PATA Siapkan Crisis Centre Merespons Dampak Global  Covid-19  

this formate

Kehadiran Crisis Centre salah satu bentuk pelayanan dan jaminan keamanan bagi wisman yang berkunjung ke Indonesia dan berada di zona bahaya wabah. ( Foto Kemenparekraf)

BANGKOK, bisniswisata.co.id:  Pandemi COVID-19 menghadirkan ancaman besar bagi ekonomi global dan, khususnya, industri perjalanan dan pariwisata global dengan meningkatnya kerugian yang sudah mendekati US $ 100 miliar dan lebih dari 50 juta orang terancam kehilangan pekerjaan di dunia, kata Mario Hardy, CEO Pacific Asia Travel Association (PATA), kemarin.

Industri perjalanan dan pariwisata menghadapi krisis eksistensial dan perlu bertindak sekarang untuk mempertahankan dan melindungi sektor yang merupakan kontributor vital bagi mata pencaharian ekonomi jutaan orang.  orang di seluruh dunia.

Pacific Asia Travel Association (PATA) sedang  mendirikan crisis center untuk mengumpulkan data dan informasi yang dapat diandalkan untuk membantu semua pemangku kepentingan industri saat mereka menghadapi krisis saat ini.  

“Kami saat ini meminta pemerintah, dan organisasi internasional dan nasional mengumpulkan informasi tentang paket bantuan yang tersedia untuk bisnis di negara masing-masing,” kata Mario Hardy.

Dia mengatakan bahwa PATA juga berencana untuk menambah data dan informasi lebih lanjut yang akan berguna bagi organisasi. ” Kami tidak dapat melakukan ini sendirian dan kami mendorong pemerintah, mitra, anggota dan, asosiasi dan organisasi internasional dan nasional untuk membantu kami dan mendukung inisiatif ini,” tambahnya.

Industri ini  menghadapi salah satu ancaman terbesar yang belum pernah dilihatnya dan ini bukan waktu untuk persaingan antara individu dan organisasi, tetapi waktu untuk kerja sama yang terkoordinasi antara semua pemangku kepentingan industri. 

 “Kita perlu mengambil tindakan sekarang, dan hanya dengan bekerja bersama kita dapat berharap untuk membangun industri perjalanan dan pariwisata yang lebih tangguh, bertanggung jawab, berkelanjutan dan lebih kuat,” kata Hardy

Dia menambahkan bahwa kita semua harus terus melakukan bagian kita dan melindungi kesehatan  keluarga kita, karyawan dan masyarakat. Selama masa-masa seperti ini, sangat penting untuk memiliki akses ke data dan informasi yang andal untuk menerapkan strategi pemulihan yang terukur dan seimbang.

Indonesia

Di Indonesia, tepatnya dari Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia yang pernah mengalami peristiwa tragis Bom Bali 1 pada 2002 dan Bom Bali II pada 2005, keinginan membentuk crisis center juga diungkapkan IGM Dwikora Putra, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali.

“Pemerintah Provinsi Bali sesegera mungkin membentuk Crisis Center atau pusat informasi terpadu terkait dengan informasi seputar wabah virus corona yang tengah menjadi sorotan global,” ujarnya seperti di kutip dari Balitribune.co.id.

Kehadiran pusat informasi terpadu dimaksudkan agar informasi yang keluar masuk hanya melalui satu pintu. Jadi menurut hematnya,  tidak semua orang bisa memberikan keterangan, tapi cukup satu pintu informasi.

Ia juga mengakui, simpang siurnya pemberitaan akan berdampak pada sektor pariwisata yang notabene penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali.

“Teman-teman pers  harus menyadari bahwa kita hidup di Bali yang mengandalkan pariwisata, kalau Bali terpuruk lantas bagaimana kita. Jadi, baik pemerintah ataupun pers mesti memiliki sikap yang sama dalam menghadapi wabah virus corona,” sebutnya.

Dwikora dengan terus terang tidak menginginkan timbul persepsi dalam masyarakat, ternyata teror media lebih ganas dari corona itu sendiri akibat pemberitaan yang kurang tepat.

“Sebelum ada konfirmasi yang tepat dari pihak berwenang, jangan lantas memvonis seseorang positif corona. Mungkin saja yang bersangkutan memiliki gejala serupa dengan corona, tapi kan harus menunggu hasil lab terlebih dahulu,” ucapnya.

Dari Jakarta, Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyesalkan tidak ada upaya dari Kementrian Pariwisara dan Ekonomi Kreatif untuk menghidupkan crisis center pariwisata untuk terus up date dengan industri wisata global tentang berbagai langkah pemulihan.

” Ada tanda-tanda erupsi Gunung Agung Bali akan meletus pada September 2017, Kemenpar Arief Yahya ikut bersuara. Dia memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau menit per menit perkembangan situasi di Bali,” kata pengamat pariwisara Hilda Ansariah Sabri.

Saat ini ketika pandemi global Covid-19  sudah demikian parah dan di Indonesia setiap hari kasusnya terus melonjak,  Kemenparekraf tidak kunjung menghidupkan Crisis Center. Padahal hal ini penting untuk menginformasikan satu pintu kondisi kepariwisataan Indonesia terkait dampak pandemi ini pada dunia.

” Senin lalu dalam Press Statement Menteri Parekraf di tengah pandemi Covid-19,  Whisnutama juga tidak menjawab pertanyaan pers sehingga anggota Forum wartawan Parekraf di instansinya kecewa,” kata Hilda yang juga Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat.

Anggota Forwaparekraf di era kabinet baru ini hanya dibanjiri siaran pers satu arah dari Humas Kemeparekraf sehingga  pihaknya pesimistis pariwisata Indonesia bisa bangkit cepat setelah badai virus Corona ini berlalu di muka bumi ini.

” Badan-badan pariwisata dunia seperti PATA, UNWTO, WTTC optimistis sektor pariwisata bisa menjadi juru selamat industri travel & tourism menghadapi berbagai musibah, resesi ekonomi, perang dan lainnya. Namun harus ada manajemen krisis yang baik lewat crisis center,” kata Hilda.

Hal yang penting diperhatikan terkait keberadaan crisis center pariwisata ini, yaitu; sense of crisis, manajemen krisis, dan komunikasi krisis. Tidak cukup menyatakan pariwisata merupakan sektor yang paling efektif untuk mendongkrak devisa Indonesia, tegasnya.

 

 

 

Laris Manis Bir Pletok Renny Djajoesman.

this formate

Lady Rocker Renny Djajoesman memperkenalkan minuman Bir Pletok yang dijual di Warung’e Renny, di samping mpek-mpek dan tekwan andalannya.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lady Rocker Renny Djajoesman, didapuk sobat-sobat lamanya dari Komunitas Seni Bulungan (KSB) untuk menyutradarai drama “Ayahku Pulang” (karya adaptasi Usmar Ismail) yang digelar oleh Teater Bulungan – kelompok pertama yang berkegiatan di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS).

