Industri Pariwisata Luput Garap Pasar Esports yang Mengglobal.

this formate

Lomba Esports yang dapat menjaring kunjungan wisman. ( foto: Unsplash.com/ Anthony Brolin)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Esports yang kini menjadi fenomena global ternyata belum mendapat perhatian serius dari kalangan industri wisata untuk menjaring penggemarnya dari mancanegara, kata Gary Harford. Direktur Regional Wilayah Operator APAC Travelport, hari ini.

Esports sendiri adalah kependekan dari electronic sports, olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional.

“Kelihatannya industri perjalanan wisata belum menyadari manfaat komersial dari peluang esports bernilai jutaan dolar ini.  Padahal Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen Piala Presiden Esports 2020, Mobile Legends World Championship 2020, dan tentunya masih banyak lagi turnamen esports lainnya di masa depan,”  ungkap Gary

Pada Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, esports menjadi bagian dari perhelatan tersebut untuk pertama kali dalam sejarah – meskipun hanya sebagai cabang olahraga yang berada pada tahap “dipromosikan” dan belum diperlombakan secara resmi.

Indonesia menjadi salah satu dari delapan negara yang bertarung di cabang olahraga baru tersebut. Berdasarkan laporan online, kebanyakan (sekitar 80%) penonton turnamen esports tersebut adalah warga negara asing. 

Para penonton ini rela melakukan perjalanan jarak jauh dan mengeluarkan biaya mulai dari Rp 220.000 hingga Rp. 1.200.000 hanya untuk tiket masuk  turnamen esports tersebut.

Menurut Gary, hal yang  perlu dilakukan oleh industri perjalanan wisata di Indonesia agar penonton online streaming pertandingan esports mau melakukan perjalanan wisata untuk menghadiri pertandingan esports diperlukan pengetahuan tentang apa yang mendorong para penggiat dan penonton pasif esports mau menghadiri kompetisi cabang olahraga tersebut, dan dari mana mereka berasal atau dengan kata lain, personalisasi.

Untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut, perusahaan-perusahaan penyedia layanan perjalanan wisata dapat belajar banyak dari bagaimana industri video game menjadi teladan dalam hal personalisasi di dunia melalui karakter game yang dapat disesuaikan menurut selera atau pun fitur-fitur yang dapat dibeli di dalam sebuah game.

Ketika digabungkan dengan data dari 14 miliar hasil pencarian belanja bulanan yang diproses oleh sistem Travelport, informasi ini kemungkinan akan sangat berguna terutama bagi agen perjalanan wisata online yang meskipun memiliki banyak data juga menemukan kesulitan dalam menciptakan pengalaman perjalanan wisata yang disesuaikan.

Menurut Digital Transformation Report di tahun 2018 oleh Skift dan Adobe, hanya 36% dari eksekutif perusahaan penyedia layanan perjalanan wisata yang menganggap bahwa usaha personalisasi mereka pantas mendapatkan nilai empat atau lima dalam skala satu sampai lima. 

“Riset kami diharapkan dapat mengubah hal tersebut lewat penyediaan hasil riset dari pengeluaran perjalanan wisata tahunan senilai lebih dari US$89 juta bagi usaha mitra-mitra kami, dan membantu mereka mengubah hasil riset ini menjadi dasar keputusan investasi strategis,” tambah Gary..

Dalam kasus esports, seberapa besar minat para penggemar untuk menonton sebuah acara esports secara langsung, yang dapat berlangsung selama 7-30 hari, tergantung kemungkinan menang sebuah tim dan hasil dari babak kualifikasi dan knock­-out.

Pendekatan ini penting apabila kita ingin menciptakan pengalaman perjalanan wisata yang unik dan tak terlupakan, dan akan semakin penting seiring transisi menuju dunia customer-centric yang penuh dengan berbagai alasan baru untuk melakukan perjalanan wisata.

Direktur Galileo Indonesia Raymond Setokusumo mengatakan dengan meningkatnya antusiasme terhadap esports dan banyaknya  turnamen esports, industri wisata jangan sampai kehilangan peluang bisnis besar serta kesempatan langka untuk menawarkan personalisasi yang unik.

“Arena khusus esports banyak bermunculan di berbagai kota di seluruh dunia. Marvel Entertainment dan Disney telah menandatangani berbagai perjanjian komersial menarik terkait esports,” kata Raymond

Intel juga telah bermitra dengan Tokyo 2020 untuk menggelar dua turnamen besar yang akan berlangsung pada waktu yang sama dengan penyelenggaraan Olympic Games

“Lomba-lomba esports berskala internasional disiarkan ke seluruh penjuru dunia oleh stasiun televisi sekaliber ESPN dan NBC, serta membuat tiket masuk ke beberapa arena paling terkenal di dunia  seperti Madison Square Gardens yang tiketnya habis terjual ” tambahnya.

Analisis Travelport mengidentifikasi sangat sedikit usaha perjalanan wisata yang secara proaktif menargetkan para wisatawan esports ini dan  tidak diketahui secara pasti alasannya meski jelas ada peluang yang signifikan di sini.

Para pengamat industri memprediksi bahwa jumlah gamer PC dan mobile di Asia Tenggara akan mencapai 400 juta pada 2021 dan menghasilkan pendapatan sebesar US$4,4 juta. Kita juga mengetahui bahwa Indonesia, dan juga Thailand, adalah pasar gaming terbesar di wilayah ini.

Contohnya, jumlah gamer di Indonesia mencapai sekitar 44 juta orang dan terus meningkat setiap hari. Namun riset pasar menunjukkan bahwa 42 persen dari penonton esports bukanlah pemain aktif dari game yang mereka tonton. Artinya, jumlah penonton esports jauh lebih besar dari jumlah pemainnya.

