Rambo Last Blood, Meski Gaek Tetap Garang

this formate

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: John Rambo – veteran Perang Vietnam, kembali beraksi. Pasca empat dekade sejak kemunculan pertamanya di film “First Blood” pada 1982, kini sudah memasuki sekuel kelimanya. Dulu bergaya rambut gondrong dengan ikat kepala, kini sang Jogoan sudah tak bergaya seperti dulu. Berganti menjadi seorang pria gaek yang wajahnya sudah penuh gurat tanda perjalanan hidup.

John Rambo (Sylvester Stallone) yang sepanjang hidup sudah menghadapi banyak situasi brutal, menegangkan dan mencekam kini tinggal di peternakan Arizona yang tenang. Kehidupannya yang damai diisi dengan interaksi bersama teman lamanya, Maria Beltran, serta cucunya Gabrielle yang sudah seperti keluarganya sendiri.

Ketenangan itu tak berlangsung lama ketika Gabrielle (Yvette Monreal) menyatakan ingin mencari ayahnya di Meksiko. Rambo keberatan, menurut dia ayah Gabrielle yang menelantarkannya sejak kecil tidak pantas untuk dicari.

Tentu saja Gabrielle tidak mengacuhkan nasihat Rambo dan neneknya. Dia nekat berkendara sendirian ke Meksiko untuk menemui teman yang berjanji akan memberikan alamat ayahnya. Temannya memang menepati janji, tapi Gabrielle tidak tahu ada udang di balik batu.

Saat hatinya terguncang gara-gara pertemuan dengan ayahnya, Gabrielle diculik kartel Meksiko pimpinan Hugo Martinez (Sergio Peris-Mencheta) dan Victor (Óscar Jaenada) yang memaksa gadis-gadis itu untuk jadi pelacur.

Kejadian itu membangkitkan amarah Rambo, yang bertekad untuk balas dendam dengan cara yang brutal bahkan tanpa ampun. Pria gaek yang awalnya disangka geng Meksiko sebagai kakek lemah itu, sebenarnya orang yang akan mengantarkan mereka pada kematian yang menyakitkan.

Setelah disuguhi adegan-adegan drama, giliran rentetan adegan-adegan penuh darah di mana Rambo menunjukkan pada musuh-musuhnya bahwa usia hanyalah angka dan ia masih sanggup bahkan garang menjadi mesin pembunuh. Senapan, belati, panah, semuanya disuguhkan untuk menyambut para tamu dari Meksiko yang di sini digambarkan seperti stereotip; kumuh dan sarang kriminal serta kejahatan.

Mereka bermain petak umpet penuh darah dan jebakan di dalam terowongan bawah tanah yang dibangun Rambo sejak lama di bawah kediamannya. Bagi pencinta film gore, mungkin bagian ini menyenangkan, tapi yang tidak terlalu suka menonton adegan sadis bakal memejamkan mata beberapa kali. Sehingga film ini tidak akan cocok untuk anak dan remaja

Jangan buru-buru keluar dari bioskop karena pada bagian film arahan Adrian Grunberg ini masih ada cuplikan-cuplikan adegan film “Rambo” yang terdahulu, mengingatkan kita alasan mengapa Rambo versi lanjut usia ini seperti tidak ada matinya. Grunberg, Sedangkan Matthew Cirulnick dan Sylvester Stallone sebagai penulis naskah.

Para kritikus Hollywood pun melontarkan uneg-unegnya film Rambo: Last Blood. Sepertinya tidak bisa lepas dari kutukan film-film sebelumnya. Eric Kohn dari Indiewire mengulas film dan memberi nilai “D +.”, dalam ulasannya, ia menuliskan: “Dibangun dengan estetika lo-fi telenovela dan diliputi oleh muski dan bgm berlebihan, Last Blood terasa seperti penghargaan untuk para penggemar.”

Sentimen bahwa Rambo: Last Blood tidak terasa seperti film Rambo sebelumnya ternyata bisa diamini. Karakter ikonik Sylvester Stallone, Rocky, telah digunakan kembali dengan baik di layar lebar berkat film Creed.

Scott Mendolsohn dari Forbes mengulas Rambo: Last Blood sebagai entri yang mengecewakan karena tidak sesuai dengan pendahulunya atau film lain dalam genre tersebut. Dia berkata: “Ini adalah film yang secara agresif tidak relevan (dengan sebelumnya). Dan tidak bisa dibedakan dari waralaba sebelumnya, setidaknya mencoba untuk membenahi diri mereka sebagai peristiwa. Rambo V tidak dapat membandingkan dengan pendahulunya”.

Satu hal yang tampaknya disetujui oleh semua ulasan adalah bahwa Rambo: Last Blood adalah setiap film aksi penuh darah dan penuh kekerasan.

Dalam ulasannya untuk Variety, Peter Debruge berkata: “Sungguh mengerikan, pembantaian yang menyayat hati untuk disaksikan, namun sudah dikalibrasi untuk mendapatkan seruan dan sorakan dari penggemar.. Rambo harus menghadapi masa lalunya dan menggali keterampilan tempurnya yang kejam untuk membalas dendam dalam misi terakhir yang akan dihadapinya.

Meski baru hadir di layar lebar, film Rambo: Last Blood berada di posisi ketiga Box Office setelah Downton Abbey dan Ad Astra. Seperti diwartakan Box Office Mojo, film Sylvester Stallone ini mendapat 1,3 juta dolar dalam penayangan di kurang dari 2.900 bioskop. Pendapatan tersebut di bawah film bertema sejenis seperti Angel Has Fallen dan The Hitman’s Bodyguard dengan 1,5 juta dolar. (ndy)

Demi Pariwisata, Komunitas Peduli Sungai Stop Penggalian Sirtu

this formate

BOYOLALI, bisniswisata.co.id: Kondisi Sungai Pepe yang melintas Desa Tawangsari, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), mengalami perubahan yang luar biasa. Dulu, sungai ini menjadi ajang sasaran penggali pasir dan batu (Sirtu) sebagai mata pencaharian bagi sebagian besar wargat Desa Tawangsari. Kondisi ini diperburuk dengan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan, sehingga sungai yang meliuk dari Gunung Merbabu mengalir sampai Sungai Bengawan Solo penuh sampah plastik.

