Batam Great Sale Targetkan 255.000 Wisman

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Batam menggelar pesta wisata belanja bertajuk Batam Great Sale. Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menargetkan 255.000 orang wisatawan mancanegara (Wisman) mengunjungi Batam sepanjang pelaksanaan program pesta wisata belanja yang berlangsung Oktober 2019.

“Target kami kunjungan wisman meningkat 70 persen, dari rata-rata kunjungan per bulan sebanyak 150.000 wisman,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, dalam keterangan resminya yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (30/09/2019).

Rencananya, Batam Great Sale digelar sepanjang Oktober 2019 dengan melibatkan 20 pelaku usaha di 9 pusat perbelanjaan di Kota Batam. Pemkot mengajak pelaku usaha di mal untuk memberikan potongan harga hingga 70 persen dalam program itu, demi memancing wisman untuk datang ke Batam.

Ardi optimistis program itu akan diminati wisman untuk datang ke Batam. Pasalnya sebelum acara berlangsung sudah sejak beberapa bulan lalu melakukan promosi kegiatan itu di Singapura. “Di singapura sudah promo sejak 2 hingga 3 bulan lalu,” kata dia.

Selain itu, Batam Great Sale juga dibalut bersama program Kementerian Pariwisata, Hot Deals yang mana pelancong asing mendapatkan potongan harga paket liburan ke Batam, termasuk biaya untuk kapal Singapura-Batam pulang dan pergi.(Ant)

Dalam kesempatan itu, ia juga optimistis, harga yang ditampilkan pelaku usaha adalah benar-benar potongan harga. Bukan tipu-tipu, seperti yang selama ini dikeluhkan wisman, harga dinaikkan lebih dulu, baru didiskon. Itu sudah jadi opini umum. Kami sudah mengontrol, karena sistem itu tidak populer dilakukan lagi. Wisman dan masyarakat tahu harga,” kata dia.

Rencananya, Batam Great Sale akan digekar setiap tahun di Bulan Oktober. Pemerintah dan pelaku usaha sepakat menggelar Batam Great Sale pada Oktober, karena itu adalah musim rendah kunjungan, sehingga diharapkan dapat mendorong kedatangan wisman ke Batam. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Minim Sosialisasi, Wisata Tangerang Sepi Kunjungan Wisman

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: Pemkot Tangerang memiliki tantangan berat untuk mendatangkan turis mancanegara. Selama ini kunjungan turis asing masih sangat minim ke sejumlah tempat wisata baik wisata belanja, wisata kuliner, maupun objek wisata lainnya di Kota Tangerang. Tercatat ada 59 obyek wisata di Tangerang.

Kurang populernya pariwisata di Kota Tangerang lantaran minimnya sosialisasi dari Pemkot Tangerang, sehingga belum dijadikan agenda rutin turis asing untuk berkunjung. Di sisi lain, kunjungan ke taman-taman tematik atau kampung-kampung tematik seperti Kampung Bekelir mesti dipromosikan lebih masif.
Sebenarnya Pemkot Tangerang sudah memahami persoalan tersebut. Saat ini kedatangan turis asing ke Kota Tangerang belum masuk skala prioritas pariwisata.
Bukan hanya persoalan internal, persoalan pariwisata juga dipengaruhi faktor eksternal seperti kondisi sosial dan politik berkembang di Indonesia sehingga perlu pengelolaan yang baik dari pemerintah daerah.

Kemajuan dunia pariwisata di Kota Tangerang yang terbelah oleh Sungai Cisadane memang cukup lambat karena dimulai dengan mengembangkan sesuatu yang baru bukan pada kebudayaan yang sedang berkembang.

Sejauh ini, taman dan kampung tematik yang dibangga-banggakan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dinilai belum sanggup menarik minat turis asing. Begitupun dengan berbagai festival rutin yang diadakan setiap tahun, hanya ramai oleh warga lokal dan menjadi acara seremonial semata sehingga tidak menjadi agenda wajib yang harus dikunjungi warga asing.

Beberapa tempat pariwisata yang memiliki nilai sejarah tinggi seperti kelenteng, penjara, reruntuhan benteng, pasar, masjid, hingga museum masih sepi-sepi saja. Kondisi ini ditambah tuna literasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang yang tidak pernah meng-update kegiatannya maupun informasi tempat wisata yang dapat dikunjungi di-website-nya.

Di situs resmi dinas yang bertanggung jawab terhadap kegiatan wisata di Kota Tangerang, situs tersebut tidak aktif dan hanya berisi tentang laporan kerja, perjanjian kerja, serta rencana kerja. Sementara, informasi tentang kebudayaan dan kegiatan pariwisata tidak ada sama sekali.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Raden Rina Hernaningsih mengklaim kunjungan wisatawan ke Kota Tangerang meningkat, namun masih didominasi turis lokal. “Tempat wisata di Kota Tangerang itu ada taman dan cagar budaya. Sejak Januari sampai sekarang ada 1.246.832 turis yang datang,” kata Rina seperti dilansir laman Sindonews, Senin (30/09/2019),

Dari total 1,2 juta turis, kunjungan turis asing masih sangat sedikit dan kedatangan turis asing ke Kota Tangerang belum menjadi prioritas utama. Ini sangat disayangkan mengingat potensi yang ada dapat dimaksimalkan.

“Kunjungannya tersebar di sejumlah tempat wisata. Untuk turis asing sebanyak 150.894. Tahun lalu turis sebanyak 1,5 juta jiwa. Sekarang belum akhir tahun sudah 1,2 juta jiwa,” ujar Rina.

