun, sudah secara nyata berkontribusi dengan berbagai program kerja yang sejalan dengan visi pembangunan bangsa, khususnya dalam meningkatkan skala entrepreneur nasional yang hingga saat ini masih di angka 3,47%.

Peran serta eksistensi IPEMI sudah menyebar
ke seluruh penjuru negeri. Hingga Muktamar II IPEMI dilaksanakan, struktur kepengurusan IPEMI telah dibentuk di 34 provinsi, 340 kabupaten/kota, 600 Kecamatan dan 120 desa, serta 14 perwakilan luar negeri.

Di luar negeri IPEMI ada di Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, Amerika, Arab Saudi, Jepang, Rusia, India, Australia, Belgia, Korea Selatan, Inggris, dan Yunani.

Menteri Koperasi dan UKM juga menyampaikan bahwa sinergi yang sudah dibangun oleh IPEMI
dengan pemerintah serta stakeholder lainnya, perlu ditindaklanjuti agar tercipta kemitraan strategis dalam merumuskan program kerja lainnya.

Dengan demikian kebermanfaataannya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh anggota IPEMI, yang hingga saat ini sudah berjumlah sekitar 5 juta orang, dan mayoritas merupakan pengusaha dan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini juga mendukung sektor pariwisata dengan menawarkan keunggulan cindra mata Indonesia.

“Kementerian Koperasi dan UKM akan secara penuh mendukung IPEMI dan siap untuk bersinergi,” kata Teten Masduki.

Pada Muktamar II IPEMI kali ini, Ketua Umum Periode 2015-2020 Ingrid Kansil, kembali terpilih menjadi Ketua Umum IPEMI Periode 2020-2025 secara aklamasi.

Kiprah Ingrid Kansil selama periode 5 tahun memimpin IPEMI dinilai telah berhasil membangun
IPEMI sejak berdiri pada 2015, hingga hari ini dengan menciptakan berbagai terobosan program kerja yang kontributif.

Hal itu membuat IPEMI menjadi satu-satunya organisasi pengusaha muslimah terbesar di Indonesia, yang mendapatkan Rekor MURI dengan
program “Tebar Mukena IPEMI”.

Bentuk kontribusi nyata IPEMI bukan hanya di bidang ekonomi dan pembangunan nasional, namun juga dalam berbagai kegiatan sosial yang menginspirasi banyak pihak.

Pengukuhan Ketua Umum IPEMI Periode 2020-205 dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pembina IPEMI DR. Nurhayati Subakat, yang merupakan sosok pengusaha muslimah yang sukses membangun Brand Kosmetika Wardah, dan sekarang berhasil menyerap sebanyak 12.000 tenaga kerja.

Whisnutama:  Quality  Tourism butuh sinergitas dan dukungan dari semua stakeholder

this formate

Kepala Biro Komunikasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, mengundang bisniswisata.co.id menghadiri Rapat Kerja Nasional 2020 di Hotel Westin, Nusa Dua,  Bali, pada 25-27 November lalu. Berikut laporannya bagian kedua

NUSA DUA, bisniswisata.co.id: Akselerasi, Reaktivasi dan Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi tema bahasan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 

“Wajah pariwisata di masa depan tidak akan sama lagi. Pandemi COVID-19 telah merubah paradigma masyarakat di berbagai sektor sehingga kesehatan, keamanan, keselamatan menjadi sangat penting dalam memilih tujuan wisata,” kata Menparekraf/ Ketua Baparekraf Whisnutama Kusubandio.

Berbicara saat membuka Rakornas Kemenparekraf/ Baparekraf, Whisnutama yang akrab disapa Mas Mentri mengatakan setelah pandemi, pariwisata Indonesia harus lebih bagus untuk itu pihaknya  harus melakukan Restrategi. 

Sebelum COVID-19, Kemenparekraf sudah shifting dari quantity tourism menjadi quality tourism. ” Untuk ini butuh sinergitas dan dukungan dari semua stakeholder contohnya dalam membangun konektivitas yang bisa memudahkan akses dari bandara ke destinasi wisata ” katanya.

Memang tidak mudah karena perubahan dari mengejar jumlah wisatawan ( quantity) menjadi  kualitas (quality) berwisata yang fokus pada pengalaman ( experience) konsekwensi dan effort banyak yang harus dilakukan.

” Apalagi pemerintah sudah menetapkan 10 destinasi superprioritas dimana infrasfrukrur menjadi dasar utamanya selain keunikan budaya yang bisa kita tawarkan sehingga menjadi suatu pengalaman berwisata yang berkualitas,” kata Whisnutama.

Menurut dia, keunikan budayalah  yang menjadi kekuatan destinasi wisata Bali sehingga sebelum pandemi menjadi tujuan nomor satu dari wisatawan  mancanegara. Pemerintah daerah lainnya harusnya mampu menawarkan keunikan budaya lainnya karena itulah yang membungkus quality tourism.

