Nia Ramadhani Pilih Liburan ke Luar Negeri

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Setelah menjadi bagian dari keluarga Bakrie, kehidupan artis peran Nia Ramadhani sudah jauh dari dunia akting. Dan lebih banyak menghabiskan waktu liburannya ke luar negeri bersama suami Adri Bakrie dan ketiga anaknya. Habis liburan, Nia sering mengunggah liburannya itu di media sosial.

Prianti Nur Ramadhani, nama panjang Nia tak memungkiri setiap kali liburan keluarganya selalu memilih untuk melancong ke luar negeri. Bahkan dalam satu tahun, Nia dan keluarga bisa tiga kali bepergian. Untuk waktunya sendiri, kapan saja Nia pun bisa berangkat asal menunggu sang suami libur kerja.

“Mungkin kalau ke luar negeri kan ya harus nunggu bapaknya libur juga dari kantor. Dia juga butuh refreshing kan ya. Kalau kita sih enggak ada keperluan ke kantor, setiap hari masih bisa pergi-pergi,” ungkap Nia Ramadhani saat dijumpai di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ahad (22/9).

Nia beralasan, dengan pergi bersama ke luar negeri, waktu berkumpul dengan keluarga menjadi lebih akrab. “Kalau di sini kan di Jakarta, walaupun kita satu kota, tapi kan ada yang di sana, ada yang di sini. Nah, kalau liburan kan benar-benar sama keluarga, dari bangun sampai tidur lagi sama-sama. Jadi memang untuk kebersamaan,” ujar ibu tiga anak Mikhayla Zalindra Bakrie, Mainaka Zanatti Bakrie, dan Magika Zaladrie Bakrie

Saking seringnya pergi, anak-anak Nia sampai tak bisa membandingkan antara Bandung dan Amerika. “Ini kayaknya Bandung sama Amerika sama saja. Dia enggak ngerti bedanya ke mana ke mana karena sama-sama juga. Dan dia kayaknya ke mana-mana nyaman,” kata pemeran Suster Ngesot (2007), Hantu Jembatan Ancol (2008) dan Kesurupan Felina (2009).

Mengawali karier sebagai seorang penari cilik sejak tahun 1995, dalam perjalanan kehidupan Nia semakin sukses sehingga membuat iri banyak perempuan, namun wanita kelahiran Jakarta 29 tahun lalu menampik bahwa hidupnya selalu sempurna. (ndy)

Australia Perbaharui Travel Advice ke Indonesia, Ada Apa?

this formate

CANBERRA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affais and Trade (Departemen Hubungan Luar Negeri dan Perdagangan) sempat memperbaharui travel advice atau imbauan perjalanan bagi warganya yang berkunjung ke Indonesia. Salah satunya karena adanya rencana Revisi Kitab Undang Undang Hukum Pidana ( RKUHP).

Travel advice dikeluarkan pada Jumat (20/9) lewat situs resmi pemerintah Australia, Smartaveller.gov.au. Dalam situs itu, tertulis kemungkinan turis Australia terkena resiko penjara atau denda saat berwisata di Indonesia. Meskipun tetap dituliskan aturan undang-undang baru berlaku dua tahun setelah disahkan.

Beberapa detail yang difokuskan oleh pemerintah Australia bagi warganya yang ingin berwisata ke Indonesia, terkait RKHUP adalah: seks di luar nikah, termasuk bagi hubungan sesama jenis, tinggal bersama di luar stastus nikah, tindakan tak senonoh di tempat umum, menghina presiden, wakil presiden, agama, simbol negara dan institusi, menggangu ideologi pancasila.

Travel advice sudah diumumkan sejak Jumat (20/9). Pada Senin (23/9) travel advice tersebut diperbarui. “Kami telah memperbarui travel advice kami untuk memasukkan informasi baru tentang kemungkinan perubahan di masa depan terhadap KUHP Indonesia. Setiap perubahan hanya akan mulai berlaku dua tahun setelah undang-undang baru disahkan (lihat undang-undang),” seperti dikutip dari Smarttraveller.gov.au.

“Kami belum mengubah tingkat imbauan kami ‘berwisata dengan sangat hati-hati’ di Indonesia, termasuk Bali. Tingkat yang lebih tinggi berlaku di Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah, dan Provinsi Papua,” tambahan tertulis dalam situs web tersebut.

Profesor di Melbourne University Tim Lindsey, yang juga menjabat sebagai director of the Centre for Indonesia Law, Islam and Society mengatakan peraturan mengenai seks di luar nikah akan menciptakan masalah besar bagi orang asing jika itu diberlakukan.

“Apakah wisatawan (asing) harus membawa akta pernikahan saat berkunjung ke Indonesia? Ini juga membuat wisatawan asing rentan diperas. Akan sangat mudah bagi polisi di Bali untuk berkata ‘kamu belum nikah, kamu harus bayar’. Itu skenario yang sangat mungkin,” jelas Lindsey kepada The Sydney Morning Herald, Senin (23/09/2019).

Dalam laporan The Sydney Morning Herald menyebutkan rencana Revisi Kitab Undang Undang Hukum Pidana ( RKUHP) membuat banyak turis asing, terutama dari negara-negara Eropa dan Australia, mulai berpikir ulang untuk berwisata ke Indonesia, termasuk Bali dan NTB.

Pasalnya, dalam RKUHP, tepatnya pada pasal 417 terdapat aturan yang melarang persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istri dengan sanksi penjara paling lama satu tahun atau denda kategori II. Tambahan pula pasal 419 yang melarang pasangan belum menikah, hidup bersama dapat dipenjara paling lama enam bulan atau denda kategori II. Denda tersebut bernilai sekitar Rp 50 juta.

“Saya mengerti kami tidak bisa berpegangan tangan atau berciuman di pura atau tempat religius lain. Namun saya tidak ingin khawatir melakukan sesuatu yang normal di kampung halaman tetapi bisa kena masalah untuk itu. Ya, kami akan mempertimbangkan lagi untuk datang ke Bali,” kata turis asal Inggris Rosa Hughes dan pasangannya Jake Rodgers yang menginap di daerah Kuta, Bali, seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald, Senin (23/09/2019).

Turis lain asal Perth, Australia, Kelly Ann mengatakan rencana RKUHP tidak akan memengaruhinya. “Saya percaya mereka yang masuk dalam kategori ini (pasangan belum menikah) tidak akan datang kembali. Kami akan kembali ke Bali, tetapi pasti akan kehilangan beberapa orang,” jelas Ann.

