Tips Memilih Destinasi Terbaik untuk Acara Anda Berikutnya

this formate

Mulai dari insentif finansial hingga dukungan di lapangan, berikut hal-hal yang harus diperhatikan oleh perencana acara – dan bagaimana Makau memenuhi semua kriteria.

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Dengan dukungan pemerintah, jaringan global, dan konektivitas yang kuat, Makau menjadi destinasi yang ramah bagi perencana acara.

Anda telah menetapkan agenda dan menyempurnakan anggaran untuk acara MICE Anda berikutnya. Sekarang tibalah keputusan besar berikutnya: di mana Anda akan mewujudkannya.

Destinasi yang tepat dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah pertemuan perusahaan, membentuk segalanya mulai dari jumlah peserta hingga pengalaman peserta secara keseluruhan.

Dilansir dari Meetings & Conventions Asia, semakin sering, keputusan itu bergantung pada lebih dari sekadar tempat dan kamar hotel. Dukungan pemerintah, jaringan mitra, dan infrastruktur pendukung yang cerdas menjadi pembeda yang sebenarnya – dan hanya sedikit destinasi yang bergerak sejelas Makau dalam hal ini.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengevaluasi kota tuan rumah Anda berikutnya – dan bagaimana Makau memenuhi semua kriteria tersebut.

1. Cari dukungan pemerintah dengan bantuan keuangan yang mudah diakses

Di seluruh dunia, destinasi MICE yang paling kompetitif tidak hanya menyambut acara; mereka berinvestasi di dalamnya. Makau adalah salah satu contoh yang menonjol, memberikan dukungan keuangan langsung untuk acara yang diadakan di Makau dan kota tetangga Hengqin melalui Program Stimulasi Konvensi dan Pameran dari Institut Promosi Perdagangan dan Investasi (IPIM).

Penyelenggara dapat dengan mudah memperkirakan potensi pendanaan di muka, menghilangkan salah satu ketidakpastian yang paling membuat frustrasi pada tahap awal pemilihan destinasi.

2. Manfaatkan jaringan global yang dibangun untuk perencana

Dukungan keuangan hanyalah sebagian dari gambaran keseluruhan. Program Aliansi Mitra MICE Global yang baru diluncurkan IPIM membahas pertanyaan yang sama pentingnya, yaitu dengan siapa perencana dapat berkolaborasi di lapangan.

Dirancang khusus untuk PCO, penyelenggara acara, agensi perencanaan, DMC, dan pemasok, program ini memberi anggota akses ke serangkaian manfaat praktis seperti berbagi informasi, dukungan pemasaran merek, dan bantuan penawaran.

Anggota juga dapat memanfaatkan paket hak istimewa “Macao MICE Plus” yang mencakup perjalanan udara, hotel, makan, atraksi, ritel, dan layanan MICE.

Hal ini memastikan proses perencanaan yang lebih efisien bagi perencana, dengan manfaat komersial bawaan yang dapat membantu mengimbangi biaya sekaligus memperkuat pelaksanaan program.

3. Pilih pusat dengan konektivitas yang dibangun untuk delegasi internasional

Melalui insentif dan kebijakan pintu terbuka, IPIM membangun sistem pendukung yang menjadikan Macao kota yang mudah bagi perencana MICE untuk mengatakan ya.

Aksesibilitas, khususnya bagi delegasi internasional, tetap menjadi landasan dari setiap destinasi MICE yang sukses.

Posisi Makau di dalam Kawasan Teluk Besar (GBA) Tiongkok merupakan aset logistik yang signifikan – bandara-bandara GBA secara kolektif terhubung ke lebih dari 200 kota di seluruh dunia dan menangani lebih dari 230 juta penumpang pada tahun 2025.

Di dalam kawasan ini, pergerakan sangat mudah. ​​Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau menghubungkan tiga pusat utama, menawarkan fleksibilitas kepada para delegasi dalam memasuki kawasan tersebut .

Ini sangat berharga bagi kelompok besar yang datang dari berbagai tempat asal. Bagi para perencana, konektivitas ini juga membuka kemungkinan pemrograman yang kreatif: rencana perjalanan pra- atau pasca-acara di seluruh GBA atau format multi-kota yang menggunakan Hengqin dan Makau secara bersamaan.

4. Prioritaskan destinasi dengan akses visa yang mudah

Persyaratan visa tetap menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan destinasi. Seperti banyak destinasi di Asia, Makau menerapkan pendekatan yang ramah terhadap delegasi dan acara internasional.

Warisan budaya Makau yang kaya dilengkapi dengan infrastruktur kelas dunia dan pendanaan yang didukung pemerintah, menjadikannya semakin menarik bagi para perencana MICE.

Pada Indeks Keterbukaan Henley, peringkat tahunan yang mengukur berapa banyak kewarganegaraan yang diizinkan masuk tanpa visa ke suatu negara atau wilayah,

Makau berada di peringkat keenam, menempatkannya di antara destinasi yang paling mudah diakses bagi delegasi internasional. Wisatawan dari lebih dari 80 negara dan kota dapat memasuki Makau tanpa harus mendapatkan visa.

Bagi perencana, hambatan visa yang lebih sedikit berarti lebih sedikit pembatalan mendadak, komunikasi pra-acara yang lebih sederhana, dan alasan yang lebih kuat untuk disampaikan saat mempresentasikan destinasi kepada pemangku kepentingan senior yang perlu menyetujui perjalanan.

5. Pilih ruang yang serbaguna dan mutakhir

Makau memiliki berbagai macam hotel dan resor terpadu yang menggabungkan akomodasi, makanan & minuman, hiburan, dan ruang pertemuan di satu lokasi.

Kota-kota terbaik untuk MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) unggul dengan infrastruktur kelas dunia yang memenuhi kenyamanan delegasi dan kebutuhan digital mereka.

Tempat-tempat yang luas dan fleksibel di Makau, termasuk Galaxy International Convention Center dan resor terpadu seperti MGM Cotai, Wynn Palace, The Venetian Macao, Studio City Macau, dan Grand Lisboa Palace Resort, menggabungkan akomodasi, makanan & minuman, hiburan, dan ruang pertemuan dalam satu lokasi.

Hal ini memungkinkan peserta untuk berpindah dengan lancar antara sesi pleno dan ruang pameran, sehingga perencana tidak perlu memesan beberapa lokasi.

Jika digabungkan, faktor-faktor ini memberikan alasan yang kuat. Bagi mereka yang siap melangkah ke tahap selanjutnya, IPIM berperan sebagai mitra kunci dalam mewujudkan ide-ide acara di Makau.

Kolaborasi Kemenekraf & WIPO – PBB, Kuatkan Data Ekraf Nasional Berstandar Global

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berkomitmen mengimplementasikan Creative Economy Data Model (CEDM) bersama World Intellectual Property Organization (WIPO) guna memperkuat sistem pengukuran ekonomi kreatif yang lebih komprehensif, terukur, dan berbasis data.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menerima perwakilan WIPO di Jakarta, hari ini.

Menurutnya, CEDM akan menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mendukung perumusan kebijakan yang lebih efektif.

“CEDM akan membantu kita memetakan kekuatan dan kesenjangan dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia, mengidentifikasi prioritas kebijakan, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis bukti” kata Menekraf.

