IFEAT 2019 : Atsiri dan Aroma, Tidak Berkompetisi

this formate

BALI, bisniswista.co.id,- INDONESIA memegang peran penting dalam perdagangan atsiri dan aroma dunia. Kekayaan hayati bumi Nusantara menyediakan bahan baku  essential oil yang berkualitas dan jadi unggulan. Produk unggulan Indonesia adalah cengkih, nilam, sereh wangi, minyak pala dan minyak masoi. Serta ginger oil akan menambah daftar produk unggulan minyak atsiri Indonesia. IFEAT pun terbentuk sebagai jawaban atas kasus minyak atsiri Indonesia pada tahun 1977 an.

 “ Dalam industri,  atsiri dan aroma itu tidak berkompetisi, tetapi saling melengkapi, menguatkan sehingga mampu mengisi kebutuhan akan minyak atsiri dan aroma serta menjaga keberlanjutan industri, “jelas Presiden IFEAT, Alastair Hitchen menjawab bisniswisata.co.id disela penyelenggaraan konferensi  tahunan  International Federation of Essential Oils and Aroma Trades (IFEAT) 2019 di Nusa Dua Bali pada 29 September – 3 Oktober 2019.

Konferensi stake holder industri atsiri dunia  ini diikuti lebih dari 1300 peserta utama, 550 co delegate dari 73 negara, dan tahun ini disertai ajang pameran produk minyak essensial yang diikuti lebih dari 30 perusahaan besar. IFEAT 2019 di Bali, dengan tema the Natural of Asia  menjadi event terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan konferensi yang mempertemukan penyedia bahan baku, para peneliti/ahli, pedagang, pemakai produk ini  ditangani PT Melali MICE selaku Professional Conference Organizer yang ditunjuk kantor pusat IFEAT di London, Inggris. Federasi ini bergerak dalam transaksi minyak natural esensial, ekstrak minyak resin, flower absolute mau pun chemical, yang merupakan flavour industry dan fragrance industry.

“Konferensi  setiap tahun, memungkinkan  setiap orang bisa bertatap muka, bertemu dengan supplier, costumer, petani, pengedar, pengepul dan pemroses,” terang Alastair, 

Kehadiran ribuan peserta konferensi, menurut Alastair Hitchen menunjukkan industri essensial oil and aroma ini sangat menjanjikan, baik untuk pengembangan ilmu, teknologi terlebih secara ekonomi. Penyelenggaraan di Indonesia membuka peluang semua komponen dari hulu sampai end- user essentials oil and aroma bertemu. Dalam konferensi juga dibahas perihal strategi berproduksi minyak atsiri —- dominan berbahan baku alam — yang bertanggungjawab. Terlebih bagi Indonesia yang menyimpan keragam hayati sumber atsiri dunia, produk yang sangat ditentukan oleh keadaan alam.

Farfum sampai Perisa

Menurut Dewan Atsiri Indonesia, di dunia ini ada sekitar 200 jenis minyak Atsiri yang diperdagangkan secara luas. Produk atsiri Indonesia, 90 persen untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Konferensi tahunan ini memberi gambaran kebutuhan pasar, trend produk yang dicari, tuntutan kualitas yang diharapkan pembeli.

“Jumlah pembeli  dan nilai transaksi yang terjadi selama konferensi,  memberi gambaran kebutuhan pasar dalam industri ini. Baik kebutuhan transparency, traceability dan sustainability. Untuk itu, memproduksi minyak itu tidak hanya sekadar kualitasnya. Tetapi bertanggung jawab terhadap lingkungan. Produksi atsiri sangat tergantung pada keadaan alam,” jelas  Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Dewan Atsiri Indonesia, Arianto Mulyadi menambahkan.

Dewan Atsiri Indonesia mengakui, minyak atsiri dan turunannya merupakan salah satu komoditas ekspor yang banyak digunakan dalam industri parfum, kosmetik, farmasi dan makanan, sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi. Selain itu, teknologi pengolahannya masih memungkinkan untuk diusahakan dalam skala industri atau usaha koperasi mau pun pengumpul atsiri dalam skala UKM.

Diperlukan adanya standar mutu nasional dan internasional, untuk  menjawab persaingan pasar dalam perdangan minyak atsiri yang semakin ketat. Beberapa faktor mempengaruhi kualitas dari minyak atsiri seperti jenis atau varietas baku yang digunakan, penanganan bahan segar, proses pengeringan, proses produksi minyak dan penetuan mutu minyak atsiri. Dengan dipenuhinya faktor-faktor penunjang kualitas dan mutu dari minyak atsiri, maka persaingan perdagangan minyak atsiri antar negara dapat di anulir karena kualitas terjamin dari minyak atsiri asal Indonesia. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Agustus 2019, 1,56 Juta Wisman Sambangi Indonesia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang Agustus 2019, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang sambangi Indonesia mencapai 1,56 juta kunjungan. Jumlah ini naik 4,83% dibandingkan dengan Juli 2019. Kenaikan bukan hanya dibandingkan Juli, namun juga periode yang sama tahun 2018 yang datang ke Indonesia naik 2,94% atau cuma 1,51 juta kunjungan di Agustus 2018.