Hanya 150.894 Wisman ke Kota TangPariwisata di Kota Tangerang sebenarnya sangat potensial. Kota yang dikepung pabrik ini memiliki Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. Bandara Soetta merupakan bandara terbesar di Indonesia. Bandara ini juga merupakan pintu masuk dunia internasional ke Indonesia dengan jumlah pengunjung mencapai 200.000 jiwa per hari.

“Untuk pengunjung Bandara Soetta baik penerbangan domestik dan internasional, jumlahnya 200.000 orang. Itu sudah termasuk turis asing,” kata Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura (AP) II Yado Yarismano.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia sepanjang Juni 2019 meningkat hingga 9,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kunjungan turis asing itu paling banyak menggunakan jalur udara, salah satunya melalui Bandara Soetta yang mencapai 1,45 juta selama Januari-Agustus 2019.

Dari total kunjungan turis asing yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta hanya sekitar 150.894 jiwa yang berkunjung ke Kota Tangerang. Sisanya 1,44 juta jiwa lebih hanya menumpang lewat saja. (ndy)

RRC Libur Nasional, Indonesia dapat Limpahan Kunjungan Turis Tiongkok

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Indonesia bakal mendapat limpahan turis China selama libur hari nasional berdirinya Republik Rakyat China pada 1-7 Oktober 2019. Data Ctrip sebagai penyedia jasa penjualan paket perjalanan berbasis elektronik terbesar di China, Senin, menyebutkan bahwa akan ada 7,5 juta warga setempat yang akan bepergian ke luar negeri selama musim libur perayaan ke-70 berdirinya RRC itu.

Hampir separuh dari jumlah tersebut akan berangkat secara mandiri atau tidak dalam rombongan menggunakan jasa agen perjalanan wisata. Ctrip menyebutkan beberapa negara atau wilayah yang menjadi tujuan favorit wisatawan mandiri China adalah Jepang, Thailand, Singapura, Hong Kong, Makau, Malaysia, Vietnam, Maladewa, Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia.

Sejak adanya penurunan kunjungan wisata ke Hong Kong dan Taiwan pada tahun ini, sejumlah wisatawan China mengalihkan perjalanannya ke Jepang dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Demikian halnya dengan data Lvmama, platform daring paket wisata lainnya, menyebutkan bahwa turis China masih memfavoritkan Jepang dan Thailand diikuti Vietnam, Singapura, Malaysia, Turki, Rusia, Australia, Indonesia, dan Spanyol.

Imigrasi China (NIA) mencatat selama musim libur “National Day” tahun ini akan ada 1,98 juta orang keluar-masuk daratan Tiongkok itu setiap hari atau naik 2,7 persen dibandingkan momentum yang sama tahun lalu.

Kenaikan penumpang pesawat secara signifikan akan terjadi di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA), Bandara Pudong Shanghai, Bandara Baiyun Guangzhou di Provinsi Guangdong, dan Bandara Shuangliu Chengdu di Provinsi Sichuan.

Jumlah penumpang harian selama masa liburan tersebut di BCIA diperkirakan mencapai 79.000, Pudong (100.000), Baiyun (55.000), dan Shuangliu (21.000).

Dengan demikian, keempat bandara internasional itu masing-masing mengalami kenaikan 6,5 persen, 1,2 persen, 17 persen, dan 27,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Beberapa maskapai penerbangan asal Indonesia juga menyinggahi bandara internasional di empat kota besar di China itu, baik reguler maupun carter. Pos pemeriksaan Gongbei yang berada di perbatasan darat China-Makau akan dilalui 467.000 pelaju setiap hari dalam libur sepekan pada awal Oktober 2019 atau naik 7 persen dibandingkan Oktober 2018.

Namun di perbatasan China-Hong Kong diperkirakan masih stabil pada kisaran angka 44.000 hingga 245.000 pelaju yang melalui pos Luohu, Futian, Teluk Shenzhen, Huanggang, dan stasiun kereta api Kowloon Barat, demikian Global Times. (ndy)

Sempat Viral, Obyek Wisata Negeri di Atas Awan malah Ditutup

this formate

LEBAK, bisniswisata.co.id: Sempat viral dan dipadati wisatawan domestik, kini objek wisata Negeri di atas awan yang ada di Gunung Luhur, Desa Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Bantenm saat ini ditutup. Para wisatawan diimbau untuk tidak berkunjung ke destinasi wisata ini untuk sementara waktu hingga pembangunan fasilitas penunjang wisatanya rampung.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Pariwisata Lebak, Luli Agustina mengimbau masyarakat untuk berwisata di objek lain. Dia mengatakan bahwa Kabupaten Lebak masih memiliki pilihan tempat wisata yang tidak kalah menarik dengan Negeri di atas awan.

“Kami menyarankan untuk memilih alternatif destinasi wisata yang lain seperti wisata budaya Badui di Kecamatan Leuwidamar, atau wisata Hutan adat Meranti di Desa Jagaraksa Kecamatan Muncang, maupun Kebun teh Cikuya di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber,” terang Luli Agustina dalam keterangan resminya, Senin (30/09/2019).

Luli merekomendasikan masyarakat untuk mencoba berwisata ke Pemukiman Suku Badui di Kecamatan Leuwidamar yang telah menjadi ikon wisata Lebak sejak lama. Cara hidup suku Badui yang mempunyai karakteristik tersendiri ditambah keasrian tanah adat para Suku Badui di Desa Kanekes ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan.