Hal yang tidak kalah penting, CEDM menawarkan kerangka kerja yang dapat dibandingkan secara internasional, sehingga memungkinkan Indonesia mengukur kemajuannya berdasarkan standar global tanpa mengabaikan konteks nasional,” tambahnya

CEDM merupakan kerangka yang dikembangkan WIPO untuk memetakan keterkaitan berbagai elemen dalam ekosistem ekonomi kreatif, mulai dari faktor pendukung hingga dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan.

Model ini dibangun melalui dua pilar utama, yaitu Creative Environment Input dan Resources for Creativity Input.

Creative Environment Input mencakup sistem kekayaan intelektual, tata kelola kebijakan, serta lingkungan sosial dan budaya yang mendukung tumbuhnya kreativitas.

Sementara itu, Resources for Creativity Input meliputi pelaku kreatif, infrastruktur, pasar, serta akses pembiayaan yang menjadi fondasi penciptaan nilai ekonomi kreatif.

Melalui pendekatan tersebut, CEDM mampu mengukur berbagai dampak ekonomi dan sosial, mulai dari pembentukan dan monetisasi kekayaan intelektual melalui royalti dan lisensi.

Begitu juga penciptaan lapangan kerja, kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), perdagangan, hingga penguatan soft power dan posisi suatu negara dalam lanskap budaya global.

Bagi Indonesia, implementasi CEDM diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam memetakan potensi, mengukur dampak, dan menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Selain implementasi CEDM, Menteri Ekraf juga melihat peluang untuk memperluas kolaborasi dengan WIPO di berbagai bidang strategis yang berkaitan dengan penguatan ekosistem ekonomi kreatif.

“Kami juga melihat peluang untuk memperdalam kerja sama dengan WIPO dalam bidang komersialisasi kekayaan intelektual, tata kelola royalti musik, serta pembiayaan berbasis kekayaan intelektual bagi pegiat ekonomi kreatif” kata Menteri Ekraf.

Bidang-bidang ini sangat penting untuk membuka nilai ekonomi yang lebih besar dari kekayaan intelektual dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,”
WIPO merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas mendorong inovasi dan kreativitas melalui pemanfaatan serta perlindungan kekayaan intelektual.

Organisasi ini mendukung para kreator, inovator, dan wirausaha melalui layanan kekayaan intelektual global, pengembangan standar internasional, riset, bantuan teknis, serta program peningkatan kapasitas.

Deputy Director General, Copyright and Creative Industry Sector of WIPO, Sylvie Forbin, mengatakan pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam membangun dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui implementasi CEDM.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu rujukan utama _(leading voice)_ di tingkat global dalam pengembangan ekonomi kreatif. Hal tersebut tercermin dari inisiatif Indonesia dalam menghadirkan kebijakan dan forum internasional seperti _World Conference on Creative Economy_ (WCCE).

“Indonesia secara konsisten telah menunjukkan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar sektor budaya. Ekonomi kreatif juga merupakan penggerak strategis pembangunan ekonomi dan daya saing.

Yang sangat mengesankan adalah sejauh mana ekonomi kreatif telah terintegrasi dalam visi pembangunan jangka panjang Indonesia. Strategi yang lebih luas juga dengan jelas mengakui bahwa kreativitas, kekayaan intelektual, dan inovasi akan menjadi komponen utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Sylvie Forbin.

Dia menambahkan, untuk mewujudkan visi tersebut dibutuhkan data yang kuat sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Oleh karena itu,

CEDM hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan tidak hanya melihat hasil akhir _(outputs),_ tetapi juga menelaah berbagai faktor ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk tata kelola, koordinasi kelembagaan, pembiayaan, kekayaan intelektual, keterampilan, infrastruktur, hingga akses pasar.

“Hal yang menggembirakan adalah banyak prioritas yang tercermin dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf), seperti inovasi, pembiayaan, digitalisasi, ekspor, pengembangan keterampilan, dan kekayaan intelektual, juga merupakan komponen yang dinilai dalam CEDM,” ungkapnya.

Hal ini menciptakan sinergi yang kuat antara tujuan kebijakan pemerintah dengan bukti dan data yang dihasilkan melalui model tersebut. CEDM dapat melengkapi indikator kinerja yang sudah ada dengan berfungsi sebagai alat pemantauan ekosistem.

Dengan demikian kementerian dapat melacak tidak hanya kinerja ekonomi kreatif, tetapi juga kondisi-kondisi mendasar yang akan menentukan keberlanjutan jangka panjang serta kontribusinya terhadap pembangunan Indonesia, jelasnya.

Pertemuan tersebut dihadiri Senior Manager Collective Management Team WIPO, Michel Allain, dan Senior Manager Creative Economy Data Program WIPO, Felipe Buitrago.

Hadir pula Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Hermansyah Siregar; Direktur Jenderal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Kementerian Luar Negeri, Daniel Tumpal Simanjuntak; serta Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini.

Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Desain dan Budaya, Yuke Sri Rahayu; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis, Rian Syaf; Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Muhammad Fauzy.

Direktur Riset dan Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat; Sekretrasi Deputi, Amir Hamzah; Direktur Gim, Luat S.P. Sihombing; Direktur Konten Digital Yuana Rocma Astuti; Direktur Film, Animasi, Video, Doni Setiawan; Direktur Penerbitan dan Fotografi, Iman Santosa yang ikut mendampingi Menteri Ekraf

Tempat-tempat Baru di Asia untuk Mengubah Acara Koktail Anda Berikutnya

this formate

Foto:  Bar koktail Fish Pool, The NCO Club di JW Marriott Singapore South Beach.

Tempat-tempat baru di Asia untuk mengubah acara koktail Anda berikutnya. Mulai dari tempat pembuatan bir di lokasi hingga pertunjukan putri duyung, tempat-tempat ini menawarkan cara-cara baru bagi perencana untuk menciptakan kembali resepsi koktail tradisional.

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Resepsi koktail telah lama menjadi andalan kalender acara perusahaan – sebuah harapan standar, namun, dengan pengulangan, semakin kurang berkesan.

Di Asia, generasi baru tempat-tempat ini mengubah formula dan menawarkan imajinasi yang lebih besar kepada perencana daripada sekadar makanan ringan dan minuman standar. Bar hotel yang unik kini mengubah acara koktail yang biasa.

People People Brewing Co., Singapura

Di lansir dari www.meetings-conventions-asia.com, di luar ballroom hotel dan bar atap, pembuat minuman yang memadukan bir dengan ruang acara dan komunitas semakin menonjol sebagai tempat resepsi alternatif.

Ambil contoh People People Brewing Co. Pabrik bir di Sentosa ini juga berfungsi sebagai ruang sosial seluas 836 meter persegi.

Dipimpin oleh Dave Pynt dari restoran berbintang Michelin Burnt Ends, ruang ini menawarkan topik pembicaraan yang menarik untuk acara koktail yang terlihat, nyata, dan unik. Tangki-tangki bir berada di dalam ruangan. Bir dibuat beberapa meter dari tempat para peserta berbaur.

Dengan fokus yang tajam pada bisnis acara, pabrik bir ini menawarkan peluang branding bagi tuan rumah dan penyelenggara.