Namun apa daya saat melatih, bahkan dua hari menjelang pementasan pada Sabtu 29 Februari 2020 lalu, nyaris semua pemain yang rata-rata berusia di atas ‘kepala lima’, mendadak mengalami gangguan pada tenggorokan.

Suara mereka mendadak pecah atau serak saat mengucap dialog, dan artikulasi dalam mengucap kata sering menjadi tidak jelas. Intinya: para pemain terserang radang tenggorokan. 

Gawat, bagaimana mau naik panggung dengan suara berantakan seperti ini? Mereka harus ke dokter atau cari obat yang cespleng buat memulihkannya. Seorang teman usul para pemain minum Wedhang Jahe agar tenggorokan lancar kembali. 

Saya ingat Emak, yang dulu biasa membuat Bir Pletok tiap kalo ada diantara kami, anak cucu-cucunya sakit batuk atau badan meriang.Di rumah, masing-masing teman sibuk menyiapkan jahe untuk bahan wedhang.

Sementara yang lain juga mengontak budayawan Yahya Andi Saputra dari Lembaga Kebudayaan Betawi, bertanya dimana bisa beli-antar Bir Pletok.

Tapi Renny bertindak cepat. Tak usah repot beli-beli. Bir Pletok sudah tersedia, siap diboyong ke tempat latihan,” posting Renny di WA-Group. Berkat Bir Pletok botolan dari Renny, semua pemain merasa tenggorokannya jadi lebih  enak dan latihan pengucapan dialog kembali lancar. 

Tak ada lagi yang bersuara serak. Puncaknya di hari pertunjukan. Mereka semua bermain prima dan baik, sesuai harapan. Alhamdulillah, Bir Pletok lumayan cespleng mengatasi radang tenggorokan yang mengganggu teman-teman kami.

Warisan Budaya Tak-Benda

Kata orang, tradisi lisan melahirkan perilaku hidup yang lantas menghasilkan warisan budaya, baik yang berbentuk benda nyata (tangible) ataupun berupa nilai-nilai atau tak-benda (intangible) atau yang popular dengan istilah Warisan Budaya Tak-Benda (WBTB). 

Contoh WBTB yang hidup di tengah masyarakat adalah pengetahuan gastronomi atau seni masak-memasak, yang awam sering sering menyebutnya: kuliner. 

Masyarakat budaya Betawi punya banyak kuliner khas, yang sebagian sudah diakui sebagai bagian dari WBTB Indonesia, bahkan jadi Ikon Kota Jakarta. Satu di antaranya adalah minuman sehat Bir Pletok, produk Renny Djajoesman untuk “mengobati dan memperbaiki” suara para pemain drama Ayahku Pulang yang disutradarainya, hingga bisa balik bermain prima.

Ternyata Bir Pletok adalah salah satu minuman andalan yang ditawarkan Warung’e Renny, usaha kuliner yang dibuat lady rocker itu di halaman rumahnya yang luas di kawasan Kavling Polri, Ragunan, Jakarta

Bir Pletok kini memang makin popular, Ia tak cuma disajikan di hajat nikah ataupun keramaian penganten sunat, tapi juga pada perayaan-perayaan resmi di Istana Negara. Pembuatnya pun kian banyak, dengan penyajian yang kian representative. 

Kini ada produk yang sudah dibotolkan dengan label-lebel cantik, dikemas dalam kantong yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh saat hendak terbang balik ke rumah. Meski menyandang kata ‘bir’ tapi sana sekali tidak mengandung alkohol. 

Minuman ini awalnya diracik lantaran dahulu banyak orang Betawi yang melihat kebiasaan bangsa Barat (orang Betawi menggeneralisasikannya sebagai orang Belanda) di Batavia, yang tiap pesta selalu mengonsumsi wine atau berjenis minuman beralkohol lain yang (lagi-lagi) orang Betawi cenderung menyamaratakannya dengan sebutan ‘bir’.

Konon, beberapa pemuka dalam masyarakat Betawi, ingin juga punya pesta atau hajatan yang juga menyajikan minuman berkelas seperti bir, tapi yang tidak mengandung alkohol, dan tidak memabukan, karena itu terlarang dalam Islam, agama yang dianut oleh umumnya orang Betawi. 

Dari pemikiran itu lantas lahir sebutan  Bir Pletok yang seutuhnya diracik dari rempah-rempah, minuman yang menghangatkan badan tapi tidak memabukkan. Kata ‘pletok’ sendiri diambil dari bunyi ‘pletok’ saat orang Belanda membuka tutup botol wine. 

Penggabungan kata bir dan pletok lantas menjadi nama dari racikan minuman herbal berkhasiat obat tersebut. Antara lain untuk memperlancar peredaran darah, mengatasi nyeri lambung, memulihkan radang sendi mengobati migran, menghangatkan badan dan untuk obat radang tenggorokan yang bikin suara serak. 

Minuman ini aman dikonsumsi anak-anak, penyajiannya sesuai selera. Banyak mengandung jahe (jenis aprosidiac food yang mampu meningkatkan stamina tubuh). Bir Pletok bisa menjadi minuman ( wedhang) hangat malam hari. 

Tapi ketika budaya es batu mulai tiba di Jakarta, apalagi di zaman kulkas sekarang ini, Bir Pletok juga bisa disajikan sebagai minuman dingin yang segar di saat udara panas menyengat.

Rasanya terbilang unik ada manis, hangat dan sedikit pedas tapi aromanya semerbak wangi. Ini karena Bir Pletok dibuat dari berbagai bahan tumbuhan berkhasiat obat seperti: Jahe Emprit dan Jahe Merah,  Sereh, Lada Hitam, Kapulaga, Pala, Cengkeh, Cabe Jawa, Kulit Kayu Manis, Pandanwangi, Daun Jeruk, Kunyit dan Temulawak. Sebagai pemanis, biasa digunakan Gula Aren dan Gula Batu. 

 Satu hal yang membedakannya dengan Wedhang Jahe, Bir Pletok dicampuri irisan Kayu Secang atau Sepang (Caesalpina sappan L.) hingga menghasilkan air godogan berwarna merah “Mirip bir atau ragam jenis minuman yang biasa diteguk orang Belanda tempo doeloe kalau pesta,” ungkap sejarawan JJ Rizal, sekali waktu.

Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa persentase etnik terbanyak di Depok adalah Betawi yaitu sebanyak hampir 37 persen. Sehingga budaya Betawi lebih kental dibanding Sunda, meski Depok berlokasi di Jawa Barat.

Jaman Belanda dulu, orang -orang Betawi memang banyak yang menyingkir ke kawasan Depok dan bekerja untuk tuan tanah Belanda di daerah itu. Keturunannya dikenal dengan sebutan Belanda Depok.

Kini di kawasan Jalan Pemuda, Depok Lama masih ada keturunan marga yang dulunya dibesarkan dengan tradisi Belanda tetap melestarikan kuliner termasuk Bir Pletok.