Untuk itu, kata Raymond, diperlukan pengetahuan tentang apa yang mendorong para penggiat dan penonton pasif esports mau menghadiri kompetisi cabang olahraga tersebut, dan dari mana mereka berasal atau dengan kata lain, personalisasi.

Sah, Bali Convention & Exhibition Bureau Diluncurkan

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: TUNTUTAN situasi dan kondisi kepariwisataan dunia mendorong stake holder kepariwisataan di Bali membentuk Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB), dan menunjuk Levi Lantu sebagai CEO. Kamis 13 Februari 2020, resmi diluncurkan board BaliCEB – Pemerintah se Bali, Bank Indonesia, GIPI Bali/BTB — dari ballroom gedung Bank Indonesia Perwakilan Bali, Graha Tirta Gangga.

BaliCEB adalah organisasi nirlaba yang bertugas mengembangkan dan mempromosikan wisata bisnis meliputi pertemuan (meeting), perjalanan insentif (incentive), konvensi (convention) dan pameran (exhibition) di wilayah Provinsi Bali. BaliCEB memberikan layanan gratis kepada penyelenggara MICE, dapat berupa penyediaan informasi, visitasi ke Bali, kunjungan ke pusat konvensi, hotel dan daya tarik wisata, mempertemukan mereka dengan pelaku MICE dan penyedia jasa lainnya serta memfasilitasi audiensi dengan pejabat instansi terkait.

Yang menjadi pertimbangan pendirian BaliCEB, menurut sejumlah board BaliCEB antara lain: Tersedianya pasar MICE mancanegara dengan tren peningkatan yang signifikan. Potensi Bali yang besar untuk mendapatkan wisatawan berkualitas melalui penyelenggaraan MICE.  Tersedianya sejumlah convention center and meeting venue bertaraf internasional.  Tersedianya ratusan hotel berbintang bertaraf internasional dengan sarana prasarana MICE yang memadai. Tersedianya perusahaan logistic dan perlengkapan MICE, daya tarik wisata beragam utk program pre and post conference tour. Tersedianya SDM MICE yang berkompeten dan telah dibuktikan dengan penyelenggaraan MICE dunia yang sukses. Bali dapat dijadikan hub MICE Nusantara.

Sayangnya Redaksi bisniswisata.co.id, belum menemukan sumber data layak publikasi atas potensi, fasilitas MICE, industri ikutan dan sumber daya manusia kompeten yang hendak dipasarka BaliCEB.

Ke depan, BaliCEB digadang- gadang mampu menjadi pusat informasi MICE Bali, pintu masuk business event, mengemas paket destinasi dan produk MICE jangka menengah dan jangka panjang. Mampu mengembangkan pasar MICE, sebagai katalisator perekonomian dan mencari peluang menciptakan ceruk pasar baru kepariwisataan Bali.

BaliCEB diharapkan mampu  mengajukan penawaran kepada lembaga pemerintah, organisasi, asosiasi, dan korporasi di dalam negeri dan luar negeri agar kegiatan MICE mereka diselenggarakan di Bali.  Meningkatkan kualitas penyelenggaraan MICE dengan demikian peserta memperoleh pengalaman yang lebih baik tentang Bali.  Menciptakan peluang usaha di sektor MICE beserta ikutannya dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Meningkatkan nilai tambah industry pariwisata  baik bagi pemerintah mau pun masyarakat.

Untuk itu BaliCEB melengkapi program kerjanya dengan program pengembangan pameran produk Bali sebagai daya tarik wisata, sekaligus mempertemukan penjual dengan pembeli.  Meningkatkan kualitas SDM bidang MICE di Bali, bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan.  Meningkatkan kunjungan wisatawan MICE ke Bali, meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat. Bekerja sama dengan lembaga riset untuk meneliti dan mengkaji dampak MICE terhadap ekonomi dan sosial masyarakat Bali.  Melakukan standardisasi produk & pelayanan MICE bekerjasama dengan BNSP.

Handalnya Bali menghadapi situasi kurang kondusif — low season kunjungan ke Bali, bencana alam, kedaruratan — ditunjukkan industri dengan tetap diberlangsungkannya sejumlah event. Tercatat  23 Pebruari 2020, Gran Fondo New York (GFNY), sebuah event cycling marathon terbesar di Indonesia dengan melibatkan 2000 peserta dari 40 negara diselenggarakan di Rumah Luwih, Gianyar. Bulan April 2020, konferensi Pharmacy Association Australia direncanakan diikuti oleh 2000 peserta di Westin Nusa Dua.

Pada  14-18 Mei 2020, MDC Paris Fashion Show di Bali, menghadirkan 300 world class designer dengan special guest star seperti Cavali, Donna Karan yang melibatkan artisan Indonesa dan Bali. Bulan  Juni 2021, Amor Forum yaitu forum wedding organizer internasional diselenggarakan di Bali,  sebanyak 300 wedding organizer akan hadir. Pada May 2023,  konferensi Reach Leadership Global  dengan 3500 delegasi digelar di Nusa Dua.

Dan tugas pemasaran yang segera dilakukan BaliCEB setelah sah dibentuk dan diluncurkan adalah roadshow ke kawasan Amerika Utara. Selamat berkerja!

ASTINDO Travel Fair di Lima Kota Tawarkan Paket Murah Domestik

this formate

Elly Hutabarat, Ketua ASTINDO ( tengah ) saat jumpa pers. ( Foto: Astindo)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Minat wisatawan Indonesia untuk berwisata cukup tinggi bahkan data Bank Dunia, di Indonesia ada 90 juta kelas menengah yang suka travelling. Oleh karena itu Indonesia memiliki potensi destinasi pariwisata dan wisatawan besar, kata Elly Hutabarat, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia ( ASTINDO ), hari ini.

” Memang merebaknya virus corona yang merebak dari China menjadi perhatian dunia hingga kini. Ada pengaruh dari isu itu tapi tak terlalu berdampak kepada persiapan penyelenggaraan ASTINDO Travel Fair pekan depan,” tambah Elly.

