“Pagebluk” COVID-19 dan Kecanggungan Kita Menjaga Diri

this formate

PAGEBLUK dengan nama awal 2019-nCoV dan sekarang disebut Coronavirus Disease 2019 dipendekkan menjadi  COVID-19. Secara historis kitamulai dengan Kota Wuhan dan belasan kota lainnya di Provinsi Hubei telah dikarantina sejak 23 Januari 2020 lalu. Kemudian karantina seluruh provinsi Hubei di negara Cina daratan yang berpopulasi hampir 60 juta. Popularitas kota Wuhan dalam sekejap mampu menggiring berbagai reaksi terhadap penanggulan wabah ini. Kemudian membuat dunia jungkir-balik dalam hitungan hari.

Berbagai negara salah satunya Indonesia mulai 5 Februari 2020 melakukan pelarangan pengunjung masuk dari Tiongkok. Selanjutnya diikuti pembatalan beberapa penerbangan internasional. Pastinya sebagian besar digerakkan secara komersial, karena rendahnya jumlah penumpang (load factor). Selanjutnya, beruntun dalam beberapa minggu terakhir ini kita mendapat pengumuman penundaan sampai ke pembatalan berbagai acara acara olahraga, misi dagang,  kongregasi religius, dan ziarah keagamaan di luar negeri.

Pada 11  Maret 2020 WHO – World Health Organization akhirnya mendeklarasikan pandemi global secara resmi disampaikan oleh Direktur Jendralnya Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus . Momentum yang tepat?  WHO mendesak negara-negara diseluruh dunia untuk menunjukkan solidaritas dan menghindari celaan/stigmatisasi. Organisasi Palang Merah dunia-pun turun tangan untuk mengajarkan kita di seluruh dunia cara mencuci tangan yang benar. Buat saya ini hal yang ironis di era semua industri saling kejar-kejaran meng-aplikasi-kan AI – Artificial Intellegence memberdayakan robot sebagai rekan kerja.

Menjelang tengah malam 13 Maret 2020,  Amerika Serikat menutup semua perbatasannya, memblokade, menghentikan semua perjalanan masuk dari Eropa  selama 30 hari untuk memerangi ‘virus asing’, (tetapi tidak dari Inggris). Italia sepenuhnya disegel, India telah membatalkan hampir semua visa masuk (termasuk untuk orang India yang berkewarganegaraan asing) dan menutup perbatasan Myanmar. Thailand  telah membatalkan visa kedatangan pada 18 negara dengan persyaratan karantina sendiri untuk beberapa warga negara.Thailand membutuhkan asuransi sebesar US $ 100.000 dari beberapa warga negara.

Ketika COVID-19 merebak di luar kendali di provinsi Hubei.  Cina mengambil tindakan karantina, melakukan intervensi militer, dan mengeluarkan instruksi larangan bepergian.

Pertanyaannya sekarang, untuk Indonesia dan Bali sebagai pintu masuk pariwisata internasional khususnya. Bagaimana cara menangkal masuk dan menyetop penyebaran COVID-19 yang kita sebut superspreaderini?

Yang saya mengerti, sosialisasi dan pemahaman perihal superspreader tidak merata. Tidak sampai ke masyarakat.

Baik, sekarang apa sebenarnya superspreader ini?

Begini yang seharusnya kita ketahui, pahami dan lakukan kemudian. “Setiap Orang Bisa Cegah Penularan Lebih Lanjut”. DanIndonesia “harus belajar” dari pola penyebaran COVID-19 di negara-negara lain yang “bermula dari satu orang saja.

Superspreader adalah sebutan bagi orang yang menyebabkan orang lain sakit dengan jumlah yang jauh lebih banyak dari biasanya (Stein, 2011). Data menyebutkan bahwa orang yang sakit COVID-19 dapat menyebabkan 2-3 orang lain sakit (WHO, 2020). Namun, seorang superspreader COVID-19 dapat menularkan 10 orang sampai puluhan kali lipat dibanding orang biasa.

Mohon ijin, saya mengambil contoh kasus ITALIA

Pasien #1 (pertama) di wilayah Lombardia

Pasien pertama di wilayah  Lombardia ini bertemu dengan temannya yang baru pulang dari Tiongkok pada tanggal 21 Januari.

Pada tanggal 14 Februari, pasien ini mulai sakit dan pergi ke dokter umum.

Pada tanggal 16 Februari, kondisinya memburuk dan ia pergi ke rumah sakit (RS). Namun tidak ada perlakuan khusus bagi pasien ini, ia dirawat layaknya pasien biasa. Baru beberapa hari kemudian ia terkonfirmasi positif COVID-19.

Namun sebenarnya saat itu sudah terlambat.

Karena pasien ini tidak diisolasi sejak awal, pasien-pasien dan staf di RS tempat ia dirawat juga terinfeksi. Pasien ini juga dilaporkan memiliki kehidupan sosial yang aktif dan berinteraksi dengan banyak orang sebelum dirawat di RS.

Akhirnya, puluhan orang sakit karena kontak dengannya, yang kemudian menularkan ke orang-orang lainnya selama berminggu-minggu. Sampai sekarang, wabah di Italia masih belum terkendali, dan sudah menyebar ke seluruh Eropa. Pasien pertama di Lombardia terkonfirmasi tanggal 21 Februari. Perhatikan bagaimana jumlahnya melonjak tajam sesudah itu.

Efek domino Italia di Eropa:

Bagaimana wabah di Italia diikuti oleh wabah di berbagai negara di Eropa beberapa hari sesudahnya.

Kasus superspreader di Italia terjadi karena kegagalan sistem kesehatan dalam melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kemungkinan masuknya COVID-19 dan ketidaktahuan pasien #1 di Lombardia bahwa kontak dengan orang yang pernah melakukan perjalanan dari Tiongkok merupakan faktor risiko seseorang untuk terkena COVID-19.

Lalu untuk Indonesia!

Bagaimana cara penanganan kita terhadap Covid-19 ini telah disorot dunia.

Dapatkah kita membangun kembali kepercayaan dunia terhadap industri pariwisata yang kita unggulkan dengan menyebut pariwisata budaya?

Apakah social media influencer dan blogger mampu merubah cara pandang traveler dunia terhadap Indonesia dan Bali pada khususnya?

Dan bagaimana penduduk lokat, hotel, maskapai penerbangan dan sarana transportasi di Indonesia yang dinilai lamban merespon tantangan ini?

Sehingga kalau saya menggunakan Pitutur Jawa bisa saya ambil dari Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ronggowarsito yang mengatakan Ewuh Aya Ing Pambudi yang bahasa Indonesia-nya “serba ribet dalam bertindak”. Informasi yang tidak tepat, cerita tentang COVID-19 yang menjadi bahan olok-olok-an dan berpikiran bahwa COVID-19 ini didramatisir. Bahkan individu-individu yang secara terang-terangan seolah memproklamirkan dirinya “COVID-19, please challenge me!”.

