Calon penumpang di bandara menumpuk akibat erupsi Gn Anak Krakatau ( Foto: ANTARA)
JAKARTA, bisniswisata.co.id : Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyampaikan keprihatinan atas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berimbas pada perjalanan masyarakat dan wisatawan.
Gangguan penerbangan seperti keterlambatan, perubahan jadwal, pembatalan penerbangan maupun penyesuaian rute tidak hanya berdampak kepada penumpang, tetapi juga timbulkan efek berantai terhadap travel agent, tour operator, hotel, transportasi, destinasi
wisata, hingga keseluruhan rantai industri pariwisata.
ASITA memahami bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Namun, dalam kondisi gangguan operasional, kecepatan informasi, kepastian penanganan dan koordinasi antarpihak menjadi hal yang sangat penting.
Ketua Umum ASITA, Dr. N. Rusmiati, M.Si., M.H menyampaikan bahwa industri perjalanan membutuhkan sistem
komunikasi yang terintegrasi agar travel agent dapat memberikan informasi dan solusi yang tepat kepada wisatawan.
“Dalam situasi seperti ini, wisatawan membutuhkan kepastian. Karena itu, kami mendorong seluruh stakeholder untuk memperkuat koordinasi dan memberikan informasi yang cepat,jelas, konsisten, serta mudah diakses oleh masyarakat maupun pelaku usaha perjalanan,” ujar Rusmiati.
Untuk itu ASITA mendorong Empat Langkah:
*Pertama : kepada maskapai penerbangan, ASITA mendorong adanya mekanisme penanganan penumpang terdampak yang cepat dan jelas, termasuk reschedule, rebooking, refund maupun rerouting, serta memastikan travel agent memperoleh informasi yang sama dengan yang
diterima penumpang.
*Kedua, kepada pengelola bandara dan pemerintah, ASITA mendorong tersedianya pusat informasi resmi dan terintegrasi yang dapat menjadi rujukan bersama bagi maskapai, travel agent, hotel, tour operator dan masyarakat.
*Ketiga, kepada hotel dan pelaku usaha pariwisata, ASITA mengimbau agar diberikan fleksibilitas kepada wisatawan yang terdampak, terutama dalam penyesuaian jadwal perjalanan, check-in maupun check-out.
*Keempat, kepada masyarakat dan wisatawan, ASITA mengimbau agar selalu memantau informasi melalui kanal resmi maskapai dan bandara serta berkoordinasi dengan travel agent masing-masing sebelum melakukan perjalanan.
ASITA juga mengimbau seluruh anggotanya untuk tetap kedepankan profesionalisme
dalam menangani wisatawan terdampak, menyampaikan informasi berdasarkan sumber resmi, serta membantu melakukan penyesuaian itinerary secara transparan.
ASITA juga meminta kepada semua supplier terutama airlines dan hotel agar dapat
memberikan keleluasaan kepada pengguna jasa untuk mendapatkan full refund atau free reschedule (airlines) dan free cancellation / reschedule (hotel) supaya pengguna jasa yang terdampak tidak mengalami kerugian 2 (dua) kali.
Perlu dukungan pemerintah kepada
masyarakat yang terdampak di bandara agar dapat diberikan perhatian seperti akomodasi atau konsumsi gratis selama mereka tertunda perjalanannya.
ASITA menilai kondisi ini menjadi momentum untuk memperkuat crisis management dan contingency plan dalam industri penerbangan dan pariwisata Indonesia.
Rusmiati menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah, pengelola bandara, maskapai penerbangan, hotel, dan seluruh stakeholder pariwisata untuk memastikan kepentingan wisatawan tetap menjadi prioritas.