Mas Mentri juga mengungkapkan sedang kordinasi terus dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang sudah fokus pada infrastruktur lima destinasi super ini seperti  Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

“Infrastruktur tetap menjadi tulang punggung pembangunan untuk meningkatkan konektivitas. Kami bahas detil misalnya bagaimana menjaring turis Australia dan Eropa dengan konektivitas yang memudahkan mereka untuk tiba di destinasi wisata dengan nyaman,” kata Whisnutama.

Kemenpafekraf membuat grand strategy untuk quality tourism termasuk dengan bahasan intensif dengan pihak kepolisian sejak awal menjadi Menparekraf seperti masalah seragam polisi wisata, peningkatan sadar wisata dan memberdayakan Polsek-polsek terutama di daerah super prioritas untuk menciptakan rasa aman dan nyaman.

” Daya tarik wisata bukan hanya keunikan budaya yang membuat kualitas pengalaman berwisata menjadi tak terlupakan, tetapi rasa aman dan nyaman juga bagian dari quality tourism termasuk clean, health, safety, environmental sustainability.      ( CHSE).

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, program reaktivasi dan pemulihan akan dilakukan melalui berbagai langkah.

Pertama, mempersiapkan destinasi wisata, membangun infrastruktur konektivitas yang kompetitif dengan negara-negara lain, serta implementasi dan monitoring penerapan protokol CHSE (clean, health, safety, environmental sustainability) di daerah.

Kedua, menciptakan dan membangun daya tarik wisata, meningkatkan kualitas SDM parekraf, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas produk ekonomi kreatif.

Ketiga, mendorong kolaborasi dan dukungan pemerintah daerah serta stakeholders, baik melalui program InDonesia Care (I Do Care), bantuan insentif atau stimulus pariwisata, serta program pengembangan kapasitas.

“Diperlukan sinergi model bisnis dengan kementerian/lembaga serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mencapai reaktivasi dan pemulihan sektor parekraf,”

Peserta dan pembicara Rakornas Kemenparekraf secara online mencapai 500 orang. ( Foto: Kemenparekraf)

Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 digelar secara hybrid (online dan offline) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan seluruh peserta yang hadir diwajibkan menjalani rapid test antigen sebelum pelaksanaan acara.

Rakornas ini juga diikuti sejumlah menteri di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas, Wakil Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN.

Hadir pula Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Gubernur Bali serta sejumlah Kepala Daerah dari Bsli, Yogya, Banyuwangi dan Kepri  serta perwakilan industri dan asosiasi.

Saat jeda makan siang usai melongok pameran produk UMKM penunjang industri wisata,  Menparekraf Whisnutama menyempatkan menjumpai rekan-rekan pers di Orchid Room dan menggelar jumpa pers didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa dan Jubir Prabu Revolusi yang bertindak sebagai moderator.

Pada kesempatan ini Mas Mentri sapaan akrab Whisnutama menekankan untuk membuka kembali destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara tidak sesederhana mengatakannya karena kompleksitasnya cukup tinggi, begitu juga kalau bicara travel bubble.

Wishnutama juga menuturkan, saat ini Kemenparekraf terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur.

Begitupula dengan Kementerian Perhubungan dalam menyiapkan akomodasi terkait seat capacity dan koordinasi dengan Polri untuk memperkuat keamanan dan keselamatan melalui polisi pariwisata. 

Selain itu, Menparekraf juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Menteri BUMN untuk membahas rencana dibuka kembalinya destinasi wisata di Bali bagi wisatawan mancanegara. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan, mengingat saat ini Bali sedang menekan angka penularan COVID-19, maka diperlukan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk membuka kembali destinasi wisata di Bali. 

“Bali telah menerapkan protokol kesehatan sejak Juli 2020, bekerja sama dengan industri-industri yang kebetulan sudah memiliki sertifikat LSU, hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa aman dan percaya bagi wisatawan,” kata Putu. 

Putu Astawa juga mengatakan Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata, karena sektor itu menampung sebanyak 1. 245.000  tenaga kerja. Selain itu pariwisata juga menghasilkan devisa dan memberikan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup tinggi. 

“Sehingga diperlukan analisis kajian secara selektif, terbatas, dan bertahap untuk melakukan reopening destinasi wisata,” kata Putu.

Soal pembukaan kembali Bali bagi wisman, masih akan ada pembahasan dengan Kementrian/ lembaga terkaut. ” Saat ini Bali sedang menekan angka penularan COVID-19, maka diperlukan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk membuka kembali destinasi wisata di Bali,” 

Dia sepakat dengan Mas Mentri untuk memperluas sertifikasi CHSE karena quality tourism juga ditentukan oleh sejauh mana semua pihak dapat menerapkan protokol kesehatan.