Komunitas Sketsa Pamer Karyanya di Galeri Nasional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: 13 Komunitas Sketsa Indonesia memamerkan hasil karyanya dalam Festival Sketsa Indonesia, bertajuk Sketsaforia Urban di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta sejak 12 September hingga 12 Oktober 2019. Para komunitas Sketsa bersama dengan para sketchers dari berbagai mancanegara memamerkan sebanyak 616 karya sketsa beragam medium.

Sketsa yang dipamerakan lewat beragam media, tidak melulu kertas. Salah satunya sketsa diatas kardus bekas karya KaNa. Sketchers KaNa menampilkan sesuatu yang berbeda. KaNa membuat sketsa berjudul Seputaran Kebayoran dengan tinta cina diatas kardus. Metode penyajiannya pun dibuat seperti seperti seni instalasi, dengan menumpuk beberapa kardus sketsa sekaligus hingga membentuk julangan tinggi. “Kardus juga bisa menjadi karya menarik. Kardus tidak menjadi sebuah onggokan,” ujarnya.

Berbeda dari KaNa, Wahyu Suherman membuat sketsa diatas tiga baju seragam sekolah. Presentasi pamerannya dilengkapi dengan bangku dan kursi yang lazim didapati pada kelas. Karya berjudul Anakku itu merupakan sketsa sekolah di Tangerang, Tangerang Selatan, dan Depok. “Itu sekolahku. Ini menceritakan tentang kegelisahan pendidikan seni rupa yang menurut saya kurang,” terang Wahyu.

Selain itu masih ada beberapa karya yang memakai media cukup unik seperti keramik, genteng, hingga kanvas. Ada pula metode sketsa yang cukup unik yang dilakukan dengan hanya satu tarikan garis tanpa putus.

Andi Yudha Asfandiyar menggunakan metode itu dalam karya berjudul Ngobrol Menunggu Penumpang. Karya berdimensi 42×29,7cm itu bercerita tentang tukang becak yang sedang menunggu penumpang sembari ngobrol. “Saya melihat tukang becak lalu saya sketsa dalam 15 menit, satu garis tanpa putus,” terang Andi.

Sketchers Andi menangkap realita itu di Bandung pada Agustus 2019. Ia tertarik merespon realita itu sebab transportasi moda becak saat ini sudah tidak lagi menjadi yang utama. Kemajuan teknologi internet telah membuat semuanya menjadi berbasis daring. “Saya membayangkan yang diobrolkan berapa Lama dia tunggu karena sudah dikuasai online,” lanjut Andi.

Baginya, sketsa tidak hanya sekedar menangkap realitas, benda, ataupun kenyataan dalam spontan. Baginya, sketsa juga harus berlandaskan gagasan. Ada cerita yang hendak disampaikan. “Ada gagasan, ada cerita. Menangkap cerita penting bagi saya,” tegasnya.

Sementara Sketchers Iqbal Amirdha, dalam karyanya yang berjudul Catatan Visual Seorang Pelaju Kereta Listrik, menangkap segala sesuatu yang ada dihadapannya dengan sketsa. Buku kecil dan pensil selalu menemaninya. Semacam buku harian. Hanya bukan berupa tulisan, melainkan sketsa.

Bertempat tinggal di Bogor, ia menjadi akrab dengan kereta listrik. Moda itu adalah pilihan logis untuk sampai ke Jakarta. Sembari menunggu kereta, ataupun ketika berada didalam kereta, ia membuat sketsa. “Untuk membunuh waktu, saya membuat sketsa,” terang Iqbal.

Festival Sketsa Indonesia dikuratori oleh Bambang Bujono, Beng Rahadian, dan Teguh Margono. Dalam catatan kuratorial, mereka mengurai pengertian sketsa. Bahwa sketsa urban merupakan hasil kegiatan bersama, ramai-ramai, di suatu tempat, menyeket apa saja yang dilihat dan disukai. Lalu, mereka mengunggahnya ke media sosial. Kegiatan ini pun menular secara global.

Pameran itu sekaligus untuk merangkum berbagai fenomena dan geliat yang muncul dalam dunia sketsa Indonesia. Oleh karena itu, kebebasan para sketcher menjadi semangat yang muncul dalam setiap karya. Pembuat sketsa bisa mengeksplorasi media apapun dan alat apapun untuk dituangi sketsa. “Ini penting untuk disampaikan ke publik bahwa sketsa boleh dilakukan dimana saja kapan saja dengan media apa saja yang didepan mata,” tegas Beng.

Pada pameran ini, sketsa sudah berkembang sedemikian jauh. Sketsa tidak terbatas pada objek yang secara nyata bisa ditangkap panca indera. Bahkan objek imajinasi pun boleh dibuat sketsa. Tidak lagi sketsa yang hanya menyajikan garis cepat dengan warna hitam ataupun bermedia kertas. Sebaliknya, muncul warna-warni yang lazim dijumpai pada karya lukis dan gambar. Selama unsur spontanitas terpenuhi, suatu karya boleh disebut sketsa.

“Kalau masih ada unsur spontan di depan objek itu dianggapnya sketsa. Akhirnya memang kita tidak perlu berdebat apa ini skesta atau gambar? (tapi) Karya ini bagus atau tidak?” tegas Bambang Bujono seperti dilansir laman Medcom, Senin (16/09/2019)..

Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto berharap, melalui festival Sketsa ini dapat terjalin komunikasi dan interaksi yang lebih dekat dan intens antara Galeri Nasional Indonesia sebagai lembaga budaya negara dengan lembaga budaya lainnya serta komunitas-komunitas sketsa, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Juga diharapkan mampu menciptakan kerja sama yang berkelanjutan dan memunculkan kegiatan serta aktivitas baru yang mendukung upaya untuk mewadahi dan mengedukasi masyarakat terutama generasi muda, serta mengembangkan dan memajukan sketsa Indonesia. “Semoga festival ini dapat memberikan pengalaman estetik yang menyenangkan, memberikan inspirasi dan motivasi berkarya, serta mendorong kemajuan perkembangan sketsa di Indonesia,” lontarnya.

Dilanjutkan, komunitas sketchers dapat semakin mengukuhkan eksistensinya melalui festival ini, serta adanya alih generasi sehingga para generasi muda Indonesia dapat meneruskan keberlangsungan sketsa sebagai media berkarya serta pencatat peristiwa, termasuk penggambaran kondisi sosial, ekonomi, politik, dan bidang lainnya yang memuat representasi penanda zaman,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Malaysia Airlines Buka Rute Baru Kuala Lumpur – Pekanbaru

this formate

PEKANBARU, bisniswisata.co.id: Malaysia Airlines (MAS) akhirnya mengoperasikan rute internasional dari Kuala Lumpur ke Pekanbaru Provinsi Riau. Rencana ini telah disampaikan konsulat Malaysia kepada Pemprov Riau pada Maret 2019. Sekarang ini, , sudah tersedia tiket untuk perjalanan dari KL ke Pekanbaru mulai 18 September 2019

Ketua Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) Riau Dede Firmansyah mengatakan pihaknya mendapatkan info penerbangan perdana MAS ke Pekanbaru kemarin. “Baru kemarin malam dapat informasi untuk undangan inaugural flightnya, 18 September besok, malam acaranya,” ujar Dede seperti dilansir laman Bisnis, Senin (16/9/2019).

Kini Asita Riau sudah menawarkan penjualan tiket maskapai negara tetangga itu kepada para pelanggan yang ingin bepergian ke Kuala Lumpur. Di laman resmi www.malaysiaairlines.com tercatat harga tiket ekonomi rute KUL-PKU dengan penerbangan MH 841 yaitu senilai 160 ringgit Malaysia atau sekitar Rp544.000 dengan kurs 1 ringgit senilai Rp3.400.

