Tragis, 4,9 Juta Data Pemesan Kuliner Online Bocor di Internet

this formate

SAN FRANCISCO, bisniswisata.co.id: Data pelanggan bocor di Internet, bukan hanya menguncang maskapai penerbangan di Kuala Lumpur, kini layanan pengiriman makanan DoorDash Inc yang berpusat di San Francisco Amerika Serikat, mengalami nasib yang sama.

Data pelanggan menjadi korban penyerangan keamanan privasi teranyar, menurut laporan Reuters, (27/9/2019). Karena serangan itu, ada sekitar 4,9 juta data pelanggan, mitra pengirim, dan restoran yang diduga bocor dan tersebar secara bebas di dunia maya.

Tak hanya itu, empat digit terakhir kartu pembayaran untuk sejumlah konsumen dan empat digit terakhir nomor rekening bank untuk mitra pengirim dan restoran juga berpotensi mengalami kebocoran. “Data tersebut diakses oleh penyedia layanan pihak ketiga illegal pada 4 Mei lalu,” kata DoorDash melalui kiriman blog resminya, Sabtu (28/09/2019).

Data itu sepertinya juga memuat informasi pribadi, seperti nama, surat-el, alamat pengiriman, nomor telepon, serta nomor SIM dari sekitar 100 ribu mitra pengirim. Namun, ada sedikit kabar baik bagi para pengguna baru DoorDash, karena mereka tak terdampak insiden tersebut. “Pengguna yang bergabung setelah 5 April 2019 tidak terpengaruh,” ujar perusahaan.

Kasus pelanggaran data itu baru diketahui oleh perusahaan pada awal bulan ini dan mengaku tengah menyelidiki insiden tersebut. Para pengguna pun diimbau untuk mengganti kata sandi mereka. DoorDash sendiri merupakan aplikasi pengantaran makanan berbasis permintaan yang beroperasi di Amerika Serikat yang berbasis di San Francisco yang didirikan tahun 2013 oleh siswa Stanford Andy Fang, Stanley Tang, Tony Xu dan Evan Moore. (ndy)

Forkom Pokdarwis Ajang Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman Pengelola Desa Wisata

this formate

Ni Wayan Giri Adyani, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata ( ke enam dari kiri) bersama peserta Forkom di Hotel Spark Luxe, Pecenongan, Jakarta

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) dapat menjadi penggerak dalam memberikan solusi masalah lingkungan terutama masalah kebersihan, kata Ni Wayan Giri Adyani, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, hari ini.

Berbicara Pada Forum Komunikasi ( Forkom) Pokdarwis Tingkat Nasional di Hotel Spark Luxe , Giri Adyani  mengatakan bahwa pariwisata sudah jadi kebijakan nasional karena indeks daya saing kepariwisataan yang terus membaik. 

“World Economic Forum, mencatat pariwisata Indonesia menembus peringkat 40 besar dunia dari 140 negara pada 2019. Meski demikian masih ada PR yang mesti dibenahi a.l adalah environment sustainability,” ujarnya.

Meski  masih ada beberapa catatan merah, seperti security and safety, environment sustainability, ICT Readiness, dan lainnya. Pekerjaan Rumah ke depan adalah harus terus dikolaborasikan dengan Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah, agar daya saing pariwisata kita terus naik, tambah Giri Adnyani.

Menurutnya, Pokdarwis juga perlu mengikuti  jurus Kemenpar yaitu solid, speed dan smart. Dalam menentukan level kebersihan misalnya harus ada benchmarking mau sebersih apa lingkungannya. Maka harus bersatu untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dengan baik.

” Pokdarwis juga harus menerapkan aturan kalau wisatawan ke desanya maka mereka harus mematuhi aturan adat karena desa wisata punya tatanan adat,” kata Giri Adnyani.

Pihaknya berharap Pokdarwis sebagai ujung tombak dan pengelola desa wisatanya masing-masing menjadikan kebersihan lingkungan sebagai masalah bersama yang harus ditangani untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

Sementara itu Wisnu Bawa Tarunajaya, Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga, Kemenpar pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa Pokdarwis sebagai pengelola desa wisata harus memiliki mindset bersatu, bersinergi dalam menjaring kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar negri.

Mindsetnya bukan berkompetisi siapa menang, siapa kalah tapi bersinergi untuk membuat produk wisata bersama misalnya. Sekarang jamannya mewujudkan sinergy strategy dan tingkatkan hospitality melalui Sapta Pesona yaitu aman, bersih, tertib, sejuk, indah, ramah-tamah dan kenangan,”.

Menurut dia, Sapta Pesona bukan untuk kepentingan orang lain tapi di mulai dari dalam diri kita sendiri sehingga anggota Pokdarwis memiliki integritas, antusias dan totalitas yang tinggi untuk menerapkan unsur-unsur Sapta Pesona itu.

Kegiatan Forum Komunikasi Pokdarwis juga menghadirkan nara sumber dari para pengelola desa wisata yang sudah sukses hingga ke ajang internasional Seperti Sugeng Handoko dari Desa Nglanggeran, DIY, yang berbagi pengalaman mengangkat hal-hal unik, memilih anggota yang punya niat tulus, bersedia berbagi peran dan terlibat langsung untuk kemajuan desa.

Sugeng juga mendorong 140 orang anggotanya untuk berani mengambil peluang, melakukan evaluasi dan bersikap transparan terutama dalam hal keuangan, inovasi tiada henti, kolaborasi dengan berbagai pihak dan memanfaatkan tekhnologi dengan baik termasuk medsos.

“Kami juga punya wadah bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pernah bekerja di Singapura, Malaysia, Arab, Hongkong dengan divisi tersendiri yaitu TKI Purna yang juga menjadi anggota Pokdarwis dan mengelola beragam usaha,” kata Sugeng Handoko.