Dia juga merekomendasikan Hutan adat Meranti di Kecamatan Muncang. Wisata alam yang merupakan area hutan adat Kasepuhan Karang ini punya banyak titik untuk berfoto. Aktivitas berkemah juga bisa dilakukan di sini yang didukung suasana asri dengan panorama yang indah.

Wisata alam Kebun teh Cikuya di kecamatan Cibeber juga bisa dijadikan pilihan wisata alam yang keindahannya tidak kalah dengan kebun teh di Bogor. Destinasi wisata ini memang sudah sejak lama menjadi pilihan wisatawan yang gemar dengan wisata alam dengan suguhan udara sejuk dan bentang panorama alam yang indah.

“Pesona keragaman geodiversity destinasi wisata di Kabupaten Lebak banyak memberikan atraksi wisata menarik sebagai alternatif lain kunjungan wisata di waktu weekend,” terangnya.

Meski sudah ditutup, ternyata tak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung ke wisata alam yang ramai diperguncingkan di dunia maya. Wisatawan banyak yang penasaran dengan keindahan hamparan awan yang tengah viral di media sosial.

Pengelola wisata Negeri di atas awan Sukmadi Jaya Rukmana mengaku masih ada wisatawan yang berkunjung ke Negeri di atas awan. Namun, jumlahnya saat ini sudah berkurang jika dibanding pada akhir pekan sebelumnya.

“Antusias wisatawan memang cukup tinggi untuk datang ke Gunung luhur, mereka sebenarnya sudah tau adanya penutupan sementara. Tapi kami dari pengelola tetap mengkondisikan wisatawan yang tetap memaksakan diri untuk berkunjung, seperti untuk yang menggunakan roda 4 kami kondisikan di Kampung Ciusul agar mereka bisa nyaman,” terang Sukmadi Jaya Rukmana.

Dilanjutkan, pembangunan akses jalan masih dalam pengerjaan dan dilihatnya menjadi lebih kondusif dibanding pekan lalu. Petugas kepolisian juga sebenarnya telah berjaga di wisata tersebut untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak berkunjung ke lokasi ini sementara waktu. “Gunung luhur lebih kondusif sekarang, pembangunan jalan juga lebih lancar,” katanya.

Kondisi membludaknya wisatawan di Negeri di atas awan disebutnya hanya terjadi di pekan lalu. Viralnya destinasi wisata ini di media sosial disebutnya menjadi alasan tingginya pengunjung pada hari tersebut yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Wisatawan di destinasi wisata Negeri di Atas Awan membludak pada Ahad (22/9) lalu. Sekitar 15 ribu pengunjung memadati objek wisata ini yang sebenarnya hanya kuat menampung 1.500 orang saja. Alhasil, kemacetan kendaraan di puncak Gunung luhur terjadi, kemacetan mengular hingga 7 kilometer panjangnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Great Bali Xperience, Sajikan Wisata Murah Tapi Bukan Murahan

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Saat kondisi pariwisata mengalami low season, Bali meluncurkan program “Great Bali Xperience”. Program yang digelar 1 hingga 15 Oktober 2019, sebagai upaya mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Selama program “Great Bali Xperience”
yang didukung kalangan pariwisata, maskapai penerbangan dan pengusaha ritel berlangsung wisatawan asing maupun domestik akan menikmati wisata murah

“Meski murah bukan menjadikan wisata Bali murahan, tetapi ini momen spesial yang harus dinikmati oleh para wisatawan,” papar Gubernur Bli Wayan Koster saat menyampaikan sambutan pada acara peluncuran GBX di Sanur, Denpasar, seperti dilansir Antara, Ahad (29/09/2019)

Dijelaskan Sejumlah promo hotel, restoran, penerbangan, dan diskon harga produk ritel dalam Great Bali Xperience dapat dinikmati wisatawan asing maupun wisatawan domestik “Kita harus berpikir soal pariwisata secara menyeluruh dari hulu ke hilir dan bisa membaca gelagat eksternal maupun internal yang terjadi, serta siklus alami,” lontarmya.

Karena itu harus ada jurus, di saat siklus (wisatawan) sepi apa manuvernya, termasuk di siklus ramai juga melakukan yang terbaik, ucap Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng.

Menurut Koster, selama ini kalangan pariwisata dan pemerintah mungkin merasa sudah merasa berada di zona nyaman, sehingga agak lalai untuk menyiapkan tata kelola pariwisata yang andal dan siap dengan berbagai tantangan yang terjadi.

“Sehingga kalau terjadi apa-apa di luar Bali kita kaget. Oleh karena itu, harus menjadi pemahaman yang dalam, bagaimana kita mengelola pariwisata dengan tepat, Kita tidak bisa mengelola dengan cara konvensional, harus dengan sistem yang andal,” ucap Wayan Koster.

Dunia pariwisata itu sangat sensitif terhadap berbagai isu seperti isu politik, ekonomi, dan sebagainya, serta regulasi yang diberlakukan. “Dulu karena faktor internal erupsi Gunung Agung pariwisata sempat goyang, belakangan juga ada penundaan kedatangan karena isu terkait Revisi KUHP. Yang harus dibaca juga perubahan ekonomi global terutama dari negara-negara yang menjadi sumber wisatawan ke Bali seperti Australia, China, dan Eropa,” ungkapnya.

