Kabut Asap, 7 Bandara Ditutup Penerbangan Dibatalkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tercatat ada tujuh bandara yang terdampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketujuh bandara itu, untuk sementara belum bisa beroperasi akibat kondisi jarak pandang yang belum terpenuhi. Sehingga maskapai mengalami penundaan penerbangan, bahkan dibatalkan.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, bandara di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang belum bisa beroperasi, yaitu: Bandara APT Pranoto Samarinda, Bandara Melalan Melalak Kutai Barat, Bandara Rahadi Oesman Kota Ketapang, Bandara H. Asan Sampit, Bandara Sanggu Buntok, Bandara Pangsuma Putussibau dan Bandara Letung Anambas

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengatakan, hingga kini Ditjen Hubud terus memantau dan berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU), Unit Penyelenggara Bandar Udara serta stakeholder penerbangan yang wilayahnya terdampak asap.

“Kami akan terus memonitoring dan melaporkan kondisi yang terjadi di masing-masing bandara terdampak, dan personil di bandara agar terus siaga dan waspada,” ujar Polana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/9/2019).

Polana menambahkan, akibat karhutla ini banyak penerbangan yang tertunda ataupun dibatalkan. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan penerbangan.“Penutupan bandara yang terdampak akibat kabut asap demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, kita harus pastikan semua laik untuk beroperasi di bandara,” kata Polana.

Sementara itu, Bandara Kalimarau di Berau Kalimantan Timur visibility sudah mengalami kemajuan. Menurut keterangan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Bambang Hartanto, cuaca di Berau, pada Selasa (17/9/2019) cerah dibandingkan beberapa hari yang lalu.

“Alhamdulilah, kami dapat info dari METAR QAM pada ?pukul 07.00? WITA, visibility baru saja terpenuhi yaitu 3.500 meter, semoga kondisi ini terus membaik,” kata Bambang.

Sementara Dua lapangan udara di Kalimantan Barat, yakni Bandara Internasional Supadio akibat jarak pandang terbatas 400 meter, serta Bandar Udara Pangsuma, Putussibau, dengan jarak pandang 3.000 meter.

Untuk di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), bandara yang mengalami gangguan yakni Bandara Kalimarau Berau dengan jarak pandang 400 meter, dan Bandara A P T Pranoto, Samarinda, dengan jarak pandang 3.000 meter.

Sementara di Kalimantan Tengah, bandara yang terkena dampak kabut asap adalah Bandar Udara H Asan Sampit dengan jarak pandang 800 meter, serta Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya dengan jarak pandang 500 meter.

Kementerian Perhubungan terus menghimbau pihak maskapai agar mengedepankan praktik kehati-hatian pada seluruh maskapai penerbangan. “Safety nomor satu, feasibility kita akan informasikan kepada maskapai agar mereka berhati-hati,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Bali Larang Tari Sakral Dipentaskan Sembarangan

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Gubernur Bali menilai seni budaya yang ada di Bali, bukan seni biasa. Melainkan berakar dari karya yang diciptakan untuk kepentingan upacara sehingga bersifat sakral adat istiadat. Karena itu, tidak boleh digunakan apalagi dipentaskan sembarangan. Apalagi, dijadikan alat untuk mendapatkan penghargaan seperti Rekor MURI.

“Sekarang banyak seni tari sakral yang banyak bergeser dan mulai dipentaskan untuk kepentingan komersialisasi. Kondisi ini kami anggap desakralisasi, yang akan menurunkan kesakralan, akan menggeser dan merusak tatanan seni budaya yang diwariskan leluhur,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster seusai Penandatanganan Keputusan Bersama Tentang Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali, di Denpasar, Selasa (17/9/2019).

Karenanya, lanjut Gubernur Bali, perlu mengeluarkan aturan untuk menjaga, melestarikan dan memelihara tatanan seni tradisi yang ada di Bali. “Itulah kelebihan kita di Bali, ada gamelan serta tarian. Tariannya bersifat sakral karena dipentaskan saat ada upacara agama,” lontarnya seperti dilansir laman Bisnis.

