Raysoeli Moeloek: Yuk Berlomba-lomba Berbuat Kebaikan

this formate

      Raysoeli Moeloek ( Foto ; Jasa Ferrie Pratama)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Apa yang istimewa dari perusahaan berumur panjang atau disebut The living Company), tanya Raysoeli Moeloek, Founder PT Jasa Ferrie Pratama ( JFP),  perusahaan jasa arsitektur yang tahun 2019 lalu genap berusia 50 tahun.

Semua karyawannya bekerja dalam tim dan bahagia melakukan tugasnya. ” Perusahaan yang hidup terus karena sejak awal berdiri,  saya sebagai pendiri percaya penuh dengan tugas-tugas yang saya berikan pada tim kerja yang membangun usaha ini,”  ungkapnya.

Menanamkan rasa memiliki dan memberikan kepercayaan penuh memang tidak mudah namun akan terlihat di setiap angkatan atau generasi siapa yang mampu menjadi bintang dan membuat klien puas dengan hasil kerja tim Jasa Ferrie Pratama, tambahnya.

Terbukti dari tahun ke tahun kepuasan klien membawa kembali JFP mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan proyek-proyek pembangunan gedung-gedung industri dan pendudikan di Jakarta hingga berbagai daerah.

Berlomba-lomba menanamkan kebaikan atau do your best dalam setiap pekerjaan yang ditangani adalah kunci terbaik dalam menjalankan jasa firma arsitektur ini sehingga membentuk reputasi dan citra diri, ungkapnya saat berjumpa di Pacific Place beberapa waktu lalu.

Berlomba-lomba dalam kebaikan atau Fastabiqul Khoirot, Alquran: Surat Al Baqarah ayat 148 menjadi panduan hidup yang dicontohkan ayahanda tercinta Abdul Moeloek,”

Ayahnya, Abdul Moeloek, pria asal Padang Panjang, Sumatra Barat adalah Tokoh Kesehatan Masyarakat Lampung. Namanya diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit di kota Bandar Lampung, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Moeloek, lulusan Stovia yang mendapatkan gelar dokter dari perguruan tinggi tersebut pada tahun 1932. 

” Pada masa pendudukan Jepang, keluarga kami berpindah-pindah tempat dari Semarang ke Desa Winong, kota Liwa,  Lampung untuk menghindari misi pembunuhan para intelektual Indonesia yang dilakukan pemerintahan pendudukan Jepang,” kata Raysoeli mengenang masa kecilnya.

Masih lekat dalam ingatan, kalimat Fastabiqul Khoirot atau berlomba-lomba berbuat kebaikan itu kerap dipraktekan ayahnya dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu  masyarakat di desa-desa.

“Naik turun gerobak sapi menjadi dokter keliling desa di Liwa, mengobati masyarakat yang sakit dikerjakan oleh ayah saya dengan senang hati. Saya sering mendampingi ayah mengobati pasien, berkunjung dari rumah ke rumah tanpa meminta imbalan,” ujarnya.

Sementara dari sang ibu, Poeti Alam Naisjah, wanita asal Solok, Sumatra Barat, Raysoeli melihat kesungguhan sang ibu untuk menjadi guru bagi lima anaknya dan masyarakat sekitar. Memberantas buta huruf dan mencerdaskan anak-anak untuk mendapat pendidikan yang layak menjadi perjuangan tersendiri yang dilakukan sang ibu di tanah perantauan.

Seperti sang ayah, ibunya juga menjadi wanita aktif di berbagai organisasi masyarakat, menggagas pendirian sekolah-sekolah, menjadi anggota DPRD Lampung, namun tetap sukses mencetak anak-anak cerdas karena dua adiknya adalah Faried Anfasa Moeloek yang pernah menjadi menteri kesehatan Indonesia dan Nukman Moeloek, adalah seorang pakar andrologi dan guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

” Saya dan saudara-saudara bisa terus mendapat pendidikan sejak kecil karena kegigihan beliau agar kami tetap belajar di tengah pengungsian dan uberan tentara Jepang karena kedua orangtua saya adalah kaum intelektual yang paling dicari musuh,”

Kondisi demikian tidak menggoyahkan ayah bundanya untuk berhenti membantu umat. Di sadari atau tidak Raysoeli banyak belajar dari sikap mulia orangtuanya. Kemuliaan manusia bisa kita pahami dari iman dan amal saleh atau kebaikannya dalam bersikap dan bertingkah laku di mana pun dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun situasi dan kondisinya. 

Tak heran, sejak kecil sudah tertanam dalam diri Raysoeli bahwa semakin banyak perbuatan baik yang dilakukannya maka akan semakin mulia harkat dan martabat seseorang di hadapan Allah SWT. 

Itulah sebabnya setelah masa Kemerdekaan RI dan meneruskan sekolah di Jakarta hingga ke ITB, Raysoeli mengaku orientasinya adalah melakukan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat untuk kesejahteraan umat manusia.

Ke Amerika

Sempat kerja di Caltex Rumbai dan Dumai setelah lulus sebagai Arsitek, panggilan kampus ITB untuk melanjutkan kuliah S2 ke Amerika Serikat langsung disambutnya dengan semangat. Alhasil kuliah yang dipatok selama dua tahun bisa diselesaikan dalam 1,2 tahun saja.

Sisa waktunya digunakan untuk bekerja terutama di proyek-proyek pemerintah AS karena sponsornya dari USAID. Sebagai master di bidang urban design, Raysoeli berpindah-pindah kota dari Washington, Puerto Rico, Virgin Island hingga ke Chicago mengikuti penugasan dari pemerintah AS.

“Selama tiga tahun di Amerika Serikat, saya banyak mengerjakan proyek Urban Development Centre dan mendapat gelar sebagai warga kehormatan di Elk Grove Village, Illionis, Chicago pada tahun 1965,” kata Raysoeli

Dia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mendapat penghargaan itu karena karya-karyanya dalam membangun masterplan urban design kota. Elk Grove Village adalah salah satu dari 29 kota di Cook County, Illinois, AS.