“Wisman Agustus meningkat karena kalau lihat trennya Juni, Juli dan Agustus merupakan peak season musim liburan sekolah dan cuti untuk musim summer AS, Kanada dan Eropa. Pattern menurun November dan kembali naik Desember,” papar Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Secara kumulatif (Januari-Agustus), jumlah kunjungan wisman mencapai 10,87 juta kunjungan atau naik 2,67% dibandingkan periode yang sama 2018 tercatat 10,58 juta kunjungan. Jumlah kunjungan ini masuk melalui jalur udara sebanyak 6,49 juta kunjungan, jalur laut 2,8 juta kunjungan dan jalur darat 1,57 juta kunjungan. “Diharapkan jumlah kunjungan wisman makin banyak sehingga bisa memasukkan devisa ke dalam negeri,” harapnya.

Dilanjutkan, jumlah kunjungan wisman ini masuk melalui bandara sebanyak 992,02 ribu kunjungan, melalui pintu masuk laut 371,48 ribu kunjungan dan melalui jalur darat sebanyak 191,94 ribu kunjungan. “Peningkatan terbesar terjadi di Tanjung Benoa, Bali. Kalau YoY peningkatan 2,94% terbesar untuk Bandar udara Internasional Lombok,” jelasnya.

Kenaikan jumlah kunjungan wisman melalui jalur udara terjadi di sekitar delapan bandara. Kenaikan tertinggi melalui Bandara Internasional Lombok dan kenaikan terendah melalui Bandara Husein Sastranegara. “Bandara Lombok karena jumlah wisman naik sebesar 53%. Karena dulu kan sempat gempa dan turunnya dalam sekali dan sekarang kembali pada posisi normal,” jelasnya.

Namun demikian, Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 1,39 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun 2018. “Penurunan kunjungan wisman tersebut terjadi di tujuh pintu masuk udara dengan persentase penurunan tertinggi tercatat di Bandara Sultan Badaruddin II, Sumatera Selatan yang mencapai 27,84 persen,” jelas Suhariyanto.

Diakui, pada Agustus 2019, pelancong asing yang menggunakan pesawat mengalami penurunan cukup tajam pada Agustus 2019 dibandingkan periode yang sama tahun 2018. “Hal ini terjadi akibat kebakaran hujan, ada gangguan penebangan untuk rute di Sumatera dan Kalimatan,” ucap dia.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai rata-rata 54,14 persen atau turun 5,87 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2018 yang tercatat sebesar 60,01 persen. “Begitu pula, jika dibanding TPK Juli 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Agustus 2019 mengalami penurunan sebesar 2,59 poin,” jelasnya.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Agustus 2019 tercatat sebesar 1,84 hari, terjadi penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2018. (ndy)

Agustus 2019: Wisman ke Jateng Naik, Sulut Malah Turun

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: JUMLAH wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jawa Tengah (Jateng) melalui pintu masuk bandara Adi Sumarmo dan Ahmad Yani pada Agustus 2019 melonjak hingga 39,47%. Data BPS jumlah wisman yang berkunjung ke Jateng pada Agustus total sebanyak 2.629 kunjungan, naik signifikan dibandingkan Juli yang tercatat sebanyak 1.885 kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman terbanyak melalui pintu masuk bandara Adi Sumarmo berasal dari warga negara berkebangsaan China yaitu 469, disusul Spanyol 21 dan Malaysia 4. “Terbanyak dari pintu masuk bandara Ahmad Yani masih berasal dari warga negara berkebangsaan Malaysia yaitu 640 kunjungan, disusul Singapura 267 kunjungan dan China sebanyak 80 kunjungan,” kata Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono, Selasa (1/10/2019).

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jateng pada Agustus 2019 tercatat sebesar 45,15%, mengalami penurunan sebesar 1,87 poin dibanding TPK bulan Juli yang tercatat sebesar 47,02%. Jika dibanding periode yang sama di tahun 2018 maka TPK Agustus 2019 juga mengalami penurunan sebesar 0,17 poin “TPK bulan Agustus 2019 tertinggi terjadi pada hotel bintang 4 yaitu sebesar 52,63% dan terendah hotel bintang 1 sebesar 31,45%,” ujarnya.

Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada Agustus 2019 sebesar 1,29 malam, naik 0,03 poin dibanding Juli hanya 1,26 malam. “Pada Agustus 2019, RLM mancanegara tercatat sebesar 1,78 malam, mengalami kenaikan sebesar 0,11 poin dibandingkan bulan sebelumnya (Juli) yang tercatat sebesar 1,66 malam. Sedangkan untuk RLM domestik tercatat 1,28 malam, mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode Juli yang tercatat sebesar 1,25 malam,” katanya.

Sementara itu BPS Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan Jumlah wisman yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk Bandar Udara Sam Ratulangi turun 8,24 persen secara tahunan pada Agustus 2019. Jumlah wisman masuk melalui Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi sebanyak 14.175 orang pada Agustus 2019. Jumlah itu naik 26,48 persen dibandingkan dengan 11.207 orang pada Juli 2019.

Jumlah wisman yang masuk pada Agustus 2019 turun 8,24 persen dibandingkan periode yang sama 2018. Pasalnya, jumlah turis yang masuk sebanyak 15.448. Jumlah wisman yang masuk sebanyak 87.312 orang pada Januari 2019—Agustus 2019. Total pelancong asing yang masuk pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 86.448 orang. “Ini tumbuh hanya 0,94 persen, mudah-mudahan dengan dibukanya penerbangan Manado—Davao bisa mendorong,” jelasnya Kepala BPS Sulut Ateng Hartono di Manado, Selasa (1/10/2019).