Politisi PDIP melanjutkan masyarakat juga perlu memahami pentingnya hal ini, dan memang harus dijaga bersama kesakralannya, sebagai suatu karya kreatif yang dibuat untuk upacara keagamaan, adat, agama dan budaya dalam satu kesatuan.

Wayan Koster tak mengekang kreativitas seniman yang ada di Pulau Dewata. “Silahkan berkreasi dengan berbasis kepada seni tradisi sakral, namun tentu dibedakan dari garapan dan kemasannya. Namanya pun beda. Ini semata-mata untuk kepentingan penguatan kesakralan tari tradisi kita, agar kita punya pagar untuk mengontrol hal tersebut. Mudah-mudahan ini jadi langkah penting kita untuk memajukan kebudayaan di Bali,” ungkap mantan anggota DPR RI

Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Wayan Kun Adnyana menambahkan saat ini makin banyak seni tari sakral banyak bergeser dan mulai dipentaskan untuk kepentingan komersialisasi. Fenomena ini, menimbulkan keresahan dan keprihatinan di masyarakat terutama bagi para seniman, budayawan, pemuka adat karena bisa melunturkan nilai-nilai kesakralan, memudarnya keutuhan seni, aura magis, muatan taksu budaya Bali.

“Jadi upaya ini sebagai upaya untuk memberikan penguatan dan perlindungan terhadap tari sakral Bali. Surat keputusan bersama ini diketahui total ada 127 jenis tarian yang dilarang, namun kedepan tidak menutup kemungkinan bisa bertambah lagi sesuai dengan usulan masyarakat,” paparnya sambil menambahkan Jenis tari yang sakral seperti Tari Rejang, Tari Sanghyang, Tari Baris Gede, Wayang Lemah, Topeng Sidakarya dan lainnya.

Rektor institut seni indonesia (ISI) Denpasar I Gede Arya Sugiartha menyebut daftar tarian yang disakralkan sudah melalui kajian antara lain melibatkan tim dari ISI Denpasar, dinas Kebudayaan provinsi Bali serta majelis pertimbangan dan pembinaan kebudayaan (Listibya) Bali. Dan kedepan tetap diperlukan kegiatan sosialisasi terkait kesepakatan ini agar tidak terjadi salah pemahaman masyarakat.

“Sekali lagi ini bukan mengekang kreativitas, namun upaya untuk mendudukkan seni sakral ini di tempat yang semestinya. Unsur nilainya bisa berkembang lagi di masyarakat,” jelasnya sambil menambahkan pendataan tarian sakral disusun berdasarkan kepada rumusan di tahun 1971 dengan klasifikasi bertajuk ‘Wali, Bebali dan Bali-Balihan’ yang diartikan sebagai wali (sakral) atau bebali (upacara) dan balih-balihan (hiburan).

Tari wali dan bebali dapat ditarikan di tempat dan waktu tertentu. Tari wali dipentaskan di halaman bagian dalam pura dan tari bebali di halaman tengah sehingga dapat dikategorikan sebagai tarian sakral. Sebaliknya tari balih-balihan ditarikan di halaman luar pura dalam acara yang bersifat hiburan lebih ditekankan kepada sisi artistiknya dan bisa dipentaskan di tempat lain, untuk pariwisata dan lainnya.

“Istilah Wali, Bebali dan Bali-Balihan’tersebut sudah dienkripsi oleh UNESCO sehingga wajib adanya untuk dilestarikan dan dijaga lebih kuat terhadap perubahan-perubahan zaman,” tambahnya.

Budayawan Prof Dr Made Bandem menyebut pendataan tarian sakral yang disusun itu berdasarkan rumusan tahun 1971, dengan klasifikasi bertajuk ‘Wali, Bebali dan Bali-Balihan’ yang diartikan sebagai wali (sakral) atau bebali (upacara) dan balih-balihan (hiburan).

“Tari wali dan bebali dapat ditarikan di tempat dan waktu tertentu. Tari wali dipentaskan di halaman bagian dalam pura dan tari bebali di halaman tengah (jaba tengah, red) jadi dapat dikategorikan sebagai tarian sakral. Sebaliknya tari balih-balihan ditarikan di halaman luar pura (jaba sisi, red) dalam acara yang bersifat hiburan lebih ditekankan kepada sisi artistiknya dan bisa dipentaskan di tempat lain, untuk pariwisata dan lainnya,” ujar Prof Bandem.