Penerbangan itu akan dilakukan pukul 19:50 waktu Malaysia, dan dijadwalkan tiba pukul 19:55 WIB di Bandara SSK II Pekanbaru. Dan untuk rute kembalinya atau PKU-KUL, akan menggunakan nomor penerbangan MH840, dengan harga tiket ekonomi senilai Rp656.900. Dengan jadwal terbang pukul 20:55 WIB dan tiba pukul 23:05 waktu Malaysia.

Sebelumnya Pemprov Riau sudah menyatakan dukungan pembukaan rute penerbangan KL-Pekanbaru seusai pertemuan dengan Konsulat Malaysia pada Maret lalu. Dengan adanya penerbangan langsung internasional ini, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata, dan mendorong aktivitas perekonomian antar kedua negara. (ndy)

FlyZoo Hotel, Padukan Hospitality dan Teknology

this formate

HANGZHOU, bisniswisata.co.id: Mentransformasi bisnis hospitality yang dipadukan dengan teknologi canggih di era digitalisasi, memang harus diterapkan. Dan penerapan itu dilakukan Alibaba Group – konglomerat multinasional asal Tiongkok yang memiliki spesialisasi dalam e-commerce, ritel, Internet, kecerdasan buatan, dan teknologi ini, belum genap setahun meluncurkan hotel masa depan

FlyZoo Hotel, namanya. Lokasinya di Xixi, Hangzhou, China, yang memiliki 290 kamar. FlyZoo Hotel merupakan kolaborasi dari sejumlah unit bisnis Alibaba. Platform perjalanan online Alibaba, Fliggy berkolaborasi dengan unit bisnis Alibaba lain, seperti Alibaba A.I. Labs dan Alibaba Cloud.

“Keberadaan hotel di era digital ini untuk memanfaatkan teknologi canggih guna membantu industri perhotelan bertransformasi agar industri ini tetap stand out,” jelas Director Corporate Affairs Alibaba Group for Indonesia, Dian Safitri dalam keterangan resminya, Senin (16/09/2019).

Dilanjutkan, pengalaman menginap di FlyZoo Hotel dimulai dengan melakukan pemesanan melalui aplikasi FlyZoo Hotel. Yang menarik, bukan sekadar memesan kamar, para tamu dapat memilih sendiri ruangan yang mereka inginkan. Mulai dari memilih lantai hingga arah hadap kamar bisa dipilih secara pribadi. Alhasil, pengalaman menginap pun lebih terpersonalisasi.

Tamu asal Tiongkok dapat melakukan check-in langsung melalui aplikasi dan langsung ke kamar mereka. Sementara, bagi tamu asing, proses check-in dilakukan melalui kios-kios digital yang tersedia di lobi hotel. Meski menerapkan sistem self-service, tetap ada satu hingga dua petugas di lobi yang berjaga dan siap membantu para tamu.

Usai melakukan self check-in, para tamu dapat memilih akses hotel dengan kartu atau pun teknologi facial recognition (pengenalan wajah). “Seluruh akses di hotel ini, mulai dari penggunaan lift hingga akses masuk ke kamar bisa dilakukan menggunakan pengenalan wajah. Para tamu hanya perlu tersenyum di hadapan kamera pendeteksi pengenalan wajah. Akses pun langsung terbuka,” terang Dian.

FlyZoo Hotel menggunakan foto yang diambil saat proses check-in untuk memverifikasi wajah pengguna yang menginap di hotel tersebut. Speaker pintar, Tmall Genie tersedia di seluruh kamar hotel dan dapat digunakan untuk membantu aktivitas pengunjung. Mulai dari mengatur suhu kamar, lampu, gorden, hingga pengoperasian TV. Sementara, layanan kamar hotel dilakukan langsung oleh Robot khusus. Termasuk, pelayanan di restoran hotel dan vending machine.

Dengan memadukan hospitality dan teknologi, FlyZoo Hotel merepresentasikan upaya Alibaba untuk menginspirasi dan memberdayakan industri pariwisata untuk menggunakan inovasi dan teknologi. (redaksibisniswisata@gmail.com)

2020, Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

this formate

BANDUNG. bisniswisata.co.id: Jawa Barat menjadi daerah yang diandalkan dalam basis produk fesyen Indonesia. Hal ini terjadi seiring dengan upaya Pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia pada 2020. Di Jabar ada Tasikmalaya, Bandung, dan daerah lainnya yang sudah cukup diakui produk fesyen muslimnya.

“Selain Jabar, juga ada Jawa Tengah yang kini bermunculan produk fesyen muslimnya, seperti Kudus. Dua wilayah ini, menjadi basis munculnya produk fesyen muslim, menuju Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia,” papar Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Aneka, Kementerian Perindustrian Ratna Utarianingrum di Bandung, Ahad (15/9/2019).

Berbagai upaya terus dilakukan Indonesia menuju target itu. Mulai dari keberadaan industri manufaktur tekstil hingga produk tekstil (TPT) dari hilir hingga hulu. Kemudian, melibatkan perguruan tinggi bisnis dan mode, sehingga ketika orang datang ke Indonesia, mereka melihat desainernya banyak, perguruan tinggi juga ada yang melahirkan banyak desainer muda kreatif.

“Tahun kemarin, Indonesia masuk 10 besar produsen pakaian muslim dunia, dan tahun ini kita sudah nomor dua setelah Uni Emirat Arab. Ini perkembangan yang cukup bagus. Saat ini, kontribusi industri kreatif terbesar di Indonesia telah ditopang kuliner, kerajinan, dan fesyen,” ucapnya.

Memang, beberapa tahun terakhir, industri fesyen khususnya busana muslim Tanah Air menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini ditandai dengan peningkatan kinerja ekspornya dan kontribusinya terhadap PDB nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS), nilai ekspor fesyen Januari-Juni 2019 mencapai US$ 6,62 miliar. Jumlah itu terdiri dari US$ 4,06 miliar ekspor pakaian jadi, dan US$ 2,56 miliar ekspor kulit, produk kulit, dan alas kaki. Triwulan I 2019 sektor industri fesyen tumbuh 23,21% dengan memberikan kontribusi 0,97% terhadap PDB nasional. “Indonesia merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia,” kata dia.

Disisi lain, Populasi umat muslim Indonesia mencapai 88% dari jumlah penduduk dan diproyeksikan pada tahun 2030 jumlah penduduk muslim Indonesia mencapai 283,83 juta jiwa. Kondisi ini tentunya akan meningkatkan jumlah kebutuhan fesyen muslim nasional.

Berdasarkan State of the Global Islamic Economic 2018-2019 konsumsi fesyen muslim Indonesia mencapai US$ 20 miliar, sementara konsumsi fesyen muslim dunia mencapai US$ 270 miliar. Hal ini menunjukkan peluang pasar yang besar yang bisa digarap oleh industri fesyen muslim dalam negeri. Demi menjadi kiblat fesyen muslim dunia, pihaknya juga menggelar Kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) 2019.

MOFP merupakan sebuah kompetisi desain fesyen yang tidak hanya berfokus pada konsep desain produk fesyen muslim, namun juga konsep bisnis yang akan diterapkan. Berbeda dengan kompetisi desain pada umumnya, Modest Fashion Project merupakan kompetisi yang para finalisnya akan mendapatkan coaching dan pelatihan tentang bisnis dan industri fesyen.

Program yang telah berjalan sejak 2018 ini, akan melahirkan startup IKM fesyen muslim. Para peserta akan membuat proyek dari pembuatan konsep bisnis, hingga diaktualisasikan menjadi karya yang akan dipresentasikan dan diperagakan pada babak grand final.

Dari kompetisi ini, 20 finalis terbaik MOFP akan mendapat coaching selama dua tahun sampai memiliki business plan dan marketing tools yang siap dipresentasikan di hadapan calon investor. “Grand Final dan Pengumuman MOFP akan dilaksanakan November 2019,” lontar Ratna seperti dilansir laman Kontan, Senin (16/09/2019).