Berdasarkan kebangsaan, wisatawan China masih mendominasi kunjungan ke Sulut pada Agustus 2019. Tercatat, pelancong dari Negeri Panda sebanyak 12.772 atau berkontrbusi 90,10 terhadap total jumlah wisman yang masuk. Turis berkebangsaan Jerman dan Amerika Serikat menyusul dengan jumlah masing-masing 213 orang dan 150 orang. “Sulut harus meningkatkan destinasi wisata. Dengan demikian, diharapkan jumlah wisman yang datang akan semakin banyak,” paparnya seperti dilansir laman Bisnis.

Dino Gobel, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata mengungkapkan wisman yang masuk melalui Manado mencapai 10.000 orang per bulan. Pada 2019, total wisman yang masuk ditargetkan mencapai 150.000. Dari sisi domestik, kedatangan wisatawan sudah mencapai 2 juta hingga Agustus 2019. Kunjungan wisatawan domestik ditargetkan mencapai 2,5 juta pada tahun ini. “Pada 2020, angka kunjungan akan naik drastis dengan asing 200.000 orang dan domestik 3 juta orang,” paparnya. (ndy)

Riset: Wisatawan Prioritaskan Kemudahan Ketimbang Harga

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Survei Travelport Global Digital Traveler Research 2019 yang mendapat respon positif sebanyak 23 ribu responden di 20 negara, termasuk Indonesia, menemukan banyak wisatawan saat ini semakin memprioritaskan kemudahan, dibandingkan permasalahan harga. Ini terlihat dari hasil riset yang menemukan hanya 18% responden yang memesan tiket pesawat berdasarkan harga tiket pesawat.

Untuk semua kategori usia, saat memesan tiket penerbangan, wisatawan biasanya ingin mempersonalisasi pengalaman mereka sendiri (42%) melalui tambahan berupa extra legroom (tempat duduk yang lega), tambahan bagasi dan peningkatan menu makanan.

Ada sekitar 24% wisatawan yang lebih suka menerima penawaran yang bisa dipercaya (berkualitas), seperti Flexi (fleksibel) dan Saver (lebih hemat), untuk memenuhi tingkat kebutuhan personalisasi dasar.

Menurut Chief Customer and Marketing Officer Travelport Fiona Shanley, wisatawan juga seorang konsumen. “Mereka ingin merasakan pengalaman solusi digital secara sederhana dan menarik dari penyedia jasa perjalanan dan agen travel,” ujarnya.

Ada sekitar 71% dari wisatawan yang saat ini menganggap penting sebuah maskapai penerbangan menawarkan pengalaman digital yang baik ketika memesan tiket penerbangan (naik 3% dibandingkan 2018). Selain itu, ada 58% yang juga mempertimbangkan hal ini ketika memilih akomodasi (naik 7% dibandingkan 2018).

Saat merencanakan sebuah perjalanan, sebanyak 77% wisatawan telah meninjau video dan foto yang diposting oleh agen perjalanan di media sosial. Ada 36% dari wisatawan Gen Y yang saat ini ‘hampir selalu’ melakukan hal ini dalam proses pencarian. Facebook dinilai sebagai platform media sosial yang paling berpengaruh oleh semua kelompok umur kecuali Gen Z yang menempatkan Instagram sedikit lebih berpengaruh daripada Facebook

Bagi Fiona, penelitian terbaru dari Travelport secara global menunjukkan bahwa teknologi adalah kunci. “Mulai dari menyajikan penawaran yang relevan dan dipersonalisasi hingga memberikan proposisi yang menarik dari sumber terpercaya,” tutupnya.

Ditempat terpisah Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Prof. Azril Azahari mengakui membenarkan bahwa digital traveler akan semakin tinggi dalam pelayanannya selama melancong, karena millenials seperti Mobile payment bahkan memunculkan Travel Lifecycle. Mulai dari Planning – Booking – The Journey – hingga sampai destinasi selalu menjadi perhatian serius.

“Millennials beranggapan bahwa “Technology is key to their traveling and their travel experience”. Namun jangan lupa bahwa traveling juga membutuhkan “Best Experience” yang Uniqueness dan authentic yang sangat beda dari tempat asalnya,” ungkapnya serius.

Dilanjutkan, wisatawan asing selalu mencari sesuatu yang unik dan otentik yang tidak dijumpainya di negara asalnya. Mereka mencari Daya Tarik, sehingga membuat mereka merasa tenang “Serenity”. “Jadi disamping membutuhkan “High tech”, ternyata travellers juga sangat membutuhkan “High Toucgh” agar mendapatkan “Best Experrience. Ini yang harus dipahami oleh kalangan industri pariwisata termasuk pemerintah,” tandasnya.

Karena itu, lanjut dia, kita harus mempelajari dengan baik pergeseran paradigma pariwisata terutama pada perilaku Wisatawan (Tourist Behavior) sehingga membentuk “Travel Lifecycle “. “Nah, pergeseran pola wisatawan akan bergerak mengikuti pergeseran “SHIFTING TOURISM PARADIGM dunia yang sudah dimulai sejak tahun 2010. Jika kita tidak mengikuti dan memahami pergeseran itu, maka pemerintah akan tertinggal (atau ditinggal) oleh para turist asing. Ini yang harus dipahami,” sarannya. (end)

Diusulkan Pelabuhan Tanjung Emas Khusus Wisatawan

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengusulkan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, diperuntukkan khusus untuk wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman). Tunjuannya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan yang melintas jalur laut.

