UNWTO: ‘Tetap di Rumah Hari Ini Hingga Anda Dapat Melakukan Perjalanan Besok’,   

this formate

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id:  Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) menyelenggarakan konfrensi tingkat tinggi untuk membentuk Komite Krisis Pariwisata Global secara Virtual guna menyatukan badan-badan utama PBB, ketua Dewan Eksekutif dan Komisi Regional, dan para pemimpin sektor swasta dalam menghadapi pandemi global virus Covid-19.

“Semua yang hadir menyambut tagline UNWTO untuk ‘Tetap di rumah hari ini sehingga Anda dapat melakukan perjalanan besok‘, yang dipromosikan di media digital melalui tagar #TravelTomorrow. Konfrensi secara virtual itu berlangsung sukses pada 20 Maret,” ujar Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UNWTO dalam rilisnya hari ini.

Dalam beberapa hari mendatang, UNWTO akan merilis serangkaian rekomendasi untuk pemulihan.  Menyoroti langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah dan pihak berwenang lainnya untuk mengurangi dampak COVID-19 pada sektor pariwisata dan kemudian mempercepat pemulihan.

” Pertemuan kemarin akan diperhitungkan dalam rekomendasi UNWTO.  Ini akan dilengkapi dengan komponen dinamis yang bertujuan untuk terlibat dengan inovator di seluruh dunia melalui tantangan inovasi yang berpusat pada respons pariwisata,”  tambah Zurab Pololikashvili.

Pembentukan komite dengan dukungan WHO ini menghadapi tantangan dan  akan mengidentifikasi ide-ide baru yang dapat diterapkan untuk membantu pariwisata kembali ke pertumbuhan berkelanjutan.

Peserta dalam rapat koordinasi hari Kamis sepakat bahwa wabah virus ini adalah tantangan bersama yang hanya dapat diatasi dengan bekerja bersama, dengan pemulihan bergantung pada upaya bersama pada skala yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Para peserta yang menerima undangan UNWTOujuga sepakat menjadi bagian dari komite koordinasi global yang akan mengadakan pertemuan virtual rutin untuk mengevaluasi dan memajukan rekomendasi ketika situasinya berkembang.

Badan-badan terkait pariwisata utama PBB semuanya akan berpartisipasi, bersama dengan WHO dan perwakilan utama dari maskapai penerbangan dan sektor transportasi laut, serta sektor swasta dalam komite krisis ini.

Anggota UNWTO adalah bagian penting dari komite ini, yang diwakili melalui ketua regional dan ketua Dewan Eksekutif. Dari  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga hadir para petingginya.

Pertemuan virtual ini  dihadiri juga oleh Direktur Kesehatan dan Kemitraan Multilateral WHO, Gaudenz Silberschmidt , duduk sebagai Direktur Jenderal Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Sekretaris Jenderal ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional), Dr.  Fang Liu, dan Sekretaris Jenderal IMO (Organisasi Maritim Internasional), Mr Kitack Lim.

Anggota UNWTO diwakili oleh Ketua Dewan Eksekutif UNWTO Najib Balala, Sekretaris Kabinet untuk Pariwisata dan Margasatwa, Kenya, dan oleh Ketua Komisi Regional UNWTO: untuk Afrika, Bpk. Ronald K. Chitotela, Menteri Pariwisata, Zambia.

Perwakilan untuk Benua Amerika ada Edmund Bartlett, Menteri Pariwisata, Jamaika dan untuk Asia dan Pasifik, Mohd Daud, Wakil Menteri Kebijakan Pariwisata dan Urusan Internasional, Malaysia. 

Untuk wilayah Eropa, hadir Harry Theoharis, Menteri Pariwisata Yunani;  dan untuk Timur Tengah, diwakili Mohammed Khamis Al Muhairi, Wakil Menteri Pariwisata, UEA.  Intervensi khusus dilakukan oleh Reyes Maroto, Menteri Pariwisata Spanyol, dan oleh Ahmed bin Aqil Alkhateeb, Menteri Pariwisata Arab Saudi.

 Mewakili sektor swasta adalah Ketua Dewan Anggota Afiliasi UNWTO dan juga Direktur IFEMA, Ana Larrañaga, Direktur Jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) Alexandre de Juniac dan Adam Goldstein, Ketua Global, Asosiasi Pelayaran Internasional (CLIA);  Agnela Gittens, Direktur Jenderal Airports Council International (ACI), dan Jeff Pool dari World Travel & Tourism Council (WTTC).

Paling Terpukul

Pariwisata adalah sektor yang paling terpukul dan semua perkiraan terbaik yang telah dilakukan diambil alih oleh kenyataan yang berubah. Padahal sejak dimulainya pandemi, UNWTO telah bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memandu sektor pariwisata saat menghadapi tantangan COVID-19.  

Pertemuan ini lebih jauh menekankan seruan kerjasama internasional untuk menggarisbawahi pentungnya bersatu dalam menerapkan  rekomendasi kesehatan menangani Covid-19 yang telah menciptakan dampak dan riak ekonomi yang mendalam serta biaya sosial pandemi yang besar.

“Kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan menjadi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan telah menjadi krisis ekonomi yang akan menelan biaya sosial”, kata Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UNWTO

Tanpa kepastian tentang berapa lama krisis ini akan berlangsung atau apa dampak ekonomi dan nasib akhir pada pariwisata, semua peserta dipersatukan dalam kepedulian mendalam mereka atas jutaan pekerjaan yang berisiko hilang.  

Dengan Pengembangan pariwisata di berbagai belahan dunia selama ini digerakkan oleh perusahaan kecil dan menengah. Sedikitnya 80% UMKM diseluruh dunia menjadi motor penggerak pariwisata dunia.

Oleh karena itu dampak sosial yang lebih luas dari krisis akan jauh melampaui pariwisata, menjadikannya perhatian utama bagi masyarakat internasional. Pariwisata telah terbukti di masa lalu sebagai mitra yang dapat diandalkan untuk memimpin pemulihan berbagai krisis yang terjadi.

“Pemulihan sektor pariwisata yang cepat hanya  jika ada kebijakan ekonomi pemerintah dan paket dukungan dari donor dan lembaga keuangan mencerminkan bagaimana sektor ini menyentuh setiap bagian masyarakat,” kata Zurab Pololikashvili.

Mata pencaharian jutaan orang dan keluarga mereka dipertaruhkan di sektor pariwisata, baik itu di pusat-pusat kota atau di masyarakat terpencil di mana pariwisata kadang-kadang merupakan penghasil pendapatan utama dan kendaraan untuk inklusi sosial, melindungi warisan seni dan budaya dan memulai pembangunan, tambahnya.

