Sebulan, 8 Mal Yogyakarta Persembahkan Festival Kuliner

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisata kuliner Yogyakarta memang luar biasa. Beragam kulinernya, sajianya sangat memikat, rasanya sesuai selera dan lokasinya berada dimana-mana termasuk pasar tradisional pun tersedia. Kini ada terobosan menarik, penuh inovasi dengan menikmati santapan kuliner unik, menarik, tradisional serta sesuai khas daerah. Inovasi dan terobosan baru dengan dinikmati di mal – mal yang tersebar di kota budaya ini.

Sajian kuliner di Mal itu bertajuk Wonderful Indonesia Culinary And Shopping Festival (WICSF). Perhelatan yang berlangsung di delapan mal dan pusat perbelanjaan di Yogya yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY. Gelaran yang memasuki tahun keempat akan diadakan mulai 27 September sampai 27 Oktober 2019.

“Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Yogyakarta sekaligus menjadi agenda wisata yang mengenalkan kuliner lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Surya Ananta, Ketua APPBI DIY, Surya Ananta dalam keterangan resminya yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (25/09/2019).

Secara umum, lanjut Ananta, setiap mal akan menonjolkan keunikannya masing-masing dan mengangkat menu kuliner lokal yang mulai go international, seperti rendang, gado-gado, dan nasi goreng. Juga tak ketinggalan kuliner Yogyakarta ikut menyemarakkan seperti gudeg, krecek, oseng-oseng mercon, bakmi Jawa, Sate Klathak serta tak ketinggalan bakpia, lengko dan kuliner lainnya.

Soal Target kunjungan setiap mal pun beragam, tergantung dari kebijakan manajemen masing-masing mal dalam menyerap pengunjung. “Dan yang paling penting promosi dan publikasi festival kuliner ini harus digencarkan sehingga pengunjung mal akan semakin ramai,” ungkapnya.

Beberapa mal yang menggelar WICSF antara lain:

Plaza Ambarrukmo

Plaza Ambarrukmo menjadi mal pembuka rangkaian WICSF ke-4. Tema Taste of Harmony diusung selama tiga hari acara, mulai 27 sampai 29 September 2019 di Pendopo Royal Ambarrukmo. Pengunjung bisa menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman, misal, nasi bakar, cireng, aneka olahan seafood, asinan Bogor, mendoan, dan sebagainya.

Galeria Mal

Galeria Mal mengangkat tema Howdy Foodie pada 3 sampai 6 Oktober 2019. Pengunjung bisa menikmati beragam kuliner kekinian sembari menikmati pertunjukan menarik. Varian hiburan yang dihadirkan mengangkat konsep western country yang berkaitan dengan rangkaian program ulang tahun ke-24 mal ini.

Lippo Plaza Jogja

Lippo Plaza Jogja juga tidak ketinggalan. Mal ini berpatisipasi dalam ajang ini pada 4 sampai 6 Oktober 2019 dengan menghadirkan lebih dari 100 jenis kuliner yang disediakan oleh 40 tenant makanan dan minuman. Mal yang mengusung tema ReFOODlution 4 ini juga memberikan berbagai atraksi music dan hiburan untuk pengunjung yang bisa dinikmati di area Ground Floor dan Avenue of The Stars. “Kami juga ingin memperkenalkan fasilitas baru di mal ini yakni Avenue of The Stars, pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman dengan suasana outdoor diiringi live music,” kata Nazwar, Marketing Communication Lippo Plaza Jogja.

Sleman City Hall

Sleman City Hall juga berpartisipasi dalam WICSF ke-4 mulai dari 10 sampai 13 Oktober 2019. Selain menghadirkan ragam makanan berat, mal ini juga menampilkan hiburan kesenian tradisional yang bisa dinikmati pengunjung.

Malioboro Mal

Malioboro Mal menghadirkan festival kuliner di Atrium Utama pada 11 sampai 13 Oktober 2019. Selain itu, anak-anak juga bisa berpartisipasi dalam kompetisi bongkar pasang lasy dan lomba tari kreasi baru pada hari terakhir acara. “Festival ini kiranya dapat menarik lebih banyak pengunjung di akhir pekan dan berimbas positif terhadap omzet tenant,” ujar Eunike Set Satyarini, staf marketing and promotion Malioboro Mal.

Jogjatronik

Jogjatronik sebagai pusat perbelanjaan barang elektronik juga ambil bagian dalam WICSF mulai 12 sampai 20 Oktober 2019. Di tempat ini, pengunjung bisa membeli kebutuhan elektronik sambil menyantap kuliner. Promo yang ditawarkan cukup menarik, yakni mendapatkan harga khusus produk sekaligus voucher makan atau minum pilih sesukamu di booth kuliner. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mendapatkan es krim gratis untuk 100 pengunjung pertama per hari.