“Anda dapat membuat bir bersama kami dari awal, atau menambahkan branding Anda pada bir yang sudah kami buat, menyajikannya di keran khusus di bar untuk malam itu, dan memberikan kaleng bir kepada para tamu untuk dibawa pulang. Kami juga dapat menyediakan suvenir bermerek dari sisi merchandise.” kata direktur pelaksana Brandon Grusd.

Kapasitasnya mencapai 172 tempat duduk atau 300 hingga 400 tempat berdiri di ruang dalam dan teras luar ruangan, dengan dua layar LED dan panggung yang ditinggikan untuk presentasi dan pidato.

Bagi perencana acara internasional yang kliennya telah beberapa kali menggunakan ballroom hotel yang mewah ini, Grusd menjelaskan dengan lugas: “Meskipun terasa seperti tempat tujuan wisata, kami juga hanya beberapa menit dari kawasan pusat bisnis, yang membuat logistik menjadi mudah bagi para perencana.”

NCO Club di JW Marriott Singapore South Beach

Bagi penyelenggara yang membutuhkan pertunjukan spektakuler, tempat-tempat acara modern juga meningkatkan standar. Dilengkapi untuk pertunjukan putri duyung langsung.

Bar koktail Fish Pool di NCO Club menawarkan apa yang digambarkan oleh GM JW Marriott Singapore South Beach, Karl Hudson, sebagai ruang di mana unsur-unsur mixologi, penceritaan, dan pertunjukan spektakuler menciptakan pengalaman acara yang baru, jelasnya.

Area NCO Club yang lebih luas kaya akan warisan budaya dan menawarkan berbagai ruang hiburan dan gaya hidup, memberikan ruang bagi perencana untuk merancang resepsi dengan zona yang berbeda dan alur pergerakan alami, bukan hanya satu titik berkumpul yang statis.

1.Hotel

Menciptakan kembali acara koktail tidak hanya berhenti pada kemewahan semata. Bagi klien yang memprioritaskan kesehatan dan keberlanjutan daripada pertunjukan, Hotels telah mengembangkan format program yang memenuhi keduanya.

“Kami melihat tren ganda yang berbeda: keinginan akan kesehatan yang bersih dan fungsional di samping permintaan akan pengalaman yang sangat terkurasi dan memanjakan,” kata Steven Minor, direktur minuman korporat Starwood Hotels.

Dari sisi pengalaman, keran Espresso Martini yang diisi nitro telah menjadi daya tarik yang andal untuk resepsi yang lebih besar – efisien, dan cukup baru untuk membuat suasana ruangan tetap hidup.

Dari sisi kesehatan, anggur organik dan biodinamik, minuman beralkohol produksi lokal, dan pengalaman mencicipi yang intim yang dipimpin oleh penyuling regional menawarkan cara bagi tuan rumah untuk menunjukkan nilai-nilai serta cita rasa.

Minor berpendapat bahwa benang merahnya adalah ketika tamu memilih untuk minum, mereka mencari lebih dari sekadar koktail. Mereka menginginkan sebuah cerita, nuansa tempat, dan koneksi dengan destinasi tersebut.

Hotel-Hotel Baru Terbaik di Seluruh Dunia untuk Juni 2026

this formate

Villa Ume Bo’a Garden, NIHI Rote & Hospitality Academy ( Foto:Joe Kelly/NIHI)

NIHI Rote, hotel baru di Pulau Rote, Indonesia masuk daftar pembukaan hotel baru untuk dikunjungi wisman pada liburan musim panas mulai Juni 2026 ini.

LONDON, bisniswisata.co.id: Meskipun memesan liburan musim panas dan hotel yang sempurna akan menjadi perhatian banyak orang di awal Juni, jika Anda bepergian terutama untuk bisnis, musim panas mungkin hanya menandakan putaran lain kamar hotel dan transfer bandara.

Bagaimanapun, Anda akan membutuhkan inspirasi untuk mendapatkan penginapan terbaik, dan itulah yang dapat diberikan oleh tempat-tempat di bawah ini – yang baru dibuka selama bulan lalu.

Dilansir dari businesstraveller.com, hotel NIHI Rote & Hospitality Academy, Indonesia masuk dalam kategori hotel resort untuk liburan Musim Panas kali ini, sejajar dengan hotel mewah lainnya di berbagai belahan dunia yang mulai beroperasi bulan ini

Hotel-hotel itu adalah J. K. Place Roma, Itali, Hotel Corduroy, Montauk, NY,AS, Radisson Blu Hotel, Dubai Barsha Heights, UAE, Hope by WildLand, UK, The Westin Playa Vallarta, Mexico.

Hotel lainnya Amoh, A Luxury Collection Resort, Rhodes Island, Locke London Canary Wharf, Inggris, Shanghai Eastern Hub, China, Home2 Suites by Hilton Dublin City Centre, Ireland dan Courtyard by Marriott Kochi InfoPark, Kerala, India

Pembukaan terbaru ini termasuk properti butik dengan arsitektur yang menawan di Roma, hotel all-inclusive kelas atas di ibu kota pesta Meksiko, Puerto Vallarta, penginapan di jantung proyek konservasi di Dataran Tinggi Skotlandia, dan banyak lagi.

Jika Anda membutuhkan lebih banyak pilihan, lihat hotel-hotel baru bulan lalu, yang termasuk palazzo Venesia yang direnovasi dengan glamor dan liburan di pulau Norwegia.

Hotel NIHI Rote & Hospitality Academy, di pulau Rote, terletak di dekat titik paling selatan Indonesia. Pulau Rote yang terpencil adalah rumah bagi usaha terbaru Nihi Hotels. Sesuai namanya, Nihi Rote & Hospitality Academy beroperasi secara harmonis sebagai hotel mewah dan fasilitas pelatihan perhotelan.

Para siswa membangun keterampilan secara langsung dengan bekerja di hotel sebagaimana adanya, memungkinkan para tamu untuk menjadi bagian dari program pengembangan yang bermakna, sambil menikmati manfaat menginap di hotel kelas atas.

Perjalanan menyelam dan ‘Surfari’ memanfaatkan kondisi selancar kelas dunia di Rote, ditambah panjat tebing, pengalaman triathlon berbasis laguna, dan sesi keberlanjutan untuk anak-anak.

Akomodasi terdiri dari 21 villa yang menakjubkan, masing-masing dengan kolam renang pribadi, sementara makan all-inclusive memungkinkan Anda mencicipi hidangan lokal Rote di pantai atau di restoran al fresco dan Harga mulai dari $1.641/£1.220 per malam.

NIHI Rote adalah properti saudara dari NIHI Sumba yang telah menyambut tamu sejak Mei 2026 di sudut terpencil Pulau Rote di Timor Barat, lebih dekat ke Australia daripada Bali.

Hanya dua jam penerbangan dari Bali atau Jakarta, resor ini akan menampilkan 25 vila dan rumah pohon ramah lingkungan dengan atap jerami, masing-masing dengan kolam renang pribadi dan dekat dengan pasir putih murni Pantai Bo’a.

