Pelayaran ke Tiga Gili di Lombok Tutup Sementara

this formate

Akses wisatawan ke tiga Gili di Lombok ditutup sementara dari pelabuhan Pemenang dan Dermaga Senggigi. ( foto: Dithubla)

MATARAM, bisniswisata.co.id: – Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang Lombok Utara menerbitkan kebijakan penutupan aktivitas keluar masuk wisatawan di tiga gili di Lombok.

“Penutupan  dari Pelabuhan Pemenang dan Dermaga Senggigi mulai hari ini. 17 Maret 2020. Langkah akhir ini dilakukan menyusuli adanya keputusan resmi Pemprov NTB menutup akses wisata mancanegara dari Bali ke Lombok,” kata Heru Supriyadi. Kepala UPP Kelas II Pemenang, hari ini.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai tindaklanjut surat Kepala Dinas Perhubungan Pemprov NTB yang diterima kemarin. ‘’Sehubungan dengan hal tersebut, kami resmi menutup sementara Dermaga Senggigi dan Pelabuhan Pemenang serta 3 Gili mulai Selasa (17/3),’’ kata Heru.

Dengan menutup semua akses wisata menuju tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, kebijakan penutupan akan dilakukan di dua titik, Dermaga Senggigi dan Dermaga Bangsal dengan menginformasikan ke semua kapal  yang melayani penyeberangan dari Bali ke Lombok.

Skenario terburuk pembatasan akses pintu masuk yang dilakukan Pemprov NTB itu dipahaminya sebagai upaya pencegahan dampak virus Corona setelah menjadi pandemi dunia.

Maka untuk mengantisipasi virus Corona, sebagai bentuk kewaspadaan, pihaknya menyampaikan kepada para nakhoda, pemilik atau operator, agen kapal penumpang baik fastboat mancanegara maupun kapal domestik agar tidak melakukan embarkasi dan debarkasi di dua pelabuhan tersebut.

‘’Semua operator agar tidak melakukan embarkasi dan debarkasi ke penumpang ke tiga gili dan Senggigi, sampai 14 hari kedepan,’’ tegas Heru.

Keputusan tersebut memang masih sifatnya sementara. ‘’Karena keputusan gubernur harus ditutup, maka kita tutup aktivitas penyeberangan ke tiga gili mulai besok,’’  kata Heru.

Sebagai informasi, hingga dengan hari Senin (16/3),  jumlah orang yang naik dari 3 gili sebanyak 2.330 orang dengan tujuan Pelabuhan Pemenang.

Tiga pulau di kawasan Nusa Tenggara Barat  ini memang menjadi tujuan wisatawan mancanegaea karena punya karakteristik masing-masing. Ketiga Gili, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air,  sama-sama dikelilingi pantai pasir putih, dengan laut yang jernih dan pemandangan yang luar biasa.

Ke tiga Gili menawarkan sekolah menyelam, namun Gili Air adalah perpaduan yang sempurna dari Gili Trawangan dan Gili Meno. Ada banyak restoran pula dan Gili Air juga menawarkan suasana kedamaian seperti di Gili Meno.

Di sini pengunjung dapat menikmati pemandangan laut lepas tanpa harus dihalangi oleh Pegunungan Lombok di Pantai Utara. Bagi yang suka kehidupan malam maka bar dan restoran banyak terdapat di sisi timur pulau. Di sinilah kehidupan malam di Gili Air berada.

Gili Meno merupakan pulau terkecil dengan suasana yang paling tenang di Kepulauan Gili. Pasir putih dan air sejernih kristal yang mengelilingi pulau ini, menjadikan Gili Meno sebagai tempat yang memiliki banyak pantai terbaik.

Bagi para pasangan baru, Gili Meno adalah tempat yang cocok untuk berbulan madu. Suasana romantis, banyaknya pasangan yang bermesraan di pantai, dan pondok beratap rumbia, maupun mengarungi laut menggunakan perahu.

Sementara Gili Trawangan merupakan pulau terbesar fiantara ketiga Gili dan Trawangan juga merupakan pulau yang paling maju dan paling ramai di antara kedua Gili lainnya. Wisarawan bisa menikmati penginapan dengan kualitas hotel bintang lima, juga restoran internasional untuk melengkapi liburan. 