Dalam data mutakhir yang disusun pada tahun 1992 oleh Listibya dimana terdaftar 6.512 kelompok seni di Bali yang 70 persen diantaranya mengusung tari kategori wali dan bebali. “Proteksi ini, juga memiliki acuan kepada usulan agar istilah ‘Wali, Bebali dan Bali-Balihan’ ini dienskripsi oleh UNESCO sehingga wajib adanya untuk dilestarikan dan dijaga lebih kuat terhadap perubahan-perubahan zaman,” sambungnya. (ndy)

500 Pembatik Meriahkan Hari Batik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Peringatan Hari Batik Nasional 2019 akan tampil beda dibandingkan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini dimeriahkan dengan acara membatik massal di Istana Mangkunegaran, Solo. Acara bertajuk Membatik untuk Negeri yang akan diikuti 500 pembatik diselenggarakan 2 Oktober 2019.

“Event ini memang diadakan setiap tahun, tapi mungkin tahun ini agak istimewa karena digelar di dua tempat, yakni di Jakarta dan Istana Mangkunegaran Solo,” ujar Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Jultin Ginandjar Kartasasmita dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Dipilihnya kota Solo dan Keraton Mangkunegaran karena Solo merupakan salah satu kota batik, sedangkan venue di Keraton karena asal-usul batik dari keraton. Acara membatik massal merupakan upaya menampilkan pembuatan batik Indonesia dengan menggunakan canting dan cap sesuai dengan proses yang diakui Badan Keilmuan, Kebudayaan, dan Pendidikan PBB (UNESCO) pada 2009.

Di Jakarta, peringatan Hari Batik Nasional dilangsungkan di Plaza Kementerian Perindustrian pada 24-27 September 2019. Perayaan dimeriahkan peragaan busana batik rancangan desainer dari Yayasan Batik Indonesia oleh para ibu Duta Besar dari negara-negara sahabat, seperti Jepang, Thailand, hingga Brasil.
Juga ada pameran dan pasar batik murah menghadirkan koleksi batik tulis dan cap dari berbagai provinsi, hingga talk show harian mengenai batik.

Sementara Di Jambi, Pameran Nasional Kain Nusantara tahun ini digelar di Museum Siginjau, Jambi, pada 17- 21 September 2019, dengan menampilkan batik Jambi yang memiliki ciri khas tersendiri.

Jultin melanjutkan, dalam kurun waktu 25 tahun, Yayasan Batik Indonesia melakukan berbagai kegiatan seperti pameran-pameran, pelatihan-pelatihan dan perlombaan-perlombaan tentang batik. Tujuannya, untuk melestarikan batik Indonesia agar dicintai khusus di kalangan anak-anak muda. “Batik yang semula tidak populer, kini sudah populer khususnya di kalangan generasi muda. Batik bisa digunakan di segala kesempatan, baik untuk pesta maupun santai,” ungkapnya.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengungkapkan, dibutuhkan dukungan lembaga dan pemerintahan terkait guna memajukan batik di Tanah Air. “Tentunya kerja sama dan dukungan kita bersama sangat penting. Kita semua mengampu, harus kita yang mengembangkan. Kita ingin buat program batik untuk dipromosikan dengan baik dan sesuai dengan pasar yang dituju. Sehingga batik Indonesia bisa diterima secara internasional,” tegas Triawan.

Puncak acara Hari Batik Nasional dipusatkan di Solo tepatnya di Keraton Mangkunegara yang rencananya akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Dalam acara itu Yayasan Batik Indonesia juga akan memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang mengajarkan pendidikan membatik kepada murid-muridnya. (end)

Kabut Asap Rontokkan Bisnis Hotel di Pontianak

this formate

PONTIANAK, bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat (Kalbar) prihatin dengan kabut asap yang semakin pekat menghantui Kota Pontianak Kalbar. Kondisi udara yang buruk itu, merontokkan bisnis hotel sehingga berdampak pada penurunan tingkat hunian hotel.