Alhasil, menu minuman Bir Pletok di Warung’e Renny, bukan hanya menyehatkan tapi juga melestarikan minuman  khas Betawi itu yang sampai saat ini masih bisa ditemukan di kawasan Depok merupakan daerah penyangga Jakarta yang kini berkembang pesat.

 

Mubaga Obyek Wisata Bahari Unik di Kawasan Pegunungan yang Pertama di Dunia

this formate

BATUJAJAR, Kab. Bandung,  bisniswisata.co.id: Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi mendirikan Museum Galeri Bahari (Mugaba) di tanah kelahirannya Kampung Banuraja, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, September tahun lalu.

Pria  berdarah sunda ini berharap Mugaba menjadi destinasi edukasi bagi generasi muda untuk mengenal kemaritiman. Museum dengan arsitektur unik berbentuk kapal laut di tepian waduk Saguling ini juga menjadi wahana dirinya berbagi pengalaman selama berkarier menjadi TNI AL.

Membangun obyek wisata buatan ini selain memang kecintaannya pada dunia pariwisata juga karena banyaknya pernak-pernik memorabilia perjalanan hidup khususnya di AL yang dapat menjadi inspirasi bagi anak anak generasi penerus.

Apalagi memorabilia tidak selalu berbentuk benda fisik, tetapi segala sesuatu yang dapat kita tangkap melalui penglihatan atau pendengaran yang menjadikan benda itu layak menjadi jalan bagi sebuah kenangan

Sayang kalau tidak disiapkan dan dimanfaatkan untuk pendidikan bagi Gen Z ,  mereka yang lahir setelah abad milenium atau tahun 2001 hingga seterusnya yang lahir di abad digital.

Semula museum itu akan di bangun di Jakarta, tetapi konsepnya tidak nyambung karena Ade menginginkan bangunannya berbentuk kapal yang menghadapnya ke darat, bukan kelaut. Selain itu tujuan yang kedua untuk memberikan pengetahuan sejarah maritim dan kekayaan budaya sunda.

” Akhirnya di pilih dekat Citarum, kembali ke kampung halaman setelah usai dinas memimpin Angkatan Laut RI dan menjalani pensiun,”  jelas Ade Supandi membuka percakapan.

Berdirilah kemudian museum dengan tiga dek kapal itu, berada di pinggir Sungai Citarum. Sekilas bagunan itu terlihat seperti kapal yang sedang “berlayar” dengan buritan berada di sungai sedangkan haluan menghadap ke jalan desa. 

“Sesuai dengan misi pendidikan, museum juga saya lengkapi dengan perpustakaan, dengan sasaran untuk anak-anak SD SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi dengan kosentrasi perpustakaan pada Sejarah, Budaya, Teknologi, Manajemen, Kemaritiman dan Pertanian,” ungkap Ade Supandi.

Boleh jadi, Museum Galeri Bahari (Mugaba) mungkin menjadi satu-satunya di dunia, ada museum kapal di pegunungan. Di musem bahari tersebut, di dek (lantai dasar) pengunjung bisa menikmati lintasan perjalanan Bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim sejak jaman nenek moyang hingga jaman sekarang. 

             Ade Supandi, pendiri Mugaba dan pelestari budaya Sunda

Selain itu disajikan juga perjalanan awal Kerajaan Sunda serta berkembangnya kearifan lokal masyarakat Sunda. Tidak ketinggalan, lintasan perjalanan hidup Laksamana Ade Supandi mulai dari lahir hingga menjadi Laksamana dengan jabatan Kasal tersaji di dek satu yang dilengkapi miniatur kapal perang tempat Laksamana Ade pernah bertugas.

Di dek dua berupa perpustakaan, berisi buku-buku tentang kebaharian dan koleksi umum lainnya yang diperuntukkan bagi pelajar, mahasiswa, dan umum. Menurut Ade, perpustakaan itu dirancang mampu menampung 10.000 judul buku.

Sementara itu, museum juga dilengkapi dengan Simulator Kapal Perang di Dek tiga yang dibangun menyerupai anjungan kapal. Dengan simulator itu, pengunjung dapat menjadi “pelaut”, melayarkan kapal dari pangkalnya di Dermaga Ujung, Surabaya menuju Laut Jawa dengan beragam pilihan cuaca, badai dan ombak.

Sebagai obyek wisata baru yang beroperasi enam bulan terakhir ini, Ade Supandi mengaku ingin memberikan isnspirasi dan melengkapi bahwa dengan segala keterbatasan di masa lalu, Ade yang asli berasal dari desa Banuraja itu bisa meraih jabatan puncak di AL menjadi KSAL.

Keberadaan museum bahari di pegunungan diharapkan pada masa-masa mendatang akan kembali muncul anak-anak muda dari Tanah Pasundan menjadi perwira pelaut dan menjadi Kepala Staf TNI AL. Faktanya, sejauh ini baru dua orang putra Pasundan yang menjadi KSAL, yakni alm Laksamana Martadinata dan Laksamana Ade Supandi.

Ide museum ini saat dia banyak berkeliling ke luar negeri dan Laksamana disana membuat museum untuk edukasi generasi muda setelah mengakhiri pengabdiannya,ungkapnya.

Tentu saja dukungan keluarga, terutama pasangan hidupnya Endah Esti Hartanti Ningsih serta dua anak dan satu cucu dan menantu mendorongnya segera mewujudkan bangunan tiga lantai Museum Galery Bahari ( Mugaba).

” Mumpung masih segar jadi begitu pensiun langsung kuliah dan bikin museum daripada  dibuatkan oleh anak-anak atau ahli waris lebih baik bikin sekarang dengan konsep yang digagas dari awal. Lagi pula dibangun di atas tanah tanah leluhur. Jadi tinggal memikirkan biaya bangunannya saja,” jelas Ade Supandi.

Saling mendukung, itulah yang dilakukan oleh pasangan Ade-Endah ini sehingga saat peresmian Mugaba Ade memilih tanggal kelahiran istri tercinta 1 September 2019 yang hari itu tepat berusia 51 tahun.

Endah Esti Hartanti Ningsih adalah anak pertama dari (alm) H Suharto, yang merupakan prajurit Kopassus dan Hj Sri Sunarsih. Setelah pensiun Ade memang berupaya banyak melewatkan waktu dengan kekuarga dan dua anak serta satu cucu.

Sekarang dia sering wisata silaturahim menengok orang tua atau sambangin keluarga, sekalin jalan jalan ke Bandung menengok orang tua. Lain waktu ke Solo menengok keluarga isteri  dan wisata kuliner.

“Istri biasanya berwisata bersama suaminya, kecuali ibu punya acara  dengan komunitas alumni sekolahnya atau organsiasi. Tahun lalu misanya kami berdua ke Medan untuk kulineran, bulan lalu  ke Bandung untuk eksplor tempat-tempat yang menjadi sentra kerajinan rakyat,” 

Kedua anaknya juga suka berwisata dan kini menetap di Surabaya. Si sulung, anak putri yang sudah menikah telah memberikannya seorang cucu laki-laki. Sementara anak bontot atau anak kedua yang suka dengan wisata sejarah juga , berkarier di angkatan laut tepatnya di  kapal perang KRI Fatahillah.

