ASEAN DESTINASI INTERNATIONAL LIFESTYLE

Arah Pariwisata Baru Filipina ke Keberlanjutan

Seorang turis asing berfoto dengan pedagang lokal sambil menunggu penumpang lainnya turun dari perahu motor di Pulau Boracay.     ( Foto: Choose Filipine)

MANILA, bisniswisata.co.id: Mantan Menteri Pariwisara Filipina, Christina Garcia Frasco mengatakan  djtahun 2026 ini  pemerintah Filipina alihkan fokusnya dari pemulihan menuju keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.

Berbicada sebelum transisinya ke peran Penasihat Presiden untuk Komunitas Berkelanjutan  dan Berketahanan, Frasco mengatakan arah baru pariwisata kini berfokus pada keberlanjutan mata pencaharian pariwisata, peningkatan infrastruktur, dan perluasan kemitraan internasional serta acara strategis

Seperti dilansir dari businessmirror.com.ph. dia mengatakan pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi utama, dengan 134 juta perjalanan domestik yang tercatat pada tahun sebelumnya yang mendukung mata pencaharian sekitar 16,4 juta warga Filipina yang bekerja di sektor terkait pariwisata.

Dia juga menyoroti upaya yang sedang berlangsung untuk meningkatkan infra-struktur pariwisata, termasuk peningkatan bandara lokal dan internasional, pemba-ngunan area peristirahatan wisata, pendirian pusat layanan bantuan wisata pertama di negara ini, dan peluncuran layanan concierge pariwisata medis.

Namun demikian, Frasco mengakui bahwa Filipina masih memiliki banyak hal yang perlu diperbaiki. Negara ini saat ini berada di peringkat ke-69 dari 117 negara di dunia dalam hal infrastruktur pariwisata.

“Kita masih perlu banyak mengejar ketertinggalan, tetapi kita membutuhkan dana untuk meningkatkan (hal tersebut),” kata Frasco.

Setelah transisi kepemimpinan di DOT, Sekretaris Pariwisata yang baru diangkat, Dita Angara-Mathay, seorang diplomat veteran perdagangan mengalihkan perhatian ke penguatan pariwisata domestik melalui keterjangkauan, aksesibilitas, dan keterlibatan digital.

Di bawah kepemimpinannya, DOT meluncurkan kampanye “Discover More to Love”, yang bertujuan untuk mendorong warga Filipina menjelajahi destinasi lokal sambil mempertahankan “Love the Philippines” sebagai slogan pariwisata nasional negara tersebut.

Kampanye ini juga bertujuan untuk memperluas promosi digital melalui platform seperti TikTok, di mana para pelancong semakin banyak menemukan destinasi dan merencanakan perjalanan.

Angara-Mathay mengatakan kampanye baru ini bukanlah pengganti merek yang sudah ada, tetapi upaya untuk memperluas partisipasi pariwisata domestik.

Untuk mengatasi masalah keterjangkauan, DOT bekerja sama dengan kelompok perjalanan dan mitra industri untuk mengembangkan paket wisata gabungan yang menggabungkan transportasi, akomodasi, dan layanan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau.

Dia mengakui bahwa perjalanan domestik masih mahal bagi banyak warga Filipina, dengan menyebutkan faktor-faktor seperti meningkatnya biaya perjalanan dan biaya operasional maskapai penerbangan, khususnya harga bahan bakar.

“Kita tidak bisa mengendalikan inflasi perjalanan saat ini. Saya sudah berbicara dengan tiga maskapai penerbangan dan saya telah melakukan riset. Maskapai penerbangan tidak bisa menurunkan harga karena 80% dari biaya mereka adalah bahan bakar. Anda tidak bisa membantah itu,” katanya.

Namun, dia mengatakan pemerintah dapat mengeksplorasi langkah – langkah seperti insentif pengembangan rute, termasuk kemungkinan turunnya  biaya pendaratan, untuk mendorong konektivitas yang lebih besar antar destinasi.

Kini saat kepala eksekutif negara menyampaikan pidato kenegaraan kelimanya pada 27 Juli di Kompleks Batasang Pambansa di Quezon City, perhatian akan beralih dari target pengunjung dan angka kedatangan.

Bagi banyak pemangku kepentingan, fokusnya tertuju pada bagaimana pemerintah bermaksud menerjemahkan komitmen pariwisatanya menjadi kemajuan yang terukur melalui transparansi yang lebih besar, implementasi yang lebih kuat, dan investasi yang berkelanjutan.

Lagipula, Filipina tidak pernah kekurangan keindahan alam, kekayaan budaya, atau komunitas yang ramah. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan bahwa aset-aset ini dilindungi, dikelola secara bertanggung jawab.

Tentunya dikembangkan dengan cara yang memungkinkan lebih banyak warga Filipina dan pengunjung asing untuk menikmatinya tanpa mengorbankan kualitas-kualitas yang membuatnya unik.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)