Tamu dapat menikmati aktivitas seperti paddleboarding, foiling, surfing, dan menjelajahi pedalaman Rote yang masih alami, serta pijat yang menenangkan di taman tropis. Akademi Perhotelan Nihi Rote telah didirikan di lokasi untuk memastikan layanan terbaik yang menjadi ciri khas NIHI Sumba.

Tren yang Mendefinisikan Ulang Desain dan Pengembangan Hotel

this formate

Foto oleh Outform

Oleh: Johan Holm Thornhammar, SVP Hospitality, Outform

MAASTRICHT, Belanda, bisniswisata.co.id: Apa yang diungkapkan para pelancong global tentang aturan baru desain dan pengembangan perhotelan. Survei terhadap 2.000 pelancong AS dan Eropa mengidentifikasi enam imperatif desain.

Dilansir dari hospitalitynet.org, desain untuk kenyamanan akustik, keberlanjutan yang terlihat, kesehatan terintegrasi, siklus pembaruan yang lebih cepat, budaya lokal yang autentik, dan teknologi sebagai koneksi emosional.

Perhotelan premium sedang mengalami pergeseran yang mendalam. Di seluruh Amerika Utara dan Eropa, para tamu memberi sinyal bahwa yang terpenting bukanlah lagi pertunjukan atau hal baru, tetapi kejelasan, ketenangan, kredibilitas, dan ruang yang benar-benar mendukung cara orang bepergian dan hidup.

Berdasarkan penelitian terbaru dari 2.000 pelancong di AS dan Eropa, perubahan ini mengungkapkan ke mana arah desain perhotelan, pengembangan hotel, dan siklus hidup perhotelan yang lebih luas.

Di semua segmen, ekspektasi terus berkembang. Para pelancong mendefinisikan ulang arti premium, dan perilaku ini membentuk kembali cara merek mendesain hotel baru, memperbarui hotel yang sudah ada, dan menjaga konsistensi merek hotel di berbagai pasar.

Enam tren berikut menyoroti bagaimana desain pengalaman tamu, pengadaan FF&E (Furniture, Fixtures, and Equipment), dan penyampaian proyek perhotelan harus beradaptasi.

1. Ketenangan Adalah Premium Baru

Permintaan akan kenyamanan akustik telah menjadi salah satu sinyal paling jelas dalam industri perhotelan saat ini. Penelitian menunjukkan bahwa 84% tamu akan membayar lebih untuk ketenangan yang terjamin, sementara hampir 70% akan memprioritaskan peredaman suara daripada hiburan di dalam kamar.

Ketenangan bukan lagi fitur sekunder; ini adalah elemen penentu dari pengalaman tamu. Hal ini mengangkat akustik menjadi pertimbangan desain strategis sejak fase awal desain dan pembangunan terintegrasi.

Membentuk pemilihan material, tata letak kamar, dan keputusan konstruksi. Kualitas tidur dengan cepat menjadi salah satu pembeda desain yang paling berharga.

2. Keaslian Kini Bersifat Fisik dan Digital

Keaslian terus mendorong persepsi tamu. 75% wisatawan menghargai hotel yang mencerminkan budaya lokal, sementara 60% bersedia membayar lebih untuk lingkungan yang terinspirasi oleh budaya lokal. Secara tradisional, hal ini dicapai melalui material, keahlian, dan isyarat desain.

Namun, saat ini, otentisitas juga diekspresikan melalui teknologi sebagai lapisan penceritaan. Elemen digital seperti instalasi LED dan platform konten dinamis mengubah ruang seperti lobi hotel menjadi ruang tamu budaya, di mana tamu dapat berinteraksi dengan identitas lokal secara langsung.

Pendekatan ini memungkinkan ruang perhotelan untuk melampaui desain statis, menciptakan lingkungan yang berkembang sesuai konteks, peristiwa, dan narasi budaya. Otentisitas tidak lagi tetap; ia semakin dinamis, adaptif, dan berdasarkan pengalaman.

3. Keberlanjutan Harus Terlihat dan Terbukti

Keberlanjutan telah bergeser dari sekadar pesan menjadi tindakan yang terukur. 69% tamu bersedia membayar lebih untuk praktik berkelanjutan yang terverifikasi, dengan program daur ulang, perlengkapan yang dapat diisi ulang, dan pengadaan lokal muncul sebagai pendorong utama.

Hal ini mengubah cara pengambilan keputusan di seluruh pengembangan hotel dan pengadaan FF&E (Furniture, Fixtures, and Equipment). Material, strategi pengadaan, dan pilihan rantai pasokan sekarang harus transparan dan kredibel.

Fokusnya beralih ke pemikiran siklus hidup jangka panjang, di mana keberlanjutan tertanam dalam siklus hidup perhotelan daripada dikomunikasikan sebagai nilai yang berdiri sendiri.

4. Teknologi Harus Menyederhanakan dan Menciptakan Koneksi

Meskipun fungsionalitas tetap penting, teknologi dalam perhotelan berkembang melampaui kenyamanan. Tamu mengharapkan sistem yang intuitif dan andal, seperti yang tercermin dari preferensi yang kuat untuk Wi-Fi yang lancar dan kontrol di dalam kamar yang sederhana.

Pada saat yang sama, teknologi menjadi alat yang ampuh untuk koneksi emosional dan budaya. Ketika diintegrasikan dengan bijak, teknologi memungkinkan ruang untuk beradaptasi, merespons, dan berkomunikasi. Lapisan digital dapat mencerminkan budaya lokal, menyusun pengalaman, dan menciptakan momen kejutan dan penemuan.

Peran ganda ini menempatkan teknologi sebagai komponen penting dalam desain pengalaman tamu. Lingkungan yang paling sukses tidak hanya berfungsi dengan mudah tetapi juga menghubungkan orang secara lebih mendalam dengan tempat tersebut.

5. Siklus Pembaruan Semakin Cepat

Tamu mengharapkan kamar terasa selalu baru. Lebih dari 70% mengatakan mereka akan membayar harga premium untuk ruang yang baru saja diperbarui, sementara lebih dari setengahnya mengharapkan kamar terasa “seperti baru” dalam satu hingga dua tahun.

Hal ini menciptakan tekanan signifikan pada model desain dan pengiriman. Material, finishing, dan strategi FF&E harus mendukung siklus pembaruan yang lebih cepat tanpa mengorbankan daya tahan atau tujuan desain.

Hal ini juga memperkuat pentingnya integritas desain, memastikan bahwa ruang mempertahankan kualitas dan identitasnya dari waktu ke waktu, bahkan saat ruang tersebut berevolusi.

6. Kesehatan Menjadi Terintegrasi, Bukan Terisolasi

Meskipun fasilitas kesehatan tradisional tetap dihargai, fasilitas tersebut seringkali kurang dimanfaatkan. Sebaliknya, tamu semakin memprioritaskan fitur yang terintegrasi ke dalam lingkungan sekitar mereka, seperti kualitas udara, akustik, dan pencahayaan.

Konsep kesehatan dan kebugaran (wellness) kini bergeser dari ruang khusus ke dalam keseluruhan kamar tamu dan bahkan lebih luas lagi. Hal ini mengubah kerangka desain perhotelan dengan menekankan kenyamanan berkelanjutan daripada fasilitas yang berdiri sendiri.