Sisi barat Gili Trawangan mempunyai suasana yang jauh lebih tenang. Sebagian besar memiliki resort kelas atas yang menawarkan pemandangan matahari terbenam sensasional. 

 

Bursa Wisata Dalam Negeri di Jadwal Ulang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PANDEMIK COVID-19, agenda travel mart di Indonesia dijadwal ulang. Di kutip dari ITN, IndonesiaTouristNews.com, Jogja International Travel Mart  dijadwalkan dihelat pada akhir Maret 2020. Atas pertimbangan keselamatan seluruh peserta dan pihak-pihak lain yang terlibat– buyers, sellers, panitia, media, wakil pemerintahan daerah dan lain-lain — pasar pariwisata internasional di Yogyakarta itu diundur pada 15-18 Juni 2020 di kota Jogja.

Pasar pariwisata Majapahit International Travel Fair 2020 (MITF) yang pada awalnya digelar pada pertengahan April 2020 diundur hingga bulan Juni 2020.

Jadwal pelaksanaan akan diumumkan kemudian, begitu dikonfirmasikan Monas Tjahjono, selaku Ketua Pelaksana Travel Exchange MITF 2020. MITF tahun ini mengangkat tema East Java Culinary Journey. 

Menurut dia, tema yang diangkat ini merupakan pertama kali di Indonesia ada pasar pariwisata yang meng-highlight perjalanan berbasis kulier. Indonesia dengan beragam suku bangsa dan negara kepulauan memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa.

Dengan banyaknya pasar pariwisata internasional di luar negeri yang dibatalkan terkait sebab pandemi virus corona, upaya para pemangku kepentingan pariwisata untuk tetap menghadirkan pasar-pasar pariwisata internasional di daerah menjadi sangat berarti dan perlu didukung. 

Bagaimanapun, kegiatan pemasaran pariwisata sejatinya tidak pernah berhenti, dilakukan melalui pendekatan-pendekatan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Bursa wisata atau travel mart mempertemukan para penjual ( seller) dan pembeli ( buyer) paket wisata dari dalam dan luar negri. Bisa menjual paker outbound ke luar negri arau paket inbound , menjual paket-paket wisara di dalam negri sendiri.

Di jaman digital ini, travel mart itu benar-benar marketplace untuk selling dan buying dalam paket-paket wisata, baik dalam bentuk package maupun dalam bentuk invidual. Hampir semua provinsi di tanah air memiliki event travel mart  ini untuk menjual produk-produk dari industri wisata Indonesia.

Sementara Bali and Beyond Travel Mart masih tetap pada jadual yang telah dilansir tahun lalu. Pada penyelenggaraannya yang ketujuh tahun ini, BBTF mengangkat tema “Going Further for Cultural Heritage” di mana buyers dari dalam dan luar negeri akan menemukan produk-produk perjalanan bertema dan/atau berbasis budaya lebih beragam. Tahun 2020, Pemkab se P Sumba menjadi co-host event inisiasi DPD ASITA Bali tersebut.*

Pemkab.Purwakarta Tutup Sementara Destinasi Wisata Milik Pemerintahnya

this formate

Taman Air Mancur Sri Baduga, Purwakarta banyak dikunjungi wisatawan. ( foto: Tribunnews.com)

PURWAKARTA, bisniswisata.co.id: Menindaklanjuti surat keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 2020, tentang percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). Pemerintah Kabupaten Purwakarta menghimbau tempat wisata yang ada di Purwakarta untuk menutup sementara lokasinya.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, ia sudah meminta kepada kepada dinas terkait untuk menutup seluruh tempat wisata dan kegiatan yang mengundang massa lainnya.

“Selain meliburkan sementara kegiatan belajar semua tingkatan sekolah, sejumlah kegiatan yang mengundang massa. Termasuk, menghentikan sementara kegiatan masyarakat setiap akhir pekannya. Seperti kegiatan wisata kuliner setiap sabtu malam dan Car Free Day setiap minggu pagi,” Ujar Anne, kemarin seperti dikutip jabarprov.go.id.