Namun demikian, mari kita simak pula kutipan pesan moral dari wolak-walik-e jaman pada bait yang lain, seperti yang tertulis sebagai berikut ini :

Ikhtiyar iku yekti

Pamilihing reh rahayu

Sinambi budidaya

Kanthi awas lawan eling

Kanthi kaesthi antuka parmaning”

Berikhtiar itu Wajib

untuk memilih jalan yang baik

Sembari berusaha

Juga Harus berhati-hati dan waspada

Agar mendapat rahmat-Nya

Satu pesan ajaran yang sangat baik bagi kita. Bahwa untuk menuju dan mendapatkan jalan atau tujuan yang baik kita wajib untuk berusaha. Bukan hanya dalam lamunan. Sebaliknya pula, segala apa yang kita usahakan juga selayaknya ditujukan untuk tujuan yang baik, dibarengi dengan kewaspadaan dalam menjalaninya. Sehingga segala apa yang kita upayakan dan kerjakan senantiasa mendapat rahmat dan keberkahan dari Yang Maha Kuasa.

Saya rasa dan saya pikir ini juga salah satu inti dari ajaran tentang makna hidup dalam kita menyikapi COVID-19 ini.

Introfeksi Diri

Kontemplasi saya untuk mengambil hikmah dari perlambatan bisnis dan matapencaharian kali ini adalah menjadi sadar diri. Kita diajak untuk duduk diam, berpikir dan instrospeksi.

Ada ajakan untuk kembali ke keluarga, diam di rumah, berinteraksi dilingkungan kecil dan saling menjaga.  Saatnya sinkronisasi dan harmonisasi.

Untuk pekerja di perusahaan-perusahaan maju, diminta WFH – Work From Home. Disini pemberdayaan kecanggihan peralatan elektronik dan digital dimaksimumkan. Sehingga untuk pertemuan perusahaan cukup dengan sarana video-call.

Bagaimana dengan transaksi perdagangan domestik? Pastinya virtual mobile payment sangat membantu untuk membatasibersentuhan dengan mata uang fisik yang bisa kita curigai sebagai vector dan carrier COVID-19.

Hari ini, mari kita tunggu keputusan pemerintah Indonesia selanjutnya. Pada dasarnya masyarakat diminta untuk tetap tenang.

Tetapi “Kita harus jujur dan berani seperti Duterte, Presiden Philipina yang mengakui bahwa Rumah Sakit  di negaranya belum siap menampung korban yang melonjak. Sehingga ia mengambil langkah pencegahan yang maksimal,” kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra di akun Twitternya, Kamis (12/3).

Manila dikabarkan akan dinyatakan sebagai kota tertutup atau lockdown oleh Presiden Filipina, Duterte untuk menyelamatkan warganya dari ancaman virus corona baru atau Covid-19. Karena fasilitas RS di Manila tidak siap menampung lonjakan penderita Covid-19.

Siapkah kita melakukan langkah darurat untuk mencegah penularan lantaran setiap hari pasien positif corona terus bertambah? Mari kita monitor dari

https://www.worldometers.info/coronavirus/#countries

Apakah kita harus menunggu sampai kita “tidak mampu lagi melakukan penanggulangan?”

Saya hanya selalu memohon dan berdoa yang terbaik. Semoga pagebluk pandemi COVID-19 ini segera berlalu. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pernah berucap, bahwa bulan April 2020, COVID-19 akan berakhir dengan sendirinya. *Jeffrey Wibisono V.

Raja dan Ratu Belanda Menikmati Wisata Alam & Budaya di Danau Toba

this formate

Suguhan Tari Tor-Tor sambut Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerrutidi Dusun Siambat Dalan.

PARAPAT, Sumut, bisniswisata.co.id:  Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti menikmati keindahan alam dan budaya Danau Toba di hari terakhir lawatan kenegaraannya di Indonesia, hari ini.

Di kesempatan itu Raja dan Ratu Belanda beserta rombongan juga singgah ke sejumlah destinasi, setelah kemarin sempat mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Candi Prambanan.

“Mereka kagum dan sangat menikmati kebudayaan yang ada serta keindahan alam Indonesia. Di Danau Toba tadi bahkan sempat menyeberang ke Samosir,” kata Wishnutama usai mendampingi lawatan Raja  Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti di Danau Toba, Kamis (12/3/2020). 

Kunjungan ini diharapkan semakin meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara, termasuk di bidang ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar dalam menunjang perekonomian Indonesia ke depan. 

“Kemitraan Indonesia dengan Belanda ke depan, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, diharapkan terjalin dengan semakin kuat,” kata Wishnutama. 

Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti tiba di Bandar Udara Internasional Silangit, Sumatera Utara, pada Kamis pagi. Didampingi Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi dan Dirut BPODT Arie Prasetyo.

Rombongan langsung bertolak ke Bukit Singgolom di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba. Di lokasi ini rombongan Raja dan Ratu Belanda menikmati lansekap berlatar belakang Danau Toba dengan Pulau Samosir terlihat di kejauhan. 

Di kesempatan ini keduanya juga mendapat penjelasan tentang asal-usul dan sejarah Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia dan danau terbesar di Indonesia. Danau Toba juga telah didaftarkan sebagai warisan dunia dari UNESCO.

Setelah itu keduanya melanjutkan kunjungan ke Dusun Siambat Dalan, Kecamatan Tampahan. Di sana, mereka melihat rumah adat Batak yang sudah berdiri sejak 310 tahun lalu. Keduanya disambut dengan suguhan Tari Tor-Tor serta disematkan kain ulos yang kemudian dikenakan keduanya secara bersama. Mereka juga berinteraksi dengan tokoh masyarakat Desa Siambat Dalan. 

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Samosir melalui Pelabuhan Balige, Raja dan Ratu Belanda menyempatkan diri mendatangi Institut Teknologi DEL. 

Di Pulau Samosir, Raja dan Ratu Belanda mengunjungi Eco Village Samosir dan singgah di Hotel Inna Parapat, sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Belanda melalui Bandara Internasional Kualanamu. 

Lawatan kenegaraan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti dan kunjungan ke sejumlah destinasi juga mereka unggah ke akun resmi instagram Kerajaan Belanda @koninklijkhuis. 

 

Berbagai Negara Terapkan Cek Suhu Tubuh Sebelum Naik MRT

this formate

Cek suhu tubuh secara mandiri di Singapura ( foto: The Strait Time) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berbagai macam tindakan pencegahan mulai dilakukan perusahaan moda transportasi di dunia. Singapura di stasiun MRT-nya sudah memiliki kios pengecekan suhu tubuh mandiri. Selain itu juga menghadirkan hand sanitaizer bagi para pengemudi taksi, bus maupun masinis kereta.

Tak hanya Singapura, beberapa negara lain juga melakukan hal tersebut seperti di Indonesia yang menghadirkan hand sanitaizer di seluruh halte TransJakarta dan stasiun MRT Jakarta. Bahkan kereta maupun bus juga disemprotkan cairan desinfektan ke seluruh sudutnya seperti kursi, lantai, sela-sela hingga pegangan gantung.