Penghargaan yang diterimanya itu tak lepas dari kepiawaiannya mengasah sisi otak kanannya terutama dalam hal kreativitas, selera seni, imajinasi, intuisi dari profesinya sebagai arsitek yang sehari-hari memadukan teknik, seni keindahan dan fungsi bangunan.

Bidang jasa yang ditekuninya ini juga membuatnya sadar agar selalu menyediakan waktu untuk terus belajar, menyesuaikan diri dengan kemajuan tekhnologi, desain bahkan perkembangan bahan bangunan.

 “Gunakan waktu untuk berfikir kreatif karena yang kita butuhkan bukan sekedar kerja keras tapi kerja pintar dan memberikan solusi bagi klien sehingga seorang arsitek memang dituntut untuk berfikir kreatif,” ungkapnya.

Untuk motivasi diri maupun tim kerja, Raysoeli selalu mengacu pada ekspektasi yang tinggi seperti slogan If Better can be achieve, good is not enough, kalau bisa mencapai yang lebih baik maka kerja baik saja tidak cukup, tambahnya.Motto itu masih sejalan dengan ajaran agama Islam yang dianutnya yaitu Fastabiqul Khoirot. 

Sebagai pendiri PT Jasa Ferrie Pratama ( JFP) yang berusia 50 tahun dan memimpin anak perusahaan PT Inti Karya Persada Tekhnik ( IKPT) selama 28 tahun,  hubungan baik antar manusia ( networking) saja tidak cukup.

” Hubungan dengan sang pencipta Allah SWT harus terus terjaga dengan mengikuti perintah dan mengagumi penciptaan langit dan bumi beserta segala isinya. Selalu bersyukur diberi kesempatan hidup dan mengisi kehidupan dengan lebih baik,” kata Raysoeli.

Suka berwisata

Pria yang dalam kehidupannya sehari-hari baik karena pekerjaan maupun liburan sering berkunjung dari satu kota ke kota lain, dari satu destinasi wisata ke obyek wisata lainnya mengatakan rasa syukur yang selalu diungkapkannya pada tuhan malah membuatnya terus berwisata bersama istri tercinta.

” Saya baru pulang dari Aussi ( Australia) selama dua minggu. Nengok anak, mantu, cucu. Pokoknya sudah setua ini selalu ada jalan untuk berwisata,” katanya sambil tertawa.

Jelajah negrimu, Cintai Negrimu, kata Raysoeli, bukan sekedar ajakan kampanye iklan promosi pariwisata Indonesia. Jika kalangan milenial dan Gen Z  yang menjadi generasi asli digital pertama memperkaya pengalaman berwisatanya di dalam negri maka Indonesia akan menjadi negara tujuan wisata utama di dunia.

Generasi Z merupakan generasi setelah Generasi Y, yang didefenisikan sebagai orang-orang yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1995 sampai 2010 dimana hampir 90 persen anggotanya mendapatkan inspirasi perencanaan perjalanan dari jejaring sosial online seperti Facebook, Instagram, dan Snapchat.

“Mereka berbagi foto dari perjalanan mereka sehingga Gen Z ini sebenarnya adalah duta-duta pariwisata Indonesia,” kata Raysoeli.

Dia percaya, jika generasi milenial ( Gen Y) dan Gen Z ini memiliki akhlak yang baik, suka berwisata dan selalu bersyukur serta memposisikan diri sebagai duta wisata bangsanya maka negri ini akan hebat devisanya.

“Kalau kita makin bersyukur akan banyak nikmat lainnya yang akan Allah berikan pada umatnya. Begitu juga dengan Pariwisata jika dikelola dengan baik juga akan memberikan manfaat berlipat ganda,”

Jadi, kata Raysoeli Moeloek, nasehatnya sederhana saja. ” Jangan tunda untuk berbuat kebaikan dan bersyukur, “. Nah siap mempraktekkan nasehat hidupnya ?.

Paket Insentif COVID-19, Sasar Pasar ASPA Tinggi

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: MENTERI  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan paket insentif khusus pariwisata diharapkan mampu mengakselerasi kinerja kepariwisataan Indonesia,sekaligus menarik kunjungan wisatawan.

Usai Rapat Terbatas Mengenai Lanjutan Pembahasan Dampak Virus Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia, Selasa (25/2/2020) di Kantor Presiden, Jakarta, dijelaskannya, pariwisata yang telah ditetapkan sebagai leading sector menjadi salah satu sektor paling terdampak akibat mewabahnya virus corona, COVID-19.

Pariwisata merupakan sektor padat karya yang menyerap lebih dari 13 juta pekerja, belum termasuk dampak ikutannya.   Merespons hal tersebut Pemerintah RI menginisiasi sejumlah terobosan sebagai upaya memobilisasi wisatawan baik wisatawan mancanegara mau pun wisatawan nusantara untuk tetap berwisata.

“Pemerintah menerbitkan beberapa kebijakan yang sangat penting untuk menyelamatkan industri pariwisata sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat lokal yang bekerja di industri pariwisata,” kata Wishnutama.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kesempatan yang sama menjelaskan, insentif untuk wisatawan mancanegara, pemerintah memberikan alokasi tambahan sebesar Rp298,5 miliar. Terdiri dari insentif airlines dan travel agent, insentif dalam skema joint promotion, kegiatan promosi pariwisata  serta familiarization trip .

Sementara untuk wisatawan domestik, pemerintah memberikan diskon 30 persen penerbangan ke 10 tujuan wisata. 30 persen itu untuk kuota 25 persen seats di setiap penerbangan ke 10 tujuan wisata.

“Dan ini berlaku selama tiga bulan yaitu Maret, April, dan Mei 2020. Program ini apabila dirasakan manfaatnya dapat dilanjutkan,” kata Airlangga Hartanto.

ASPA Tinggi

Menurut  Wishnutama, insentif untuk pasar mancanegara akan diarahkan ke pasar-pasar wisatawan mancanegara yang memiliki average spending per arrival (ASPA) tinggi.

“Insentif dengan angka Rp298,5 miliar akan memberikan dampak untuk mengakselerasi atau menarik wisatawan sebesar 736 ribu orang dari negara-negara fokus pasar dengan ASPA tinggi. Dari jumlah kunjungan tersebut diperkirakan bisa menghasilkan devisa sebesar Rp 13 triliun,” kata Wishnutama.