Salah seorang pemenang MOFP 2018, Dhiya mengaku, mendapat pendampingan dan pelatihan dari Kemenperin selama dua tahun. Pakaian yang dibuatnya cenderung semi retro dan itu sangat diminati para konsumennya. “Selama ini masih membuat by order saja. Peminatnya lumayan banyak. Dengan pelatihan dua tahun dari Kemenperin ini, saya mendapat banyak sekali masukan,” ucap dia.

Masukan yang dimaksud seperti bagaimana memulai bisnis, mengatur menajemen keuangan, hingga penyempurnaan produk. Bahkan, ia dibantu meluncurkan produknya pada November 2019 dan mengikuti sejumlah pameran internasional di Dubai Expo dan acara OKI. “Mudah-mudahan dengan expo ini, produk saya bisa diekspor juga,” sambungnya. (ndy)

Keren, Destinasi Penyengat Ditetapkan Pulau Perdamaian Dunia

this formate

TANJUNGPINANG, bisniswisata.co.id; Destinasi wisata Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau ditetapkan sebagai Pulau Perdamaian Dunia oleh Komite Perdamaian Dunia (World Peace Community). Penetapan itu dilakukan Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Sutani, di Balai Adat Pulau Penyengat Tanjungpinang, Minggu (15/9/2019).

“Ada sembilan alasan mengapa Penyengat yang dipilih, salah satunya karena merupakan pusat peradaban Melayu ditambah masyarakatnya sangat beretika dan bertata krama,” kata Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Sutani.

Menurut dia, dengan telah ditetapkannya Pulau Penyengat sebagai Pulau Perdamaian Dunia, diharapkan nantinya Pulau Penyengat semakin dikenal di 202 negara yang menjadi bagian dari anggota Komite Perdamaian Dunia. Visi komite Perdamaian Dunia ini sendiri adalah Membangun peradaban baru keluarga Bumi dengan hati. Visi ini menegaskan bahwa peradaban dunia tidak boleh dimonopoli oleh kelompok dan bangsa tertentu saja, tapi harus dibangun bersama-sama.

Stelah ini, lanjut dia, Komite Perdamaian Dunia akan langsung memasarkan Pulau Penyengat kepada dunia. Bahkan direncanakan tahun depan pihaknya akan mengundang delegasi dari 202 negara untuk merayakan hari Perdamaian dunia di Pulau Penyengat. “Tahun lalu, kita merayakan Hari Perdamaian Dunia di Jepara dengan dihadiri oleh puluhan duta besar negara-negara anggota Komite, insya Allah tahun ini di Penyengat, mohon dukungannya,” ucapnya.

Sejarah Penyengat adalah tempat berkumpulnya ilmuan, pemikir dan penulis-penulis hebat, Raja Ali Haji salah satunya. Syair-syair Gurindam 12 bahasanya sangat damai dan maknanya sangat dalam. “Kini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk memasarkannya dan Penyengat harus kita ubah menjadi Penyemangat,” tambahnya.

Plt Gubernur Kepri Isdianto mengajak masyarakat mensyukuri anugerah atas diresmikannya Penyengat sebagai Pulau Perdamaian Dunia. “Ini jelas bukan kerja main-main. Selanjutnya tinggal kita di daerah, bagaimana memikirkannya secara internal. Jangan sampai momen sebagus ini disia-siakan,” ujar Isdianto.

Bersama DPRD Kepri, Isdianto mengajak bersama-sama memikirkan nasib Penyengat ke depannya. “Mari kita berbagi. Penyengat ini kita konsep lebih baik setelah ditetapkan sebagai Pulau Perdamaian Dunia,” ucapnya seperti dilansir Antara, Senin (16/09/2019).

Pulau Penyengat menjadi kebanggaan Tanjungpinang karena kaya situs bersejarah peninggalan Kerajaan Riau. Berdasarkan sejarah, pulau ini merupakan tempat pertahanan Raja Kecil melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau tahun 1719. Sejumlah benteng pertahanan dibangun pada 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda. Pulau Penyengat kaya wisata sejarah dan wisata Religi, obyek wisata di Pulau Penyengat antara lain:

#. Masjid Sultan Riau

Megahnya Masjid Sultan Riau didominasi warna kuning dengan aksen hijau. Masjid ini berdiri sejak 1832. Konon, masjid tersebut dibangun dengan campuran putih telur. Meski nampak megah di luar dan punya halaman sangat luas, namun interior masjid terlihat begitu sederhana. Di tengah ruangan, ada tiga lampu kristal yang menggantung. Selain itu, dipamerkan Al Quran Tulis Tangan yang dibuat oleh penduduk pulau penyengat pada abad ke-18.

#. Gedung Mesiu

Gedung ini merupakan bangunan berdinding tebal dan berwarna kuning kusam. Ada kubah bertingkat di atasnya. Selain itu, gedung ini pernah menjadi penjara di masa kerajaan. Konon, ada empat gedung serupa di Pulau Penyengat.

#. Komplek Makam Raja Abdurrahman

Tak jauh dari Gedung Mesiu, terdapat komplek makam Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdurrahman. Makam raja terletak di depan pintu gerbang. Di komplek ini, terdapat sekitar 50 makam lain yang terdiri dari anggota keluarga hingga penasihat kerajaan selama berjaya. Jenis kelamin orang yang dimakamkan di sana dibedakan dari bentuk batu nisannya.

#. Kompleks Makam Raja Ali Haji
Bangunan berukuran 12 x 18 meter ini dindingnya sudah banyak yang terkelupas. Terlihat jelas susunan bata merah yang masih bertahan hingga sekarang. Bentuknya persegi panjang, di kiri dan kanan terdapat jendela yang tidak lebih tinggi dari pintu. Di bagian atas, posisi pintu dan jendela sejajar dengan pintu dan jendela di bawahnya. Rangka kayu jendela dan pintunya masih ada sampai sekarang. Di salah satu sudutnya terdapat akar pohon yang tumbuh di dinding bangunan. Seolah menyatu dengan bangunan, menjadikannya seperti spot foto yang sering dicari banyak orang yang ingin foto prewedding atau model. Makam Raja Ali Haji dikenal sebagai salah satu pahlawan Kepulauan Riau atas karya sastranya. Ia menciptakan gurindam dua belas yang hingga kini melekat pada budaya melayu di Riau.

#. Istana Kantor
Bangunan ini dulunya merupakan istana tempat tinggal Raja Ali (1844-1857). Istana ini juga kerap disebut Marhum Kantor. Luas istana kantor beserta halamannya sekitar satu hektar. Walau sudah kusam, bangunan tersebut masih berdiri kokoh. Meski begitu, terlihat sebagian fisik bangunan istana yang telah hancur.

#. Balai Adat Melayu

Balai Adat beraksitektur khas Melayu ini, fungsinya sebagai pusat kegiatan masyarakat Pulau Penyengat. Mulai dari musyawarah hingga menjadi tempat penyelenggaraan hajatan pernikahan. Termasuk kalau ada hajat besar seperti Festival Pulau Penyengat, dipusatkan di Balai Adat ini.

#. Bekas Gedung Hakim Mahkamah Syariah

Bekas Gedung Hakim Mahkamah Syariah Raja Haji Abdullah ini sudah terlihat rusak. Hanya tersisa dinding-dinding tanpa polesan dan sudah tidak ada atap lagi. Bangunan bergaya Indische Empire ini 4 buah pilar atau kolom Yunani tipe Doric. Dan ada 4 buah pilar dengan bentuk persegi di bagian belakang. Pada masanya menjadi kediaman Raja Haji Abdullah bin Raja Hassan bin Raja Ali Haji. Dinamakan Gedung Hakim Mahkamah Syariah Raja Haji Abdullah, karena jabatannya dalam pemerintahan sebagai hakim. Jabatan hakim dan kadi syariah kerajaan didapat setelah mendapat pendidikan baik di Pulau Penyengat sendiri dan di Mekkah.