Untungnya, ada sekelompok masyarakat tergabung dalam Komunitas Peduli Sungai turun tangan. Komunitas ini menghentikan kegiatan penggalian pasir dan batu di sungai demi kelestarian lingkungan. Dan menyulap menjadi kawasan wisata sungai yang kini banyak didatangi wisatawan dari lokal, nasional dan diharapkan turis internasional pun bisa merasakan wisata susur sungai.

“Memang tak mudah menghentikan aksi penggalian sirtu yang sudah turun temuran, sudah mengakar di masyarakat. Apalagi dampak penutupan jelas warga desa kehilangan pendapatan. dan kami berpikir, bagaimana masyarakat tetap bisa menjaga kelestarian sungai tanpa harus menghilangkan penghasilan mereka,” lontar
Wakil ketua komunitas Peduli Sungai, Sunaidi (52 tahun) dalam keterangan resminya yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (22/09/2019).

Karena itu, lanjut Sunaidi, komunitas peduli sungai menginisiasi pengembangan wisata susur sungai ‘River Tubing’ dengan konsep mirip arung jeram. Bedanya, wisata susur sungai ini menggunakan ban bekas, bukan perahu karet. “Ternyata dalam perjalanannya, masyarakat penggalian Situ menerima kenyataan dan setuju dengan pengembangan pariwisata di desanya, agar lebih maju, lebih dikenal, dan mendapat pendapatan yang lebih ketimbang sebelumnya,” ungkapnya.

Diakui, menyusuri sungai menggunakan ban karet ternyata memunculkan sensasi tersendiri. Apalagi sungai yang dilalui memiliki medan yang cukup menantang.
Bagi anda para pecinta olahraga pemacu adrenalin, wisata River Tubing. Apalagi selama menyusuri sungai, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan tumpukan bebatuan yang ada di sekitar sungai serta aliran air yang cukup deras, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang menyukai tantangan.

Karakteristik jeram dan kondisi alami sungai yang menantang adrenalin ini sekaligus menggugah kepedulian wisatawan akan kelestarian lingkungan hidup khususnya sungai. Akses untuk menuju wisata susur sungai ini cukup mudah dan bisa ditempuh menggunakan motor, mobil, bus yang berjarak sekitar 1 km dari Jalan Raya Solo – Semarang.

River Tubing akan menyusuri Sungai Pepe yang melintas dari wilayah Desa Dlingo hingga Desa Tawangsari berjarak sekitar 1.5 km yang ditempuh selama kurang lebih 1.5 jam. “Wisata sungai Pepe ini, kami launching pada Agustus 2017 lalu yang bertujuan melestarikan sungai dengan semangat pemberdayaan masyarakat untuk peduli sampah sungai dan lingkungan hidup sekaligus memperkenalkan wisata susur sungai,” sambungnya.

Saat itu, masyarakat desa menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Waktu itu kami mendapat bantuan sebanyak 20 ban dilengkapi dengan alat keselamatan, seperti pelampung, helm, serta pengaman tangan dan kaki,” ujar Sunaidi.

Sejak itu, masyarakat yang semula bekerja sebagai penggali pasir dan batu serta petani, kini bisa menikmati penghasilan tambahan dengan ikut mengelola wisata Sungai Pepe. Setidaknya ada 21 pemandu yang ikut terlibat dalam pengelolaan. “Kita memberdayakan penduduk sini, kemudian muncul ide bagaimana ini menjadi kegiatan ekonomi,” lontarnya.

Wisata susur sungai ini hanya buka pada hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional. “Kita hanya membuka pada tanggal merah. Karena guide kebanyakan masih sekolah, kerja tapi kalau Sabtu Minggu libur kerja dan libur sekolahnya. Kalau untuk wisatawannya rata-rata 90-120 orang pada satu hari kunjungan,” ujarnya.

Hingga saat ini, wisata susur sungai telah memiliki 150 set perlengkapan safety pack. River Tubing Wisnu Kencana ini menyediakan dua paket wisata, paket wisata Rp 40 ribu wisatawan akan mendapatkan fasilitas berupa safety pack, minuman jahe dan soft file susur sungai. Untuk paket Rp 55 ribu, wisatawan akan mendapatkan fasilitas berupa safety pack, minuman jahe, soft file susur sungai, snack dan makan prasmanan. Saat akhir pekan atau libur nasional. setidaknya ada 90 – 120 orang. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Keseruan Saat CSC Goes to Suspension Bridge Situ Gunung

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Nama Situ Gunung Suspension Bridge, Sukabumi dengan daftar peserta yang mau ikut tour ke jembatan gantung ini seminggu terakhir menghias WA Grup Citos Swimmer Community ( CSC). Oleh karena itu begitu hari H tiba hampir semua peserta naik ke dalam bus dengan antusias.

” Ayo  masuk bus sekarang sudah jam enam pagi teng..teng. teng,” kata Munir, humas CSC mengajak beberapa teman yang masih berada di samping bus,  di lapangan parkir Cilandak Town Square         ( Citos), Selasa lalu.

Di dalam bus sudah menunggu di tiap kursi,  box nasi uduk komplit yang disediakan bu Nani, guide sekaligus pemilik Nani’s tour di dampingi supir dan Bakri, suaminya tercinta. Bus meluncur di jalan tol TB Simatupang lanjut tol Jagorawi. 

Alhamdulilah perjalanan lancar dan ternyata banyak penyanyi dadakan yang bisa menghibur di dalam bus sambil berkaraoke ria. Ada ibu Djulay, Pressy, Asti yang suaranya bagus sehingga tak terasa jam 9.15 kami sudah tiba di terminal angkot Situ Gunung. Dari bus kami berpindah naik kendaraan kecil angkot setempat untuk menuju lokasi. Bus berbadan lebar tidak bisa sampai ke dekat gerbang.

Saat naik angkot selama 5 menit supirnya bercerita keberadaan obyek wisata yang baru dibuka Juni tahun lalu ini sangat berdampak pada perekonomian warga setempat karena viral dan banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai kota.

Kalau sebelum ada jembatan gantung penghasilannya hanya sebatas Rp 100 ribu/ hari maka setelah itu apalagi saat week-end puluhan angkot yang ada bisa mendapatkan penghasilan Rp 1 juta/ hari.