Dengan Great Bali Xperience, lanjut dia, merupakan salah satu upaya jangka pendek untuk mengakselerasi kunjungan wisatawan di saat low season. Namun, setelah itu, pemangku kepentingan pariwisata harus duduk bersama dan lebih serius untuk pengelolaan pariwisata ke depan yang lebih baik. “Apa yang kita terima sekarang lebih banyak karena faktor anugerah, kebaikan alam Bali yang indah dan keunikan budaya, sedikit karena pengaruh kebijakan,” tambahnya

Pembangunan sejumlah infrastruktur seperti jalan pintas dari Bali selatan ke utara, hingga penataan TPA Suwung, merupakan upaya pemerintah mendukung pariwisata. Di samping melalui sejumlah peraturan gubernur untuk merawat taksu atau aura alam Bali yang tidak dimiliki daerah lain. “Saya pencinta pariwisata, saya sedang memikirkan hal yang lebih serius untuk menjadikan kepariwisataan Bali lebih berkelas dan membangun pondasinya agar tidak mudah goncang,”.

Ketua Pembina Masata, Michael Umbas menjelaskan, alasan lahirnya program Great Bali Xperience karena melihat Bali sebagai ujung tombak pariwisata Indonesia yang memerlukan program dalam rangka mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Hal tersebut didasari lantaran adanya trend penurunan kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada semester I 2019 mengalami penurunan menjadi hanya sebanyak 2,84 juta orang saja. “Artinya ada penurunan 1,29% dari jumlah wisatawan mancanegara pada semester I 2018,” ujarnya.

Sementara pertumbuhan jumlah wisatawan ke Bali di tahun 2018 mengalami penurunan dari tahun 2017 yang mencapai 6,54%. “Masalah ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, karena Bali masih memegang peranan penting bagi industri pariwisata nasional,” ujar Umbas.

Menurut Umbas kuncinya kolaborasi industri di Bali sehingga bisa menjadi role model. “Industri di Bali saat ini benar-benar ngayah, yang artinya kompak bekerja sama. Hal ini yang diharapkan bisa ditiru di destinasi wisata lainnya,” katanya.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali, Trisno Nugroho, melihat pariwisata menjadi sektor andalan di Bali dalam mendorong percepatan menurunkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Selain itu, dengan pariwisata yang merupakan 70% nafas industri di Bali, mendorong penciptaaan lapangan kerja, dan menumbuhkan kegiatan usaha. “Pariwisata juga mampu menghasilkan devisa dengan cepat,” ujarnya.

Ketua Bali Tourism Board dan Gabungan Industry Pariwisata Indonesia, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, optimistis kegiatan Great Bali Xperience dapat meningkatkan kembali tingkat kunjungan wisatawan ke Bali. “Selain itu kami berinisiatif melakukan aktivasi-aktivasi dalam waktu dekat di Jakarta, Perth, Surabaya,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) DPD Bali, Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra, menegaskan komitmen dalam memberikan dukungan dari ribuan outlet. “Mulai hari ini logo Great Bali Xperience akan kami sosialisasikan kepada anggota. Kami juga menyiapkan kejutan-kejutan harga retail serta kegiatan aktivasi yang mendukung. Misalnya seperti lomba, pameran bekerjasama dengan Assosiasi Pengelola Pusat Belanja di Bali,” jelasnya.

Selain itu, dia menerangkan, juga dirangkul para UKM untuk berpartisipasi. Ketua Umum Masata sekaligus Wakil Ketua DPP Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Panca R Sarungu, mengatakan setiap daerah di Indonesia memiliki waktu low season yang berbeda, sehingga diperlukan adanya right program at the right place.

“Program sejenis Great Bali Xperience sudah banyak dilakukan di Indonesia. Namun masih kurang efektif, karena tidak saja diperlukan kolaborasi industri, tetapi juga penggunaan teknologi serta sistem distribusi yang tepat,” tandasnya seperti dilansir .sindonews.com.

Great Bali Xperience adalah sebuah kegiatan yang diadakan untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Bali dengan memanfaatkan periode low season selama bulan Oktober sampai Desember.

Selama periode kegiatan ini, GBX memberikan penawaran paket flight dan hotel dengan harga terbaik bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi hotel dan maskapai serta tranportasi darat, serta memberikan promo retail dan tourist attraction. Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, Great Bali Xperience menyediakan teknologi QR yang dapat memudahkan retail.

Memberikan penawaran terbaik selama periode kegiatan berlangsung yang bekerja sama dengan QRdeals.id, serta memberikan penawaran paket transportasi menuju ke Bali dan akomodasi selama di Bali dengan harga yang terjangkau dengan dukungan dari Liburan.co.id sebagai reservation partner, serta didukung oleh Rajawali Indonesia sebagai entertainment partner.

kegiatan Great Bali Xperience ini didukung penuh oleh asosiasi-asosiasi sebagai berikut: Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Bali, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (GAHAWISRI) Bali, Persatuan Angkutan Wisata Bali (PAWIBA).

Lalu ada juga Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI), Bali Wedding Association (BWA), Ubud Homestay Association (UHSA), Majelis Utama Desa Pakraman Bali, Indonesia Marketing Association (IMA) Wilayah Bali, Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA).

Paiketan Krama Bali, Forum Komunikasi Desa Wisata Bali (Forkom Dewi Bali), Society of Indonesia Professional Convention Organizers (SIPCO) Bali, Bali Villa Association (BVA), Bali Sales & Marketing Community (Bascomm), Pacific Asia Travel Association (PATA), Ubud Hotels Association (UHA), Bali Hotels Association (BHA), serta Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). (end)

Komunitas Pajero Sport Gelar Kopdarnas VI sambil Fun Offroad

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id KOMUNITAS pecinta dan pengguna Mitsubishi Pajero Sport berencana menggelar Kopdarnas VI di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Kegiatan yang akan digelar pada 12 Oktober 2019 itu akan diawali dengan berbagai aktivitas sosial juga menggelar dun offroad.