Hartono Mal

Hartono Mal menawarkan pesta cokelat dalam perhelatan yang digelar di Atrium Hartono Mal Yogyakarta pada 17 sampai 20 Oktober 2019. Jogja Cocoa Day 2019 yang diusung sebagai bagian dari WICSF ke-4 ini diisi oleh beberapa tenant cokelat yang dapat memanjakan pengunjung. Tidak hanya menyantap cokelat, pengunjung juga bisa memperoleh pengalaman lewat kegiatan chocolate creating experience, chocolate batik, face painting, chocolate museum, talkshow, workshop, dan bazar. Bagi pengunjung yang ingin menambah deretan koleksi foto di media sosial juga bisa memanfaatkan booth selfie berkonsep cokelat. Hartono Mal sengaja mengangkat cokelat karena ingin mengedukasi masyarakat. Cokelat kerap dihindari karena identik dengan membuat gemuk. Padahal, cokelat, terutama dengan kadar 70 persen, memiliki banyak manfaat, seperti menghilangkan stres dan mengurangi risiko diabetes. Data dari salah satu produsen cokelat di Indonesia menyebutkan konsumsi cokelat di Indonesia masih rendah, yakni hanya 0,5 kilogram per tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan fakta Indonesia adalah negara penghasil cokelat terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana.

Jogja City Mal

Jogja City Mal sebagai lokasi penutup rangkaian WICSF ke-4 pada 24 sampai 27 Oktober 2019. Pusat perbelanjaan ini juga akan membagikan jajanan khas tradisional Keraton Yogyakarta kepada pengunjung yang beruntung. (redaksi@bisniswisata.co.id)

2020, Target Kunjungan Wisatawan Tiongkok 2,8 Juta Orang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2020, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok ditargetkan tembus 2,8 juta orang dari total kunjungan turis ke Indonesia sekitar 20 juta orang. Target sebesar itu dianggap realistis, mengingat Negeri Panda itu merupakan pasar utama bagi pariwisata Indonesia yang setiap tahun memberikan kontribusi signifikan terhadap kunjungan wisman ke Indonesia.

“Turis Tiongkok selama berkunjung ke Indonesia rata-rata menghabiskan lama tinggal tujuh hari dengan pengeluaran sebesar US$1.019 per kunjungan per orang. Sementara destinasi yang paling favorit bagi wisman Tiongkok adalah Bali, Manado, Lombok, Jakarta, dan Kepulauan Riau (Batam dan Bintan),” papar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional I Kemenpar, Vinsensius Jemadu dalam keterangan resminya yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (25/09/2019).

Dilanjutkan, guna mendongkrak kunjungan turis China ke Indonesia, berbagai upaya dilakukan pemerintah, di antaranya menggencarkan promosi melalui berbagai misi penjualan (sales mission) maupun consumer selling dengan online travel agent (OTA) ternama di Tiongkok, seperti Ctrip, Tuniu, dan Tongcheng.

Upaya lainnya dengan kembali menggelar Indonesia Festival (Inafest) 2019 pada 20-22 September 2019 di Oriental Pearl Tower (OPT) yang merupakan ikon kota Shanghai, Tiongkok. Penyelenggaraan Inafest 2019 merupakan kali keempat.

“Event Inafest 2019 ini diharapkan dapat meningkatkan awareness terhadap Wonderful Indonesia melalui seni budaya dan produk Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat Tiongkok, sehingga dapat menarik wisatawan asal Tiongkok untuk berkunjung ke Indonesia,” lontar Vinsensius.

Booth Wonderful Indonesia turut diramaikan oleh tim kesenian yang membawakan tari-tari tradisional serta angklung interaktif, coffee corner oleh barista, dan workshop membuat batik oleh Ambassador of Indonesian Batik (Putri Batik Nusantara).

Juga menawarkan informasi pariwisata, di antaranya mengenai perkembangan terkini pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas sebagai ’10 New Bali’, termasuk lima destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobodur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. \

Data Biro Pusat Statistis (BPS) menyebutkan secara kumulatif, Januari-Juli 2019, jumlah kunjungan turis asing mengalami kenaikan mencapai 9,31 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 2,63 persen jika dibandingkan kunjungan wisman periode sama tahun sebelumnya yang berjumlah 9,07 juta kunjungan.

Berdasarkan kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari Malaysia sebanyak 240,3 ribu kunjungan, Tiongkok 193,8 ribu kunjungan, Singapura 145,0 ribu kunjungan, Australia 138,3 ribu kunjungan, dan Timor Leste 108,6 ribu kunjungan. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Komunitas Kopi Nusantara Selenggarakan Malioboro Coffee Night Sekaligus Peringati Hari Batik Nasional

this formate

Suasana  informal jumpa pers Malioboro Coffee Night

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.idKomunitas Kopi Nusantara kembali menggelar Malioboro Coffee Night untuk  ketiga kalinya sekaligus memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Tahun ini lokasi berlangsung  di pedestrian Malioboro Yogyakarta.

Ketua Panitia Malioboro Coffee Night Anggi Dita mengatakan kegiatannya a.l bursa Kopi yang akan digelar di Loko Coffee Shop pada 30 September hingga 1 Oktober 2019. Dalam kegiatan ini akan diperkenalkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan masyarakat bisa membeli hasil olahan atau produk dari petani kopi secara langsung.