Sementara Pokdarwis Padang Pariaman di wakili Ritno Kurniawan mampu menanamkan mindset wisata kepada para pemuka desa dan warga hingga akhirnya tercipta beragam paket wisata sekaligus menjadi upaya pelestarian alam yang mensejahterakan warga akibat kunjungan wisatawan.

Ada juga Wilda Yanti, Pendiri Asosiasi Bank Sampah Indonesia yang memberikan arahan untuk memilah sampah dan menjadikan sampah sebagai sumber ekonomi. Dia juga mendorong Pokdarwis berani mengedukasi wisatawan dengan menciptakan desa wisata peduli sampah dan menerapkan denda bagi yang membuang sampah sembarangan.

Mangku Kandia, mantan guide yang juga pendiri Desa Wisata Academy dan tokoh agama Desa Mas, Ubud berbagi pengetahuan cara membuat sebanyak mungkin paket wisata dari aktivitas desa sehari-hari mulai dari kuliner, mengeksplor tradisi-tradisi pengobatan, mandi penyucian diri, meditasi, spa dan lainnya.

Desa Mas sejak dulu adalah desa para maestro pemahat dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Secara rutin pihaknya juga membranding desa sebagai pusat Forum Grup Discussion ( FGD) untuk membahas pelestarian budaya dan secara reguler mengadakan FGD.

” Percaya tidak, paket belajar nilai-nilai budaya kami laris, kini wisatawan asing umur 17 tahunan belajar cara bagaimana orang Bali menghormati ibunya sehingga mereka juga bisa menerapkan sepulangnya dari Bali,” kata Mangku Kandia.

Kabid Pengembangan Masyarakat Pariwisata, Kemenpar Ambar Rukmi yang sekaligus penyelenggara Forkom dan Apresiasi Pokdarwis mengatakan tahun 2019 ini kegiatan yang diikuti 58 pokdarwis dari 18 provinsi dan lolos 15 finalis dari 15 Provinsi pemenangnya tidak hanya Jawa Bali sentris.

Pihaknya membagi dua kategori yaitu Pokdarwis Mandiri dan Berkembang. Kategori Mandiri didominasi pokdarwis Bali, DIY,  Banten dan Jatim. Sedangkan kategori berkembang pemenangnya dari Tanah Laut, Kalsel, Kota Bontang dan Kabupaten Paser di Kaltim, Toraja, Sulsel dan Kab Pringsewu,Lampung.

” Kami senang Gerakan Sadar Wisata ( GSW), pelatihan dan pendampingan yang kami lakukan membuat banyak desa wisata di luar Jawa bangkit mengembangkan desa-desa wisatanya,” ujar Ambar Rukmi.

Forkom yang berlangsung sehari penuh juga menampilkan 4 ketua Pokdarwis kategori Mandiri dan satu Pokdarwis kategori berkembang yang menjadi pemenang tahun ini sehingga sedikitnya 100 peserta yang ada bisa belajar best practise dari pengelolaan desa wisata mereka.

 

Komitmen Kepala Daerah Dorong Apresiasi Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis)

this formate

Wisnu Bawa Tarunajaya ( tengah),  Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Kementrian Pariwisata bersama para pemenang Pokdarwis.

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Para Kepala Daerah dalam pengembangan pariwisata di daerahnya masing-masing sangat besar dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, kata Menpar Arief Yahya, hari ini.

“Peran CEO Commitment atau keberpihakan pemimpin daerah untuk sektor pariwisata sangat penting. Sebelum bangun usaha bangun dulu masyarakat dan alamnya, jadi semakin lestari dan memakmurkan juga,” ujarnya.

Berbicara saat memberikan Indonesia Suistainable Tourism Awards (ISTA)  2019 di Ballroom the Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, semalam, Menpar Arief Yahya mengatakan sustainable tourism atau pengembangan pariwisata berkelanjutan mustahil terwujud bila tidak ada CEO commitment ini.

Oleh sebab itu dia memberikan apresiasi yang tinggi pada para kepala daerah yang hadir pada pemberian penghargaan ISTA, Green Hotel, Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) dan penghargaan kepada perguruan tinggi yang telah melaksanakan Program Pengembangan Desa Wisata melalui pendampingan.

Wisnu Bawa Tarunajaya, Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Kementrian Pariwisata mengatakan Pokdarwis menjadi komunitas yang menjadi ujung tombak pariwisata berkelanjutan di daerah.

Tahun ini Juara Pokdarwis Mandiri  yaitu peringkat I Dukuh Penaban, Kab. Karangasem, Bali,  peringkat II Tlatar Seneng, Kab. Sleman D.I Yogyakarta,  peningkat III Ki Amuk, Kota Serang, Banten, peringkat IV Dukung Alas Lestari, Kab. Malang, Jawa Timur dan peringkat V Desa Mangir, Kab. Bantul, D. I Yogyakarta.

Sementara untuk Juara Pokdarwis Berkembang adalah peringkat I Dewa Katar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, peringkat II Kuala Abadi, Kota Bontang, Kalimantan Timur, peringkat III Buntu Burake, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan peringkat IV,  Kampung Warna warni Janju, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dan peringkat V , Talang Indah, Kab. Pringsewu, Provinsi Lampung.

“kehadiran para pimpinan daerah pada penyerahan hadiah dan apresiasi Pokdarwis Tingkat Nasional menunjukkan tingkat sadar wisata yang tinggi  dan dampak dari Gerakan kampanye Sadar Wisata ( GSW) yang kami gencarkan di berbagai daerah,” kata Wisnu Bawana Tarunajaya.

Hadir a.l Wakil Bupati Sunbawa Barat, Walikota Manado, Wakil Walikota Palangkaraya, Wakil Bupati Papua Barat, Bupati Beliung, Bupati Lombok Barat dan Wakil Bupati Pringsewu, Lampung.

Wakil Bupati Pringsewu hadir menyemangati Ketua Pokdarwis Talang Indah, Suratmin, menerima penghargaan Pokdarwis tingkat nasional.