Hal ini juga membutuhkan keselarasan yang lebih erat antara sistem, material, dan kinerja lingkungan di seluruh siklus hidup perhotelan.

Mengapa Tren Ini Penting

Secara kolektif, tren-tren ini mengarah pada masa depan perhotelan yang lebih terencana dan berorientasi pada pengalaman. Tamu menghargai lingkungan yang terasa tenang, autentik, dan dapat diandalkan, sekaligus mengharapkan ruang-ruang tersebut untuk berkembang bersama mereka.

Hal ini memiliki implikasi di setiap tahap pengembangan. Hal ini mendorong kebutuhan akan:

*Alur kerja desain-ke-pengiriman yang lebih terintegrasi
*Keselarasan yang lebih kuat antara desain, pengadaan, dan eksekusi
*Pengiriman proyek perhotelan yang konsisten di berbagai lokasi
*Kemampuan beradaptasi dalam strategi desain jangka panjang
*Peran yang lebih besar bagi teknologi sebagai lapisan fungsional dan budaya

Pada akhirnya, ruang perhotelan menjadi lebih dari sekadar tempat menginap; ruang tersebut menjadi lingkungan yang mencerminkan, menghubungkan, dan mentransformasi.

Teknologi, jika digunakan dengan bijak, memainkan peran sentral dalam pergeseran ini dengan memungkinkan ruang tetap relevan, responsif, dan sangat menarik dari waktu ke waktu.

Bagi para pemimpin dalam pengembangan hotel, tantangannya bukan lagi hanya merancang ruang yang menarik, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang secara operasional baik, selaras secara budaya, dan terus berkembang.

Penulis : Pemimpin berpengalaman dengan 20 tahun pengalaman di beberapa merek konsumen paling ikonik di dunia.

Tren Industri Perhotelan untuk Hotel 2026

this formate

Oleh Bianca Lüthy
Manajer Konten Korporat di EHL Hospitality Business School

LAUSSANE, Swiss, bisniswisata.co.id: Perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan dalam industri perhotelan. Dengan kepuasan dan pengalaman tamu sebagai inti kesuksesan, perusahaan perhotelan harus tetap berada di depan tren yang membentuk industri ini.

Dilansir dari insights.ehl.edu, artikel ini mengeksplorasi tren utama industri perhotelan dan menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk membantu para pemimpin melakukan investasi strategis pada sumber daya manusia, teknologi, dan proses.

Didukung oleh keahlian para peneliti dan profesional industri dari EHL Hospitality Business School, seperti yang terdapat dalam Laporan Outlook Wawasan Perhotelan 2026, artikel ini menyajikan strategi untuk membantu operator perhotelan beradaptasi, mendapatkan keunggulan kompetitif, dan berkembang di tahun 2026 dan seterusnya.

Prospek Perhotelan

Di AS, RevPAR sebagian besar tetap stagnan pada tahun 2025 sementara tarif harian rata-rata (ADR) sedikit meningkat dan tingkat hunian kamar menurun (PWC). Eropa mencatat pertumbuhan baik dalam RevPAR maupun ADR (CBRE). Kinerja hotel global sebagian besar tetap stagnan (The World Property Journal).

Perlu dicatat perbedaan kinerja antara segmen hotel mewah dan ekonomi, di mana yang pertama menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan yang terakhir mengalami penurunan. Hotel ekonomi perlu menemukan cara untuk meningkatkan pemesanan karena mereka menghadapi permintaan yang lebih rendah dan persaingan dari alternatif lain.

Industri perhotelan semakin mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI) untuk memberikan layanan yang dipersonalisasi, mengurangi biaya, mengoptimalkan harga, dan meningkatkan proses operasional serta kesejahteraan karyawan.

Munculnya AI juga mengubah pemasaran perhotelan karena semakin banyak wisatawan beralih ke Model Bahasa Besar (LLM) seperti ChatGPT dan Copilot untuk membantu merencanakan perjalanan mereka.

Ketidakstabilan geopolitik mengancam pariwisata di berbagai belahan dunia. Amerika Serikat, khususnya, telah mengalami penurunan pariwisata masuk pada tahun 2025, tetapi Piala Dunia FIFA yang berlangsung di sana mungkin memberikan dorongan.

Data yang memandu sektor perhotelan tahun ini

Pertumbuhan Pasar Global: Pasar perhotelan diperkirakan akan tumbuh dari $5,52 triliun pada tahun 2025 menjadi $5,82 triliun pada tahun 2026 (Laporan Pertumbuhan Pasar Perhotelan 2026).

Kontribusi Ekonomi: Menurut WTTC, dampak industri terhadap PDB diperkirakan akan mencapai rekor $11,7 triliun (10,3% dari PDB global).

Menurut World Travel & Tourism Council, terdapat sekitar 371 juta karyawan perhotelan di seluruh dunia pada saat penulisan ini, tetapi dengan pertumbuhan yang diharapkan untuk sektor ini, akan dibutuhkan lebih dari 460 juta tambahan dalam dekade berikutnya.

Tren Utama Industri Perhotelan 

Di bagian ini, para ahli dari EHL Hospitality Business School berbagi prediksi mereka tentang tren utama yang kemungkinan akan membentuk industri perhotelan global tahun ini. Kita akan mengeksplorasi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para profesional perhotelan untuk menciptakan keunggulan kompetitif, memupuk loyalitas pelanggan, dan memperluas pangsa pasar mereka.

AI di Mana-mana

Kecerdasan Buatan (AI) merambah industri perhotelan karena para pelancong menggunakan LLM sebagai asisten penelitian dan perusahaan menerapkan agen AI untuk meningkatkan proses bisnis, mulai dari operasional hingga manajemen pendapatan dan layanan pelanggan.

Seperti yang dikatakan Markus Venzin, CEO grup EHL, “Sistem otonom ini dapat mengantisipasi kebutuhan, membuat keputusan, dan menjalankan tugas-tugas kompleks, membebaskan staf untuk berkonsentrasi pada hal yang paling penting dalam perhotelan – sentuhan manusia.”

AI untuk Peningkatan Efisiensi Operasional dan Manajemen Pendapatan

Implementasi AI untuk manajemen pendapatan dapat menghasilkan peningkatan keuntungan yang signifikan. AI dapat menganalisis data historis untuk memprediksi permintaan di masa mendatang, sehingga memudahkan pengelolaan inventaris dan staf secara efisien.

Demikian pula, AI dapat membuat prediksi berdasarkan data historis serta data waktu nyata tentang tingkat hunian, harga pesaing, peristiwa lokal dan global, dan bahkan cuaca untuk menyesuaikan harga dengan periode puncak dan rendah yang diharapkan melalui strategi penetapan harga dinamis.

Pada tingkat individu, AI dapat menganalisis preferensi pelanggan, loyalitas, dan pola perilaku untuk membuat penawaran yang disesuaikan, termasuk upsell dan cross-sell, serta mengalokasikan kamar hotel atau meja restoran.

Secara tidak langsung, AI memiliki kekuatan untuk memengaruhi laba bersih bisnis perhotelan dengan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya operasional:

Sistem pencahayaan AI dapat menyesuaikan pencahayaan dengan tingkat cahaya alami dan tingkat hunian kamar, mengurangi pemborosan listrik.