” Dulu saat masih kecil,paling wisata ke kebun binatang atau tempat populer. Tapi setelah berdinas malah jarang wisata dengan keluarga. Tapi dinasnya sudah seperti berwisata. Jika lagi penugasan operasi AL di wilayah timur, mampir ke sorong dan Raja Ampat. Lain waktu ke Nias, turun dari kapal  dan wisata ke perkampungan adat ” kara Ade Supandi mengenang.

Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) TNI angkatan ke-28 tahun 1983 ini bangga ikut mencurahkan pikiran untuk pengembangan TNI Angkatan Laut dan berharap Mubaga bisa menjadi destinasi wisata yang bisa mengangkat daerah Jabupaten Bandung.

“Keunikan bangunan, wisata sejarah maritim dan wisata kuliner diharapkan menjadi daya tarik wisata sehingga banyak masyarakat yang akan datang kesini, katanya menutup obrolan.

 

Antisipasi COVID-16, Terapkan “Physical Distancing” dan Fleksibilitas Layanan

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: PHYSICAL distancing (jarak aman) tidak hanya berlaku dalam aktivitas sosial keseharian masyarakat di negara- negara terpapar COVID-19. Upaya menghentikan laju penyebaran COVID-19 tersebut juga diberlakukan disetiap lini kehidupan. Dalam penyelenggaraan jasa angkutan udara, hal serupa juga diberlakukan pengelola bandara mau pun operator jasa penerbangan. Dari antrian masuk check-in area sampai di dalam pesawat.

Physical distancing ini menurut manajemen Lion Air Group dalam surelnya kepada bisniswisata.co.id, diimplementasikan dengan sistem pengaturan nomor kursi saat melakukan pelaporan (check-in), baik penumpang yang melaksanakan check-in di meja pelaporan (check-in counter), web check in mau pun fasilitas pelaporan mandiri (self-check-in) yang tersedia di bandar udara.

Selain itu, pengaturan jarak antar penumpang juga berlaku ketika berada di ruang tunggu (waiting room) dan pada saat proses masuk ke dalam kabin pesawat (boarding), baik yang menggunakan tangga belalai (garbarata) dan tangga biasa. Pengaturan ini juga berlaku bagi penumpang yang berada di dalam bus (neoplane) saat menuju ke pesawat dan turun dari pesawat.

Dengan pengaturan nomor kursi saat check-in, maka terdapat jarak antar penumpang saat duduk di dalam pesawat. Awak kabin (flight attendant) dan petugas layanan darat (ground handling) membantu teknis pengaturan jarak antar penumpang ketika berada di kabin pesawat jika terdapat penumpang yang duduk berdekatan. Untuk alasan keselamatan dan keseimbangan (weight balance) pesawat saat lepas landas dan mendarat, penumpang dapat dipindahkan sesuai instruksi petugas darat atau awak kabin

Lebih lanjut dijelaskan, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sistem pengaturan tempat duduk bagi penumpang di dalam kabin, antara lain kursi yang berada di baris (row) pintu dan jendela darurat (emergency exit door and window) harus terisi, dengan kriteria dewasa (minimal 18 tahun). Diutamakan untuk penumpang yang tidak bepergian bersama keluarga, memenuhi ketentuan fisik (kondisi sehat jasmani dan rohani), orang berprofesi militer atau polisi, awak pesawat yang tidak bertugas (crew member) dan memahami instruksi dari awak kabin dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Untuk penumpang yang membutuhkan penanganan khusus (special handling) tetap harus mengikuti arahan dan instruksi awak kabin. Barang bawaan penumpang harus diletakkan ditempat penyimpanan bagasi di atas atau di bagian bawah depan kursi penumpang (agar tidak menghalangi pergerakan dalam keadaan darurat).

Sebagai tindakan pencegahan lainnya, Lion Air Group juga melaksanakan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku, penggunaan sarung tangan (hand gloves), pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer).  Hal-hal tersebut merupakan tindakan preventif dengan tetap mengutamakan perlindungan bagi awak pesawat dan petugas layanan darat.

Lion Air Group –Lion Air, Wings Air, Batik Air– menegaskan, memberlakukan prosedur sterilisasi pesawat udara, guna memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.

Fleksibilitas Pilihan

Di tengah situasi darurat kesehatan serta pembatasan perjalanan yang terjadi, bepergian menggunakan angkutan udara bukan menjadi prioritas. Penundaan dan pembatalan perjalanan cenderung meningkat angkanya, sementara tiket perjalanan telah terbeli jauh- jauh hari. Oleh karena itu, dalam periode ketidakpastian seperti saat ini, operator penerbangan menawarkan tambahan fleksibilitas pilihan kompensasi bagi semua pelanggan yang telah memesan tiket.

AirAsia antara lain menawarkan bagi semua pelanggan yang telah memesan tiket pada tanggal 22 Maret 2020 atau sebelumnya, dengan tanggal keberangkatan 23 Maret 2020 hingga 30 April 2020. Kecuali penerbangan domestik di Thailand yang dilayani oleh Thai AirAsia (kode FD) dan penerbangan domestik di India oleh AirAsia India (kode I5).  

Pemegang tiket dapat memilih kompensasi yang lebih fleksibel melalui aplikasi AVA dengan mengubah jadwal penerbangan ke tanggal lainnya sampai dengan 31 Oktober 2020 di rute yang sama. Dapat dilakukan tidak terbatas, kapan saja hingga 48 jam sebelum jadwal keberangkatan berikutnya, dan tanpa biaya tambahan, dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Dapatkan deposit senilai harga tiket dalam akun AirAsia BIG yang dapat digunakan untuk pembelian tiket AirAsia berikutnya. Akun kredit dapat digunakan untuk pemesanan tiket dengan tanggal keberangkatan kapan saja hingga 365 hari kalender sejak diterbitkan selama penerbangannya telah tersedia di airasia.com.  

Menelusuri Jalur Sutra 

this formate

Wiiliam Satriaputra ( paling kiri) bersama rombongan di Samarkand ( foto: dok. pribadi)

William Satriaputra, Ketua Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ wilayah Eropa dan Afrika yang juga eksekutif INNIO Groups menuliskan perjalanan wisata religinya, Menelusuri Jalur Sutra. Berikut laporan perjalanannya bagian pertama.

 

Destinasi perjalanan wisata religi menjelang akhir tahun 2019 kali ini adalah Uzbekistan dan Tajikistan. Kota pertama yang saya pilih untuk mendarat di Uzbekistan adalah Samarkand yang terletak antara Tashkent dan Bukhara.

Samarkand dijuluki permata dari Timur,  kota nan megah dan indah yang menjadi legenda itu telah berusia lebih dari 2.750 tahun dan menjadi kota terbesar kedua di Uzbekistan.