“Kami akan memberikan santunan uang tunai kepada sekitar 500 anak yatim piatu di Serang. Setelah itu, anak-anak itu kami ajak berkeliling kota Serang menggunakan mobil Pajero Sport,” papar Ketua Panitia Pelaksana Kopdarnas VI Banten, sekaligus Sekretaris Jenderal Pajero Indonesia ONE (PI ONE) Igor Dharma dalam keterangan resminya, Ahad (29/09/2019).

Kegiatan lainnya adalah fun offroad di Sirkuit Pagedangan, Serpong untuk menguji dan melatih keterampilan anggota mengendalikan kendaraan di medan rusak, disusul kegiatan kontes cutting sticker. Bagi anggota yang membawa keluarga, lanjut dia, disediakan aneka lomba di antaranya lomba mewarnai untuk anak-anak.

Acara yang diinisiasi PI ONE chapter Tirtayasa, Banten itu juga menghadirkan berbagai kesenian dan kebudayaan khas lokal Banten seperti tarian Rampak Bedug, Debus, dan Golok Raksasa.

Ketua Umum PI ONE R Wahyu Haryadi mengatakan, kegiatan tahunan ini diperkirakan bakal dihadiri sekitar 850 peserta. “Saat ini sudah tercatat 335 anggota dari 32 chapter yang menyatakan ikut,” ujar Wahyu.

Saat ini, PI ONE sudah beranggotakan lebih dari 3.000-an yang tercatat dari 33 chapter seluruh Indonesia. Peserta terjauh yang sudah menyatakan hadir di acara Kopdarnas VI berasal dari Balikpapan, Makassar, dan Dumai.

Wahyu menambahkan, meski kegiatan seluruhnya dibiayai anggota PI ONE sendiri, panitia Kopdarnas VI Banten berjanji menghadirkan acara hiburan terbaik buat para anggota. Di antaranya dengan mengundang grup band Republik dan musik dangdut Viola Arsa dan Queena KDI.

Lewat kegiatan ini Wahyu berharap Agen Tunggal Pemegang Merek Mitsubishi Motors ikut mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan komunitas Pajero Sport terbesar di Indonesia ini.

PI ONE (dibaca: piwan) berdiri secara resmi pada 17 Agustus 2013 dengan tujuan membangun jejaring silaturahmi pemilik dan pengguna kendaraan Mitsubishi Pajero khususnya Pajero Sport untuk bersinergi dan berbagi untuk kemajuan dan kemanfaatan bersama serta peduli sesama.

Komunitas ini merupakan perkumpulan berbadan hukum yang telah disahkan KemenkumHAM RI dan terdaftar di Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai Anggota Asosiasi Klasifikasi B. PI-ONE adalah klub otomotif pemilik dan pengguna kendaraan PAJERO berskala nasional. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Mie Rebus Medan Diperkenalkan di Bosnia

this formate

SARAJEVO, bisniswisata.co.id: Indonesia terus berupaya memopulerkan kuliner Tanah Air di Bosnia dan Herzegovina. Kali ini, Kedutaan Besar RI di negara itu mengenalkan masakan negeri tercinta pada gelaran Halal Fair 2019, yang digelar 26-28 September 2019 di Kota Sarajevo. Pada Sarajevo Halal Fair yang kedua itu, Indonesia mengenalkan kuliner mi rebus Medan.

Berbeda dengan mi rebus lainnya, mi rebus Medan yang dikenalkan kepada para pengunjung dan peserta pameran itu merupakan mi berkuah kental dengan toping sea food dan telur rebus. Memang bukan mie rebus biasa! Keunikan dari mie rebus satu ini terdapat dari bumbunya yang dimasak dengan bumbu-bumbu khas India. Mienya tebal, kenyal, dan dilengkapi dengan kuah bumbu yang begitu kental dan spesial.

Karena itu Promosi kuliner mie rebus Indonesia tersebut dilakukan sekaligus dengan memperlihatkan cara pengolahannya oleh warga negara Indonesia yang sehari-hari gemar memasak, Dimas Tjahjono Drajat.

Sarajevo Halal Fair 2018, stan Indonesia memperkenalkan nasi goreng dan sate ayam oleh Tomi Siswanto. Seperti halnya pada Halal Fair terdahulu, kali ini, para pengunjung antusias mencicipi kuliner Indonesia yang dikenal kaya bumbu dan rempah-rempah. Tidak mengherankan ketika selesai diolah, puluhan porsi mi Medan langsung habis dinikmati para pengunjung.

Para pengunjung yang mencicipi mi Medan terlihat terkesima setelah suapan pertama. “Ini rasa baru bagi kami,” kata salah seorang pengunjung yang mendapat kesempatan menikmati semangkuk mi rebus itu seperti dilansir laman Media Indonesia, Ahad (29/09/2019).

Demikian halnya sang pengolah mi rebus. Ia mengaku tidak menyangka kuliner yang ditampilkannya mendapat respon positif dari masyarakat Bosnia. “Mereka menyebut bumbu masakan saya sangat eksotis,” kata Dimas di sela acara Sarajevo Halal Fair 2019.

Dengan apresiasi tersebut, lanjutnya, memberi semangat kepadanya untuk mengembangkan kuliner Indonesia di manapun. “Selain bumbu dasar seperti bawang merah dan bawang putih, rempah yang menjadi bumbu kuliner yang dimasaknya antara lain kapolaga, cengkeh, bunga lawang, dan kayu manis,” paparnya.