Dia menghimbau, kepada pengelola sejumlah tempat wisata yang ada di Purwakarta untuk menutup sementara, dalam beberapa waktu kedepan.

“Saya meminta agar tempat wisata untuk menutup sementara ditutup, termasuk Air Mancur Sri Baduga, Tajug Gede Cilodong dan Bale Panyawangan Diorama,” tuturnya.

Ia berpesan, pengelola tempat wisata dan tempat makan lainnya untuk memperhatikan kebersihan bagi para pengunjung. Seperti menyediakan tempat cuci tangan atau wastafel.

“Sebenarnya, kebiasaan kita yang salah justru yang bisa memicu penularan penyakit. Seperti jarang langsung cuci tangan setelah beraktivitas. Makanya, mari tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan. Jadi, sebelum masuk ke lokasi wisata, pengunjung wajib cuci tangan terlebih dahulu,” jelas dia.

Purwakarta adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Ibu kota Kabupaten Purwakarta terletak di Kec. Purwakarta yang berjarak 80 km sebelah tenggara Jakarta. Tak heran banyak warga Jabodetabek yang berwisata ke Purwakarta karena sedikitnya ada  25 tempat wisata terbaru & paling hits.

 Kepala Bidang Pariwisata pada Disporaparbud Kabupaten Purwakarta Irfan Suryana mengatakan tahun 2019 lalu Purwakarta dikunjungi 2,8 juta wisatawan dari target 4 juta orang, ujarnya. Ramainya kunjungan wisatawan  Hal tidak terlepas dari keberadaan tempat wisata baru di kota tersebut.

Sebut saja destinasi seperti Giri Tirta Kahuripan, Hidden Valley Hills, hotel gantung gunung parang atau Sky lodge tertinggi di dunia. Hotel gantung pertama di Indpertamaini diklaim menyaingi hotel gantung di Peru ini letaknya berada di tebing Gunung Parang, Kampung Cisaga, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat.

Kota kecil ini sukses menarik perhatian jutaan mata dengan dibangunnya hotel gantung atau skylodge tertinggi di dunia. Hotel gantung Purwakarta ini mengalahkan Skylodge Adventure Suites di Peru yang terkenal ekstrem di kalangan traveler dunia.

Jika Skylodge Adventure Suites Peru berketinggian 122 meter, Skylodge Purwakarta lebih tinggi lagi yaitu sekitar 400 hingga 900 meter. Hotel yang diresmikan pada Oktober 2017 ini memang terinspirasi dari skylodge Peru, desain nya pun terlihat mirip.

Topografi purwakarta yang didominasi area perbukitan menghasilkan panorama alam terbuka yang menyejukkan. Makanya yang  bosan liburan di Bogor dan Bandung, Purwakarta jadi destinasi alternatif selanjutnya.

Nah, berikut ini adalah beberapa rekomendasi tempat wisata di Purwakarta yang sedang hits dikunjungi adakah Hidden Valleyhills, Bukit Katumbiri,  Waterpark Kuya Maranggi, Urban Farming, Cikao Park, Curug Cipurut, Curug Tilu, Desa Sejuta Batu, Tanjakan Cinta, Gunung Lembu, Gunung Parang Purwakarta.

Masih ada lagi Gunung Bongkok, Mata Air Cijanun, The Colorville at Alam Sari Wates, Pasir Langlang Panyawangan,  Situ Wanayasa, Bukit Panenjoan, Waduk Jatiluhur, Jatiluhur Water World, Giri Tirta Kahuripan, Desa Wisata Tajur, Taman Air Mancur Sri Baduga dan Saung Manglid Purwakarta.

Terkait adanya himbayan afar obyek wisata di Purwajarta di tutup sementara mencegah penyebaran wabah pandemi global Covid-19, Irfan Suryana mengatakan, pihaknya tidak bisa memaksa kepada pengelola wisata untuk menutup objek bisnisnya terkait antisipasi penyebaran virus corona.