Jalanan menanjak melewati hutan pinus, deretan villa dan udara segar. Tiba-tiba mobil sudah tiba di lokasi yang berada di Jl. Kadudampit, Gede Pangrango, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 43153.

Begitu masuk area parkir, sebagian rombongan mencari toilet lebih dulu. Setelah rombongan lengkap lalu berfoto ria dengan spanduk yang dibawa Meneer Munir. Karena datang berombongan, tiket masuk seharga Rp 50 ribu/ orang sudah diurus Nani Tour.

Melewati pintu masuk utama, tiap orang dipasangin gelang kertas di tangan dengan barcode untuk kontrol di pos-pos seperti tempat  snack, masuk gerbang jembatan lanjut ke Curug Sawer, obyek air terjun hingga ke danau Situ Gunung.

Sejumlah jasa ojek sudah menawarkan pengunjung, tapi sebagian besar  jalan kaki dulu sekitar 10 menit melalui jalan tanah dan berbatu-batu hingga tiba di check point sekaligus tempat menikmati snack singkong dan ubi rebus serta kripik singkong.

Di area ini rupanya ada tempat teater terbuka dengan deretan bangku kayu untuk kegiatan rombongan yang mau membuat acara outbond atau acara korporat lainnya. Tersedia panggung, mushola, toilet bersih dan toko oleh-oleh. Semua fasilitas dengan interior kayu menyesuaikan lingkungan alam kawasan Gunung Gede Pangrango.

Sebelum tiba di gerbang jembatan gantung, ada restorannya dengan pemandangan indah, tempat tadabur alam, menatap jurang dan pepohonan. Namanya De Balcone  Resto seperti kafetaria terbuka dengan counter kopi dan sajian makan prasmanannya yang beragam dan menggiurkan.

Jalan menanjak lagi sedikit dan tiba di gerbang jembatan gantung langsung tiap orang dipakaikan safety harness ( tali pengaman di pinggang), sisa kertas melingkar di tangan di kasih tanda lagi berupa bolongan. Jadi sejak dari pintu masuk sudah ada tiga lingkaran bolong di pergelangan tangan kanan saya.

Anggota CSC yang rata-rata sudah tergolong warga senior santai saja langsung berfoto ria di jembatan gantung, tidak ada yang phobia terhadap ketinggian berada di jembatan yang digadang-gadang jadi salah satu jembatan gantung terpanjang dan tertinggi di Indonesia.

Situ Gunung Suspension Bridge memiliki panjang 243 meter dan lebar 18 meter yang melintang di atas ketinggian jurang mencapai 161 meter di atas permukaan tanah. Kontsruksi jembatan gantung Situ Gunung dapat menampung berat dengan beban 55 ton atau sekitar 150 orang. 

Meski demikian, kenyataannya jembatan gantung ini hanya boleh dilintasi oleh 40 pengunjung saja dalam sekali menyeberang. Karena datang dihari kerja rombongan bisa puas berfoto ria dengan segala gaya bahkan sambil duduk dan tiduran. Hal yang terpenting adalah bersikap tenang dan tidak melakukan “kegaduhan” apalagi dengan sengaja menggoyang jembatan.

Jembatan yang menggunakan bahan dasar kayu Ulin atau juga disebut kayu besi ini terlihat cantik menggelantung di atas jurang dan pepohonan. Pijakan kayu Ulinnya aman dan kayu jenis ini dipilih karena tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan keras.

Di sisi kiri kanan tentu saja kontruksi jembatan ini aman menggunakan 5 sling sekaligus. Menurut informasi yang ada, sling adalah alat bantu angkat khususnya barang yang besar dan berat di berbagai industri dan pembangunan konstruksi. Pada umumnya jembatan gantung hanya menggunakan 3 sling saja.

Jembatan ini punya tinggi pagar 1,5 m dan ada jaring-jaring besinya, rapet banget. Jadi benar-benar aman tidak takut terpeleset jatuh atau takut menjatuhkan barang. Sebelum melintas tadi ada instruksi juga kalau takut atau goyang karena angin kencang atau faktor lainnya,  tenang saja. Cantelkan safety harness ke pegangan jembatan, nanti petugas akan jemput.

Berapa dana yang dihabiskan untuk jembatan dan fasilitas yang ada ? konon fase pertama menghabiskan dana lebih dari Rp 4 miliyaran yang diinvestasikan oleh swasta kerjasama dengan Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango ini. 

Berada di kawasan hutan damar dan menghubungkan kawasan Wisata Situ Gunung dengan Curug Sawer, jangan ragukan lagi soal keindahan alamnya. Tipsnya jangan memandang ke dalam jurang di bawah kaki, cukup palingkan kepala ke kiri dan ke kanan,  sejauh mata adalah hijaunya hutan rimba, serasa jadi anak gunung deh.

Berhubung datang di hari kerja saya bisa berfoto ria dengan posisi tiduran, duduk di tengah jembatan. Pokoknya jadi andung ( nenek) lebay dengan segala gaya. Kalau hari libur nasional atau week-end yang datang sekaligus ribuan orang sehingga apapun yang ingin dilakukan konon harus antri seperti yang diungkap di Youtube.

Curug Sawer, air terjun di area Siru Gunung dan keseruan di De Balcone, main jaring di atas jurang.

Curug Sawer Situ Gunung

Setelah melintasi ujung dari jembatan gantung, perjalanan bisa berlanjut ke Curug Sawer. Air terjun setinggi 35 meter ini berjarak 1,7 kilometer dari pintu masuk dengan menelusuri hutan Situ Gunung. Ini  rute yang sudah ada sejak dulu dan tanpa melewati jembatan gantung.

Namun perjalanan tersebut terpangkas hanya sekitar 500 meter saja ketika pengunjung memilih opsi melewati Jembatan Gantung Situ Gunung. Curug Sawer seolah menjamin kesegaran pengunjung melalui percikan air yang terhembus angin hutan.

Namanya Curug Sawer karena sesuai namanya, nyiprat banget hempasan air terjun ke kolamnya. Dalam Bahasa Sunda, sawér itu artinya ciprat atau tempias. Jadi jangan heran kalau tempias air mendarat di pipi dan wajah kita.

