Bisnis Kue Artis, Dulu Viral Kini Gagal Total

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Era digital memang membudahkan bisnis apa saja, siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Termasuk bisnis kuliner makanan camilan alias kue. Dan bisnis kue ini dulu menjadi viral ketika para artis ikut terjun dengan membangun bisnis kuenya di kota besar di penjuru nusantara. Sayangnya beberapa tahun belakang, nama dan produk kue artis semakin tak jelas produksinya. Bisnis kue artis gagal total. Mereka pun gulung tikar.

Menurut Chief Empowerment Officer (CEO) Accelerice Indonesia, Charlotte Kowara, bisnis kue-kue kekinian para artis yang hanya bisa bertahan 1-2 tahun ini lebih condong meningkatkan strategi marketing lewat nama artisnya itu sendiri, dibandingkan kualitas rasa dan produknya sendiri.

“Kebanyakan yang kita lihat artis-artis ini perannya adalah sebagai marketing. Kelebihan mereka bisa memberitahu produk-produk apa yang dijual tanpa susah payah karena sudah punya nama,” ujar Charlotte seperti dilansir laman CNBC Indonesia, Kamis (19/09/2019).

Charlotte sendiri mengetahui bahwa dibalik kue-kue kekinian artis ada grup yang mengarahkan dan mengelola. Di Indonesia, ada sekitar 4-5 grup, yang masing-masing mengelola sejumlah artis yang berbeda-beda. Kelebihan mereka bisa memberitahu produk-produk apa yang dijual tanpa susah payah, karena para artis itu sudah punya nama

“Jadi harus diketahui dari grup-grup ini adalah apakah mereka untuk marketing barang atau memproduksi barangnya? Karena tidak mudah membicarakan bisnis Food and Beverage (F&B). Di dalamnya tidak hanya ada sisi marketing, tetapi juga ada sisi bisnis, distribusi, bahkan dari sisi rasa produknya sendiri. Inilah yang harus dicari tahu,” lanjutnya.

Menurut Charlotte, intinya dalam bisnis F&B, seharusnya semua aspek bisa seimbang dijalankan, bukan lebih condong ke satu sisi saja. Dengan begitu, biasanya bisnis akan bertahan lebih lama. Jika membangun usaha dari awal, dibutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus menembus sasaran pasar produknya. Namun sekarang, banyak pengusaha yang berpikir orang-orang sudah ‘diedukasi’ dengan produk-produk kekinian yang sama dari perusahaan lain.

Tahun 2017, kue-kue kekinian para artis ini sendiri memang bak virus yang langsung menyebar dengan cepat dimana-mana. Semua artis ikut berjualan kue dengan nama mereka. Semua kue tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Namun dua tahun kemudian, kue-kue artis ini tidak terdengar lagi gaungnya, bahkan menghilang.

Menurut Charlotte, faktor FOMO (Fear Of Missing Out) menjadi salah satu alasan banyak orang Indonesia yang takut ketinggalan kekinian. “Jadi mereka langsung lompat ke ranah yang mereka pikir sudah diedukasikan. Mereka ikut momentum yang sudah dibantu karena viral,” ujarnya.

Sayangnya banyak dari pengusaha tidak melihat situasi, apakah produk yang mereka keluarkan bisa bertahan lama atau hanya mengandalkan momentum hype-nya. Sayangnya mereka tidak melihat itu, maka itulah yang menjadi penyebab kue-kue artis ini gulung tikar.

Ada alasan positif dan negatif dari fenomena gulung tikar bisnis kue para artis Alasan positif, Charlotte mengatakan mungkin penjualannya bagus, namun dapur utama tidak bisa produksi order begitu banyak, sehingga berimbas kepada supply chain dan operation-nya. “Kalau alasan negatif, mungkin karena kuenya terlalu terhubung dengan nama si artis dan saat ini tingkat kepopuleran si artis menurun, yang mengakibatkan penurunan sales,” lanjutnya.

Jika melihat dari sisi bisnis, perlu dipertanyakan apakah artis-artis tersebut terjun langsung ke dapur guna membantu dari sisi kualitas produk, kemasan, dan supply chain serta operationnya. “Sedangkan kita tahu kebanyakan kue-kue artis ini hanya menjual nama si artisnya saja, bukan produknya. Tapi ini enggak semua artis ya. Saya tahu ada beberapa artis yang langsung turun tangan ke dapur untuk produksinya,” lontarnya.

Menurutnya, secara produksi, kualitas grup-grup yang menaungi artis tersebut lumayan bagus. “Hanya soal rasa mungkin mereka tidak sebagus dengan produk yang memang dikembangkan dengan detail. Belum pasti apakah mereka survei soal varian rasa yang bisa diterima di masyarakat. Karena rasa berperan penting dalam hal ini,” ungkapnya lagi.

Karena beberapa kue artis berasal dari grup yang sama, Charlotte melihat perlu adanya pengaturan baru. Dibandingkan dengan bergabung dengan grup yang memiliki kualitas kue biasa aja, seharusnya artis-artis bisa mencari partnership dengan perusahaan yang produknya sudah terbukti berkualitas.

“Mestinya artis-artis ini kerja sama dengan mereka dengan white labeling (memberi merek dari suatu produk atau jasa yang dibelinya dari perusahaan lain) atau mungkin di labeling. Misalnya keripik Syahrini, tapi keripiknya itu memang produksi dari perusahaan yang bagus dan berkualitas,” sarannya.

Berikut deretan kue kekinian para artis yang saat ini tidak ada kabar lagi, seperti dilansir Finansialku.com

Bandung Kanaya – Amy Qanita

Bandung Kanaya milik Amy Qanita ibunda Raffi Ahmad dan keluarganya ini diketahui sudah tutup sejak 8 Maret 2018. Hal ini terlihat dari postingan akun Instagram @bandungkanaya yang sudah tidak lagi memposting produk. Bandung Kanaya ini menyajikan berbagai kue mirip Brownies dengan banderol harga mulai dari Rp55 ribu hingga Rp60 ribu. Bandung Kanaya menyediakan tiga rasa selai yakni, coklat, macha dan vanilla untuk dicocol. Postingan terakhir dari akun Instagram Bandung Kanaya adalah: “Store kami akan tutup sementara, tapi kami sudah menyiapkan kejutan loh. Kami akan istirahat selama beberapa saat”. Namun nyatanya hingga saat ini toko yang sedang direnovasi itu tidak kunjung dibuka. Beberapa food blogger juga sempat mengatakan bahwa tekstur kue tersebut bukan brownies tapi seperti bolu biasa dan agak bantet. Selain itu rasanya tawar sehingga harus dicocol dengan selai yang terasa terlalu manis.