Sedangkan di Taipei, MRT-nya memasang sistem inframerah di satu pintu masuk Stasiun Utama Taipei. Sistem ini akan membantu mengukur suhu penumpang yang akan naik kereta MRT. Dilansir kabarpenumpang.com dari laman taiwannews.com.tw , MRT Taipei tidak akan mengizinkan penumpang yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat Celcius untuk naik kereta.

Jika sistem inframerah tersebut mencatat suhu 37,5 derajat Celcius dan 38 derajat Celcius maka penumpang akan menggunakan termometer manual untuk pengecekan ulang. Nantinya bila hasil terkonfirmasi maka penumpang akan diizinkan masuk. Tetapi petugas MRT akan menyarankan penumpang dengan suhu tubuh 37,5 dan 38 derajat Celcius untuk berobat ke dokter atau ke perawatan medis sesegera mungkin.

Hal terparahnya adalah ketika suhu tubuh terdeteksi inframerah di atas 38 derajat Celcius maka penumpang akan ditolak masuk ke stasiun MRT dan akses kereta pun tertutup untuk mereka. Pejabat MRT Taipei mengatakan, sistem inframerah ini juga akan dipasang di stasiun tersibuk bila memang diharuskan.

Pelarangan naik kereta MRT pun juga dilakukan oleh pihak MRT Jakarta yang mengatakan jika penumpang memiliki suhu tubuh diatas 38,5 derajat Celcius tidak diperkenankan naik kereta. Tetapi penumpang akan disarankan untuk berobat ke dokter atau ke rumah sakit terdekat.

Sekarang pihak MRT Jakarta memberlakukan cek temperatur di setiap gate masuk di 13 stasiun MRT, dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran HI. Setiap penumpang yang suhunya lebih dari 37, artinya sudah mengalami demam dan tak diperbolehkan masuk menaiki MRT.

Cek suhu tubuh ini bisa jadi pengingat dan indikator setiap hari, apakah suhu tubuh kita normal atau sudah demam, sehingga bisa jadi acuan apakah perlu periksa ke klinik kesehatan atau tidak.

Langkah lainnya ialah dengan rajin mencuci tangan menggunakan hand sanitizer, sebelum dan sesudah naik MRT  menggunakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) gratis, yang disediakan untuk para penumpang.

Pembersih ditempatkan di titik-titik ramai penumpang, pada 13 stasiun MRT Jakarta. Pihak MRT Jakarta juga memberlakukan pembersihan secara intensif dan berkala, pada stasiun dan kereta dengan metode khusus.

 

Kemenparekraf Dorong Lahirnya Regulasi Untuk Lindungi Ekonomi Kreatif Domestik

this formate

Keris  bisa diusung menjadi produk industri kreatif, seperti batik. Keris adalah intangible heritage asli Indonesia yang telah diakui UNESCO. ( foto : Kemenparekraf) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan pihaknya tengah mendorong lahirnya peraturan/regulasi yang melindungi perkembangan ekonomi kreatif domestik.

“Hal ini untuk menciptakan ekosistem yang kondusif agar produk lokal dapat menjadi pemimpin di pasar negri  sendiri. Aektor ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia ke depan, sehingga dibutuhkan peran semua pihak dalam menciptakan ekosistem yang menunjang,” ujarnya, hari ini.

Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang punya potensi besar dalam bisnis ekonomi kreatif. Untuk itu Indonesia harus mengambil peran, terlebih PBB telah menyetujui tahun 2021 sebagai “International Year of Creative Economy for Sustainable Development” dimana Indonesia menjadi inisiator dalam resolusi tersebut. 

Tidak kalah penting adalah transfer pengetahuan dan kemampuan untuk pelaku kreatif di Indonesia. Saat ini pelaku industri ekonomi kreatif di dunia sudah banyak yang memanfaatkan analisis big data serta _artificial intelligence_ sehingga bisa memprediksi selera dan kemauan pasar. Juga melakukan produksi secara presisi dari sisi jumlah dan waktu.

Whisnutama juga menekankan pentingnya mengembangkan bibit unggul entrepreneur ekonomi digital di kalangan milenial dalam menciptakan karya kreatif. Sebagai tahap awal, ke depan akan dibangun _creative hub_ di 5 destinasi super prioritas; Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. 

Creative hub sebagai ruang berkreasi bagi masyarakat lokal setempat itu sekaligus akan menjadi media dalam menciptakan kemandirian ekonomi daerah.  “Lokasi ini akan digunakan untuk memaksimalkan potensi masyarakat seperti workshop, showcase, weekly creative event, dan sebagainya,”

Tempat itu untuk menghadirkan program mentoring dan  business matching berkelanjutan untuk wirausaha muda ekonomi kreatif. Dengan program- program inkubasi terpadu, ditargetkan akan lahir banyak karya-karya ekonomi kreatif terobosan untuk kebutuhan pasar yang kekinian. 

Sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif yang dimiliki Indonesia yakni; arsitektur, desain interior, desain-komunikasi-visual (DKV), desain produk, fashion, film-animasi-video, fotografi periklanan, kerajinan (kriya), kuliner, musik, aplikasi, pengembangan permainan, penerbitan, periklanan, tv dan radio, seni pertunjukkan, dan seni rupa. 

“Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang diperhitungkan dalam bisnis ekonomi kreatif di tingkat dunia,” kata Wishnutama. 

Di tahun 2019, 17 subsektor ekonomi kreatif memberi kontribusi besar dalam perekonomian tanah air. Berdasarkan data yang dihimpun dalam OPUS Ekonomi Kreatif tahun 2019, kontribusinya sebesar Rp 1105 triliun terhadap PDB nasional, yang membuat Indonesia berada di posisi ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam jumlah kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB negara. 

Diperkirakan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional di tahun ini meningkat 7.44 persen. Tidak sampai di situ, produk ekonomi kreatif nasional juga memiliki jumlah ekspor yang tinggi. 

Di tahun 2017 jumlahnya mencapai angka 20.50 miliar dolar AS. Sektor ekonomi kreatif juga memiliki serapan tenaga kerja yang tinggi, mencapai angka 17 juta orang di tahun 2019. 

“Jumlah tenaga kerja kita sangat banyak dibandingkan dengan tenaga kerja di regional yang lain. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat dengan 4,7 juta pekerja mampu menghasilkan 20 miliar dolar AS. Sudah sepatutnya kita bisa mengambil potensi ini dengan baik,” kata Wishnutama.  

Meski berkembang signifikan, Wishnutama mengakui ada ‘pekerjaan rumah’ dalam mengembangkan ekonomi kreatif tanah air.  Oleh karena itu dia mendorongnya regulasi maupun ekosistem dalam menghadapi persaingan global di era Revolusi Industri 4.0. 