“Kami juga akan menggelar kejuaraan aeropress di lokasi yang sama. Ada 54 barista yang akan mengikuti lomba dan pemenang akan mewakili Y

Jogyakarta untuk lomba yang sama di tingkat nasional,” kata Anggi Dita

Di tempat yang sama juga akan digelar dialog tentang diplomasi kopi yang menampilkan tokoh masyarakat untuk kemajuan kopi dari Indonesia.

Sejumlah artis, musisi, budayawan dan seniman juga siap memeriahkan gelaran Malioboro Coffee Night di sepanjang Malioboro pada 2 Oktober malam, di antaranya Katon Bagaskara, dan Langit Sore yang dikenal dengan musik bergenre romantic-rap.

Sedangkan untuk acara puncak Malioboro Coffee Night akan digelar pada 2 Oktober mulai pukul 20.00 WIB. Panitia menyiapkan tiga titik untuk membagikan kopi gratis yaitu di Loko Coffee Shop, depan Malioboro Mall dan Kepatihan.

“Jumlahnya tidak kami batasi asalkan masih ada persediaan. Pembagian kopi gratis baru akan dimulai usai pembukaan hingga pukul 03.00 WIB,” katanya yang menyebut ada 110 anjungan yang akan menampilkan kedai kopi, petani kopi hingga industri pendukung termasuk peserta dari Jepang yang memperkenalkan mesin kopi.

Berdasarkan pengalaman dua tahun sebelumnya, lanjut Anggi, kegiatan Malioboro Coffee Night sangat diminati dan ditunggu masyarakat termasuk wisatawan mancanegara. 

“Kegiatan ini adalah daya tarik baru berwisata di Yogyakarta. Apalagi, kegiatan ini hanya digelar sekali dalam setahun,” katanya.

Sementara itu, salah satu penggiat kopi Agus Prasetyo mengatakan, konsumsi kopi untuk masyarakat Indonesia masih tergolong rendah meskipun Indonesia adalah produsen kopi dunia.

“Dari data, tingkat konsumsi kopi baru mencapai 1,3 kilogram per kapita per tahun. Masih rendah dibanding negara lain,” katanya.

Ia pun berharap, Malioboro Coffee Night tersebut mampu mengangkat kopi Indonesia sehingga masyarakat semakin mengenal kopi lokal, sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

“Kami memiliki harapan besar, dengan digelarnya event Malioboro Coffee Night, semakin mempertegas bahwa Yogyakarta telah mampu memposisikan diri sebagai kota dengan apresiasi terbaik untuk dunia kopi,” kata Agus Prasetyo.

Semua elemen konsisten menjadikan Jogjakakarta sebagai Kota Wisata Kopi Dunia. Kegiatan yang digelar untuk menyambut hari jadi kota Jogja ini memiliki karakter event yang berbeda yang di hadiri peserta penggiat kopi dari hulu ke hilir. 

Keunikan lainnya seluruh peserta, panitia serta seluruh elemen masyarakat yang hadir diharapkan dapat menggunakan pakaian atau aksesoris yang bertemakan batik karena sekaligus memperingati Hari Batik Nasional.

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta aktif  mengadakan beragam event. Sebelumnya digelar event bertajuk Malioboro Night Festival 2019 di kawasan Jalan Malioboro pula sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun asing.

Menpar Arief Yahya dakam kesempatan terpisah menjelaskan untuk Jawa Tengah dan DIY agar mampu menyumbang dua juta wisman pada 2020. Oleh karena itu perlu mempercepat pembangunan dari sisi Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas.

 

Selendang Mayang, Minuman Khas Betawi Nyaris Punah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kuliner makanan dan minuman khas Betawi, memang beragam. Sayangnya, beberapa di antaranya susah ditemui, malah nyaris punah ditelan maraknya kuliner asing yang menyerbu Ibu Kota. Salah satunya, minuman tradisional es selendang mayang. Minuman yang masuk nominasi Anugerah Pariwisata Indonesia tahun 2019 harus bersaing dengan sembilan minuman tradisional lainnya dari penjuru nusantara.

Selendang mayang sekarang jarang ditemukan, karena dikalangan masyarakat Betawi sendiri minuman ini dianggap minuman kuno, jadul dan yang menyakitkan dianggap ketinggalan zaman. Padahal sejak tahun 1940-an, selendang mayang yang merupakan kuliner turun-temurun dianggap minuman paling top. Seiring perkembangan zaman, apalagi masuknya kuliner impor mampu mengeser popularitas es selendang sehingga susah dicari.

Namun di acara-acara tertentu seperti Lebaran Betawi, juga ada di resto dan hotel sesuai pesanan yang punya acara maka minuman ini disajikan dan sering disertai dengan label “minuman Betawi jadul”. Selain menyegarkan, minuman ini dapat mengurangi rasa lapar karena dibuat dengan bahan dasar tepung beras ditambah syrup serta es batu. Beberapa penjual di kota tua membuat minuman ini dengan bahan dasar tepung hunkwe dengan alasan lebih mudah dan efisien.

Dinamakan selendang karena warna hijau dan merah yang berada di ujung kue, layaknya selendang penari. Sementara mayang merujuk pada arti manis dan kenyal. Kue yang dimaksud mirip kue lapis kanji. Adonan kue dibuat dari tepung kanji atau sagu aren, gula, air dan pewarna makanan. Adonan yang sudah matang kemudian dipotong tipis melebar seperti kue lapis sesaat sebelum es disajikan. Uniknya, untuk memotong kue ini digunakan bambu tipis.