Profesor di Melbourne University Tim Lindsey, juga menjabat sebagai Director of the Centre for Indonesia Law, Islam and Society mengatakan peraturan mengenai seks di luar nikah akan menciptakan masalah besar bagi orang asing jika itu diberlakukan.

“Apakah wisatawan (asing) harus membawa akta pernikahan saat berkunjung ke Indonesia? Ini juga membuat wisatawan asing rentan diperas. Akan sangat mudah bagi polisi di Bali untuk berkata ‘kamu belum menikah, kamu harus bayar’. Itu skenario yang sangat mungkin,” jelas Lindsey kepada The Sydney Morning Herald.

Peneliti di International Institute for Strategic Studies, Aaron Conolly di Singapura mengatakan perubahan hukum akan memiliki dampak besar bagi pariwisata Bali dan daerah lain di Indonesia.

Apalagi saat ini pemerintah Jokowi sedang gencar mempromosikan 10 Bali Baru untuk mendorong pertumbuhan pariwisata. “Perwakilan negara Eropa di Jakarta secara privat menginformasikan kepada para anggota DPR mereka akan melakukan pembaruan pada travel warning (peringatan perjalanan) dan akan ada pemberitaan media massa yang buruk. Namun saran itu tidak dihiraukan,” pungkas Conolly.

“Saya kira para pembuat undang-undang ini tidak mengerti bahwa meskipun undang-undang ini sebagian besar tidak akan diterapkan pada orang asing, mereka tidak paham akan berimbas pada pariwisata,” jelas Conolly.

Lindsey menambahkan, tentunya tak heran perwakilan negara asing di Indonesia termasuk Australia akan memperbarui travel advice (himbauan perjalanan). “Ini sangat beresiko dan mereka harus memperingati lebih dari satu juta wisatawan Australia yang bepergian ke sana (Indonesia) setiap tahun,” kata Lindsey.

Di tempat terpisah Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Prof. Azril Azahari, PhD menilai dampak turis asing tidak datang ke Indonesia, sangat tergantung pada RKUHP itu sendiri. Dengan kata lain apakah akan diloloskan atau tidak dan apakah berlaku bagi wisman atau tidak., hal itu sangat tergantung wakil rakyat serta pemerintah.

“Nampaknya parlemen atau DPRD secara tergesa-gesa mengangkat suatu RKUHP tanpa ada penjelasan detailnya sehingga menjadi ngambang. Kondisi ini membuat wisatawan asing mengalami ketidakpastian untuk datang berwisata ke Indonesia. Apalagi sampai ada yang membatalkan kunjungan ke Indonesia, inikan sangat merugikan bagi pariwisata kita,” papar Azril.

Dilanjutkan, solusi untuk mengatasi masalaini, hanya ada ditangan pemerintah beersama parlemen (DPR), segera memberikan penjelasan yang detail terhadap RKUHP tersebut dan sosialisasinya sejauh mana,” paparnya. (end)

Flynas Terbang Langsung Jakarta – Madinah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Flynas Airlines, maskapai internasional asal Arab Saudi berbeaya rendah, mulai beroperasi untuk pertama kalinya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, pada Ahad (22/09/2019). Flynas Airlines resmi melayani rute penerbangan Jakarta-Madinah dan Jeddah-Jakarta. Pembukaan rute penerbangan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat Indonesia melaksanakan umrah.

Selain itu, Flynas akan melayani jemaah umrah dengan dua penerbangan nonstop setiap minggu antara Jakarta-Madinah dan Jeddah-Jakarta menggunakan pesawat Boeing 747-400. Secara reguler terbang setiap hari Minggu dan Selasa dari Jakarta ke Madinah dan Sabtu-Senin dari Jeddah ke Jakarta. Penerbangan perdana Flynas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta terjadi pada jadwal penerbangan XY 983 pukul 10.50 WIB. Check-in counter berada di Island B14-B19.

“Ini seakan menandai pertumbuhan konektivitas penerbangan. Kami sangat antusias dan akan menyambut kepercayaan Flynas. Terminal 3 memang kini semakin menunjukkan pelayanan yang berkelas dunia,” ujar Senior Managerof Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang dalam keterangan resminya, Senin (23/09/2019).

Kelebihan dari Flynas salah satunya yakni penerbangan langsung. Flynas memiliki penerbangan ke Indonesia langsung dari Jakarta ke Madinah, kembali dari Jeddah ke Jakarta. Flynas hanya akan melayani penerbangan Umrah dan Haji dengan jadwal penerbangan dua kali dalam sepekan yakni hari Ahad dan Selasa.

Dilanjutkan, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta saat ini telah didukung dengan berbagai fasilitas berteknologi canggih dan modern seperti telah tersedianya mesin penanganan bagasi otomatis atau baggage handling system (BHS) yang memiliki pendeteksi keamanan sampai tingkat 5.

Kemudian ada mesin check-in mandiri, CCTV yang terpasang di 600 titik dan WiFi. Karenanya, Febri optimistis Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta akan menjadi pemicu berkembangnya bisnis Flynas.

“Kami memang concern terhadap pelayanan. Termasuk pelayanan kepada para pengguna jasa penerbangan umrah dan haji. Setiap tahun PT Angkasa Pura II selalu berupaya meningkatkan pelayanan bagi para calon jemaah haji, baik pada periode keberangkatan maupun saat kepulangan jemaah haji di Tanah Air,” ujarnya.

Direktur Komunikasi dan juru bicara Flynas Ahmed Ibrahim Al-Musained mengatakan, pembukaan rute penerbangan ini merupakan respon atas tingginya minat masyarakat Indonesia yang akan melaksanakan umrah. “Jakarta telah menjadi salah satu tujuan wisata utama dan favorit Flynas,” kata Al-Musained dalam keterangannya.

Sejak beroperasi tahun lalu, imbuhnya, Flynas telah mengangkut lebih dari 200.000 jemaah umrah asal Indonesia. Langkah ini pun sejalan dengan target Visi 2030 untuk menampung 30 juta tamu umrah dan masing-masing 5 juta jamaah haji setiap tahun.