Dengan status khusus ini nantinya kegiatan industri akan dipindahkan dari Pelabuhan Tanjung Emas. “Untuk kegiatan industri, saya meminta pemerintah memindahkannya ke Pelabuhan Kendal,” lontar Gubernur Ganjar di Semarang, Selasa (1/10).

Dilanjutkan, pihaknya sedang mengonsep pembangunan dua pelabuhan besar yakni Pelabuhan Tanjung Emas dan Pelabuhan Kendal. Harapannya, dua pelabuhan itu dapat berdampak positif dengan potensi pelayaran internasional. “Kita sedang mengembangkan dua pelabuhan itu, bukan tidak mungkin, jalur pelayaran Selat Malaka akan berpengaruh pada perairan Jateng,” ujarnya.

Usulan itu sudah disampaikan ke pemerintah pusat yang diharapkan segera ditindaklanjuti. “Kami sudah dua kali rapat dengan presiden terkait rencana ini,” kata politikus PDI Perjuangan seperti dilansir Antara.

Sedangkan realisasi pembangunan Pelabuhan Kendal saat ini sedang dalam proses, namun meminta agar realisasi itu dilakukan cepat karena Pelabuhan Tanjung Emas sekarang sudah terlalu ramai. “Ini tadi barusan dari Pelindo II mau paparan terkait pembangunan Pelabuhan Kendal, mereka sudah siap memaparkan, tinggal nanti eksekusinya seperti apa,” ujarnya.

Pelabuhan Tanjung Emas sendiri merupakan pintu masuk turis mancanegara yang akan menuju ke berbagai obyek wisata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Candi Borobudur, Prambanan, Keraton Jogjakarta, Museum KA Ambarawa, Kota Lama Semarang, Taman Wisata Widuri Pemalang, serta kawasan Rawapening Semarang.

Saat ini, kolam Dermaga Samudera di Pelabuhan Tanjung Emas, eksisting telah mampu melayani kapal pesiar atau cruise dengan draft hingga -8 LWS (Low Water Spring). Sementara MV Silver Shadow hanya memiliki draft kapal -6,1 LWS dan dengan panjang 186 meter. Tanjung Emas juga telah menjamin keamanan pada area pelabuhan (port facility) sebagai wujud implementasi ISPS Code (International Ship and Port Facility Security) A.

Pembuka tahun 2019, Pelabuhan Emas pertama kali disinggahi kapal pesiar MS Maasdam berbendera Rotterdam ini memiliki GT (Gross Tonnage) 55.575 T dan LOA (Length Over All) 219.21 meter ini mengangkut 1.213 wisatawan dan 570 kru kapal.

PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) mencatat bakal ada 153 kedatangan kapal pesiar di sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh perseroan di tahun 2019. Dari jumlah itu sebagian besar menjadikan Pelabuhan Benoa, Bali, sebagai tujuan utama. Tercatat akan ada rencana 75 kedatangan di Pelabuhan Benoa. Selanjutnya 17 rencana kedatangan ke Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat, ke Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah sebanyak 16 rencana kedatangan. (ndy)

1 Oktober 2019, Garuda Terbangi Denpasar – Medan – Amesterdam

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: Maskapai nasional Garuda Indonesia, mulai 1 Oktober 2019 resmi melayani penerbangan Denpasar – Medan – Amsterdam. Langah ini sebagai upaya Maskapai Plat Merah dalam memenuhi harapan para pengguna jasa terhadap ragam konektivitas jaringan penerbangan internasional serta untuk lebih menggairahkan dunia pariwisata nasional, khususnya wilayah Sumatera Utara.

Penerbangan ini diharapkan juga memberikan pilihan jadwal penerbangan yang lebih beragam bagi pengguna jasa yang sebelumnya dilayani melalui rute penerbangan langsung Jakarta – Amsterdam PP.

Penerbangan Denpasar – Medan – Amsterdam dilayani Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi kursi 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi dengan jadwal 6 kali dalam seminggu yaitu setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Ahad.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan penyesuaian rute ini merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia memenuhi harapan pengguna jasa dari Denpasar maupun Kualanamu Medan, yang ingin menikmati konektivitas layanan penerbangan ke Amsterdam maupun sebaliknya.

“Bagi penumpang yang sebelumnya telah memiliki tiket penerbangan Jakarta – Amsterdam akan kami terbangkan melalui Kualanamu dari Jakarta untuk kemudian melanjutkan penerbangan menuju Amsterdam, demikian juga sebaliknya”, kata Pikri dalam keterangan resminya, Selasa (01/10/2019).

Dioperasikannya rute ini, lanjut dia, juga merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk memperkuat konektivitas jaringan penerbangan internasional serta memenuhi demand market yang tinggi khususnya dari Amsterdam menuju Denpasar. Penerbangan ini sekaligus menjadi komitmen maskapai mendukung program pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Indonesia melalui destinasi wisata unggulan Indonesia seperti Medan dan Bali.

“Sebagai salah hub penerbangan terpadat di Indonesia bagian barat, Medan menjadi pilihan strategis bagi Garuda Indonesia dalam menyediakan konektivitas layanan penerbangan yang lebih beragam menuju Amsterdam maupun sebaliknya”, papar Pikri.