Selanjutnya kue diracik bersama kucuran sirup gula merah dan es batu, lalu disiram kuah santan. Rasanya manis dengan semburat rasa gurih dari pemakaian santan. Paling enak dimakan dingin-dingin agar menyegarkan.

Dulu sesuai tradisi Betawi bahkan sampai sekarang meski jarang ditemui, selendang mayang biasanya disajikan saat pesta pernikahan, sunatan, menu takjil atau acara hajatan bernuansa budaya Betawi. Menyantap es ini kabarnya melambangkan kehangatan dan kemeriahan. Untuk menikmatinya, es selendang mayang banyak dijual pedagang pikulan. Ada juga yang kini sudah modern dengan memanfaatkan motor. Bisa ditemui di beberapa wilayah Jakarta, salah satunya sekitar Kota Tua.

Di daerah wisata Kota Tua Jakarta, Jakarta Utara, tepatnya di jalan sekitar pelataran Stasiun Jakarta Kota. Salah satu penjualnya bernama Jaip. Ia mengaku sudah berjualan es selendang mayang selama 12 tahun. “Dulu harganya masih Rp 2.000 tapi sekarang gara-gara ngikutin zaman jadinya seporsi Rp 5.000,” kata Jaip sambil memegang gelas plastik yang menjadi wadah es selendang mayang.

Jaip menjelaskan cara pembuatan es ini. Bahan yang paling penting dalam pembuatan adonan kuenya adalah tepung kue dan sagu aren. Kedua bahan ini akan dicampur dengan air dan dimasak perlahan di kompor. “Untuk buat kuenya perlu satu jam dimasak, tapi kan nggak langsung jadi habis dimasak. Dinginnya bisa sampai enam jam, baru kenyal,” ujar Jaip.

Seperti dikutip laman Kompas, Selasa (24/09/2019) Jaip mengaku bisa menjual sampai 80 porsi es ini dalam sehari. “Itu saya juga tidak sendiri, ada teman saya dua lagi yang jualan hal yang sama sekitaran sini,” ujar Jaip. Bagi dia, jumlah ini tergolong sedikit. Sepuluh tahun lalu, ia mengaku bisa menjual hingga 300 porsi es. “Tahun 2010-an, itu saya bisa tiga kali bolak-babik rumah saking sering banget habis. Sekarang satu kali juga syukur,” ujar Jaip yang biasanya berjualan mulai jam 08.00-11.00 WIB. (ndy)

Era Revolusi Industri 4.0, Milenial Minati Wisata Budaya

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Era revolusi industri 4.0 dan perkembangan segmentasi pasar pariwisata Jawa Barat (Jabar), ternyata lebih diminati wisatawan Milenial, yang mencapai 49 persen. Karena itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar menggelar acara budaya dengan menyasar generasi milenial. Event budaya itu bertajuk West Java Festival 2019 (WJFest 2019), di Gedung Sate Bandung pada 18 hingga 20 Oktober 2019.

“Selain merealisasikan visi Gubernur Jabar pelestarian budaya sekaligus mengenalkan ke milenial, festival ini diharapkan bisa lebih meningkatkan promosi di pariwisata,” lontar Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik dalam keterangan resminya, Selasa (24/09/2019).

Fokus utama dalam acara ini, sambung dia, mengangkat ragam budaya sekaligus melakukan pendekatan strategi meningkatkan kunjungan wisatawan secara luas, termasuk generasi muda. Dan untuk menyasar milenial, tema yang diusung “Honour Cultural Diversity”.

Dilanjutkan, ada beberapa konten yang akan menjadi sajian utama festival tersebut. Di antaranya, karnaval budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober Karnaval Budaya dengan melibatkan organisani perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi.

Pada 19 Oktober, karnaval serupa dilangsungkan dengan mengangkat kebudayaan dari 34 Provinsi dan 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat. Tema ini dipilih, sebagai bentuk tindak lanjut dari Bhineka Tunggal Ika sekaligus sebagai perwujudan budaya Jawa Barat . “Yakni, budaya Jabar yang someah hade ka semah (ramah, red),” katanya.

Selain karnaval, acara lainnya dimeriahkan makanan, Bussines Meeting perjalanan wisata, Exposition dan Exebition, serta Week End Market GENPI. Secara mikro, festival ini akan bisa memberi dampak ekonomi dengan kapitalisasi sebesar Rp 5 miliar, dengan asumsi dikunjungi oleh 2.5000 pengunjung.

Bahkan ada perputaran makro ekonomi selama tiga hari minimal sebesar Rp 50 Miliar rupiah di sekitar kawasan Gedung Sate yang akan masuk ke dalam Kelompok PHRI dan ASITA serta Industri Pariwisata lainnya. “Pada acara festival, semua sistem transaksi sebesar 80 persen akan mempergunakan cashless atau transaksi elektronik. Kami bekerjasama dengan BJB-Digi,” katanya.