Bosang Makassar – Ricky Harun

Bosang Makassar diresmikan pada 15 Januari 2017, toko kue milik Ricky Harun ini pun dikabarkan sudah tutup. Hal ini terlihat dari kolom komentar akun Instagram @bosangmakassar yang sudah tidak aktif beberapa bulan lalu. Bosang Makassar merupakan gabungan kue bolu rasa keju dengan puff pastry di bagian tengahnya yang memiliki 7 varian rasa yang dibanderol dengan harga Rp49 ribu – Rp55 ribu.

Kuenya Ayu – Ayu Ting Ting

Sejak November 2017, Ayu Ting Ting telah membuka bisnis kue dengan nama Kuenya Ayu. Berbentuk kue bolu segiempat dengan aneka rasa, Kuenya Ayu menawarkan berbagai kue dengan kisaran harga Rp29 ribu hingga Rp40 ribu. Kini, toko kue tersebut telah hilang, mulai dari toko offline yang salah satunya ada di Bekasi hingga instagramnya pun kini telah tutup. Sebelum tutup, Kuenya Ayu banyak mendapat kritik dari beberapa food vlogger yang mengatakan kalau rasanya tidak seenak kue artis lainnya. Ada pula yang sampai blak-blakan dengan mengatakan rasa kuenya Ayu tidak enak.

Pisjo Cake – Arzeti Bilbina

Pisjo Cake milik Arzeti Bilbina ini menawarkan produk berupa sponge cake yang memiliki bahan utama buah pisang. Dengan adonan pastry dan topping berbagai macam, kue milik Arzetti Bilbina ini dibanderol dengan Rp70 ribu. Dibuka sejak 2017 silam, oleh-oleh asal Kendari ini telah tutup sejak 2018. Akun Instagram @pisjocake sendiri sudah tidak memposting sejak 64 minggu yang lalu.

Princess Cake – Syahrini

Syahrini memiliki dua bisnis kuliner dengan nama Princess Cake dan Bakpia Princess Cake. Dengan berbagai lapisan puff pastry, bolu hingga topping aneka rasa, Princess Cake dibanderol dengan harga Rp72 ribu hingga Rp85 ribu. Untuk Bakpia Princess, keenam varian rasanya dibanderol dengan harga Rp65 ribu hingga Rp75 ribu. Kini, kedua bisnis kuliner yang sempat menjadi topik perbincangan warganet ini tak lagi terdengar kabarnya.

Semarang Thal Cake dan Jambi Jambe – Ruben Onsu & Sarwendah

Disaat jualannya sedang naik daun, pasutri Ruben Onsu dan Sarwendah mundur dari bisnis yang dijalani mereka ini pada 23 September 2017. Belum diketahui secara pasti alasan mengapa mereka mundur dari manajemen kue artis tersebut. Walaupun sudah tidak dipegang Ruben dan Sarwendah, Semarang Thal Cake yang berganti nama menjadi Semarang Roru Cake tetap buka hingga kini. Admin yang mengelola akun Instagram @semarangrorucake pun sempat menjelaskan kalau mereka hanya melakukan pergantian manajemen. Untuk rasa, produk, dan lokasi tetap sama.

Semarang Wife Cake – Chelsea Olivia

Sejak 35 minggu lalu, Semarang Wife Cake tidak pernah lagi membuat postingan baru. Bisnis milik Chelsea Olivia ini, dalam akunnya, menyatakan bahwa tokonya tutup sementara dan akan buka kembali nantinya. Padahal, kue yang ditawarkan cukup unik, berbentuk bulat dengan pie berlapis. Dengan lumuran berbagai rasa, varian rasa Green Tea, Chocomelt, cheese, lemon dan choconut yang dibanderol Rp58.000.

Surabaya Snow Cake – Zaskia Sungkar

Telah menghilang sejak 1 tahun lalu, Surabaya Snow Cake milik Zaskia Sungkar disinyalir sudah tak lagi aktif. Hal ini bisa dilihat lewat akun Instagramnya @surabayasnowcake yang sudah tidak memiliki postingan apapun dan akun @snowcakesurabaya yang sudah tidak aktif. Dibanderol harga Rp60 ribu sampai Rp69 ribu, Surabaya Snow Cake adalah bentuk modifikasi dari Kue Lapis Surabaya. Yang membedakan hanya Surabaya Snow Cake menumpuk dengan lapisan puff pastry pada lapisan atas dan bawah.

Queenroll Bangka & Palembang – Sandra Dewi
Dibanderol dengan harga Rp58 ribu, Queenroll Bangka-Palembang adalah cake gulung dengan berbagai rasa isian atau filling. Queenroll ini sejenis cake gulung yang di dalamnya terdapat isian atau filling. Untuk isinya ada beberapa varian rasa, seperti cheese lovers, green tea, salted peanut butter, pineapple, choco melt, dan rasa durian. Sejak beberapa bulan lalu, toko bisnis milik Sandra Dewi ini telah hilang, toko offline dan akun Instagram @queenrollpalembang sudah tidak tersedia lagi. (ndy)

Kabut Asap Tak Pengaruhi Minat Wisman Kunjungi Batam

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Kabut asap yang selama beberapa hari terakhir ini menyelimuti Kota Batam, Kepulauan Riau, tidak mempengaruhi minat wisatawan mancanegara berkunjung ke kota kepulauan itu. Pemkot mengklaim belum ada pembatalan kunjungan ke Batam selama beberapa hari terakhir.

“Tidak ada pengaruhnya, sampai sekarang saya masih mendapatkan laporan rencana kunjungan wisman. Ini baru dilaporkan lagi, 90 mahasiswa Nanyang (NTU Singapura) datang siang ini, belum yang lain-lain,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, Kamis (19/9).

Bahkan, sambung Ardi, sedikitnya 1.500 wisman asal Malaysia dijadwalkan berkunjung ke Batam untuk menyaksikan Tabligh Akbar di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Jumat (20/9). Menurut dia, relatif tidak ada wisman yang membatalkan rencana kunjungannya ke Batam karena kabut asap.