#. Makam Raja Hamidah

Kompleks Makam Engku Puteri ini terdiri dari makam-makam para tokoh penting dan bersejarah Riau (Melayu). Ada makam Engku Puteri yang mempunyai nama lahir Raja Hamidah, makam Raja Ali Haji, Raja Ahmad, dan Raja Abdullah. Makam Engku Putri yang bernama lahir Raja Hamidah berada di dalam bangunan yang berbentuk seperti masjid. Lalu ada makam Mariam, selir Sultan Mahmud. Lalu ada makam Raja Haji Abdullah Marhum Mursyid YDM Riau IX yang berdampingan dengan makam istrinya, Raja Aisyah. Di sekeliling bangunan banyak sekali makam kerabat Raja Hamidah, termasuk ada makam Raja Ali Haji (1808-1873) di dekat pintu masuk bangunan. (ndy)

Turis Asing di Bali Semakin Meresahkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memprihatinkan memang. Kelakuan turis asing yang berwisata di Pulau Dewata, semakin meresahkan. Melecehkan tempat suci umat Hindu, mencuri sepeda motor, mengamuk karena kehabisan uang, tak mampu bayar sewa hotel atau villa, mengutil barang-barang di hotel, menampar kepala petugas Imigrasi, merusak patung Catur Muka, melarang warga berenang di depan villa dan aksi lain yang menjengkelkan.

Meski ulah itu dilakukan beberapa oknum turis, namun para pelancong asal luar negeri semakin bertindak sewenang-wenang baik kepada masyarakat hingga petugas pemerintahan di Bali. Tak ada rasa saling menghargai, toleransi, terkesan menyepelekan warga lokal sekaligus tidak menghormati budaya Bali bahkan bertindak semaunya sendiri.

Kasus terbaru terjadi pada Sabtu (14/9/2019) siang. Turis asal Inggris bernama Emma Jane diduga depresi kemudian mengamuk bahkan mencoba telanjang di Kantor Kecamatan Kuta Kabupaten Badung Bali. Turis gadis belia ini ditemukan di Jalan Wana Segara, Kuta karena mengamuk dan berulah melempar mobil sambil berteriak. Emma kemudian diamankan petugas Linmas dan dibawa ke Kantor Satpol PP.

Sebelumnya, dua turis melecehkan tempat suci umat Hindu di kawasan objek wisata Monkey Forest, Desa Padangtegal, Ubud. Dalam video yang beredar terlihat turis pria membasuh pantat turis wanita dengan air mengucur di sebuah pelinggih yang disucikan umat Hindu. Tak merasa bersalah, malah tertawa terbahak-bahak Akhirnya kedua turis membuat video permintaan maaf setelah ada upaya mediasi dilakukan pihak Kepolisian, Imigrasi, Desa Adat dan Honorary Consul Republik Czech.

Juga, ada seorang bule di Denpasar yang berusaha mencuri sepeda motor milik warga lokal, kemudian berlari kabur dan berusaha menabrakkan diri ke kendaraan yang melintas di jalan. Aksinya itu membuat seorang pengendara motor Scoopy jatuh tersungkur dan motornya ikut terguling dan terseret beberapa meter dari lokasi kejadian. Bule pria itu juga akhirnya tertangkap dan dibawa kepada pihak yang berwajib.

Bukan hanya kelakuan turis tidak sopan dan cenderung semena-mena, Pemerintah Provinsi Bali juga menghadapi fenomena “Begpacker” yakni turis mancanegara yang nekat dan miskin datang ke Bali. Para begpacker ini kerap berlagak menjadi gembel lantas mencari uang di jalanan karena mereka tidak mempunyai uang untuk hidup selama di Pulau Dewata. Ada juga turis yang mengais-ngais sampah hanya untuk mencari makanan sisa.

Saat pemerintah Indonesia harus dibuat repot menangani masalah ini, lagi-lagi uang dari anggaran negara yang dipakai untuk mengurusi hal ini mulai dari konsumsi, penginapan hingga akomodasi. Tentu saja hal ini sangat meresahkan membuat kita jengah dan muak, tidak hanya penduduk lokal di Bali tetapi juga sektor pariwisata di Indonesia yang terkesan “melacurkan” diri kepada mancanegara tanpa tahu masalah yang harus dihadapi.

Berdasarkan catatan, kasus turis asing berbuat ulah dalam setahun terakhir sering terjadi. Ada sekutar 8 kasus yang dilakukan turis “Mbalelp”. Padahal tahun 2017, turis asing berulah hanya bisa dihitung jari. Tahun 2018, kasus itu bertambah menjadi satu hingga dua orang dalam sebulan. Begitu juga tahun 2019 terjadi meningkat lagi.

Berdasarkan World’s Travel & Tourism Competitive Index (TTCI) yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF), Indonesia menjadi negara paling terbuka dengan turis mancanegara peringkat 17 dunia. Artinya untuk para turis dari mancanegara bisa dengan mudahnya masuk ke Indonesia tanpa keribetan dari aturan yang ketat, belum lagi fasilitas bebas visa yang diberlakukan di banyak negara.

Padahal buat WNI untuk mengurus visa ke luar negeri seperti negara Uni Eropa dan Amerika kerap kali mengalami kesulitan karena banyaknya syarat yang harus diajukan supaya visa mereka diterima dan bisa pergi ke Eropa. Beberapa syarat yang penting yang harus dilengkapi oleh WNI seperti harus melampirkan tiket pesawat pergi-pulang, booking hotel, hingga lampiran bukti rekening yang dipunyai.

Sehingga negara-negara maju di Eropa dan Amerika inipun tidak harus mengurusi para “begpacker” yang kehabisan biaya untuk makan dan ongkos pulang ke negara asalnya. Seharusnya kebijakan serupa juga harus diimplementasikan di Indonesia agar tidak sembarangan turis asing yang bisa masuk ke Indonesia dan berlaku seenaknya sendiri bahkan mengemis di bukan negaranya sendiri.

Kita harus sadar untuk membuang mental inlader kita, bahwa orang-orang bule berkulit putih tidak lebih tinggi derajatnya dari orang Indonesia. Kita tidak lebih rendah dari orang Eropa atau Amerika sehingga mereka bisa berlaku semena-mena terlebih di tempat-tempat sakral.

Selain itu, warisan budaya di era kolonial yang sudah berlalu lebih dari 350 tahun ini harus kita tinggalkan. Kebanyakan dari orang Indonesia menganggap bahwa orang-orang berkulit putih secara otomatis mempunyai uang yang melimpah sehingga tidak merepotkan masalah di kemudian hari.

“Fenomena ini sebagai bukti bahwa orang kulit putih selalu kaya, bukanlah hal yang tepat. Dan banyaknya kejadian ini sebagai refleksi bagaimana pemerintah lewat Kementerian Pariwisata dengan gegabah membuat program-progam yang dinilai tidak dipersiapkan dengan baik dan matang,” lontar Ketum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari kepada Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Ahad (15/09/2019).

Azril melanjutkan sejak awal diusulkan agar Pemerintah Indonesia tidak membuat kebijakan pada “Quantity Tourism atau Mass Tourism”, namun sudah bergeser pada “Quality Tourism atau Responsible Tourism”. Padahal dengan “Quantity Tourism” akan mengarah dan mengejar jumlah Wisman yang bisa berdampak buruk pada pariwisata Indonesia.