Di bawah tumpahan air terjun dilarang berendam, tapi di sungai jernih limpahan curug juga dapat menjadi pilihan pengunjung untuk mengistirahatkan raga dan kaki dari kelelahan menapaki tangga bebatuan. Bermain air di sungai yang jernih di dekat air terjun nampaknya dinikmati sekali oleh Tipuk, Dewi, Oma Titi dan anggota rombongan lainnya.

Kalau beruntung suka ada pelangi di sekitar air terjun karena itu wisatawan betah menikmati pemandangan air terjun nan eksotis ini. Apalagi terdapat beberapa spot foto di sekitar air terjun di atas bebatuan untuk merasakan percikan air. Terasa segar melihat air dari Curug Sawer seolah-olah menyembur dari dalam dinding batu pegunungan.

Bagi yang merasa cukup hanya sampai di Curug Sawer dan mau kembali ke area pintu gerbang utama maka ada dua pilihan yaitu kembali melintasi jembatan gantung atau naik ojek dengan biaya Rp 65.000/orang hingga tiba lagi di Kafetaria De Balcone.

Tapi kunjungan ke Situ Gunung pun dapat ditutup dengan mengunjungi situ atau danau. Seperti namanya, atraksi utama Situ Gunung awalnya adalah danau yang dikelilingi pemandangan pegunungan Gunung Gede Pangrango.

Danau di Situ Gunung terletak tidak jauh dari pintu masuk menuju jembatan gantung. Pengunjung hanya perlu berjalan sekitar 15 menit dari pintu masuk kawasan Situ Gunung hingga ke danau. 

Disarankan datanglah pada pagi hari sebelum matahari  tinggi. Dengan demikian, wisatawan bisa mendapatkan pemandangan terbaik dengan pantulan pegunungan hijau pada air danau. Terdapat rakit atau perahu kecil yang dapat disewa untuk mengelilingi danau.

Bermalam di Situ Gunung juga bisa, meskipun kunjungan ke Situ Gunung dapat dilakukan kurang dari sehari. Tidak ada salahnya untuk bermalam di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, terutama jika ingin mengejar pengalaman menunggu sunrise di sekitar danau Situ Gunung.

Terdapat beberapa pilihan tempat menginap di area Situ Gunung. Tepat di pintu masuk kawasan Situ Gunung terdapat penginapan yang menyewakan kamar atau villa yang dilengkapi dapur dan perlengkapan memasak.

Selain itu, kawasan wisata yang terletak sekitar 16 kilometer dari pusat kota Sukabumi ini pun memiliki beberapa camping ground, baik di sekitar danau dan sekitar Curug Sawer. Jika ingin berkemah, jangan lupa untuk memastikan lokasi camping ground yang diinginkan kepada petugas di kawasan wisata ini.

Memang sih, buat warga Jabodetabek ke Sukabumi cukup day trip, tidak usah menginap, apalagi kalau hanya mau ke jembatan gantung dan Curug Sawer. Tapi agak capek ya, apalagi kalau pulang pergi kena macet di sepanjang jalan Cibadak, Sukabumi. Mending menginap, menikmati kesegaran alam di kawasan taman nasional, di ketinggian 1.100 mdpl.

CSC dengan slogan, swimming, walking and eating

Uji nyali di jaring-jaring

Kembali melintas di jembatan gantung ada peluang untuk uji nyali lagi dan bikin seru jika datang berombongan yaitu berjalan di jaring-jaring di tepi balkon kafetaria terbuka “De Balcone Gede Pangrango”.

Memandang jembatan gantung dari De Balcone ini sungguh indah. Saya baru sadar ada banner menerangkan keberadaan Lutung Budeng,  penghuni Situ Gunung itu yang suka muncul di antara pepohonan di sekitar De Balcone.

Lutung Budeng (Trachypithecus Auratus) termasuk dalam daftar satwa liar yang dilindungi, keberadaan Lutung Budeng atau Lutung Jawa semakin terancam karena kerap diburu untuk diperjual belikan melalui perdagangan gelap (online).

Monyet hitam ini keberadaannya sangat penting dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan. Karena satwa ini berperan dalam penyebaran biji dan membantu penyerbukan tumbuhan di hutan. Untungnya siang itu tidak ada penampakan dari Lutung Budeng.

Perhatian saya justru ke jaring-jaring di bawah De Balcone yang bisa menjadi spot foto yang menantang. Selain jadi pengaman karena kafetaria berada di tepi jurang, jaring-jaring dari tali yang rapat memungkinkan untuk foto diatas pucuk pohon-pohon besar dan menjadi pengalaman unik, di samping benar-benar jadi tempat uji nyali.

Upiet, Munir dan sejumlah pengunjung dari komunitas gereja di Serpong yang berbagi kudapan rujak di area kafetaria bersama rombongan CSC menguasai area jaring-jaring dengan berpose ria. Sekali lagi guling-guling saja di jaring, jangan lihat kebawah !!.

Alhamdulilah saat beranjak pulang menuju Restoran Sakurate di Salabintana untuk sholat dan makan siang, saya sudah foto guling-guling di jaring-jaring serasa jadi laba-laba besar diantara dedaunan untuk dikirim ke cucu, Sarah Anjani, 4 tahun. 

Bukan mau pamer, tapi latihan positif thinking saja. Selagi pengamanan optimal kenapa ragu mencoba pengalaman baru. Dua tahun lalu andung ( nenek) nya ini lulus jalan di atas ketinggian jembatan kaca sepanjang 430 meter di Provinsi Zhangjiajie, Hunan, China dengan ketinggian 300 meter di atas tanah.

Tiba di Sakurate Japanese Food at Sea, saya prioritaskan sholat dulu. Restoran yang viral ini karena bentuk bangunannya memang menyerupai kapal pesiar. Hebatnya lagi, kapal pesiar ini seolah-olah tengah mengarungi lautan karena dibangun diatas kolam renang berukuran luas yang memiliki gelombang ombak.

Pantas saja banyak tamu dari jembatan gantung yang langsung ke Sakurate juga karena sesuai namanya, resto yang berlokasi di Jalan Selabintana KM 5, Kabupaten Sukabumi, tersebut mengusung tema bergaya ala Jepang. Sudah pasti menu makanan yang ditawarkannya pun seluruhnya bernuansa negeri sakura itu.