Keindahan Samarkand  membuat Kaisar Alexander Agung terpikat. Tatkala ia menginjakkan kakinya untuk pertama kali di tanah Samarkand, Alexander pun berkata, aku telah lama mendengar keindahan kota ini, namun tak pernah mengira kota ini ternyata benar-benar cantik dan megah. Kota legenda itu  menghubungkan Jalur Sutera antara Timur dan Barat.

Islam Masuk ke Samarkand tahun 46 H pada masa dinasti  Umayyah. Pada era kejayaan Islam, Samarkand menjadi pusat studi para ilmuwan. Itulah mengapa, orang-orang Eropa mendaulatnya sebagai Tanah Para Saintis.

Samarkand memasuki babak baru ketika Islam menaklukkan wilayah itu pada abad ke-8 M. Dinasti Umayyah yang saat itu dipimpin Khalifah Abdul Malik (685 M – 705 M) menugaskan Qutaibah bin Muslim sebagai gubernur di wilayah Khurasan.

Ketika itu, Samarkand dipimpin Tarkhum yang telah melepaskan diri dari kekuasaan dinasti Cina. Wilayah itu bersama dengan Bukhara sempat menjadi pusat Islamisasi penting di Asia Tengah.

Uzbekistan sendiri sebagai pintu gerbang memiliki  kompleks makam yang bangunannya megah layaknya istana, yaitu Shah-i-Zinda di Samarkand. Makam indah tersebut menyimpan suatu cerita penting di balik pembangunannya yang antara lain berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW.

Di kompleks Shah-i-Zinda ini terdapat antara lain makam Kusam ibn Abbas, yaitu sepupu Nabi Muhammad yang menyebarkan agama Islam di kawasan negara ini pada abad ke-7.  Disini terdapat juga makam Khodja-Akhmad, keluarga Emir Timur, militer dan ulama bahkan ilmuwan seperti Kazi Zade Rumi seorang astronom dan ahli matematika.

Hal yang sangat penting dan berkesan bila kemudian Uzbekistan  banyak melahirkan banyak ulama besar dan para ilmuwan dari sini. Sehingga tidak heran, makam di Uzbekistan ini begitu dijaga dan terbilang suci. Saya dan rombongan menjumpai bangunan Shah-i-Zinda khas Timur dengan ubin-ubin bermotif indah. Komplek makam terletak di atas bukit Necropolis di Kota Samarkand.

Bangunan Shah-i-Zinda , makan tokoh Uzbekistan Amir Timur

Salah satu tempat pertama yang saya kunjungi di Samarkand adalah makam tokoh ternama Uzbekistan, Amir Timur (Timurlane). Amir Timur adalah seorang penakluk dan penguasa keturunan Turki-Mongol dari wilayah Asia Tengah. 

Namanya terkenal pada abad ke-14, terutama di Asia Tengah dan sekelilingnya. Saat berusia dua puluh tahun bukan saja mahir dalam berbagai bidang, Amir Timur juga dikenal sebagai pembaca Al-Quran yang tekun. Pada masa itu, ia disebutkan telah menunjukkan sifat-sifat yang ramah dan mudah bersimpati. Timur juga berinteraksi dengan Ibnu Khaldun (Damaskus) dan Hafiz-i Abru. 

Ibnu Khaldun dimasa itu sebagai pakar politik, ekonomi, sejarah, sosiologi dan banyak lainnya. Bukunya yang termasyur berjudul Muqaddimah. Sedangkan Hafiz-i Abru pakar sejarah dan geografi bergabung dengan para ilmuwan di Samarkand.

Kehadiran Timur Lenk pada saat itu sebagai kekuatan baru dalam konstelasi politik dunia yang memunculkan harapan baru bagi suku-suku nomaden untuk meraih kembali kejayaan sebagaimana yang pernah diraih pada masa kepemimpinan Jengis Khan. 

Oleh karena itu dengan sukarela mereka datang ke Samarkand untuk mengabdi kepadanya, maka dalam masa 10 tahun kekuasaan Timur Lenk memperoleh pengikut yang banyak dan mampu membangun angkatan perang yang kuat dan cemerlang dan oleh karenanya wilayah kekuasaannya juga terus meluas. 

Kalau melihat peta gerakan pasukan dan perluasan wilayah dari Mesir hingga ke India dan dari Rusia hingga ke Iran/Irak bahkan China maka sebagai panglima perang tak terkalahkan di medan perang Timur berhasil mengalahkan 2 lawan tangguh yaitu Tokhtamysh keturunan Gengis Khan dan ditawannya Sultan Bayezid setelah kalah pada Pertempuran Ankara. 

Makam Amir Timur berada satu ruangan dengan guru spiritual dan keluarganya. Menariknya makam sang guru berada di deretan pertama di atas kepala Amir Timur. Posisi makam sang guru ini sebagai bentuk penghormatan seorang murid kepada gurunya.

Seorang murid akan mencium kaki sang guru. Begitu kira-kira sehingga makam sang guru spiritual Mir Said Baraka  berada persis di atas kepala Amir Timur. Amir Timur juga dikenal sebagai pengikut Tarekat Naqsyabandi. Timur di sebut dengan nama the sword of Islam.

Ilmuwan Islam pernah jaya pada abad ke 7 hingga 14. Berbagai warisan ilmu mereka tinggalkan pada kita. Padahal alat yang mereka gunakan jauh dari canggih kalau kita bandingkan dengan sekarang.   Jejak-jejak peninggalannya saya lihat antara lain di Samarkand.

Ilmuwan Ulugh Beg

Salah satu ilmuwan dan juga Emir adalah cucu Emir Timur sendiri yang bernama Muhammad Taragai Ulugh Beg yang hidup pada 1393-1449 di Samarkand, Uzbekistan. 

Ulugh Beg membangun observatorium untuk menguak rahasia langit. Hasil pengamatan dan penghitungan Ulugh Beg dan murid-muridnya masih digunakan misalnya sebagai acuan dalam menentukan awal Ramadhan.

Peninggalan Ulugh Beg, ilmuwan Islam ternama

Ulugh Beg mendirikan observatorium di abad ke-14. Dengan mengadakan pengamatan dan mempelajari astronomi dan menyusun jadwal salat, awal tahun dan waktu mulai puasa ramadhan.

Ahli astronomi Barat, Kevin Krisciunas, dalam tulisannya berjudul “The Legacy of Ulugh Beg” menyebut bahwa observatorium Ulugh Beg di Samarkand adalah termegah yang dibangun oleh ilmuwan muslim.

Kubah observatorium itu mencapai 130 kaki, dan terletak di atas bukit. Dari atas bukit inilah pandangan mata untuk melihat hilal (bulan) tidak terganggu.  Salah satu instrumen yang digunakan oleh Ulugh Beg untuk menentukan awal tahun, dan waktu shalat juga masih bisa dilihat sampai sekarang. 

Bangunannya berupa sebuah terowongan batu yang cukup lebar dan panjang dengan ratusan anak tangga. Pangkal dari terowongan tersebut berada di bawah tanah dan berujung pada alam terbuka beratapkan langit. 