Chatbot AI dapat menjawab pertanyaan tamu yang sering diajukan, mengurangi beban kerja resepsionis dan layanan pelanggan sehingga karyawan ini dapat fokus pada hal-hal yang lebih kompleks dan menciptakan interaksi tamu yang bermakna.

Analisis AI terhadap infrastruktur dan mesin dapat mengantisipasi masalah, sementara AI agen dapat mengelola perbaikan dan memesan suku cadang secara otomatis, mengurangi risiko pemadaman dan perbaikan darurat yang mahal.

Manajemen tata kelola rumah tangga berbasis AI dapat secara dinamis menetapkan tugas menggunakan data waktu nyata, mengoptimalkan alur kerja, dan mengurangi jam kerja yang dibutuhkan.

AI berbasis agen dapat menganalisis penawaran makanan dan minuman, pesanan, dan profitabilitas untuk secara otomatis memesan inventaris baru dan menyarankan penyesuaian harga atau menu.

Menurut Asisten Profesor EHL, Dr. Jie Yu Kerguignas, para pemimpin industri perhotelan “sangat ingin bereksperimen dengan alat yang memberdayakan karyawan.”

Keunggulan Berbasis Pengalaman: Pendekatan Accor terhadap Pengembangan Kemewahan & Gaya Hidup

this formate

Agnès Roquefort, Chief Development Officer Accor untuk Kemewahan & Gaya Hidup

PARIS, bisniswisata.co.id: Kamar hotel bukan lagi produknya – pengalamanlah yang menjadi produk. Agnès Roquefort, Chief Development Officer Accor untuk Kemewahan & Gaya Hidup, menjelaskan mengapa hal itu mengubah segalanya bagi pemilik dan investor.

Terjadi pergeseran mendasar di dunia kemewahan. Di seluruh pasar global, pengeluaran untuk pengalaman tumbuh lebih cepat daripada pengeluaran untuk barang-barang material. Kepemilikan sudah ketinggalan zaman; pengalaman menjadi tren.

Dalam perjalanan, ini berarti kemewahan jauh melampaui dimensi kamar dan jumlah benang. Bagi pelancong kaya saat ini, masa inap di hotel diukur dari suasana, keunikan, layanan luar biasa – dan cerita yang mereka bawa pulang.

Dilansir dari accorgroup.com, ini adalah pergeseran penting dalam perhotelan mewah, dan ini merupakan peluang luar biasa bagi pemilik dan investor yang memiliki visi untuk bertindak.

Kemewahan Berbasis Pengalaman sebagai Peluang Pengembangan

Ketika pengalaman menjadi produk, setiap meter persegi properti menjadi peluang penghasil pendapatan. Ruang dirancang secara cerdas – restoran tujuan wisata, konsep kesehatan yang mendalam, dan nuansa eksklusivitas – mendorong pendapatan tambahan yang lebih kuat.

Tujuannya meningkatkan kepuasan tamu, dan menciptakan aset yang berbeda yang berkinerja baik di pasar yang kompetitif.
Raffles London di The OWO adalah contoh yang menarik. Restorasi yang cermat dari lokasi bergengsi, bekas Kantor Perang Lama di Whitehall.

Restorasi menyatukan sembilan restoran tujuan wisata (dengan restoran unggulan yang diawasi oleh koki berbintang Michelin, Mauro Colagreco), Guerlain Spa pertama di Inggris, dan 85 hunian bermerek yang elegan. Lebih dari sekadar hotel dengan fasilitas yang mengesankan, ini adalah destinasi eksklusif dan unik tersendiri.

Para investor yang paling berwawasan ke depan membangun untuk menanamkan pengalaman luar biasa di setiap tahap perjalanan tamu. Hasilnya adalah tamu yang menghabiskan lebih banyak uang, kembali lebih sering, dan menjadi pendukung yang kuat.

Para pelancong masa kini menuntut lebih dari sekadar tempat tidur. Mereka mencari pengalaman unik dan mendalam yang melampaui sekadar menginap.

Ini tentang bagaimana kita membuat mereka merasa, cerita yang mereka kumpulkan dan bagikan dengan orang-orang terkasih mereka.

Investor memilih Accor karena portofolio merek kami yang tak tertandingi, ditambah dengan ekosistem distribusi dan loyalitas kami yang kuat, memungkinkan kami untuk secara konsisten memberikan pengalaman luar biasa dan bernilai tinggi ini.

Tren Terbaru : Bagaimana Wisatawan Mencari, Memilih, dan Memesan Hotel

this formate

Kamar tipe superior dengan king bed jadi pilihan. ( Foto: Hotel Borobudur Jakarta)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Jika strategi pemasaran hotel Anda tahun 2006 ini masih sama seperti dua tahun lalu, Anda Kehilangan potensi pendapatan.Cara wisatawan mencari, meneliti, dan memesan hotel telah berubah secara fundamental pada tahun 2026, dan perubahannya tidak halus.

Untuk pertama kalinya, 26% wisatawan memulai pencarian hotel mereka di Booking.com, mengungguli Google dan mesin pencari lainnya sebagai titik awal penelitian utama.

Sementara itu, 58% tamu sekarang memilih kamar Superior atau mewah daripada kamar Standar (peningkatan 4 poin persentase), dan 18% wisatawan yang memulai pencarian mereka di OTA akhirnya memesan langsung dengan hotel, naik 3,3 poin persentase karena tamu mencari kendali dan layanan yang lebih baik.

Ini bukan hanya statistik yang menarik. Ini adalah sinyal bahwa strategi distribusi, penetapan harga kamar, dan pendekatan komunikasi tamu Anda mungkin perlu dirombak total.

Dilansir dari www.siteminder.com, panduan ini menguraikan tren terbaru dalam perilaku pemesanan di industri perhotelan berdasarkan Laporan Perubahan Perilaku Wisatawan SiteMinder 2026; wawasan perjalanan yang diambil dari hampir 12.000 wisatawan di 14 negara.

Baik Anda menargetkan tamu Australia, pasar Asia, atau wisatawan Eropa, memahami bagaimana perilaku pemesanan perjalanan berbeda di setiap negara kini sangat penting untuk mendapatkan pemesanan dan memaksimalkan pendapatan.

Untuk konteks tren industri perhotelan yang lebih luas seputar teknologi dan operasional, kami memiliki panduan terpisah. Artikel ini secara khusus berfokus pada perilaku tamu.
Membentuk Masa Depan Industri Perhotelan

Mulai dari Kepemimpinan yang Berpusat pada Manusia dan alat AI yang Berorientasi pada Tindakan hingga Perhotelan Regeneratif, laporan industri gratis ini adalah peta jalan Anda untuk tetap unggul dalam lanskap perhotelan yang terus berkembang.

Apa saja tren terbaru di industri perhotelan tahun ini ?

Tiga perubahan besar mendefinisikan ulang cara wisatawan mencari informasi, memesan, dan menikmati hotel pada tahun 2026. Berdasarkan Laporan Perubahan Perilaku Wisatawan SiteMinder 2026, tren pemesanan hotel ini mewakili perubahan perilaku paling signifikan sejak pandemi:

OTA (Online Travel Agency) mengungguli mesin pencari untuk pertama kalinya – 26% wisatawan kini memulai riset hotel mereka di platform seperti Booking.com, melampaui Google dan mesin pencari lainnya (21%) untuk pertama kalinya dalam sejarah industri.