Medan telah lama menjadi destinasi favourite wisatawan Eropa yang hendak melihat dan merasakan keindahan Danau Toba yang telah menjadi destinasi andalan dunia serta melihat penangkaran orang utan di Bohorok, Bukit Lawang. Pilihan penerbangan tersebut sekaligus menjadikan Medan sebagai salah satu hub transit penerbangan di domestic dan internasional yang strategis.

“Sementara itu, Denpasar yang merupakan destinasi penerbangan yang menjadi salah satu hub & spoke wisatawan mancanegara dari Australia maupun Asia tentunya akan menjadikan Bandara Internasional Ngurah Rai kian strategis dengan hadirnya pilihan penerbangan menuju Amsterdam”. sambungnya.

Layanan penerbangan Denpasar – Kualanamu – Amsterdam ini juga dapat terhubung langsung dengan penerbangan dari Jakarta, mengingat saat ini Medan dan Denpasar memiliki sedikitnya empat puluh layanan penerbangan per harinya dari dan menuju Jakarta. Dengan demikian pilihan koneksi penerbangan dari Jakarta maupun Denpasar, lontarnya.

Penerbangan Denpasar – Medan – Amsterdam dilayani dengan GA 088 yang berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai pada pukul 20.25 LT dan akan tiba pukul 23.15 LT di Bandara Internasional Kualanamu dan kemudian akan diberangkatkan menuju Amsterdam pada pukul 23.55 LT dan tiba di Bandara Internasional Schipol pada pukul 07.50 LT.

Sementara penerbangan dari Amsterdam akan dilayani dengan GA 089 berangkat dari Bandara Internasional Schipol pada pukul 12.05 LT dan akan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Medan pada pukul 06.25 LT kemudian akan berangkat kembali menuju Denpasar pada pukul 07.05 LT dan akan tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai pada pukul 11.05 LT. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Arab Saudi: Turis Langgar Kesopanan Publik akan Didenda

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Kebijakan Arab Saudi yang membuka negaranya bagi turis non-Muslim diikuti oleh serangkaian aturan. Salah satunya adalah memberlakukan denda atas pelanggaran ‘kesopanan publik’. Denda termasuk mengatur pakaian yang tidak sopan dan bermesraan di ranah publik.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan ada 19 pelanggaran serupa tetapi tidak merinci hukumannya. Karena negara Islam ultra-konservatif itu, mulai mengeluarkan visa turis untuk pertama kalinya sebagai bagian dari upaya untuk mendiversifikasi ekonominya, yang selama ini hanya bergantung pada minyak.

“Peraturan baru itu mengharuskan laki-laki dan perempuan untuk berpakaian sopan, dan untuk menahan diri dari bermesraan di depan umum. Wanita bebas memilih pakaian sederhana apapun asal sopan,” kata dia dalam sebuah pernyataan seperti dilansir EPA, Selasa (01/10/2019).

Peraturan tersebut dimaksudkan untuk memastikan pengunjung dan wisatawan yang datang ke kerajaan, mengetahui hukum yang berkaitan dengan perilaku publik. Sehingga para wisatawan asing harus mematuhinya.

Arab Saudi pada Jumat (27/9), mengatakan warga negara dari 49 negara sekarang dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan visa daring atau visa kedatangan, termasuk Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara Eropa.

Pariwisata Kickstarting, salah satu pusat dari program reformasi Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk mempersiapkan ekonomi Arab terbesar untuk era pascaminyak. Tetapi negara konservatif yang melarang alkohol dan terkenal karena pemisahan jenis kelamin itu, tetap tidak membolehkan wisatawan global selain para jamaah Muslim, untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Mekkah dan Madinah.

Pria dan wanita harus menghindari pakaian ketat atau pakaian dengan bahasa atau gambar tidak senonoh. Juga harus membaca instruksi di situs website yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris yang diluncurkan oleh otoritas pariwisata. “Wanita harus menutupi bahu dan lutut di depan umum,” kata dia lagi.

Tetapi Kepala Pariwisata Arab Saudi, Ahmed al-Khateeb mengatakan, wanita asing tidak diwajibkan untuk mengenakan jilbab yang menutupi seluruh tubuh, yang saat ini masih wajib dipakai publik untuk wanita Saudi.

Pangeran Mohammed berusaha untuk melepaskan citra ultra-konservatif negaranya dengan mencabut larangan ke bioskop dan mengemudi bagi wanita. Termasuk memberikan izin konser yang bercampur gender dan olahraga ekstra. Norma-norma sosial santai di kerajaan itu, disambut baik oleh banyak masyarakat Arab Saudi, di mana dua pertiganya berusia di bawah 30 tahun.

Tetapi pedoman kesopanan publik yang baru pertama kali disetujui oleh kabinet pada April 2019 lalu, secara luas dianggap tidak jelas dan telah memicu kekhawatiran publik bahwa negara ini akan memiliki banyak interpretasi.

Saudi juga memicu kekhawatiran akan bangkitnya kembali kebijakan moral. Polisi agama Arab Saudi pernah memunculkan ketakutan yang meluas, dengan mengusir pria dan wanita keluar dari mal agar segera menunaikan ibadan, dan menegur siapapun yang terlihat berbaur dengan lawan jenis. Kekuasaan mereka telah terpotong dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan sekarang sebagian besar sudah tidak terlihat.

