COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran

0
12

JAKARTA, bisniswisata.co.id;  – JIKA pemerintah RRT membangun rumah sakit darurat di Wuhan, perintah sejumlah negara Eropa menyewa hotel bagi para tuna wisman untuk mengendalikan laju penyebaran COVID-19. Pemerintah Indonesia menggunakan pulau- pulau terdepan dan Wisma Atlet Kemayoran untuk layanan COVID-19.

Dalam empat hari Wisma Atlet yang pernah digunakan saat perhelatan Asian Games “disulap” menjadi rumah sakit. Hal ini adalah hasil kerjasama berbagai pihak, termasuk swasta. BUMN akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan COVID-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker, serta jaringan telekomunikasi hingga 500 MB.

Berdasarkan release tertulis yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,   rumah sakit ini dapat menampung kurang lebih 2.500 pasien dengan beberapa diklasifikasi, mana yang harus masuk di ruang isolasi dan ruang observasi. Ada beberapa gedung yang sudah di-upgrade menjadi tempat perawatan pasien COVID-19, diantaranya ada empat gedung. Khusus  gedung atau Tower  6 dan 7 dilengkapi peralatan seperti laboratorium dan ruang radiologi, ruang isolasi (ICU mau pun non ICU) untuk merawat pasien Corona.

Pada saat pelaksanaannya, RS Penanganan Darurat COVID-19 ini, dibagi dalam 3 zona :

Zona Hijau adalah Tower 1, diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Hanya orang yang berkepentingan yang dapat memasuki daerah ini. Termasuk di dalamnya dari pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan.

Zone Kuning adalah Tower 3, diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Paramedis lainnya.

Zone Merah adalah Tower 6-7, adalah RS Darurat Penanganan COVID-19. Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien.

Para tenaga medis terdiri dari tenaga medis TNI, Polri, BUMN termasuk dari rumah sakit swasta dan kelompok yang memiliki kemampuan untuk memberikan tenaganya.

Sementara itu, Markas Besar Angkatan Darat Pusat Kesehatan, telah mengirimkan 155 personil kesehatan angkatan darat ke RS Darurat Penanganan COVID-19 di Kemayoran.

Terdiri dari 11 dokter spesialis, 30 dokter umum, 1 apoteker, 3 asisten apoteker, 5 analis laboratorium, 5 penata rontgen, 50 perawat umum, 50 personil non medis. Mereka akan bertugas selama 1 bulan, sesuai surat nomor B/882/III/2020 tertanda Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono.

TNI tercatat memiliki 109 rumah sakit mulai dari tingkat satu, dua, tiga dan empat yang ada di seluruh Indonesia, sudah dan sedang dipersiapkan sebagai ruang isolasi yang mampu menampung 10 sampai 30 pasien COVID-19 setiap rumah sakit.

Disamping itu, rumah sakit milik BUMN dapat juga digunakan untuk menampung pasien terpapar COVID-19 termasuk rumah sakit darurat yang ada di Pulau Galang, semuanya di bawah kendali Kepala Gugus Pusat COVID-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.