“Dari informasi anggota kami bahwa sejumlah tamu dari beberapa rombongan yang akan ke Kalimantan Barat harus batal karena kabut asap. Nah, itu tentu mempengaruhi tingkat hunian,” papar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat Yuliardi Qamal ujarnya di Pontianak, Selasa (17/9/2019).

Dilanjutkan, jika hal itu terus berlanjut, maka bisa jadi penurunan tingkat hunian bisa mencapai hanya 20 persen dari biasanya. “Kegiatan di hotel bukan hanya orang Kalimantan Barat namun dari luar juga. Belum lagi orang yang akan berwisata ke sini tentu batal, karena kabut asap,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, untuk menuju Kalimantan Barat menggunakan transportasi udara pasti terganggu. Saat ini penerbangan dari maupun ke Kalimantan Barat ada yang batal dan tertunda. “Bagaimana orang mau ke Kalimantan Barat kalau transportasi berupa pesawat tidak bisa berangkat atau datang ke sini. Hal itu sangat berkaitan erat dengan kami dari perhotelan. Orang sedikit ke Kalimantan Barat, otomatis tingkat hunian turun,” kata dia.

Ia berharap kondisi tersebut kembali pulih dan normal. Yuliardi berharap semua pihak untuk terus berdoa agar segera hujan dan sumber asap mati. “Mudah-mudahan segera hujan. Terpenting ke depan pencegahan kebakaran hutan dan lahan sangat perlu diperhatikan. Kalau tidak aktivitas ekonomi bisa lumpuh,” kata dia.

General Manager Hotel Orchardz, M Kholid membenarkan karena dampak asap sejumlah rombongan yang sudah pesan kamar harus batal karena kabut asap. “Kalau terus begini keadaan bisa jadi kami akan mengalami penurunan tingkat hunian minimal 20 persen dari hari biasa,” ujar Kholid seperti dilansir laman Republika.

Senada juga disampaikan General Manager Mercure Hotel Pontianak, Arman. Menurut dalam dua hari terakhir, seiiring kabut asap parah, ada penurunan tingkat hunian sampai 12 persen. “Tentu sangat berpengaruh kabut asap dengan tingkat hunian di hotel kami. Semoga semua cepat berlalu kabut asap ini,” harapnya. (ndy)

2020, Citatah Ditargetkan Jadi Geopark Nasional

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan kawasan karst Citatah berstatus Geopark Nasional pada 2020. Sehingga akan menjadi salah satu kawasan wisata unggulan di Provinsi Jawa Barat Untuk merealisasikannya berbagai pembenahan di kawasan tersebut akan dilakukan.

“Langkah awal yang dilakukan adalah meminta pemerintah Kabupaten Bandung Barat menginventarisasi lahan. Khususnya, di sekitar objek wisata Stone Garden yang menjadi bagian dari Gunung Masigit, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat,” papar Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat, Dedi Taufik.

Perbaikan mendasar yang menjadi sasaran adalah aksesibilitas. Tujuannya, agar memudahkan wisatawan dari berbagai wilayah untuk datang.”Apalagi, Stone Garden telah masuk dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 72 sebagai salah satu Geopark yang akan dikembangkan di Jabar agar menjadi geopark nasional dengan nama Geo Park Rajamandala,” ujar Dedi seperti dilansir laman Ayobandung, Selasa (17/09/2019).

Dilanjutkan, jalan dan fasilitas akan dibenahi. Termasuk ketersediaan air juga menjadi catatan Pemprov Jabar. Termasuk, edukasi untuk menjaga kelestarian alam. “Makanya, pembenahan yang dilakukan nanti tidak akan sembarangan karena aspek lingkungan harus tetap dijaga,” katanya.

Dedi optimistis, wilayah ini menjadi Geopark Nasional bisa diwujudkan tahun depan. Dengan luas lahan sekitar 30 hektare Stone Garden dan Indiana Camp bisa menjadi objek wisata unggulan di Jawa Barat, bahkan nasional.