Bangunan lantai bertingkat dua ini sepenuhnya berfungsi sebagai gedung resto. Pada dek utama atau lantai atas berfungsi sebagai ruang makan terbuka. Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati kuliner dengan suguhan pemandangan dari atas kapal. 

Sementara untuk lantai dasar menjadi ruang makan tertutup, bahkan bisa digunakan juga sebagai meeting room. Sepanjang lorong di depan ruang makan tertutup jadi spot selfie yang keren dengan deretan gambar-gambar putri-putra pangeran Jepang dengan pakaian tradisional kimono di dinding luarnya.

Pakaian khas Jepang berupa Kimono casual yang dikenakan sebagian  pelayan membuat Sakurate bukan sekedar tempat kuliner tapi juga obyek wisata menarik yang instagramable,  apalagi menu-menu yang ditawarkan juga tidak mengecewakan.

Setelah sholat Ashar, rombongan Citos Swimmer Community kembali ke Jakarta, melewati kemacetan jalan raya Cibadak dan akhirnya tiba kembali di Citos mall, Jakarta Selatan. Alhamdulilah perjalanan tadabur alam ini sekaligus mengikat tali silaturahim dengan anggota yang sudah jarang latihan renang. Good bye.. deh, tunggu jalan-jalan lagi ya…

 

Awas Tertipu, Jutaan Review Palsu di Trip Advisor

this formate

MASSACHUSETTS, bisniswisata.co.id: Platform perjalanan TripAdvisor menemukan 1 juta ulasan atau review palsu dan menyesatkan yang diposting di aplikasi online populer di dunia pariwisata ini. Kini manajemen berencana memberangus review palsu tersebut.

Selama ini, TripAdvisor yang berpusat di Massachusetts Amerika Serikat dipandang sebagai tempat untuk mencari rekomendasi hotel, restoran, bar, dan kegiatan lainnya selama berlibur, dan perusahaan akan mendapatkan lonjakan pendapatan jika berhasil masuk dalam daftar 10 besar di situs web.

Banyak pelaku bisnis restoran dan hotel mengejar predikat TripAdvisor Top 10, sebab para traveler akan lebih memilih mengunakan jasa perusahaan tersebut. Namun banyak perusahaan melakukan hal curang demi mengejar predikat tersebut. Mereka menawarkan makanan dan minimum atau menginap secara gratis.

Hal ini membuat banyak review palsu yang tak sesuai dengan kenyataan. Hal ini membahayakan kredibilitas TripAdvisor dan membuat kepercayaan pengguna menurun.

Berdasarkan laporan TripAdvisor dari 66 juta ulasan yang dikirimkan ke TripAdvisor pada tahun 2018, sebesar 2,1% atau hampir 1,4 juta ulasan palsu. Mereka adalah bagian dari 4,7 persen atau 3,1 juta ulasan yang ditolak atau dihapus oleh perusahaan karena alasan mulai dari pelanggaran pedoman hingga kasus penipuan.

Sebanyak 34.643 entitas bisnis juga telah mendapatkan hukuman peringkat dari TripAdvisor. Denda peringkat bisa dalam bentuk perusahaan kehilangan skor dan turun peringkat. Kebijakan ini berlaku untuk bisnis yang ketahuan memposting ulasan mencurigakan.

“Kami terus membuat kemajuan dalam upaya deteksi penipuan kami yang terkemuka di industri dalam beberapa tahun terakhir, tetapi ini adalah pertempuran harian dan kami jauh dari puas,” kata Becky Foley, direktur TripAdvisor seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (20/9/2019).

Becky Foley mendesak pemain online utama lainnya untuk ikut berperang melawan penipuan tersebut. “Selama platform ulasan lainnya tidak mengambil tindakan agresif, maka penipu akan terus mengeksploitasi demi uang. Sudah saatnya platform lain seperti Google dan Facebook melangkah maju untuk bergabung dengan kami dalam menangani masalah ini secara langsung,” katanya.

Laporan ini juga menyoroti tren lain soal muncul perusahaan yang bertugas memaki ulasan, like, dan followe palsu. Sejak 2015, TripAdvisor telah menghentikan aktivitas lebih dari 75 situs web yang kedapatan mencoba menjual ulasan. (ndy)

Suasana Kota Surabaya bikin Wisatawan Tergoda

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Tak punya keindahan alam bukan berarti tidak bisa memikat wisatawan. Kota Surabaya dengan tata kota yang tertib dan fasilitas publik yang memadai mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong.

”Tidak bikin hati panas walau terik matahari persis di atas ubun-ubun. Suasana hati tetap terjaga karena seluruh kota dipenuhi tanaman teduh,” kata Rosmeri Ginting ( 50), pengusaha kelapa sawit yang tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat, ketika berkunjung ke Surabaya selama sepekan.

Pesona Kota Surabaya, menurut ibu dua putra ini, justru sangat berbeda dari kota lain karena dikenal bersih, nyaman, aman, serta tertib. ”Masih ada, sih, pengendara sepeda motor yang melawan arus, bahkan meski malam hari tidak menghidupkan lampu, jadi sangat berbahaya, tapi jumlahnya sedikit. Begitu berada di kota ini, suasana hati benar-benar senang seperti piknik,” kata perempuan yang mengenyam pendidikan SMA di Surabaya era 1980-an ini.

Terpikat dengan Surabaya juga diungkap Pandjie Galih Anoraga (34), karyawan Pertamina EP Asset 4 yang merasa berat jika harus pindah dari kota berpenduduk 3,3 juta jiwa ini. ”Semua sudut Surabaya sudah kujajal dari Kenjeran sampai Tanjung Perak, termasuk kampung-kampung, suasananya benar-benar bikin suasana hati tenang,” katanya.

Menurut Pandjie, Surabaya memiliki kekhasan dibandingkan dengan kota-kota lain. Di kota seluas 350 kilometer persegi ini, dia bisa merasakan suasana kota metropolitan yang lengkap dengan fasilitas publik. Selama di Surabaya, dia tidak kesulitan mencari tempat berbelanja, berolahraga, kuliner, serta destinasi wisata. ”Wisata ke Surabaya adalah wisata kota,” ucapnya.