Adapun pasar wisman yang memiliki ASPA tinggi, seperti Australia sebesar USD 1.800, Timur Tengah USD 2.200, serta pasar lainnya seperti Amerika, Eropa, dan Asia.

Sedangkan untuk wisatawan nusantara,  selain diskon penerbangan 30 persen yang diambil dari APBN, juga akan ada tambahan diskon sebesar 15,8 persen Avtur dari Pertamina. Serta 5,64 persen diskon tarif penerbangan (PJP2u/PSC dan NAV) dari AP dan Airnav.

Sehingga total diskon tiket domestik yang bisa dimanfaatkan wisatawan nusantara secara rata-rata adalah 51,44 persen untuk 25 persen dari kapasitas tempat duduk dalam satu penerbangan. Kebijakan ini akan berlangsung selama tiga bulan.

Diskon tersebut berlaku untuk maskapai domestik dengan tujuan destinasi Denpasar, Batam, Bintan, Manado, Yogyakarta, Labuan Bajo, Belitung, Lombok, Danau Toba dan Malang.

Pemerintah juga mendorong adanya insentif sesuai dengan usulan asosiasi bahwa untuk pajak hotel dan restoran, di 10 destinasi wisata tarifnya dinolkan. Untuk itu, pemerintah akan mensubsidi atau memberikan hibah kepada pemerintah daerah yang terdampak akibat penurunan tarif pajak hotel dan restoran di daerah sebesar Rp3,3 triliun.

Dalam  APBN juga terdapat Rp147 miliar DAK Fisik pariwisata yang sampai saat ini belum mampu digunakan daerah. Rencananya DAK tersebut akan dikonversi menjadi hibah ke daerah sehingga bisa memacu perkembangan pariwisata.

Intensifikasi

Kebijakan lain yakni mendorong pergerakan wisnus dengan terus melakukan kampanye promosi wisata dalam negeri, mendorong dilakukannya pertemuan-pertemuan dari instansi pemerintah dan korporasi di destinasi-destinasi wisata dalam negeri. Selain itu, intensif mempromosikan event-event (musik, olahraga) yang sudah ada di dalam negeri. Disamping upaya menarik potensi MICE dan event internasional agar bisa diselenggarakan di Indonesia.

Wishnutama berharap dengan skema insentif yang diberikan pemerintah ini menjadi solusi terbaik bagi sektor pariwisata. “Tidak hanya berdampak pada kunjungan wisman, tapi pada akhirnya akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat melalui aktivitas pariwisata,” ujar Wishnutama.

“Against COVID-19”, Gelontorkan Insentif bagi Industri Pariwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PEKAN lalu pemerintah Camboja/Kamboja (tuan rumah ASEAN Tourism Forum 2021 mendatang) mengumumkan perihal keringanan pajak empat bulan untuk hotel bintang sampai dengan home stay yang dikelola penduduk, dan restoran di kawasan wisata Siem Reap.  Bebas pajak untuk tahap awal diberlakukan mulai tagihan Februari – Mei untuk meringankan kerugian akibat menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara ke destinasi wisata Kamboja.

Dalam release yang diterima bisniswisata.co.id,  Perdana Menteri Hun Sen menyampaikan  COVID-19 adalah tantangan lain yang dihadapi dunia, ditengah  perang dagang dan perlambatan ekonomi global. COVID-19 menyebabkan efek serius pada ekonomi di Asia, mendorong beberapa negara ke dalam krisis.

“Seperti negara lain, Covid-19 juga mempengaruhi beberapa sektor penting di Kamboja. Dua sektor yang terkena dampak serius adalah sektor pariwisata karena wisatawan takut bepergian dan juga menghadapi beberapa pembatalan penerbangan. Kedua adalah sektor garmen yang sekarang kekurangan bahan baku untuk diproses, ”kata PM Hun Sen.

Dia menambahkan bahwa Covid-19 telah menyebabkan efek serius pada sektor pariwisata di Kamboja dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan asing sampai 60 persen dan wisatawan Tiongkok  penurunanya mencapai  90 persen.

“Saat ini, kami akan fokus membantu bisnis pariwisata di Siem Reap. Langkah ini diatur untuk membantu hotel dan guesthouse melanjutkan operasi mereka dan mempertahankan pekerjaan dan daya saing, ”katanya.

“Pemerintah akan membebaskan semua jenis pajak untuk hotel dan wisma yang telah terdaftar di departemen pajak di Siem Reap. Mulai Februari hingga Mei, bisnis hotel dan wisma tamu masih harus menyerahkan deklarasi pajak pertambahan nilai bulanan, secara online, ”kata Hun Sen.

Pemerintah juga mendesak  penyelenggaraan lokakarya, seminar, kursus pelatihan singkat dan acara lainnya yang diperlukan lembaga pemerintah, sektor swasta dan organisasi non pemerintah untuk diselenggarakan di Siem Reap dan Sihanoukville.

Ratas Presiden Jokowi

Sementara di Indonesia, Presiden Jokowi hari ini menyelenggarakan Ratas hal COVID-19 di Istana Negara Jakarta.  Dalm Ratas tersebut di putuskan kebijakan yang sangat penting dalam membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian yaitu:

Pertama, Pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp. 298,5 Milyar untuk insentif airline dan travel agent dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri;

 Kedua, untuk wisatawan dalam negeri diberikan sebesar Rp. 443,39 Milyar insentif dalam bentuk diskon sebesar 30% potongan harga  untuk 25% seat per pesawat yang menuju ke sepuluh destinasi wisata;

Ketiga, sepuluh destinasi pariwisata yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota tidak dipungut pajak hotel dan restoran (sebesar 10%) selama 6(enam) bulan. Sepuluh destinasi pariwisata tersebut yaitu: Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan. Sebagai gantinya, Pemerintah Pusat akan memberikan hibah sebesar Rp. 3,3 Triliyun kepada sepuluh destinasi pariwisata;

Keempat, dalam APBN juga tersedia anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata sebesar Rp. 147 Milyar yang akan dikonversi menjadi hibah ke daerah-daerah untuk memacu pariwisatanya.