Saat ini perbandingan jumlah produk kreatif lokal dengan impor di market place masih tidak seimbang. Di layanan e-commerce Indonesia saat ini, 70 persen diisi produk ekonomi kreatif dari luar negeri sedangkan ekonomi kreatif lokal hanya mengisi tidak lebih dari 10 persen. Hal serupa juga terjadi untuk pasar offline.

 

WHO: Pembatalan, Pembatasan Perjalanan Bukan Solusi Penahanan Virus Covid-19

this formate

SPANYOL, bisniswisata.co.id: Wabah penyakit Coronavirus (COVID-19) saat ini terus berkembang dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta  Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) berkomitmen untuk bekerja bersama dalam memandu sektor pariwisata menghadapi wabah global ini.

“WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau aktivitas perdagangan berdasarkan informasi terkini yang tersedia. Kerjasama adalah kuncinya dan mempersiapkan pemulihan,” kata Zurab Pololikashvili, Seketaris Jendral UNWTO yang bermarkas di Spanyol hari ini.

Pada berbagai pernyataan dalam rilis yang dikeluarkan UNWTO di situs resminya, Zurab Pololikashvili menjelaskan bahwa WHO bekerja sama dengan para ahli global, pemerintah dan mitra untuk secara cepat memperluas pengetahuan ilmiah tentang virus baru ini.

WHO  melacak penyebaran dan virulensi virus, memberikan saran kepada negara-negara dan komunitas global tentang langkah-langkah untuk melindungi kesehatan dan mencegah penyebaran  wabah ini.

“Pembatasan dan pembatalan perjalanan dapat menyebabkan gangguan yang tidak perlu dengan lalu lintas internasional, termasuk akan berdampak negatif pada sektor pariwisata,” ujarnya.

Pengalaman membuktikan sektor pariwisata hanya mengalami penurunan pada tahun 2003 setelah SARS dan perang Irak  tahun 2009 di tengah krisis ekonomi dan keuangan, dengan pemulihan yang kuat dan cepat pada tahun-tahun berikutnya.

Pariwisata internasional cenderung pulih dengan kuat dari guncangan eksternal dan krisis. Sektor pariwisata telah mengalami ekspansi yang terus-menerus, menunjukkan kekuatan dan ketahanan sektor ini dalam memberi manfaat bagi kawasan dunia.

Pembatasan perjalanan dan pembatalan penerbangan serta  pengurangan frekuensi penerbangan kini terbukti telah secara signifikan mengurangi pasokan paket-paket wisata serta perjalanan baik domestik maupun internasional ditengah permintaan yang terus menurun.

“Oleh karena itu kerja sama sektor pariwisata akan sangat penting dalam menghentikan penyebaran virus dan membatasi dampaknya pada masyarakat. Begitu pula kerjasama internasional sangat penting untuk memastikan sektor ini dapat secara efektif berkontribusi pada penahanan COVID-19,” kata Zurab Pololikashvili

UNWTO sebagai badan khusus PBB untuk pariwisata akan terus mendukung WHO, badan utama PBB untuk pengelolaan wabah ini dengan memberikan saran dan memberikan panduan khusus pariwisata

Sejak awal wabah, UNWTO telah bekerja erat dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan memastikan bahwa kesehatan masyarakat sangat penting sehingga perlu meminimalkan  gangguan yang tidak perlu untuk aktivitas perjalanan dan perdagangan.  

Selama masa krisis, pariwisata harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai bagian integral dari masyarakat luas.  Sektor ini harus mengutamakan manusia dan kesejahteraannya,” 

Dia juga mengingatkan bahwa turis ( wisarawan)  juga memiliki tanggung jawab untuk menginformasikan diri mereka sebelum mereka bepergian agar bisa  membatasi ancaman penularan. Mereka juga harus mengikuti rekomendasi WHO dan otoritas kesehatan nasional mereka sendiri.

Sampai hari ini, dengan mempertimbangkan skenario SARS, ukuran dan dinamika pasar perjalanan global, gangguan perjalanan saat ini, penyebaran geografis COVID-19 dan potensi dampak ekonominya, maka UNWTO memperkirakan kedatangan wisatawan internasional dapat menurun sebesar 1% hingga 3%.  

Hal ini akan mengakibatkan kerugian sekitar US$ 30- 50 miliar dalam pengeluaran wisatawan internasional. Sementara saat ini, Asia dan Pasifik menjadi wilayah yang paling terkena dampak dengan penurunan kedatangan wisatawan internasional yang diprediksi mencapai  9% – 12% pada tahun 2020.

“UNWTO menyerukan kepada pemerintah, organisasi internasional dan lembaga donor untuk me,jadikan sektor pariwisata sebagai prioritas dalam rencana dan tindakan pemulihan,” 

Usaha kecil dan menengah berkontribusi sekitar 80% pada sektor pariwisata dengan dampak berganda  pada jutaan mata pencaharian di seluruh dunia. Jika terus terjadi pembatalan kunjungan wisatawan dari dan ke luar negri maka berakibat pada perekonomian global.

“Itulah sebabnya karena semua lini pariwisata terkena dampak wabah virus Corona Covid-19 ini maka UNWTO menyerukan dukungan keuangan dan politik untuk langkah-langkah pemulihan  pariwisata dan memprioritaskan pemulihan yang lebih luas dan tindakan-tindakan ekonomi bagi negara-negara yang terkena dampak,” 

UNWTO akan terus memantau dampak COVID-19 terhadap pariwisata internasional dan menyediakan data dan analisis terbaru, tambahnya.

 

Jenasah Pasien COVID-19 No. 25 Dikremasi, 21 Orang Diisolasi

this formate

BALI, bisniswisata.co.id; WNA perempuan berusia 53 tahun yang dinyatakan positif COVID-19 kasus No. 25, didiagnosa juga menderita penyakit bawaan menderita diabetes, hipertensi, hiperteroid, dan penyakit paru menahun. Pada tanggal 11 Maret dini hari pukul 02.45 WITA pasien tersebut meninggal dunia dan pukul 12.30 WITA dikremasi di pemakaman Mumbul. Pasien masuk ke Bali melalui bandara Ngurah Rai, 29 Februari, sejak tgl 3 Maret pasien mulai mengalami demam dan dirawat di rumah sakit swasta. Pada tanggal 9 Maret dirujuk ke RS Sanglah.

“Perawatan, dilakukan sesuai protap atau prosedur penanganan pasien pengawasan COVID-19 karena menunjukan gejala COVID-19,” jelas Sekda Prov Bali, Dewa Indra selaku Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Corona Virus Desease(Covid- 19) Provinsi Bali.

Sampai saat ini (11/3) jumlah komulatif pasien dalam pengawasan di RS yang ada di Bali sebanyak 48 orang. Dari hasil dari tes swap di Jakarta, dinyatakan 38 orang negatif COVID-19. Sedangkan 9 orang masih menunggu hasil lab, dan satu orang positif COVID-19, kasus nomor 25. Sesuai protokol penanganan COVID-19, telah melakukan penyusuran terhadap orang-orang yang kontak dengan pasien. Diperoleh 21 orang yang melakukan kontak dengan pasien dari turun di bandara sampai pasien tiba di Rumah Sakit.