Direktur Komersial Flynas Maen A Hussein menambahkan Indonesia merupakan pasar potensial dan pasar kedua Flynas. Sehingga menempatkan dan menambahkan Indonesia sebagai pasar strategis utama dan rute jaringannya. Antusiasme Flynas untuk melayani penerbangan umrah, didasari atas tingginya jumlah visa umrah yang dikeluarkan Arab Saudi untuk pasar Indonesia yang melebihi 1 juta setahun dan jumlah penumpang haji melebihi 220.000 orang.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Joko Asmoro berharap akan lebih banyak pilihan penerbangan untuk melayani jemaah umrah menuju Arab Saudi. Flynas terbang dari sejumlah kota lain mengingat tingginya minar masyarakat di daerah untuk melaksanakan ibadah umrah.

Terkait dengan harga, Joko mengatakan, sekarang masalah harga sangat terbuka dan masyarakat bisa memilih penerbangan yang diinginkan baik penyelenggara maupun oleh jemaah sendiri. Namun kebanyakan jemaah Indonesia memilih terbang langsung ke Madinah dan pulang lewat Jeddah. “Flynas mengambil momen untuk terbang menuju Madinah dan kembali lewat Jeddah,” sebut Joko.

Terkait jumlah jemaah umrah, Joko mengatakan, tiap tahun selama dua tahun terakhir ini jemaah umrah mencapai 1 juta orang. Ia memperkirakan tahun ini naik menjadi 1,2 juta orang. (ndy)

Dampak RKUHP, Turis Australia Ramai-ramai Batalkan Wisata ke Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Wisatawan asal Australia ramai-ramai mulai membatalkan rencanan liburan ke Bali karena takut rencana Revisi Kitab Undang Undang Hukum Pidana ( RKUHP). Disebutkan: “Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori II,” tertulis dalam Pasal 417 RKUHP.

Pengelola 30 villa di Bali, Elizabeth Travers mengatakan saat ini sudah ada pembatalan pesanan karena wacana RKUHP. “Meskipun undang-undang belum berubah, saya sudah menerima beberapa pembatalan. Salah satu klien mengatakan mereka tidak lagi yakin untuk ke Bali karena mereka bukan pasangan menikah,” kata Travers di Denpasar dikutip dari Dailymail, Senin (23/09/2019).

Travers yang sudah tinggal di Bali selama 15 tahun mengatakan jika benar disahkan, RKUHP akan membawa dampak serius bagi pariwisata di Bali. Bahkan, ada juga turis asal Australia yang memandang skeptis RKUHP. Seperti turis perempuan yang tak disebutkan namanya, diwawancara oleh jaringan TV asal Australia, 9News. “Ini benar-benar konyol. Aku tak tahu bagaimana cara mereka mempolisikan hal ini. Aku rasa butuh banyak waktu,” katanya.

Sementara Kalangan media di Australia hari Jumat (20/9/2019) menyoroti kontroversi salah satu pasal dalam RKUHP berpotensi mengancam kedatangan para turis asing ke Bali bila diloloskan oleh DPR. Kontroversi Pasal Perzinahan di KUHP menyebutkan “Mereka yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara satu tahun. Turis asing yang mengunjungi Bali bisa dikenai juga pasal serupa Departemen Luar Negeri Australia sudah mengeluarkan peringatan perjalanan berkenaan dengan kemungkinan lolosnya pasal tersebut,” .

Pasal yang berkenaan dengan hukuman bagi mereka yang tidak menikah namun tinggal bersama, tindakan yang bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman penjara “Perubahan hukum bisa menghancurkan turisme di Bali” demikian judul berita koran The Age di Melbourne dan The Sydney Morning Herald (SMH) di Sydney yang merupakan bagian dari kelompok media Fairfax.

Koran lainnya The Daily Telegraph yang merupakan bagian dari kelompok News Group juga menulis hal serupa. “Jangan pergi: Warga Australia Disarankan Hindari Bali” tulis beritanya.

Dampak dari kemungkinan lolosnya pasal perzinahan tersebut adalah bahwa turis asing termasuk dari Australia yang tidak menikah atau belum menikah bisa dikenai pasal tersebut ketika mereka berlibur ke Bali atau daerah wisata Indonesia lainnya.

Kekhawatiran tersebut tampaknya nyata, dengan situs peringatan perjalanan di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) sudah diperbarui dengan memasukkan peringatan agar turis berhati-hati dengan kemungkinan pasal tersebut diloloskan pekan depan. “Kami memperbaiki peringatan perjalanan dengan memasukkan informasi baru mengenai kemungkinan perubahan pada UU Hukum Pidana Indonesia. Perubahan UU itu akan mulai berlaku dua tahun setelah UU tersebut disahkan,” demikian peringatan DFAT yang dibuat hari Jumat (20/9/2019).

Berbagai kedutaan asing di Indonesia diperkirakan juga sedang menunggu dan melihat apakah pasal tersebut akan diloloskan oleh DPR minggu depan, sebelum mengeluarkan peringatan perjalanan.

The Age dan SMH mengutip Prof Tim Lindsay dari Universitas Melbourne mengenai dampak dari pasal perzinahan tersebut kalau diloloskan. “Apakah turis harus membawa surat nikah ketika mereka berkunjung ke Indonesia?” kata Prof Lindsay.

Prof Lindsay yang juga adalah Direktur Centre for Indonesian Law, Islam and Society di universitas tersebut mengkhawatirkan dampak dari pasal tersebut yang bisa digunakan oleh pihak tertentu untuk pemerasan terhadap warga asing.

“Warga asing bisa menjadi sasaran pemerasan. Akan mudah sekali bagi polisi di Bali mengatakan anda tidak menikah, anda harus membayar. Ini besar kemungkinannya terjadi,” kata Prof Lindsay seperti dikutip the Age.

Seorang pengamat lain Aaron Connelly yang bekerja di lembaga pemikir International Institute for Strategic Studies di Singapura mengatakan bila pasal tersebut diloloskan, maka dampaknya terhadap kedatangan turis asing ke Bali dan daerah lainnya akan besar.

Padahal Presiden Jokowi dan jajaran Pariwisata sedang berusaha menjual destinasi baru selain Bali agar menarik lebih banyak turis datang. “Kedutaan Asing di Jakarta secara diam-diam sudah memberitahu anggota DPR bahwa mereka akan mengeluarkan peringatan perjalanan dan liputan media asing akan buruk soal ini. Namun pendapat mereka tampaknya tidak diperhatikan,” kara Connelly.