Dilanjutkan, makanan menjadi ‘alat invasi’ budaya satu negara di negara lain. “Untuk memperkenalkan sebuah negara atau bangsa, selain melalui bahasa, juga dapat dilakukan melalui makanan,” sambungnya.

Stan Indonesia yang diisi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest – Hongaria yang meliputi lingkup Eropa timur termasuk Bosnia dan Herzegovina, mempromosikan produk-produk halal Tanah Air. Kali ini, ITPC mempromosikan aneka jenis beras, antara lain beras merah berkadar serat tinggi untuk diet dan beras dengan kandungan gula rendah untuk penderita diabetes.

Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina Amelia Achmad Yani mengatakan Indonesia selalu mendapat undangan sebagai peserta Sarajevo Halal Fair dari Bosnia Bank Internasional (BBI) sebagai penyelenggara. Penyelenggaraan Halal Fair setiap tahun dibiayai Islamic Development Bank. Acara juga dihadiri pengusaha Indonesia asal Makassar, Halim Kalla. (ndy)

Tiga Pemenang Tenaga Kerja Impian RedDoorz Langsung Jelajahi Destinasi RI Selama 3 Bulan

this formate

Salah satu desa wisata budaya di Pulau Nias dengan atraksi lompat batu. Pemenang kompetisi RedDoorz akan berwisata ke berbagai daerah.( foto Humas Kemenpar)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: -Setelah melewati tahapan submission, seleksi dan wawancara dari mulai 12 Agustus – 16 September 2019 lalu, program Tenaga Kerja Impian yang diinisiasi oleh RedDoorz akhirnya mendapatkan tiga orang pemenang yang akan diberangkatkan untuk mengeskplor keindahan Indonesia, gratis selama tiga bulan.

“Mereka adalah Fahmi Abdussalam dari Majalengka, Arya Nursangga dari Bandung dan Harry Zantino Dayun dari Palangkaraya. Bukan hanya berkeliling menjelajahi keunikan dan keindahan Indonesia, mereka bertiga juga akan mendapatkan gaji Rp15 juta setiap bulannya beserta akomodasi dan transportasi yang ditanggung oleh RedDoorz,” kata Sandy Maulana, Marketing Director RedDoorz Indonesia,

Jumlah peserta yang ikut melebihi dari espektasi mereka pada awalnya, sehingga pemenang yang terpilih adalah yang benar-benar menunjukkan kecintaan dan minatnya untuk memajukan pariwisata Indonesia, tambahnya. “Kami senang dengan antusiasme generasi milenial dalam mengikuti program Tenaga Kerja Impian dan akhirnya dapat memilih tiga pemenang yang akan menjelajahi Indonesia dari barat hingga timur”.

Menurut dia dari  ekspekrasi 1000 peserra  ternyata tercatat total 2.833 orang yang ikut serta mengirimkan karyanya.  Dari ribuan peserta dengan unggahan foto dan video yang kami terima, RedDoorz memilih pemenang berdasarkan kecintaan dan minat mereka yang besar untuk memajukan pariwisata Indonesia yang terlihat dari unggahan mereka yang sangat kreatif.

Lebih lanjut, Hidayat Septian selaku Head Project Tenaga Kerja Impian dan Brand Manager RedDoorz menjelaskan bahwa dalam proses seleksi yang sangat ketat, bukan cuma sisi kreatifitas saja yang dilihat, namun juga estetika dan yang paling utama adalah apakah content-nya dapat menyampaikan pesan tentang keindahan dan keunikan Indonesia.

“Dengan jumlah submission yang hampir 3.000 dan semuanya bagus-bagus, kami memang kesulitan untuk memilih tiga pemenang. Yang kami nilai bukan cuma kreatifitas tapi juga sisi estetika dan isi dari content tersebut apakah dapat menggambarkan kecintaan terhadap Indonesia,” ujarnya.

Pihaknya juga menilai komitmen mereka, karena selama tiga bulan mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka sementara dan mampu nggak nih mereka untuk terus membuat content yang bisa menunjukkan bahwa Indonesia memang indah dari Barat hingga Timur.

Setiap pemenang akan diberikan rute yang berbeda-beda setiap bulannya. Dan di setiap kota, mereka harus mengulas berbagai hal unik dari kota tersebut dan di-upload di sosial media mereka masing-masing. Para pemenang akan memulai perjalanan dari Oktober hingga Desember 2019 dengan dukungan penuh dari RedDoorz.

Selama perjalanan, mereka akan menginap di RedDoorz yang tersebar di seluruh Indonesia secara gratis. Bukan cuma itu, RedDoorz memberikan tiket pesawat secara cuma-cuma untuk memudahkan perjalanan setiap pemenang ke kota-kota tujuan selama tiga bulan perjalanan, dan juga memberikan uang saku yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi keindahan Indonesia.

Setiap pemenang selama tiga bulan tersebut akan menjelajahi kota-kota di Indonesia, seperti  Arya Nursangga akan menyambangi Bandung, Lembang, Sukabumi, Banyuwangi, Malang dan Jember pada bulan Oktober. Kemudian pada bulan November Arya akan menjelajahi Mojokerto, Madiun, Pacitan, Kediri, Padang, Bukittinggi, Medan dan Samosir.

Lalu di bulan Desember Arya akan mengulik keindahan Aceh, Sabang, Gorontalo, Ternate , Labuan Bajo dan Kupang. RedDoorz memberikan kebebasan penuh pada setiap pemenang untuk melakukan eksplorasi.

Dengan adanya Tenaga Kerja Impian ini, RedDoorz berharap dapat membantu Kementerian Pariwisata untuk lebih memajukan pariwisata Indonesia serta menginspirasi milenial untuk memanfaatkan sosial media untuk hal-hal yang positif.