Hal Ini membutuhkan pengakuan dan kerja sama politik lintas kementerian, yang melibatkan sektor publik dan swasta dan dilatarbelakangi oleh rencana aksi yang lebih luas oleh lembaga keuangan dan badan-badan regional, tegasnya.

PT Kawisata Membatalkan Jadwal Perjalanan Tipe Priority 21-31 Maret 2020

this formate

Kenyamanan kereta api wisata type Priority ( foto: dok Kawisata) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  – PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) membatalkan penjualan 22 jadwal Kereta Wisata Tipe Priority  dengan jumlah perjalanan sebanyak 159 perjalanan pola FIT (Free Independent Traveller) mulai tanggal 21 – 31 Maret 2020. 

Manager Humas Kawisata M.Ilud Siregar  menyampaikan untuk sementara waktu perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority dibatalkan perjalanannya guna mendukung program pemerintah untuk penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19). 

” Occuoancy seat sebelum pembatalan rata-rata mencapai 30%. Masyarakat agaknya juga sudah memahami untuk mengikuti anjurannpemerintah agat terap di rumah dan social distancing,” kata Ilud.

Dia menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan Kereta Wisata Tipe Priority dengan adanya pembatalan tersebut. Bagi para pelanggan yang sudah membeli tiket dan tidak berkenan dapat mengajukan  full refund/pengembalian biaya tiket 100% di luar biaya pesan di loket-loket penjualan tiket kereta api di stasiun pembatalan, serta  melalui aplikasi KAI Access.

Sementara, bagi pelanggan yang tetap menginginkan keberangkatan pada tanggal yang sama sesuai dengan tiket yang sudah dibeli, bisa menukar tiketnya menjadi tiket kereta api kelas eksekutif  ke Customer Service di Stasiun keberangkatan dan memproses pengembalian selisih dari biaya tiket yang sudah dibeli sebelumnya. 

Adapun ketentuan pengembalian biaya sebagai berikut, 1. Apabila penumpang membatalkan perjalanannya di stasiun keberangkatan penumpang karena menolak menggunakan sarana kereta pengganti, maka biaya  tiket dikembalikan 100% diluar biaya pesan. 

Syarat ke 2. Apabila penumpang tetap berangkat menggunakan sarana kereta pengganti dan kelas pelayanannya lebih rendah, maka biaya tiket dikembalikan dengan perhitungan tarif tiket kelas Priority dikurangi dengan tarif subclass tertinggi pada sarana pengganti sesuai dengan relasi tiket penumpang diluar biaya  pesan.  

Berikut di bawah ini 22 jadwal perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority  yang di batalkan perjalanannya :

  1. Argo Parahyangan Priority (KA 37A), relasi Bandung–Gambir, keberangkatan jam 04.55 WIB.
    2. Argo Parahyangan Priority (KA 67F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 10.30 WIB.
    3. Argo Parahyangan Priority (KA 41), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 11.35 WIB.
    4. Argo Parahyangan Priority (KA 45), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 15.00 WIB.
    5. Argo Parahyangan Priority (KA 69A), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 19.30. WIB.
    6. Argo Parahyangan Priority (KA 49), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 20.45 WIB.
    7. Argo Parahyangan Priority (KA 65F), relasi Bandung-Gambir, keberangkatan jam 22.45 WIB.
    8. Argo Parahyangan Priority (KA 66F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 00.40 WIB.
    9. Argo Parahyangan Priority (KA 38), relasi Gambir-Kiaracondong, keberangkatan jam 08.55 WIB.
    10. Argo Parahyangan Priority (KA 40), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 14.25 WIB.
    11. Argo Parahyangan Priority (KA 68F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 15.40 WIB.
    12. Argo Parahyangan Priority (KA 44), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
    13. Argo Parahyangan Priority (KA 48), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 18.45 WIB.
    14. Argo Parahyangan Priority (KA 70F), relasi Gambir-Bandung, keberangkatan jam 23.30 WIB.
    15. Turangga Priority (KA 78), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 14.00 WIB.
    16. Turangga Priority (KA 77), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 16.30 WIB.
    17. Argo Muria Priority (KA 14), relasi Gambir-Semarang Tawang, keberangkatan jam 06.55 WIB.
    18. Argo Muria Priority (KA 13), relasi Semarang Tawang-Gambir, keberangkatan jam 16.00 WIB.
    19. Argo Wilis Priority (KA 2), relasi Gambir-Surabaya Gubeng, keberangkatan jam 05.00 WIB.
    20.Argo Wilis Priority (KA 1), relasi Surabaya Gubeng-Gambir, keberangkatan jam 07.00 WIB.
    21.Senja Utama Yk Priority (KA 148), relasi Pasar Senen-Yogyakarta, keberangkatan jam 18.55 WIB.
    22.Senja Utama Yk Priority (KA 147), relasi Yogyakarta-Pasar Senen, keberangkatan jam 19.05 WIB,tutur ilud. 

 

Pemerintah Distribusikan 105.000 APD COVID-19

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan sebanyak 10.000 alat pelindung diri (APD) kepada sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 dan dinas kesehatan seluruh provinsi di Tanah Air.

“APD tersebut didistribusikan sejak Sabtu malam (21/3) hingga Minggu pagi (22/3),” ucap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi di Jakarta.

Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 selanjutnya juga akan segera mendistribusikan 95.000 APD ke seluruh Indonesia demi pemenuhan kebutuhan sesuai skala prioritas.

 “Tentunya gugus tugas telah memiliki daftar skala prioritas daerah mana yang sangat membutuhkan,” ucap Oscar.

Lebih lanjut menurut Oscar, pendistribusian tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Mengenai Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19 yang diselenggarakan pada Kamis, 19 Maret 2020. Dalam ratas tersebut, Presiden meminta perlindungan maksimal untuk para dokter, tenaga medis, dan jajaran yang berada di rumah sakit yang melayani pasien yang terinfeksi COVID-19.

“Pastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) karena mereka berada di garis terdepan sehingga petugas kesehatan harus terlindung dan tidak terpapar oleh COVID-19,” ujar Presiden dalam ratas tersebut.

Data sementara APD yang telah didistribusikan tahap pertama dengan jumlah 45.000 unit untuk DKI Jakarta sebanyak 35.000 unit, Bogor 5.000 unit, Banten 5.000 unit. Kemudian APD tahap berikutnya berikutnya dengan jumlah 50.000 unit didistribusikan untuk Jawa Barat sebanyak 15.000 unit, Jawa Tengah sebanyak 10.000 unit, Jawa Timur sebanyak 10.000 unit, D.I.Yogyakarta sebanyak 1.000 unit, Bali sebanyak 4.000 unit dan untuk cadangan 10.000 unit.