Ia mengatakan, kabut asap yang terjadi di Batam akibat kiriman dari daerah lain sehingga sifatnya sementara. Itu yang membuat wisman tidak khawatir bepergian ke kota di seberang Singapura. “Tidak ada kunjungan yang dibatalkan karena tidak ada titik api di sini,” kata dia saat ditemui dalam persiapan Tabligh Akbar di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan dari Riau dan Kalimantan tertiup angin sampai ke Batam. Dan arah angin berubah-ubah sehingga asap tidak selalu ada di Batam. Apalagi, kata mantan Kabag Humas Pemkot Batam itu sifat hujan di Batam ekuatorial. Hujan bisa datang tiba-tiba dan langsung menyapu kabut asap.

“Hujan di Batam sporadis. Kabut itu bergerak menurut angin. Angka Indeks Standar Pencemaran Udara juga terus bergerak. Sekejap sehat, sekejap tidak sehat,” lontar Ardi seperti diunduh dari Antara.

Sementara kualitas udara di Kota Batam kembali sehat dengan ISPU 33 hingga 50 pada Kamis pagi, berdasarkan pantauan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam. Padahal, sehari sebelumnya udara Batam mencapai kategori sangat tidak sehat dengan ISPU mencapai lebih dari 200.

Kualitas udara dikatakan sehat bila ISPU di bawah 100, kemudian bila 100 sampai 199 kategori tidak sehat, 200 sampai 299 kategori sangat tidak sehat, dan di atas 300 kategori berbahaya. (ndy)

Asyiknya Mengarungi Wisata Bahari Pulau Terluar Sulut

this formate

MENADO, bisniswisata.co.id: Tak bisa dipungkiri, Sulawesi Utara (Sulut), merupakan provinsi dengan jumlah pulau terbanyak juga provinsi perbatasan dengan negara lain. Apalagi pulau-pulau terluarnya tak terhintungnya banyak, Bahkan memiliki potensi wisata bahari yang perlu dikembangkan, dikemas dan dipromosikan ke dalam maupun luar negeri.

“Memang kami bukan hanya fokus kepada kepada sektor perikanan saja, namun juga potensi pariwisata. Sebagai provinsi perbatasan, pemerintah daerah terus memberdayakan potensi pariwisata dan perikanan, dan workshop pengelolaan pulau-pulau kecil terluar merupakan upaya memaksimalkan potensi tersebut,” papar Kepala Badan Perbatasan Daerah Sulawesi Utara (Sulut), Djemi Gagola, di Menado, Kamis (19/09/2019).

Seperti dikutip dari Antara, Optimalisasi pariwisata dan perikanan pulau-pulau kecil terluar guna menopang wilayah perbatasan. Pembangunan pariwisata termasuk wisata bahari dilaksanakan melalui beberapa langkah strategis, seperti pendidikan dan latihan (diklat), pelatihan bimbingan teknis (bimtek), magang, dan studi komparasi terkait pengembangan potensi wisata.

“Perlu juga bantuan modal usaha bagi masyarakat untuk mengembangkan objek wisata yang ada di pulau-pulau terkecil,” katanya sambil menambahkan tercatat ada sekitar 300 pulau yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara, namun yang menjadi daya tarik masih seputar Bunaken dan Lembeh.

Pulau terluar itu berdasarkan, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Sulawesi Utara memiliki 12 pulau. Dua belas pulau itu adalah Bongkil (Bangkit), Mantehage (Manterawu), Makalehi, Kawaluso, Kawio, Marore, Batuwaikang, Miangas, Marampit, Intata, Kakorotan, dan Kabaruan.

Dari ke-12 pulau itu, Miangas adalah yang paling dikenal karena sangat berbatasan dengan Filipina. Padahal selain Miangas, ada juga Batuwaikang yang letaknya paling ujung. Batu Bawaikang merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pulau yang berbentuk bongkahan batu menjulang dan ditumbuhi oleh vegetasi ini termasuk dalam gugusan Kepulauan Kawio, salah satu lokasi favorit penyu untuk bertelur.

Untuk mencapai Kepulauan Kawio, dibutuhkan ‘perjuangan’ tersendiri. Sehingga berwisata ke tempat ini sangat cocok bagi mereka yang menggandrungi wisata petualangan. Alat transportasi yang umum digunakan sebagai alat angkutan masyarakat adalah perahu Pumb Boad yang memiliki 1 atau 2 mesin yang hanya bisa mengangkut sebanyak 4-5 orang. Sedangkan untuk transportasi ke ibu kota kabupaten terdapat kapal motor perintis yang melayani angkutan penumpang dan barang.

Ditambahkan, sebenarnya masih ada beberapa pulau yang layak untuk dijelajahi jika berkunjung ke Sulawesi Utara. Berikut adalah beberapa pulau tersebut.

Pulau Pahepa

Pulau Pahepa memiliki pemandangan bawah lautnya yang sangat menakjubkan, Bagi yang hobi snorkeling, dijamin akan menemukan surganya. Secara administratif, Pulau Pahepa berada di Kecamatan Siau Timur Selatan. Kawasan ini masih rimbun ditumbuhi pepohonan. Hijau yang berjejer di daratan, membuat betah tinggal.

 Pulau Nain
Taman Nasional Bunaken tak hanya sebatas Pulau Bunaken dan Manado Tua saja, karena masih ada empat pulau lain yang memiliki pesonanya tersendiri. Salah satunya Pulau Nain yang terletak di Kecamatan Wori, Minahasa, Sulawesi Utara. Pulau Nain kini menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi karena keunikan pasir timbulnya. Namun wisatawan hanya bisa pasir timbul itu saat air laut sedang surut.

Pulau Mahoro

Mahoro merupakan sebuah pulau yang terletak di wilayah Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau yang masih masuk dalam kawasan Nusa Utara ini terkenal karena keindahannya. Gugusan Pulau Mahoro dan pulau-pulau kecil diantaranya sering disebut dengan Cluster Buhias. Di antara gugusan pulau-pulau kecil itu, ada sebagian pulau yang tidak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro. Pulau Mahoro merupakan titik paling timur dari cluster Buhias, sehingga menjadikan pulau ini seperti benteng bagi pulau lainnya.

 Pulau Gangga
Sama seperti Mahoro, Pulau Gangga juga terletak di Kabupaten Minahasa Utara. Pulau Gangga layaknya surga tersembunyi, yang masih belum diketahui banyak orang. Kealamian Pulau Gangga juga masih sangat terjaga, karena sekitar 80 persen alam yang ada di daerah ini belum terjamah oknum usil maupun rakus. Sebagian besar penduduk pulau ini berprofesi sebagai nelayan, dan mereka juga turut menjaga pulau tersebut. Kekayaan biota laut khas Samudera Pasifik, menjadi daya tarik untuk para penyelam sekaligus memberikan pengalaman yang tidak terlupakan.