Selebriti dan Travel Content Creator Indonesia Gading Marten, juga turut mendukung program ‘Tenaga Kerja Impian’ untuk generasi milenial ini. “Selamat untuk para pemenang terpilih, semoga mereka dapat menikmati perjalanan seraya membagikan pengalaman menyenangkan saat mengunjungi berbagai destinasi wisata Indonesia bersama RedDoorz,” ungkapnya.

Gading menambahkan, “Jaga kesehatan dan siapkan perencanaan yang matang untuk menjelajahi Indonesia selama tiga bulan ke depan. Saya berharap kisah yang akan mereka bagikan dapat menginspirasi banyak orang untuk mengunjungi destinasi wisata di Indonesia, dan membantu mempromosikan pariwisata Indonesia bahkan hingga mancanegara”.

Desainer Denny Wirawan Terinspirasi Alam Lombok Timur

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: KETENANGAN dan keindahan alam di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menginspirasi desainer Denny Wirawan untuk menghasilkan Spring Summer 2019/2020. Diperkenalkan koleksi terbaru di Kembang Goela Restaurant, Jakarta menggelar koleksi teranyar bertajuk “Pringgasela”, yang diambil dari nama desa di Lombok Timur.

Di desa itu masyarakatnya hidup selaras dengan alam, serta masih menjaga warisan budaya leluhur mereka berupa wastra tenun Sumba. Kecintaan terhadap kain tradisional Indonesia dan semangat untuk membawa wastra Nusantara ke panggung fashion ini kembali menyatukan Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Denny Wirawan untuk mengangkat kain tradisional dengan sentuhan modern agar dapat diterima oleh lintas generasi, khususnya generasi muda.

Tenun Sundawa yang diangkat dalam koleksi terbaru ini lebih daripada selembar kain. Ini merupakan warisan budaya karena pada masa dulu seorang gadis harus membuat tenunan untuk calon suaminya dan juga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Untuk menghasilkan selembar kain membutuhkan proses yang panjang. “Untuk itu perlu diangkat ke panggung fashion agar menjadi tuan rumah di negara sendiri,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam keterangan resminya, Sabtu (28/09/2019).

Salah satu jenis tenun Sumba yang diangkat Denny Wirawan dalam koleksi terbarunya adalah tenun Sundawa dengan motifnya yang diilhami oleh alam. Kebanyakan motif wastra ini berbentuk garis lurus yang terinspirasi dari sungai yang banyak terdapat di Lombok Timur.

Tenun dari Desa Pringgasela ini juga telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2018 dengan domain budaya kemahiran dan kerajinan tradisional. Kearifan lokal dan keindahan tenun Sundawa dari Lombok Timur ini menggugah Denny Wirawan untuk mengolahnya menjadi baju ready to wear deluxe dan premium collection.

Hal ini juga merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Denny Wirawan untuk ikut secara aktif melestarikan warisan wastra Nusantara dengan melahirkan label Balijava sebagai lini busana siap pakai (pret-a-porter) dan busana siap pakai madya (preta- porter deluxe) yang menggunakan kain-kain Indonesia sejak 2008.

Tema “Pringgasela” ini juga diambil dari dua suku kata, yaitu pringga (Sanskerta: pribadi) dan sela (KBBI: ruang). “Selain karena memang menggunakan tenun Sundawa dari Desa Pringgasela, saya ingin koleksi ini menjadi sesuatu yang bermakna, serta memberi manfaat bagi setiap ruang pribadi, baik itu pemakainya maupun untuk masyarakat di Lombok Timur, khususnya di Desa Pringgasela.

Ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan tenun Sundawa kepada para pencinta mode dan mengembangkannya dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya,” ujar Denny Wirawan. Untuk menghasilkan kain tenun Sundawa berukuran 90 X 300 cm juga melalui proses panjang. Proses ini dimulai dari memintal kapas jadi benang, kemudian mengurai benang kapas menjadi benang bola yang siap ditenun.

Setelah itu, benang dicelup dengan menggunakan warna alam, kemudian benang diikat, baru ditenun di atas alat tenun tradisional yang disebut gedogan. Tenun Sundawa ini selalu menggunakan warna dari alam, seperti dari dedaunan atau kayukayuan. Para perajin tenun menggunakan daun nila yang menghasilkan pasta indigo untuk warna biru muda.

Ada juga kayu sejaraman yang menghasilkan warna cokelat muda atau krem, serta untuk menghasilkan warna hijau muda didapatkan dari daun dan bunga putri malu. Warnawarni benang yang dihasilkan dari pewarna alam ini tidak mencolok atau calm sehingga menghasilkan kain tenun dengan warna pastel yang lembut, elegan, dan menawan.

Koleksi terbarunya menampilkan 45 setlook yang beragam dengan gaya etnik modern. Denny Wirawan menampilkan rancangan yang fresh, modern, dan edgy dipadu dengan embroidery yang menjadi inspirasi busana cocktail dan evening wear. Keseluruhan koleksinya kali ini juga menampilkan permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dan menggunakan pakaian bertumpuk (layering) dan semuanya bisa dipadupadankan (mix and match).