Samsi Kasim, Kepala Dinas Pariwisata Pringsewu, Provinsi Lampung mengatakan kehadiran Wakil Bupati Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A saat penyerahan Pokdarwis untuk Talang Indah telah memberikan semangat yang tinggi pada pengurus Pokdarwis ysng hadir di Jakarta.

“Komitmen beliau untuk datang dan secara phisik berada diantara kami yang membina maupun mengelola Pokdarwis sama-sama memberikan semangat yang kuat untuk memajukan pariwisata Pringsewu,” kata Samsi Kasim.

Sejumlah rencana juga langsung dibahas Fauzi setelah mendengarkan langsung paparan Menpar Arief Yahya dan bertemu kangsung dengan kepala daerah lainnya yang telah menerapkan pariwisata berkelanjutan.

“Intinya memang kita bisa saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan usaha-usaha yang dilakukan di wilayah masing-masing untuk selanjutnya bersinergi,” kata Samsi Kasim.

Daya saing pariwisata Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat dan mendapat perhatian serta pengakuan dunia. “Pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan pembangunan. Presiden Joko Widodo kunjungi semua destinasi yang ditetapkan sebagai destinasi super prioritas,” kata Menpar.

Dalam malam penganugerahan ISTA 2019 juga terselenggara Penandatanganan MoU Kerjasama Penelitian untuk Pariwisata Berkelanjutan antara Monash University dan UGM di STO Borobudir disaksikan oleh Menteri Pariwisata, Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.

Malam apresiasi ini memberikan  penghargaan ISTA 2019 terbagi dalam beberapa kategori yaitu: Kategori Tata Kelola Destinasi:

  1. Geowisata Piaynemo – Green Gold
  2. Wisata Grand Watu Dodol – Green Silver
  3. Wisata Alam Green Canyon (Cukang Taneuh) – Green Bronze
  4. Desa Wisata Cibuntu – Green
  5. Desa Wisata Koja Doi – Green
  6. Kategori Pemanfaatan Ekonomi Untuk Masyarakat Lokal:
  1. Siladen Resort and Spa – Green Gold
  2. Desa Wisata Kereng Bangkirai – Green Silver 
  3. Desa Wisata “Boonpring” Sanankerto – Green Bronze
  4. Alam Asri Jelenga – Green

Kategori Pelestarian Budaya:

  1. Kampung Naga – Green Gold
  2. Wisata Alam Watu Rumpuk dan Pendakian Tapak Bima – Green Silver
  3. Museum Pasifika – Green Bronze
  4. Dusun Bambu – Green

Kategori Pelestarian Lingkungan:

  1. Bukit Peramun – Green Gold
  2. Desa Wisata Sesaot – Green Silver
  3. Kampung Wisata Saporkren Forest Park – Green Bronze
  4. Sebangau Koran River – Green Bronze
  5. Desa Wisata Kertosari – Green.

 

Bandara Sultan Hasanuddin Diperluas Tiga Kali Lipat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, akan diperluas hingga tiga kali lipat dari sekitar 50.000 m² menjadi sekitar 150.000 m². Perluasan bandara ini karena menjadi hub (penghubung) Indonesia bagian timur, hampir semua penerbangan ke Indonesia bagian timur itu melewati Makassar.

“Sekarang ini luasnya hanya 50.000 m² dan sedang dibangun tiga kali lipat seluas 150.000 m². Dengan ini diharapkan kapasitasnya akan naik menjadi 15 juta penumpang,” lontar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Dilanjutkan, perluasan tempat parkir di Bandara Sultan Hasanuddin juga akan dilakukan, dari semula hampir 40 m² akan diperluas menjadi 72 m². Perluasan bandara ini rencananya akan diselesaikan tahun 2021. “Artinya pada saat pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2021 bandara semakin besar, sehingga pelayanannya akan lebih baik,” jelasnya.

Selain bandara Makassar, Menhub menyampaikan akan mempercepat pembangunan Bandara Internasional Buntu Kunik yang terletak di Toraja. “Toraja juga akan selesai akhir tahun dengan panjang runway kurang lebih 1.600 meter. Sehingga pesawat ATR bisa mendarat. Jadi, Sulawesi sebagai hub dari Indonesia Timur akan kita kembangkan secara intensif,” tutupnya.

Ke depannya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dikelola PT Angkasa Pura I terus dikembangkan hingga tahap ultimate, dimana pengembangan dibagi ke dalam empat tahap. Setelah pengembangan Tahap I dimulai pada awal tahun ini, pengembangan Tahap II akan dimulai pada 2024 dimana pada tahap ini kapasitas penumpang akan bertambah menjadi 21 juta penumpang per tahun dan kapasitas parking stand menjadi 47 parking stand.

Pengembangan Tahap III akan dimulai pada 2034 dengan penambahan kapasitas terminal menjadi 30,8 juta penumpang per tahun dengan 64 parking stand. Sementara pengembangan Tahap IV akan dimulai pada 2044 dengan kapasitas ultimate terminal mencapai 40 juta penumpang per tahun dengan 78 parking stand.
(redaksi@bisniswisata.co.id)

Dongkrak Kunjungan & Belanja Wisman, VAT Refund Diturunkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mulai 1 Oktober 2019, pemerintah memberlakukan skema baru value added tax (VAT) refund atau pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) bagi turis asing. Kebijakan terbaru ini, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan turis mancanegara (wisman) sekaligus berbelanda di Indonesia.

Dalam skema baru ini, pelancong asing yang membeli barang kena pajak di Indonesia dapat mengumpulkan struk barang belanjaan dengan nilai minimal Rp500 ribu per struk, dari berbagai toko ritel. Setelah mencapai total Rp5 juta, mereka dapat mengajukan klaim pengembalian PPN.

Permintaan pengembalian PPN dapat dilakukan di konter VAT refund, di area sebelum konter check-in di beberapa bandara seperti Soekarno-Hatta Banten, Ngurah Rai Bali, Adisutjipto Yogyakarta, Juanda Surabaya, dan Kualanamu Medan.