Pada WJFest-2019 pun dijadwalkan sebagai penanda launching branding Pariwisata Jawa Barat, yakni Smiling West Java dan Aplikasi Fintech untuk memfasilitasi para wisatawan melalui Smiling App yang di dalamnya terdapat Sistem Informasi Pariwisata Terpadu.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendukung WJFest 2019 yang mengangkat kebudayaan Jawa Barat. Selain sebagai upaya pelestarian seni dan budaya lokal, hal ini bisa menjadi salah satu opsi pariwisata. “Kami sangat komitmen menjadikan pariwisata sebagai lokomotif perekonomian karena sektor ini dapat merangkul semua kalangan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Apalagi festival ini digelar setahun sekali ditambah lagi kontennya sangat cocok dengan visi misi Jawa Barat, yaitu konten-konten budaya lokal dihidupkan lagi, dilestarikan, dipopulerkan. “Ini untuk mengimbangi budaya-budaya yang terlalu ngepop dan terlalu luar negeri yang hadir dalam keseharian warga Jawa Barat, khususnya anak-anak milenial,” sambungnya. (redaksi@bisniswisata.co.id)

22 – 29 September 2019, Bali Internasional Film Festival

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Bali Internasional Film Festival atau disebut Balinale kembali dihelat. Perhelatan dunia perfilman dalam dan luar negeri ini, digelar di Cinemaxx Sidewalk Jimbaran, Badung, Bali. Ajang ini dihelat selama 6 hari mulai 24 hingga 29 September 2019. Sebanyak 93 Film Indonesia dan internasional dari lebih dari 20 negara, dengan fokus pada fitur terbaik dunia di sinema independen, akan diputar selama festival berlangsung.

Balinale – festival yang tertua dan terlama di Indonesia bukan hanya menampilkan film Indonesia yang belum ditayangkan di gedung bioskop, namun juga film yang sudah tayang juga akan diputar dalam festival tahunan. Salah satunya, film Perburuan disutradarai Richard Oh. Film yang dibintangi Adipati Dolken ini sudah tayang di bioskop dan akan diputar di Balinale tahun ini.

“Perkembangan film Indonesia baik dari segi kuantitas dan kualitas semakin menunjukan tren positif setiap tahunnya. Oleh karenanya kami juga memberikan ruang apresiasi bagi film garapan sineas lokal Indonesia untuk ditayangkan dalam Balinale tahun ini. Harapannya semoga film asal Indonesia baik yang sudah tayang atau belum di bioskop mendapatkan apresiasi dari penonton,” papar Founder & Executive Director of Balinale Deborah Gabinetti dalam keterangan resminya.

Salah satu film Indonesia yang belum tayang di bioskop dan akan diputar perdana di Balinale kali ini adalah If This Is My Story besutan Djenar Maesa Ayu. Film ini dibintangi Cornelio Sunny, Sha Ine Febriyanti dan Reza Rahardian. Ketiganya akan datang saat pemutaran film tersbeut di Bali.

Djenar bukan nama baru di Balinale. If This Is My Story adalah film ketiganya yang masuk festival ini selain Nay dan Hush. Untuk mengapresiasikan hal tersebut, untuk kali pertama, Djenar akan memboyong seluruh bintang If This Is My Story ke Balinale.

“Saya senang film yang belum masuk bioskop ini bisa tayang di festival seperti Balinale. Ini bukan film pertama yang tayang disini sebelumnya sudah ada Nay dan Hush. Dan sekarang film if This is My Story. namun baru kali ini saya akan datang langsung ke festival ini dan mudah-mudahantiga bintang film itu datang ke Bali saat pemutaran pertama kali,” papar istri sutradara Singapura Kan Lume ini.

Balinale 2019, akan ada 92 film dari 28 negara yang turut berpartisipasi. Dari angka tersebut, 27 di antara berasal dari Indonesia. Di festival ini, ada 9 World Premieres, 5 International Premieres dan 19 Asian Premieres.

Ajang ini juga kian semarak dengan digelarnya acara workshop, temu muka sosok penting industri perfilman internasional, dan kehadiran sineas Indonesia dari produser, sutradara dan lain-lain. Selain itu, seorang kurator film dari Festival Film Berlin, Maryanne Redpath, turut hadir dengan mempersembahkan beberapa film dari kategori Generation.

Tahun ini, Balinale telah memasuki tahun ke-14 sejak kali pertama digelar pada 2007 silam. Festival ini kian naik popularitasnya karena menampilkan ratusan film lokal dan internasional berkualitas untuk diputar. Balinale juga telah berhasil menarik perhatian produser, sutradara dan para bintang film tersohor.

Film-film yang diputar mencakup segala sesuatu mulai dari film dokumenter, film pendek, film fiksi di banyak genre, dengan festival yang menjadi tuan rumah World Premier, Asian Premier dan juga bagian yang disebut ‘Spotlight on Indonesia’. Sejumlah pembuat film Indonesia dan internasional, serta seniman dari Cina, Amerika, Australia, Selandia Baru, Korea, Polandia, dan lainnya akan berpartisipasi di Balinale.