Sementara itu pada esok hari, Senin 23 Maret 2020, Oscar mengatakan akan dilakukan penyerahan bantuan alat kesehatan hasil kerjasama antara Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan Pemerintah Republik Indonesia.*

Pameran Bersama Jejak Estetik Prasidha 93

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id :Pameran Seni Rupa bertajuk Jejak Estetik Prasidha 93 berlangsung di Kiniko Art Room, Sarang Building, Kalipakis Tirtonirmolo, Kasihan Bantul DIY, hari ini.

Oskar Matano, Ketua Prasidha ’93 mengatakan wadah kelompok mahasiswa  FSR ISI angkatan 1993 Jurusan Seni Murni ini keseluruhan anggotanya ada 50an orang, nanun kali ini yang ikut pameran sebanyak 29 orang.

“Pameran berlangsung mulai hari ini, 21 Maret – 14 April 2020 dan kali ini merupakan pameran bersama yang ke lima kalinya sekaligus reuni anggota,” kata Oskar Matano.

Pengunjung memperhatikan lukisan diri Presiden Jokowi

Acara yang dibuka oleh pelukis Sudarisman dan Agus Kamal ini tujuannya untuk melaksanakan aktivitas seni yang positif agar anggotanya hidup  mulia,  sejahtera dan berdaya dalam dunia seni rupa, tambahnya.

” Prasidha sendiri punya makna: terjadi, terlaksana atau terwujud. Dalam perjalanannya kelompok Prasidha ’93 ISI-Jogjakarta ini sudah berhasil menyelenggarakan lima kali pameran bersama sejak 1994,” kata Oskar.

Pameran bersama yang pertama itu berlangsung di Bentara Budaya,  Jogyakarta. Lalu setahun kemudian pada 1995 pameran lagi dengan tema “Hitam Putih Plus” di Show Room ISI-Yogyakarta. Masih di tahun yang sama dibuat pameran kecil  di Sasana Aji Yasa, Kampus (Gampingan) ISI-Jogyakarta.

Pada 1999, pameran bersama berlangsung di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dan kini di Kiniko Art Room dengan semangat  menumbuhkan rasa peduli, rasa persaudaraan wujud solidaritas seni yang bermanfaat bagi dunia seni rupa.

Jogjakarta sebagai kota wisata, Oskar berharap pameran ini mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta seni dan juga para pengunjung pada umumnya untuk menikmati karya seni anggota Prasidha 93.

“Marilah kita saling memotivasi dalam pengembangan diri dan bersosialisasi sebagai sesama seniman untuk bisa menjadi seniman sejati yang berjiwa besar. Semoga dengan kerjasama yang baik. Kunjungan para seniman lukis dari daerah lainnya sangat kami harapkan supaya  bisa maju bersama dan saling mendukung “

Menurut Oskar, sejumlah anggota berkibar dan berprestasi sebagai perupa penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia, diantaranya Nyoman Masriadi, Jumaldi Alfi, Yunizar, Suraji, Heru Londo Uthantoro, Muji Harjo, Setyo Priyo Nugroho dan Laksmi Shitaresmi

Dalam bidang pewacanaan seni Prasidha melahirkan nama Dr. Edwin Jurriens, ahli seni media baru yang juga staf pengajar Melbourne University dan Dr. Mikke Susanto, kurator dan staf pengajar ISI Yogyakarta.

Sebagian lagi berkarier dalam bidang non-lukis, baik sebagai kurator, pengajar, karikaturis, desainer, pematung, pebisnis/ wirausahawan, industri kreatif, penulis buku, peracik minuman, dan bahkan pencipta alat  seduh kopi 

 

PWI dan HIPPI Galang Dana Untuk Perlengkapan Cegah Virus Corona

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dua organisasi profesi yaitu Pengurus pusat  Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia sama-sama  mulai melakukan penggalangan dana terkait wabah virus Corona yang melanda negri, hari ini.

PWI Pusat melalui PWI Peduli, lembaga sosial, jaringan pers berbagi dibawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memberi kesempatan kepada masyarakat/perusahaan/lembaga pemerintah dan swasta untuk  menyisihkan dana bantuan melalui PWI Peduli.

Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk membeli perlengkapan  memerangi virus corona (covid 19), serta memberi bantuan pangan bagi warga terdampak  terdampak Covid 19.  Donasi akan disalurkan langsung oleh Tim PWI Peduli dengan penuh tanggung jawab dan transparan. 

Salurkan donasi  ke rekening PWI Peduli: 1. Bank Mandiri  No rek : 1030009021946 (Bank Mandiri Cabang Jakarta Sabang) dan 2. Bank BNI No Rek : 867855994 (Bank BNI Cabang Gambir).

Ketua PWI Peduli Pusat M Nasir dan jajaran pengurus menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah bersama peduli dalam  memberi bantuan pangan dan mencegah Covid 19.

Sementaea iru, organisasi lainnya yang menggalang dana adalah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) yang membuat kegiatan dana peduli wabah corona dengan tema ; “10.000 Masker Untuk UKM” 

DPP HIPPI berinisasi untuk melakukan penggalangan dana untuk membeli masker anti kuman yang Insya Allah akan diberikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan namun tidak dapat akses untuk mendapatkannya.

Dengan harga Masker Rp. 5000/pcs, donatur dapat menolong menghambat penyebaran virus Covid 19 di lingkungan sekitar.Donasi dapat ditransfer ke Nomor *Rekening HIPPI Peduli : 001 073 4337 Bank BNI*

Penggalangan yang disebarkan oleh Sekjen HIPPI, Ariful Y. Hidayat ( Erik) dan ditandatangani Ketua Umum Suryani S Motik yang dikenal sebagai salah satu srikandi pejuang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Erik mengatakan segala aktivitas yang berkaitan dengan ‘interaksi’ antar manusia menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Memakai masker dan hand sanitizer saja dirasa tidak cukup untuk mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh.

Itulah mengapa, para pemilik bisnis UKM maupun UMKM merasa takut dan khawatir dengan kemajuan bisnis mereka, sementara akses untuk mendapatkan masker juga sulit. Oleh karena itu mengingat 4 juta lebih anggota pengusaha pribumi yang berasal dari UKM maka kebutuhan mereka menjadi prioritas.

 

Corona Sucks! Konser “Live Streaming” Navicula

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: COVID-19, tidak hanya memporak porandakan tatanan kesehatan tubuh masyarakat. Juga menumbuhkan sengkarut disisi social, politik, budaya dan jelas diperekonomian. Tak pandang strata, profesi, keahlian, usia, gender, siapa saja bisa jadi korban, atau pun penyebar.

