Pemerintah Siapkan Stimulus Tarif Penerbangan Untuk Tingkatkan Sektor Pariwisata  

0
51

Kementrian Keuangan berikan stimulus berupa insentif transportasi kepariwisatan untuk penerbangan nasional aelama tiga bulan. ( foto: Ikagi.or.id).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Adanya travel warning dan larangan penerbangan terkait penyebaran Virus Corona COVID 19, sangat berdampak terhadap sektor pariwisata dan juga industri penerbangan di Indonesia. Hal itu terungkap dalam Rapat Terbatas Presiden Joko Widodo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah memutuskan memberikan stimulus berupa insentif transportasi kepariwisatan yang telah disetujui Kementerian Keuangan. Hal ini telah disepakati sesuai hasil Rapat Terbatas hari ini  di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto menyampaikan bahwa stimulus yang diberikan oleh pemerintah ditujukan untuk meningkatkan sektor pariwisata nasional dengan meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di Indonesia terutama ke wilayah destinasi prioritas.

“Stimulus ini berupa insentif yang diberikan terhadap tarif penerbangan menuju ke daerah pariwisata yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba(Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang selama tiga bulan”, lanjut Novie.

Nantinya penumpang akan menikmati diskon antara 40-50% dari tarif riil yang berlaku untuk 25 persen dari total kursi yang tersedia dari tiap penerbangan. Untuk sementara akan diberlakukan selama low season yaitu dari bulan Maret sampai dengan Mei 2020.

Kemenhub akan terus bekerja sama dengan kementerian lembaga lainnya untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka menjadikan pariwisata Indonesia diminati oleh warga negara Indonesia (Wisnus) dan warga negara asing (Wisman).

“Kami akan terus memastikan untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa transportasi udara dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, “tutupnya.

Sementara itu, pengamat pariwisata Tedjo Iskandar mengatakan stimulus dengan diskon  tarif hingga 50%  tiket pesawat diharapkan dapat mendorong pergerakan wisatawan nusantara mengingat perusahaan penerbangan saat ini kurang dapat mengandalkan pemasukan keuangan dari rute panjang ( long haul) sebagai dampak dari merebaknya virus Corona Covid-19.

” Maskapai penerbangan  yang bermarkas di Singapura dan Hongkong saja yang keuangannya solid mulai melemah. Mungkin harus fokus ke negara Asean yang  belum kena dampak Corona. Tapi upaya seperti ini tidak bisa instant,” kata Tedjo.

Sebagai negara kepulauan, maskapai penerbangan Indonesia sebaiknya mendukung paket-paket wisata nusantara sehingga sumber devisa dari kegiatan wisatawan nusantara juga memperkuat perekonomian negara, tegasnya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.