Pemerintah hanya memberikan imbauan berupa surat edaran kepada pengelola untuk memperhatikan kebersihan bagi para pengunjung. Seperti menyediakan tempat cuci tangan atau wastafel jika tetap menerima wisatawan.

“Yang kami tutup destinasi wisata yang dikelola oleh pemerintah, seperti Air Mancur Sri Baduga, Tajug Gede Cilodong dan Bale Panyawangan Diorama, kalau objek wisata pihak swasta kami hanya memberikan berupa imbauan,” ujarnya.

Taman Air Mancur Sri Baduga juga banyak dikunjungi wisatawan sebagai destinasi murah meriah di akhir pekan.Tata cahaya yang keren yang dipadukan dengan teknologi dan atraksi air mancur menjadi suguhan unik yang membuat suasana malam di Purwakarta semakin meriah.

Selain Sri Baduga yang  instagramable juga ada Saung Manglid, salah satu tempat makan di dataran tinggi Purwakarta dengan konsep ruang terbuka di antara sayuran, tanaman hias hingga kolam ikan.

Konsep inilah yang membuat saung Manglid selalu hits di perbincangkan di social media. Bahkan, dijadikan destinasi alternatif saat liburan di Purwakarta.

Selain menu murah yang ditawarkan, tempat makan ini didekorasi menggunakan anyaman bambu unik dengan hiasan instagramable di sekitarnya.

Irfan Suryana mengaku, ditutup sementaranya objek wisata milik pemerintah akan berdampak terhadap jumlah wisatawan datang ke Purwakarta. Apalagi Tajug Gede Cilodong mampu menyedot menyebut ribuan wisatawan setiap akhir pekannya

 

Berkunjung ke Bungin, Satu dari Empat Pulau Terpadat Dunia  

this formate

SUMBAWA,bisniswisata.co.id: Jangan merindukan pantai di Pulau Bungin.Tidak bakal kesampaian. Karena sekujur pulau dipadati rumah. Nyaris tak ada petak kosong. Bahkan di lingkar pinggir pulau, pondasi dan tiang-penyangga rumah penduduk berhubungan langsung dengan ombak laut. 

Terletak di Laut Bali, persisnya di utara Pulau Sumbawa. Secara administratif Pulau Bungin merupakan satu dari beberapa desa di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bila dilihat dengan mata burung terbang, ini pulau  ibarat tongkang yang berlayar dengan muatan penuh rumah. Rumput dan pucuk pepohonan pun nyaris tak tumbuh di tanah, karena selalu ludes dimakan kambing, yang bahkan hobi ngemil kertas koran atau bungkus rokok. 

Tamasya unik Pulau Bungin yang dicatat UNESCO sebagai Pulau Terpadat di Dunia. Jumlah penduduk dunia kini mencapai 7,7 milyar jiwa. Pertumbuhan ini terus meningkat, sementara penyebarannya tidak merata. 

Tak heran bila UNESCO mencatat banyak tempat yang penduduknya terlalu padat. Bahkan ada 4 pulau dengan penduduk terpadat. Satu diantaranya adalah Pulau Bungin di Indonesia.

Empat pulau terpadat itu adalah Santa Cruz del Islote, pulau buatan yang terletak di San Bernardo Archipelago di Teluk Morrosquillo, Kolombia. Ukurannya cuma seluas lapangan bola, dan kini 500 orang tinggal di atasnya. Jadi, seratus meter persegi untuk tiap 5 orang. Populasi ini terus meningkat tiap tahun.

Pulau kedua adalah Ap Lei Chau yang merupakan bagian distrik Southern di Hongkong. Luasnya cuma 80,5 kilometer persegi. Tahun 2008 tercatat di atasnya tinggal sekitar 1.289.500 orang, dan terus meningkat tahun ke tahun.

Migingo di Kenya tak kalah padat. Terletak di Danau Victoria, pulau ini jadi titik singgung teritorial antara Kenya dan Uganda. Namun sejak 1926, kepemilikan teritorial pulau ini secara konsisten telah ditunjukkan di peta dan dalam bahasa pada dokumen resmi sebagai Kenya. Dengan luas cuma dua ribu meter persegi, lebih seribu orang tercatat tinggal di Pulau Migingo.