Dan apa pun kebijakan terbaik yang diambil pemerintah, tetap berisiko. Memang untuk memutus,  menahan laju rantai penyebaran wabah ini, semua elemen harus kompak untuk sebisa mungkin diam di rumah. Persoalannya, tidak semua profesi dapat dialihkan dengan bekerja dari rumah, yang harus keluar rumah telah diminta melengkapi diri dengan pengaman.

Adalah Navikula, penggiat olah seni panggung di Bali. Mereka sepenuhnya menyadari, sebagai musisi, pastilah berdampak besar pada pekerjaannya. Dukungan kepada kebijakan pemerintah selain untuk menjaga kemanan diri, keluarga, kelangsungan group music, berdampak pada kondisi perekonomian mereka. Penghasilan terjun bebas akibat harus membatalkan sejumlah acara yang telah disepakati.

“Tak hendak menjadi penyebar COVID-19, meski pun kami nampak sehat- sehat saja,” ungkap pentolan Navicula, Robi.

Navicula, mendukung gerakan melawan COVID-19, dengan cara tetap bermusik, menggelar  konser.

“Buat teman-teman yang memilih untuk weekend di rumah,  tersedia konser live streaming Navicula yang bisa ditonton di tempat tidur, sendirian atau bersama orang terdekat. Tetep jaga jarak ya,” papar Robi.

Konser selama 1 jam ini pada tanggal 20 Maret 2020 ini adalah persembahan dari NARASI dan KOPERNIK, dilakukan secara live, yang didukung penuh oleh  Indihome, Antida SoundGarden, Protagonis Music, Pulau Plastik, Podcast Duo Budjang,  dan manajemen Navicula.

“Secara fisik, kita membatasi ruang kedekatan, secara kreativitas didukung tehnologi itu, bebas, merdeka. Karena kami di industri kreatif, kami ingin mencari cara sekreatif mungkin, live streaming ini adalah salah satu caranya,” ungkap Robi.

Panggung Jumat-an Antida SoundGarden tetap gemerlap meriah dentang- denting peralatan music dan dendang para vokalis. Diiringi kelebat tubuh para cameramen tetap sigap bertugas dengan selalu menjaga jarak. Uniknya, bangku- bangku yang tersedianya tetap kosong dalam kemeriahan itu.

Semoga situasi sulit ini cepat berlalu, semua sehat-walafiat, tak lupa doa Navicula bagi para korban yang dirawat dan ketahanan sosial Indonesia, agar sentosa senantiasa.

Daripada mengutuki gelapnya panggung yang dibatalkan, mari menyalakan speaker!

The show must go on, and we keep the rock rolling!

Dewi Hermayanti, Mengisi Kegiatan Wisata Dengan PSR

this formate

        Aktivitas Dewi Hermayanti di daerah NTT 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Solo traveling ke Kupang, Flores menjadi pengalaman paling berkesan bagi Dewi Hermayanti, eksekutif marketing di perusahaan jasa medis yang juga pegiat Personal Social Responsibility
( PSR).

Personal Social Responbility (PSR), sebuah gerakan personal setiap individu terhadap tanggung jawab sosial mungkin masih asing bagi sebagian orang. Tapi bagi Dewi, mengisi kegiatan berwisata sekaligus melakukan kegiatan sosial sudah menjadi passionnya sejak kecil.

“Waktu di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) saya aktif di kegiatan Pramuka dan mulai punya cita-cita ingin membuat yayasan dan membuat program-program yang bisa menolong sesama umat seperti sekolah gratis” ujarnya membuka percakapan di sebuah resto di Cilandak Town Square.

Kegiatan Pramuka mengawali hobi ibu satu anak ini untuk sering berwisata, namun setelah bekerja dan makin sering berwisata menjelajah tanah air tercinta, dia merasa ada yang kurang dalam batinnya. Seperti cuma mengambil sesuatu, menikmati keindahan alam tapi tidak meninggalkan jejak seperti memberi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat yang dikunjungi.

” Tiba di destinasi wisata yang dituju, biasanya cuma foto-foto dan kulineran ternyata tidak mampu membuat saya puas dan bahagia. Itulah sebabnya beberapa tahun terakhir ini kegiatan wisata saya diisi dengan aktivitas PSR, membantu masyarakat di tempat yang saya tuju,” ujarnya.

Dewi mengaku manusia adalah makhluk sosial. Selain itu, dalam agama juga diajarkan saling berbagi yang menjadi salah satu nilai kebaikan. Oleh karena itu Desember 2018 saat melakukan liburan akhir tahun di NTT, Dewi memilih PSR di Lembata dan sebuah Taman Bacaan di atas gunung.

“Mulanya baca di Facebook kegiatan relawan dan ada taman bacaan yang terbengkalai, ada yang berada di kaki gunung dengan kondisi desanya belum punya listrik. Saya langsung putuskan berangkat ke Lembata lewat Kupang dengan membawa buku bacaan dan sepatu-sepatu dari donatur,”

Selama ini, Dewi dan rekan-rekannya yang peduli PSR kerap menjadi relawan saat ada bencana di Lombok, Bali,Poso dan daerah lainnya. Dia juga pergi ke Labuan Bajo dan Raja Ampat, Papua.  Selain dana pribadi kerap sejumlah teman menitipkan donasinya pada Dewi untuk membeli barang yang dibutuhkan dan disumbangkan.

Solo traveling atau perjalanan pertamanya ke Kupang-Lembata – Flores seorang diri  ini selain baru pertama kali dilakukan juga hanya bermodal nomor kontak handphone relawan Taman Baca yang baru satu kali dijumpainya di Jakarta. Tiket pesawatnya juga hanya sekali jalan karena belum tahu kondisi medan yang dikunjungi sehingga tidak bisa menentukan tanggal pulang dan pulang dari mana ke Jakarta.

Perjalanan panjang

Dewi mengaku sangat terkesan dalam misinya kali ini karena niat baik akhirnya memudahkan perjalanannya untuk sampai tujuan. Perjalanan panjang yang dilalui dengan oprimistis.

Nekad berangkat dari Jakarta-Kupang, tiba di Kupang tidak memiliki tiket transportasi untuk mencapai Lembata. Untungnya ada Iin Herlina, salah satu relawan di Ende yang bisa ditemui dan akan mempertemukan dengan dua relawan lainnya di Wolowaru, Ende untuk menghidupkan sebuah taman bacaan yang terbengkalai.

