Rambo Last Blood, Meski Gaek Tetap Garang

0
34
Sylvester Stallone pemeran John Rambo

HOLLYWOOD, bisniswisata.co.id: John Rambo – veteran Perang Vietnam, kembali beraksi. Pasca empat dekade sejak kemunculan pertamanya di film “First Blood” pada 1982, kini sudah memasuki sekuel kelimanya. Dulu bergaya rambut gondrong dengan ikat kepala, kini sang Jogoan sudah tak bergaya seperti dulu. Berganti menjadi seorang pria gaek yang wajahnya sudah penuh gurat tanda perjalanan hidup.

John Rambo (Sylvester Stallone) yang sepanjang hidup sudah menghadapi banyak situasi brutal, menegangkan dan mencekam kini tinggal di peternakan Arizona yang tenang. Kehidupannya yang damai diisi dengan interaksi bersama teman lamanya, Maria Beltran, serta cucunya Gabrielle yang sudah seperti keluarganya sendiri.

Ketenangan itu tak berlangsung lama ketika Gabrielle (Yvette Monreal) menyatakan ingin mencari ayahnya di Meksiko. Rambo keberatan, menurut dia ayah Gabrielle yang menelantarkannya sejak kecil tidak pantas untuk dicari.

Tentu saja Gabrielle tidak mengacuhkan nasihat Rambo dan neneknya. Dia nekat berkendara sendirian ke Meksiko untuk menemui teman yang berjanji akan memberikan alamat ayahnya. Temannya memang menepati janji, tapi Gabrielle tidak tahu ada udang di balik batu.

Saat hatinya terguncang gara-gara pertemuan dengan ayahnya, Gabrielle diculik kartel Meksiko pimpinan Hugo Martinez (Sergio Peris-Mencheta) dan Victor (Óscar Jaenada) yang memaksa gadis-gadis itu untuk jadi pelacur.

Kejadian itu membangkitkan amarah Rambo, yang bertekad untuk balas dendam dengan cara yang brutal bahkan tanpa ampun. Pria gaek yang awalnya disangka geng Meksiko sebagai kakek lemah itu, sebenarnya orang yang akan mengantarkan mereka pada kematian yang menyakitkan.

Setelah disuguhi adegan-adegan drama, giliran rentetan adegan-adegan penuh darah di mana Rambo menunjukkan pada musuh-musuhnya bahwa usia hanyalah angka dan ia masih sanggup bahkan garang menjadi mesin pembunuh. Senapan, belati, panah, semuanya disuguhkan untuk menyambut para tamu dari Meksiko yang di sini digambarkan seperti stereotip; kumuh dan sarang kriminal serta kejahatan.

Mereka bermain petak umpet penuh darah dan jebakan di dalam terowongan bawah tanah yang dibangun Rambo sejak lama di bawah kediamannya. Bagi pencinta film gore, mungkin bagian ini menyenangkan, tapi yang tidak terlalu suka menonton adegan sadis bakal memejamkan mata beberapa kali. Sehingga film ini tidak akan cocok untuk anak dan remaja

Jangan buru-buru keluar dari bioskop karena pada bagian film arahan Adrian Grunberg ini masih ada cuplikan-cuplikan adegan film “Rambo” yang terdahulu, mengingatkan kita alasan mengapa Rambo versi lanjut usia ini seperti tidak ada matinya. Grunberg, Sedangkan Matthew Cirulnick dan Sylvester Stallone sebagai penulis naskah.

Para kritikus Hollywood pun melontarkan uneg-unegnya film Rambo: Last Blood. Sepertinya tidak bisa lepas dari kutukan film-film sebelumnya. Eric Kohn dari Indiewire mengulas film dan memberi nilai “D +.”, dalam ulasannya, ia menuliskan: “Dibangun dengan estetika lo-fi telenovela dan diliputi oleh muski dan bgm berlebihan, Last Blood terasa seperti penghargaan untuk para penggemar.”

Sentimen bahwa Rambo: Last Blood tidak terasa seperti film Rambo sebelumnya ternyata bisa diamini. Karakter ikonik Sylvester Stallone, Rocky, telah digunakan kembali dengan baik di layar lebar berkat film Creed.

Scott Mendolsohn dari Forbes mengulas Rambo: Last Blood sebagai entri yang mengecewakan karena tidak sesuai dengan pendahulunya atau film lain dalam genre tersebut. Dia berkata: “Ini adalah film yang secara agresif tidak relevan (dengan sebelumnya). Dan tidak bisa dibedakan dari waralaba sebelumnya, setidaknya mencoba untuk membenahi diri mereka sebagai peristiwa. Rambo V tidak dapat membandingkan dengan pendahulunya”.

Satu hal yang tampaknya disetujui oleh semua ulasan adalah bahwa Rambo: Last Blood adalah setiap film aksi penuh darah dan penuh kekerasan.

Dalam ulasannya untuk Variety, Peter Debruge berkata: “Sungguh mengerikan, pembantaian yang menyayat hati untuk disaksikan, namun sudah dikalibrasi untuk mendapatkan seruan dan sorakan dari penggemar.. Rambo harus menghadapi masa lalunya dan menggali keterampilan tempurnya yang kejam untuk membalas dendam dalam misi terakhir yang akan dihadapinya.

Meski baru hadir di layar lebar, film Rambo: Last Blood berada di posisi ketiga Box Office setelah Downton Abbey dan Ad Astra. Seperti diwartakan Box Office Mojo, film Sylvester Stallone ini mendapat 1,3 juta dolar dalam penayangan di kurang dari 2.900 bioskop. Pendapatan tersebut di bawah film bertema sejenis seperti Angel Has Fallen dan The Hitman’s Bodyguard dengan 1,5 juta dolar. (ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.