ASTINDO Travel Fair 2020 akan digelar pada tanggal 21 – 23 Februari di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta dan empat kota besar lainnya di Indonesia yaitu Palembang, Padang, Bali dan Surabaya.

“Tahun ini ASTINDO Travel Fair juga akan berlangsung ke 4 kota besar lainnya di Indonesia, yaitu tanggal 21 – 23 Februari di Palembang Icon Mall, Palembang dan tanggal 6 – 8 Maret di Plaza Andalas, Padang, Lippo Mall Kuta, Bali dan Tunjungan Plaza 6, Surabaya,”  jelas,Elly.

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-10, ASTINDO Travel Fair telah memiliki positioning sebagai salah satu Travel fair yang terbesar dan terlengkap di Indonesia dan menjadi referensi terbaik bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan wisatanya baik domestik maupun internasional (outbound). 

Saat ini, ungkapnya,  seluruh area pameran telah terisi oleh para exhibitor yang terdiri dari airlines, travel agent, Badan Promosi Pariwisata (NTO), cruise liner, obyek wisata, dan produk wisata terkait lainnya. 

“Kami berharap isu virus Corona yang mewabah di beberapa negara tak akan menyurutkan antusiasme masyarakat untuk travelling, karena masih banyak opsi destinasi wisata yang tidak terdampak,” kata Elly Hutabarat.

Apalagi pemerintah di hampir semua negara juga telah melakukan upaya pencegahan dengan melarang masuk warga negara China dan juga warga negara lain yang mengunjungi China selama 14 hari terakhir. 

Menyikapi situasi saat ini, pihaknya akan banyak menampilkan destinasi wisata domestik dan mancanegara yang tidak terdampak. Ada beragam destinasi menarik yang ditawarkan kepada pengunjung selama berlangsungnya pameran selama tiga hari disertai dengan penawaran berbagai harga khusus dan promosi bagi pengunjung.

Diantaranya, Paket Wisata ke berbagai destinasi favorit di Indonesia (3 Hari 2 Malam) dengan harga mulai 1 jutaan, seperti: Yogyakarta : Rp. 1.610.000,-Malang : Rp. 2.020.000,Banyuwangi :Rp. 2.510.000, Bali : Rp. 2.310.000, Lombok: Rp. 2.510.000, Belitung : Rp. 1.910.000,-Medan : Rp. 3.210.000 dan masih banyak lagi.

ASTINDO Travel Fair didukung oleh multi airlines menjadikan consumer show ini berbeda dengan kebanyakan travel fair yang lain. Harga dan kualitas destinasi menjadi pertimbangan masyarakat berwisata. 

“Untuk itu kami bekerjasama dengan 16 airline partners dan travel agent anggota ASTINDO menawarkan harga tiket dan paket wisata dengan harga promo selama berlangsungnya travel fair,” jelasnya.

Dengan dukungan mitra perbankan dan asuransi maka pengunjung akan menikmati kemudahan dalam bertransaksi serta asuransi perjalanan gratis. Kemudahan pembayaran (cicilan dan cashback) yang ditawarkan selama Travel Fair dapat dimanfaatkan untuk pembelian paket tour libur lebaran, dan sebagainya.

Typical consumer sekarang ini membeli tiket untuk perjalanan beberapa bulan yang akan datang jadi kami optimistis pengunjung akan meningkat apalagi tersedia Shuttle Service dari JCC ke Plaza Senayan,”

Ada voucher dari Bluebird, voucher Belanja 20% untuk produk koper, voucher 15% untuk pembelian semua produk, voucher dari Mapemall setiap Pembelian tiket Masuk, undian Lucky Draw berhadiah Tiket Domestik & Mancanegara.

 

ASITA WISE Travel Fair 2020 Bidik Wisata Inbound

this formate

Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo bersama kalangan industri wisata ( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela mendukung digelarnya ‘ASITA WISE Travel Fair 2020’ yang menjual paket-paket wisata menarik untuk menggerakkan pariwisata 

“Acara semacam ini sangat penting dalam industri pariwisata Tanah Air. Kita ketahui bersama, saat ini dunia sedang dilanda wabah virus corona sehingga sangat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk traveling ke luar negeri,” kata Angela.

Wabah itu sangat berdampak, tidak hanya di Indonesia tapi secara global. Untuk itu pihaknya mendorong kepada industri pariwisata untuk terus menjual paket-paket perjalanan yang menarik. Dan ini selaras dengan apa yang ASITA kerjakan di ASITA Wise Travel Fair 2020,” kata Angela Tanoesoedibjo.

ASITA WISE Travel Fair 2020 akan berlangsung pada 3 hingga 5 April 2020 di Hall 1, Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Mengusung konsep Business to Business (B to B) dan Business to Customer (B to C), tahun ini terdapat 185 perusahaan yang ikut serta sebagai seller dan menargetkan 20.000 pengunjung per-hari. 

Angela Tanoesoedibjo menjelaskan, saat ini Kemenparekraf juga sedang menyiapkan usulan-usulan intensif yang akan diberikan ke industri pariwisata. Pemerintah juga telah melakukan penjajakan ke berbagai maskapai untuk membuka rute-rute dan hub baru ke Indonesia, sebagai strategi untuk menanggulangi dampak dari virus corona dalam perjalanan wisatawan. 

“Kami akan memastikan Calender of Event akan terus berjalan khususnya yang berskala internasional. Yang bisa mengundang media asing untuk melihat langsung kondisi Indonesia saat ini yang aman dan dapat dikunjungi,” kata Angela.

Ketua ASITA Nunung Rusmiati menjelaskan, ‘ASITA WISE Travel Fair 2020’ akan menjadi pameran pariwisata terbesar Indonesia di awal tahun dengan menghadirkan konten dan promo menarik.