Balinale lebih dari sekedar koleksi pemutaran film, itu adalah acara budaya. Festival ini mencerminkan kemampuan luar biasa film untuk mengomunikasikan kisah manusia terbesar dan juga momen paling singkat di dunia yang mengubah emosi.

Salah satu contoh tahun ini adalah ‘ Berlinale Generation’ dari Festival Film Internasional Berlin , yang menampilkan pilihan khusus cerita-cerita baru yang berfokus pada mata protagonis muda mereka dan yang mengangkat cermin ke dunia orang dewasa.

Di antara jajaran bintang film, BalinaleX Industry Forum berkonsentrasi pada tingkat artistik dan industri untuk meningkatkan prospek komersial bagi Indonesia dan industri kreatif terkait. BalinaleX menyatukan para pembuat kebijakan kunci, kreatif, studio dan industri pendukung untuk membantu memetakan arah pergerakan film Indonesia dan bisnis televisi yang sedang berkembang. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Tips Open Trip Asyik Versi JavaMifi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tren berlibur untuk melepas penat menjadi kebutuhan yang semakin tinggi belakangan ini. Salah satu yang kini tengah naik daun adalah dengan melalui metode open trip. Pada dasarnya open trip merupakan paket wisata bersama dengan wisatawan lain dengan titik-titik kunjungan yang telah ditentukan oleh operator tur.

Bedanya dengan bepergian melalui travel agent adalah open trip biasanya hadir dengan harga relatif terjangkau dan destinasi wisata yang lebih unik serta beragam.
Open trip ke luar negeri juga menjadi salah satu fenomena baru. Eksplorasi negara-negara baru dengan potensi mendapat teman baru di perjalanan serta banyaknya operator open trip yang menawarkan jasa via media sosial menjadikan open trip semakin populer satu-dua tahun belakangan ini.

Brand lokal pemimpin di industri penyewaan travel WiFi, JavaMifi, merangkum tiga tips penting untuk open trip yang perlu diketahui agar perjalanan semakin asyik dan seru:

Jangan Pasif

Esensi dari open trip adalah kebersamaan dengan orang yang baru dikenal. Oleh karena itu jangan pasif selama di perjalanan, Berbagi camilan di perjalanan dapat menjadi awal yang baik untuk membuka pembicaraan. Selain itu bantu foto teman Anda mengambil foto terbaik mereka untuk dibagikan di media sosial, tentunya dengan bertukar media sosial sebelumnya hingga bisa saling tag. Cukup bangga kan kalau di caption foto keren itu tertulis this photo taken by nama Anda.

Kontrol Pengeluaran

Open trip biasanya menawarkan paket yang sudah all-in sehingga bawa uang secukupnya saja untuk kebutuhan Anda selama di perjalanan. Wisatawan kerap gelap mata dengan segala oleh-oleh dan pernak-pernik lucu dengan konsep ‘mumpung di sini’ atau ‘kapan lagi’ yang justru membuat pengeluaran membengkak. Karena itu, alokasikan berapa budget yang ingin dihabiskan untuk mengerem keingingan dan tukar uang di Tanah Air untuk rate yang lebih baik. Ada baiknya cari juga informasi seberapa mudah menemukan ATM atau menggunakan kartu di destinasi tujuan jadi bisa mengira-ngira berapa banyak uang cash yang harus dibawa.

Berbagi WiFi

Koneksi internet menjadi salah satu bagian terpenting saat bepergian, baik untuk mengeksplorasi spot menarik di destinasi tujuan, mengunggah foto ke media sosial hingga tetap terkoneksi dengan keluarga di Tanah Air. Seringkali internet justru menjadi salah satu biaya tertinggi di perjalanan. Sebelum hari kepergian biasanya operator tur akan membuat grup chat yang berisi para anggota yang akan bepergian bersama. Keliling objek wisata bersama seharian pun tidak perlu takut kehabisan baterai karena pocket WiFi dari JavaMifi bisa tahan hingga 15 jam. ”

JavaMifi merupakan brand lokal penyedia layanan sewa pocket WiFi untuk traveler yang berdiri sejak 2015. JavaMifi menyediakan koneksi internet 4G tak terbatas yang dapat dinikmati traveler Indonesia yang bepergian ke luar negeri, baik untuk berlibur maupun urusan bisnis dengan jangkauan lebih dari 160 negara.

Selain itu, JavaMifi melayani traveler asing yang berkunjung ke Indonesia dan membutuhkan koneksi internet di seluruh pelosok negeri. Saat ini, JavaMifi bekerja sama dengan berbagai provider besar di Indonesia untuk menghadirkan internet yang stabil. Layanan JavaMifi mencakup seluruh wilayah Indonesia termasuk 10 bandar udara international yang dapat menjadi pickup point untuk JavaMifi. (redaksi@bisniswisata,co.id)

14 Penerbangan di Palembang Dihadang Asap

this formate

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian pekat di Palembang, Sumatera Selatan, membuat 14 jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II terganggu karena terbatasnya jarak pandang.

Dari 14 penerbangan, 6 jadwal keberangkatan dan 8 jadwal kedatangan. Satu kedatangan diantaranya merupakan penerbangan internasional dari Malaysia dan terpaksa dialihkan karena tidak dapat mendarat di Palembang.