Pemerintah Siapkan Stimulus Tarif Penerbangan Untuk Tingkatkan Sektor Pariwisata  

this formate

Kementrian Keuangan berikan stimulus berupa insentif transportasi kepariwisatan untuk penerbangan nasional aelama tiga bulan. ( foto: Ikagi.or.id).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Adanya travel warning dan larangan penerbangan terkait penyebaran Virus Corona COVID 19, sangat berdampak terhadap sektor pariwisata dan juga industri penerbangan di Indonesia. Hal itu terungkap dalam Rapat Terbatas Presiden Joko Widodo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah memutuskan memberikan stimulus berupa insentif transportasi kepariwisatan yang telah disetujui Kementerian Keuangan. Hal ini telah disepakati sesuai hasil Rapat Terbatas hari ini  di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto menyampaikan bahwa stimulus yang diberikan oleh pemerintah ditujukan untuk meningkatkan sektor pariwisata nasional dengan meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di Indonesia terutama ke wilayah destinasi prioritas.

“Stimulus ini berupa insentif yang diberikan terhadap tarif penerbangan menuju ke daerah pariwisata yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba(Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang selama tiga bulan”, lanjut Novie.

Nantinya penumpang akan menikmati diskon antara 40-50% dari tarif riil yang berlaku untuk 25 persen dari total kursi yang tersedia dari tiap penerbangan. Untuk sementara akan diberlakukan selama low season yaitu dari bulan Maret sampai dengan Mei 2020.

Kemenhub akan terus bekerja sama dengan kementerian lembaga lainnya untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka menjadikan pariwisata Indonesia diminati oleh warga negara Indonesia (Wisnus) dan warga negara asing (Wisman).

“Kami akan terus memastikan untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa transportasi udara dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, “tutupnya.

Sementara itu, pengamat pariwisata Tedjo Iskandar mengatakan stimulus dengan diskon  tarif hingga 50%  tiket pesawat diharapkan dapat mendorong pergerakan wisatawan nusantara mengingat perusahaan penerbangan saat ini kurang dapat mengandalkan pemasukan keuangan dari rute panjang ( long haul) sebagai dampak dari merebaknya virus Corona Covid-19.

” Maskapai penerbangan  yang bermarkas di Singapura dan Hongkong saja yang keuangannya solid mulai melemah. Mungkin harus fokus ke negara Asean yang  belum kena dampak Corona. Tapi upaya seperti ini tidak bisa instant,” kata Tedjo.

Sebagai negara kepulauan, maskapai penerbangan Indonesia sebaiknya mendukung paket-paket wisata nusantara sehingga sumber devisa dari kegiatan wisatawan nusantara juga memperkuat perekonomian negara, tegasnya.

 

 

Komunitas Seni Bulungan (KSB) Gelar Workshop Jurnalistik dan Drama Realis Ayahku Pulang

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Komunitas Seni Bulungan (KSB) akan menggelar program edukatif bagi masyarakat berupa Workshop Jurnalistik bagi pegiat media sosial dan media online, serta pertunjukan drama Ayahku Pulang karya Usmar Ismail disutradarai oleh Lady Rocker Indonesia, Renny Djajoesman.

Kegiatan berlangsung Sabtu tanggal 29 Februari 2020, Pukul 09:00 s/d 18:00 WIB, bertempat di Auditorium Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (GRJS) Jalan Bulungan No 1C Kebayoran Baru – Jakarta Selatan.

Diawali dengan pelatihan jurnalistik dengan tema Tips & Trik Menulis Untuk Media Online termasuk bagaimana menjangkau objek dan memaksimalkan Handphone yang kita miliki diselingi dengan melakukan praktek langsung menulis, memotret dengan menggunakan HP masing-masing peserta.

Acara pertunjukan teater Ayahku Pulang ini memang di bundling dengan pelatihan jurnalistik yang berlangsung di tempat  sama pada pagi hari mulai jam 9.00 – 14.00 WIB di tempat yang sama. Pelatihan ini diselenggarakan karena keprihatinan banyaknya masyarakat yang belum optimal membuat kalimat dan konten yang baik di media sosial maupun dimedia online.

Seperti diketahui, Indonesia masuk 5 besar negara pengguna media sosial a.l Facebook, Twitter dan Instagram. Sayangnya banyak masyarakat yang tidak bisa membuat konten dengan baik dan benar sesuai kaidah penulisan berita 5 W + 1 H. Padahal sudah ada ide, ada foto dan juga ada  peristiwa. Tapi untuk menuangkannya dalam sebuah caption,  tulisan atau berita ternyata tidak semua orang bisa melakukannya.

Rumus menulis berita yang dikenal dengan istilah 5W+1H ini sudah sering kita dengar, tapi terkadang masih bingung untuk menerapkannya. What (Apa), Where (Di Mana), When (Kapan), Who (Siapa), Why (Mengapa) + How (Bagaimana) adalah hal – hal yang tidak boleh diabaikan dalam penulisan.

Jika masyarakat terutama kalangan milenial paham penulisan dengan kaidah 5 W + 1 H maka diharapkan mereka memiliki sensifitas yang tinggi untuk tidak ikut menyebarluaskan berita hoax karena sudah memahami penerapan 5 W + 1 H. Mereka juga bisa mengisi media sosialnya sendiri dengan konten yang lebih menarik.

Pelatihan ini juga terbuka bagi para entrepreneur, start-up yang kerap menggunakan media sosial untuk mempromosikan produknya  tapi belum mendapat hasil optimal karena kontennya tidak menerapkan 5 W + 1 H.

Terselenggaranya kegiatan ini didasari keinginan KSB menggalakkan kegiatan seni dan budaya terutama pementasan teater yang ditulis oleh tokoh-tokoh sastrawan lama yang karya-karyanya tak lekang oleh waktu seperti Usmar Ismail,  seorang sastrawan dan sutradara yang juga pelopor perfilman Indonesia.

KSB adalah wadah organisasi nirlaba dan non-politik, beranggotakan pegiat dan pekerja seni, aktivis Gelanggang Remaja Jakarta Selatan atau Gelanggang BULUNGAN, periode tahun 1972 – 2010. 

