Uncategorized

ASITA Dorong Penguatan Koordinasi dan Perlindungan Wisatawan di Tengah Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

ASITA Dorong Penguatan Koordinasi dan Perlindungan Wisatawan di Tengah Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jakarta, 7 September 2026 — Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA)
menyampaikan keprihatinan atas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dalam dua hari
terakhir yang berimbas pada perjalanan masyarakat dan wisatawan.
Gangguan penerbangan seperti keterlambatan, perubahan jadwal, pembatalan penerbangan
maupun penyesuaian rute tidak hanya berdampak kepada penumpang, tetapi juga
menimbulkan efek berantai terhadap travel agent, tour operator, hotel, transportasi, destinasi
wisata, hingga keseluruhan rantai industri pariwisata.
ASITA memahami bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas
utama. Namun, dalam kondisi gangguan operasional, kecepatan informasi, kepastian
penanganan dan koordinasi antarpihak menjadi hal yang sangat penting.
Ketua Umum ASITA menyampaikan bahwa industri perjalanan membutuhkan sistem
komunikasi yang terintegrasi agar travel agent dapat memberikan informasi dan solusi yang
tepat kepada wisatawan.
“Dalam situasi seperti ini, wisatawan membutuhkan kepastian. Karena itu, kami mendorong
seluruh stakeholder untuk memperkuat koordinasi dan memberikan informasi yang cepat,
jelas, konsisten, serta mudah diakses oleh masyarakat maupun pelaku usaha perjalanan,” ujar
Ketua Umum ASITA.
ASITA MENDORONG EMPAT LANGKAH UTAMA
Pertama, kepada maskapai penerbangan, ASITA mendorong adanya mekanisme penanganan
penumpang terdampak yang cepat dan jelas, termasuk reschedule, rebooking, refund maupun
rerouting, serta memastikan travel agent memperoleh informasi yang sama dengan yang
diterima penumpang.
Kedua, kepada pengelola bandara dan pemerintah, ASITA mendorong tersedianya pusat
informasi resmi dan terintegrasi yang dapat menjadi rujukan bersama bagi maskapai, travel
agent, hotel, tour operator dan masyarakat.
Ketiga, kepada hotel dan pelaku usaha pariwisata, ASITA mengimbau agar diberikan
fleksibilitas kepada wisatawan yang terdampak, terutama dalam penyesuaian jadwal
perjalanan, check-in maupun check-out.
Keempat, kepada masyarakat dan wisatawan, ASITA mengimbau agar selalu memantau
informasi melalui kanal resmi maskapai dan bandara serta berkoordinasi dengan travel agent
masing-masing sebelum melakukan perjalanan.DEWAN PIMPINAN PUSAT / NATIONAL BOARD
ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA
( Association of The Indonesian Tours &Travel Agencies )
Golden Plaza Fatmawati Blok A.30, Jl. RS. Fatmawati No.15,Jakarta 12420
(62-21) 7590 0094 – 95 dpp@asita.id asita.id
ASITA juga mengimbau seluruh anggotanya untuk tetap mengedepankan profesionalisme
dalam menangani wisatawan terdampak, menyampaikan informasi berdasarkan sumber resmi,
serta membantu melakukan penyesuaian itinerary secara transparan.
ASITA juga meminta kepada semua supplier terutama airlines dan hotel agar dapat
memberikan keleluasaan kepada pengguna jasa untuk mendapatkan full refund atau free
reschedule (airlines) dan free cancellation / reschedule (hotel) supaya pengguna jasa yang
terdampak tidak mengalami kerugian 2 (dua) kali. Serta dukungan pemerintah kepada
masyarakat yang terdampak di bandara agar dapat diberikan perhatian seperti akomodasi atau
konsumsi gratis selama mereka stranded.
ASITA menilai kondisi ini menjadi momentum untuk memperkuat crisis management dan
contingency plan dalam industri penerbangan dan pariwisata Indonesia.
ASITA menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah, pengelola bandara, maskapai
penerbangan, hotel, dan seluruh stakeholder pariwisata untuk memastikan kepentingan
wisatawan tetap menjadi prioritas.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)