Kabut Asap, Okupansi Hotel di Riau Anjlok hingga 100%

0
27
Kabut Asap menyelimuti jembatan Siak Riau yang ikonik dan jadi daya tarik wisata Riau (Foto: /riauaktual.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan belakangan ini memukul bisnis hotel, terutama di wlayah Riau dan Kalimantan Selatan. Okupansi hotel anjlok, bahkan ada yang mencapai hingga 100%.

Perhimputan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebutkan, ada dua faktor yang menyebabkan tingkat keterisian kamar hotel menurun, yakni akses dan isu kesehatan. Akibat kebakaran hutan dan lahan maskapai membatalkan penerbangan. Kabut asap juga membikin kenyamanan dan kesehatan terganggu.

Alhasil, turis mengurungkan niat bepergian ke wilayah yang terdampak kabut asap. “Apa yang mau dinikmati dari para wisatawan dalam kondisi seperti itu?” keluh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PHRI, Maulana Yusran di Jakarta.

Maulana mengatakan, terjadi penurunan okupansi khususnya di daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan dan daerah terdampak dari asap itu sendiri. “Paling parah Riau, karena asapnya saja sudah sampai Malaysia. Catatan PHRI, tingkat okupansi hotel di Riau anjlok hingga 100%.,” ungkapnya

Sementara Ketua PHRI Kalimantan Selatan Rosally Gunawan mengaku, hingga kini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait kendala bisnis hotel dari para anggotanya. “Sejauh ini, belum ada laporan,” ujarnya.

Meski demikian, Rosally menuturkan, pengelola hotel di Kalimantan Selatan masih mendapatkan pemasukan dari dari kegiatan kegiatan lokal daerah itu sendiri, baik dari pemerintah daerah maupun acara-acara yang dilakukan masyarakat setempat.

Salah satu bisnis hotel yang terdampak kabut asap adalah jaringan hotel yang dikelola PT Dafam Property Indonesia Tbk melalui PT Dafam Hotel Management (DHM). Manajemen DHM mengklaim, potensi kerugian sepanjang September ini mencapai Rp 750 juta.

Andhy Irawan, Direktur Utama DHM menyebutkan, pihaknya mengelola dua hotel di daerah Sumatra dan Kalimantan, yakni Hotel Dafam Pekanbaru, Riau dan Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru.

Hingga kini, operasional hotel di Riau masih terganggu sehingga para tamu dari luar provinsi banyak yang membatalkan kunjungan mereka. “Ada beberapa korporasi yang membatalkan kegiatannya di Pekanbaru,” ujarnya seperti dilansir laman Kontan, Kamis (19/09/2019).

Sedangkan, untuk operasional hotel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Andhy bilang, beberapa reservasi kamar dibatalkan dan sejumlah event terpaksa diundur. Tak ayal, okupansi hotel milik DHM pada September ini sebesar 5%-10% di Riau.

Bahkan, penurunan okupansi bisa mencapai 30% jika kebakaran hutan dan lahan tidak segera diatasi. Hotel Dafam yang berada di Kalimantan Selatan tidak begitu terdampak kabut asap karena intensitasnya belum pekat. “Namun, tetap saja bulan ini tingkat okupansi juga turun 5%-10%,” keluhnya.

Andy memproyeksikan, total potensi kerugian perusahaan di bulan ini untuk Riau mencapai Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Sedangkan, untuk Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru diperkirakan sampai dengan Rp 500 juta. (ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.