” Dari Kupang ke Lembata tadinya mau naik kapal Pelni karena tidak kebagian tiket pesawat akibat bersamaan dengan mudik Natal. Tapi karena cuaca buruk kapal Pelni sudah seminggu tidak singgah. Akhirnya Go Show ke bandara untuk ke Lembata,”

Dewi jadi calon penumpang yang langsung menuju ke bandara untuk mendapatkan tiket keberangkatan, dan melihat apakah ada kemungkinan untuk bisa mendapatkan tiket bagi perjalanannya. Go Show ini biasanya 2-3 jam sebelum jadwal waktu keberangkatan pesawat.

” Niat baik saja dan alhamdulilah  satu penumpang batal berangkat sehingga saya bisa ke Lembata dan melakukan PSR di sebuah desa di sana,” ungkapnya bahagia.

Dewi Hermayanti

Tinggal bersama masyarakat desa yang ramah, lingkungan yang indah selama tiga hari memberikan kesan yang mendalam bagi Dewi. ” Rasanya yang saya bawa nggak terlalu berarti cuma buku dan sepatu tapi anak-anak bahagia banget apalagi kami bisa berbagi makanan juga,” tambahnya.

26 Desember 2018 perjalanannya harus dilanjutkan ke Ende untuk menuju Lowolaru, desa terpencil di gunung yang belum ada listrik. Masih berfikir keras mau naik transportasi apa ke Maumere karena laut tetap ganas. Ternyata terdengar bunyi kapal Pelni singgah di Lembata  yang berkapaitas 2000 penumpang.

Dewi disarankan untuk ikut kapal Pelni hingga Maumere lalu lanjut ke Ende dengan mobil ELF selama tiga jam. Untungnya selama perjalanan dia tertidur sehingga tidak tahu bahwa kapal besar itu berguncang melawan badai.

“Allah itu baik banget, dimudahkan semua urusan masak begitu naik kapal saya tertidur pulas. Padahal lama perjalanan 10 jam. Alhamdulilah di Ende ada rumah singgah milik relewan Iin Herlina, gadis Medan yang merantau ke Ende dan menikah dengan suami asal Jawa,”

Menurut Dewi,  Mbak Iin Herlina ini ikhlas banget menampung teman-teman volunteer dari mana saja, dalam dan luar negri yang sedang lintas Flores tanpa mau menerima bayaran. Seperti bertemu dengan orang yang satu frekwensi, dia bersyukur di tampung di rumah Iin selama di Ende.

Pertemuan dengan wanita pejuang tanpa tanda jasa itu  makin memperkuat keyakinannya bahwa berbuat kebaikan pada masyarakat itu bukan hanya mendatangkan kepuasan batin dan kebahagian tetapi juga membuatnya ketagihan ( addick) untuk membantu mengatasi kesulitan hidup orang lain.

Besoknya Dewi dari Ende berangkat menuju desa di atas gunung yang diingatnya bernama Detupau. Lima kilometer pertama masih ada jalan aspal, tapi 5 km selanjutnya motor melewati jalan kecil di tepi jurang dan bikin sesak nafas karena rasa takut.

” Ternyata desa itu benar-benar belum ada listrik dan selain rumah-rumah sederhana,  hanya ada satu gereja dan satu sekolah. Kedatangan saya sudah disambut masyarakat,”

Kalau di Jakarta sebagai ibukota negara, masyarakatnya acuh bahkan dengan tamunya sekalipun, nah di desa ini meski kita bukan siapa-siapa tapi disambut seperti saudara sendiri yang pulang kampung, tambahnya.

Suasana seperti inilah dengan rasa kekerabatan dan toleransi besar  yang membuat kegiatan PSR nya penuh rasa bahagia. Selain itu juga membuat hidup menjadi lebih berharga karena bisa melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain.

“Besoknya mereka mau menyuguhkan hidangan ayam tapi karena mereka paham dalam syariat Islam untuk menyembelih ayam juga ada doanya maka pemotongan ayam diserahkan pada saya,” kata Dewi menambahkan indahnya kebersamaan dengan toleransi yang tinggi.

Dia jadi tertawa mengingat kejadian memotong ayam yang tidak pernah dilakukan seumur hidup. Dilanjutkan memasak bersama serta makan bersama anak-anak membuat kenangan manis yang selalu diingatnya, apalagi Dewi lalu diajarkan menari.

Selama di atas ‘gunung’, dan di Lembata kata Dewi, tidak ada satu ekor babi yang boleh berkeliaran karena mereka punya tamu Muslim. Jadi semua babi dikandangkan di belakang rumah bahkan sampai Dewi mencapai bukit doa di desa itu tidak ada babi yang berkeliaran.

“Uniknya waktu ke spot-spot foto yang indah seperti bukit doa, orang desa yang mengantar dan jadi guide adalah orang Muslim yang tinggal di kota Lembata. Dia fasih dengan cerita-cerita umat Kristiani,” jelas Dewi.

Titik Balik

Sebagai single parent, rumah tangganya yang gagal pada 2011 justru menjadi titik balik untuk meraih kebahagian hidup. Padahal ibarat pepatah ‘Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula “, di tahun yang sama dia kehilangan mobil kesayangan karena dirampok, ayahnya mengalami strooke, jadi korban office politic di kantor dan ditipu ratusan juta oleh orang kepercayaan yang menjalankan usaha milik pribadinya.

Dewi senang berwisata, melakukan PSR dan menjadi relawan bencana

Maklum sambil bekerja di perusahaan besar, jiwa entrepreneur dan kreativitasnya membuat Dewi memiliki usaha sendiri sebagai suplier kebutuhan salon-salon besar maupun usaha lainnya.

Selama dua tahun dia harus menata hidup, melakukan self motivation, banyak mendengarkan ceramah agama dari beragam ustad/ustajah, melatih ketenangan diri dengan yoga, olahraga renang secara teratur dan merawat kedua orangtua di rumah.

“Tadinya orangtua belum mau tinggal bersama saya padahal Ayah saya sudah sakit-sakitan. Akhirnya sebagai anak perempuan pertama dari lima saudara, orangtua mau bergabung dan rumahnya disewakan,” kata Dewi.

Mengasuh anak tunggal yang kini sudah kuliah di Jerman, Dewi mengaku tekadnya untuk hidup bahagia dipenuhi oleh Allah SWT dengan banyak mendapat perhatian dan kasih sayang dari warga tempat dia melakukan PSR.

” Karena saya peduli literasi maka kegiatan PSR waktu libur week-end melakukan kegiatan di kota-kota terdekat seperti di Bogor yang masih punya desa tertinggal atau ke Marunda, bagian dari ibukota negara yang kumuh dan masyarakatnya perlu di bina,” ungkapnya.

Dewi yang kini bekerja di perusahaan jasa medis penyedia beragam kebutuhan mulai dari SDM hingga pengadaan klinik di tambang-tambang minyak, juga kerap mengajak teman-teman secara pribadi mendukung bakti sosial yang dibuatnya.