 “21 orang ini sudah dilakukan pengecekan oleh dinas kesehatan dan sampai saat ini mereka semua dalam keadaan sehat, dan mereka diisolasi dirumah masing- masing”, jelas Dewa Indra.

Terkait dengan hal tersebut, Sekda Dewa Indra menghimbau masyarakat Bali tetap tenang, waspada dan selalu menerapkan pola hidup sehat sehingga dapat terhindar dari paparan virus COVID-19 tersebut.

ASEAN

Perkembangan kasus virus corona di negara-negara ASEAN per Rabu (10/3/2020):

1. Brunei Darussalam

Pengunjung dari provinsi China, Zhejiang dan Jiansu, dilarang untuk masuk ke Brunei dengan pengecualian warga negara Brunei dan penduduk tetap. Hingga kini, belum ada kasus yang dilaporkan terjadi di negara ini. Akan tetapi, ada 158 orang yang menjalani karantina pribadi. Kementerian Kesehatan Brunei juga telah menyiapkan empat lokasi yang dapat diubah menjadi tempat karantina sementara apabila ada kasus yang nantinya dikonfirmasi.

2. Kamboja

Jumlah kasus virus corona yang dilaporkan di Kamboja hingga kini adalah sebanyak 2 kasus. Sementara, seorang pria China yang disebut terinfeksi virus saat berlibur ke Kamboja telah dikeluarkan rumah sakit. Negara ini juga telah menangguhkan semua perdagangan hewan-hewan liar. Sebelumnya, Perdana Menteri Kamboja sempat meminta untuk mengunjungi Wuhan dan berbicara dengan warga negara Kamboja dalam kunjungan ke Beijing. Namun, permintaan ini ditolak oleh China.

3. Indonesia

Pengumuman terbaru dari pemerintah Indonesia menyatakan bahwa jumlah kasus virus corona telah mencapai 19 kasus. Sebelumnya, kasus pertama disampaikan pada Senin (2/3/2020) lalu. Kasus pertama diketahui melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang positif terinfeksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia. Indonesia sendiri telah melarang pengunjung dari kota-kota tertentu di Iran, Italia, dan Korea Selatan.

4. Laos

Hingga kini, belum ada satupun kasus yang dilaporkan di Laos. Namun, dua suspect dilaporkan sempat diinvestigasi. Teraru, pemerintah Laos dikabarkan akan menunda pelaksanaan acara National Sport Games yang ke-11. Pemerintah AS juga telah menyediakan alat-alat pelindung untuk Laos yang terdiri atas 440 kacamata pelindung, 1.500 baju pelindung, dan 220 pelindung wajah.

5. Malaysia

Kementerian Kesehatan Malaysia mengonfirmasi adanya 18 infeksi baru. Kasus-kasus baru membuat jumlah kasus virus corona di Italia telah mencapai 117 kasus. Negara ini pun melarang kapal pesiar Costa Fortuna untuk berlabuh. Pasalnya, kapal ini berisi sekitar 2.000 orang termasuk puluhan warga Italia. Sebagai informasi, Italia merupakan negara di luar daratan China dengan jumlah infeksi corona terbanyak, yaitu 9.172 kasus per Selasa (10/3/2020).

6. Myanmar

Pasukan bersenjata Myanmar mengumumkan bahwa mereka akan menunda parade militer tahunan untuk mencegah penyebaran virus. Hingga kini, belum ada satupun kasus infeksi virus corona yang dilaporkan di negara ini. Namun demikian, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan dana sebesar 200.000 dollar AS untuk membeli peralatan laboratorium, obat-obatan, dan peralatan proteksi dalam menghadapi virus ini. Mereka juga telah melakukan pembatasan perjalanan dan peningkatan pemeriksaan kesehatan sepanjang perbatasannya dengan China.

7. Filipina

Hingga kini, total kasus infeksi virus corona yang terjadi di Filipina adalah sebanyak 20 kasus. Filipina juga telah mengeluarkan larangan bagi pengunjung dari sejumlah wilayah seperti Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Sealtan. Sebelumnya, kematian pertama akibat virus corona yang terjadi di luar China dilaporkan terjadi di Filipina, yaitu pada seorang laki-laki berkebangsaan China berusia 44 tahun dari Wuhan. Ia meninggal di sebuah rumah sakit di Manila dan dilaporkan terinfeksi sebelum memasuki Filipina.

8. Singapura

Jumlah kasus virus corona di Singapura saat ini adalah sebanyak 160. Dari jumlah tersebut, 93 kasus di antaranya telah pulih sepenuhnya dari infeksi dan telah keluar dari rumah sakit. Sementara, 67 kasus yang terkonfirmasi lainnya masih berada di rumah-sakit. Sebagian besar dilaporkan dalam kondisi yang stabil atau membaik. 10 di antaranya berada dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang perawatan intensif. Singapura juga telah melarang pendatang yang melakukan transit melalui Iran, Italia bagian utara, dan Korea dalam 14 hari terakhir.

9. Thailand

Jumlah kasus virus corona yang telah terkonfirmasi di Thailand berjumlah sebanyak 51 kasus. Selain Malaysia, Thailand juga turut melarang kapal pesiar Costa Fortuna untuk berlabuh di pelabuhan wilayahnya. Sebelumnya, pemerintah Thailand juga telah berusaha untuk memulangkan dan mengidentifikasi ribuan pekerja ilegal Thailand di Korea Sealtan. Jumlah dari pekerja ilegal ini tidak diketahui, tetapi diperkirakan mencapai 150.000 orang.

10. Vietnam

Terbaru, jumlah kasus virus corona di Vietnam telah mencapai 31 kasus. Sebelumnya, 16 kasus yang terkonfirmasi telah dinyatakan sembuh sepenuhnya. Vietnam pun memberlakukan beberapa pembatasan perjalanan saat ini seperti mewajibkan pengunjung untuk menyerahkan deklarasi keterangan kesehatan saat kedatangan. Selain itu, diberlakukan larangan sementara bagi pengunjung dengan riwayat perjalanan ke China, kecuali bagi pejabat atau misi diplomatik.

PATA Batalkan Annual Summit 2020 di Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab

this formate

Mario Hardy, CEO PATA ( foto: PATA)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pacific Asia Travel Association ( PATA) membatalkan agenda tahunannya PATA Annual Summit 2020 di Ras Al Khaimah  , Uni Emirat Arab mulai 31 Maret – 3 April 2020 karena dinamika yang berkembang dari penyebaran coronavirus novel (COVID-19).

” Setelah banyak diskusi dan musyawarah dengan Otoritas Pengembangan Pariwisata Ras Al Khaimah, akhurnya kami putuskan tahun ini dituadakan dan tahun 2021 Ras Al Khaimah tetap menjadi tuan rumah, ” kata Mario Hardi, CEO PATA dalam rikisbya, hari ini.