“Saya kira para anggota parlemen tidak mengerti bahwa pasal ini tidak berlaku untuk turis asing, namun mereka mereka tidak mengerti itu akan berdampak pada pariwisata.”

Menurut The Age, di Denpasar beberapa turis asing yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka akan menghindari untuk datang ke Bali bila pasal dalam UU tersebut disahkan.

Turis perempuan asal Inggris Rose Hughes dan pacarnya Jake Rodgers yang berasal dari Norwich mengatakan mereka tidak akan datang lagi bila ada perubahan aturan mengenai perzinahan tersebut. “Saya bisa mengerti bahwa kita tidak bisa bergandengan tangan atau berciuman di kuil atau di kawasan rumah ibadah.”

“Namun saya tidak mau dipenuhi rasa khawatir melakukan sesuatu yang normal di Inggris namun bisa menjadi masalah di sini. Ya saya akan mempertimbangkan untuk datang ke Bali,” katanya.

Seorang turis lain adalah Perth bernama Kelly Ann mengatakan perubahan UU itu bila diloloskan tidak akan mempengaruhi keputusannya untuk berkunjung ke Bali lagi. “Saya kira mereka yang masuk kategori tersebut tidak akan datang lagi. Kami akan datang lagi tahun depan, dan Bali akan kehilangan beberapa orang yang tidak mau datang lagi.”

Dalam reaksinya Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan bahwa pasal tersebut bila diloloskan tidak akan berlaku bagi turis asing. “Kami tidak khawatir. UU menghendaki adanya laporan seseorang. Sebagai tujuan wisata, kami juga menghormati Hukum Internasional. Di luar negeri, kebanyakan hubungan tanpa pernikahan adalah hal yang biasa. Bali selalu akan menerima semua turis, kami akan terus melakukan hal tersebut, bahkan ketika nanti adanya UU yang baru.” lontarnya.

Presiden Joko Widodo pada Jumat (20/9/2019) meminta DPR menunda pengesahan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( RKUHP) yang menuai polemik di masyarakat. Jokowi sudah memerintahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly untuk menyampaikan sikap pemerintah ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

“Saya perintahkan Menkumham untuk menyampaikan sikap ini kepada DPR ini. Agar pengesahan RUU KUHP ditunda dan pengesahannya tak dilakukan DPR periode ini,” kata Jokowi di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019).

Jokowi menyebut permintaan ini karena ia mencermati masukan berbagai kalangan yang berkeberatan dengan sejumlah substasi RKUHP. “Saya berkesimpulan masih ada materi-materi yang butuh pendalaman lebih lanjut,” kata Jokowi. (end)

Hutan Gunung Semeru Terbakar, Jalur Wisata Pendakian Ditutup

this formate

MALANG, bisniswisata.co.id: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian ke Gunung Semeru, Jawa Timur karena kebakaran hutan. Penutupan total tersebut dilakukan mulai Minggu (22/9) hingga batas waktu yang belum ditentukan.



“Berdasarkan kondisi terkini, kami menutup kegiatan wisata pendakian Gunung Semeru secara total karena terjadi kebakaran hutan di jalur pendakian Ayek-Ayek,” lontar Kepala Balai Besar TNBTS John Kennedi serpeti dilansir Antara, Ahad (22/09/2019).

Sementara, lanjut dia, kebakaran yang terjadi di Kalimati sudah berhasil dipadamkan oleh para petugas.

 “Di Kalimati sudah padam. Sekarang terjadi lagi kebakaran di Ayek-Ayek, dekat Ranu Kumbolo,” ujar John.

Penutupan jalur pendakian itu, tercantum dalam Pengumuman Balai Besar TNBTS Nomor PG.05/T.8/TU/TU.3/HMS/9/2019 yang menghentikan total kegiatan pendakian ke Gunung Semeru tersebut.

Sebelumnya, TNBTS hanya membatasi pendakian hingga Ranu Kumbolo. 
TNBTS membatasi pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo atau ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut.

Kebakaran di jalur pendakian Gunung Semeru terjadi sejak 17 September 2019 di lokasi Sumber Mani-Arcopodo-Kelik.

Berdasarkan informasi awal yang disampaikan Balai Besar TNBTS, kebakaran meliputi area seluas 6,5 hektare di Blok Ngamprong Resort PTN Ranupani dan area seluas 11,4 hektare di Blok Mentigi Renteng, Resort PTN Senduro,

Petugas sempat mengalami berbagai kendala untuk memadamkan api. Ada kurang lebih 25 petugas pemadam yang diterjunkan ke lokasi untuk mengatasi kebakaran hutan tersebut.

Beberapa kendala pemadaman kebakaran itu, di antaranya peralatan yang belum memadai, angin kencang, kesulitan untuk berkomunikasi, dan medan yang sulit dijangkau. Pihak Balai Besar TNBTS terus berupaya untuk memadamkan api yang tersisa dalam kebakaran hutan di Gunung Semeru itu. (ndy)

Festival Seribu Panci demi Lestarikan Kuliner Khas

this formate

BAUBAU, bisniswisata.co.id: Warga Kelurahan Bugi dan Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar Festival Kuliner Seribu Panci, Ahad (22/9/2019) petang. Festival seribu panci ini menampilkan berbagai masakan tradisional dengan menu yang khas dari masyarakat suku Cia-cia.

“Ini festival memperkenalkan sekaligus melestarikan jenis makanan tradisional yang dimiliki masyarakat Cia-cia Kelurahan Karya Baru. Ini baru event pertama dan nanti akan berkesinambungan,” kata Ketua Panitia Festival Kuliner Seribu Panci, Edi Asmar.

Dalam Festival tersebut, ribuan panci disimpan berjejer di atas tikar. Di dalam panci tersebut berisikan berbagai masakan khas suku Cia-cia. Jenis makanannya mulai dari kasoami, kapusu nosu, kahondo-hondo hingga singkong rebus dan ubi jalar rebus. Juga terdapat ikan yang diolah dengan khas tradisional seperti ikan bakar hingga aneka masakan ikan kering atau ikan asin.

Menurut Edi, Festival ini digelar agar masyarakat dapat mengonsumsi makanan tradisional yang pernah dimakan oleh orangtua dahulu. “Di sini kita bagaimana memasyarakatkan kembali makanan kuliner tradisional yang sudah lama ditinggalkan,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya festival ini, masyarakat dapat kembali mengonsumsi makanan tradisional tanpa nasi. Festival Kuliner Seribu Panci tidak saja dikunjungi oleh warga kota Baubau saja, namun juga dikunjungi dari warga kabupaten lain.