Di dalamnya dilengkapi dengan dua jeruji batu yang ditempatkan pada posisi tepat sehingga memberi hasil yang maksimal dalam menghitung ketinggian jarak bintang-bintang yang diamati secara cermat.

Di antara atap terowongan itu dibuat satu lubang untuk memungkinkan masuknya sinar matahari. Titik sinar matahari yang jatuh di anak tangga itulah yang digunakan oleh Ulugh Beg untuk menentukan waktu shalat dan awal tahun.

Tak hanya menentukan waktu shalat dan awal tahun, dari obsevatorium itulah Ulugh Beg membuat rumus penghitungan matematika, termasuk dalam soal geometri bola dan trigonometri. Pada saat itu ketika teknologi belum semodern sekarang, Ulugh Beg sudah berhasil menghitung kemiringan poros bumi dengan sangat akurat mendekati ketepatan pengukuran dunia modern.

Bahkan Ulugh Beg juga berhasil  menghitung kemiringan poros bumi selama 26.000 tahun. Lingkar bumi juga diukur, dan hasilnya adalah 24.835 mil. Hanya meleset sedikit dari hasil pengukuran zaman modern dengan peralatan lebih canggih: 24.906 mil.

Ulugh Beg dan murid-muridnya juga berhasil mengukur posisi titik terjauh Bumi dari Matahari bergerak setiap tahunnya.Dari hasil pengamatan dan perhitungannya, Ulugh Beg dan timnya juga berhasil mengoreksi penghitungan yang pernah dilakukan oleh para astronom Romawi seperti Ptolemeus.  

Hasil-hasil pengamatan dan hitungan tersebut kemudian dihimpun dalam beberapa buku antara lain; kitab Zij-i-Djadid-I Sultani. Hasil observasi dan penghitungan mereka sangat canggih untuk ukuran zaman itu, sehingga datanya masih sangat berguna hingga ratusan tahun kemudian.

Ulugh Beg telah jauh melampaui zamannya pada saat itu. Sejumlah astronom telah lahir dari observatorium itu seperti Riyadh al-Din Jamshid al-Kushy, Qadizada al-Rumy, Ali ibn Muhammad. ( bersambung)

 

                     

 

EasyJet “Rescue Flights”, SIA “Grounding” Armada

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; MASKAPAI penerbangan murah Inggris, EasyJet membatalkan sebagian besar penerbangannya mulai dari Selasa, 24 Maret 2020, sehubungan dengan pembatasan perjalanan yang diberlakukan di negara-negara di seluruh dunia karena pandemi mematikan COVID-19. Perusahaan menghentikan 90% layanan, namun tetap menjalankan penerbangan penyelamatan (rescue flight) yang diharapkan semua operasi penyelamatan utama selesai hari ini.

Demikian disampaikan Johan Lundgren, Kepala Eksekutif, EasyJet menjawab Bisniswisata.co.id melalui surel Selasa, 24 Maret 2020.  Dijelaskan juga bahwa perusahaan memahami pentingnya menyediakan transportasi kembali ke tanah air bagi pelanggan EasyJet yang masih berada di luar negeri. Karenanya memutuskan untuk melanjutkan rescue flight  kembali ke tanah air selama beberapa hari. Ditegaskannya saat sebagian besar negara telah menyarankan warganya untuk menahan diri dari bepergian kecuali jika perlu, mengurangi operasi penerbangan tampaknya menjadi langkah yang tepat saat ini.

Grounding Armada

Sementara di kawasan Asia, Singapore Airlines (SIA) akan mengurangi kapasitas sebesar 96% dari total kapasitas yang semula dijadwalkan hingga akhir April 2020, seiring dengan semakin ketatnya kontrol perbatasan di seluruh dunia selama sepekan terakhir guna mengendalikan wabah COVID- 19. Menyebabkan grounding terhadap sekitar 138 dari total 147 armada milik SIA dan SilkAir.

Sementara itu, Scoot, anak perusahaan berbiaya rendah milik IA, juga akan menangguhkan sebagian besar jaringannya yang menyebabkan grounding pada 47 dari total 49 armada miliknya.

SIA Group telah melakukan diversifikasi jaringan dan mempersiapkan Scoot untuk mengantisipasi berbagai risiko serta melayani berbagai segmen penumpang dan pasar. Namun, tanpa segmen domestik, maskapai penerbangan SIA Group menjadi lebih rentan ketika pasar internasional semakin membatasi pergerakan orang secara bebas atau melarang perjalanan udara secara keseluruhan.

Pada laman perusahaan SIA, termaktub bahwa belum dapat dipastikan kapan SIA Group dapat kembali melayani secara normal, mengingat ketidakpastian akan dicabutnya kontrol perbatasan yang ketat. Penurunan permintaan terhadap perjalanan udara, telah menyebabkan penurunan yang signifikan terhadap pendapatan SIA.

Perusahaan secara aktif mengambil langkah-langkah untuk membangun likuiditasnya, serta mengurangi pengeluaran modal dan biaya operasional. Seperti disebutkan pada tanggal 17 Maret 2020, bahwa SIA mengambil kebijakan antara lain: Meminta produsen pesawat untuk menunda pengiriman pesawat, untuk menunda kewajiban pembayaran. Pemotongan gaji bagi manajemen SIA Group, skema cuti sukarela tanpa gaji hingga ke posisi manajemen tertentu. Seiring dengan situasi yang memburuk, serikat pekerja telah terlibat dalam upaya-upaya pemotongan biaya tambahan yang diperlukan dan langkah-langkah lebih lanjut akan segera diambil.  

Setelah di Tinjau Presiden Jokowi, RS Darurat Covid-19 Siap Tampung 3000 Pasien

this formate

Presiden Jokowi ( kanan) tinjau kesiapan RS Darurat Covid-19 di dampingi Menteri BUMN BUMN Erick Thohir dan Kepala BNPB ( foto: Sekneg) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Presiden Joko Widodo  meninjau Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran. Memakai masker bedah dan sarung tangan latex, Jokowi berharap rumah sakit sudah bisa beroperasi Senin Sore.

Presiden memulai pengecekan dengan melihat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di lantai 1, Tower 7, didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala BNPB/Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Usai mengecek, Jokowi mengatakan harapannya RS Darurat sudah dapat beroperasi pada sore nanti. Saat ini, kata Jokowi, RS Darurat mampu menampung 3.000 pasien. 

“Saya juga melihat sarana-prasarana sudah siap. Baik untuk ruang penanganan pasien, ventilator, APD juga siap. Sehingga kita harapkan nanti sore. RS darurat Corona ini bisa dipakai,” kata Jokowi.

Dia kemudian menyampaikan adanya keluhan dari tim medis soal ketersediaan alat pelindung diri (APD). Namun dia mengklaim pemerintah siap mendistribusikan lagi 105 ribu APD ke seluruh RS di Tanah Air.