“Mereka cukup memberikan struk belanjaan tersebut lalu menunjukkan paspor dan boarding pass ke luar negeri. Dengan berlakunya skema baru ini pemerintah berharap akan semakin mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor ritel,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama dalam keterangan resminya seperti dilansir Antara, Jumat (27/09/2019).

Sebelumnya, turis asing hanya bisa mengklaim VAT refund jika mereka belanja sebesar Rp5 juta sekaligus dalam satu struk. Hal tersebut dinilai tidak menarik sehingga para wisatawan mancanegara malah tidak memaksimalkan belanja mereka.

Dengan dilonggarkannya ketentuan minimal belanja menjadi Rp500 ribu per struk dan dapat diakumulasikan, banyak pengusaha ritel dan pelaku UMKM yang ikut mendaftar sebagai peserta program VAT refund. Saat ini program VAT refund telah diikuti 55 pengusaha ritel dengan 600 lebih toko yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, hingga Agustus 2019, jumlah permohonan VAT refund mencapai sekitar 4.000 klaim dengan nilai lebih dari Rp7,8 miliar. Jumlah klaim pada 2018 mencapai Rp11,2 miliar dengan indikasi belanja sebesar Rp112 miliar.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari menilai Indonesia sangat terlambat menerapkan sekaligus mengangkat Shopping Tourism, lain halnya dengan Singapore yang gencar menawarkan wisata belanja ke dunia Internasonal sehingga minat wisatawan pun datang. “Saya sudah 3 tahun yang lalu berbicara di DPR tentang Tax Refund, sayangnya tak ditanggapi bahkan tidak ada implementasinya. Baru kini digencarkan,” lontar Azril kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Jumat (27/09/2019).

Memang, lanjut dia, batas total Rp 5 juta dalam aturan lama itu sangat tinggi dan sangat memberatkan wisatawan asing. Dan kini diturunkan. “Menurut hemat saya sebaiknya diturunkan menjadi Rp 1 juta. Sehingga wisatawan asing pun tertarik, apalagi barang-barang yang dijual di Indonesia tidak kalah dengan negara lain, termasuk Indonesia,” lontarnya.

Azril melanjutkan sebaiknya penerapan VAT refund tidak hanya di Bandara saja atau International airport/port departure terminal at Customs Area Terminal), tapi juga bisa di kota-kota besar seperti toko, Store juga Department Sore) dengan Pilot Scheme di Denpasar, Jakarta dan Batam.

Juga harus menunjuk perusahaan yag biasa menangani VAT Refund seperti “GLOBAL BLUE” atau “INNOVA” sebagai Tourism Shopping Tax Refund Company (“City Cash”) seperti yang dilakukan Singapore dan beberapa negara lainnya. “Jadi bukan oleh Pemerintah, namun perusahaaan lain yang berpengalaman yang ditunjuk. Karena perusahaan ini melakukan: dynamic currency conversion, marketing services, pont-of-sale technology, retail staff education, and customer intelligence,” sarannya.

Disisi lain juga harus mengembangkan Premium Outlet Shopping, Street Shopping (uniqueness & authenticity), Pipeline for Business Events (misal Annual Indonesia Cilinary & Shopping Festival)

Sementara Managing Director PT Panen Lestari Internusa Handaka Santosa menilai pengembalian pajak sebesar 10% atas transaksi belanja minimal Rp5 juta itu diberlakukan sejak 2010. Namun, para peritel dan pelaku usaha menilai VAT refund itu kelewat tinggi dan tidak sejalan dengan misi untuk menggenjot wisatawan mancanegara.

Akibatnya, banyak turis asing tidak berminat belanja di Indonesia. “Orang ke Indonesia paling jalan-jalan saja, lihat alam. Kalau belanja, nanti dulu deh, mending ke Singapura atau Bangkok. Jadinya kita ketinggalan peluang,” lontar Handaka.

Di Singapura, jelas Handaka, turis asing bisa mengklaim VAT refund dengan berbelanja minimal 100 dolar Singapura (sekitar Rp1 juta), di Inggris 50 pound sterling (sekitar Rp900 ribu), dan di Jepang sebesar 5.000 yen (sekitar Rp650 ribu). “VAT refund-nya bahkan ada yang di kasir. Mudah sekali,” katanya.

Handaka berharap usaha pemerintah menggenjot sektor pariwisata dilakukan dengan konsep yang menyatu dan saling mendukung. Selain itu, fasilitas VAT refund juga dinilai masih terbatas karena hanya diterapkan di lima bandara tersebut. (end)

27-29 September 2019, Pentas Tari “Untukmu Indonesiaku”

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Keempat kalinya, Indonesia Dance Company (IDCO) kembali menyelenggarakan pertunjukan tari. IDCO IDCO) sebuah wadah professional dalam pengembangan karir para seniman tari berkualitas di Indonesia dibawah pimpinan Claresta Alim, untuk tahun ini pementasan tari dengan mengusung tema bertajuk ‘Untukmu Indonesiaku’, yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat pada 27 sampai 29 September 2019.

Untukmu Indonesiaku sebagai persembahan karya anak-anak bangsa sebagai bentuk kebanggan dan cinta terhadap Seni & Budaya Indonesia. “Ide ini tercetus ketika muncul sebuah pertanyaan dalam diri Saya, Apa yang bisa Kami berikan kepada bangsa Indonesia? Dengan tekad kuat, Kami berkontribusi melalui karya – karya kami lewat pagelaran tari juga ingin menebarkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara ini” papar pendiri IDCO sekaligus direktur artistik, Claresta Alim dalam keterangan resminya.

Sama dengan judulnya, Claresta ingin memberikan karya terbaik untuk Indonesia. Sehingga menimbulkan minat pada kesenian tari, termasuk balet. Dan, pertunjukan ‘Untukmu Indonesiaku’ bakal menyuguhkan banyak tarian modern.