Keselamatan dan kesejahteraan anggota, kolega industri, dan komunitas lokal merupakan hal mendasar dalam misi PATA sebagai katalis untuk pengembangan perjalanan dan pariwisata yang bertanggung jawab ke, dari dan di dalam kawasan Asia Pasifik.  

“kami sampai pada keputusan yang sangat sulit ini dan juga sangat kecewa membuat pengumuman ini. Namun, kami telah memantau dengan cermat situasi yang terus berkembang ini dan percaya bahwa yang terbaik adalah kami membuat keputusan ini secara jelas dan tepat waktu,” kata Maria Hardy.

Pihaknya semua di PATA senang menyambut semua anggota dan delegasi ke Ras Al Khaimah dan pastinya acara tahunan ini akan menjadi acara yang sukses jika bukan karena situasi saat ini dimaba virus Corona sudah mengglobal.

“Ras Al Khaimah Tourism Development Authority (RAK TDA) telah setuju untuk menjadi tuan rumah PATA Annual Summit 2021 dan tanggal untuk acara tahun depan akan diumumkan pada waktunya,” tambahnya.

Untuk delegasi yang telah membayar biaya pendaftaran atau membeli tiket untuk PATA Foundation Charity Dinner, punta opsi untuk mentransfer biaya pendaftaran dan biaya tiket Charity Dinner ke PATA Annual Summit 2021 atau menerima pengembalian uang penuh.

Mario Hardy menegaskan pihaknya mendorong semua pemangku kepentingan industri untuk tetap tenang tetapi tetap waspada dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat sebagaimana diperlukan.  

“Yang paling penting, kami meminta negara anggota mendapatkan informasi dari sumber yang memiliki reputasi seperti World Health Organization (WHO) dan otoritas lokal.  Selama masa-masa seperti ini, penting untuk mengumpulkan semua fakta dan informasi yang tepat sebelum mengukur respons yang sesuai dan bertanggung jawab,” 

PATA akan terus memberikan pembaruan apa pun yang diperlukan dan, seperti biasa, pihaknya menawarkan semua anggota dan kolega industri dengan dukungan dan bantuan sesuai kebutuhan selama masa sulit ini, kata Mario Hardy.

Mengenai Ras al-Khaimah yang semula menjadi kota tujuan penyelenggaraan PATA Summit bisa jadi tujuan wisata alternatif selain Duba karena jika wisatawan ingin merasakan sensasi metropolitan, pilihannya menikmati Dubai.

” Tapi bila mau kembali merasakan kedamaian dan kejayaan masa lalu, Ras al-Khaimah pilihannya. Soalnya wilayah seluas 1.684 kilometer persegi ini kaya akan pesona alam serta situs sejarah dan budaya,” ujarnya.

Lokasinya hanya 45 menit bermobil dari Bandar Udara Internasional Dubai, membuat lebih mudah mencapai Ras al-Khaimah sekaligus menjadi pilihan tujuan pelesiran berbeda bagi para pelancong. Ras al-Khaimah juga menjadi pilihan kembar dengan Dubai di Uni Emirat Arab (UEA).

Ras al-Khaimah adalah emirat terkaya dalam hal sejarah dan warisan budaya. Sejarah Ras al-Khaimah sudah dimulai sejak Zaman Perunggu. Ras al-Khaimah merupakan satu dari sedikit tempat di dunia telah berpenduduk lebih dari tujuh ribu tahun lalu.

Sebagai tujuan wisata, traveler dari beragam sumber pasar di seluruh dunia, termasuk keluarga, pasangan dan kelompok bisa  menikmati keindahan Ras al-Khaimah, pantai nan luas, dan akomodasi kelas dunia.

Selain hotel terbaik, Ras al-Khaimah menawarkan sesuatu menantang bagi siapa saja ingin mencari sensasi petualangan, dengan mengunjungi Jabal Jais, gunung tertinggi di UEA. Berketinggian 1.910 meter, Jabal Jais cocok untuk pendakian dan sepeda gunung. Dari puncaknya, wisatawan bisa menikmati pemandangan keren.

 

Citilink Tunda Sementara Operasional Rute Barunya Denpasar-Melbourne

this formate

Pesawat Citilink rute Denpasar-Melbourne membatalkan penerbangan hingga waktu yang belum ditentukan.(Foto: Avalon Airport)

MELBOURNE, Aussie, bisniswisata.co.id: Rute baru maskapai penerbangan Citilink dari Denpasar ke Bandara Avalon di Victoria, Melbourne, Australia yang baru dibuka pada 25 Januari 2020 kini sudah dihentikan operasinya.

Citilink membatalkan penerbangan ke Denpasar dari Avalon karena virus corona. Belum ada tanggal pasti kapan penerbangan ini akan dilanjutkan, padahal rute dibuka karena minat tinggi penduduk lokal Australia. Citilink juga merupakan maskapai RI pertama yang melayani rute Denpasar-Melbourne melalui Bandara Internasional Avalon.

Manajer Cabang Citilink di Avalon, Isfandi Ibrahim mengatakan pembatalan penerbangan pesawat Citilink dari Denpasar ke Avalon adalah karena virus corona. ” Untuk sementara waktu penerbangan kami rute Denpasar-Avalon dibatalkan akibat dampak virus corona sehingga mempengaruhi ‘performance’ rute tersebut,” katanya seperti dikutip dari  ABC Indonesia.

Untuk penumpang yang sudah membeli tiket dapat diproses untuk ‘full refund’ melalui agen masing-masing, tambahnya. Sebelumnya, Citilink sudah mengurangi frekuensi penerbangan Denpasar-Avalon menjadi tiga hari per minggu, sebelum kekhawatiran virus corona merebak.

Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra, saat mengumumkan penerbangan perdana bulan Januari lalu mengatakan bahwa penerbangan rute Denpasar-Melbourne (Avalon) menggunakan pesawat Airbus A320 NEO. Harapannya dapat membuat Bali menjadi lebih terjangkau untuk masyarakat Melbourne yang tinggal di Kawasan Geelong dan Regional Victoria khususnya. 

Juliandra menambahkan bahwa masyarakat Australia merupakan wisatawan dengan jumlah kunjungan tertinggi kedua yang mengunjungi Indonesia di tahun 2019. Citilink optimistis rute penerbangan Denpasar-Melbourne (Avalon) ini akan mencetak SLF sebesar 70 persen.

Harapan Juliandra diaminkan oleh CEO Bandara Internasional Avalon, Justin Giddings yang mengatakan bahwa pihaknya senang dapat membuat Australia menjadi destinasi yang lebih mudah dituju dan terjangkau bagi masyarakat yang ingin berlibur. 

“Bali merupakan destinasi internasional favorit dan merupakan salah satu rute destinasi yang selama ini wisarawan Australia. Kami yakin bahwa penerbangan ini akan sukses nantinya,” tambah Justin Giddings dalam kesempatan terpisah.

Penerbangan rute baru itu berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai pukul 23.45 WITA dengan nomor penerbangan QG 560 dan tiba di Bandara Internasional Avalon pukul 08.50 waktu setempat.