“Sebanyak 45 ribu unit akan didistribusikan di DKI, di Bogor, dan di Provinsi Banten. Kemudian 40 ribu unit akan didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali. Dan 10 ribu akan didistribusikan ke seluruh provinsi yang ada di luar Jawa, serta 10 ribu sebagai cadangan,” papar Jokowi.

Dia pun menuturkan belasungkawa atas meninggalnya para dokter, perawat, dan tenaga medis yang meninggal dunia dalam tugas penanganan pasien Corona. Presiden menyampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menghitung insentif yang akan diberikan kepada tenaga medis per bulan dalam masa wabah ini.

“Dokter spesialis akan diberikan Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi akan diberikan Rp 10 juta, bidan dan perawat akan diberikan Rp 7,5 juta. Dan tenaga medis lainnya akan diberikan Rp 5 juta. Kemudian juga akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 300 juta dan ini hanya berlaku untuk daerah yang telah menyatakan tanggap darurat,” terang Jokowi.

Gugurnya dokter, perawat dan tenaga medis lainnya saat bertugas menangani pandemi virus corona membuat Presiden Jokowi berduka.”Saya ingin menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam, belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya dokter, perawat, dan tenaga medis, yang telah berpulang ke haribaan Allah SWT,” kata Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungannya ke RS Darurat Covid-19 itu.

Jokowi menilai mereka yang gugur telah berdedikasi dan berjuang sekuat tenaga untuk menangani virus corona ini. Atas nama pemerintah, negara dan rakyat, Jokowi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perjuangan dalam mendedikasikan dalam penanganan COVID-19.

Hingga saat ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan bahwa sudah ada enam dokter yang meninggal dunia akibat wabah virus corona.

Tak hanya itu, Gubernur Jakarta Anies Baswedan juga mengatakan di Jakrta saat ini ada sekitar 25 tenaga medis yang terinfeksi virus corona, dimana satu di antaranya meninggal dunia.

 

COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id;  – JIKA pemerintah RRT membangun rumah sakit darurat di Wuhan, perintah sejumlah negara Eropa menyewa hotel bagi para tuna wisman untuk mengendalikan laju penyebaran COVID-19. Pemerintah Indonesia menggunakan pulau- pulau terdepan dan Wisma Atlet Kemayoran untuk layanan COVID-19.

Dalam empat hari Wisma Atlet yang pernah digunakan saat perhelatan Asian Games “disulap” menjadi rumah sakit. Hal ini adalah hasil kerjasama berbagai pihak, termasuk swasta. BUMN akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan COVID-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker, serta jaringan telekomunikasi hingga 500 MB.

Berdasarkan release tertulis yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,   rumah sakit ini dapat menampung kurang lebih 2.500 pasien dengan beberapa diklasifikasi, mana yang harus masuk di ruang isolasi dan ruang observasi. Ada beberapa gedung yang sudah di-upgrade menjadi tempat perawatan pasien COVID-19, diantaranya ada empat gedung. Khusus  gedung atau Tower  6 dan 7 dilengkapi peralatan seperti laboratorium dan ruang radiologi, ruang isolasi (ICU mau pun non ICU) untuk merawat pasien Corona.

Pada saat pelaksanaannya, RS Penanganan Darurat COVID-19 ini, dibagi dalam 3 zona :

Zona Hijau adalah Tower 1, diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Hanya orang yang berkepentingan yang dapat memasuki daerah ini. Termasuk di dalamnya dari pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan.

Zone Kuning adalah Tower 3, diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Paramedis lainnya.

Zone Merah adalah Tower 6-7, adalah RS Darurat Penanganan COVID-19. Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien.

Para tenaga medis terdiri dari tenaga medis TNI, Polri, BUMN termasuk dari rumah sakit swasta dan kelompok yang memiliki kemampuan untuk memberikan tenaganya.

Sementara itu, Markas Besar Angkatan Darat Pusat Kesehatan, telah mengirimkan 155 personil kesehatan angkatan darat ke RS Darurat Penanganan COVID-19 di Kemayoran.

Terdiri dari 11 dokter spesialis, 30 dokter umum, 1 apoteker, 3 asisten apoteker, 5 analis laboratorium, 5 penata rontgen, 50 perawat umum, 50 personil non medis. Mereka akan bertugas selama 1 bulan, sesuai surat nomor B/882/III/2020 tertanda Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono.

TNI tercatat memiliki 109 rumah sakit mulai dari tingkat satu, dua, tiga dan empat yang ada di seluruh Indonesia, sudah dan sedang dipersiapkan sebagai ruang isolasi yang mampu menampung 10 sampai 30 pasien COVID-19 setiap rumah sakit.

Disamping itu, rumah sakit milik BUMN dapat juga digunakan untuk menampung pasien terpapar COVID-19 termasuk rumah sakit darurat yang ada di Pulau Galang, semuanya di bawah kendali Kepala Gugus Pusat COVID-19.

Kemenparekraf Siapkan Kebijakan Untuk Penanganan COVID-19

this formate

Menparekraf Whisnutama ( foto: Humas Kemenparekraf)

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempersiapkan berbagai kebijakan dan langkah untuk menangani dan mengurangi dampak wabah pandemik COVID-19 bagi pelaku dan industri yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menparekraf Whisnutama berbicara saat live streaming Press Statement “Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Tengah Wabah COVID-19″ , menjelaskan, pemerintah akan segera mengumumkan langkah-langkah dan berbagai strategi untuk mengurangi dampak COVID 19 pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal itu, menurut Wishnutama, sejalan dengan Intruksi Presiden (INPRES) nomor 4 tahun 2020 yang terbit pada 22 Maret 2020 tentang refocussing kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB mempersiapkan kerja sama dengan jaringan hotel untuk menjadi tempat istirahat para tenaga medis dan Gugus Tugas di berbagai daerah. Agar mereka lebih dekat dengan Rumah sakit yang menangani wabah dan jika diperlukan bisa dijadikan lokasi isolasi mandiri,” katanya.

Tidak hanya itu, Kemenparekraf, lanjut Wishnutama sedang melakukan koordinasi dengan penyedia transportasi untuk menyediakan sarana angkutan bagi petugas medis dan gugus tugas.

Pemerintah juga berupaya mengusulkan berbagai stimulus ekonomi agar dapat meringankan beban dan biaya untuk para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sehingga dapat mengurangi potensi PHK karyawan di sektor tersebut.

“Presiden sudah menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata sebagai salah satu _leading sector_ perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID19 ini, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak,” katanya.

Wishnutama juga mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk saling membantu, dalam menghadapi kondisi yang tidak mudah ini. Khusus untuk para pelaku sektor ekonomi kreatif, seperti televisi, film, rumah produksi, konten kreator, radio, animasi, desain grafis, artis, seniman, juga berbagai komunitas dan jeraring kreatif di berbagai daerah, untuk aktif terlibat dalam membantu pemerintah dalam menyosialisasikan langkah kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

“Kami telah melihat banyak inisiatif yang luar biasa dari para pelaku kreatif di Indonesia. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Peran dan partisipasi pelaku industri kreatif akan sangat membantu usaha Pemerintah dalam mengedukasi masyarakat. Karena pada kenyataannya masih banyak lapisan masyarakat yang masih belum menjalankan berbagai arahan pemerintah,” katanya.