Seperti diungkap dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Veronika Suprapti, Kota Surabaya bisa begitu nyaman karena warganya juga terlibat dalam menjaga kota yang mereka tinggali. ”Pemkot Surabaya selama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini begitu gencar membangun kota ini, terutama terkait lingkungan, demi kesejahteraan warganya. Gerakan pemkot itu diapresiasi warga Surabaya dengan menata lingkungan masing-masing secara mandiri. Maka, hampir semua gang di kota ini hijau, asri, dan bersih,” tuturnya.

Berkendara di kota ini di tengah terik matahari dan situasi jalan raya padat pun sama sekali tidak memunculkan emosi. ”Suasana hati tetap tenang karena tanaman di kiri kanan jalan cukup membuat mata dan hati adem,” ujar Veronika seperti dilansir laman Kompas, Jumat (20/09/2019).

Dengan dikembangkannya kawasan wisata religi Ampel, tempat wisata di Kota Surabaya terus bertambah. Saat ini paling tidak ada 400 taman dengan masing-masing taman memiliki tema. Pemkot Surabaya, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti, akan terus menambah spot untuk berfoto bagi wisatawan.

Berbagai daya tarik diciptakan agar wisatawan semakin banyak berkunjung ke kota ini. Aman dan nyaman adalah salah satu alasan wisatawan untuk mengunjungi ”Kota Pahlawan”. Dua faktor ini menjadi indikator orang luar ingin sekali mengunjungi kota ini.

Tahun 2018, ketika bom bunuh diri sempat mengguncang kota ini, menurut Antiek, kunjungan wisatawan tetap membeludak. Data terakhir jumlah wisatawan ke Surabaya di akhir Desember 2018 menunjukkan angka 29,2 juta orang, terdiri dari wisatawan domestik mencapai 27,5 juta orang dan wisatawan mancanegara mencapai 1,7 juta orang.

Pada tahun sebelumnya, wisatawan domestik 22,7 juta orang dan wisatawan mancanegara 1,7 juta orang. ”Realisasinya selalu mencapai 140 persen dari target yang diharapkan. Wisatawan dari MICE masih mendominasi,” katanya.

Surabaya, menurut Antiek, kini memiliki banyak pesona yang membuat suasana hati damai. Banyaknya ruang terbuka hijau serta ruang publik yang begitu tertata dan tertib menarik minat dari daerah, bahkan luar negeri, untuk datang ke Surabaya.

Apalagi, sekarang, tak hanya kampung lawas, tetapi kawasan kota tua di Surabaya utara juga mulai ditata kembali. ”Spot obyek wisata mulai dari situs budaya, bersejarah, spot foto kekinian, air mancur, hingga semua taman sangat memanjakan mata dan membuat suasana hati senang,” ujarnya.

Salah satu adegan dalam sendratari cukilan epos Ramayana dengan lakon ”Smaratapa” oleh Wayang Kautaman di Gedung Kesenian Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya. Tingginya harga tiket pesawat pun tidak menyurutkan niat wisatawan berkunjung ke Surabaya. Sebab, infrastruktur penunjang menuju kota ini cukup lengkap. Wisatawan bisa menggunakan kereta api, kendaraan pribadi, ataupun kapal untuk mengakses kota Surabaya.

Target 21,7 juta wisatawan tahun ini dinilai masih bisa dicapai di tengah berkurangnya wisatawan yang datang menggunakan pesawat terbang karena harga tiket dinilai mahal. Sebab, wisatawan kini beralih moda transportasi menggunakan kereta api karena harga tiketnya lebih murah hingga 50 persen dibandingkan pesawat terbang,

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, wisatawan yang ke Surabaya melalui Bandar Udara Internasional Juanda mencapai sekitar 8,6 juta orang pada 2018, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 10 juta orang. Namun, wisatawan yang menggunakan kereta api justru meningkat hingga 89 persen, yakni dari 4,7 juta pada 2017 menjadi 9 juta di 2018.

Atas capaian pertumbuhan wisatawan dan fasilitas pendukung yang memadai, Surabaya diganjar penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2019 Platinum kategori kota besar sektor infrastruktur dan pariwisata pada akhir Juli 2019.

Setahun lalu, Kementerian Pariwisata juga menobatkan Surabaya sebagai Kota Terbaik Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten atau kota yang memiliki komitmen, performa, inovasi, kreasi, dan kepemimpinan dalam membangun pariwisata daerah.

Risma sebagai Presiden Asosiasi Pemerintah Daerah se-Asia Pasifik (UCLG-ASPAC) semakin gencar mempromosikan Kota Surabaya setiap menjadi pembicara di berbagai kota dan negara. ”Kota ini harus terus dibangun sampai warganya benar-benar sejahtera, sekaligus sebagai contoh atau inspirasi bagi kota lain, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Dengan tingkat kenyamanan dan keamanan yang tinggi, Surabaya menjadi tempat belajar banyak kota dalam berbagai hal, baik di dalam maupun luar negeri. Surabaya pun selalu siap menjadi tuang rumah perhelatan tingkat internasional dengan peserta hingga 5.000 orang.

Penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa keindahan alam tak selamanya menjadi daya tarik utama pariwisata. Kota yang nyaman dengan fasilitas infrastruktur pendukung yang memadai kini menjadi idaman pelancong menghabiskan waktu liburan. (ndy)

Tips Hasilkan Uang Saat Backpacker-an

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Salah satu cara bepergian jauh tanpa mengeluarkan uang yang terlalu banyak adalah dengan cara menjadi backpacker. Menjelajah tempat dengan membawa ransel, barang secukupnya, dan tanpa benda-benda yang memberatkan menjadi tren tersendiri bagi beberapa kalangan.

Selain jauh lebih murah, berwisata dengan cara backpacking dinilai memiliki tantangan serta keseruan yang lebih tinggi. Bahkan, para backpacker punya kesempatan untuk mencari uang sembari menjelajah area dalam negeri maupun luar negeri.

Berikut Tips cara menghasilkan uang saat backpacking yang dilansir dari AZBIGMEDIA, Jumat (20/09/2019), antara lain:

#. Mengajar Bahasa

Kita semua memiliki bahasa yang dikuasai. Saat bepergian ke tempat lain, ada kemungkinan kita menjelajah tempat yang membutuhkan pengajar bahasa. Contohnya adalah mengajar bahasa Indonesia di luar negeri, atau mengajar bahasa daerah di kota-kota lain. Bila Anda memiliki kelebihan dalam presentasi atau mengajar maka akan sangat membantu untuk mendapatkan pekerjaan ini. Selain itu, gelar bahasa juga menjadi hal yang meyakinkan.