Pada peragaan busana ini, Denny Wirawan menggandeng E.P.A Jewelry by Eliana Putri Antonio untuk kreasi aksesori. Penampilan para model semakin memesona dengan tata rias wajah dan rambut oleh Oscar Daniel dengan LT Pro Professional Make-up. Denny Wirawan dikenal dengan karya yang khas, yaitu berkreasi dan berinovasi dengan melakukan tabrak beberapa motif (clash pattern) dalam satu look dengan konsep padu padan yang bertumpuk (layering). (redaksi@bisniswisata.co.id)

Gaet Wisatawan, Cilacap Gelar Festival Nelayan

this formate

CILACAP, bisniswisata.co.id: Menggaet kunjungan wisatawan agar berwisata ke Cilacap Jawa Tengah, Pemkab Cilacap dan nelayan mengelar proses sedekah laut yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Dan diganti resmi berganti nama menjadi Festival Nelayan. Kegiatan bertajuk Festival Nelayan yang dilaksanakan dengan menggelar berbagai upacara tradisi ini, berlangsung mulai Jumat (27/9).

”Kegiatan yang digelar dalam festival memang tidak berbeda dengan dengan kegiatan yang dilaksanakan pada acara Sedekah Laut. Namun nama acaranya kita ganti menjadi ‘Festival Nelayan, agar tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat,” jelas Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, Heroe Harjanto dalam keterangan resminya, Sabtu (28/09/2019)

Pihaknya tetap menggelar kegiatan tersebut, mengingat berbagai upacara tradisi cukup mendapat perhatian masyarakat. ”Hal ini merupakan bagian agar minat wisatawan untuk berkunjung ke Cilacap, terutama kawasan pantainya, dapat terus meningkat,” katanya.

Meski upacara tradisi yang digelar tidak mengalami perubahan, namun Heroe mengakui, beberapa tempat yang menjadi lokasi pelaksanaan upacara tradisi memang mengalami perubahan. Antara lain, seperti acara kirab yang sebelumnya berawal dari pendopo Setda Cilacap, dipindah ke Lapangan Batalyon.

Dilanjutkan, pemindahan lokasi keberangkatan kirab ini dilakukan diputuskan berdasarkan beberapa pertimbangan. Antara lain, agar masyarakat yang bisa menyaksikan kegiatan bisa lebih banyak. ”Kalau tetap dilaksanakan di pendopo, tidak semua warga bisa masuk komplek pendopo karena kapasitasnya terbatas. Tapi kalau dilaksanakan di lapangan, justru seluruh warga yang hadir bisa menyaksikan,”’ katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya, dalam penyelenggaraan kirab tersebut ada 10 jolen sesaji yang diarak oleh nelayan yang mengenakan pakaian tradisional. Ke-10 jolen tersebut, melakukan pawai menuju Pantai Teluk Penyu melalui jalur yang melalui Alun-alun Kota Cilacap. Jolen sesaji tersebut, kemudian diserahkan pada kepada sesepuh Kelompok Nelayan Pandanarang, untuk dinaikkan ke atas perahu dan dilarung di sisi selatan Pulau Nusakambangan.

Kota Cilacap terletak di pesisir selatan. Kotanya memang kecil, namun bukan berarti gak asyik untuk dijelajahi. Ternyata ada 36 obyek wisata yang unik dan menarik. Dari jumlah itu ada destinasi yang menarik dan instagramable, antara lain:

#. Pantai Teluk Penyu

Berwisata di pantai Teluk Penyu, idealnya sih berkunjung sebelum subuh, supaya kamu bisa menikmati matahari terbit di pantai ini. Namun, datang selepas fajar pun gak masalah. Malah bisa lebih puas menikmati pantai dengan banyaknya perahu-perahu nelayan yang mulai melaut. Yang unik dari pantai ini, pasirnya warna hitam karena mengandung bijih besi. Selain itu, puluhan trekdam atau pemecah gelombang di sepanjang pesisirnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Kalau punya nyali, kamu bisa berjalan di atas trekdam hingga ke ujung. Trekdam ini kerap ramai sebagai spot memancing juga, lho.

#. Benteng Pendem

Berdekatan dengan pantai Teluk Penyu, masih ada satu tempat wisata yang pantang kamu lewatkan, yaitu Benteng Pendem. Wisata ini merupakan bekas markas tentara Hindia Belanda yang dibangun pada tahun 1861. Dinamakan Bentem Pendem karena dulunya bangunan benteng dengan luas sekitar 6,5 hektar tersebut sempat terpendam atau tertutup tanah selama bertahun-tahun. Barulah di tahun 1986, pemerintah kabupaten Cilacap menggali bangunan ini dan menjadikannya sebagai obyek wisata sejarah.

#. Hijaunya Kemit Forest

Suasana pegunungan yang asri yang memanjakan mata dengan hamparan bukit hijau. Kemit Forest ini merupakan salah satu wisata edukasi juga, yakin deh bikin kamu bakal betah nongrong dan foto-foto lama di sini.

#. Selok View

Sekali dayuh dua tiga pulau terlampaui. Begitulah gambaran ketika kamu ke Selok View, karena kamu akan disuguhi keindahan birunya laut dan hijaunya bukit dalam sekali memandang.

#. Hutan Payau Mangrove

Eits, jalan-jalan di tengah Hutan Mangrove ini bakal bikin kamu enggak mau cepat-cepat pulang. Matamu akan dimanjakan hijaunya hutan mangrove dan sensasi berjalan di atas laut. Yakin gak mau nyoba?

#. Taman Taliasmoro

Warna-warni bunga yang cantik di Taman Bunga Taliasmoro ini akan bikin hati kamu tambah berbunga-bunga kalau ke sini.

#. Pantai Kali Kencana

Pantai Kali Kencana dengan pasir putihnya serta deburan ombak yang menghempas karang dan indahnya Pulau Nusakmbangan bisa jadi destinasi penutup spesial di trip hits kamu di Cilacap. (ndy)