Berikut adalah beberapa tujuan wisata utama di Arab Saudi seperti dilansir Malay Mail, antara lain:

Al-Ula

Al-Ula terletak di barat laut kerajaan. Al-Ula adalah daerah yang dipenuhi reruntuhan pra-Islam dan sisa-sisa arkeologi lainnya. Zona gurun ini jauhnya sekitar 1,5 jam dari Riyah dengan kira-kira sebesar Negara Belgia. Di Al-Ula terdapat Madain Saleh, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Madain Saeh merupakan kota kuno berusia lebih dari 2.000 tahun yang diukir menjadi batu-batu gurun oleh kaum Nabataen, orang-orang Arab dari zaman pra-Islam yang juga membangun Petra di Yordania. Pengembangan Al-Ula adalah bagian dari upaya untuk meletarikan situs-situs peninggalan zaman pra-Islam.

Oasis Al-Ahsa

Oasis Al-Ahsa yang subur terletak di Timur Saudi Arabia. Oasis ini dipenuhi dengan situs-situs arkeologi yang belum digali, dan membawa jejak-jejak pendudukan manusia sejak zaman Neolitik. Pada Juni tahun lalu, UNESCO menambahkan oasis Al-Ahsa yang memiliki jutaan pohon kurma ke dalam daftar warisan dunia.

Kawah Al-Wahbah

Kawah yang kurang dikenal ini terletak di Timur Laut Kota Jeddah di Laut Merah. Kawah ini adalah sisa dari aktivitas vulkanik. Cerita rakyat yang berkembang menyebutkan bahwa kawah terbentuk ketika dua gunung saling mencintai. Namun, salah satu gunung lenyap sehingga meninggalkan depresi dan terbentuklah rongga berupa kawah Al-Wahbah.

Mega Proyek

Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan serangkaian proyek besar senilai ratusan miliar dolar. Salah satunya proyek Saudi Vision 2030 itu adalah membangun Neom, sebuah kota masa depan senilai 500 miliar dollar AS. Neom disebut-sebut akan menyulap padang pasir tandus di pantai Laut Merah Utara menjadi kota metropolitan yang megah. Menurut para pejabat, nantinya di sana akan difasilitasi taksi terbang dan robot yang bisa berbicara. Pada 2017, kerajaan Saudi juga mengumumkan proyek untuk mengubah 50 pulau dan situs lainnya di Laut Merah menjadi resor mewah. Tahun lalu, pembangunan “kota hiburan” Qiddiya diluncurkan di dekat Riyadh, yang akan mencakup taman hiburan kelas atas, fasilitas olahraga motor dan area safari. (ndy)

Komunitas Calya Jelajahi 8 Destinasi sambil beri Donasi

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: KOMUNITAS Toyota Calya Indonesia (KTCI) genap berusia tiga tahun pada 6 Oktober 2019. Menyongsong perayaan hari ulang tahun digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), anggota KTCI dari berbagai chapter seluruh Indonesia sibuk mempersiapkan diri.

Seperti yang dilakukan KTCI chapter Tangerang yang menuntaskan perjalanan mereka menjelajahi delapan destinasi. Perjalanan 8 hari yang dimulai sejak 21 hingga 29 September 2019 tersebut diakhiri dan ditutup di Sumatra Selatan. Tim ekspedisi berjumlah 8 orang dan melibatkan 4 unit Toyota Calya ini memulai perjalanan mereka dari Auto2000 Pasar Kemis, Tangerang, Sabtu (21/9).

Kegiatan ekspedisi ini juga digelar untuk memperingati dua tahun berdirinya KTCI chapter Tangerang. Pelepasan tim dilakukan Kepala Bengkel Auto2000 Pasar Kemis Erwin Surianto. Sebanyak 40 member ikut melepas keberangkatan tim eksplorasi tersebut.

Destinasi pertama adalah Outlet Auto2000 Raden Inten Bandar Lampung. Rombongan disambut kepala bengkel Nurrahman. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Taman Nasional Way Kambas. Tim eksplorasi memberikan sumbangan berupa peralatan kebersihan serta pemberian piagam penghargaan terhadap keberhasilan taman nasional ini dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Penyerahan piagam diwakili perwakilan KTCI chapter Lampung Raya kepada Pengendali Ekosistim Hutan Taman Nasional Way Kambas Catur Marsudi. Dari Way Kambas, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Limbang Jaya dan Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Perjalanan menuju lokasi ini ditempuh selama delapan jam.

Tim eksplorasi KTCI Chapter Tangerang memberikan sumbangan berupa tas dan alat-alat tulis kepada anak-anak pengrajin tenun songket. Khusus di Kampung Burai, selain sebagai penghasil songket, desa ini juga dikenal sebagai pembuat pempek tradisional yang sudah turun temurun. “Kami biasa tangkap ikan di sungai Kelakar untuk bahan bakunya. Jadi asli ikan dari sungai kami ini,” ujar Linda, penenun songket dan pembuat pempek.

Selain terkenal dengan songket dan pempeknya, Desa Burai juga memiliki keindahan alam yang luar biasa. Oleh karena itu, dalam waktu dekat akan dibangun tempat wisata alam. Hal itu diungkapkan Wili, Ketua Kelompok Burai Mandiri di desa itu. “Target kami dalam dua tahun ke depan insha Allah bisa terealisasi karena semua pihak sudah mendukung baik pemerintah, CSR perusahaan, maupun masyarakat setempat,” tutur Wili.