Pengembangan tak hanya terbatas di sektor wisata alam. Ada elemen, budaya yang bisa juga menjadi daya tarik bagi wisatawan dengan konsep pertunjukan kesenian tradisional, sambungnya sambil menambahkan selama ini Citatah kerap dikunjungi wisatawan. (ndy)

Diingatkan Jangan Gunakan Pengering Rambut Hotel, Kenapa?

this formate

LOS ANGELES, bisniswisata.co.id: Anda suka menggunakan pengering rambut saat menginap di hotel? Mungkin Anda perlu mempertimbangkan membawa sendiri pengering rambut saat lain kali menginap di hotel. Sebuah penelitian menunjukan adanya satu peralatan hotel yang menyimpan banyak kuman dan bakteri. Alat itu bukan toilet, gagang pintu, kursi, lemari, remote televisi atau seprei tempat tidur melainkan pengering rambut hotel.

Penelitian dilakukan oleh ABC bersama dengan ahli mikroba Chuck Gerba. Mereka memeriksa sembilan hotel berbeda di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Dalam hal kebersihan ternyata pengering rambut merupakan yang paling kotor. “Pasti ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan dengan pengering rambut yang tidak saya sadari. Karena beberapa di antaranya sangat kotor,” kata Gerba mengutip ABC seperti diwartakan Reader’s Digest, Selasa (17/9/2019).

Setiap negara bagian di AS padahal telah memberikan mandat kepada setiap hotel untuk memastikan tingkat higienis pada toilet ataupun gelas. Namun mandat serupa ternyata tidak berlaku bagi pengering rambut.

Hasilnya, barang-barang itu tidak akan sering dibersihkan oleh petugas hotel. Sebagian besar pengering rambut didiamkan berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun tanpa pernah didesinfeksi.

Temuan tentang betapa kotornya pengering rambut nyatanya juga ditemukan ditemukan di hotel-hotel berbintang. Harga kamar yang mencapai Rp 7 juta per malam pun tidak cukup memberikan jaminan akan kebersihan pengering rambut.

“Kekhawatiran terbesar di kamar hotel adalah terkena flu, virus flu atau virus yang menyebabkan diare karena tidak perlu terlalu banyak untuk membuatmu sakit,” kata Gerba lagi. (ndy)

Ridwan Kamil Setuju Bandara Kertajati Jadi BJ Habibie

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat setuju dengan usulan mengganti nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dengan nama Presiden ke-3 RI BJ Habibie, searah dengan pemikirannya. Sebelumnya ratusan orang menandatangani petisi supaya Bandara Kertajati segera diganti namanya menjadi nama Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

Petisi ditandatangani secara online di website change.org. “Saya sudah dengar, memang sejalan dengan apa yang saya pikirkan. Hanya butuh proses saja,” kata gubernur yang akrab disapa Emil tersebut di Gedung Sate, Senin (16/9).

“Saya kira ide baik ini akan di-follow up, karena dalam pandangan saya juga beliau bertemu cintanya di Jabar. Sebelum ke Jerman sekolah di Jabar, mendirikan IPTN (sekarang PT DI) di Jabar,” lanjut dia.

Emil mengatakan, dirinya memang sedang mencari bangunan untuk dinamai BJ Habibie. Waktu itu, katanya, yang terlintas baru menamai gedung creative center dengan nama BJ Habibie. “Kalau dikasih list, memberikan apresiasi dengan menamai sebuah hal ya, pasti yang berhubungan dengan kedirgantaraan,” ujarnya.

Emil mengatakan akan membahas pengusulan nama tersebut dengan DPRD Jabar. “Nanti kita bicarakan dengan DPRD karena butuh kesepahaman. Tapi idenya diapresiasi dan akan kami tindak lanjuti,” ucapnya.

Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT BIJB Agus Sugeng Widodo mengatakan, bandara berkode KJT tersebut belum memiliki nama. Selain, nama desa dan kecamatan lokasinya, yakni Kertajati di Kabupaten Majalengka.

“Kalau kami masalah nama tidak ada masalah, soalnya tidak memengaruhi masalah operasional. Cuma, pamor dan nama Bandara Kertajati akan naik dengan kebesaran nama BJ Habibie,” kata Agus seperti dilansir laman Kontan.

Selama ini, katanya, baru ada dua nama yang diusulkan untuk menjadi nama bandara tersebut, yakni KH Abdul Halim yang merupakan pahlawan nasional kelahiran Majalengka. Satu lagi adalah Bagus Rangin yang merupakan tokoh perjuangan yang juga dari Majalengka.