Pulau Bangka
Pulau kecil ini terletak di ujung timur laut Sulawesi,. Berhadapan dengan Pulau Bunaken, keindahan Pulau Bangka tak kalah indah. Perjalanan ke pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Manado menuju Likupang selama kurang lebih 90 menit sampai 2 jam, kemudian dilanjut dengan kapal bermesin menuju Pulau Bangka. Selain menikmati keindahan Pulau Bangka, Teman Traveler juga bisa menjelajah ke Hutan Mangrove.

Pulau Lihaga
Pulau Lihaga di Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara. Untuk menuju Pulau Lihaga, bisa menempuh jalur darat dari pusat Kota Manado menuju Serei yang merupakan dermaga di Kecamatan Likupang. Dari situ Teman Traveler bisa memilih mau menggunakan moda transportasi kapal beratap atau tidak. Perjalanan laut ditempuh kurang lebih 30 menit sampai Pulau Lihaga. Di Pulau ini ada olahraga air seperti snorkeling dan scuba diving bisa dilakukan di pulau elok ini.

Pulau Makalehi
Pulau Makalehi berbatasan dengan dua negara; Filipina dan Malaysia. Letaknya yang demikian, menasbihkan Makalehi sebagai pulau terluar dari Sitaro. Selain unik secara letak, ia juga memiliki pesona lain. Di Makalehi terdapat danau berbentuk love. Orang-orang setempat menamakannya dengan danau cinta. Indahnya juga bisa bikin jatuh cinta.

Pulau Siladen
Pulau Siladen terletak disebelah timur laut pulau Bunaken dan memiliki luas 31,25 hektar. Pulau ini dikelilingi pantai pasir putih dan di dalam lautnya banyak terumbu karang dengan biota laut yang bermacam-macam bentuk dan warna sehingga membentuk suatu tanaman laut yang sangat indah. Aktifitas yang bisa Anda lakukan di Pulau ini adalah berkeliling dengan naik perahu berkaca (katamaran), snorkling , diving, dan photografi underwater (foto bawah laut) dan pastinya berjemur di pantai dengan hamparan pasirnya yang putih. (ndy)

Kabut Asap, Okupansi Hotel di Riau Anjlok hingga 100%

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan belakangan ini memukul bisnis hotel, terutama di wlayah Riau dan Kalimantan Selatan. Okupansi hotel anjlok, bahkan ada yang mencapai hingga 100%.

Perhimputan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebutkan, ada dua faktor yang menyebabkan tingkat keterisian kamar hotel menurun, yakni akses dan isu kesehatan. Akibat kebakaran hutan dan lahan maskapai membatalkan penerbangan. Kabut asap juga membikin kenyamanan dan kesehatan terganggu.

Alhasil, turis mengurungkan niat bepergian ke wilayah yang terdampak kabut asap. “Apa yang mau dinikmati dari para wisatawan dalam kondisi seperti itu?” keluh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PHRI, Maulana Yusran di Jakarta.

Maulana mengatakan, terjadi penurunan okupansi khususnya di daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan dan daerah terdampak dari asap itu sendiri. “Paling parah Riau, karena asapnya saja sudah sampai Malaysia. Catatan PHRI, tingkat okupansi hotel di Riau anjlok hingga 100%.,” ungkapnya

Sementara Ketua PHRI Kalimantan Selatan Rosally Gunawan mengaku, hingga kini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kendala bisnis hotel dari para anggotanya. “Sejauh ini, belum ada laporan,” ujarnya.

Meski demikian, Rosally menuturkan, pengelola hotel di Kalimantan Selatan masih mendapatkan pemasukan dari dari kegiatan kegiatan lokal daerah itu sendiri, baik dari pemerintah daerah maupun acara-acara yang dilakukan masyarakat setempat.

Salah satu bisnis hotel yang terdampak kabut asap adalah jaringan hotel yang dikelola PT Dafam Property Indonesia Tbk melalui PT Dafam Hotel Management (DHM). Manajemen DHM mengklaim, potensi kerugian sepanjang September ini mencapai Rp 750 juta.

Andhy Irawan, Direktur Utama DHM menyebutkan, pihaknya mengelola dua hotel di daerah Sumatra dan Kalimantan, yakni Hotel Dafam Pekanbaru, Riau dan Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru.

Hingga kini, operasional hotel di Riau masih terganggu sehingga para tamu dari luar provinsi banyak yang membatalkan kunjungan mereka. “Ada beberapa korporasi yang membatalkan kegiatannya di Pekanbaru,” ujarnya seperti dilansir laman Kontan, Kamis (19/09/2019).

Sedangkan, untuk operasional hotel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Andhy bilang, beberapa reservasi kamar dibatalkan dan sejumlah event terpaksa diundur. Tak ayal, okupansi hotel milik DHM pada September ini sebesar 5%-10% di Riau.

Bahkan, penurunan okupansi bisa mencapai 30% jika kebakaran hutan dan lahan tidak segera diatasi. Hotel Dafam yang berada di Kalimantan Selatan tidak begitu terdampak kabut asap karena intensitasnya belum pekat. “Namun, tetap saja bulan ini tingkat okupansi juga turun 5%-10%,” keluhnya.

Andy memproyeksikan, total potensi kerugian perusahaan di bulan ini untuk Riau mencapai Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Sedangkan, untuk Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru diperkirakan sampai dengan Rp 500 juta. (ndy)

Sport Tourism, Destinasi Wisata Baru di Kotabaru

this formate

KOTABARU KALSEL, bisniswisata.co.id: Pariwisata di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) memang terkenal dengan wisata baharinya. Ada pantai yang menawan, teluk dengan lengkungan indah. Juga wisata pulau yang membanggakan seperti Pulau Birah-birahan, Pulau Tanjung Kunyit, Pulau Sembilan, Pulau Samber Gelap, Pulau Denawan, Pulau Pamalikan dan Pulau Laut. Selain wisata bahari, Kotabaru memiliki wisata lainnya yakni wisata Goa Temuluang.

Kini, Kotabaru tengah mengembangkan obyek wisata baru sport tourism di Bukit Mamake, Pulau Laut. Kawasan pegunungan yang di kalangan wisatawan sering disebut Mamake Hill dengan ketinggian 222 mdpl merupakan obyek wisata berlokasi di antara dua desa yaitu Sarang Tiung dan Tirawan.