Berlatar seni teater, seni rupa, seni sastra, seni musik, film dan jurnalistik, berbagai aktivis Bulungan berhimpun dalam KSB, yang berhidmad untuk terus mengasah kemampuan diri, potensi dan kreativitas seni, serta berbagi pengalaman khususnya kepada anak-anak serta remaja Indonesia. KSB merupakan motor penggerak atau pelaksana program Yayasan PEREMPUAN INDONESIA PEDULI (berbadan hukum) yang diketuai Renny Djajoesman.

Workshop Jurnalistik akan menghadirkan menghadirkan 4 (empat) pembicara dan penyaji dari KSB, yakni: Yudhistira ANM Massardi (sastrawan, mantan wartawan Majalah TEMPO dan Majalah Gatra, pendiri dan pengelola Sekolah Batutis Al Ilmi) yang akan memberi tips Bagai Mana Menulis secara Popular.

Hilda Ansariah Sabri , Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat, mantan wartawan Harian Bisnis Indonesia, Pendiri dan Pengelola Media Online www.bisniswisata.co.id akan memaparkan Pentingnya Pegiat Medsos dan Media Online mamahami Rumus 5W+1H. 

Heryus Saputro Samhudi , mantan Wartawan Majalah Femina dan Majalah Famili, Pencinta Alam dan Penjelajah Indonesia, penulis buku dan masalah-masalah sosial budaya, pariwisata dan lingkungan hidup akan memberi tips: Bagaimana Menjangkau Obyek.

Cakti Prawirabishma (alumni Institut Kesenian Jakarta, fotografer lepas untuk Music Personalities a.l The Adams, Erwin Gautawa, dan CEO Rumah Produksi Djagoeng Manis) akan memberi tips Bagaimana Memaksimalkan HP-mu…! 

Renny Djajoesman mengatakan, selain merupakan sarana silaturahim para alumni pegiat teater di GRJS Bulungan periode  tahun 1972- 2010, juga merupakan kepedulian KSB terhadap masalah-masalah sosial di era digital dengan mudahnya menyebar berita hoax, kecanduan gadget dan minimnya aktivitas seni dan budaya di tengah masyarakat.

Kegiatan seni dan budaya selain minim sponsor juga belum menjadi prioritas program dari pemerintah daerah maupun swasta sehingga kegiatan teater yang juga berperan besar dalam pendidikan karakter  positif harus digalakkan kembali.

Drama realis satu babak Ayahku Pulang karya Usmar Ismail yang disutradarai oleh Renny Djajoesman. ini diperankan oleh Maza Yudha (sebagai Ayah), Wita Yudharwita Dahlan (Ibu/Tina), David Karokaro (Gunarto), Jan Praba (Maimun) dan Hilda Ansariah Sabri sebagai Mintarsih.

Berkisah ihwal seorang Ibu dengan tiga anak yang ditinggal minggat suaminya selama 20 toahun, dan suaminya itu kembali dalam keadaan tua dan penyakitan. Konflik batin diantara anak, penolakan dan pesan moral yang disampaikan menjadi pengalaman berharga yang patut dimiliki keluarga Indonesia.

Didukung oleh Uki Bayu Sedjati. May Soebiakto MST (Si Toto), Yudhistira ANM Massardi, I Made Martha, Sokle dan segenap aktivis KSB, Pentas Drama Ayahku Pulang dan Workshop Jurnalistik bagi Pegiat Medsos & Media Online ini merupakan awal dari program KSB tahun 2020.

 

 

Artania Cruise Sandar di Benoa, Ditolak Masuk Sabang, Jakarta, Semarang

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: DITENGAH simpang- siur pemberitaan COVID-19 dan setelah ditolak bersandar di pelabuhan Sabang, Jakarta dan Semarang, akhirnya Artania bisa merapat di Benoa Bali. Kapal bersandar Selasa (25/02/2020), subuh dengan 790 pax, wisatawan German. Mereka berada di Bali sampai dengan tanggal 27 jam 7 malam, selama di Bali membeli  sejumlah paket wisata daily tour.

“Ketibaan mereka di percepat 2 hari karena di tolak di pelabuhan- pelabuhan  lain. Pacto menyediakan 22 guide, 19 bus, dan 28 vw safari,” ungkap General Manager Pacto Bali, Freedy Rompas.

Siap- siap bersafari ke pedesaan di Bali

Manajemen Pacto berterimakasih kepada masyarakat dan pemerintah Bali, khususnya kepada otorita pelabuhan Benoa yang tidak terpengaruh dan ikut melarang cruise masuk ke Bali. Bersandarnya kapal pesiar Artania di Bali, memberi keyakinan operator kapal pesiar lainnya untuk tetap singgah dan tidak membatalkan perjalanan ke Bali.

“ Kami percaya  sistem pencegahan orang sakit di pelabuhan dan bandara kita. Kemaren kita sudah kuatir,  karena kalau sampai itu terjadi pasti semua cruise yang rencana mampir ke Bali akan membatalkan kunjungannya,” tegasnya lebih lanjut.

Jika Bali menolak di singgahi, operator Artania memutuskan meninggalkan Indonesia langsung ke Darwin, setelah mereka juga membatalkan singgah ke Probolinggo. Akibat trauma di tolak singgah di Sabang, Jakarta, Semarang.

SOP ketat diberlakukan

Selama di Bali wisatawan yang berlibur menggunakan kapal pesiar Artania menikmati objek wisata di kawasan Kintamani, Besakih,  Bedugul, Jatiluwih, kawasan Bali Utara dengan Lovina, Air Sanih, Pemuteran. Disamping objek kunjungan di Bali Selatan.

Penolakan sejumlah pelabuhan untuk sandar kapal pesiar Artania, tidak merugikan operator bersangkutan. Justru merugikan operator penyelenggara tour di darat, pasalnya bagi wisatawan cruise atraksi wisata dapat dilakukan di atas kapal bersangkutan. Alasan penolakan sandar di Sabang, Jakarta dan Semarang adalah kasus COVID-19, walau pun di daerahnya tidak suspect Corona.