Sedikitnya sepuluh tarian sudah disiapkan oleh puluhan penari bertalenta yang dikemas secara apik dan menarik dengan musik dan koreografi. Ketujuh tarian itu, tarian balet klasik, kontemporer , jazz hingga tradisional, di antaranya tarian Malin Kundang asal Sumatera Barat dan tari Kalimantan khas suku Dayak.

“Kami memadukan tari balet dengan tarian daerah kemudian didukung musik dan kostum dari budaya tersebut. Nanti juga ada tarian Untukmu Indonesia dibawain anak-anak, terinspirasi kekayaan alam dan budaya Indonesia,” lanjut Claresta, yang dikenal sebagai generasi ketiga, anak dari Fifi Sijangga dan cucu dari Tokoh Balet Indonesia, Marlupi Sijangga.

Pertunjukan ‘Untukmu Indonesiaku’ telah disiapkan sejak beberapa bulan lalu. Melibatkan puluhan penari dari anak-anak hingga dewasa. Pihak Indonesia Dance Company menyebut tiket penyelenggaraan ‘Untukmu Indonesiaku’ selama tiga hari telah nyaris ludes. Ini menjadi bukti bahwa tari balet masih sangat diminati. “Peminat balet di Indonesia masih sangat tinggi. Semoga kami bisa membawa pertunjukan ini ke berbagai daerah di Indonesia,” tutup Claresta.

Diakui, kekayaan budaya dan kesenian tari asal Indonesia tidak kalah hebat dengan luar negeri. Terbukti anak didik IDCO acapkali pentas dan mendapat penghargaan di luar negeri. Sayangnya generasi muda belum bisa menghargai malah tahu-tahunya lagu dari luar negeri,

IDCO berdiri sejak 2016 telah sukses mementaskan pagelaran tari “We Dance”. Tahun 2017, IDCO menggelar pementasan bertajuk “Danceventure” dan “Its….. Showtime” yang merupakan pertunjukan pada 2018. Secara konsisten, IDCO ingin menghadirkan pementasan tari setiap tahunnya di bulan September. Pementasan ini sebagai perwujudan mereka dalam unjuk gigi dan menampilkan karya terbaik kepada masyarakat.

Sesuai visi IDCO mau membawa nama Indonesia lebih besar lagi di dunia balet. Karena itu, pertunjukan tari Untukmu Indonesiaku ini mempunyai misi untuk mengedukasi generasi muda untuk mengenal cerita rakyat juga budaya Indonesia yang dikemas melalui sebuah pagelaran tari,” lontar Claresta. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Arab Saudi Tawarkan Wisata Gurun Pasir

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Arab Saudi untuk pertama kalinya akan menawarkan visa turis ke berbagai negara karena mendorong dengan rencana untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar perekonomiannya. Pengumuman rezim visa, yang dijadwalkan pada Jumat (27/9/2019) ini dan rinciannya akan datang. Kebijakan ini datang hanya dua pekan setelah serangan teror yang diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman menutup setengah dari produksi minyak kerajaan.

“Untuk pertama kalinya kami membuka petualangan, warisan, dan sejarah bagi orang-orang yang akan mengunjungi KSA sebagai turis,” Ahmad Al-Khateeb, ketua Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi, seperti mengutip laman CNBC, Jumat (27/09/2019).

Tujuan kerajaan, sebagai bagian dari agenda Visi 2030, termasuk meningkatkan kontribusi ekonomi pariwisata dari 3% saat ini menjadi 10% dari PDB pada tahun 2030 dan menjadikan kunjungan internasional dan domestik menjadi 100 juta per tahun pada waktu yang sama.

Saat ini pasar pariwisata asing Arab Saudi bergantung hampir secara eksklusif pada jamaah haji yang datang ke negara itu untuk haji. Pemerintah memperkirakan angka-angka itu akan mencapai 30 juta setiap tahun pada tahun 2030.

Sementara rencana itu merupakan tonggak penting dalam upaya kerajaan menuju diversifikasi ekonomi yang bergantung pada hidrokarbon, pengumumannya datang pada saat yang sulit. Ketegangan antara Arab Saudi dan wilayah regionalnya, Syiah, Iran telah mencapai titik didih, dengan Riyadh menuduh Teheran berada di belakang drone 14 September dan serangan rudal terhadap beberapa fasilitas minyak terbesarnya, tuduhan yang dibantah Iran.

Berita itu juga datang hanya beberapa hari sebelum peringatan satu tahun pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang terbunuh di tangan agen pemerintah Saudi pada Oktober tahun lalu. CIA menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, pewaris takhta dan penguasa de facto, terlibat dalam kematian itu, sesuatu yang disangkal oleh Riyadh dengan paksa.

Skandal itu mengasingkan kerajaan konservatif dari banyak komunitas internasional dan membuat beberapa investor asing memutuskan hubungan. Sekarang, kekhawatiran tentang serangan teroris, ketidakstabilan regional, dan keamanan darah kehidupan ekonomi Arab Saudi pro, uction produksi minyak dapat menimbulkan bayangan panjang atas rencana Visi 2030 bagi banyak investor dan pengunjung potensial.

Meskipun demikian, kerajaan tampaknya bertekad untuk melanjutkan dengan apa yang dilihatnya sebagai reformasi yang penting untuk menarik investasi swasta dan menciptakan lapangan kerja baru bagi populasi yang sedang booming, 70% di antaranya berusia di bawah 30 tahun. “Kami tahu berapa banyak yang harus kami lakukan untuk memuaskan tamu-tamu kami di masa depan,” kata Al-Khateeb kepada CNBC.

“Kami tahu berapa banyak kursi pesawat yang perlu kami tambahkan berapa banyak mobil, persewaan mobil, dll. Kami mempelajari seluruh ekosistem; kami mengisi kesenjangan dengan apa yang akan disediakan oleh pemerintah dan apa yang disediakan oleh sektor swasta. Sebut saja: resor terbaik, hotel, mendirikan perusahaan penyewaan mobil, bandara lebih besar, pusat pelatihan, banyak hal. Untuk industri ini akan menambah banyak perekonomian kita.”