“Banyak teman yang ternyata suka dengan kegiatan PSR dan merasa senang bersedekah dengan program yang nyata bahkan jika ada waktu mereka terlibat langsung,” kata Dewi.

Masih di Marunda, misalnya, anak-anak bisa periksa gigi gratis, mendapat latihan merawat gigi dan mulut dan pulang dengan  goody bag yang membuat mereka menjadi riang gembira.

Di beberapa kota di Jawa Barat, Dewi menggelar program tebar buku gratis terutama buku-buku untuk membimbing usaha tertentu sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup.

Di lain hari, dia sibuk menerima barang layak pakai terutama baju, mukena, jilbab dan barang lainnya sumbangan para kerabat. Kadang barang-barang itu dibuatkan bazar dengan harga murah seperti 3 baju seharga Rp 5000 sehingga masyarakat di kampung-kampung kumuh bisa memiliki baju-baju mahal.

Mengingat hasil penjualan bazar barang bekas juga untuk kegiatan amal lainnya maka penjualan juga selalu habis membuat Dewi selalu bersyukur atas keajaiban yang Allah ciptakan. Hal ini   menjadi satu bukti meski kurang mampu kalau tujuan amal masyarakat mau membeli, jelas Dewi.

“Manusia tidak bisa membeli kebahagian tetapi dia berhak memiliki kebahagian dan memberi kebahagian buat orang lain. Saya memilih menjadi ibu yang bahagia sehingga bisa mendidik anak semata wayang melewati tahapan hidupnya dengan selalu bahagia serta mendekatkan diri pada tuhan,” katanya menutup bincang-bincang soal Personal Social Responsibility ( PSR) itu. Au Revoir  Madame !.

Tekan Laju Penyebaran COVID-19, Tutup 26 Taman Nasional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: KLHK mengambil langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dengan melakukan penutupan sejumlah kawasan konservasi untuk kepentingan kunjungan wisata.

“Per Kamis, 19 Maret 2020, sebanyak 56 kawasan konservasi, terdiri dari 26 Taman Nasional/TN, 27 Taman Wisata Alam/TWA dan 3 Suaka Margasatwa/SM, telah ditutup untuk kunjungan wisata, baik domestik mau pun manca negara,” ungkap Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno.

Kemungkinan jumlah kawasan konservasi yang ditutup untuk kunjungan wisata bertambah, disesuaikan dengan dinamika perkembangan COVID-19, tambah Wiratno.

Kawasan konservasi tersebut adalah:

Taman Nasional

  1. TN Gunung Leuser (Aceh-Sumatera Utara);
  2. TN Bukit Duabelas (Jambi);
  3. TN Kerinci Seblat (Sumatera Barat-Jambi);
  4. TN Bukit Tigapuluh (Riau);
  5. TN Way Kambas (Lampung);
  6. TN Berbak Sembilang (Sumsel-Jambi);
  7. TN Kepulauan Seribu (DKI Jakarta);
  8. TN Gunung Halimun Salak (Jawa Barat-Banten);
  9. TN Gunung Ciremai (Cirebon-Kuningan);
  10. TN Gunung Gede Pangrango (wilayah Sukabumi dan Cianjur);
  11. TN Karimunjawa (Jawa Tengah);
  12. TN Merbabu (Jawa Tengah);
  13. TN Gunung Merapi (Jawa Tengah-Yogya);
  14. TN Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur);
  15. TN Alas Purwo (Jawa Timur);
  16. TN Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat);
  17. TN Gunung Tambora (Nusa Tenggara Barat);
  18. TN Gunung Palung (Kalimantan Barat);
  19. TN Tanjung Puting (Kalimantan Tengah);
  20. TN Sebangau (Kalimantan Tengah);
  21. TN Bukit Baka Bukit Raya (Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah),
  22. TN Kutai (Wilayah Bontang);
  23. TN Bantimurung Bulusaraung (Sulawesi Selatan);
  24. TN Taka Bonerate (Sulawesi Selatan);
  25. TN Aketajawe Lolobata (Maluku Utara);
  26. TN Lore Lindu (Sulawesi Tengah);

Taman Wisata

27) TWA Grojogan Sewu (Karanganyar-Jawa Tengah);

28) TWA Telogo Warno/Pengilon (Wonosobo-Jawa Tengah);

29) TWA Sumber Semen (Rembang-Jawa Tengah);

30) TWA Gunung Selok (Cilacap-Jawa Tengah);

31) TWA Guci (Tegal-Jawa Tengah);

32) TWA Kawah Ijen (Jawa Timur);

33) TWA Bukit Kelam (Sintang-Kalimantan Barat);

34) TWA Tanjung Belimbing (Kalimantan Barat);

35) TWA Bukit Tangkiling (Kalimantan Tengah);

36) TWA Tanjung Keluang (Kalimantan Tengah);

37) TWA Malino (Sulawesi Selatan);

38) TWA Lejja (Sulawesi Selatan);

39) TWA 17 Pulau Riung (NTT);

40) TWA Baumata (NTT);

41) TWA Gugus Pulau Teluk Maumere (NTT);

42) TWA Menipo (NTT);

43) TWA Camplong (NTT);

44) TWA Bipolo (NTT);

45) TWA Teluk Kupang (NTT);

46) TWA Ruteng (NTT);

47) TWA Pulau Rusa (NTT);

48) TWA Pulau Lapang (NTT);

49) TWA Pulau Batang (NTT);

50) TWA Tuti Adagae (NTT);

51) TWA Wera (Sigi-Sulawesi Tengah);

52) TWA Bancea (Poso-Sulawesi Tengah);

53) TWAL Pulau Tokobae (Morowali Utara-Sulawesi Tengah);

Suaka Margasatwa

54) SM Pulau Rambut (Jakarta);

55) SM Muara Angke (Jakarta);

 56) SM Pinjan Tanjung Matop (Tolitoli-Sulawesi Tengah).

Tutup Kunjungan Kapal Pesiar

“Khusus untuk Taman Nasional Komodo, di Nusa Tenggara Timur, kami juga menutup kunjungan kapal pesiar (cruise), mengingat cruise biasa sandar langsung di dermaga Pulau Komodo, dan membawa wisatawan dalam jumlah banyak, disisi lain Balai TN Komodo belum memiliki peralatan deteksi dini virus corona yang memadai,” ungkap Wiratno.

Selain penutupan beberapa kawasan konservasi, Wiratno juga menyampaikan langkah-langkah yang perlu ditindaklanjuti jajarannya di 74 Balai/Balai Besar KSDA dan Taman Nasional. Diantaranya yaitu melakukan evaluasi dan mengantisipasi penutupan kunjungan ke Lembaga Konservasi Umum, termasuk kebun binatang, taman satwa dan penangkaran satwa liar, jika seandainya diperlukan.