Saatnya Alihkan Tujuan Wisatawan dari Kawasan Nordik ke Indonesia

this formate

Wisatawan Eropa terutama dari kawasan Nordik memilih cuaca panas, bentuk wisata yang mencakup kegiatan untuk meningkatkan kesehatan. Selain itu juga pengalaman kuliner, seperti memasak makanan lokal. ( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar menjaring wisman dari negara-negara Nordik seperti Swedia, Denmark, Skandinavia ke Indonesia mengingat tujuan wisata mereka yang utama , Thailand,  terjangkiti corona virus dengan korban 35 orang.

” Bagi wisatawan Swedia, misalnya, Thailand itu tujuan wisata nomor dua. Data 2019 tujuan wisata mereka ke Gran Canaria, Bangkok, Mallorca, Paris, Amsterdam, London, Kreta, Antalya, Malaga, Rhodos,” kata Nina Mussolini Hansson, hari ini melalui chat WA.

PR & circle leader Swedish-Indonesia Bagus Organization / Svensk-Indonesiska Bagusföreningen berkedudukan di kota Malmö, Swedia ini aktif mempromosikan pariwisata Indonesia di kawasan Nordik melalui pertunjukan seni dan budaya.

Wisatawan Swedia seperti wisatawan negara-negara Nordik lainnya secara umum memilih tujuan liburan yang dibanjiri sinar matahari, suka akan  budaya dan keunikan masyarakat setempat, kebersihan, liburan aktif dan belanja. 

 Wisatawan Nordik juga akan lebih bersikap climate conscious yang umumnya memilih cuaca panas, bentuk wisata yang mencakup kegiatan untuk meningkatkan kesehatan. Selain itu juga pengalaman kuliner, seperti memasak makanan lokal. Tujuan terpencil juga menjadi lebih populer seperti bertemu orang-orang lokal di lingkungan lokal mereka.

“Di Eropa, tujuan wisata mereka lebih ke pulau di Spayol, Yunani, Turki. Gran Canaria merupakan sebuah pulau dari kelompok Kepulauan Canary, Spanyol. Pulau ini letaknya di Samudera Atlantik tepatnya di 210 km dari pantai barat laut Afrika dan Spanyol,” kata Nina.

 Di luar Eropa, Thailand adalah tujuan wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan Nordik. Hal ini disebabkan adanya penerbangan langsung,  harga murah untuk penerbangan dan hotel.

Saat ini seperti dilansir The Sun, Sabtu (22/2/2020) menyebutkan Thailand adalah salah satu negara yang dilaporkan terjangkiti corona virus dengan korban 35 orang. Tak seperti China, asal munculnya virus corona, negeri Gajah Putih ini  tidak mengeluarkan larangan bepergian atau pun masuknya para wisatawan.

Pariwisata Thailand bersikeras bahwa negara itu masih terbuka dan menyambut turis, meskipun resor populer di tujuan wisata seperti Phuket telah sepi.Thailand pertama mengkonfirmasi kasus virus corona pada 12 Januari lalu.

“Selama ini turis Nordik suka Thailand karena iklim, makanan dan budayanya. Waktu terjadi tsunami, 600 orang warga Swedia tewas di Thailand,” kata Nina.

 Jadi dengan adanya kejadian Thailand terjangkiti Corona maka Indonesia yang memiliki semua yang diidamkan wisatawan Nordik harusnya aktif menjaring inbound dari kawasan Nordik agar beralih dari Thailand ke Indonesia,” kata Nina.

Dia berharap upaya untuk menjaring wisatawan mancanegara terutama dari kawasan Nordik dapat dilakukan pemerintah dan industri pariwisata Indonesia dengan tawaran-tawaran paket wisata yang menarik sehingga industri wisata Indonesia tetap tumbuh di tengah melemahnya perekonomian akibat wabah virus yang mengglobal.

 

 

 

Upaya Optimalkan Milenial Kaltim Berperan Promosikan Parekraf

this formate

Aktivitas wisata milenial dengan menanam padi. Saatnya mereka berperan promosikan wisata nusantara. ( Foto: Indonesia Travel)

BALIKPAPAN, Kaltim, bisniswisata.co.id: Generasi milenial di Kalimantan Timur terutama di wilayah calon ibukota negara mendapat perhatian khusus dari pemerintah untuk berperan aktif dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

” Generasi milenial di Kalimantan Timur bisa mengambil peran. Apalagi Presiden Joko Widodo telah menetapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur menjadi ibu kota baru Indonesia,” kata  Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Berbicara di sela-sela kegiatan “Gathering Milenials 2020” yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo yang dihadiri lebih dari 300 peserta, Hetifah berharap generasi milenial bisa menggali ide sebanyak-banyaknya untuk mengembangankan pariwisata dan ekonomi kreatif. 

“Saat ini Kalimantan Timur telah memiliki 56 _calender of event_ dan ke depan akan banyak potensi kegiatan, baik dari pariwisata, maupun kegiatan pemerintah dan kenegaraan seperti MICE akan banyak digelar di Kalimantan Timur,” ujar Hetifah.

Sementara Wamen Angela mengatakan bahwa di ekonomi kreatif, pemerintah akan menciptakan ekosistem yang dapat mendukung pemain lokal, termasuk mendukung bibit-bibit unggul generasi milenial. 

Hak Ini penting sekali, karena kita ingin menciptakan keseimbangan antara pemain lokal dan pemain asing. Oleh karena itu yang tak kalah penting adalah peningkatan SDM dari sisi teknikal, soft skill sehingga bisa berkembang menjadi seorang entrepreneur.

” Kita juga akan siapkan _training_ dimana nantinya calon pekerja akan dipertemukan dengan industri sehingga dapat langsung terserap dengan baik,” ujar Angela. 

Dia berharap generasi milenial benar-benar bisa mengambil peran dalam pengembangan tersebut dan memperbaiki citra Indonesia serta mempromosikan Indonesia lebih baik lagi.