Dari atas puncak Bukit Mamake akan terlihat pemandangan alam yang mempesona 360 derajat berupa garis pantai dan laut, pegunungan Meratus dan pemandangan kota Pulau Laut di sisi lainnya. Kawasan wisata ini mulai dikembangkan sejak 2014, oleh kelompok pemuda sadar wisata desa setempat.

“Puncak Mamake Hill menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata wisatawan. Anginnya juga stabil, sehingga cocok untuk wisata olahraga paralayang, Juga akan dikembangkan wisata hiking atau pendakian, lari lintas alam, motor trail serta sepeda gunung ” papar Ketua Jasa Wisata Desa Sarang Tiung, Bahtiar, di Kotabaru, Kamis (19/9/2019)

Meski tergolong obyek wisata baru, lanjut dia, Bukit Mamake kini banyak didatangi pengunjung termasuk para tamu luar daerah yang datang ke Pulau Laut Kotabaru. Bahkan federasi olahraga paralayang sudah melakukan ujicoba di Bukit Mamake dengan hasil memuaskan. “Kita berencana menggelar kejuaraan paralayang internasional di Bukit Mamake ini sekaligus mempromosikan wisata yang ada di Kotabaru,” ujarnya.

Kawasan wisata alam Bukit Mamake sebelumnya masuk kawasan hutan lindung seluas 500 hektar telah mendapat izin pengelolaan lahan sekitar 45 hektar dengan status Hutan Kelola Masyarakat (HKM) dari Dinas Kehutanan Kalsel.

Saat ini berbagai fasilitas penunjang obyek wisata seperti jalan dan fasilitas umum lainnya sudah terbangun. Namun pihak pengelola obyek wisata Bukit Mamake juga tetap mempertahankan rute pendakian alami ke puncak Mamake bagi para pendaki termasuk rute atau track bagi pesepeda gunung dan motor trail.

“Kita mendorong kabupaten/kota di Kalsel untuk mengembangkan potensi wisata daerah masing-masing yang bisa menopang perekonomian masyarakat. Ini juga bagian dari upaya Kalsel untuk mencari alternatif pendapatan daerah di luar sektor tambang,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq seperti dilansir laman Medcom.

Kabupaten Kotabaru merupakan kabupaten yang dikenal kaya hasil tambang batubara. Wilayah ini juga memiliki banyak pulau-pulau kecil dan memiliki potensi wisata bahari yang menjanjikan. Namun diakui Hanif pengembangan potensi wisata di Kotabaru masih terkendala akses dan sebagian merupakan daerah terpencil. (ndy)

Proyek Infrastruktur Pariwisata Melonjak, Kebutuhan Alat Berat Juga Terdongkrak

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Proyek infrastruktur seperti jalan, bandara, pelabuhan, jembatan, hotel dan fasilitas umum lainnya termasuk pembangunan pariwisata saat ini mengalami peningkatan, seiring upaya pemerataan pembangunan pariwisata termasuk penanganan 10 Bali Baru. Kondisi ini menyebabkan sektor konstruksi dan alat berat juga terdongkrak.

PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat Caterpillar, mengenalkan teknologi Cat® MineStarTM System, sebuah solusi komprehensif yang mengintegrasikan produk, proses, dan sumber daya manusia. Dengan tagline mengusung teknologi terdepan, teknologi ini mengintegrasikan sejumlah rangkaian kemampuan yang memungkinkan pelanggan untuk menskalakan sistem sesuai kebutuhan.

“Teknologi Cat® MineStarTM System dapat membantu pelaku industri dalam mengelola rantai pekerjaan mulai infastruktur sektor pariwisata juga pertambangan, mulai pelacakan material, manajemen armada, identifikasi kesehatan alat berat, hingga sistem peralatan otonom, dan lainnya,” papar Mining Product Lifecycle Manager Trakind Kiswanto pada acara Mining & Construction Indonesia 2019 yang digelar di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dilanjutkan, Industri pertambangan merupakan salah satu sektor yang memiliki sumbangsih besar bagi pembangunan negeri. Dalam operasionalnya, beragam tantangan perlu dihadapi para pelaku industri pertambangan; mulai dari kondisi geografis, keselamatan pekerja, hingga efisiensi kerja. Pelaku industri selalu membutuhkan cara baru untuk mendorong produktivitas sambil mengurangi biaya operasional.

Rangkaian fitur dari Cat® MineStarTM System dapat digunakan dalam sebuah kombinasi fitur komprehensif maupun secara terpisah. Fitur FLEET membantu pelanggan dalam melakukan manajemen armada dengan kemampuan untuk pelacakan dan penugasan terhadap semua jenis unit yang bekerja di banyak lokasi dengan dilengkapi data dan analisis yang detil secara real time.

TERRAIN menggunakan teknologi pemanduan canggih berguna lakukan manajemen unit berbasis data sistematis yang tepat waktu. Fitur ini efektif untuk aplikasi pengeboran, dragline, perataan, dan pemuatan dengan tingkat presisi yang tinggi. “Juga DETECT meningkatkan kewaspadaan operator terhadap keselamatan berkendara; dilengkapi sensor canggih, fitur ini mampu meningkatkan deteksi pada daya pandang yang terbatas di sekitar unit yang bergerak maupun tidak bergerak,” ungkapnya.

Selain itu, ada Fitur HEALTH memantau kesehatan mesin secara komprehensif, memberi laporan data kerja unit secara terus menerus sehingga dapat mengidentifikasi potensi masalah dari unit tersebut sebelum terjadinya kerusakan. COMMAND memungkinkan pengendalian penambangan jarak jauh, baik secara semi-otonom, atau otonom penuh, dengan teknologi revolusioner membantu bekerja dengan aman dan produktif di berbagai lingkungan yang menantang.

Pengaplikasian Cat® MineStarTM System ditujukan menjadi solusi tepat untuk mendorong produktivitas serta meningkatkan keselamatan kerja di pertambangan. “Penerapan teknologi pada alat berat di industri pertambangan dapat memberikan beragam kemudahan, sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan, sehingga pelaku industri memiliki daya saing tinggi,” ujar Lalak Budiman selaku Mining Product Engineer Senior Specialist Trakindo.