Dampak dari sisi ekonomi seperti pengeluaran Wisman yang berkurang atau spend of money rendah, karena banyaknya “backpacker” yang membanjiri pasar Indonesia, Apalagi ada program “hot deals” yang menawarkan wisata murah dengan diskon gila-gilaan, dan berkurangnya lama tinggal di hotel atau length of time. “Selain dampak ekonomi, juga berdampak Sosial Budaya seperti: meningkatnya tingkat kerawanan sosial dan keamanan,” lontar Azril.

Juga, lanjut dia, berampak Lingkungan atau enviromental sustainability seperti: meningkatnya kerusakan lingkungan dan lingkungan hidup di Indonesia. Hal ini didukung oleh hasil “Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2015, 2017 dan 2019” bahwa sub-indeks yang terendah (paling bawah) selama 3 tahun dialami pariwisata Indonesia seperti Healthy & Hygiene, Environmental Sustainability, Safety & Security, Tourist Service Infrastructure, dan ICT Readiness sangat rendah.

“Jadi Menghormati budaya setempat adalah hal yang sudah sewajarnya dilakukan saat traveling. Hindarilah sesuatu yang bertentangan dengan adat istiadat di tempat wisata. Jangan sampai ada kelakuan mencengangkan seperti yang terjadi pada turis di Bali berikutnya,” harapnya.

Menurutnya, Pemerintah harus sadar bahwa pendekatan pada jumlah atau kuantitas semata adalah keliru, dan cepat kembali pada pendekatan pariwisata berkualitas. “Pemerintah harus sadar bahwa paradigma pariwisata dunia sudah bergeser dari “Mass Tourism/Quantity Tourism” (Sun-Sand-Sea) menjadi “Responsible Tourism/Quality Tourism” (Serenity-Spirituality-Sustainability),” tandasnya serius.

Disarankan segera eliminasi dampak sosial dan budaya yang sangat meresahkan di Bali terhadap aktivitas pariwisata di Bali, karena dampak tersebut akan cepat meluas. Selain itu, program “HOT DEALS” dengan prinsip “ASSET UTILIZATION” harus segera dikaji ulang, bila mungkin segera dihapus, agar tidak meluas ke daerah lain dampak negatifnya. Seharusnya sudah bergeser pada pengeluaran Wisman yang semakin meningkat (spend of money) dan meningkatnya pada lama menginap di hotel (length of time). “Dan Pemerintah harus memahami “TOURIST BEHAVIOUR”,” sarannya.

Selain itu, tambah Azril, prinsip ingin mengembangkan “Sharing economy” guna memanfaatkan periode Wisman yang “Low season” adalah kurang tepat. Sebenarnya dengan memahami karakteristik Wisman dari seiuruh negara untuk berwisata outbound, akan dapat mengisi dan menghindari “low season” tersebut, karena dapat mengisi periode secara penuh dalam satu tahun..

“Apakah pemerintah dalam hal ini memahami dan menyadari hal tersebut….?!? Artinya pemahaman dan kesadaran terhadap “low season”, “sharing economy” dan “Asset Utilization” yang salah…..?!?,” lontarnya.

Ditambahkan untuk mendatangkan Wisman dari luar negeri dapat diibaratkan antara “GULA DAN SEMUT”….. Selama ini prinsip yang dilakukan adalah memindahkan semutnya (Wisman) ke Indonesia….. seharusnya buatlah gula yang lebih manis (DAYA TARIK BUKAN ATRAKSI TAPI “ATTRACTION”) di Indonesia sehingga otomatis semut akan berebut mengejar gula tersebut. (end)

Yogyakarta Tawarkan Wisata Lihat Sunset dari Berbagai Spot

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Bulan September merupakan waktu terbaik untuk melihat sunset di Yogyakarta. Itu karena cuaca musim kemarau cenderung cerah sehingga ufuk barat akan terlihat ketika momen matahari terbenam.

Yogyakarta pun memiliki banyak obyek wisata yang menyajikan keindahan panorama sunset. Bisa dibilang menikmati keindahan sunset sangat mudah dilakukan saat berkunjung ke Yogyakarta.

Ada beberapa spot obyek wisata di wilayah Yogyakarta untuk menyaksikan sunset yang sangat unik dan menarik, antara lain:

#. Tanjung Kesirat, Gunungkidul

Menikmati keindahan matahari terbit di tepi laut tentu merupakan aktivitas menarik untuk dilakukan. Keindahan itu pun kian tersaji di pesisir selatan Yogyakarta, salah satunya adalah Tanjung Kesirat yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Obyek wisata ini bukanlah pantai pasir seperti Parangtritis, melainkan terdiri dari tebing vertikal yang ada di tepi laut. Meski demikian, hal itu malam membuat lanskap Tanjung Kesirat begitu eksotis. Saat sore hari yang cerah, wisatawan akan disajikan oleh keindahan panorama matahari terbenam di ufuk barat. Jika cuaca benar-benar cerah, matahari akan terlihat seolah tenggelam di lautan.

#. Laut Bekah, Gunungkidul
Masih di tepi laut. Kali ini obyek wisata bisa dibilang cukup terpencil sehingga pas bagi mereka para pencinta ketenangan. Laut Bekah menjadi nama obyek wisata ini. Lokasi Laut Bekah berada di Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Gunungkidul. Sama dengan Tanjung Kesirat, Laut Bekah bukanlah pantai pasir. Lanskap obyek wisata ini terdiri dari tebing vertikal yang berbatasan dengan lautan. Wisatawan pun bisa menikmati gagahnya tebing tepi laut yang begitu memukau. Wisatawan akan disuguhkan dengan keindahan matahari terbenam di ufuk barat. Itu karena sisi barat Laut Bekah yang terbuka sehingga momen sunset bisa disaksikan dengan menawan saat cuaca cerah.

# Puncak Kayangan Surocolo, Bantul

Tidak mesti berkunjung ke tepi laut untuk bisa menyaksikan indahnya sunset yang berpadu dengan lautan. Panorama itulah yang tersaji di obyek wisata bernama Puncak Kayangan yang ada di Desa Seloharjo. Puncak Kayangan Surocolo memang berada 2,5 kilometer dari pesisir selatan Yogyakarta. Namun, keindahan laut selatan masih bisa disaksikan dengan begitu indah dari ketinggian. Saat sore hari yang cerah, keindahan laut selatan akan berpadu dengan syahdunya matahari terbenam. Nikmati pula kesejukan angin laut yang akan membawa terbang semua lelah dan penat.

# Puncak Becici, Bantul
Salah satu lokasi terbaik untuk melihat keindahan sunset tentu ada di kawasan pegunungan. Puncak Becici menjadi salah satu obyek wisata di kawasan pegunungan Kabupaten Bantul yang menyajikan keindahan panorama matahari terbenam. Obyek wisata ini memang menawarkan kesejukan dan keasrian hutan pinus. Keindahannya bahkan sampai membuat Mantan Presiden AS, Barrack Obama turut mengunjunginya. Saat sore hari, sisi barat Puncak Becici akan menampilkan keindahan matahari terbenam. Seolah belum cukup, pemandangan Kota Yogyakarta dari ketinggian hingga Gunung Sumbing seolah menjadi bonus yang semakin melengkapi keindahan di sore hari itu.

#. Pintu Langit Dahromo, Bantul
Obyek wisata selanjutnya berlokasi tidak begitu jauh dari Puncak Becici. Nama obyek wisata itu adalah Pintu Langit Dahromo yang sama-sama berada di kawasan pegunungan Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Sesuai namanya, obyek wisata ini menampilkan ornamen pintu dengan latar belakang hamparan terbuka ke arah barat. Sore hari yang cerah pun menjadi waktu terbaik untuk datang ke sana karena keindahan panorama sunset-nya. Usai matahari terbenam, jangan langsung pulang. Gemerlap lampu Yogyakarta dari ketinggian akan menjadi sajian selanjutnya usai hari gelap.