Riska, seorang pengunjung dari Kota Baubau, mengaku datang ke Festival Kuliner Seribu Panci ini untuk dapat mencicipi makanan tradisional. “Ternyata rasanya enak walau tanpa nasi. Saya berharap ini ke depannya bisa lebih kembangkan lagi menu tradisionalnya,” ucap Riska seperti dilansir laman Kompas.

Kuliner tradisional Baubau memang beraneka ragam, mayoritas bahan bakunya adalah ikan laut.Berikut makanan khas dari pulau Buton yang rasanya bikin nagih orang yang pernah mencicipinya:

Parende
Parende adalah jenis lauk khas pulau buton yang bahan dasarnya adalah ikan. Parende sama dengan sup ikan, namun parende punya daya tarik rasa yang tidak didapatkan dari sup ikan yang lain. Sekali saja kamu menikmati kuliner ini, maka kamu akan dibuat ketagihan olehnya. Parende sangat cocok dinikmati bersama nasi putih hangat atau kasuami (makanan khas buton lainnya yang terbuat dari ubi). Parende sangat digemari oleh masyarakat pulau buton dan sekitarnya. Rasanya yang lezat akan membuat orang yang mencicipinya akan selalu terkenang dan ingin mencicipinya kembali.

Kasuami

Makanan yang berbentuk seperti tumpeng ini terbuat dari kaopi (ubi kayu yang diparut dan diperas airnya hingga kering) yang dikukus menggunakan panci dari tanah liat dengan memakai cetakan khusus berbentuk topi kerucut. Kasuami adalah makanan pokok yang fungsinya sama seperti nasi, jadi akan lebih nikmat bila dimakan bersama lauk. Ikan parende atau kapinda (ikan pindang) adalah lauk yang pas saat menikmati kasuami. Di kota Bau-Bau, kasuami sangat mudah didapatkan karena hampir seluruh pasar tradisional menjual makanan ini. Harganya pun sangat terjangkau.

Kambewe gola

Kambewe gola adalah makanan yang terbuat dari jagung muda. Kambewe gola terbuat dari jagung muda yang dihaluskan kemudian dicampur kelapa dan gula merah. Setelah tercampur, adoannya dimasukkan ke dalam kulit jagung muda yang telah dibersihkan lalu di masak. Makanan khas ini biasanya hanya bisa dinikmati pada musim jagung saja. Karena saat ini pulau Buton dan sekitarnya sedang musim jagung, maka dengan mudah makanan tradisional ini bisa kita temukan di pasar-pasar tradisional.

Tuli-tuli

Sama seperti kasuami, tuli-tuli juga terbuat dari kaopi. Walau bahan dasarnya sama, namun rasanya tentu saja berbeda. Proses pembuatannya juga berbeda. Kasuami di kukus sedangkan tuli-tuli digoreng. Tuli-tuli adalah camilan khas pulau Buton yang sangat digemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bentuknya yang menyerupai angka delapan menjadi ciri khas dari camilan ini. Ada satu hal yang tidak boleh terpisahkan dari tuli-tuli, hal itu adalah sambal. Tuli-tuli akan terasa nikmat bila dimakan sambil dicocol ke dalam sambal. Tuli-tuli dan sambal adalah perpaduan yang sempurna.

Burangasa

Burangasa adalah camilan khas Buton yang rasanya juga menggugah selera. Namun tidak seperti tuli-tuli yang bahan dasarnya terbuat dari ubi, burangasa bahan dasarnya terbuat dari kacang merah (lawue male’i). Jika tuli-tuli cocok dinikmati pada sore hari, maka burangasa sangat cocok dinikmati pada pagi hari. Burangasa dapat dijadikan sebagai pilihan terbaik untuk menemani kamu menikmati teh atau kopi saat sarapan. Rasa kacang merah yang lezat dipadu manisnya gula merah menjadikan camilan ini cocok dinikmati oleh semua usia.

Kabuto
Kabuto merupakan makanan berasal dari Kabupaten Muna dan Buton yang berbahan dasar ubi atau singkong. Proses awalnya setelah ubi dibersihkan dibiarkan berjamur terlebih dahulu. Dalam jangka waktu lama dibiarkan mengering dan akan menambah rasa kenikmatan dan aroma dari makanan ini saat disajikan. Paling enak jika makanan ini disandingkan dengan kelapa parut sebagi garnisnya. Anda juga dapat memakannya dengan lauk ikan goreng dan ikan asin. Tekstur dari makanan ini sangat kenyal, namun ada juga yang terasa lembut seperti sebuah kue kering. Untuk mendapatkannya, di kota Kendari lumayan sulit, karena pada dasarnya penjual di pasar hanya menjual dalam bentuk ubi kering.

Lapa-Lapa
Lapa-lapa ini makanan khas Sultra yang mempunyai cita rasa gurih, sebagai pelengkap biasanya lapa-lapa ini disantap dengan ikan kaholeonarore (ikan asin). Dalam pengolahan lapa-lapa ini berasnya dimasak bersama-sama santan, hingga setengah matang kemudian diangkat dan didinginkan, kemudian direbus. Namun sebelum direbus dibungkus dulu menggunakan janur kelapa yang muda. Dimasyarakat suku Muna biasanya makanan ini dibuat saat menjelang hari raya umat muslim. Pembukaan puasa, lebaran idul fitri dan idul Adha. Dan pembuatannya pun butuh proses yang cukup lama demi mendapatkanb hasil yang maksimal. Tentunya dengan cita rasa yang luar biasa. (ndy)

Terminal LCC Bandara Soetta Tumbuh 4 %

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pasar penerbangan hemat rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta terus mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Periode 1 Januari-20 September 2019, jumlah penumpang maskapai berbiaya hemat (low cost carrier/LCC) khusus rute internasional di Soekarno-Hatta mencapai 3,16 juta penumpang.

“Jumlah tersebut meningkat 4% secara year-to-date dibandingkan dengan periode 1 Januari-20 September 2018 sebanyak 3,04 juta penumpang,” papar VP of Corporate Communication Angkasa Pura II, Yado Yarismano dalam keterangan resminya, Ahad (22/09/2019).