Aktivitas repatriasi satwa liar yang telah direncanakan dari negara lain, ditunda sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Adapun penanganan konflik satwa liar, penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran satwa, tetap dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi di lapangan.

Terkait pelayanan perizinan yang menjadi kewenangan jajaran Direktorat Jenderal KSDAE, Wiratno mengarahkan untuk memaksimalkan pelayanan melalui sistem online. Untuk pelayanan yang belum dapat dilakukan secara online, maka aktivitas tersebut ditunda sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut.

“Masyarakat tetap dapat menghubungi Call Center Direktorat Jenderal KSDAE serta Call Center pada 74 UPT jajaran Direktorat Jenderal KSDAE di daerah,” jelas Wiratno.*

Bandara Tempat Paling Banyak Penyebaran Virus Covid-19

this formate
Penumpang mengantre di lantai yang telah diberi stiker panduan jarak untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (19/3) ( Foto: Antara)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Bandara merupakan lokasi atau tempat yang paling banyak penyebaran virus korona atau Covid-19. Orang banyak di sana dan paling padat, termasuk social distancing tidak bisa dijaga,” kata Achmad Yurianto, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona, di Gedung BNPB Jakarta, hari ini.

Terkait itu, ia mengaku sudah sering mengingatkan agar antisipasi penyebar­an virus korona di bandara lebih diperhati­kan sehingga mengurangi risiko penularan. “Makanya, saya sudah teriak-teriak kalau penumpang sepi atau sedikit meja check in jangan dibikin sedikit juga,” kata dia seperti dikutip Antara

Akibatnya, kata dia, masyarakat atau ca­lon penumpang tadi menjadi menumpuk di meja check in sehingga risiko penularan vi­rus tersebut lebih tinggi.

Pada kesempatan itu, Yurianto menjelas­kan hampir seluruh kasus yang sembuh dari penyakit Covid-19 didominasi oleh faktor imunitas yang sangat baik dari pasien. “Fak­tor inilah (imunitas) yang menentukan kes­embuhannya,” kata dia.

Mengenai jumlah korban, Yurianto me­ngatakan terjadi lonjakan menjadi 309 kasus positif Covid-19. Selain itu, kasus kematian akibat virus tersebut melonjak menjadi 25 orang. “Ada penambahan di DKI sebanyak lima orang, kemudian Jateng penambahan kasus satu orang,” ujarnya.

DKI Jakarta menjadi wilayah dengan angka kematian tertinggi dengan jumlah 17 orang meninggal dunia. Selanjutnya, Jawa Tengah berada di urutan kedua dengan jum­lah tiga pasien meninggal dunia.

“Di Bali satu, Banten satu orang, Jabar satu, DKI Jakarta 17, Jateng tiga, Jatim satu orang, dan Sumut satu orang. Maka total 25 orang,” jelasnya.

Yuri memprediksi, pasien positif korona akan dinamis dan meningkat begitu cepat. Untuk itu, ia berharap tidak ada lagi pasien positif yang meninggal dunia.

 

Sekali Lagi, Patuhi Social Distancing

this formate

Untuk ilustrasi, silahkan buka tautan :https://twitter.com/edwardsuhadi/status/1239053087764955137

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Di tengah pencegahan virus corona (Covid-19), sekitar 9.000 jemaah tabligh Ijtima Dunia 2020 Zona Asia dikabarkan sudah berkumpul di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Untunglah acara tabligh akbar itu dibatalkan, Rabu.

Ijtima Asia 2020 yang berlangsung di Kabupaten Gowa akhirnya disepakati tidak dilanjutkan demi pencegahan Virus Corona (Covid-19). Penanggung jawab Itjima Zona Asia 2020, Tahir mengatakan, pihaknya sepakat menunda kegiatan karena melihat perkembangan saat ini.

Penyelenggara Ijtima Dunia 2020 Zona Asia ini sebelumnya menyelenggarakan Tabligh Akbar di Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020. Dalam Tabligh Akbar tersebut, sedikitnya 696 warga negara Indonesia (WNI) menjadi peserta.

Tabligh akbar tersebut dihadiri sekitar 16.000 orang, termasuk 1.500 warga asing. Pada Jumat (13/3), Malaysia mengumumkan 12 warganya terinfeksi virus corona usai menghadiri acara itu.

Sejumlah negara di Asia Tenggara juga mengalami lonjakan kasus virus corona dalam beberapa hari terakhir. Negara-negara itu adalah Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Singapura, Vietnam, dan Thailand. 

Pemerintah RI menyebut kasus positif Virus Corona per Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB sudah mencapai 227 orang, dengan 19 orang meninggal dunia dan rianciannya, Bali satu orang, Banten 1 kasus, DKI 12 kasus, Jabar 1 orang, Jateng dua kasus, Jatim satu kasus, dan Sumut satu korban meninggal.

Hanya dalam sehari ada penambahan kasus 55 kasus positif. Padahal per 17 Maret jumlahnya masih 172 kasus atau  ada lonjakan 38 kasus positif COVID-19 dibandingkan sehari sebelumnya yaitu Senin lalu. Faktanya, jumlah kasus yang meninggal lebih banyak dari yang sembuh.

Belum ada pernyataan apa yang ingin dihasilkan dari pihak penyelenggara Ijtima Dunia 2020 Zona Asia itu,  apalagi sebelumnya sudah menyelenggarakan di Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia.

Hal inilah yang menggelitik pikiran saya di tengah pemakaian kata Ijtima yang sering dikaitkan dengan Ijtima ulama padahal dua kata yang berbeda artinya. Ijtima berasal dari kata ijma yang berarti kesepakatan atau konsensus berkaitan dengan Fikih. Sedangkan Ijtima ulama di negri ini dikaitkan dengan dukungan politik.

Fikih membahas tentang cara beribadah, prinsip Rukun Islam, dan hubungan antar manusia sesuai yang tersurat dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Nah Ijtima mana yang dimaksud penyelenggara ? Wallahu a’lam bish-shawabi, Allah Maha tahu yang benar/yang sebenarnya.

Kerumunan massa juga masih terjadi pada prosesi penahbisan Uskup Ruteng di Kota Ruteng, Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/3/2020) yang tetap berlangsung.

Di kutip dari Investor Daily, sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo sudah mengirimkan surat meminta acara penahbisan uskup Ruteng ditunda demi alasan kemanusiaan.

“Korban akibat Covid-19 terus berjatuhan. Penyebabnya bukan dari orang yang sedang dirawat di rumah sakit, tetapi oleh orang yang sehat namun dia sudah sebagai carrier, sebagai pembawa Covid-19,” jelasnya.