#. Kerja Lepas / Freelance

Saat ini di era digital yang modern, pekerjaan tidak dibatasi oleh dinding perkantoran. Siapapun bisa bekerja kapan saja dan di mana saja untuk bekerja. Menjadi pekerja lepas hanya membutuhkan peralatan seperti laptop dan wifi. Selain itu pekerjaan lepas seperti ini memiliki banyak bidang, dan sangat mungkin bila tempat yang sedang Anda kunjungi mendukung pekerjaan anda.

#. Bekerja di Hostel

Hostel merupakan tempat yang baik dan berbiaya rendah. Selain itu, hostel juga bisa menjadi peluang Anda untuk mendapatkan uang. Beberapa hostel menerima backpacker untuk bekerja di tempatnya agar mendapatkan uang cepat. Jadi, Anda dapat mendatangi hostel dan menanyakan bila mereka membuka lowongan pekerjaan.

#. Memandu Wisata

Bila Anda menghabiskan waktu yang lama di sekitar negara tertentu, besar kemungkinan Anda memiliki pengetahuan dan cerita lokal di tempat-tempat wisata. Pengetahuan itu dapat Anda gunakan untuk menghasilkan uang dengan bekerja sebagai pemandu wisata. Menjadi pemandu wisata akan lebih fleksibel dalam hal waktu. Jika Anda memiliki pengetahuan yang lebih khusus mengenai kota tertentu, maka Anda dapat mendaftar ke perusahaan wisata yang lebih terspesialisasi. Namun, kemungkinan waktu Anda tidak akan sefleksibel ketika Anda melakukannya sendiri. (*)

Manajemen Krisis Kepariwisataan, NTB Klaim Sukses Tangani Bencana

this formate

LOMBOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan kesiapannya untuk menerapkan Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) Daerah. Sebagaimana diketahui, NTB menjadi satu dari tiga provinsi yang menjadi pilot project penerapan MKK yang disusun oleh Kementerian Pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu M. Faozal mengatakan, NTB mulai membentuk MKK sesuai dengan pedoman dari pemerintah pusat. “Beberapa langkah yang akan segera diambil oleh Pemprov NTB adalah pemetaan personel, pembentukan jejaring, inventarisasi potensi krisis, dan penyusunan dokumen rencana aksi,” kata Lalu dalam Siaran Pers diterima Republika.co.id, Jumat (20/9).

Ia mengatakan, NTB memiliki kisah sukses penanganan bencana pada 2018. Berbekal pengalaman tersebut, Dinas Pariwisata NTB bersama seluruh pihak terkait melakukan berbagai upaya untuk memberikan layanan untuk sektor pariwisata.

Lalu menjelaskan, dari pengalaman itu, pemerintah dan masyarakat telah belajar ihwal langkah penanganan apa yang dibutuhkan paling pertama. Dimulai dari kebutuhan evakuasi, penyediaan transportasi dan akomodasi, serta penyediaan informasi kepariwisataan secara cepat dan akurat. “Di sinilah MKK tingkat kabupaten maupun kota berperan vital,” kata Lalu.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan, mengatakan, perlu ada peningkatan pemahaman pengelola objek dan daya tarik wisata (ODTW) tentang perencanaan dan pengelolaan ODTW dan industri pariwisata yang menjamin keselamatan wisatawan.

Selain itu, Lilik juga menekankan agar para penyedia jasa taman rekreasi menyiapkan SOP penanganan khusus. Dicontohkan kasus, ada sebuah lokasi wisata yang berkeberatan jika lokasi wisatanya diberi tanda bahaya sebagai peringatan waspada bagi para pengunjung.

“Papan pengumuman justru dianggap mengurangi kunjungan wisatawan serta menakut-nakuti. Jika ditelusuri, papan pengumuman tersebut bermaksud memberi pesan agar pengunjung berhati-hati saat melakukan kegiatan wisata” lontarnya.

Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) untuk memperbaiki pengelolaan kawasan pariwisata saat menghadapi bencana. Payung hukum manajemen krisis telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Pariwisata (Permenpar) Nomor 10 Tahun 2019 dan menjadi pedoman bagi pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah pusat memprediksi kunjungan wisatawan mancanegara hingga akhir tahun ini hanya mencapai 16 juta kunjungan atau lebih rendah 2 juta wisman dari target 18 juta. Penurunan itu diakibatkan oleh banyaknya rentetan bencana alam yang terjadi sepanjang tahun.

Perkiraan realisasi kunjungan yang turun 2 juta orang berdampak pada penurunan devisa pariwisata sekitar 2 miliar dolar AS. Dengan kata lain, target devisa pariwisata 2019 sebesar 20 miliar dolar AS bisa tak tercapai.

Untuk diketahui, devisa pariwisata dari wisatawan mancanengara per orang sekitar 1.000 dolar per AS. Jika diakumulasikan, potensi kehilangan devisa pariwisata dari 2 juta kunjungan sekitar 2 miliar dolar AS.

Tahun 2018 ini, total kunjungan wisman selama setahun penuh mencapai 15,8 juta dengan peroleh devisa sebesar 19,29 miliar dolar AS. Sektor pariwisata hingga menjelang penghujung tahun 2019 kemungkinan masih dalam tahap pemulihan. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Swedia Buka Kesempatan bagi Wisatawan Miliki Pulau Pribadi

this formate

STOCKHOLM, bisniswisata.co.id: Bagi sebagian orang memiliki pulau adalah impian jangka panjang yang kemungkinan besar luput dari kenyataan, pasalnya tidak banyak orang yang cukup memiliki uang untuk membelinya. Namun Swedia memberikan kesempatan kepada siapa saja, termasuk wisatawan untuk membeli sebuah pulau, dari nyaris 222 ribu pulau yang ada di sana.

Selama ini kawasan Stockholm dikenal sebagai ‘rumah’ bagi lebih dari 4.000 penduduk, dan 30 ribu pulau kecil di sekitarnya. Pulau-pulau yang biasa dihuni oleh penduduk Swedia dan menjadi lokasi tujuan wisatawan adalah Blido, Moja, Orno, Uto, dan Sandon. Sementara ratusan ribu pulau lainnya kurang dikenal karena tidak berpenghuni, atau hanya dihuni oleh satu atau dua keluarga saja.