#. Watu Goyang, Bantul
Obyek wisata Watu Goyang juga masih berada di Kabupaten Bantul. Bedanya, Watu Goyang berada di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo yang berbatasan dengan Kecamatan Imogiri. Watu goyang juga berada di ketinggian. Selain menyajikan pemandangan menawan dari atas, pengunjung juga akan merasakan sejuknya semilir angin di sana.Tidak ketinggalan, sisi barat yang terbuka dan tanpa halangan menjadikan sunset bisa disaksikan dengan jelas. Tentu momen matahari terbenam paling pas dilihat saat cuaca cerah.

# Puncak Suroloyo, Kulon Progo
Kabupaten Kulon Progo seolah tidak mau ketinggalan untuk ikut menyajikan keindahan panorama matahari terbenam. Salah satu obyek wisata terbaik untuk melihat sunset di Kulon Progo adalah Puncak Suroloyo. Tak hanya sekadar menyajikan panorama dari ketinggian, Puncak Suroloyo juga merupakan salah satu titik tertinggi Pegunungan Menoreh. Sunset yang tersaji bersandingan dengan hamparan pegunungan menjadi panorama yang tersaji saat sore hari nan cerah. Pemandangan matahari terbenam bukan menjadi satu-satunya atraksi yang bisa ditemukan di Puncak Suroloyo. Pengunjung pun bisa melihat salah satu keajaiban dunia, Candi Borobudur dari ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

#. Candi Ijo, Sleman
Jika tujuh obyek wisata sebelumnya terlalu jauh, maka lokasi ke-8 ini tidaklah jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Obyek wisata ini adalah Candi Ijo yang berada di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sisi barat kawasan Candi Ijo yang terbuka membuat sunset tampak begitu indah. Tidak heran jika banyak wisatawan yang berkunjung ke sana pada sore hari. Panorama Kota Yogyakarta dan lalu-lalang pesawat di Bandara Internasional Ado Sutjipto juga membuat suasana sore semakin sempurna. Selain menyajikan keindahan panorama matahari terbenam, Candi Ijo ini juga merupakan candi tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

#. Candi Prambanan, Yogyakarta
Siapa bilang melihat sunset yang indah harus di laut? Candi Prambanan adalah salah satu tempat yang pas untuk melihat sunset. Bagi kamu yang suka hunting foto, Prambanan memiliki pesona sunset yang indah dengan bentuk candinya yang begitu khas. Tak begitu lama setelah matahari terbenam, kamu bisa langsung menikmati sendratari Ramayana di kompleks candi ini.

#. Candi Ratu Boko, Yogyakarta
Selain Prambanan, kita juga bisa ke Candi Ratu Boko yang berada tidak jauh dari Candi Prambanan. Karena letaknya yang di atas bukit, jadi pemandangan sunset dari Candi Ratu Boko sangat magis. Sudah pernah ke sana, belum?

Sejumlah Penerbangan Terdampak Kabut Asap

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: LION Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menginformasikan perkembangan terbaru operasional penerbangan pada Minggu (15/ 9) hingga pukul 12.00 waktu setempat.

Dalam rangka memastikan keselamatan dan keamanan, Lion Air Group mengalami keterlambatan keberangkatan dan kedatangan (delay) kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB), pengalihan pendaratan (divert), serta melakukan pembatalan penerbangan (cancel), di beberapa jaringan domestik yang dilayani.

Keputusan tersebut disebabkan akibat cuaca buruk berupa fog/ smoke (kabut asap) yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek (visibility below minimum) dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat.

Dampak yang timbul berpotensi mengakibatkan terganggunya pada rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya. Lion Air Group menegaskan, bahwa berdasarkan situasi yang terjadi seluruh operasional dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP).

#. Pengalihan Pendaratan (divert):

1. Lion Air Penerbangan JT-626 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Tarakan (TRK) divert Balikpapan (BPN).
2. Lion Air Penerbangan JT-817 Makassar (UPG) – Pontianak (PNK) divert Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).
3. Lion Air Penerbangan JT-323 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Banjarmasin (BDJ) divert Surabaya (SUB)
4. Lion Air Penerbangan JT-666 Surabaya (SUB) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN).
5. Batik Air Penerbangan ID-7281 Jakarta Halim Perdanakusuma (HLP) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN).
6. Batik Air Penerbangan ID-6692 Yogyakarta Kulonprogo (YIA) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN).

#. Kembali ke Bandar Udara Keberangkatan (RTB):

1. Lion Air Penerbangan JT-712 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Pontianak (PNK) kembali ke Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).
2. Lion Air Penerbangan JT-314 Surabaya (SUB) – Samarinda (AAP) kembali ke Surabaya (SUB).

#. Keterlambatan Kurang dari 60 menit:

1. Lion Air Penerbangan JT-877 Pontianak (PNK) – Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK)
2. Lion Air Penerbangan JT-671 Palangkaraya PKY) – Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).
3. Lion Air Penerbangan JT-262 Surabaya (SUB) – Balikpapan (BPN).
4. Lion Air Penerbangan JT-836 Surabaya (SUB) – Pontianak (PNK).
5. Wings Air Penerbangan IW-1807 Pangkalan Bun (PKN) – Semarang (SRG).

#. Keterlambatan 60 menit – 180 menit:

1. Lion Air Penerbangan JT-683 Palangkaraya (PKY) – Surabaya (SUB).
2. Lion Air Penerbangan JT-945 Balikpapan (BPN) – Banjarmasin (BDJ).
3. Lion Air Penerbangan JT-945 Banjarmasin (BDJ) – Kertajati Majalengka (KJT).
4. Lion Air Penerbangan JT-321 Banjarmasin (BDJ) – Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).
5. Lion Air Penerbangan JT-521 Banjarmasin (BDJ) – Yogyakarta Adisutjipto (JOG).
6. Lion Air Penerbangan JT-311 Banjarmasin (BDJ) – Surabaya (SUB).
7. Lion Air Penerbangan JT-226 Surabaya (SUB) – Balikpapan (BPN).
8. Wings Air Penerbangan IW-1382 Banjarmasin (BDJ) – Batulicin (BTW).
9. Wings Air Penerbangan IW-1276 Batam (BTH) – Dumai (DUM).
10. Wings Air Penerbangan IW-1238 Dumai (DUM) – Kualanamu (KNO).
11. Wings Air Penerbangan IW-1239 Kualanamu (KNO) – Dumai (DUM).
12. Wings Air Penerbangan IW-1394 Banjarmasin (BDJ) – Balikpapan (BPN).

#. Keterlambatan Lebih dari 180 menit:

1. Lion Air Penerbangan JT-310 Surabaya (SUB) – Banjarmasin (BDJ).

#. Keterlambatan Sampai Pemberitahuan Lebih Lanjut (Until Further Notice/ UFN):