“Riset di revolusi industri 4.0 menunjukkan bahwa 51 persen wisatawan saat ini adalah milenial, dan 70 persen wisatawan dalam pencarian dan berbagi pengalamannya dalam berwisata selalu dilakukan melalui online. Disinilah milenial melalui platform digital bisa berperan untuk mempromosikan wilayah Indonesia,” kata Angela Tanoesoedibjo. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai devisa yang diraih sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setiap tahunnya selalu meningkat. Di tahun 2018, pariwisata menyumbang devisa sebesar 19,29 miliar dolar AS dan lebih dari 20 miliar dolar AS pada tahun 2019.

Begitu juga di ekonomi kreatif yang nilai ekspornya di tahun 2018 mencapai 21,2 miliar dolar AS dan di 2019 diperkirakan mencapai 22,06 miliar dolar AS. “Serapan kerjanya juga sangat besar. Kita lihat di tahun 2018 pariwisata mampu menyerap 12,8 juta orang dan ekonomi kreatif mampu menyerap 18,2 juta orang,” kata Angela dalam siaran pers Kemenparekraf.

Lebih lanjut Angela mengatakan, Kemenparekraf dalam upaya meningkatkan kualitas wisatawan, dalam hal ini lama kunjungan dan tingkat pengeluaran, memiliki target jangka pendek dan menengah. Pertama adalah meningkatkan _safety and security_ sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. 

Selanjutnya adalah meningkatkan konektivitas, yakni dengan menambah jumlah seat capacity ke Indonesia, termasuk  interconnectivity di Indonesia. “Ketiga adalah peningkatkan SDM, karena pariwisata erat kaitannya dengan services,” kata Angela. 

Pengamat pariwisata Tedjo Iskandar, pendiri TTC Travel Mart, bursa wisata independent mengatakan upaya mengedukasi kalangan milenial untuk berperan serta mempromosikan pariwisata Indonesia memang diperlukan.

“Saat ini untuk biro perjalanan konvensional penjualan tiket dan produk wisatanya menurun terutama untuk destinasi jiran seperti Singapura dan Malaysia karena kalangan milenial dan gen Z yang hidup sepenuhnya di era internet sudah bisa mengatur perjalanan wisata sendiri,” ungkapnya.

Permintaan paket-paket wisata  Family Trip melalui biro perjalanan wisata ( BPW) juga turun karena anak -anak generasi milenial dan gen Z dalam sebuah keluarga yang sudah mampu memilih tujuan wisatanya, pesan tiket pesawat, reservasi hotel hingga kebutuhan lainnya secara online, kata Tedjo.

” Jadi kemampuannya dalam dunia digital memang baik dan tujuannya supaya lebih hemat dan wisatanya bisa lebih lama. Oleh karena itu kehadiran milenial dan Gen Z ini harus dioptimalkan untuk berpaling ke wisata nusantara ( domestik), jangan ke luar negri melulu apalagi dengan merebaknya kasus virus Corona Covid-19,” tambahnya.

Dia optimistis kalangan Milenial dan Gen Z ini dapat ditingkatkan dalam mempromosikan pariwisata nusantara karena mereka umumnya juga aktif dan memiliki sejumlah media sosial sehingga Tedjo berharap mereka menjadi duta wisata negerinya sendiri.

ICCA Indonesia Forum 2020 Promosikan RI Tujuan MICE Aman

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia aman, mampu dan siap menyelenggarakan mega event di tengah mewabahnya virus Corona Covid-19 yang melanda dunia, kata Raty Ning, Ketua ICCA chapter Indonesia, hari ini.

“Kami menyelenggarakan ICCA Indonesia Forum 2020 untuk meyakinkan para pelaku bisnis Meeting, Incentive, Conference and Exhibition ( MICE) bahwa Indonesia jadi negara yang aman, mampu dan siap dengan kegiatan MICE bahkan skala mega event,” katanya.

Acara yang akan berlangsung di JIExpo Convention Centre & Theatre, Kemayoran, Jakarta, melibatkan pembicara internasional dan pembicara kuncinya adalah Jason Yeh, Vice President and Chair of Asia-Pacific  Chapter of ICCA, Taiwan.

“Jason membahas The Outlook of MICE Industry in the Next Five Years and Potency of Association Meetings. Pertemuan dari berbagai asosiasi akan sangat menggerakkan bisnis MICE di tengah wabah virus Corona lima tahun ke depan,” kata Raty.

Oleh karena itu ICCA Indonesia Forum 2020 yang melibatkan pembicara internasional dari berbagai negara dengan target 200 peserta diharapkan dapat sekaligus membuktikan sikap pro-aktif dan realitas dinamisnya bisnis MICE di tanah air.

“Adanya forum internasional maka peserta asing akan melihat sendiri infrastruktur, fasilitas dan prasarana lainnya yang kita miliki sehingga para pembicara dan peserta asing juga mengarahkan mega event mereka untuk dilakukan di Indonesia,” kata Raty.

Memang untuk menjadi tuan rumah mega event tidak mudah dan butuh proses 3-5 tahun ke depan. Namun berbagai upaya harus dilakukan termasuk menggalakkan bidding ( penawaran) untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan internasional yang melibatkan 3000, 5000 bahkan hingga 10.000 peserta.

“Jadi Indonesia Forum 2020 untuk meyakinkan anggota ICCA dari berbagai belahan dunia bahwa kita memang aman, mampu dan tetap siap menyelenggarakan mega event sekalipun  dengan 10.000 peserta,” tambah Raty Ning.

 Untuk pertama kalinya, ICCA Indonesia Committee yang merupakan komunitas anggota Asosiasi Kongres dan Konvensi Internasional atau disebut International Congress and Convention Association (ICCA) menggelar event ini pada 25 Februari 2020 di JIExpo Convention Centre & Theatre, Kemayoran, Jakarta, jelasnya. 

Acara ini akan dihadiri peserta yang terdiri dari pelaku industri MICE dan industri pendukungnya serta stakeholder terkait lainnya, seperti ketua asosiasi dalam berbagai bidang termasuk kedokteran, direktur bidang hubungan luar negeri di berbagai kementerian dan lembaga, akademisi, dan media. 