Mengutip Lonely Planet, Kamis (19/9), di luar lima pulau utama itu ada sebuah pulau di Swedia bernama Gasharsskaret yang dijual dengan harga US$1,4 juta (sekitar Rp19,7 miliar) untuk siapa saja yang berminat. Gasharsskaret berjarak 200 kilometer dari Stockholm, hanya ada lima bangunan di sini yaitu rumah utama, studio, rumah untuk tamu, rumah di dekat pantai, dan sauna.

Lokasi untuk rumah utama, yang bangunannya didominasi kaca, terdapat di bagian barat pulau. Hal ini memudahkan sang pemilik rumah untuk menikmati mentari terbenam sembari bersantai.

Di bagian timur pulau, terdapat studio berornamen kayu yang bisa digunakan untuk beragam keperluan. Berjemur mentari pagi misalnya. Sedangkan di bagian pantai ada sebuah bangunan kayu yang bisa digunakan untuk bersantai. Selain ‘menjajakan’ kerahasiaan, lokasi Gasharsskaret juga tidak jauh dari Sandon yang menjadi tuan rumah festival Midsomar. (ndy)

Dongkrak Kunjungan Turis, Jateng Geluti Wisata Dirgantara

this formate

UNGARAN, bisniswisata.co.id: Sport tourism atau wisata olahraga terus dikembangkan di Indonesia. Kini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berencana mengembangkan wisata olahraga dengan memacu olahraga Dirgantara. Tujuannya untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Ada 5 daerah yang didorong untuk pengembangan olahraga dirgantara. Masing-masing adalah Karimunjawa, Kebumen, Wonogiri, Karanganyar, dan Kabupaten Semarang.

“Kita tinggal menunggu dari daerah untuk berinisiatif membangun, selanjutnya dari provinsi dan pusat yang akan menjual,” papar Kepala Seksi Pengembangan Pasar Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Tanti Apriani dalam Seminar Internasional Pengembangan Pariwisata Berbasis Aero Sport di Griya Persada Hotel, Bandungan, Semarang, Kamis (19/9/2019).

Kedatangan para atlet dirgantara diharapkan bisa mengenalkan potensi wisata di daerah sekitar. Misalnya, Kabupaten Semarang dengan Candi Borobudur, Kebumen dengan dataran tinggi Dieng, dan Karanganyar yang memiliki Candi Sukuh dan Cetho. “Tapi tentu segala sesuatunya harus dipersiapkan, karena olahraga dirgantara ini kan risiko tinggi dan even komunitas,” kata Tanti.

Tanti mengatakan, jumlah wisatawan di Jateng pada 2018 mencapai 48.943.607 orang, dengan wisatawan mancanegara 677.168 orang. Sementara, pada 2017, jumlah wisatawan 40.118.470 dengan wisatawan mancanegara 781.107. Jumlah tersebut sudah melebihi target yang dicanangkan.

“Paling banyak berasal wisatawan mancanegara dari kawasan Arab, dengan tujuan Dieng. Alasannya, mereka ingin merasakan daerah yang sejuk. Selain itu juga heritage di Semarang dan Solo,” kata Tanti.

Sekjen Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Marsma Basuki Rochmat menyatakan siap bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mendatangkan atlet dan wisatawan dari luar negeri. Wilayah yang disodorkan pemerintah daerah cukup layak untuk pengembangan olahraga dirgantara.

“Kita akan berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata untuk berbicara soal wisatawan, soal edukasi dengan Kementerian Pendidikan, dan soal prestasi dengan Kementerian Olahraga,” kata Basuki seperti dilansir laman Kompas, (ndy)

Desainer Didiet Maulana Kawinkan Fashion dan Teknologi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengaruh teknologi pada fashion perlahan mulai menciptakan efek positif. Tidak hanya bagi para perajin, tetapi juga para pengusaha. Desainer ternama Indonesia, Didiet Maulana pun mengatakan, banyak perusahaan fashion yang membuktikan teknologi fashion dapat diterapkan di semua tingkatan. Mulai dari pengalaman konsumen, pengembangan produk, bahkan desain bahan.

“Sekarang ini kita mulai mengawinkan teknologi dengan industri fashion. Kita sudah masuk di dunia digital, zaman dulu, kita jualan istilahnya departemen store, sekarang lebih ke e-commerce. Dari kita sebagai pengusaha, jelas cara jual dan membelinya berbeda. Cara kita memperlakukan pembeli juga akan berbeda, karena biasanya mereka adalah anak-anak muda,” papar Didiet seperti dilansir laman Beritasatu, Kamis (19/09/2019).

Bila ditelisik, lanjut dia, kehadiran teknologi digital di industri fashion jauh lebih kompleks dari sekadar website, e-commerce dan juga media sosial. Bukan hanya dalam aspek pemasaran dan jual beli saja, melainkan juga membuat ramalan tren ke depan, baik dalam aspek kreativitas maupun bisnis.

“Kita harus membuka mata, akan adanya algorithm technology. Setiap kita belanja online, ada jejak data yang ditinggalkan, dan memudahkan kita untuk filtering. Banyak sekali desainer yang memanfaatkan ini. Dengan membuat desain berdasarkan historical produk mana yang jadi best seller. Di sana kita menarik data untuk membuat koleksi sekarang,” ungkap pendiri Ikat Indonesia by Didiet Maulana ini.

Di Indonesia sendiri, dalam mengawinkan industri fashion dan teknologi masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Didiet mengatakan, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut masyarakat untuk adaptif terhadap hal tersebut. Jika tidak, bisa jadi masyarakat Indonesia hanya berperan sebagai penonton, sedangkan industri ini dioperasikan oleh orang asing.

“Kita harus lebih relevan dengan apa yang terjadi saat ini. Memanfaatkan teknologi untuk memasarkan lebih luas cantiknya tenun asli buatan tangan milik Indonesia. Dengan begitu, terjadi sebuah sinkronisasi antara industri fashion dengan teknologi, tanpa harus mengubah nilai lokal kita,” tutupnya. (ndy)