Lokasi Trakindo di acara Mining & Construction Indonesia 2019 berada di Hall C2, no. 22. Outdoor Space, JIEXPO Area. Selain teknologi, Trakindo juga menghadirkan beragam unit yang sesuai untuk pekerjaan pertambangan dan pendukung infrastrukturnya, seperti: hydraulic mining shovel Cat 6015, soil compactor Cat CS11GC, hydraulic excavator Cat 320 Next Generation, mini hydraulic excavator Cat 304E2 CR, backhoe loader 426f2, lift truck DP35NT, engine C27, dan motor grader 120 Next Generation.

Beragam penawaran menarik turut dihadirkan dalam acara kali ini, meliputi penyewaan dan pembelian berbagai unit alat berat baru serta alat berat purna pakai, suku cadang, juga layanan pendukung seperti laboratorium Scheduled Oil Sampling (S•O•S?). Pengunjung juga dapat mencoba mengoperasikan alat berat melalui alat simulator yang disediakan.

“Demi menjamin kemudahan pelanggan dalam memperoleh produk, layanan dan solusi alat berat terbaik, Trakindo juga didukung dengan fasilitas kelas dunia berteknologi terdepan. Jaringan dukungan Trakindo berada di lebih dari 60 lokasi siap melayani pelanggan di seluruh Indonesia,” sambung Kiswnto. (ens)

Festival Kopi Nusantara di Kota Tua Diserbu Pengunjung

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Luar biasa membludak saat Festival Kopi Nusantara di Kota Tua Jakarta. Hari pertama, Rabu (18/09/2019) sampai pukul 15.00 WIB, jumlah pengunjung mencapai 800 pengunjung. Ditargetkan hingga malam, jumlah pengunjung tembus 1.000 orang. Jumlah ini ditargetkan meningkat dua kali lipat pada hari kedua, Kamis (19/09/2019).

Memang Ngopi, nampaknya sudah menjadi sebuah gaya hidup yang kini tengah digandrungi oleh seluruh masyarakat. Menjadi salah satu teman favorit saat bersantai, popularitas kopi kini tengah naik daun. Bukan hanya digandrungi oleh kaum muda saja, para orang tua juga banyak yang menyukai berbagai produk kopi.

Terbukti dari tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam pergelaran Festival Kopi Nusantara di Kota Tua tanpa bayar alias gratis. “Sudah banyak banget (pengunjung). Gratis juga kan masuknya, jadi antusiasnya tinggi. Tadi kami hitung formulirnya sudah ada 800 pengunjung. Kemungkinan sekarang lebih,” kata Kamila, selaku panita registrasi acara di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (18/9/2019).

Diketahui, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Festival Kopi Nusantara untuk mengaungkan animo periwisata di kawasan Kota Tua.

Sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar, Indonesia memiliki banyak jenis specialty coffee yang tersebar di nusantara. Karena itu, dalam festival ini Bank Indonesia menghadirkan berbagai produk kopi yang meliputi 25 daerah di Indonesia.

Beberapa diantaranya adalah Aceh, Jambi, Bengkulu, Kalimantan, Lampung, Sulawesi, Malang, sampai ke Papua. Animo masyarakat pun terlihat mulai dari meja registrasi festival tersebut. Terlebih, pihak penyelenggara juga membagikan voucher kopi gratis bagi 500 pengunjung yang daftar pertama hari ini.

Menurut Kamila, 500 voucher pendaftar pertama bahkan sudah ludes sejak pukul 13.00 WIB. “Voucher gratis untuk 500 peserta. Itu pun sudah habis daritadi. Jadi bagi pengunjung harus melakukan resgistrasi dulu di meja registrasi, namun tidak dipungut biaya alias gratis,” kata dia.

Festival ini, digelar selama dua hari mulai pagi ini hingga 19 September 2019 besok. Dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, festival ini bisa diikuti oleh siapa saja tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

Festival ini diikuti 17 provinsi dan 25 kantor perwakilan Bank Indonsia mulai Aceh hingga Papua, dengan bertujuan menggenjot tingkat pariwisata di Jakarta, khususnya kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Kepala UPK Kota Tua, Novriadi Setio Husodo, berharap, kawasan Kota Tua tidak hanya menjadi tempat pariwisata semata namun juga bisa mendatangkan nilai ekonomi lebih bagi pelaku usaha kopi. “Di kawasan kota tua itu salah satu berlabuhnya per­dagangan, sehingga ada juga komoditinya kopi, di sana ada jalan kopi. Ketika VOC ber­labuh di Sunda kelapa, Belan­da berupaya menanam kopi di daerah pondok kopi. ” katanya.

Menurutnya, festival kali ini merupakan inovasi terbaru dari yang biasanya hanyalah bersifat atraksi dan budaya. “Festival kopi ini luar biasa. Pertama sisi ekonomi dan kedua sisi pendidikan. Dimana kawasan kota tua dahulunya sebagai pusat perdagangan kopi. Makannya ada jalan yang menggunakan kopi. Ini bagian dari sejarah dan wisata nasional,” kata Novriadi.

Dilanjutkan, konsep tentang wisata nasional itu bukan hanya tingkat provinsi dan bukan hanya menjadi wisata, melainkan ada edukasi dan aktifitas didalamnya. Artinya, festival kopi yang diikuti 17 provinsi dengan edukasi dan aktifitas ekonomi, sangat mendorong kota tua sebagai destinasi wisata nasional.

“Kami juga tengah melakukan pengembangan secara bertahap. Dari taman Fatahillah ke pengembangan kali besar dan dilanjutkan ke kawasan Pecinan hingga Sunda kelapa. Jadi semuanya akan direvitalisasi,” ungkapnya. (end)

Jakarta Culinary Festival Hadirkan Tren Anyar Dunia Kuliner

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memasuki tahun keenam, Jakarta Culinary Feastival (JCF) tampil lebih keren, lebih menghibur dan lebih spektakuler dengan mempersembahkan tren-tren terbaru dunia kuliner yang membentuk industri makanan dan minuman Indonesia. Tahun ini Jakarta Culinary Feastival diselengarakan di Mal Senayan City, Jakarta Selatan pada 3 hingga Oktober 2019

Dengan tema “In Bloom”, dalam festival ini bukan hanya ada stan makanan, namun pengunjung dapat turut serta dirangkaian acara dan berinteraksi dengan bintang tamu yang hadir. , “Foodies dan figur-figur ternama dunia kuliner akan saling interaksi melalui beragam aktivitas,” kata Brand Manager Ismaya Live Sarah Deshita, dalam keterangan resminya, Rabu (18/09/2019).