General Manajer AirNav Palembang Ari Subandrio menjelaskan, jarak pandang di Bandara SMB II Palembang mulai memburuk pada pukul 05.30 WIB. Jarak pandang terendah mencapai 400 meter padahal, jarak pandang normal sekitar 800 meter. Akibatnya, penerbangan pagi tertunda hingga 2 jam dan baru bisa melakukan keberangkatan pada pukul 09.00 WIB.

Maskapai Air Asia rute Kuala Lumpur-Palembang bahkan sempat berputar-putar di langit Sumsel selama 18 menit sebelum akhirnya dialihkan ke Johor Baru. Hingga akhirnya pukul 10.30 WIB baru bisa mendarat di Palembang dan kembali berangkat ke Kuala Lumpur pada 11.47 WIB.

“Penerbangan terdampak kabut asap sejak 12 hari lalu. Kita sudah menerbitkan NOTAM [notice to airmen] terkait kondisi ini. Kami juga berkoordinasi dengan BMKG dan pihak bandara mengenai jarak pandang demi keselamatan penerbangan,” ujar dia seperti dilansir laman CNN, Selasa (24/09),

General Manager Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang Fahroji mengatakan, meski beberapa hari belakangan penerbangan terdampak kabut asap, namun belum ada penerbangan yang dibatalkan karena jarak pandang berangsur membaik hingga pukul 09.00 WIB.

Pada pukul 05.30, jarak pandang berada di posisi 1.100 meter, lalu berkurang menjadi 400 meter pada pukul 06.00 WIB. Kemudian pada pukul 06.30 WIB menurun drastis menjadi 300 meter dan baru normal 800 meter pada pukul 09.00 WIB.

“Penerbangan yang akhirnya tertunda beragam ada yang datang dari Jakarta, Pangkal Pinang, Riau, dan penerbangan internasional Kuala Lumpur. Kejadian ini sudah terjadi dua kali berturut-turut,” kata Fahroji.

Keberangkatan yang terdampak pada Senin (23/9) yakni 2 maskapai rute Palembang-Cengkareng, 2 maskapai Palembang-Pangkal Pinang, 1 maskapai Palembang-Bengkulu, dan 1 maskapai Palembang-Batam.

Sementara untuk kedatangan yakni 2 maskapai rute Cengkareng-Palembang, 2 maskapai rute Batam-Palembang, 2 maskapai rute Pangkal Pinang-Palembang, serta 1 maskapai Pekanbaru-Palembang. Kemudian satu penerbangan terpaksa harus dialihkan yakni rute Kuala Lumpur-Palembang. (ndy)

Minang Geopark Run Bukan Sekedar Lomba Lari

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Minang Geopark Run, kembali digelar. 2018, tahun pertama gelaran lomba lari mengalami kesuksesan luar biasa. Sukses penyelenggaran, sukses jumlah peserta dan sukses mengenalkan destinasi wisata Sumatera Barat lebih mendalam. Kini 2019, diharapkan lomba lari ini kembali mendulang sukses. Untuk itu, penyelenggaran sport tourism ini akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perbedaanya antara lain kategori lari ditambah, rute yang manantang. Dan yang paling penting menjadi ajang efektif untuk mendorong Taman Bumi (Geopark) di Sumatera Barat (Sumbar) menjadi geopark kelas dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG),” papar Ketua Pelaksana Minang Geopark Run YV Tri Saputra dalam keterangan resminya di Gedung Kemenpar Jakarta, Senin (23/09/2019).

Dijelaskan, pertama, inovasi attack pada 30 November 2019, memiliki dua kategori yakni ultra dan relay. Untuk kategori ultra mengambil rute start dari Lubuk Basung dan finish di Ngarai Sianok. Dengan peserta lari perorangan. Kedua, untuk kategori Rilay ada tiga titik start uang bisa ditempuh. Start Lubuk Basung ditempuh oleh tiga pelari, start Pagaruyuang ditempuh oleh tiga pelari dan start Kelok Sembilan ditempuh oleh 4 pelari.

“Tim ini terdiri dari 10 orang dan memiliki manager yang menentukan siapa yang akan start dari Lubuk Basung, Pagaruyung dan Kelok Sembilan. Mereka akan finish di satu titik yakni Ngarai Sianok,” kata Tri Saputra

Sementara itu untuk inovasi explore akan berlangsung 1 Desember 2019 yang memiliki tiga pilihan jarak tempuh yang bisa dipilih oleh pelari. Sedangkan Lomba lari ini sangat unik terutama untuk 5 K. “Peserta lari 5K biasanya sedikit lari, banyak selfie dan kulineran. Ini berdampak pada masyarakat,” ujarnya sambil menambahkan Minang Geopark Run bukan sekedar lomba lari, namun mengenalkan geopark di wilayah Sumbar

Bupati Agam Indra Catri mengatakan, pihaknya ingin Minang Geopark Run bisa menjadi event yang berkelanjutan dan dapat menyaingi Tour de Singkarak. Selain itu, jalur yang dilalui peserta merupakan jalur kuliner dan jalur pahlawan. Ada 6 pahlawan dari Agam antara lain Rasuna Said, Agus Salim dan Hamka. Untuk kuliner antara lain gulai itik, kolak labu, ikan bilih dan rendang. Agam juga memiliki 2 geopark yang terkenal yakni Ngarai Sihanok dan Maninjau.