“Ada discount hingga lebih dari 70 persen . Eksibitornya mulai dari hotel, airlines, e-commerce, travel agent, travel online dan diikuti oleh anggota ASITA dari 34 provinsi. Tujuannya untuk memfasilitasi pelaku usaha pariwisata memperkenalkan produk mereka dan para agen perjalanan wisata,” katanya.

ASITA WISE Travel Fair 2020 juga disupport oleh ticketing management system tiketapasaja(dot)com dan akan diisi dengan berbagai konten menarik setiap harinya serta menghadirkan suguhan entertainment dari Gold Light Entertainment. 

Melalui kerja sama dan acara travel fair tersebut diharapkan dapat membawa dampak yang positif bagi industri. Untuk target pengunjung sendiri, Rusmiati mengatakan bahwa mereka berharap setidaknya terdapat sekitar 20 ribu pengunjung yang datang setiap hari.

Meski baru akan diadakan tahun ini, tetapi perencanaan acara pasar pariwisata tersebut ternyata sudah dibahas sejak tahun lalu.

“Masyarakat Indonesia cenderung lebih senang pergi ke luar negeri. Mengapa tidak memanfaatkan potensi di dalam negeri,” tutur CEO Gold Light Entertainment Alim Gunadi.

 

Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum  www. bisniswisata.co.id terpilih jadi anggota LSF

this formate

Rita Sri Hastuti, anggota Lembaga Sensor Film ( LSF) 2019 -2023

JAKARTA. bisniswisata.co.id : Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum Portal berita wisata www. bisniswisata.co.id terpilih menjadi anggota Lembaga Sensor Film ( LSF) setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada 10 – 11 Februari 2020.

” Saya baru dapat informasi dari teman-teman dan baca Republika.co.id dimana Komisi I DPR RI menetapkan 17 anggota Lembaga Sensor Film (LSM) untuk periode 2019 – 2023 setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada 10 – 11 Februari 2020,” kata Rita Sri Hastuti menanggapi penunjukkan tersebut, hari ini.

Rita yang baru pulang dari Hari Pers Nasional ( HPN) 2020 Banjarmasin, Minggu sebagai  Ketua Panitia Tetap Anugerah Adinegoro langsung mengikuti Fit & Proper Test yang digelar DPR pada Senin-Selasa.

Sukamta,  Anggota Komisi I DPR RI berharap anggota LSF yang terpilih bisa mengikuti kebutuhan zaman. “Tantangan dunia perfilman ke depan semakin berat. Bangsa ini butuh anggota LSF yang mampu menjawab tantangan zaman, yaitu yang cakap, berintegritas, cepat, kreatif dan inovatif.

Seleksi anggota LSF telah memilih 17 orang yang diamanahkan sebagai penjaga moral bangsa lewat dunia film untuk menjawab tantangan-tantangan zaman periode 2019-2023. Adapun hasil rapat internal Komisi I DPR RI mengenai anggota LSF yang mewakili rakyat yakni 1. Ahmad Yani Basuki,2. Arturo Gunapriatna 3. Ervan Ismail,4. Fetrimen, 5. Hafidhah,6. Joseph Samuel,7. Mukayat Al Amin, 8. Naswadi,  9.Noorca M Massardi, 10. Rita Sri Hastuti, 11. Rommy Fibri Hardiyanto. 12. Tri Widyastuti.

Sementara yang terpilih mewakili pemerintah adalah 13. Andi Muslim, 14. Kuat Prihatin,15. Nasrullah, 16. Rosery Rosdy dan 17. Saptari Novia Sari.

Sukamta menambahkan, beberapa hal yang dijadikan materi yang digali saat fit proper test di antaranya terkait self-censorship (sensor mandiri) yang digalakkan agar masyarakat dan keluarga-keluarga berperan aktif untuk membentengi anggota keluarganya dari film-film yang berkonten negatif. 

Sensor dilakukan dari dua sisi, yaitu dari negara dengan infrastruktur yang dimiliki, juga dari sisi khalayak pemirsa. Selain itu sensor mandiri ditekankan pula kepada para pembuat film agar film-film yang lahir berkualitas memiliki konten yang sesuai peraturan perundang-undangan.

Sukamta  menilai, film sangat bisa mempengaruhi cara berpikir dan perilaku seseorang, disadari atau tidak, langsung atau tidak langsung. Karenanya keberadaan LSF sebagai penjaga moral bangsa melalui film sangatlah penting. Apalagi, data tahun 2020 bisa tembus 60 juta orang yang menonton film di bioskop. 

Legislator Yogyakarta ini juga menjelaskan, salah satu tantangan itu adalah data dari tahun ke tahun jumlah penonton film di bioskop semakin meningkat. Menurut sumber Databoks, pada tahun 2015 penonton bioskop sebanyak 16.2 juta, tahun 2016 sebanyak 37.2 juta, tahun 2017 sebanyak 42.7 juta dan tahun 2018 sebanyak 50 juta. 

Data BEKRAF tentang jumlah bioskop pun menunjukkan pertambahan hingga 136,5 persen dalam waktu 6 tahun, demikian juga jumlah layar bertambah hingga 188,34 persen. 

“Ini merupakan tantangan bagi kita sekaligus kabar gembira bahwa film tetap menjadi salah satu hiburan bagi masyarakat, terlepas mereka menonton di bioskop atau lewat layanan over the top,”

Akan berbahaya bagi masa depan bangsa jika film yang tayang tidak berkualitas dan negatif. Sebaliknya masa depan bangsa akan cerah jika masyarakatnya menonton film-film yang positif dan berkualitas.

Undang-undang No. 33 tahun 2009 tentang Perfilman Pasal 6 mengatur bahwa konten film tidak boleh mengandung isi yang mendorong khalayak umum melakukan kekerasan dan perjudian, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya; menonjolkan pornografi; memprovokasi terjadinya pertentangan SARA. 

