Era Revolusi Industri 4.0, Milenial Minati Wisata Budaya

0
34
Wisata budaya Jawa Barat (Foto: gpswisataindonesia.info)

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Era revolusi industri 4.0 dan perkembangan segmentasi pasar pariwisata Jawa Barat (Jabar), ternyata lebih diminati wisatawan Milenial, yang mencapai 49 persen. Karena itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar menggelar acara budaya dengan menyasar generasi milenial. Event budaya itu bertajuk West Java Festival 2019 (WJFest 2019), di Gedung Sate Bandung pada 18 hingga 20 Oktober 2019.

“Selain merealisasikan visi Gubernur Jabar pelestarian budaya sekaligus mengenalkan ke milenial, festival ini diharapkan bisa lebih meningkatkan promosi di pariwisata,” lontar Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik dalam keterangan resminya, Selasa (24/09/2019).

Fokus utama dalam acara ini, sambung dia, mengangkat ragam budaya sekaligus melakukan pendekatan strategi meningkatkan kunjungan wisatawan secara luas, termasuk generasi muda. Dan untuk menyasar milenial, tema yang diusung “Honour Cultural Diversity”.

Dilanjutkan, ada beberapa konten yang akan menjadi sajian utama festival tersebut. Di antaranya, karnaval budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober Karnaval Budaya dengan melibatkan organisani perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi.

Pada 19 Oktober, karnaval serupa dilangsungkan dengan mengangkat kebudayaan dari 34 Provinsi dan 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat. Tema ini dipilih, sebagai bentuk tindak lanjut dari Bhineka Tunggal Ika sekaligus sebagai perwujudan budaya Jawa Barat . “Yakni, budaya Jabar yang someah hade ka semah (ramah, red),” katanya.

Selain karnaval, acara lainnya dimeriahkan makanan, Bussines Meeting perjalanan wisata, Exposition dan Exebition, serta Week End Market GENPI. Secara mikro, festival ini akan bisa memberi dampak ekonomi dengan kapitalisasi sebesar Rp 5 miliar, dengan asumsi dikunjungi oleh 2.5000 pengunjung.

Bahkan ada perputaran makro ekonomi selama tiga hari minimal sebesar Rp 50 Miliar rupiah di sekitar kawasan Gedung Sate yang akan masuk ke dalam Kelompok PHRI dan ASITA serta Industri Pariwisata lainnya. “Pada acara festival, semua sistem transaksi sebesar 80 persen akan mempergunakan cashless atau transaksi elektronik. Kami bekerjasama dengan BJB-Digi,” katanya.

Pada WJFest-2019 pun dijadwalkan sebagai penanda launching branding Pariwisata Jawa Barat, yakni Smiling West Java dan Aplikasi Fintech untuk memfasilitasi para wisatawan melalui Smiling App yang di dalamnya terdapat Sistem Informasi Pariwisata Terpadu.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendukung WJFest 2019 yang mengangkat kebudayaan Jawa Barat. Selain sebagai upaya pelestarian seni dan budaya lokal, hal ini bisa menjadi salah satu opsi pariwisata. “Kami sangat komitmen menjadikan pariwisata sebagai lokomotif perekonomian karena sektor ini dapat merangkul semua kalangan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Apalagi festival ini digelar setahun sekali ditambah lagi kontennya sangat cocok dengan visi misi Jawa Barat, yaitu konten-konten budaya lokal dihidupkan lagi, dilestarikan, dipopulerkan. “Ini untuk mengimbangi budaya-budaya yang terlalu ngepop dan terlalu luar negeri yang hadir dalam keseharian warga Jawa Barat, khususnya anak-anak milenial,” sambungnya. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.