“Untuk nama kan pemerintah daerah yang mengusulkan, melalui DPRD, ke Kementerian Perhubungan, dilakukan kajian, baru disahkan. Selama ini pun belum ada nama bandara dinamai Bandara BJ Habibie,” terangnya.

BJ Habibie, katanya, selalu diidentikkan dengan dunia penerbangan, karena merupakan inovator di bidang tersebut. Terlebih, katanya, Habibie sempat sekolah di SMAK Dago dan kuliah di Institut Teknologi Bandung.

Pertemuannya pertamanya dengan Hasri Ainun Besari, bahkan pernikahannya, pun dilaksanakan di Ibu Kota Jawa Barat tersebut. “Kalau nama Habibie, memang sudah diidentikkan dengan dunia penerbangan, pakar penerbangan, bukan hanya di Indonesia tapi tingkat dunia,” bebernya.

Bandara Kertajati kini melayani 9 rute penerbangan dengan 15 kali penerbangan atau 30 kali pergerakan setiap harinya. Bandara ini melayani sekitar 2.500 sampai 3.000 penumpang per hari. Bandara Kertajati mem‎iliki luas 1.800 hektare dan pembangunannya memakan biaya Rp 2,6 triliun. Bandara ini merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. (ndy)

Desa Wisata Kutuh, Butuh Perjuangan Datangkan Wisatawan

this formate

BADUNG BALI, bisniswisata.co.id: Ketut Manda melangkah cepat, kaki kiri dan kanannya terus melaju seakan tak menghiraukan panas terik sinar matahari. Siang itu, ia bergegas menuju tempat kerjanya di Timbis Paragliding di Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali. Ia harus berkejaran dengan waktu karena siang hari ialah waktu yang bagus untuk wisata paralayang, di saat arah angin optimal.

Sejumlah wisatawan tentunya sudah menanti kedatangan instruktur senior sekaligus manajer di tempat wisata paralayang itu. Pria yang sudah 24 tahun menekuni paralayang tersebut mengatakan sebagian besar wisatawan asing itu berasal dari Tiongkok, Australia, Singapura, dan sejumlah negara di Eropa.

Desa Kutuh yang dahulu sepi dan jarang terjamah orang luar itu kini memang setiap hari didatangi wisatawan. Memang membutuhkan perjuangan untuk mendatangkan wisatawan nasional maupun internasional.

Desa yang berdiri secara definitif pada 2002 itu bisa dibilang sebagai desa baru di Pulau Dewata. Namun, dengan kemandirian dan pemberdayaan masyarakat lokal, desa berpenduduk 4.170 jiwa itu berhasil mengelola kemandirian dan kesejahteraan warganya.

Kepala Desa Adat Kutuh I Made Wena menjelaskan wisata paralayang merupakan satu dari 11 lini bisnis, termasuk tiga di antaranya unit layanan yang dikelola masyarakat Desa Adat Kutuh melalui Bagha Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA).

Bisnis tersebut yakni simpan pinjam Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang kini memiliki nilai aset sebesar Rp125 miliar. Padahal ketika dibentuk pada 1998, modalnya hanya Rp13 juta. Bisnis terus diputar untuk mengembangkan lini bisnis lainnya.

Lini bisnis itu ialah objek wisata Pantai Pandawa, Gunung Payung Cultural Park, atraksi seni dan budaya, serta produksi barang jasa seperti air mineral. Selain itu, ada transportasi yang salah satunya menggandeng transportasi dalam jejaring dan jasa konstruksi yang dilakukan warga desa adat.

“Selain bisnis, BUMDA juga mengelola layanan kesehatan dan asuransi bagi pengunjung, layanan keamanan desa adat, hingga wisata edukasi,” papar I Made Wena seperti dilansir laman MediaIndonesia, Selasa (17/09/2019).

Wena mengungkapkan total laba bersih BUMDA pada 2018 mencapai Rp14,5 miliar dari total pendapatan sekitar Rp50 miliar. LPD, wisata Pantai Pandawa, dan paralayang merupakan tiga besar kontributor pendapatan desa adat. Sekitar 60% pendapatan disumbangkan sendiri oleh wisata Pantai Pandawa.