Sebaliknya, sesuai Pasal 3 konten film harus sesuai dengan tujuan perfilman, yaitu terbinanya akhlak mulia, terwujudnya kecerdasan kehidupan bangsa, terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatnya harkat martabat bangsa, berkembang dan lestarinya budaya bangsa, dikenalnya budaya bangsa oleh dunia internasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berkembangnya film berbasis budaya bangsa yang berkelanjutan.

“Akhirnya seleksi anggota LSF sudah selesai. Telah terpilih 17 orang yang diamanahkan sebagai penjaga moral bangsa lewat dunia film untuk menjawab tantangan-tantangan zaman periode 2019-2023. Saya ucapkan selamat bertugas atas amanah tersebut,” kata Sukamta.

 

Momentum HPN, Pemprov Kalsel Luncurkan Bus Wisata Vintage dan Galakkan Wisata Sungai

this formate

Presiden Jokowi dan undangan VIP menikmati bus wisata. ( foto-foto Humas HPN 2020)

BANJARMASIN, bisniswisata.co.id: Manfaatkan Momen HPN 2020, pemprov Kalimantan Selatan meluncurkan peresmian operasional bus wisata bergaya Vintage ala rumah Banjar yang digunakan oleh Presiden Jokowi serta para undangan VIP lainnya di area lokasi penanaman pohon.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Hutan Pers Taman Spesies Endemik dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020, Sabtu lalu ditandai dengan penananaman pohon Marsawa di hutan yang berada tidak jauh dari kantor Gubernur Kalimantan Selatan yang baru di Banjarbaru.

Keberadaan Bus Pariwisata itu juga sebagai simbol keseriusan pemerintah daerah mengoptimalkan pembangunan kepariwisataan. Oleh karena itu Ketua PWI Pusat, Atal S Depari mengungkapkan apresiasi ketersediaan bus Pariwisata di lokasi Presiden Joko Widodo melakukan penanaman pohon, di area Perkantoran Pemprov Kalsel.

“Terlebih RI 1 bersama sejumlah menteri berkenan ikut naik bus dan tampak senang di sepanjang jalan menuju lokasi Peringatan HPN, Perkantoran Setdaprov Kalsel,” katanya.

Atal S Depari juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan tinggi kepada Gubernur H Sahbirin Noor dan jajaran atas perhatian luar biasa dalam mendukung HPN 2020.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalsel atas keramahan menyambut setiap tamu yang datang.”Tiada ucapan terbaik di HPN tahun ini selain terimakasih dan kesan sangat, sangat luar biasa,” ujarnya.

Bus Wisata baru andalan Dispar prov. Kalsel

Ketum PWI Pusat Atal S Depari bersama istri, Indah Kirana, Ketua IKWI, menikmati wisata Sungai Martapura. Banjarmasin.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengatakan bentuk busnya sengaja dibikin unik, bergaya vintage alias jadul dan ada sisipan budaya khas Banjar dengan warna kuning menyolok, warnanya bubuhan Banjar,” ungkap Sahbirin Noor atau yang akrab dipanggil Paman Birin.

Untuk sementara ini, lanjut  Paman Birin, bus wisata tersebut akan melayani rute Banjarbaru ke Desa Kiram dan Tahura Sultan Adam, dua destinasi yang digenjot potensi wisatanya oleh Pemprov Kalsel. 

Namun tidak menutup kemungkinan akan diperluas lagi rute yang dilalui bus wisata tersebut ke destinasi-destinasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

“Bukan hanya destinasi wisata alam, Dinas Pariwisata Prov Kalsel juga berencana memperluasnya menjadi wisata religi, budaya, dan wisata kuliner,” terang Paman Birin.

Saat pertemuan insan pers  dihadapan Presiden Jokowi, Paman Birin sempat berpesan agar semua tamu HPN 2020 tidak lupa membawa pulang oleh-oleh intan dan kain Sasirangan yang menjadi suvenir khas Martapura dan Kota Banjarmasin.

Pariwisata Pemprov Kalsel memang menggeliat saat perhelatan nasional itu terutama untuk kegiatan di Siring, Pasar Terapung Kuin dan wisata kuliner. Toko kerajinan juga diserbu banyak pembeli. 

Humas HPN mencatat sekitar 4000 peserta termasuk pendamping, rombongan duta besar negara sahabat, para undangan dari berbagai organisasi pers termasuk Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia ( IKWI) yang dipimpin Indah Kirana, istri Ketum PWI, Atal Depari.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari dan istri menyempatkan diri menikmati wisata di Sungai Martapura yang merupakan anak Sungai Barito. Keduanya menaiki perahu dari pinggir sungai di Taman Siring ditemani Bendahara HPN, Dar Edi Yoga dan salah seorang panitia Bidang Pameran HPN, Wilson Bernadus Lumi. Atal S Depari tampak sangat menikmati perjalanan menyusuri sungai Martapura.

Sungai Martapura sendiri merupakan tempat pertemuan berbagai anak sungai yang banyak terdapat di sekitar Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sungai ini memiliki peran sentral dalam detak nadi kota. 

 

Kreatif, Darah NKRI : AVPN Southeast Asia Summit I Bali

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: INDONESIA berada pada titik kritis dalam mengatasi tantangan sosial-ekonomi dan lingkungan. Negara tidak hanya membutuhkan solusi inovatif, tetapi juga diperlukan aksi  kolaborasi aktif sektor swasta, publik, dan masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Yaitu agenda pembangunan lima tahun, dengan fokus 118 target Sustainable Development Goals (SDGs). Demikian ditegaskan Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam penyelenggaraan AVPN– Southeast Asia Summit I di Bali, 12 – 14 Februari 2020.

Pada kesempatan tersebut, MenParEkraf Wishnutama Kusubandio  mengingatkan bahwa sektor ekonomi kreatif di Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, sangat penting untuk membangun ekosistem yang kondusif agar industri ini jadi unggulan. Pemerintah memastikan dukungan yang dibutuhkan oleh industri akan terpenuhi. Contohnya, skema pembiayaan yang dapat diakses usaha kecil dan menengah adalah kunci sukses untuk memelihara bisnis up-stream tersebut.