Dilanjutkan, para foodies bisa mengikuti kelas yang dipandu oleh para bintang di bidang kuliner atau culinary stars. Adapun program tersebut melalui ragam masterclass. Selain itu, bintang kuliner juga akan menjamu foodies di aktivitas Chef’s Table Experience, “Mereka akan memasak dan langsung menghidangkan signature dish (hidangan khas) masing-masing kepada foodies,” lontarnya.

Lebih dari 49 bintang kuliner mancanegara dan Indonesia akan mengisi acara Jakarta Culinary Feastival. Mereka datang dari berbagai latar belakang di antaranya chef, mixologist, barista, dan ahli makanan-minuman. Para pelaku di bidang kuliner itu akan memandu berbagai aktivitas, di antaranya memasak, ada membuat kue atau kopi, kelas memasak untuk anak-anak, sesi bincang, dan masterclass, “Ada edutainment (pendidikan yang menghibur) juga masterclass,” katanya.

Ada tujuh daya tarik dari JCF 2019 Ada dua tenda besar tempat JCF 2019 berlangsung yaitu Spoon Tent yang terletak di seberang North Lobby Senayan City, dan Fork Tent yang terletak di seberang South Lobby Senayan City.

Di Spoon Tent, Restaurant Area dan GoFood Festival akan menjadi tempat restoran-restoran ternama Jakarta hingga 20 merchant terfavorit GoFood. Sedangkan di Fork Tent terdapar Dessert Garden dan Coffee Room. Di sini juga akan menjadi rumah untuk area Marketplace, tempat vendor makanan dan peralatan dapur berkumpul.

Sebanyak empat koki bintang Michelin akan memeriahkan JCF 2019 di antaranya Julien Royer dari restoran Odette di Singapura (No. 1 Asia’s 50 Best Restaurants 2019 & No. 18 World’s 50 Best Restaurants 2019), Ivan Brehm dari restoran Nouri di Singapura (No. 39 Asia’s 50 Best Restaurants 2019), Richie Lin dari Mume di Taiwan (No. 7 Asia’s 50 Best Restaurants) dan Manjunath Mural yang merupakan head chef dari resto concept Ismaya Group terbaru yaitu Gunpowder Kitchen & Bar.

Di Restaurant Area, Gunpowder Kitchen & Bar akan menyediakan makanan karya koko Manjunath mural. Begitu pula, Huxta burger dari Melbourne dan Mangkok Ku dari kolaborasi Arnold Poernomo, Gibran Rakabuming, dan Kaesang Pangarep akan memeriahkan Restaurant Area.

Pesohor boga Sisca Soewitomo akan menjadi salah satu bintang kuliner Indonesia yang akan mengisi aktivitas cooking demo di JCF 2019. Selain itu, pendiri toko pastry ternama BEAU Bakery, Talita Setyadi, serta pemenang Chef of the Year dari penghargaan Jakarta’s Best Eats, Fernando Sindu, juga akan menyapa para foodies di JCF 2019.

Foodies yang ingin menunjukan keahliannya dalam memasak dapat mengikuti kompetisi pencarian koki The Chef Hunt 2019. Bersama salah satu institusi kuliner terbaik dunia, Le Cordon Bleu, dan Modena, The Chef Hunt terbuka untuk para foodies yang belum pernah memiliki pengalaman profesional di dapur.

Pemenang pertama The Chef Hunt 2019 akan mendapatkan kursus pendek di kampus Malaysia Le Cordon Bleu lengkap dengan tiket pesawat, akomodasi, dan uang saku. Pendaftaran dibuka secara online di www.jakartaculinaryfeastival.com/chefhunt dan dibuka hingga 15 September 2019.

GoFood menghadirkan GoFood Paradiso, sebuah zona yang memajang berbagai instalasi seperti Journey to the Food Sanctuary, Bakso Meditation Room, Satay Mystical Trees, Boba Tea Sacred Pool, dan GoFood Prophecies Booth di Fork Tent.

Selain itu, di Spoon Tent, pengunjung berkesempatan untuk mendapatkan berbagai macam voucher dan merchandise eksklusif dari GoFood di Food Miracle Cave. Pengunjung dapat menikuti Masterclass atau kelas memasak bersama koki ternama atau makan masakan koki ternama di Chef’s Table Experience. Untuk ikut serta dua kegiatan ini pengunjung harus memesan terlebih dahulu dan dikenakan biaya. (redaksi@bisniswisata.co.id)

20-22 September 2019, Festival Lembah Lore Poso

this formate

POSO, bisniswisata.co.id: Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah pertama kali menggelar Festival Lembah Lore. Festival ini punya tujuan mulia, yakni menjaga kelestarian hutan dan alam. Juga mendongkrak kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) bahwa Poso memiliki taman nasional yang kaya flora dan fauna endemik langka.

Festival yang mengusung tema ‘Merajut Tradisi Melestarikan Alam’, diselenggarakan di Desa Wanga, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso pada Jumat sampai Ahad, 20 – 22 September 2019. Festival ini mengangkat kearifan lokal masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dalam menjaga kelestarian hutan dan alam.

Kepala Balai Besar TNLL, Jusman mengatakan UNESCO telah menetapkan Taman Nasional Lore Lindu sebagai salah satu cagar biosfer di dunia pada 1977. “Karena itu, semua pihak perlu menjaga kelestarian flora dan fauna di dalamnya,” kata Jusman dalam keterangan resminya, Rabu (18/09/2019).

Festival Lembah Lore menghadirkan pemeran produk komunitas makanan, minuman dan hasil-hasil kerajinan tangan yang bahan bakunya berasal dari desa masing-masing. Ada pula pameran tanaman obat-obat tradisional, pertunjukan seni tradisional dan berbagai lomba.

Festival ini diadakan guna mengangkat potensi daerah, mengembangkan produk, meningkatkan mata pencarian masyarakat lokal. Festival Lembah Lore juga diharapkan menjadi jalan bagi penghidupan dan kemajuan komunitas wirausaha berkelanjutan.

Di daratan Lore Lindu tersebar ribuan situs perbubakala yang selama ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan maupun peneliti mancanegara. Sebab itu, menurut Jusman, agenda wisata seperti festival ini penting diadakan untuk menambah daya tariknya.

Untuk mencapai Taman Nasional Lore Lindu, wisatawan biasanya menempuh perjalanan dari Palu. Mereka menggunakan kendaraan sepeda motor, mobil, maupun bus dan menempuh jarak sekitar 100-an kilometer dari Palu ke daratan Lore.