Kepala Desa Adat Kutuh Made Wena mengatakan membangun desa tidak bisa dilakukan sendiri. Ia juga tidak bisa menggunakan cara lama yakni hanya berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah. Untuk itu, kerja sama digencarkan mulai dari kalangan kampus, pelaku bisnis perjalanan wisata, hingga korporasi seperti perbankan.

Perkembangan pesat Desa Kutuh mendapat perhatian sejumlah pihak, termasuk perbankan yang ingin terlibat memajukan desa melalui semangat membangun negeri. Salah satunya ialah Bank Mandiri, yang ingin mengembangkan agen digital bank dengan menyasar pelaku usaha kecil di desa-desa. (ndy)

Taman Bermain John Lennon Jadi Daya Tarik Wisata

this formate

LIVERPOOL, bisniswisata.co.id: Strawberry Fields Forever adalah sebuah lagu The Beatles dalam album Sgt.pepper Lonely Hearts Club Band, yang ditulis oleh John Lennon. Lagu ini terinspirasi dari kenangan Lennon saat bermain di “Strawberry Field” yang terletak dekat rumah masa kecilnya. Strawberry Field adalah nama rumah salvation army childern’s, di sekitar sudut rumah masa kecil Lennon di Woolton, pinggiran Liverpool.

Mengutip Lonely planet, Senin (16/9), Lennon dan beberapa teman masa kecilnya kerap menjadikan tempat ini untuk bermain. Kini Strawberry Fields dibuka sebagai tempat wisata untuk difabel.

Tempat ini sebelumnya telah ditutup selama lebih dari 70 tahun, namun kembali dibuka dengan alasan agar menginspirasi generasi muda. Tidak seperti di era John Lennon kecil, kini Strawberry Fields akan hadir lebih ramah dan lengkap.

Kafe, taman bersantai, hingga beberapa wahana yang menceritakan masa kecil John Lennon akan tersedia di sini. Tak hanya itu saja, destinasi wisata ini juga akan diisi lokasi belajar untuk difabel agar meningkatkan kemampuan sosial mereka.

Adik John Lennon, Julia Baird, mengatakan Lennon pasti akan menyukai ide membuka tempat ini demi generasi penerus. “Saya rasa, Lennon pasti akan suka mengingat ia termasuk orang yang tidak mainstream dan sangat peduli terhadap hal-hal seperti ini,” ujar Baird.

“Lennon menemukan keceriaan saat kecil di tempat ini, inilah yang ingin kami hadirkan kepada anak-anak masa kini.” sambungnya.

John Lennon menulis lagu pada bulan November 1966 di EMI Studios. George Martin, produser The Beatles, adalah yang bertanggung jawab untuk me-mixing lagu ini. Sebenarnya ada dua versi dari lagu, satu lambat dan satu cepat.

Tapi sepertinya Lennon telah mengatakan kepada Martin bahwa dia menyukai awal versi yang lambat dan akhir versi yang cepat, Martin pun membuatnya dalam dua versi.

Penggemar John Lennon maupun wisatawan dari mancanegara setiap tahun bertepatan dengan Hari Kelahiran Vokalis The Beatles datang mengunjungi Taman Strawberry Fields. Mereka meletakkan bunga, menyalakan lilil, menyematkan foto John Lennon hingga mendatangkan penyanyi dan group band yang menembangkan lagu-lagu Sang Super Star. (ndy)

Wisata Merinding “Jurit Malam” di Gereja & Kuburan Kuno Inggris, Mau?

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Bagi turis yang menggemari wisata horror, kegiatan bermalam di gereja-gereja kuno di Inggris maupun Skotlandia mungkin terdengar seru, sehingga layak dijelajahi. Bukti wisata merinding itu dilakukan peserta kemah gereja yang memanfaatkan sepenuhnya pengalaman melalui “Jurit Malam”. Selain menjelajah ruangan-ruangan gereja, mereka juga melakukan Uji Dunia Lain di sekitar area kuburan tua.

“Sangat menyenangkan memikirkan siapa yang sedang tidur di bawah kita,” kata Kae Ono, seorang mahasiswa arsitektur yang menjadi salah satu peserta sambil mengangguk ke arah batu nisan. Ono dan teman-temannya merasa kalau berkemah semalam di gereja abad ke-13 ini merupakan yang wisata terseram yang pernah mereka lakukan.