“ Kreativitas selalu ada dalam darah kita yang tumbuh dalam budaya dan tradisi nusantara,” tegas Wishnutama.

AVPN (Asia Venture Philantrophy Network) Southeast Asia Summit I di Bali diselenggarakan untuk memahami lebih dalam dan meningkatkan kesadaran stake holder pembangunan akan isu-isu kritis seperti perubahan iklim, kesetaraan gender, pendidikan, dan pemerataan mata pencaharian yang sedang dialami Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara. Lebih dari 400 peserta mewakili generasi penerus impact investor, perusahaan, pembuat kebijakan, dan para perantara. Pertemuan ini memberikan ruang terjalinnya kerjasama kolaboratif berkelanjutan serta  menciptakan gerakan yang memiliki dampak berkelanjutan.

“Dengan keberagaman peserta memungkinkan terjadi kolaborasi yang bermakna,  ada kesempatan untuk menemukan partner yang memiliki tujuan sama, belajar pengalaman terbaik, dan memimpin suatu gerakan ekonomi sosial berkelanjutan, ” kata Veronica Colondam, Pendiri dan Direktur Utama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).

Investasi Sosial

AVPN – Southeast Asia Summit I menampilkan pembicara Suharso Monoarfa, Menteri Badan Pembangunan dan Perencanaan Nasional Republik Indonesia; Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Shuichi Ohno, Presiden dari The Sasakawa Peace Foundation; M Arsjad Rasjid P. M., Ketua Indika Foundation dan Direktur Utama Indika Energy; Veronica Colondam, Pendiri dan Direktur Utama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB); Anna Skarbek, Direktur Utama ClimateWorks Australia; Svida Alisjahbana, Direktur Utama GCM Group; dan Virginia Tan, Founding Partner dari Teja Ventures.

Berkaitan dengan visi investasi sosial, British Council, UNESCAP,  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, merilis Laporan Ekonomi Kreatif guna menilai perusahaan ekonomi kreatif di Indonesia yang mencari dana investasi sosial, dan mengidentifikasi organisasi yang dapat menyediakan modal tersebut. Sementara the Sasakawa Peace Foundation, bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Pemerintah Australia (DFAT), segera meluncurkan Perangkat Inkubator dan Akselerator Lensa Gender (GLIA) atau Gender Lens Incubator and Accelerator (GLIA) Toolkit, sumber daya interaktif yang ditujukan kepada praktisi inkubator dan akselerator. GLIA Toolkit menyediakan alat praktik, strategi, dan studi kasus dunia nyata dari Asia Tenggara untuk membantu para perantara sehingga dapat membuat pekerjaan mereka lebih mudah diakses dan inklusif untuk semua gender.

Perlu dipahami, AVPN adalah  sebuah jaringan penyandang dana berbasis di Singapura.  Berkomitmen membangun komunitas investasi sosial berdampak tinggi di Asia. Meningkatkan aliran modal finansial, sumber daya manusia, dan intelektual ke sektor sosial dengan menghubungkan dan memberdayakan para pemangku kepentingan utama dari penyandang dana ke organisasi tujuan sosial yang mereka dukung. Dengan lebih dari 600 anggota di 34 negara, AVPN mengkatalisasi gerakan menuju pendekatan  strategis, kolaboratif, dan berfokus pada hasil untuk investasi sosial, memastikan bahwa sumber daya telah digunakan se-efektif mungkin untuk mengatasi tantangan sosial yang dihadapi saat ini dan di masa depan.

Mengenal Lebih Dekat Kabirkom Sekretariat Kemenparekraf, Agustini Rahayu

this formate
JAKARTA, bisniswisata.co.id : Para pejabat baru Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) sudah dilantik Menparekraf Wishnutama baru-baru ini, tepatnya Rabu (5/2/2020) di Jakarta.

Salah satunya, pejabat Kepala Biro Komunikasi (Kabirkom) Sekretariat Kemenparekraf/Sekretariat Utama Baparekraf. Nama lengkap pejabat teranyar itu Agustini Rahayu, ST., M.Si, yang akrab disapa Ayu.

Sebelumnya jabatan terakhir perempuan kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1975 ini sebagai Asisten Deputi Pemasaran II Regional IV sejak 2018 sampai dengan sekarang.

Sewaktu mendapat kabar Ayu dilantik menjadi Kabirkom menggantikan pejabat sebelumnya Kabirkomlik Kemenpar, Guntur , ucapan selamat langsung dikirimkan  lewat pesan WA, sama seperti ucapan serupa ke sejumlah pejabat baru lainnya.

“Slamat ya sudah dilantik jadi Kabirkom Kemenparekraf/Baparekraf,” begitu isi pesan WA yang dikirim ke Ayu.

Beberapa jam kemudian, Ayu baru membalasnya.

“Hallo Mas Adji…maaf slow respon. Masih transisi nih…plus posisiku yg sebelumnya belum terisi, jadi nge-double dulu,” kata Ayu, akhir pekan lalu.

Ayu mendampingi Menparekraf Whisnutama saat kalangan pers melakukan Doorstop du Balairung Soesilo Soedarman

Ketika ditanya pendapatnya soal penulisan berita pariwisata yang bagus, jebolan S.1 Teknik Sipil Arsitektur dan Universitas Indonesia Ilmu Komunikasi ini mengatakan kalau angle berita untuk dunia pariwisata harus memakai narasi positif dalam kemasan berita untuk mendorong kejelasan informasi yang dibutuhkan travelers.

“Sejenis soft marketing communication yah Mas,” terang Ayu yang pernah menduduki posisi Kasubdit Wilayah Eropa 2013-2015 dan Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Media Elektronik 2015-2018.