Dilanjutkan, Bandara Soekarno-Hatta mampu memaksimalkan aset yang ada untuk mengoptimalkan dan menggairahkan pasar LCC khususnya rute internasional. “Sekitar 60% penumpang di Soekarno-Hatta adalah generasi milenial yang merupakan target pasar utama bagi maskapai di segmen LCC,” lontarnya.

AP II, lanjut dia, sangat merespons positif untuk segmen LCC rute internasional, dan Angkasa Pura II mengoptimalkan pertumbuhan itu, dimana salah satunya dengan menetapkan Terminal 2F sebagai terminal khusus LCC mulai 1 Mei 2019. “Melalui LCC Terminal 2F, operasional penerbangan maskapai di segmen LCC juga dapat lebih optimal dan efisien. Saat ini, tingkat ketepatan waktu atau on-time performance khusus keberangkatan maskapai LCC mencapai 82%,” ucapnya.

Sementara itu, pergerakan pesawat pada 1 Januari-20 September 2019 tercatat 22.805 penerbangan atau naik 6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 21.517 penerbangan. Maskapai LCC yang melayani penerbangan rute internasional di Soekarno-Hatta adalah AirAsia Group, Lion Air Group, Jetstar, Citilink, Cebu Pacific dan Scoot.

Setiap harinya total terdapat 104 penerbangan rute internasional yang dioperasikan maskapai LCC di Soekarno-Hatta, terdiri dari 51 keberangkatan dan 53 kedatangan. Rata-rata, terdapat 4 penerbangan per jam, sambungnya.

Penerbangan maskapai LCC dari Soekarno-Hatta saat ini didominasi tujuan negara-negara di ASEAN, selain juga terdapat rute menuju China. Adapun Angkasa Pura II bersama maskapai saat ini tengah gencar membidik pasar penerbangan jarak jauh atau long haul. Salah satu penerbangan long haul yang akan dibuka pada Oktober-Desember adalah rute Jakarta-Frankfurt (Jerman) oleh satu maskapai LCC yakni Citilink.

Angkasa Pura II juga sudah memiliki rencana revitalisasi LCC Terminal 2F yang mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan kemudahan. Sesuai dengan pola bisnis penerbangan berbiaya hemat, nantinya di LCC Terminal 2F akan mengutamakan fasilitas digital.

Jumlah check-in desk konvensional di LCC Terminal 2F akan dikurangi dari 20 unit pada 2020 menjadi 10 unit pada 2022. Di sisi lain, jumlah fasilitas self check-in ditambah menjadi 40 unit. Seiring dengan itu, Fasilitas self bag drop ditambah dari 10 unit pada 2020, menjadi 20 unit pada 2022.

“Pengembangan LCC Terminal 2F berkonsep technology implementation for value added services, dengan penerapannya melalui web check-in, self check-in, self bag drop dan lain sebagainya. Melalui itu semua, proses LCC Terminal 2F mampu mewujudkan proses keberangkatan dan kedatangan yang cepat sehingga menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan,” ungkapnya

LCC Terminal 2F merupakan wujud Angkasa Pura II dalam mendukung pertumbuhan pasar LCC. Tumbuhnya pasar LCC secara optimal dapat mendorong pertumbuhan pariwisata di Indonesia, tambahnya. (ndy)

Grup Kesenian BAGUS Sukses Gelar Pasar Malam Malmo 2019 Indonesisk Kvällsmarknad di Swedia

this formate

MALMO,  Swedia, bisniswisata.co.id: Pasar Malam Malmö 2019 (Indonesisk Kvällsmarknad) yang berlangsung di kota Malmo, Swedia,  mendapat sambutan meriah dengan melibatkan sejumlah warga asing sebagai penari, kata Nina Hansson, penyelenggara sekaligus pendiri Svensk Indonesiska Bagusföreningen-Malmo (Swedish Indonesia Bagus Organization).

” Acara berlangsung kemarin Sabtu 21/9 bertempat di Limhamn Folkets Hus, Malmö, Swedia. Dalam Pasar Malam tersebut, ditampilkan berbagai kesenian Indonesia, khususnya tari-tarian dan musik,” kata Nina Hansson.

Tim tari dari Bagusföreningen, yaitu Tim Anak Bagus (tim tari anak-anak) dan Tim Menari Bagus menampilkan berbagai tarian tradisional Indonesia. Tim Tari tersebut dikooordinir oleh Nina Hansson dan Eka Resmiati Gunnarsson.

Para penari anak-anak maupun dewasa datang dari Amerika Serikat, Bosnia, Swedia, Iran dan Ekuador yang berlatih dengan tekun beberapa tarian Indonesia sehingga sering tampil memperkenalkan budaya dan musik tradisional Indonesia.

Menurut Nina, Svensk Indonesiska Bagusföreningen (Swedish Indonesia Bagus Organization) di Malmö merupakan Organisasi Indonesia-Swedia yang memiliki tujuan utama meningkatkan awareness dan ketertarikan khususnya mengenai kebudayaan Indonesia ke masyarakat Swedia dan sebaliknya.

“Saat ini, bertindak selaku Chairman Bagusföreningen adalah Hans Hansson. Kami melakukan kegiatan secara swadaya dan Bagusföreningen memiliki banyak anggota WNA mulai dari penari hingga Master of Ceremony ( MC) Bengt Sahlin asal Swedia dengan ketertarikan tinggi pada budaya Indonesia ” jelasnya.

Pasar Malam dengan beragam tarian dan musik                             mempromosikan budaya Indonedia di Swedia

Kali ini tim Anak Bagus menampilkan tarian Persembahan, Mbok Jamu, Tari Topeng, Tari Piring, Ondel-Ondel, dan Sajojo. Sedangkan Tim Menari Bagus menampilkan Tari Janger, Tari Burung Enggang, Tari Tor-Tor, dan Nandak Ganjen.

Menarik melihat penampilan Tim Anak Bagus dan Tim Menari Bagus, karena anggota timnya kebanyakan adalah keturunan WNA. Ingrid (AS), Wilhelm (Swedia), Minoo (Iran), dan Luna (Bosnia).

Walaupun demikian, tidak sedikitpun terlihat kecanggungan anggota Tim Anak ketika beraksi menarikan tarian tradisional Indonesia. Sama halnya dengan anggota Tim Menari Bagus, yaitu antara lain Amra (Bosnia), Patricia (Ekuador), dan Erika (AS), yang dengan luwes menari Janger hingga Tor-Tor. 