Untuk mewujudkan kepedualian terhadap lingkungan, tim ekslorasi memberikan bibit pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Kabupaten Ogan Ilir Dicky Syailendra. Tim juga singgah di SDN 10 Tanjung Batu untuk membagi-bagikan lampu LED yang lebih hemat energi.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan kembali. Pulau Kemaro menjadi destinasi favorit tim elsplorasi di karenakan tidak ada satu kendaraan pun di sana baik motor atau mobil. “Untuk menuju ke sini kita harus naik perahu sekitar 30 menit menyeberangi Sungai Musi. Agak takut sih tapi puas pas sampai di sini indah banget pemandangannya,” beber Asika, salah satu peserta perempuan di tim ekplorasi itu.

Pulau Kemaro adalah pulau delta yang berada di tengah-tengah Sungai Musi. Pulau ini ramai dikunjungi pada saat perayaan Cap Go Meh karena terdapat Klenteng Hok Tjing Rio.

Ketua Pelaksana Eksplorasi KTCI Tangerang Aliem mengatakan walau pun sangat ramai diunjungi, Klenteng Hok Tjing Rio lokasinya sangat jauh dari fasilitas pemadam kebakaran dan rumah sakit. Karena itu, timnya berinisiatif memberikan sumbangan berupa Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) dan Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke destinasi terakhir yaitu di Auto2000 Tanjung Api-Api Palembang yang jaraknya sekitar 700 km dari Pulau Kemaro. Di sini para anggota tim memeriksakan kendaraan. “Perlu dilakukan cek kendaraan secara detail karena utk perjalanan menuju kembali ke Jakarta juga hampir 700 km. Ini perlu dilakukan guna menjaga performa dan kesiapan kendaraan,” imbuh Raja Nami Siregar selaku kepala bengkel Auto2000 Tanjung Api-Api.

Sambil menunggu kendaraan mereka diservis, salah satu peserta rombongan mengungkapkan konsumsi bahan bakar selama perjalanan. “Untuk konsumsi BBM sangat irit. Malah lebih mahal ongkos nyebrang kapal ferrynya,” canda Imam.

Hal senada diungkapkan Didit yang kebetulan sering mondar mandir Jakarta-Palembang. “Saya sering ke Palembang tapi biasanya bawa mobil lain. So far is better lah,” ujar Didit sambil menambahkan usai memeriksakan kendaraan para peserta rombongan kemudian menuju hotel untuk berisitirahat dan menyiapkan diri menuju Jakarta keesokan harinya.

Ketua Umum KTCI Sapto Prayitno mengatakan saat ini organisasi yang dipimpinnya sudah mempunyai member aktif sekitar 800 lebih yang tersebar di 25 chapter. “Ini jejak pertama kita di Pulau Sumatra. Rencananya awal tahun depan kami akan melanjutkan jejak selanjutnya dan Smoga KTCI lebih baik,” tutur Sapto. (ndy)

Cerita Orang Rimba di Pementasan Beralas Bumi Beratap Langit

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pementasan Beralas Bumi Beratap Langit pada akhir pekan lalu berkisah tentang asal muasal dan kearifan Orang Rimba. Di antara pepohonan, syair-syair didendangkan oleh para lelaki berkalung sarung. Ada di antaranya membawa tombak, ada pula yang tengah memakan ubi. Dari situ pula, cerita Orang Rimba dideraskan.

Salah satu kisahnya ialah asal muasal Orang Rimba. Dari berbagai versi, yang diceritakan ialah versi pertemuan antara Bujang Rantau dan Putri Gelumpang. Setelah keduanya menikah dan beranak pinak, keturunan mereka pun ada yang memilih tinggal di hutan dan di kampung, atau yang dikenal dengan Orang Terang.

Pentas yang berjudul Beralas Bumi Beratap Langit ini terinspirasi saat sang produser, Maudy Koesnaedi, mengunjungi Sokola Institute yang diinisiasi pegiat literasi Marlina ‘Butet’ Manurung.

Bermula ketika Maudy membacakan kisah makna pohon Setubung yang sangat erat maknanya bagi kehidupan Orang Rimba, ia pun lalu menggali lebih dalam kisah mereka. Dalam pentas teater yang bergaya naratif itu sendiri, Maudy berperan sebagai narator.

Bertempat di studio 7 TVRI, Senayan, Jakarta Selatan, nuansa panggung juga terbangun dengan audio yang direkam langsung di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. Syair-syair yang berkumandang sebagai suara latar untuk mengiringi dendangan para aktor, juga merupakan syair yang dikumandangkan oleh para Orang Rimba.

Dalam kisahnya, juga diceritakan kebiasaan melangun Orang Rimba, yakni saat mereka berpindah dari satu titik ke titik lain, bila ada dari kelompok mereka yang meninggal. Ini ditujukan sebagai ‘penghiburan’ sebelum akhirnya mereka kembali ke titik awal mereka bermukim. Melangun bisa dilakukan selama bertahun-tahun. Namun, saat ini meski melangun masih dilakukan, daya jelajah Orang Rimba menjadi terbatas akibat deforestasi.

Beralas Bumi Beratap Langit membawa penonton untuk memahami sudut pandang Orang Rimba, dan kearifan luhur yang dijunjung mereka. Termasuk kebiasaan mengunduh madu, berburu binatang, dan menghormati pohon sebagai ekosistem yang menjadi bagian hidup.