Perihal banyaknya media peliput pariwisata, Ayu yang juga pernah memiliki karir sebagai Plt. Kabid Kemitraan Industri Pariwisata Januari 2018 dan Kabid Pemasaran Area IV Februari 2018 ini menilai positif.

“Namun memang konsistensi dan integritas media perlu dimaintain,” ujarnya dikutip dari Travelplus

Beberapa orang pernah menjabat sebagai Kahumas (kini istilahnya berganti nama jadi Kabirkom), antara lain Tjetjep Suparman jaman Menpar-nya Joop Ave, lalu Surya Dharma, I Gusti Ngurah Putra (era Jero Wacik), Noviendi Makalam dan Vincent Jemadu (masa Mari Elka Pengestu), dan Guntur Sakti (saat Menpar-nya Arief Yahya).

Kini di era Menparekraf Wishnutama, Ayu yang menjadi Kabirkom. Ayu adalah Kabirkom perempuan ke dua dan termuda di kementerian yang membidani kepariwisataan selama ini setelah Dra. Titien Soekarya ,M.Si  yang jabatan terakhirnya di Kemenpar sebagai Staff Ahli Menteri. Sukses dan semangat mbak Ayu.

Lupakan Novelcorona dan ASF

this formate

BALI, bisniswisata.co.id:” WEEKEND pulkam yuuuk?” Ajakan teman saya ini adalah tantangan. Dia asli dari Bali Utara, desa Bengkala Buleleng. “Explore babi hitam asli Bali”, lanjutnya. Nah, ini dia, explore babi hitam ditengah semaraknya pemberitaan virus Novelcorona dan African Swine Fever (ASF) —penyebab kematian ternak babi di Bali—.

Pemberitaan dan sebaran medsos tanpa menyebutkan babi jenis apa yang terserang virus ASF. Babi- babi yang tewas tersebut apakah di peternakan besar, kecil, menengah, atau babi peliharaan  rumahan? Tanpa menyebutkan jenis babi, jenis kandang dan pakan babinya. Dan sampai saat ini, Balai Veteriner Bali menegaskan status virus ASF di Daerah Bali masih suspect, belum positif. Akibatnya permintaan babi dan daging babi, di perkotaan “terjun bebas”, tetapi masyarakat di desa- desa tidak sepanik masyarakat perkotaan.

“Paparan hoax relatif minim, maklum daerah blankspot, signal up and down, jadi sepentingnya saja berlayar di dunia maya, ” ungkap teman di Rumah Intaran Gede Kresna.

Hal explore babi hitam yang identik dengan kebutuhan upacara di Bali, bukan reaksi atas virus corona atau ASF.

“Mencari solusi menurunnya minat masyarakat untuk beternak babi hitam. Khewan yang diperlukan sebagai pelengkap upacara. Dan beberapa dekade yang lalu beternak babi hitam adalah sebuah gaya hidup rumah-rumah, di desa-desa di Bali,” ungkap Ketua Koprasi Pangan Bali Utara, Tobing Crysnanjaya.

Koprasi Pangan Bali Utara menggelar lokakarya “Beternak Babi Hitam Rumahan”, Sabtu, 15 Februari 2020. Lokakarya dipandu langsung oleh Ketua Koperasi Tobing Crysnanjaya,  menghadirkan dua narasumber yaitu Ketut Erawan dari Desa Julah yang beternak babi di pekarangan rumahnya. Dan Jend Oktavianus May, seorang arsitek muda asal Ende, Flores, NTT yang masa kecil dan masa remajanya peternak babi  di rumahnya. Mereka adalah orang-orang yang sangat mengerti bagaimana memelihara babi mulai dari mengerti kebiasaan dan ketidaksukaan babi, merawat kandangnya, makanan kesukaannya, pantangan-pantangan dan sebagainya.
Lokakarya ini terbuka untuk umum yang berniat menambah pehaman, seperti biasa, kegiatan di koperasi adalah kegiatan social, tidak berbayar.  Semua peminat wajib mendaftar pada Dudek Biroe Saputra agar tuan rumah mempersiapkan diri dan mempersiapkan konsumsi yang cukup. Peserta boleh membawa jajanan atau minuman khas desanya.Dengan catatan tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, tanpa pewarna buatan, tanpa MSG, tanpa kemasan plastik. Atau boleh membawa bibit-bibit otentik untuk dipertukarkan.
.
Babi yang Bahagia
Di tengah derasnya isu virus yang menyerang babi di Bali, kampanye konsumsi daging babi ala Pemrov Bali dan himbaukan “pengingat” masyarakat Bali untuk  mepatung (urunan untuk membeli khewan sembelihan). Pengurus Koprasi Pangan Bali Utara, terdorong untuk menyampaikan bagaimana nenek moyang masyarakat Bali yang Hindu, memelihara babi hitam di Bali Utara.

Makanan babi pun diolah, dimasak dengan baik dan benar, seperti menyediakan konsumsi sehari- hari keluarga. Bagian penerapan Tri Hita Karana bagi masyarakat Bali yang Hindu. (@Rumah Intaran)

“Babi- babi peliharaan itu, bahagia. Makanannya sehat, hanya dari bahan-bahan alami dan direbus hingga matang. Organik dan vegan. Kandangnya bersih, babi-babi juga dimandikan setiap hari,” ungkap Gede Kresna.
Harus diakui, isu tentang virus ASF ini begitu dahsyatnya sehingga permintaan babi menjelang hari raya Galungan menurun. Padahal babi-babi hitam yang diternakkan oleh masyarakat di rumah-rumahnya dengan cara-cara yang sehat tidak terkena dampaknya. Untuk itu Koperasi Pangan Bali Utara mengajak masyarakat Bali, kembali beternak babi hitam dengan cara-cara yang sehat.