Kemudian, untuk rute sebaliknya, penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Avalon pukul 12.50 waktu setempat dengan nomor penerbangan QG 561 dan tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai pukul 16.20 WITA.

Selain Citilink,  ungkap Justin Giddings, beberapa maskapai penerbangan lainnya juga melakukan pembatalan karena menurunnya permintaan penerbangan. “Alasannya adalah karena virus corona,” kata Justin kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

Sebelumnya, Citilink dan penerbangan lainnya telah mengalami penurunan jumlah permintaan, sehingga mereka memutuskan untuk mengurangi penerbangan jadi tiga hari per minggu, jelasnya.

Sementara itu, belum ada informasi hingga kapan penerbangan Citilink ini akan ditunda. Tergantung bagaimana respon orang-orang terhadap virus corona dan berapa lama peristiwa ini berlangsung, jangka pendek atau menengah, tambah Justin.

Apakah sebenarnya karena tak ada peminat untuk rute baru itu ? Justin mengatakan dalam beberapa penerbangan Citilink rute Denpasar-Avalon, hanya 50 dari 180 buah kursi penumpang yang terisi.

Justin yang mengikuti rapat dengan pimpinan Citilink di Jakarta Rabu lalu (4/3/2020) mengonfirmasi bahwa Citilink sedang menurunkan kapasitas penerbangan mereka sebanyak 40 persen pada seluruh jaringan penerbangan mereka termasuk dari penerbangan internasionalnya.

ABC sudah mencoba menghubungi pihak Citilink di Indonesia tapi belum menerima jawaban.Justin mengatakan pihak Citilink saat ini sedang sibuk menangani pembatalan beberapa penerbangan di seluruh dunia.

“Dari yang saya lihat, mereka memang sedang sangat sibuk. Memang fokus kami adalah [penerbangan Citilink] di Bandara Avalon, tapi mereka juga membatalkan penerbangan di seluruh dunia,” kata dia.

Jaring wisatawan Australia

Konsul Jenderal RI di Melbourne,  Spica Tutuhatunewa pada peresmian penerbangan perdana, Januari lalu mengatakan pembukaan rute baru Citilink  merupakan bentuk komitmen industri penerbangan negara.

“Pembukaan rute penerbangan Citilink Bali-Melbourne merupakan bentuk komitmen industri penerbangan dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat kedua negara untuk melakukan bisnis, saling kunjung dan berwisata,” jelasnya.

Di kesempatan itu, ia juga berharap agar pembukaan jalur penerbangan ini akan memberikan peluang lebih besar bagi wisatawan Australia untuk mengunjungi tempat menarik lainnya di berbagai provinsi di Indonesia.

Justin mengatakan bahwa minat warga lokal terhadap dibukanya rute penerbangan dari Bandara Avalon ke Denpasar memang tinggi. “Bali adalah tujuan yang paling banyak diajukan oleh penumpang dan komunitas lokal. Data kami menunjukkan adanya keinginan besar warga untuk dibukanya rute ini,” ujarnya.

Mewakili Bandara Avalon, Justin menyampaikan permintaan maafnya kepada penumpang Citilink Indonesia yang terkena dampak pembatalan pesawat tersebut.

“Kami akan terus memantau kondisi dan terus melanjutkan diskusi dengan Citilink Indonesia.Saat virus sudah mereda, kami akan mengadakan kembali penjualan tiket penerbangan ke Bali dari Bandara Avalon.” kata Justin Gidding, CEO Bandara Avalon.

 

NTT, Tidak Hanya Pasola dan Samana Santa

this formate

KUPANG, bisniswisata.co.id: PENAMBAHAN hari libur nasional dan cuti, peluang bagi warga negara Indonesia mengeksplore kekayaan wisata budaya Indonesia. Tinggal memilih destinasi tujuan yang aman, nyaman, memudahkan bagi setiap orang menikmati perjalanan wisatanya. Baik untuk sekadar refreshing dari kepenatan keseharian sampai klas wisata minat khusus, edukasi budaya etnis Indonesia yang beragam.

“Nusa Tenggara Timur, 16 Maret menawarkan atraksi wisata budaya Pasola di Sumba Barat. Silahkan datang, mari ikut memahami nilai kepercayaan masyarakat dengan keyakinan Marapu ini,” ungkap Ketua DPD ASITA NTT, Abed Frans.

Aman dari paparan COVID-19?

Abed Frans

“Sejauh ini, belum ada data. Kami baru menerima kapal pesiar sandar di Ende dan  wisatawannya piknik ke Kelimutu. Tidak masalah, semua instansi sudah melakukan kewajibannya dengan baik. Selama kita sehat dan menjaga kebersihan serta mengikuti prosedur, kenapa harus  takut berwisata?,” jawab pemilik Flobamor Tours and Travel ini balik bertanya.

Lebih jauh dijelaskan Pasola berasal dari kata sola atau hola yang berarti kayu lembing. Dalam konteks ritual, Pasola merupakan tradisi perang adat dimana dua kelompok penunggang kuda saling berhadapan, kejar-mengejar seraya melempar lembing kayu kearah lawan.

Pasola diselenggarakan sekali dalam setahun pada permulaan musim tanam, tepatnya pada bulan Februari di Kecamatan Lamboya serta bulan Maret di Kecamatan Wanokaka dan Laboya Barat/Gaura. Sama halnya dengan upacara Bijalungu Hiupaana, tanggal pasti perayaan Pasola ditentukan oleh para rato berdasarkan perhitungan bulan gelap dan bulan terang—- dikenal sebagai proses naalbukolo, dimana para rato bertemu menentukan waktu — serta dengan melihat tanda-tanda alam. Satu bulan sebelum Pasola seluruh warga harus mematuhi sejumlah pantangan antata lain tidak boleh mengadakan pesta, membangun rumah dan lain sebagainya. Sebelum puncak acara diselenggarakan acara Pakujil atau Pajura (tinju tradisional) dilanjtkan dengan Palaingu Jaru yaitu pelatihan bagi kuda dan penunggangnya sebelum ditampilkan dipuncak acara.

“Pasola bukan perang yang diselenggarakan sebagai hiburan tapi  merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah ritual dan kepercayaan lokal yang disebut Marapu,” tegas Abed. Upacara Pasola terkait dengan persiapan pengerjaan lahan serta adanya anggapan tentang percikan darah yang mempunyai kekuatan magis menyuburkan dan menghidupkan.  Dalam penelitian Gregory Forth (1983) kepercayaan tersebut terkait dengan nilai- nilai simbolik kehidupan manusia. Dari kehidupan janin dalam kandungan yang mendapatkan daya hidup dari darah ibu melalui tali pusat. Oleh karena itu darah atau sesuatu yang menyerupai darah dipandang mempunyai kekuatan menyuburkan dan menghidupkan.