Panggung Bercerita menceritakan filosofi Orang Rimba terhadap alam. Dialek yang diucapkan para aktor yang tergabung di Teater Abnon ini juga cukup meyakinkan peran mereka sebagai Orang Rimba.

Dalam prosesnya, survei dan riset dilakukan selama kurang lebih sepekan di Jambi. Untuk pengarahan dialek, para aktor dibantu oleh dua aktor yang berasal dari Jambi, Jagat Alfath Nusantara dan Kiel Darmawel.

“Dialek bagi sebagian aktor mungkin agak kesulitan, saya dan Kiel yang orang Jambi dan bisa dikatakan lumayan dekat dengan budaya kami, butuh sekitar sebulanan untuk melatih teman-teman, lebih intensif pada setiap latihan. Awalnya belajar dialek Jambi dulu, setelah sudah enak didengar, baru masuk dialek rimba. Karena dialek Orang Rimba itu ada tiga bahasa yaitu Jambi, Padang, dan Palembang,” ungkap Jagat seperti dilansir laman MediaIndonesia, Senin (30/09/2019).

Penata musik Mia Ismi Halida menambahkan, selama sepekan dikirim Maudy ke Jambi, ia bertemu dengan beberapa tokoh adat untuk meminta izin dan meriset instrumen yang digunakan para Orang Rimba.

“Riset selama seminggu, datang ke Jambi. Jagat kenalkan kami dengan Pak MG Alloy, Pa Wo Azhar, dan pengendum. Kami menggali filosofi orang Jambi pada umumnya, mencari tahu tetabuhan dan ritme yang ada di Jambi yang agak kuno,” papar Mia Ismi Halida.

Sebenarnya Orang Rimba itu tidak ada instrumen musik, lebih condong pada lagu dan mantra-mantra. Di hutan kami juga merekam langsung suara binatang dan dibantu para pengendum untuk menyanyikan lantunan syair agar spirit Orang Rimba juga terbawa saat pementasan,” jelas Mia.

Pentas yang berlangsung selama akhir pekan lalu itu menjadi seruan dari panggung seni untuk mengingatkan kembali kita sebagai manusia dalam menghargai alam dan belajar dari laku hidup Orang Rimba. (ndy)

Unggah Foto Sepulang dari Liburan di Eropa, Five Vi Dipuji Netizen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pulang dari liburan di Luar Negeri lantas membagi kenangan dengan mengunggah foto di dunia maya, bagi kalangan selebriti merupakan lagu wajib. Kini Fivey Rachmawati atau yang akrab disapa Five Vi melakukan hal serupa sepulang dari melancong ke Jerman, Swiss dan terakhir di Prancis.

Belakang ini memamg Five Vi jarang muncul di dunia entertaiment yang mempopulerkan namanya. Dan kini, Fimemilih banting setir dengan terjun ke dunia politik. Pada Pemilu 2019, Five Vi maju sebagai calon legislatif dapil Jawa Barat. Hanya saja, Five Vi gagal melangkah ke senayan karena perolehan suaranya tak mencukupi.

Nampaknya kegagalan itu dilampiaskan dengan jalan-jalan keliling Eropa. Five Vi yang sudah membintangi 8 judul film sepanjang kariernya dan terakhir main film berjudul Drakula Cinta di 2014, menjadi perbincangan hangat di media sosial sepulang dari melancong.

Five Vi sempat mengunjungi beberapa bangunan megah dan restoran mewah yang ada di Prancis. Dalam unggahan foto and video via Instagram @five_vrachmawati, Senin (30/9/2019).

Perempuan kelahiran 12 September 1979m bergaya modis dengan memakai rok berwarna biru di jalanan Prancis. Selama di Prancis, Five Vi tidak lupa mengunjungi Palais de Justice. Bangunan megah yang dulu merupakan istana kota Paris. Bahkan, dengan bergaya santai dengan kaos lengan panjang bergaris-garis warna merah hitam di depan gedung megah di Paris.

Selama di Prancis, Five Vi sempat mengunjungi Restaurant Le Train Bleu Paris. Restoran tersebut memiliki kesan yang megah dan mewah dengan dominasi warna emas. Sebelum ke Prancis, mantan caleg dapil Jawa Barat ini mengunjungi banyak negara di Eropa seperti Jerman dan Swiss.

Dari akun instagram pribadi Five Vi, @five_vrachmawati, memosting beberapa potret liburannya di Eropa. “Try on with music @zurich.switzerland.. 6th of September,” tulis Five Vi.

Dalam video tersebut, Five Vi tampak mengibaskan rambut hitam indahnya dan melenggak-lenggokkan tubuhnya yang indah. Dari postingan video unggahan akun @five_vrachmawati tersebut, banyak netizen yang memuji kecantikan Five Vi.

“Sexy kece badai Babe!” tulis akun @deazyazhari.

“Sehatttt selalu idolaaa,” timpal akun @putrapmgkss.

“Internationalll model ini,” ujar akun @neney_jayanti.

“Wihh kak Five lagi di luar negeri, sehat terus kak Five @five_vrachmawati,” timpal akun @fajargokil26.

“Idola ieu mah euy,” tulis akun @ga_signature.

“Mbak @five_vrachmawati selalu yang paling cantik. Sehat terus mbak,” timpal akun @arjunsalahuddin.

“Kak @five_vrachmawati body-nya best lah pokoknya, shape-nya itulo,” puji akun @bisri_nu. (ndy)