Pada kontroversi Khashoggi, Al-Khateeb menggambarkannya sebagai “dijaga oleh pihak berwenang,” sambil menambahkan bahwa dia tidak menemukan investasi telah jatuh pada tahun sejak pembunuhan. “Hari ini, (telah ada) banyak perjanjian dan banyak MoU yang ditandatangani, suatu tanda ketertarikan di sektor ini dan di Arab Saudi secara umum,” katanya.

Dua tahun terakhir telah melihat perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara yang terkenal konservatif itu, termasuk pencabutan larangan berpuluh-puluh tahun pada mengemudi perempuan, pengenalan kembali bioskop, dan penawaran hiburan mulai dari Janet Jackson dan konser 50 Cent ke pertarungan WWE dan potensi Perlombaan Formula Satu.

Kerajaan ini membuka akses ke lima Situs Warisan Dunia UNESCO. Pembangunan kota-kota baru juga sedang berlangsung, termasuk kota futuristik senilai US$500 miliar, NEOM, dan Qiddiya, sebuah “kota super hiburan,” yang sedang dibangun 25 mil di luar ibukota, Riyadh.

Six Flags adalah operator taman tema internasional utama pertama yang mendaftar untuk proyek Qiddiya, dan berjanji untuk membangun roller coaster tertinggi dan tercepat di dunia di sana.

Arab Saudi berharap dapat menciptakan sejuta pekerjaan baru melalui mega proyek ini. Qiddiya, NEOM dan Proyek Laut Merah bertema pariwisata mewah semuanya mendapat dukungan dari Dana Investasi Publik Arab Saudi.

Mengenai masalah alkohol sesuatu yang dilarang keras di negara itu al-Khateeb tidak berpikir pengunjung akan terhalang. “Itu tidak membuat atau menghancurkan,” katanya. “Riyadh akan menawarkan warisan, makanan, dan banyak hal hebat lainnya kami memiliki banyak hal untuk ditawarkan selain alkohol.”

Arab Saudi masih terkenal dengan catatan buruk tentang hak-hak perempuan dan dikritik di luar negeri karena tindakan keras terhadap perbedaan pendapat. Sepuluh aktivis pengendara perempuan diadili pada musim semi lalu meskipun dicabut larangan mengemudi setelah berbulan-bulan tuduhan bahwa mereka disiksa saat berada di penjara.

Memenangkan investasi asing untuk pengembangan pariwisata adalah kunci bagi kerajaan karena kerajaan itu mencoba untuk memfokuskan kembali citranya dan beralih dari krisis diplomatik tahun lalu serta mempertahankan standar hidup yang tinggi untuk orang Saudi ketika harga minyak turun. (ndy)

Penghargaan ISTA Dorong RI Jadi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Kelas Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ajang penghargaan Indonesia Suistainable Tourism Awards (ISTA) Festival 2019 digelar di Ballroom the Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta. Penghargaan ini diharapkan mampu mendorong pariwisata Indonesia berkelanjutan kelas dunia.

Ketua panitia Dadang Rizki Ratman sekaligus Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata mengatakan tahun ini adalah tahun ketiga ISTA diadakan. Setiap tahunnya peserta semakin meningkat dan di tahun ini berjumlah 263 dimana di tahun 2018 hanya 176 peserta.

” Di tahun ketiganya diharapkan kegiatan ini mampu mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan kelas dunia,” ujarnya di Ballroom the Ritz-Carlton Jakarta, Kamis malam (26/9/2019).

Dadang menambahkan kegiatan Ini tidak sekedar memberi penghargaan bagi yang sudah menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Namun juga ajang promosi wisata.

Menpar Arief Yahya pun mengutarakan bahwa untuk pengembangan industri dan usaha pariwisata dapat diukur bukan dengan 3 aspek. Melainkan sudah ditingkatkan menjadi 3P yaitu people, planet, profit menjadi prosperity, peace, dan patnership.

“Peran CEO Commitment atau keberpihakan pemimpin daerah untuk sektor pariwisata sangat penting. Sebelum bangun usaha bangun dulu masyarakat dan alamnya, jadi semakin lestari dan memakmurkan juga. Makanya sustainable touris mustahil terwujud bila tidak ada CEO commitment ini,” ujar Arief.

Terdapat perbedaan ISTAfest 2019 dengan tahun sebelumnya. Dalam pelaksanaanya dibagi menjadi 3 rangkaian yaitu ISTA Forum, ISTA Mart, dan ISTA Awards.Penghargaan juga diberikan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pada Perguruan Tinggi pendamping Pokdarwis dan penghargaan pada Green Hotel Award. Khusus hotel, ada 10 hotel terbaik yang mewakili RI di ajang internasional di Brunei Darussalam.

Sementara itu apresiasi bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berupa penghargaan  diberikan sebagai penggerak/motivator masyarakat di wilayahnya masing-masing dalam mewujudkan Sapta Pesona. 

Selain itu juga mendorong Kelompok Sadar Wisata agar makin meningkatkan kualitas, peran, dan kapasitasnya dalam mendorong masyarakat untuk mengambil manfaat dari kegiatan kepariwisataan di wilayah masing-masing sebagai pelaku usaha pariwisata.

Menpar Arief Yahya mengatakan seluruh pemenang ISTA akan berkompetisi lagi  ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sustaianble top 100 destination di Kroasia. Ada juga forum di Brunei, dan ASEAN. 

“Semuanya saya janjikan ikutkan kompetisi  jadi kelas ASEAN dan dunia,” kata Arief Yahya menyemangati semua peserta berbagai apresiasi.