Samana Santa

Tak sempat berkunjung di bulan Maret, mari datang di  April. NTT memiliki acara kondang bagi umat Katholik yaitu  Semana Santa : riitual religius tradisi Katolik warisan bangsa Portugis yang telah dilaksanakan selama lebih dari lima abad. Larantuka menjadi kota berkabung selama sepekan sejak Minggu Palma dengan puncaknya pada prosesi Jumat Agung,  ribuan peziarah baik domestik maupun mancanegara melaksanakan prosesi keliling Kota Larantuka dalam doa yang khusuk sembari mengusung Patung Tuan Ma (Bunda Maria). Pekan Semana Santa dilaksanakan pada tanggal 05 s/d 12 April 2020.

Usai ritual Samana Santa diselenggarakan Festival Bale Nagi.  Sebuah festival yang didedikasikan khusus untuk warga Flores Timur diaspora yang berada di perantauan untuk kembali melihat kampung halaman menyusuri kembali akar budaya dari mana mereka berasal. Festival ini juga bertujuan untuk meningkatkan lama tingggal para wisatawan peziarah yang mengikuti Pekan Suci Semana Santa. Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dari tanggal 04-14 April 2020 dengan venue berupa pentas seni budaya di lokasi sunset Kawaliwu, seminar, kunjungan ke tempat-tempat bersejarah dan launching buku sejarah Semana Santa.

Bagi pecinta musik, bolelah cuti bersama bulan Mei hadir di Maumere Jazz Festival atau ke Parade Nasional di Ende. Di bulan Juli ke Labuan Bajo saja ada Komodo Carnival, atau ke P Sumba menikmati Parade Kuda Sumba dan festival Tenun Ikat. Masih terkait wastra Nusantara di bulan Juli diselenggarakan Waingapu Fashion Carnival di Sumba Timur. Boleh jadi festival Caci jadi pilihan bagi penikmat kesenian tradisional Nusantara, acara diselenggarakan di Manggarai Timur. Bagi pecinta mamalia laut, acara Festival Dugong di Alor menjadi keseruan tak terlupakan.

Pengajian CSC: Siklus kehidupan manusia sesuai AlQuran

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Siklus Kehidupan manusia menurut Alquran menjadi bahasan penting pengajian yang di selenggarakan oleh Citos Swimmer Community bersama ustad Ali Nurdin, hari ini.

” Dalam Surat 40: 11 dan 2: 28, disebutkan bahwa  manusia mati dua kali dan hidup dua kali. Saat masih menjadi ruh, manusia sudah mengakui adanya Allah sang pencipta ( 7: 172),”  katanya.

Allah SWT menciptakan manusia sesuai fitrahnya ( naluri ketuhanan)  dan tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus ( 30: 30). Siklus dimulai saat manusia masih berupa ruh, lahir ke dunia lalu wafat dan berada di alam barzakh kemudian hidup di akhirat. 

” Itulah sebabnya disebut mati dua kali karena mati yang oertama hitungannya saat masih jadi ruh belum lahir ke dunia. Setelah sekian lama hidup di dunia dan wafat itulah kematian keduanya,” jelasnya.

Selanjutnya dijelaskan pada Surat 15: 29 bahwa  ruh itu hanya ditiupkan pada manusia saja, makanya malaikat di suruh sujud pada Nabi Adam, manusia ciptaan tuhan. Binatang dan tumbuhan tidak memiliki ruh tapi memiliki daya hidup dan hanya hidup di dunia saja karena tidak memiliki pertanggungjawaban semasa hidup sebagai binatang maupun tumbuhan.

Alam ruh itu adalah kematian pertama dan ketika seorang anak lahir kedunia maka sebagai fitrahnya adalah sebagai muslim. Setiap anak sebelum baligh ( dewasa) lalu meninggal dunia maka dia akan masuk surga.

Setelah dilahirkan ke dunia maka seseorang akan diuji dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Untuk cobaan juga beragam yaitu yang sifatnya kesenangan seperti tertulis di surat 8: 28 tertulis hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.

” Menjadi kaya itu adalah cobaan yang menyenangkan. Saudara berantem rebutan harta, jabatan diperebutkan karena akan berdampak pada bertambahnya harta,” kata Ali Nurdin.

Umumnya, cinta pada anak itu unconditional love. Oragg tua itu otomatis menyayangi anaknya dengan cinta yang tanpa syarat. Oleh karena itulah mengapa harta dan anak-anak ditulis akan  menjadi cobaan hidup bagi seseorang.

” Dalam Surat Albaqarah 155-156, sudah dipastikan Allah akan menguji dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahaan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,”.

Di Alquran fasilitas di surga itu yang disebut adalah buah-buahan menunjukkan bahwa buah adalah makanan sehat yang dibutuhkan manusia. Jika ditimpa musibah, maka orang berkata Innalilahi Wa Innailaihi rojiun atau sesungguhnya kami milik Allah dan Kepada Allah kami akan kembali.

Ketika seseorang meninggal dunia maka dia akan tinggal di alam Barzah. dalam dialog orang yang wafat dengan tuhannya maka tertulis di surat 23: 112-114 yang intinya  bahwa manusia itu tinggal di bumi hanya sebentar saja.

 ” Umur manusia rata-rata 60 tahun, hanya sekitar 2 jam dalam kehidupan di alam Barzah  karena itu manusia hidup di dunia hanya sebentar sekali. 24 jam di dunia sama dengan 1000 tahun di alam Barzah,”

Dia menambahkan bahwa  Allah berkata dalam Surat 17: 85, ruh itu urusan Allah dan manusia diberikan informasi tentang ruh hanya sedikit. Tidak heran ketika di alam Barzah Firaun dikepung oleh azab yang sangat buruk (Surat 40: 45-46).

Firaun yang semasa hidupnya zalim ( kejam) ketika di alam barzah diperlihatkan neraka pada pagi dan petang. Padahal belum ada  kiamat, tapi dia sudah mendapatkan siksa kubur meski belum ada eksekusi yang akan diterimanya.

Bagi mereka yang berbuat kebaikan maka Surat 3: 169-170 menjelaskan bahwa di alam barzah, orang-orang yang selama hidupnya berbuat baik akan  tetap hidup di sisi tuhanNya dan mendapat rejeki.

” Makanya jika anak keturanannya mengucapkan Assalamualaikum pada arwah mereka maka mereka bisa menjawab bahkan melihat aktivitas anak, mantu dan keturunannya yang masih tinggal di dunia,”.

Sayangnya, kata Ali Nurdin, manusia itu kerap lalai dalam hal kematian dan kiamat. Ketiba tiba kematiannya memohon pada Allah SWT, sang penciptaNya untuk bisa kembali ke dunia guna berbuat kebaikan.

” Biasanya sesal kemudian dan mereka tidak akan bisa kembali. Bagi orang yang meninggal penglihatannya sangat tajam bahkan dia akan tahu  setelah kiamat datang dan hari perhitungan tiba berakhir  hidup di surga atau di neraka. Nah itulah siklus kehidupan yang sudah tertulis dalam Alquran,”