Sebelum sampai di daratan Lore, pelancong bisa mampir ke objek wisata Danau Tambing yang terletak di jalur Trans Sulawesi Palu – Palolo – Napu. Danau Tambing terletak di ketinggian sekitar 1.700 mdpl dan memiliki udara yang sejuk dan pemandangan indah. Masih banyak burung liar yang berkembang biak di hutan sekitar Danau Tambung.

Taman Nasional yang memiliki luas hingga 231.000 hektar, Taman Nasional Lore Lindu menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik langka yang hanya terdapat di Sulawesi. Anda bahkan tidak akan bisa menemukan flora dan fauna tersebut di belahan dunia lainnya.

Di taman nasional ini, akan menjumpai kawasan pegunungan, rawa, danau, dan hutan dalam satu kompleks Taman Nasional yang begitu luas. Danau Lindudi di kaki Gunung Nokilalaki berada di ketinggian 2355 meter diatas permukaan laut dan menjadi sumber mata pencaharian bagi nelayan setempat. Sedangkan puncak tertingginya berada di Gunung Rorekatimbu yang terletak 2.600 meter di atas permukaan laut.

Kawasan hutan ini memiliki beberapa tipe ekosistem hutan yang berbeda-beda. Ada ekosistem hutan pamah tropika, hutan pegunungan, hutan pegunungan, dan ekosistem dengan komposisi jenis yang berbeda. Taman Nasional ini juga memiliki curah hujan yang berbeda. Di bagian Utara, curah hujan berkisar antara 2000-3000 mm per tahun dan di bagian Selatan mencapai 3.000-4.000 mm per tahun.

Di Taman Nasional Lore Lindu tinggal 117 jenis mamalia, 88 jenis burung, 29 jenis reptilian, dan 19 jenis amfibi. Darisemua jenis fauna tersebut 50 persen diantaranya merupakan fauna endemik Sulawesi. Beberapa fauna endemik yang tinggal di sini antara lain adalah kera tonkean, babi rusa, tangkasi, kuskus, maleo, katak Sulawesi, musang Sulawesi, tikus Sulawesi, kangkareng sulawesi, ular emas, dan ikan endemik di Danau Lindu.

Di hutan ini juga tumbuh flora endemik, yakni wanga dan leda. Karena baunya yang harum, dua jenis pohon ini sering dijadikan bahan kosmetik kecantikan. Anda juga bisa menemukan tumbuhan sejenis rotan, pohon Ara, aren, damar, kantung semar, serta pangi.

Anda tidak hanya bisa menikmati keindahan flora dan fauna di sini, tapi Taman Nasional Lore Lindu juga menyajikansisa peradaban megalitik yang akan membuat Anda berdecak kagum. 431 situs megalitik peninggalan peradaban Lembah Besoa membuat situs ini menjadi monument megalitik terbaik di Indonesia. Di sini Anda bisa menemukan patung batu manusia, jambangan besar, piringan, batu-batu cembung, mortar batu, serta tiang penyangga rumah dengan ukuran yang berbeda-beda dengan usia yang mencapai ratusan tahun. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Data Pribadi Jutaan Penumpang Malindo Air Diduga Bocor

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id; Malindo Air, anak perusahaan Lion Air disebut telah mengalami pelanggaran data besar-besaran, yang mengakibatkan informasi dari jutaan penumpang termasuk rincian paspor, alamat rumah dan nomor telepon bocor ke forum pertukaran data bulan lalu.

Hal ini dikabarkan South China Morning Post dan telah dikonfirmasi oleh CEO Malindo Air Chandran Rama Muthy. Ia mengatakan bahwa maskapainya sedang melakukan penyelidikan atas masalah tersebut dan telah berkomunikasi dengan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC).

“Kami mengetahui tentang pelanggaran ini minggu lalu. Kami dan vendor pihak ketiga sedang memeriksanya dan akan segera membuat pernyataan. Kami akan memberi tahu penumpang sesuai dengan hasil penyelidikan, ” katanya kepada South China Morning Post, Rabu (18/09/2019)

Chandran mengatakan Malindo Air juga akan menyewa perusahaan cybersecurity independen untuk melakukan analisis forensik penuh ke dalam sifat kebocoran. “Ini adalah pelanggaran yang sangat serius,” tegasnya.

File-file yang berisi data penumpang yang terbang dengan Thai Lion Air dan Malindo Air diunggah dan disimpan dalam layanan web Amazon yang merupakan sumber daya penyimpanan cloud publik. File ini berisi nama lengkap, alamat rumah, alamat email, tanggal lahir, nomor telepon, nomor paspor, dan tanggal kedaluwarsanya.

Empat file, dua milik Malindo Airlines dan dua milik Thai Lion Air, dilepas secara online oleh sebuah akun bernama Specter yang mengoperasikan situs darkweb yang menerbitkan tautan unduhan untuk data yang bocor dan meretas basis data.

Ada juga referensi ke Batik Air, anak perusahaan Lion Air lain yang berbasis di Jakarta. Data tersebut dilepas secara berkelompok pada layanan pesan instan Telegram, serta pada penyimpanan cloud dan layanan hosting file seperti mega.nz dan openload.cc, yang masih berisi tautan aktif ke database tersebut.

Tim pakar cybersecurity India Technisanct Nandakishore Harikumar menemukan catatan saat memantau forum ini saat menjalankan operasi keselamatan data untuk klien. “Ketika menilai beberapa dari mereka, kami menemukan bahwa situs web Spectre memiliki tempat pembuangan baru milik Malindo Airlines. Kami mengakses dump, memverifikasi data, dan memahami bahwa itu berisi informasi sensitif. Kami menilai tingkat keparahannya dan mencoba memahami di mana semua data dijual,” kata Nandakishore.

Malindo Air sendiri beroperasi dari dua bandara di Kuala Lumpur dan memiliki jaringan sekitar 40 rute di seluruh wilayah, termasuk ke Indonesia, Thailand, India, Singapura dan Australia dengan lebih dari 800 penerbangan setiap minggu.

Sementara Chandran sendiri akan mengundurkan diri sebagai CEO pada 23 September 2019 dan memberi jalan bagi Mushafiz Mustafa Bakri, yang saat ini menjabat direktur keselamatan, keamanan dan kualitas di Thai Lion Air. Lalu Chandran akan menjadi direktur strategis untuk Lion Group, untuk mengawasi pengembangan lima operator perusahaan. (ndy)