“Soalnya dengan merebaknya virus Corona maka kita akan mengandalkan asosiasi profesi,perusahaan-perusahaan seperti asuransi, multi level marketing ( MLM), industri otomotif yang biasanya mengadakan kegiatan meeting dan incentive di luar negri agar dialihkan di dalam negri saja agar bisnis MICE tanah air terus tumbuh,” kata Raty.

Dia juga berharap instansi pemerintah juga aktif menyelenggarakan pertemuan-pertemuan dengan melibatkan jasa profesional Confrence organizer ( PCO) bukan dengan swa kelola sehingga perusahaan yang menjadi anggita ICCA chapter Indonesia bisa tetap survive dengan melemahnya bisnis ini secara global akibat virus Corona.

Saat ini ada 10 anggota ICCA dari Indonesia, dan semuanya adalah pemain besar di Indonesia. “Kami berharap perusahaan PCO ini jumlahnya bertambah sejalan dengan keinginan kami untuk menggabungkan kekuatan yang kami miliki dan tampil sebagai satu kesatuan, Indonesia, di berbagai forum internasional untuk memenangkan pertemuan asosiasi internasional,” kata Raty.

Program lainnya dari ICCA Indonesia Committee diantaranya edukasi. Pihaknya dalam setahun berencana untuk mengadakan dua forum edukasi atau training untuk meningkatkan kapasitas stakeholder industri MICE di destinasi MICE yang berbeda di Indonesia. ” Untuk kegiatan ini kami terbuka untuk bekerjasama dengan asosiasi industri terkait,” tutup Raty. 

 

Di Jeddah, Silaturahmi dan Solidaritas Lewat Sepak Bola

this formate

MADINAH, bisniswisata.co.id: TUGAS Kedutaan dan konsulat Indonesia di luar negeri tidak sekadar menjaga hubungan baik dengan negara dimana seorang Duta Besar, Konsul atau staf kedutaan dan konsulat ditugaskan. Seperti di Jeddah misalnya, KJRI yang wilayah kerjanya membawahi  wilayah barat Arab Saudi, mencakup 7 provinsi: Mekkah, Madinah, Asir, Albaha, Jizan (berbatasan dengan Yaman), Najran (berbatasan dengan Yaman) dan Tabuk (berbatasan dengan Yordania).

KJRI dan jajarannya berkewajiban menjaga  hubungan Indonesia-Arab Saudi di bidang perekonomian, pendidikan, kesenian dan kebudayaan, perlindungan WNI, jamaah umroh dan haji. Khusus perihal  perlindungan WNI, KJRI berkewajiban melakukan sosialisasi tentang aturan hukum di Arab Saudi, edukasi, dan pencegahan terjadinya pelanggaran oleh warga negara Indonesia. KJRI juga melakukan pelayan WNI ke daerah-daerah wilayah kerja KJRI Jeddah. Menangani permasalahan WNI baik pekerja migran, jamaah haji dan umroh yang mengalami musibah (hilang, penipuan, meninggal dunia, sosialisasi).  

Memupuk silaturrahmi dan solidaritas warga negara Indonesia di luar negeri, KJRI bekerjasama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) menggelar kejuaraan sepak bola. Kejuaraan Liga PPMI Cabang Madinah yang berlangsung hampir setahun, berakhir Sabtu, 22 Februari 2020 dengan kemenangan Tim Kesebelasan Tahwil FC.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Faisal Abdan Syakuro, kepada Bisniswisata.co.id, gelaran Liga PPMI tahun ini sempat menemui kendala, sehingga tidak berhasil dituntaskan sesuai jadwal. Liga PPMI 2019- 2020 di ikuti 10 tim kesebelasan.

 Silahturahmi

” Tujuan dari pertandingan ini adalah untuk memupuk silaturrahmi,  solidaritas dan sportivitas,” ujar Faisal.

Berlaga di lapangan hijau Gelanggang Olahraga Kampus Universitas Islam Madinah (UIM), Tahwil FC berhasil menyingkirkan Tim Kesebelasan Istiqbal-3 di final dengan skor kemenangan 2-1.

Selain disaksikan oleh pendukung kedua tim, laga final Liga PPMI 2019-2020 ini dihadiri oleh Pelaksana Fungsi Pensosbud-1 KJRI Jeddah, Agus Muktamar, dan perwakilan dari Dekan Kemahasiswaan UIM divisi olahraga, Anas Almisri.

Istiqbal-3 tampak lebih agresif di babak pertama melakukan tekanan terhadap kubu lawan sehingga berbuah gol di menit-menit awal pertandingan. Keadaan tidak berubah hingga jedah turun minum.

Di babak kedua, Tahwil FC mencoba membalikkan keadaan dengan tampil agresif. Alhasil, tak lama babak kedua berselang, pemain Tahwil FC berhasil menyarangkan bola di gawang lawan dan berhasil menyamakan raihan poi menjadi 1-1.

 Kedua kubu terus saling melakukan tekanan di menit-menit menjelang babak kedua berakhir. Situasi kurang menguntungkan dialami oleh Istiqbal-3. Akibat beberapa pelanggaran, salah seorang pemainnya diganjar wasit dengan kartu kuning. Momen ini dimanfaatkan oleh Tahwil dengan meningkatkan serangan ke kubu lawan.

Skor kemenangan berhasil dicuri Tahwil FC melalui tendangan penalti. Tim berkostum kuning ini berhasil mengunci kemenangan 2-1 hingga pluit babak terakhir dibunyikan wasit.

Mewakilan pihak kampus, Anas Almisri mengapresiasi penyelenggaraan Liga PPMI, dia menilai mahasiswa asal Indonesia cukup tertib dan rapih dalam menyelenggarakan acara, termasuk laporan jadwal kegiatan dan penggunaan dananya.

Sementara, Agus Muktamar dalam sambutannya menyampaikan KJRI Jeddah mendukung kejuaraan liga PPMI dan menyarankan agar kegiatan tersebut diagendakan secara rutin dengan format piala bergilir.

Saat ini, Tim Kesebelasan PPMI tengah berlaga di Kejuaraan Liga Dunia yang digelar oleh UIM dan masuk 16 belas besar. Liga ini diikuti oleh tim kesebelasan mahasiswa dari 64 negara yang tengah belajar di kampus tersebut.