Selisih 5 poin persentase ini menunjukkan perubahan perilaku pemesanan yang signifikan. OTA kini berfungsi sebagai titik awal riset, bukan hanya tujuan pemesanan akhir. Wisatawan memulai perjalanan mereka di dalam platform yang menggabungkan pencarian, perbandingan, dan pemesanan di satu tempat.

Lompatan kemewahan: 58% kini memesan kamar premium – Wisatawan meningkatkan pilihan mereka dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan 58% memilih kamar Superior atau mewah.

Tamu kini memprioritaskan pengalaman yang lebih mewah dan berkesan daripada akomodasi dasar. Pergeseran ini menunjukkan bahwa wisatawan mengalokasikan sebagian besar anggaran mereka untuk akomodasi.

Pemilihan kategori kamar menjadi sama pentingnya dengan lokasi atau merek, dengan pilihan premium kini menjadi pilihan mayoritas, bukan lagi pengecualian.

Kembalinya pemesanan langsung – 18% wisatawan yang memulai pencarian mereka di OTA akhirnya memesan langsung dengan hotel karena mereka menginginkan kontrol lebih, layanan yang lebih baik, dan komunikasi langsung dengan properti.

Ini mengungkapkan perilaku pemesanan dua langkah: menggunakan OTA untuk riset dan perbandingan sebelum menyelesaikan transaksi melalui saluran langsung hotel.

Meskipun masih minoritas dari pengguna OTA, segmen ini telah tumbuh secara signifikan, menunjukkan bahwa wisatawan sengaja memisahkan fase riset dan pemesanan mereka. Apa artinya ini bagi hotel Anda?

Perkuat kehadiran Anda di OTA

Dengan OTA sekarang menjadi titik awal riset utama bagi lebih dari seperempat wisatawan, pastikan data Anda menampilkan foto terbaru, informasi properti yang lengkap, dan posisi kompetitif di seluruh saluran OTA utama. Tinjau kesamaan harga dan ketersediaan Anda untuk menjaga konsistensi di semua platform tempat wisatawan memulai pencarian mereka.

Evaluasi Komposisi Kategori Kamar Anda

Preferensi mayoritas terhadap kamar premium menunjukkan peluang untuk meninjau inventaris dan struktur harga Anda. Jika Anda sebagian besar menjual kamar standar, pertimbangkan apakah komposisi Anda mencerminkan pola pemesanan saat ini.

Pastikan kategori kamar dibedakan dengan jelas dan terlihat di semua saluran pemesanan, dengan gambar dan deskripsi yang mengkomunikasikan nilai setiap level.

Optimalkan Pengalaman Pemesanan Langsung Anda

Bagi segmen wisatawan yang terus berkembang dan beralih dari riset OTA ke pemesanan langsung, situs web hotel Anda menjadi sangat penting. Pastikan pengalaman pemesanan langsung Anda sesuai atau melebihi apa yang ditemukan wisatawan di OTA, yang mencakup informasi kategori kamar yang jelas, harga yang transparan, dan proses pemesanan yang mudah.

​​Pertimbangkan keuntungan apa yang dapat Anda tawarkan untuk pemesanan langsung, baik melalui kebijakan pembatalan yang fleksibel, manfaat program loyalitas, atau nilai tambah yang tidak dapat ditiru oleh OTA.

Fokuskan Upaya Distribusi Anda

Pergeseran ini tidak memerlukan perombakan total pendekatan distribusi Anda, tetapi menunjukkan di mana harus memprioritaskan: memperkuat kinerja OTA, menyelaraskan inventaris dengan permintaan premium, dan menghilangkan hambatan dari proses pemesanan

IATA Meluncurkan Kampanye Keselamatan Penumpang “Selamatkan Nyawa, Bukan Bagasi”

this formate

RIO de JENAIRO, bisniswisata.co.id: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah mengumumkan peluncuran “Selamatkan Nyawa, Bukan Tas”, sebuah kampanye keselamatan penumpang yang mendesak para pelancong untuk tidak membawa bagasi kabin selama evakuasi pesawat.

Didukung oleh regulator keselamatan penerbangan termasuk Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA), kampanye ini memperkuat apa yang harus dilakukan penumpang ketika diinstruksikan untuk evakuasi demi keselamatan mereka.

Keselamatan semua orang di dalam pesawat adalah prioritas oleh karena itu ikuti instruksi awak kabin, tinggalkan semua bagasi, dan bergerak cepat ke pintu keluar terdekat yang dapat digunakan.

“Membawa tas selama evakuasi bukanlah masalah kecil. Setiap detik sangat penting. Bahkan membawa satu tas pun dapat memengaruhi evakuasi yang aman bagi semua orang di dalam pesawat.

Instruksi awak kabin jelas dan sederhana: tinggalkan semuanya dan bergerak cepat. “Selamatkan Nyawa, Bukan Tas” adalah pesan yang perlu dipahami dan ditindaklanjuti oleh penumpang,” kata Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA.

Kampanye ini menanggapi meningkatnya jumlah kasus di mana para pelancong berhenti untuk mengambil bagasi mereka atau mengambil foto selama evakuasi pesawat. Bukti hal ini terlihat dalam banyak video yang diunggah secara online.

“Evakuasi cepat dalam situasi darurat menyelamatkan nyawa. Pesawat disertifikasi sesuai standar evakuasi yang ketat dan awak kabin dilatih secara ekstensif untuk situasi darurat, untuk memastikan setiap penumpang memiliki peluang terbaik untuk bertahan hidup dalam situasi akut,kata Florian Guillermet, Direktur Eksekutif EASA.

Agar hal ini berhasil dalam keadaan darurat yang sebenarnya, semua penumpang juga harus berperan. Dan itu sangat sederhana: ikuti instruksi awak kabin, tinggalkan semua bagasi, dan bergerak cepat ke pintu keluar terdekat yang dapat digunakan.

Hal ini tidak hanya akan menyelamatkan hidup Anda, tetapi Anda juga telah melakukan yang terbaik untuk memungkinkan semua orang keluar dari bahaya,”

Detik-detik berharga dapat hilang saat mengambil bagasi dari kompartemen di atas kepala. Membawa tas dapat menyebabkan orang jatuh atau merusak seluncuran yang harus digunakan semua penumpang.

Hal yang paling mengkhawatirkan, beberapa penumpang terlihat mencoba melakukan evakuasi sambil membawa bayi dan tas atau barang pribadi lainnya, membahayakan keselamatan pada saat kritis.

“Kami melihat semakin banyak penumpang yang tidak mengikuti instruksi awak penerbangan selama keadaan darurat. Pada saat-saat tersebut, kepatuhan sangat penting. Penumpang harus bertindak cepat, mengikuti instruksi tanpa ragu-ragu, dan meninggalkan semua barang bawaan mereka,” tambahnya.

Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan penumpang yang terinformasi dan waspada membantu memastikan evakuasi yang lebih cepat dan aman bagi semua orang di dalam pesawat,” kata Administrator FAA Bryan Bedford.