Pada sambutan pembukaannya, Dubes RI fi Swedia, Bagas Hapsoro mengingatkan kembali pentingnya untuk terus memperkuat persatuan. “Di Swedia ini, semua WNI menjadi sebuah keluarga besar, walau berbeda latar belakang suku dan agama,” ujarnya.

Semua bersatu menjadi sebuah keluarga besar, keluarga Negara Kesatuan Republik Indonesia, tambah Dubes Bagas. Dia berharap  WNI di Swedia dapat mencontoh gaya hidup “Lagoom” yang dilakukan oleh orang Swedia, yaitu kehidupan yang tidak berlebihan, menjunjung tinggi sifat sopan santun, dan rendah hati.

“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih pada Bagusföreningen yang telah sangat aktif mempromosikan kebudayaan Indonesia dalam bentuk tari-tarian” ujar Bagas Hapsoro.

Pihaknya juga memberikan apresiasi sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia laSwedia yang selama ini mempromosikan kebudayaan Indonesia sehingga membuat nama Indonesia didengar oleh masyarakat internasional, khususnya di Swedia.

Menurut Nina, kemeriahan semakin terasa ketika Tim Anak Bagus menari Sajojo, yang kemudian juga diikuti oleh para pengunjung Pasar Malam. Turut tampil  musik dari pelajar di World Maritime University, dan penampilan band komunitas WNI di Swedia, dimana Dubes Bagas turut tampil memainkan keyboard dan bass.

Selain penampilan kesenian musik dan tari, para pengunjung juga disuguhi berbagai kuliner khas Indonesia, seperti Sate Ayam dan Asinan Jakarta. Sangat menarik melihat banyak warga Swedia yang lahap menyantap makanan Indonesia.

Tim tari Bagusföreningen telah kerap kali mengisi berbagai acara dan festival kebudayaan yang diselenggarakan di Swedia seperti Pesta Rakyat memperingati HUT ke-74 RI di Wisma Duta RI, Lidingö, Stockholm, 17 Agustus 2019. 

 

Traveloka Epic Sale, Tebar Diskon Hotel & Tiket Pesawat di Akhir Tahun

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mulai 25 September hingga 29 September 2019, Traveloka menggelar Epic Sale untuk memudahkan pelanggan merencanakan dan mewujudkan inspirasi perjalanan di akhir tahun 2019. Program ini memberikan potongan harga yang fantastik hingga 80 persen untuk layanan pemesanan hotel, tiket pesawat, rental mobil, shuttle bandara dan masih banyak lagi.

Bukan cuma menawarkan potongan harga menakjubkan, para pelanggan juga berkesempatan mendapatkan berbagai tambahan kupon diskon dan merchandise menarik dengan mengunjungi acara Traveloka Epic Saledi Mal Kota Kasablanka Jakarta.

“Acara yang berlangsung selama 5 hari ini mengusung konsep Travel Fair “instagram-able” pertama di Indonesia agar dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pelanggan dalam merencanakan perjalanan mereka,” papar Head of Marketing Accommodation Traveloka, Shirley Lesmana dalam keterangan resminya, Ahad (22/09/2019).

Program 2019 ini, lanjut Shirley, diharapkan dapat melanjutkan kesuksesan Traveloka Epic Sale pertama, yang berhasil mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Sekaligus terbukti dari peningkatan transaksi hingga dua kali lipat selama periode tersebut apabila dibandingkan dengan transaksi yang tercatat di awal tahun.

“Tak hanya itu saja, Epic Sale juga berkontribusi untuk serta mampu mendorong pertumbuhan industri perhotelan, saat bulan-bulan low season. Jadi Epic Sale ini sebagai wujud dukungan Traveloka kepada pariwisata khususnya tingkat okupansi hotel,” lontarnya.

Data internal Traveloka, terdapat lebih dari satu juta hotel yang bekerja sama dengan Traveloka, termasuk hotel, villa, resort, dan apartemen. Lokasi dan akomodasi tersebut tersebar di lebih dari 100 negara dengan 60.000 hotel di antaranya berada di Asia Tenggara.

VP Of Market Management Traveloka, John Safenson menambahkan melalui program ini bertekad untuk selalu memberikan pengalaman terbaik, tidak hanya bagi pengguna, namun juga untuk seluruh mitra bisnis Traveloka, seperti mitra hotel.

“Kami berharap kehadiran Traveloka Epic Sale yang kedua ini dapat mendorong pertumbuhan industri perhotelan di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Kami bekerja sama dengan berbagai jaringan hotel di seluruh dunia demi memastikan kenyamanan para pelanggan saat menginap di belahan dunia manapun.”

Transaksi Epic Sale yang kedua kalinya untuk 2019 ini, diharapkan naik dua kali lipat dibanding rata-rata transaksi selama tahun ini. Sebelumnya Traveloka juga menggelar acara serupa pada April lalu. Program tersebut tidak hanya akan memanfaatkan kanal online, namun juga akan langsung menjangkau para pelanggan secara offline di Fashion Atrium, Mal Kota Kasablanka, sambungnya,

Penawaran spesial Epic Hour yang banyak dinantikan kini hadir dengan lebih banyak produk yang berpartisipasi. Epic Hour produk akomodasi hadir mulai dari Rabu – Sabtu (24-28 September 2019) pada pukul 12.00 – 13.00 WIB untuk produk akomodasi. Tidak hanya itu saja, para pelanggan juga akan dimanjakan dengan kehadiran Secret Epic Hour produk akomodasi pada Sabtu dan Minggu pukul 18.00 – 19.00 WIB yang hanya bisa didapatkan dalam acara Traveloka Epic Sale di Mal Kota Kasablanka.

Selain itu, untuk produk tiket pesawat internasional setiap hari pada pukul 10.00 – 11.00 WIB selama periode program ini berlangsung untuk pembelian tiket ke berbagai destinasi luar negeri. Untuk produk transportasi lain juga memiliki penawaran Epic Hour, yakni Antar Jemput Bandara pada pukul 13.00 – 14.00 WIB, Rental Mobil pada pukul 14.00 – 15.00 WIB, dan Shuttle/ Travel Antar Kota pada pukul 17.00 – 18.00 WIB.

Serentak hadir di 3 negara, yaitu Indonesia, Thailand, dan Vietnam, Traveloka Epic Sale diharapkan dapat menjadi reward bagi para pengguna Traveloka mengingat waktu liburan yang terbatas di tahun 2019 ini. Selain itu, bulan September ini juga menjadi waktu yang krusial bagi masyarakat untuk mulai merencanakan perjalanan akhir tahun mereka, baik dari segi dana maupun alternatif produk perjalanan yang menunjang.