Soalnya yang bersangkutan berpotensi sebagai penular kepada siapa saja yang berada di sekitarnya. Sangat berbahaya bila menular kepada orang lanjut usia atau memiliki penyakit bawaan. Carrier tersebut bisa berpotensi menjadi pembunuh potensial karena bisa menyebabkan kematianm,” demikian Doni Monardo.

Social Distancing

Terkait penyebarannya yang secara global dimana  pemerintah RI dan negara-negara di dunia telah meminta seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan social distancing atau membatasi interaksi sosial untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19, maka kedisiplinan dan kepatuhan masyarakatlah yang utama.

Waspadalah, para peneliti menemukan, virus corona bisa tahan berhari-hari di permukaan benda. Sebelumnya, virus corona seperti SARS dan MERS, telah ditemukan pada permukaan benda mati seperti logam, kaca, atau plastik, paling lama 9 hari, jika permukaan benda tersebut tidak segera diberi disinfektan.

Keterangan tersebut diperoleh sebagai hasil penelitian yang dipublikasikan awal Febuari lalu oleh The Journal of Hospital Infection. Nah jika tertular dari benda yang ramai-ramai di pegang saat di supermarket atau tempat keramaian lainnya. Setelah itu reaksi baru muncul 14 hari ke depan ? bagaimana nasib Anda ?.

Oleh karena itu mengapa  masyarakat diminta membatasi pertemuan-pertemuan yang melibatkan keramaian massa, menyarankan warga untuk bekerja dari rumah serta bentuk-bentuk aktivitas lain yang mendukung social distancing,

Mengapa dibutuhkan social distancing di gambarkan dampaknya seperti dikutip dari Washington Post

Menyimak tulisan Shohib Khoiri, Dosen Agama & Etika Islam ITB yang beredar di WA chat group pernyataan “Saya tak takut Corona, hanya takut Allah”. Kalimat ini kelihatannya benar dan menggambarkan keimanan mereka yang tinggi, tapi sebenarnya “sarat akan paham Jabariyyah” dalam kajian Aqidah. 

Lalu bagaimana dengan keimanan Baginda Nabi yang mengatakan “Larilah engkau dari lepra sebagaimana larinya engkau dari singa” (HR. Bukhari). Apakah mereka lebih tinggi keimanannya dari keimanan Baginda Nabi?.

Kalimat lainnya yang sering diucapkan adalah “Tak mungkin Allah turunkan wabah kepada orang-orang shalih”. Kalimat ini tampak seperti benar, tapi ada kerancuan. Kalau diyakini bahwa wabah hanya akan mengenai orang kafir/ahli maksiat, lalu bagaimana dengan Sahabat mulia Muadz bin Jabal yang wafat karena wabah penyakit saat itu?. Apakah keimanan beliau lebih rendah dari keimanan mereka yang mengatakan kalimat di atas?

Tanpa perlu datang menghadiri acara-acara yang menghadirkan ribuan massa, cukup dari rumah dan buka youtube, saya sudah bisa mendapatkan pencerahan agama dari Ustad Adi Hidayat terkait virus Covid-19 dan penyakit mematikan lainnya.

Intinya kalau seseorang sakit, tidak ada kaitannya dengan jaminan kematian. Para korban terjangkit virus baik yang masih sakit maupun sudah dinyatakan sembuh tidak bisa dipastikan mati karena penyakitnya itu. Tetangga korban atau masyarakat yang ketakutan meski tubuhnya 100 persen sehat bisa saja langsung wafat karena kematian hanya rahasia sang penciptanya, Allah SWT.

Apabila terkena penyakit atau divonis menjadi bagian dari penyakit itu misalnya terkena Corona, kanker dan penyakit mematikan lainnya, Ustadz Adi Hidayat menyarankan untuk membaca ayat dalam Al-Quran ini dengan penuh keikhlasan dan permohonan kuat kepada Allah.

Penyakit manusia biasanya karena phisik, pikiran dan karena penyakit hati ( ruh). Nah pikiran dan penyakit ini justru yang lebih berbahaya dari penyakit akibat sakit di raganya karena saling terkait yang memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Sama halnya dengan penyakit fisik, penyakit ini juga ada obatnya.

Ustadz Adi Hidayat menggabungkan tiga surat dalam Al-Quran sekaligus. Insya Allah jika dibacakan dengan benar di situ ada janji Allah sebagaimana janji Allah kepada Nabi Ayyub bahwa penyakit apapun selain kematian, Allah akan berkenan menyembuhkannya.

Berikut ayatnya:

  1. Al-Quran Surat Al-Isra’ ayat 82.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الۡـقُرۡاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۙ وَلَا يَزِيۡدُ الظّٰلِمِيۡنَ اِلَّا خَسَارًا‏

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (Al-Isra’: 82)

  1. Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 83-84.

وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (Al-Anbiya: 83)

فَاسۡتَجَبۡنَا لَهٗ فَكَشَفۡنَا مَا بِهٖ مِنۡ ضُرٍّ‌ وَّاٰتَيۡنٰهُ اَهۡلَهٗ و مِثۡلَهُمۡ مَّعَهُمۡ رَحۡمَةً مِّنۡ عِنۡدِنَا وَذِكۡرٰى لِلۡعٰبِدِيۡنَ

“Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.” (Al-Anbiya: 84)

Apabila ingin berdoa bisa membaca kalimat di bawah ini:

اللَّهُمَّ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ

‘Allahumma Annii Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin’

Artinya:

Ya Allah Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.

  1. Ditutup dengan Surat Al-Fatihah ayat 1-7.

Nabi SAW pernah mengatakan bahwa Surah Al-Fatihah ini sebagai (As-Syifa). Pernah dikisahkan seorang kepala suku tersengat kalajengking dan medis mengatakan tidak mungkin sembuh. Akhirnya dibacakan Surah Al-Fatihah dan Allah memberikan kesembuhan.

Inilah bagian dari ikhtiar ruh, pendekatan-pendekatan spritual yang perlu diamalkan. Adapun obat untuk menyembuhkan segala penyakit bisa ditemukan dalam kalimat Al-Quran.

Beberapa ayat dalam Al-Quran berupa dzkir-dzikir tertentu yang apabila dilakukan dengan benar akan melahirkan penawar yang tidak ditemukan dalam ilmu kedokteran.

“Semoga Allah memberi kemudahan dan menghilangkan segala kesulitan di sekitaran kita. Insya Allah saudara kita yang meminta penguatan dan doa semoga Allah meringankan musibah yang kita hadapi saat ini,” ungkap ustad Adi Hidayat.