Riset penumpang membantu mengukur kebutuhan akan tindakan

Sebagai bagian dari pengembangan kampanye, IATA menugaskan survei terhadap penumpang pesawat baru-baru ini di empat pasar representatif (AS, Inggris, UEA, dan Singapura), yang didukung oleh masukan dari para ahli perilaku.

Riset tersebut menemukan beberapa kesenjangan penting:

Meskipun 80% dari responden mengaku tahu apa yang harus dilakukan dalam evakuasi darurat, hanya 61% yang menjawab dengan benar bahwa mereka harus meninggalkan semua barang pribadi dan keluar dari pesawat.

33% mengatakan bahwa mereka telah melihat laporan tentang orang-orang yang membawa barang bawaan mereka selama evakuasi. Dari jumlah tersebut, 22% menunjukkan bahwa mereka kemungkinan akan melakukan hal yang sama.

Banyak penumpang melebih-lebihkan waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi. Hanya 18% yang tahu bahwa prosedur evakuasi pesawat dirancang berdasarkan patokan keselamatan 90 detik, sedangkan 38% menunjukkan bahwa itu bisa memakan waktu tiga menit atau lebih.

Satu dari sepuluh penumpang mengakui bahwa mereka mungkin masih membawa barang bawaan selama evakuasi, atau mengikuti orang lain yang melakukannya, bahkan ketika diinstruksikan untuk tidak melakukannya.

60% mengatakan mereka cenderung tidak akan membawa bagasi jika barang-barang kecil penting sudah terpasang di tubuh mereka.

Bagi sebagian penumpang, hal itu dapat mengakibatkan bencana. Bahkan hanya satu atau dua penumpang yang meluangkan beberapa detik ekstra untuk mengumpulkan barang-barang pribadi dapat membahayakan nyawa.

Itulah mengapa penting untuk membangun kebiasaan baik bagi semua penumpang, seperti memperhatikan demonstrasi keselamatan setiap kali dan menyimpan barang-barang penting, seperti paspor, uang, dan obat-obatan di saku mereka. Penting juga bagi penumpang untuk memahami konsekuensi dari tidak mendengarkan awak kabin.

“Selamatkan nyawa, bukan tas” dimaksudkan sebagai pengingat tegas tentang apa yang dipertaruhkan bagi semua orang dalam peristiwa evakuasi yang jarang terjadi,” kata Nick Careen, Wakil Presiden Senior Operasi, Keselamatan, dan Keamanan IATA.

Mengambil bagasi menimbulkan risiko bagi semua orang di dalam pesawat

Mengambil bagasi selama evakuasi dapat memperlambat pergerakan di dalam kabin, menghalangi lorong dan pintu keluar, mencegah penumpang menggunakan tangan mereka, dan melukai orang lain.

Tas juga dapat melubangi seluncuran evakuasi, menghalangi penerangan jalur keluar, tersangkut di kursi atau perlengkapan, dan menciptakan bahaya bagi awak dan petugas penyelamat di luar pesawat.

Risiko tidak terbatas pada orang yang membawa tas. Seorang penumpang yang berhenti untuk mengambil bagasi dapat menunda penumpang lain, mengganggu perintah awak, dan memengaruhi penggunaan pintu keluar dan seluncuran.

Video Kampanya: Bersiaplah sebelum lepas landas dan mendarat

Video kampanye ini dikembangkan dengan masukan dari spesialis perilaku manusia untuk membantu memastikan pesan tersebut jelas, mudah diingat, dan efektif bagi penumpang. Video ini sengaja menggunakan citra surealis dan skenario yang dilebih-lebihkan untuk meninggalkan kesan yang mendalam pada pemirsa.

Kampanye ini mendorong Penumpang diimbau untuk berpikir ke depan dengan menyimpan barang-barang penting seperti paspor, uang, dan obat-obatan di tempat yang aman sebelum lepas landas dan mendarat.

Pesan inti kampanye untuk penumpang adalah:
*Perhatikan awak kabin
*Tinggalkan semua bagasi
*Jangan merekam atau memotret
*Terus bergerak
*Keluar dengan cepat

Peluncuran di seluruh industri

Aset digital kampanye dapat digunakan oleh maskapai penerbangan dan mitra industri lainnya untuk berinteraksi dengan penumpang secara langsung atau melalui saluran media sosial mereka.

Aset kampanye juga akan tersedia untuk media dan entitas lain dalam rantai nilai penerbangan untuk membantu mengedukasi penumpang tentang evakuasi pesawat dengan aman jika terjadi keadaan darurat.

ACI Peringati Hari Akreditasi Sedunia 2026

this formate

ARLINGTON, AS, bisniswisata.co.id: Setiap hari, organisasi di seluruh dunia mengandalkan akreditasi untuk menunjukkan kompetensi dan membangun kepercayaan. Mulai dari teknologi baru dan transformasi digital hingga pengelo-laan lingkungan dan perdagangan global, akreditasi memberikan fondasi bagi dunia yang lebih aman, cerdas, dan berkelanjutan.

Pada 9 Juni 2026 menandai Hari Akreditasi Dunia (#WAD2026), sebuah inisiatif global yang didirikan untuk mempromosikan nilai akreditasi. Pada World Accreditation Day 2026, kita merayakan peran penting akreditasi dalam mendorong inovasi, kepercayaan, dan pembangunan berkelanjutan.

“Seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya harapan akan keberlanjutan, kemajuan membutuhkan bukti.” Akreditasi membantu inovasi bergerak lebih cepat dan lebih aman, membantu klaim keberlanjutan bertahan dalam pengawasan, dan membantu membangun kepercayaan pada hasil yang diandalkan oleh regulator, bisnis, dan konsumen.” kata Brahim Houla, Ketua ACI Global

Hari Akreditasi Dunia didirikan oleh Forum Akreditasi Internasional (IAF) dan Kerja Sama Akreditasi Laboratorium Internasional (ILAC) setelah keputusan bersama pada tahun 2007 untuk menciptakan hari global khusus yang mengakui nilai akreditasi.

Dirayakan setiap tahun pada tanggal 9 Juni, Hari Akreditasi Dunia telah menjadi platform global bagi komunitas akreditasi untuk menunjukkan bagaimana akreditasi membangun kepercayaan pada produk, layanan, dan sistem di seluruh dunia.

Global Accreditation Cooperation Incorporated (Global ACI) adalah otoritas internasional dalam akreditasi laboratorium, badan sertifikasi, badan inspeksi, penyedia pengujian kemampuan, badan validasi / verifikasi, produsen bahan referensi, dan biobank.

Anggota Global ACI meliputi badan akreditasi, badan kerja sama regional, dan organisasi pemangku kepentingan dari seluruh dunia. Akreditasi adalah evaluasi independen terhadap badan penilaian kesesuaian berdasarkan standar yang diakui untuk memastikan ketidakberpihakan dan kompetensi mereka.

Akreditasi yang kompeten, tidak memihak, dan transparan membangun kepercayaan global – memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa produk, layanan, dan sistem aman, andal, dan berkontribusi pada kehidupan sehari-hari yang lebih berkelanjutan.