BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pacific Asia Travel Association (PATA) dan Asia Travel Technology Industry Association (ATTIA) telah meresmikan kemitraan organisasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU).
Langkah ini menandai tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi yang mempertemukan sektor perjalanan, pariwisata, dan teknologi di kawasan Asia Pasifik.
Kesepakatan ini menetapkan kerangka kerja bagi kedua organisasi untuk bekerja sama dalam mendukung pengembangan industri, mendorong inovasi, dan meningkatkan dialog kebijakan di tengah lanskap pariwisata yang semakin digital.
CEO PATA, Noor Ahmad Hamid, mengatakan peran ATTIA dalam merumuskan kebijakan untuk mendukung persinggungan antara pariwisata dan teknologi yang terus berkembang sangatlah patut diapresiasi.
“Upaya mereka sangat selaras dengan komitmen PATA untuk memajukan ekosistem pariwisata yang lebih berkelanjutan dan tangguh, sehingga kemitraan ini menjadi langkah yang sangat tepat.” kata Noor Ahmad Hamid
Jaringan PATA yang saling bersinggungan juga berperan penting dalam mempertemukan serta memotivasi kami untuk bersama-sama memberikan nilai lebih bagi sektor ini secara luas.
“Saya menantikan kolaborasi dengan ATTIA dalam memperjuangkan industri yang lebih tangguh, inovatif, dan terhubung di seluruh Asia Pasifik.”
Jangkauan PATA serta kemampuannya dalam mempertemukan pemerintah, destinasi, dan industri perjalanan secara luas sungguh luar biasa.
Dengan memadukan jaringan tersebut bersama keahlian kebijakan ATTIA dan perspektif dari perusahaan teknologi perjalanan terkemuka.
Kemitraan ini dapat membantu terjemah-kan pengalaman industri menjadi dialog praktis dan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran seiring dengan terus berkembangnya sektor perjalanan,” ujar Mark Chan, Managing Director ATTIA.
Berdasarkan kesepakatan ini, PATA dan ATTIA akan berkolaborasi dalam berbagai bidang utama, antara lain;
*Acara dan Berbagi Pengetahuan: Dukungan bersama untuk konferensi, webinar, dan kegiatan industri, termasuk peluang untuk menjadi pembicara dan partisipasi lintas organisasi.
*Pemasaran dan Komunikasi: Promosi bersama untuk berbagai inisiatif, pertukaran wawasan pariwisata, serta peningkatan eksposur kegiatan masing-masing pihak melalui platform digital dan saluran komunikasi.
*Keterlibatan dan Advokasi Industri: Memperkuat dialog mengenai kebijakan dan inovasi guna mendukung sektor pariwisata yang lebih terhubung, tangguh, dan berorientasi masa depan.
Melalui upaya kolaboratif ini, kedua organisasi menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan kemajuan digital industri perjalanan dan pariwisata di Asia Pasifik.
Nota Kesepahaman (MOU) tersebut juga menjadi landasan bagi kerja sama di masa depan, di mana kedua belah pihak menyatakan keterbukaan untuk memperluas inisiatif bersama dan memperpanjang kemitraan melampaui jangka waktu awal.