1. Lion Air Penerbangan JT-967 Pontianak (PNK) – Semarang (SRG).
2. Lion Air Penerbangan JT-713 Pontianak (PNK) – Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).
3. Lion Air Penerbangan JT-866 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Palangkaraya (PKY)
4. Lion Air Penerbangan JT-688 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Pontianak (PNK).
5. Lion Air Penerbangan JT-867 Palangkaraya (PKY) – Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).
6. Lion Air Penerbangan JT-681 Palangkaraya (PKY) – Surabaya (SUB).
7. Lion Air Penerbangan JT-680 Surabaya (SUB) – Palangkaraya (PKY).
8. Lion Air Penerbangan JT-674 Balikpapan (BPN) – Tarakan (TRK).
9. Lion Air Penerbangan JT-675 Tarakan (TRK) – Balikpapan (BPN).
10. Lion Air Penerbangan JT-675 Balikpapan (BPN) – Makassar (UPG).
11. Lion Air Penerbangan JT-267 Tarakan (TRK) – Surabaya (SUB).
12. Lion Air Penerbangan JT-738 Makassar (UPG) – Tarakan (TRK).
13. Lion Air Penerbangan JT-739 Tarakan (TRK) – Makassar (UPG).
14. Lion Air Penerbangan JT-315 Banjarmasin (BDJ) – Surabaya (SUB).
15. Lion Air Penerbangan JT-529 Banjarmasin (BDJ) – Soekarno-Hatta, Tangerang (BDJ).
16. Lion Air Penerbangan JT-260 Surabaya (SUB) – Balikpapan (BPN).
17. Lion Air Penerbangan JT-376 Surabaya (SUB) – Samarinda (AAP).
18. Lion Air Penerbangan JT-869 Samarinda (AAP) – Yogyakarta Adisutjipto (JOG).
19. Lion Air Penerbangan JT-868 Yogyakarta Adisutjipto (JOG) – Samarinda (AAP).
20. Lion Air Penerbangan JT-317 Samarinda (AAP) – Surabaya (SUB).
21. Lion Air Penerbangan JT-377 Samarinda (AAP) – Surabaya (SUB).
22. Lion Air Penerbangan JT-665 Samarinda (AAP) – Surabaya (SUB).
23. Wings Air Penerbangan IW-1454 Tarakan (TRK) – Malinau (LNU).
24. Wings Air Penerbangan IW-1455 Malinau (LNU) – Tarakan (TRK).
25. Wings Air Penerbangan IW-1458 Tarakan (TRK) – Nunukan (NNX).
26. Wings Air Penerbangan IW-1459 Nunukan (NNX) – Tarakan (TRK).
27. Wings Air Penerbangan IW-1370 Pontianak (PNK) – Sintang (SQG).
28. Wings Air Penerbangan IW-1371 Sintang (SQG) – Pontianak (PNK).
29. Wings Air Penerbangan IW-1348 Pontianak (PNK) – Ketapang (KTG).
30. Wings Air Penerbangan IW-1349 Ketapang (KTG) – Pontianak (PNK).
31. Wings Air Penerbangan IW-1378 Pontianak (PNK) – Kuching (KCH).
32. Wings Air Penerbangan IW-1373 Kuching (KCH) – Pontianak (PNK).
33. Wings Air Penerbangan IW-1468 Pontianak (PNK) – Putusibau (PSU).
34. Wings Air Penerbangan IW-1469 Putusibau (PSU) – Pontianak (PNK).
35. Wings Air Penerbangan IW-1364 Balikpapan (BPN) – Berau (BEJ).
36. Wings Air Penerbangan IW-1363 Berau (BEJ) – Balikpapan (BPN).
37. Wings Air Penerbangan IW-1362 Balikpapan (BPN) – Berau (BEJ).
38. Wings Air Penerbangan IW-1361 Berau (BEJ) – Balikpapan (BPN).
39. Wings Air Penerbangan IW-1381 Berau (BEJ) – Balikpapan (BPN).
40. Wings Air Penerbangan IW-1358 Balikpapan (BPN) – Tanjung Selor (TJS).
41. Wings Air Penerbangan IW-1359 Tanjung Selor (TJS) – Balikpapan (BPN).
42. Wings Air Penerbangan IW-1359 Tanjung Selor (TJS) – Balikpapan (BPN).
43. Wings Air Penerbangan IW-1478 Balikpapan (BPN) – Malinau (LNU).
44. Wings Air Penerbangan IW-1477 Malinau (LNU) – Balikpapan (BPN).
45. Wings Air Penerbangan IW-1385 Balikpapan (BPN) – Banjarmasin (BDJ).
46. Wings Air Penerbangan IW-1384 Banjarmasin (BDJ) – Balikpapan (BPN).
47. Batik Air Penerbangan ID-6696 Yogyakarta Kulonprogo (YIA) – Palangkaraya (PKY).
48. Batik Air Penerbangan ID-6697 Palangkaraya (PKY) – Yogyakarta Kulonprogo (YIA).
49. Batik Air Penerbangan ID-7271 Balikpapan (BPN) – Tarakan (TRK).
50. Batik Air Penerbangan ID-7270 Tarakan (TRK) – Balikpapan (BPN).
51. Batik Air Penerbangan ID-7270 Balikpapan (BPN) – Jakarta Halim Perdanakusuma (HLP).
52. Batik Air Penerbangan ID-6256 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Samarinda (AAP)
53. Batik Air Penerbangan ID-6257 Samarinda (AAP) – Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).
54. Batik Air Penerbangan ID-6671 Samarinda (AAP) – Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK).
55. Batik Air Penerbangan ID-6686 Samarinda (AAP) – Makassar (UPG).
56. Batik Air Penerbangan ID-6687 Makassar (UPG) – Samarinda (AAP).

#. Pembatalan Penerbangan :

1. Wings Air Penerbangan IW-1440 Pontianak (PNK) – Ketapang (KTG).
2. Wings Air Penerbangan IW-1441 Ketapang (KTG) – Pontianak (PNK).
3. Wings Air Penerbangan IW-1375 Palangkaraya (PKY) – Sampit (SMQ).
4. Wings Air Penerbangan IW-1375 Sampit (SMQ) – Pangkalan Bun (PKN).
5. Wings Air Penerbangan IW-1484 Samarinda (AAP) – Berau (BEJ).
6. Wings Air Penerbangan IW-1485 Berau (BEJ) – Samarinda (AAP).

#. Potensi Keterlambatan Rute Berikutnya – Dampak Rotasi Pesawat:

1. Lion Air Penerbangan JT-966 Semarang (SRG) – Pontianak (PNK).
2. Lion Air Penerbangan JT-936 Pontianak (PNK) – Balikpapan (BPN).
3. Lion Air Penerbangan JT-937 Balikpapan (BPN) – Pontianak (PNK).
4. Lion Air Penerbangan JT-816 Pontianak (PNK) – Makassar (UPG).
5. Lion Air Penerbangan JT-268 Surabaya (SUB) – Tarakan (TRK).
6. Lion Air Penerbangan JT-366 Surabaya (SUB) – Balikpapan (BPN).
7. Lion Air Penerbangan JT-569 Denpasar (DPS) – Yogyakarta Adisutjipto (JOG)
8. Lion Air Penerbangan JT-560 Yogyakarta Adisutjipto (JOG) – Denpasar (DPS).
9. Lion Air Penerbangan JT-949 Surabaya (SUB) – Batam (BTH).
10. Wings Air Penerbangan IW-1279 Dumai (DUM) – Pekanbaru (PKU).
11. Wings Air Penerbangan IW-1278 Pekanbaru (PKU) – Dumai (DUM).
12. Wings Air Penerbangan IW-1277 Dumai (DUM) – Batam (BTH).
13. Wings Air Penerbangan IW-1374 Sampit (SMQ) – Pangkalan Bun (PKN).
14. Wings Air Penerbangan IW-1374 Pangkalan Bun (PKN) – Palangkaraya (PKY).
15. Wings Air Penerbangan IW-1915 Semarang (SRG) – Karimunjawa (KWB).
16. Wings Air Penerbangan IW-1916 Karimunjawa (KWB) – Semarang (SRG).
17. Wings Air Penerbangan IW-1806 Semarang (SRG) – Pangkalan Bun (PKN).
18. Wings Air Penerbangan IW-1387 Balikpapan (BPN) – Banjarmasin (BDJ).

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan Lion Air Group sudah menginformasikan kepada seluruh penumpang atau tamu yang terganggu perjalanannya. “Lion Air Group memfasilitasi kepada penumpang bagi yang akan melakukan proses pengembalian dana (refund), perubahan jadwal keberangkatan (reschedule) sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” kata Danang dalam keterangan resmi, Ahad (15/9/2019).