“Event lomba lari ini jangan sampai layu sebelum berkembang. Kita dapat mencontoh kegiatan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) yang kini sudah merambah ke Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Bila saat ini ada 6 Kabupaten/Kota yang mendukung Minang Geopark Run, pada penyelenggaraan tahun depan diharapkan meningkat menjadi 12 kabupaten kota se-Sumbar,” lontarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemaran I Kemenpar Rizki Handayani sangat mendukung event lari sebagai event sport tourism ini, menjadi sarana promosi bagi destinasi geopark di Sumbar sekaligus menuju road to UGG serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar yang tahun ini mentargetkan 8,5 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan 58.447 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

“Pariwisata kontennya budaya dan alam. Sumbar menonjol budaya dan alam agar tetap terjaga dan bisa dinikmati oleh wisatawan. Nah, wisata olahraga ini, menjadi sarana untuk menciptakan “awareness” di kalangan akademisi, pebisnis, pemerintah, komunitas, dan media (pentahelix) dalam mewujudkan geopark di Sumbar menjadi UGG,” lontarnya.

Rizki sepakat tujuan diperkenalkannya Geopark ini bukan hanya sekedar melindungi warisan geologi, melainkan juga mengambil manfaat, menggali, menghargai dan mengembangkan warisan geologi. Sampai saat ini ada 35 negara telah bergabung dalam organisasi GGN (Global Geopark Network) dengan jumlah Geopark yang paling banyak ada di Negara China.

Sedangkan Geopark di Indonesia hanya memiliki 3 taman geologi yang diakui GGN yaitu Batur Global Geopark di Bali, Gunung Sewu Geopark di Yogyakarta dan Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. Rencananya pemerintah Republik Indonesia akan mengajukan beberapa geopark baru. (end)

Busana Muslim Tembus LA MODE Sur La Seine a Paris

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Sebuah terobosan baru, busana muslim karya desianer Indonesia ikut menyemarakkan LA MODE Sur La Seine a Paris di Paris, pada Ahad 29 September 2019. Ajang peragaan busana berskala internasional ini, Indonesia mengirimkan 18 desainer. Tiap desainer akan menampilkan rancangan busana yang sarat konten lokal.

“LA MODE Sur La Seine a Paris ditujukan untuk memperlihatkan ke tingkat global tentang keunggulan karya desainer fashion Indonesia dengan keragaman dan kekuatan konten lokal yang tidak dimiliki oleh negara lain,” ungkap National Chairman Indonesian Fashion Chamber Ali Charisma, dalam keterangan resminya, yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (23/09/2019).

Karya dari para desainer asal Indonesia ini, lanjut Ali, dipamerkan di atas kapal pesiar Boreas oleh model Internasional. Selama peragaan busana berlangsung, kapal pesiar ini akan menyusuri Sungai Siene berkeliling Kota Paris.

Dilanjutkan, dalam peragaan busana berskala internasional ini, para desainer asal Indonesia diberikan kesempatan mempresentasikan karya mereka kepada ratusan tamu undangan dan media internasional. Peragaan busana LA MODE Sur La Seine a Paris ini juga membuka peluang kerja sama bisnis antara para desainer dengan pembeli maupun media internasional.

Peragaan busana ini turut didukung oleh produsen kosmetik tertua di Indonesia Viva Cosmetics sebagai Official Make Up and Hair Do. Viva Cosmetics akan mempercantik para model internasional dengan riasan wajah dan tatanan rambut. “Ini adalah kedua kalinya kami mendukung LA MODE Sur La Seine a Paris,” tambah Direktur Distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur Yusuf Wiharto.

Karakter wajah para model internasional yang bervariasi tentu menjadi tantangan tersendiri dalam mengaplikasikan riasan wajah. Akan tetapi, Yusuf mengatakan tim art makeup dari Viva Cosmetics terdiri dari para ahli penata rias tersertifikasi sehingga memiliki kompetensi yang mumpuni untuk merias berbagai karakter wajah. “Mereka bisa mengetahui jenis wajah, karakter wajah, hingga jenis kulit,” jelas Yusuf.

Kedelapanbelas desainer asal Indonesia yang akan melenggang di panggung LA MODE Sur La Seine a Paris adalah Ali Charisma, Deden Siswanto, Lenny Agustin, Lisa Fitria, Wignyo Rahadi, Saffana, Defika Hanum, Elva Fauqo, Kebaya Adhikari by Kukuh Hariyawan, ISWI Fashion Academy, Risa Maharani, NBRS Vintage by Temmi Wahyuni, Sofie, Tufiana,

Juga Santi Nugraha, OPIEVIE, Threadapeutic by Dina Midiani, dan Life Needs Colour (LNC) by BBPLK Semarang. Para desainer ini mengangkat beragam kategori busana mulai dari konvensional hingga busana muslim. (redaksi@bisniswisata.co.id)