 

Selain Lestarikan Kuliner, Bango juga Peduli Regenerasi Petani

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bango memang luar biasa. Merek kecap produksi PT Unilever Indonesia Tbk, bukan hanya peduli melestarikan sekaligus mempopulerkan kuliner tradisional Indonesia, namun juga peduli mencetak regenerasi petani. Melalui Program Petani Muda, langkah nyata ini demi mendorong regenerasi petani agar kelezatan asli kuliner Indonesia tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Selain itu, seluruh pecinta kuliner juga dapat menunjukkan dukungan mereka terhadap program ini dengan bergabung dalam gerakan PetaniUntukIndonesia yang disebarluaskan Bango melalui kemasan khusus berlebel Cita Mallika.

Regenerasi petani bagi Bango dirasakan sangat penting, juga memiliki nilai strategis. Bango juga melihat penerapan prinsip pertanian yang berkelanjutan merupakan hal yang harus dijalankan, salah satunya melalui regenerasi petani yang kini semakin dibutuhkan.

Petani yang tidak teregenerasi dapat menyebabkan penyusutan lahan serta penurunan produktivitas maupun kualitas hasil pertanian. Jika bahan pangan yang berkualitas jumlahnya semakin terbatas, akan sulit bagi kita untuk terus menikmati dan melestarikan aneka kuliner khas Indonesia yang selalu dibanggakan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dalam jangka waktu dua tahun (2016 – 2018), terjadi penurunan jumlah petani di Indonesia cukup signifikan, yaitu sebanyak 4 juta petani, dimana salah satu penyebab masih kurangnya regenerasi petani. Dan, 65% dari jumlah petani di Indonesia kini berusia di atas 45 tahun, dengan produktivitas yang relatif rendah.

Sementara di wilayah perdesaan, hanya sekitar 4% anak muda berusia 15-23 tahun, tertarik bekerja menjadi petani. Sisanya memilih bekerja di sektor industri, sektor industri kecil-menengah atau sektor informal kota, karena dipandang lebih potensial untuk menjamin kesejahteraan di masa depan.

“Sejak tahun 2001, Bango melalui Yayasan Unilever Indonesia menggandeng Universitas Gajah Mada dan mitra lainnya mengembangkan komunitas petani kedelai Mallika melalui program “Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam”. Langkah ini untuk mengantisipasi penurunan produktivitas maupun kualitas kedelai,” lontar Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia Tbk. Hernie Raharja dalam keterangan resminya, Rabu (25/09/2019).

Hernie melanjutkan sebagai brand yang selalu berkomitmen mengangkat dan mempopulerkan kuliner Indonesia, Bango sangat membutuhkan kedelai berkualitas jenis Mallika. Mengingat dalam prakteknya, 100% kedelai hitam lokal digunakan untuk memproduksi Kecap Bango memenuhi Unilever Sustainable Agriculture Code (USAC), yaitu standar cara bertani ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani binaannya, sejalan pilar Unilever Sustainable Living Plan (USLP).

Karena itu, lanjut dia, untuk mendorong regenerasi petani dan menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan berkualitas dalam jangka panjang, Bango kini menggagas Program Petani Muda berkolaborasi dengan The Learning Farm Indonesia.

“Program ini secara bertahap akan memberikan pembinaan intensif bagi masing-masing 30 hingga 40 petani muda potensial tentang keterampilan hidup lewat pendidikan bercocok tanam yang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan. Kesempatan yang langka ini juga akan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi agen perubahan,” lontar Herrnie serius.

”Melalui program ini, Bango berharap regenerasi petani dapat tercapai karena generasi muda akan memiliki kepercayaan diri dan minat lebih tinggi terhadap profesi bertani. Dengan regenerasi yang terjaga, ketersediaan bahan pangan akan ikut terjamin dan pelestarian kelezatan asli kuliner Indonesia dapat terus dilakukan,” tutup Hernie.

Senior Brand Manager Bango, Nando Kusmanto membenarkan berkurangnya petani muda di Indonesia menjadi keprihatinan di sektor pertanian. Generasi milenial melihat sebelah mata profesi petani dan lebih memilih bekerja di perkotaan. Dalam kenyataannya, menjadi petani sangat menjanjikan di masa depan. ” Anak-anak muda sekarang itu belum terinspirasi untuk menjadi petani. Mungkin petani dianggap sebagai profesi yang tidak inspiratif,” ucapnya.

Karena itu program petani muda ini juga bertujuan untuk membuat komunitas sustainable agriculture, yaitu pertanian berkelanjutan. “Pertanian berkelanjutan adalah sebuah prinsip pertanian yang ramah linkungan. Pertanian ini akan memberikan dampak seminimal mungkin bagi lingkungan, serta menghasilkan produksi yang efisien, menguntungkan, dan kompetitif,” paparnya.

Kepala Bidang Program dan Kerjasama Pendidikan Pertanian, Kementerian Pertanian Dr. Setyabudi Udayana, SPT, M perlu dukungan banyak pihak untuk regenerasi “Kita memiliki program tahunan yang dijalankan untuk pertumbuhan wirausahawan muda pertanian dalam rangka regenerasi. Belum optimal kalau tidak dilakukan oleh pelaku usaha juga,” tegasnya.

Untuk itu Bango sebagai brand yang melibatkan petani, memperkenalkan Program Petani Muda sebagai upaya mendorong regenerasi petani agar tetap menjaga kelezatan asli kuliner Indonesia tetap terjaga dari generasi ke generasi. “Saya sangat mengapresiasi terhadap Program Petani Muda, sebab regenerasi bisa juga untuk pembelajaran dan mengubah stigma yang selama ini melekat. Stigmanya kan petani itu kotor, tidak pasti. Dengan adanya kepastian yang kuat dapat merubah mindset mereka agar mau untuk menjadi petani,” tandasnya.

Executive Director The Learning Farm Indonesia, Nona Pooroe Utomo mempertegas Bango dan The Learning Farm bersama-sama mengembangkan kurikulum Program Petani Muda untuk mendorong semangat, pengetahuan dan keterampilan generasi muda dalam melanjutkan regenerasi petani.