 “Konsumsi daging babi sudah kita lakukan sejak dulu dan terekam di dalam DNA kita. Kita tidak mesti meninggalkan tradisi ini, hanya karena pengaruh aliran atau isu global warming yang justifikasinya diambil entah dari mana,” tegas Tobing Crysnanjaya mengingatkan.

Jika dikaitkan dengan program ASEAN Gastronomy Tourism, Bali identik dengan Babi Guling, Lawar, be Tutu dengan base genep nya. Dan ini kudapan yang digandrungi wisatawan RRT, Jepang, Korea dan sejumlah etnis di kawasan ASEAN. Kekhasan olahan dapur anggota (10 negara se ASEAN) tersebut memperkaya khasanah Gastronomy Tourism ASEAN. Memperkaya pilihan, memenuhi selera lidah, paham budaya, respek tradisi.

Aksi Karyawan: Brand Ambassador Perusahaan

this formate

HELLO teman-teman hotelier dan industri pariwisata, juga penggiat industri ikutanya!

Memasuki bulan ke-dua perihal wabah corona virus (2019-nCoV), pemerintah pusat rupanya masih meng-godog untuk mematangkan strategi penanganannya demi kepentingan nasional.

Daripada berhandai-handai menunggu keputusan tepat tetapi indefinetely, yang saya pikirkan sekarang adalah terobosan kinerja. Aksi darurat ini perlu kita lakukan dengan memberdayakan semua sumber, supaya kita jangan sampai memasuki masa paceklik atau krisis keuangan di bisnis perusahaan kita.

 Apakah teman-teman sudah membaca tulisan saya tentang “seragam”?

Inilah saatnya untuk empowering karyawan kita. Program darurat untuk kepentingan jangka panjang dalam hal menjadikan karyawan sebagai brand ambassador yang” menjuara”.

Maaf ini opini dan pemikiran saya.

Doc.KumHam

Di era digital dan sosial media freak ini,  jelas bahwa siapa pun ingin dan bisa menjadi brand nya sendiri. Segala sesuatu yang kita posting secara online adalah menunjukkan identitas personal kita. Dari mulai siapa-nya, apa-nya seperti kegiatannya – makanannya – busananya dll, dan mengapa-nya.

Karena ini kondisi “siaga”, maka mulai hari ini, perusahaan perlu mengutamakan, mengajak partisipasi aktif kreatif karyawan untuk berinteraksi dengan networknya di sosial medianya masing-masing. Mari kita gunakan forum meeting mau pun briefing harian untuk mengajari karyawan kita, menjadi #BrandAmbassadors.

Tentunya sangat perlu kita memberikan panduan yang jelas dan sosmed pribadi yang bisa dipergunakan adalah semuanya. Yes, sepunyanya saja tidak usah diminta membuat yang baru. Sosmednya termasuk Linkedin, Instagram IG, Facebook FB, Stories IG dan FB, Twitter, WA status, Line, Telegram, Viber dan masih ada beberapa lagi.

Tetapi manajemen perusahaan “bukan” menginstruksikan brand ambassadors untuk “menjual”, melainkan menciptakan koneksi yang lebih intim dan penuh perhatian juga jangan lupa mengarahkan untuk mendrive traffic sosmed nya ke website perusahaan.  Manajemen perlu mempersiapkan video, foto-foto dan cerita-cerita menarik untuk di copy-paste atau dimodifikasi oleh semua #brandambassadors. Go personal. Make it fun and happen.

Ingat, tujuan dari setiap sosial media berbeda-beda, maka konten pun harus menyesuaikan medianya. Secara logis kalau kita berhitung, satu karyawan mempunyai berapa followers atau friends? Maka dengan semua karyawan secara aktif ber-aksi memposting banyak hal sesuai panduan tentang tempat kerjanya,  perusahaan kita akan berkembang secara organik. Perkembangannya bisa sampai termasuk perubahan  corporate culture, visi, misi, values dan brand promise perusahaan kita. Aksi kerja “bareng” ini dapat menghemat  banyak uang marketing untuk beriklan!

Teman-teman mestinya sependapat dengan saya, bahwa di dalam semua bisnis yang nomer satu (1) harus ada adalah pasarnya dulu. Dan cara untuk mendapatkan pasar adalah membangun kepercayaan. Dan untuk mendapat kepercayaan pasar, kita melakukan banyak kegiatan aktif kreatif yang terfokus pada customer service.

Jadi siapakah yang memberikan service kepada customer? Ya, semua karyawan dari pimpinan tertinggi perusahaan sampai jabatan terendah. Maka, sudah cocoklah kalau kita sebut karyawan adalah #brandambassador.

Beginilah fakta ilmu marketing sebenarnya orang tidak hanya membeli brand. Mereka membeli dari orang yang mereka kenal dan mereka percayai. Karyawan kita paling tahu tentang perusahaan tempat mereka bekerja jauh lebih baik dibandingkan siapa pun!

Sangat banyak perusahaan berpartner dengan karyawan mereka sendiri dan memperhitungkan karyawan sebagai salah satu aset perusahaan yang paling berharga.  Secara otomatis semua karyawan membantu memasarkan brand perusahaan, tempat mereka menggantungkan kehidupan.

Bagi saya, sudah saatnya semua karyawan boleh membawa hape masing masing ke tempat kerjanya. SOP harus diubah. Karena perusahaan yang hendak serius menciptakan future leaders, harus mampu memberikan kepercayaan kepada tim kerjanya dengan tetap menggunakan fungsi kontrol. Wis ndak jaman mencurigai karyawan dengan seorang pimpinan perusahaan mengatakan “kalau staff dikasih bawa masuk hapenya nanti malah mengerjakan yang lain-lain di hape, bukan menyelesaikan tugasnya”

 Are you ready? Saya ucapkan selamat mempraktekkannya dan please share hasilnya dikemudian hari. Semoga bermanfaat.

Bali, 10 February 2020

Jeffrey Wibisono V.