Seperti dilansir AFP, Senin (16/09/2019) Kemah di gereja merupakan cara yang dilakukan banyak gereja di Inggris dan Skotlandia untuk menambah pemasukan mereka. Peserta masing-masing membayar sekitar 50 pound (sekitar Rp872 ribu) per orang untuk bisa bermalam di Gereja St Mary di Edlesborough, yang berada sekitar 64 kilometer di utara London.

Churches Conservation Trust (CCT), yang mengelola gereja-gereja desa, menyediakan tenda dan kantong tidur sehingga para pengunjung dapat “meringkuk di dalam ruangan yang benar-benar kuno”. “Saya menyukainya, apakah Anda melihat pohon-pohon di luar sana? Menyeramkan, luar biasa!” kata pengunjung lainnya, Lingbo Zhou. “Kami berencana menonton film horor nanti,” lanjut Ono.

Saat kedatangan, para peserta menjelajahi semua sudut gereja yang menjadi rumah mereka malam itu dengan keseruan bak adegan pembuka dalam film horror. Mereka berharap melakukan kegiatan wisata yang menyenangkan sebelum kembali masuk kuliah tahun ketiga di universitasnya.

“Saya ingin berjalan-jalan tengah malam di kuburan. Dan saya akan memikirkan wajah-wajah menyeramkan di atas sana,” tambah Zhou sambil menunjuk ke ukiran-ukiran aneh yang menghiasi langit-langit.

Badan amal konservasi CCT, yang menangani 354 gereja di Inggris menawarkan wisata kemah semalam di 19 gereja anggota. Gereja-gereja dipilih setelah berkonsultasi dengan relawan dan komunitas lokal, yang telah “sangat mendukung inisiatif ini”, kata manajer program Neil Best.

Gereja St Mary terbilang jarang menyelenggarakan layanan dan tamu dibatasi masuk. Para peserta yang datang diminta tak berbuat keributan yang mengganggu kesucian gereja dan ketenangan penduduk lokal. “Ya, tapi jangan berlaku konyol,” tulis situs CCT mengenai pertanyaan apakah minuman alkohol boleh dibawa masuk. Best menekankan bahwa semua tamu sejauh ini berperilaku santun dan menghormati bangunan.

Badan amal, yang meluncurkan program ini pada tahun 2014 menekankan bahwa sebuah gereja akan “selalu menjadi tempat untuk kontemplasi, ketenangan dan kedamaian”. Namun, ditambahkan bahwa kemah dalam gereja merupakan “bab baru” dalam tradisi perubahan yang sedang berlangsung.

“Saya dari Jepang. Bahkan kuil di negara kami tak menerima orang untuk menginap.” lontar Ono sambil menambahkan “Saya pikir kegiatan seperti ini meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga cagar budaya. Kegiatan ini sangat menarik, rasanya sangat keren karena kita bisa melakukan apa pun yang kita inginkan di sini.” sambungnya.

Zhou, seorang ateis, mengatakan bahwa ia merasa sedih karena banyak gereja yang tak terurus. Tetapi ia senang saat ini ada cara lain untuk tetap menghidupkan gereja, sehingga orang menjadi lebih tertarik untuk mengenal sejarah bangunannya.

Bagi Ono bermalam di Gereja St Mary merupakan salah satu kegiatan pemacu adrenaline, karena suasananya kala malam suram bak dalam film horror. “Suara berisik … dan kaca patri di malam hari benar-benar menyeramkan, dan ada kelelawar di dalam gereja, kami bisa mendengar derit dan sesuatu yang beterbangan.
“Bahkan pergi ke kamar mandi benar-benar menakutkan. Kami melihat banyak laba-laba.” tambahnya.

Pikiran “tetangga” arwah dari kuburan sekitar juga mengganggu tidur mereka, katanya. “Kami menyaksikan keseluruhan ‘The Exorcist’, kami mematikan semua lampu. Tidak mudah untuk tidak memikirkannya semua adegan dalam film tersebut saat bermalam di sini!” (ndy)