Selama 100 hari, seluruh peserta mendapatkan 60% materi pertanian yang terbagi dalam empat kelompok besar yaitu tanah, budidaya tanaman-perikanan dan ternak, pemupukan dan pengendalian hama, serta analisa usaha tanam. 40% materi lainnya, berfokus pada pengembangan soft skills seperti manajemen waktu dan keuangan, entrepreneurship, healthy life style, Bahasa Inggris, komputer, dan komunikasi.

” Nantinya, kami harap para peserta akan mampu menyebarluaskan ilmunya dan menginspirasi lebih banyak generasi muda di kampung halaman mereka untuk menjadikan bertani sebagai pilihan profesi yang menjanjikan.” ungkap Nona.

Nona Percaya semangat mendorong regenerasi petani akan membawa dampak yang lebih besar melalui upaya bersama, Bango mengajak seluruh pecinta kelezatan asli kuliner Indonesia untuk mendukung program ini melalui Bango kemasan khusus Cita Mallika. “Pasalnya setiap kemasannya akan berikan pelatihan tani untuk pemuda Indonesia,” tambahnya.

Bango kemasan khusus Cita Mallika didesain oleh fashion designer kebanggaan Indonesia, Didiet Maulana. ”Perjalanan mengunjungi para petani Mallika di Desa Lendah, Kulon Progo, membukakan mata saya pada sebuah brand yang dibangun dengan cinta,” cerita Didiet.

Pemilihan warna, karakter visual dari tenun, cerita dari perjalanan tertuang dalam motif ‘Cita Mallika’. “Semoga dapat menggambarkan kebahagiaan, optimisme dan keindahan kerja sama yang akan terus terjalin antara Bango, petani dan setiap penikmat kelezatan asli kuliner Indonesia.” tambahnya sambil menambahkan di balik kemasan juga tertera kisah-kisah inspiratif dari empat petani kedelai hitam Mallika yang ditulis ulang penulis kenamaan, Dee Lestari.

Penyanyi sekaligus penulis, Dee Lestari menceritakan berdasarkan pengalaman saat berinteraksi langsung dengan para petani kedelai hitam binaan Bango, membuahkan tulisan dengan tema Dari Tanah Tani ke Piring Saji; berupa prosa singkat mengenai suka duka, perjuangan, dan mimpi para petani. (endy)

IFEAT 2019, Naturals of Asia : Pertama Kali Pamerkan Produk Olahan “Minyak Terbang”

this formate

BALI, bisniswisata.co.id,- INTERNATIONAL Federation of Essential Oils and Aroma Trades (IFEAT/Federasi Internasional Pedagang Minyak Esensial dan Aroma) mulai 29 September sampai 3 Oktober menggelar konferensi tahunan di Nusa Dua Bali. Lebih dari 1600 orang delegasi dari 73 negara memastikan diri mengikuti pertemuan tahunan yang untuk pertama kalinya dilengkapi ajang pameran dagang produk olahan “minyak terbang” atsiri dan aroma.

Dalam pameran dagang disediakan lebih dari 30 booth diisi oleh perusahaan- perusahaan olahan produk atsiri. Konferensi IFEAT 2019 di Bali ini menjadi sangat istimewa, anggota IFEAT tidak hanya mendapat informasi up date perkembangan budidaya raw material atsiri dan aroma. Peserta juga mendapat update trend perdagangannya, perkembangan produk olahan utama dan ikutan minyak “terbang” tersebut.

“Ada Fragrance Workshop dan Workshop Flavour, sekaligus disediakan perusahaan- perusahaan yang memperdagangkan produknya,“ jelas Ketut Jaman, Managing Director DMC Melali selaku Komite Penyelenggara IFEAT 2019, kepada bisniswisata.co.id.

Bukan tanpa alas an jika IFEAT 2019 mengambil tema Naturals of Asia. Iklim dan budaya memainkan peran penting dalam membentuk keanekaragaman tanaman, beragam rempah-rempah dan tumbuhan alami yang luar biasa berlimpah di kawasan subur Asia Tenggara dan Timur. Indonesia,  salah satu negara dengan keanekaragaman hayati paling kaya di dunia dan menawarkan berbagai minyak esensial yang telah diekspor selama berabad-abad. Oleh karenanya, konferensi IFEAT 2019 berfokus pada minyak atsiri dan bahan-bahan F&F lainnya yang berasal dari Australia, Cina, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Singapura dan Vietnam.

IFEAT merupakan organisasi internasional yang bertujuan mendekatkan petani, rumah dagang, dan perusahaan dari negara maju dan negara berkembang untuk menyelaraskan perdagangan minyak esensial dan aroma kimia. Konferensi IFEAT berfungsi sebagai pertukaran informasi, berbagi penawaran produk, informasi pasar, penelitian baru, dan perkembangan masa depan.

30 Perusahaan

Sementara perusahaan yang mengikuti pameran dagang tercatat  H J Arochem Pvt Ltd,  Sarogi Shellac,  Hangzhou Grascent Co., Ltd,  Al-Can Exports Pvt. Ltd., India,  Jayshree Aromatics Pvt., Ltd,  OQEMA,  Van Aroma,  Golden Grove Naturals,  Ashapura Aromas,  PT Haldin Pacific Semesta,  PT Indesso Aroma,  Tech-Vina JSC,  Mentha & Allied Products Private Limited,  CV. Ratu Aroma,  EFECAN,  Tengzhou Tianxiang Aroma Chemical Co., Ltd,  Qingdao Free Trade Zone United International Co., Ltd, LLUCH ESSENCE,  Natura Aromatik, Bulgarian Herb BG Ltd,  Organica Aromatics Pvt. Ltd,  Prakash Chemicals International Pvt. Limited,  Purong Essences Mfg. Co., Ltd,  Yili Bio-Young Aromas Manufacturing Co., Ltd,  Triglav-Edelvais, DM Aromatics (Ambrettolide), Nanjing Univis International Development Co., Ltd,  INDO-GSP CHEMICALS LLP,  PT Aroma Atsiri Indonesia dan  Camlin Fine Sciences Ltd. * Dwi