Wishnutama juga menekankan kepada masyarakat bahwa pemerintah amat serius dalam menangani wabah COVID-19 dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 dalam menghadapi pandemik ini.

“Tantangan setiap negara dalam menghadapi wabah ini berbeda satu dengan yang lainnya. Tapi satu yang pasti, pemerintah Indonesia, pasti mencari solusi yang terbaik bagi masyarakatnya,” ujarnya.

Ini adalah kondisi yang tidak mudah, bagi negara manapun, bagi siapapun. Namun ini adalah saatnya masyarakat Indonesia bersatu, dan mengedepankan kemanusiaan, dari kepentingan pribadi, kelompok, dan kepentingan-kepentingan lainnya.

Semakin cepat semua pihak bersama-sama menjalankan imbauan pemerintah, akan semakin cepat juga kita dapat mengalahkan dan akhirnya dapat mengakhiri wabah ini.

“Saya juga ingin berpesan kepada rekan-rekan wartawan untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan dalam bertugas. Dengan semangat persatuan dan kemanusiaan, mari kita hadapi COVID-19,” ujar Wishnutama.

 

WTTC : 320 Juta Orang Yang Bergantung di Industri Wisata Berjuang Untuk Bertahan Hidup.

this formate

Pembatasan perjalanan akibat pandemi global Covid-19 membuat industri Travel dan Pariwisata kesulitan hidup (foto:unsplash.com/@markusspiske)

LONDON, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council ( WTTC) menyatakan kalangan industri pariwisata yang dipimpinnya sedang berjuang untuk bertahan hidup dimana sedikitnya 320 juta orang di dunia bergantung pada sektor ini,  kata Virginia Messina, Direktur Pelaksana WTTC

Dalam surat terbukanya World Travel & Tourism Council meminta bagi pemerintah untuk turun tangan dan menyelamatkan jutaan pekerjaan di sektor perjalanan dan pariwisata yang berisiko.

“Kami menyerukan kepada dunia untuk mengambil tindakan segera mencegah krisis kesehatan global ini menjadi bencana ekonomi dunia.  Tidak melakukan apa pun bukanlah pilihan,” ujarnya.

Pihaknya meminta setiap pemerintah untuk melindungi kontribusi sektor Perjalanan & Pariwisata, di mana lebih dari 320 juta orang dan keluarga mereka bergantung pada mata pencaharian mereka.

Untuk mengatasi hal ini, WTTC menyerukan kepada pemerintah semua negara untuk mengambil tindakan segera guna membantu memastikan kelangsungan hidup dari sektor penciptaan lapangan kerja yang penting ini.

” Dari 50 juta pekerjaan yang bisa hilang, sekitar 30 juta akan berada di Asia, tujuh juta di Eropa, lima juta di Amerika dan sisanya di benua lain,” kata Virginia Messina memproyeksikan.

Itulah sebabnya sekaranglah waktunya untuk mengambil tindakan. WTTC usulkan tiga langkah penting selain dana pemulihan yang akan melindungi kelangsungan hidup jutaan orang yang mengandalkan Travel & Pariwisata untuk mata pencaharian dan kesejahteraan mereka dalam minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang yang bergejolak.

 “Pertama, bantuan keuangan harus diberikan untuk melindungi pendapatan jutaan pekerja di sektor yang menghadapi kesulitan ekonomi yang parah.

 “Kedua, pemerintah harus memberikan pinjaman vital bebas bunga tanpa batas kepada perusahaan Perjalanan & Pariwisata global serta jutaan usaha kecil dan menengah sebagai stimulus untuk mencegah mereka dari keruntuhan.

 “Ketiga, semua pajak pemerintah, iuran, dan tuntutan keuangan pada sektor perjalanan harus dihapuskan dengan segera setidaknya untuk 12 bulan ke depan.

Perusahaan perjalanan dan pariwisata memainkan peran mereka untuk melindungi karyawan mereka. Bersama-sama, langkah-langkah ini bisa menyelamatkan sektor yang sudah menghadapi keruntuhan.

Dampak pandemi Covid-19 akan tergantung pada berapa lama wabah berlangsung dan masih dapat diperburuk oleh tindakan pembatasan baru-baru ini, seperti yang diambil oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan bahwa Amerika Serikat membatasi semua perjalanan dari Eropa, dengan pengecualian pada Inggris dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, tambah Virginia Messina.

 “Pembatasan perjalanan yang juga diikuti banyak negara dalam hal tertentu tidak membantu dan mereka dapat mendorong dampak ekonomi menjadi  lebih anjlok dengan signifikan,” kata Messina merujuk pada keputusann pembatasan AS itu.

Dia berpendapat bahwa kebijakan seperti itu terlalu generik dan tidak terbukti efektif untuk menahan virus.  Pembatasan tersebut dapat mempersulit perjalanan oleh para ahli medis dan pengiriman pasokan medis.

Sekitar 850.000 orang melakukan perjalanan setiap bulan dari Eropa ke Amerika Serikat, setara dengan kontribusi bulanan US $ 3,4 miliar untuk ekonomi AS, kata Messina.

“Akibat pandemi global ini, dari 50 juta pekerjaan yang bisa hilang, sekitar 30 juta akan berada di Asia, tujuh juta di Eropa, lima juta di Amerika dan sisanya di benua lain,” ujarnya memproyeksikan.

Hal itu setara dengan hilangnya tiga bulan perjalanan global pada tahun 2020 yang  dapat menyebabkan pengurangan pekerjaan yang sesuai antara 12% dan 14%, katanya.

WTTC, juga menyerukan kepada pemerintah untuk menghapus atau menyederhanakan visa jika memungkinkan, memotong pajak perjalanan dan memperkenalkan  insentif begitu pandemi terkendali.

 Dia juga mendorong fleksibilitas di sektor ini, sehingga para pelancong dapat menunda dan tidak membatalkan rencana mereka. Kalangan industri penerbangan dan kapal pesiar saat ini lebih banyak terkena dampak daripada hotel.

Ketika pemerintah di seluruh dunia terus memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat dalam upaya menahan wabah COVID-19, dampak ekonomi terus berdampak buruk pada banyak operasi bisnis.

Resesi global yang membayangi kemungkinan akan semakin mengurangi prospek, karena industri pariwisata saat ini menyumbang 10% dari PDB dan pekerjaan dunia.  S&P Global Ratings memperkirakan resesi global tahun ini, dengan PDB 2020 diperkirakan akan naik hanya 1,0% – 1,5,%.

WTTC memperkirakan bahwa akan dibutuhkan sekitar 10 bulan bagi industri pariwisata  untuk kembali ke “tingkat normal” setelah pandemi ini dapat dikendalikan.