VP Operation, Singgasana Hotels & Resorts, I Nyoman Sarya menyampaikan pengalaman menyenangkan saat program Traveloka pertama pada bulan April lalu. “Kehadiran Traveloka Epic Sale mampu memberikan dorongan yang signifikan terhadap pertumbuhan industri perhotelan, khususnya Hotel Sultan. Pada program yang pertama, jumlah pemesanan kamar di hotel kami meningkat 18 kali lipat. Bahkan di saat low season, pemesanan hotel terbilang masih bagus,” ucapnya.

Ditambahkan, ada dua metode untuk dapat mengikuti Traveloka Epic Sale, yaitu melalui aplikasi Traveloka dan/atau mengikuti berbagai kegiatan dalam acara di Mal Kota Kasablanka. Untuk mendapatkan potongan harga di acara ini, para pelanggan dapat mengikuti petunjuk. Langkah Pertama, Unduh dan buka aplikasi Traveloka. Kedua, Dapatkan passport dan boarding pass dengan menunjukkan aplikasi Traveloka

Ketiga, Kumpulkan stempel dengan berpartisipasi di berbagai booth. Keempat, Temukan hidden coupon dan deals. Kelima, Tukarkan stempel untuk mendapatkan reward dan terakhir Coba peruntungan lebih besar dengan berpartisipasi di Grand Prize

“Saat ini, telah diunduh lebih dari 40 juta kali, Traveloka menjadi aplikasi penyedia produk perjalanan dan gaya hidup yang semakin melengkapi kebutuhan penggunanya. Saat ini, Traveloka menawarkan lebih dari 10 produk, termasuk transportasi, akomodasi, gaya hidup, layanan finansial, dan produk maupun layanan lainnya. Traveloka juga memberikan lebih dari 40 pilihan metode pembayaran untuk para penggunanya,” sambungnya. (ens)

Samin Ditetapkan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

this formate

BLORA, bisniswisata.co.id: KEARIFAN lokal Sedulur Sikep (Samin) di Klopoduwur,Kabupaten Blora, Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemebdikbud) nomor 65682/MPK.E/KB/2018. Penetapan itu dikukuhkan melalui sertifikat Mendikbud nomor 65682/MPK.E/KB/2018 yang menetapkan Sedulur Sikep (Samin) Blora sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Sertifikat yang ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy diserahkan Kemdikbud melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah kepada Pemkab Blora diterima oleh Wakil Bupati Blora Arief Rohman.

Ajaran Saminisme dan kearifan lokal Sedulur Sikep (Samin) yang diajarkan Samin Surosentiko (Raden Kohar) yang lahir di Blora pada 1859, berupa ajaran berbudi luhur dari mulai sikap hidup pribadi maupun sosial hingga membentuk sebuah keluarga besar dan berkembang di berapa daerah seperti Blora, Bojonegoro, Pati dan Kudus.

Sejarah panjang kaum Sedulur Sikep (Samin) menjadi banyak sororan, karena hingga dekad 70-an hidup dalam pengisolasian diri di beberapa daerah tersebut. Sikap menutup diri dari dunia luar kelompoknya ini, tidak lepas dari situasi dan kondisi saat itu yang tidak pernah kompromi dengan penjajah.

Sikap dan budaya saminisme tetap kukuh dalam keterisolasian diri di kampung di tengah hutan di daerah itu, bahkan setelah pendiri Samin Surosentiko meninggal saat menjalani pengasingan di Padang pada 1914, kaum Samin tetap mempertahankan ajaran yang diyakini kebenarannya hingga negeri ini merdeka.

Kaum Samin yang selalu tampil khas yakni berpakaian serba hitam, secara pelan mulai membuka diri. Ajaran luhur saminisme juga semakin dipahami oleh warga lain di luar kelompoknya. Bahkan kearifan lokal ini menjadi kekayaan budaya bangsa dan diakui sebagai khasanah budaya yang patut dibanggakan karena mengandung ajaran berbudi luhur tinggi.

“Salah satu ajarkan Saminisme yakni tidak boleh menyakiti sesama, saling menghargai dan menghormati sesama manusia, juga menjaga dan merawat alam sekitar,” kata Sesepuh Samin Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo seperti dilansir laman Media Indonesia, Ahad (22/09/2019).

Masih ada ajaran dasar yang hingga kini harus dipatuhi masyarakat Samin diantaranya: agama adalah senjata atau pegangan hidup, paham Samin tidak membeda-bedakan agama. Karena itu orang Samin tidak pernah mengingkari atau membenci agama karena yang penting adalah tabiat dalam hidupnya.

Jangan mengganggu orang, jangan bertengkar, jangan suka iri hati, dan jangan suka mengambil milik orang, bersikap sabar dan jangan sombong, manusia hidup harus memahami kehidupannya sebab hidup adalah sama dengan roh dan hanya satu, dibawa abadi selamanya. Bila berbicara harus bisa menjaga mulut, jujur, dan saling menghormati.

“Berdagang bagi orang Samin dilarang karena dalam perdagangan terdapat unsur ketidakjujuran dan Juga tidak boleh menerima sumbangan dalam bentuk uang,” imbuh Mbah Pramugi

Direktur Sejarah Ditjen Kebudayaan Kemdikbud Triana Wulandari mengapresiasi pemberian Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia untuk Sedulur Sikep (Samin) Blora. Blora selama ini dikenal karena kayu jati dan minyak bumi, juga kaya akan budaya.

Selain barongan dan batik Samin yang memiliki ciri khas tersendiri, juga ada sedulur sikep (samin) yang saat ini diangkat sebagai tema besar Platform Indonesiana “Cerita dari Blora” dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. “Ini luar biasa, potensi yang harus terus dikembangkan,” tambahnya.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengaku bangga atas penghargaan yang diberikan Kemendikbut ini, sehingga kearifan lokal Ini tetap akan dijaga sebagai warisan budaya bangsa yang tidak lekang oleh waktu.

“Setelah 2017 seni Barongan Blora ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, kini giliran Sedulur Sikep, diharapkan hal ini bisa semakin meneguhkan Blora sebagai Kota Budaya, Kota Barongan dan Buminya Samin Surosentiko,” ujar Arief. (ndy)