Lion Air Group akan terus berkoordinasi bersama pihak terkait guna memperoleh perkembangan atau keterangan sesuai situasi terbaru. “Operasional Lion Air Group akan berjalan normal kembali setelah jarak pandang dinyatakan aman untuk penerbangan (safe for flight). Lion Air Group akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional lainnya tidak terganggu,” tutup Danang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tradisi Lompat Batu Nias Diusulkan Jadi Warisan Dunia

this formate

NIAS SELATAN, bisniswisata.co.id: Tradisi Lompat Batu Nias dilankukan secara turun temurun di Desa Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Melompat batu atau yang biasa disebut oleh orang Nias sebagai fahombo batu, mulanya dilakukan oleh seorang pemuda Nias untuk menunjukan bahwa pemuda yang bersangkutan sudah dianggap dewasa dan matang secara fisik.

Lebih jauh dari itu bila sang pemuda mampu melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dengan ketebalan 40 cm, yang dilompati secara sempurna, artinya sang pemuda kelak akan menjadi pemuda pembela kampungnya samu’i mbanua atau la’imba hor, jika ada konflik dengan warga desa lain.

Tradisi lompat batu, kini tetap lestari bahkan menjadi daya tarik wisata. Wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang datang ke Nias, selalu disuguhi tradisi ini. Selain Wisatawan mengabadikan bahwa menunjukkan pernah datang ke Nias, juga diposting di media sosial bahwa Indonesia memiliki tradisi yang unik dan menarik sehingga layak untuk dikunjungi.

Saat ada event Sail Nias 2019, peserta Sail dari mancanegara pun ditunjukkan kehebatan pemuda Nias melampot batu setinggi 2 meter, Bahkan pemerintah dan Panitia Nasional Sail Nias 2019 berencana mengusulkan Desa Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, sebagai salah satu situs warisan dunia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pengajuan Desa Bawomataluo sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia sudah disampaikan pada International Seminar Nias Heritage 2019 di Gunungsitoli yang merupakan rangkaian kegiatan Sail Nias 2019. “Keindahan dan kekayaan alam di daerah ini tidak perlu diragukan,” kata Luhut seperti dilansir Antara, Ahad (15/09/2019).

Salah satu agenda dalam International Seminar Nias Heritage 2019 di Gunungsitoli yang menjadi rangkaian kegiatan Sail Nias, adalah mengajukan Desa Bawomataluo menjadi warisan dunia. Hombo Batu merupakan tradisi yang muncul dari kebiasaan berperang antar desa, masing-masing desa membentengi wilayahnya dengan batu atau bambu setinggi dua meter.

Penduduk Desa Bawomataluo memegang teguh adat istiadatnya secara turun-temurun, termasuk melestarikan tradisi lompat batu. Luhut meyakini jika Desa Bawomataluo masuk dalam daftar situs warisan dunia, maka jumlah kunjungan wisatawan asing ke Nias akan meningkat.

Luhut menyatakan perhelatan Sail Nias 2019 yang bertema ‘Nias Menuju Gerbang Wisata Bahari Dunia’ ini tidak hanya berhenti di acara puncak. Perhelatan ini menjadi awal proses promosi wisata Kepulauan Nias. “Selanjutnya dapat disusun program pariwisata Nias dalam paket wisata kemudian disosialisasikan melalui berbagai platform,” sambungnya. (ndy)

30 Tahun Vakum, Wayang Orang Pentas Lagi di Jerman

this formate

HAMBURG, bisniswisata.co.id: Setelah 30 tahun vakum tampil di Eropa, pagelaran wayang orang kembali dipentaskan di tiga kota di Jerman, yakni Hamburg, Hannover, dan Bremen dengan mengangkat cerita Kresna Duta. Pentas kesenian tradisional Indonesia ini, mendapatkan sambutan antusias dari penonton masyarakat Jerman bahkan wisatawan asing.

Wayang orang itu dipentaskan para seniman dari berbagai sanggar seni, di antaranya Wayang Orang Bharata, ISI Surakarta, RRI Surakarta, RRI Jakarta, dan Swarga Loka, yang menampilkan sejumlah seniman yang namanya sudah tidak asing lagi seperti Dewi Sulastri (Dewi Kunthi), Matheus Wasi Bantolo (Adipati Karna), dan Ali Marsudi (Raden Arjuna).

Malam pementasan pertama, sekitar 500 orang memadati gedung teater Neue Flora di Hamburg. Seperti halnya pada pementasan di Hannover, pertunjukan ditonton oleh orang-orang lokal pecinta seni budaya, pecinta Indonesia, dan juga warga Indonesia yang tinggal di Hamburg dan sekitarnya.

Sebanyak 120 bangku gedung teater Altes Magazin di Hannover terisi penuh. Bahkan penonton meluber dan duduk di tangga, selebihnya berdiri di belakang. Berbeda dengan teater megah Neue Flora di Hamburg, teater Altes Magazin berkapasitas lebih kecil, dengan tiang-tiang konstruksi di antaranya, ujar Miranti Hirschmann, salah seorang penonton, seperti dikutip Antara, Ahad (15/09/2019).

Akustiknya sangat baik sehingga tidak membutuhkan mikrofon. “Suasana ini mengingatkan seperti main wayang orang di Keraton Surakarta,“ kenang Teguh “Kenthus” Ampiranto, pemeran Prabu Kresna, yang juga sutradara pagelaran ini.

Tamu-tamu VIP pada pagelaran itu berasal dari pemerintah Kota Hamburg, juga kalangan diplomatik seperi Konsul Jendral dari India, Venezuela, Chile, Peru, Korsel, Syprus dan Turki. Pagelaran di Hamburg itu diawali dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Berbeda dalam pementasan wayang orang biasanya, unsur suara dalang yang biasanya mengiringi kisah wayang orang, diganti dengan penutur bahasa Jerman.

Antonia Schwingel, seniwati teater dan penari balet keturunan Spanyol dan Jerman terpilih sebagai penutur pengantar dalam bahasa Jerman. Antonia mengaku ia belum pernah sekalipun mengunjungi Indonesia. Baginya, menuturkan pengantar kisah “Kresna Duta” ini merupakan pengalaman baru dalam kariernya.

Menerjemahkan tutur dalang ke bahasa Jerman pun bukan urusan sembarangan. Panitia menyerahkan hal ini kepada ahlinya, yaitu penterjemah senior, Dr. Martina Heinschke. Bagi Martina, kisah pewayangan Jawa bukan hal asing, namun ia khawatir penonton muda Jerman yang belum pernah mengetahui epos Mahabharata sulit memahami alur kisahnya. Ia berusaha keras agar penonton mengerti, “terjemahannya agak sedikit bebas, sebuah adapsi,” ujaranya.

Teguh “Kenthus” Ampiranto memastikan “alur cerita, tokoh, musik, lagu dan tarian tetap teguh pada pakem wayang orang klasik”. Begitu juga dengan durasi pertunjukan wayang orang yang biasanya berlangsung tiga hingga empat jam, untuk pertunjukkan di Jerman, pagelaran ini dipadatkan menjadi 90 menit.

Salah satu penggagas pagelaran ini, Dr. Prasti Pomarius dari Yayasan Paramarta Karya Budaya mengatakan mengolah konsep pagelaran agar dimengerti oleh penonton Jerman ini adalah tantangan yang paling menantang dalam proses persiapannya.

Baginya, wayang orang tidak ada bedanya dengan seni opera di Eropa yang menggunakan kombinasi musik live, kisah, tarian. “Dengan memperkenalkan pagelaran wayang orang yang megah ini, kami berharap masyarakat Jerman lebih terbuka melihat Indonesia,” tuturnya.

Harga tiket untuk menonton pagelaran ini dipatok 20 euro per orang. Rangkaian pagelaran Wayang Orang didukung Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud, KJRI Hamburg, Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia di Jerman (IASI), DIG Hamburg, Diaspora Indonesia in Bremen, AFA, juga PPI dari berbagai kota di Jerman. (ndy)