Indonesia juga dicatat UNESCO sebagai negara pemilik pulau terpadat di dunia. Awalnya banyak yang menyangka, predikat itu akan jatuh pada Pulau Jawa yang memang padat penduduk. Siapa mengira, julukan terpadat justru ditabalkan kepada Pulau Bungin yang terletak di Laut Bali, persisnya di utara Pulau Sumbawa.

Secara administratif Pulau Bungin merupakan satu dari beberapa desa di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas 0,085 km² atau 8,5 hektar. Pulau Bungin berpenduduk 5.025 jiwa, dengan tingkat kepadatan 59.100 an jiwa/km². Padahal idealnya hanya untuk dihuni antara 800 – 1600 orang penduduk saja.

Dari pesisir timur Pulau Lombok, Pulau Bungin bisa ditempuh dalam waktu sekitar enam sampai delapan jam bermobil termasuk penyeberangan ferry dari Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur, ke Pelabuhan Poto Tano di Kabupaten Sumbawa Barat – ke Kota Sumbawa Besar.

Dari pusat pemerintahan Kabupaten Sumbawa ini, Pulau Bungin cuma tinggal sekitar 70 km jaraknya. Dari Jakarta, saya ke Pulau Bungin memanfaatkan penerbangan ke Bandara Sultan Muhammad Salahudin di Kabupaten Bima di ujung timur Pulau Sumbawa, lalu bermobil 2 jam ke barat, dan tinggal beberapa malam di Kabupaten Dompu.

Usai ‘urusan’ di Dompu, kembali saya bermobil 6 jam ke barat, dan menyusup ke bagian utara Kabupaten Sumbawa. Di satu simpang di Kecamatan Alas, jalan aspal mulus yang kami susuri dari Kabupaten Bima mendadak hilang, berganti jalan berbatu-batu dan berdebu, bahkan jalan tanah melewati kampung dan kebun, terus ke utara ke ujung sebuah tanjung. 

Pulau Bungin terletak di ujung lengkung tanjung. Dulu, dari ujung tanjung di pesisir utara Pulau Sumbawa ini, orang harus bersampan untuk tiba di Pulau Bungin. Tapi kini Pulau Bungin tak lagi mengapung di laut lepas. 

Sudah ada jalan dari urukan batu karang, pasir dan berlapis aspal tipis, menghubungi daratan utara Pulau Sumbawa dan bagian barat daya Pulau Bungin. Pejalan kaki ataupun pengendara sedan, bisa langsung ke jantung Pulau Bungin. 

 Lepas senja, sedan saya menerobos gapura sederhana bertuliskan Selamat Datang Di Pulau Bungin. Tak seorang pun saya kenal di pulau itu, sedangkan hari mulai gelap dan cahaya listrik mulai menyala, remang-remang. Terdengar azan Magrib. “Kita ke Masjid…,” ucap saya ke rekan driver asal Bima yang menemani perjalanan saya blusukan ke sekujur Pulau Sumbawa.

Putusan tepat karena di masjid, usai sholat, beberapa warga ramah menyalami saya dan bertanya: siapa saya dan hendak jumpa siapa? Saya katakan bahwa saya sengaja mampir bertamu. Agar tepat sasaran, seorang tua yang tadi mengimami sholat, menyarankan kami menemui Kepala Desa. 

Usai mengisi perut di sebuah warung sederhana terdiri dari nasi putih, sayur labu siam, pindang kerapu dan sotong, plus kerupuk udang, saya ke rumah Pak Kepala Desa ( Kades) tapi beliau sedang tidak berada di pulau. 

Seorang Ibu mengarahkan kami menemui Sekretaris Desa (Sekdes), seorang laki-laki muda yang ternyata (siapa mengira) juga gemar menulis sajak. Di rumah panggung miliknya, beralas tikar dan berpenerangan lampu petromaks, kami menginap dan menuai banyak kisah.

Anak Selayar

Umumnya warga Pulau Bungin adalah pendatang suku Bajo, gipsy laut Nusantara yang diperkirakan berasal dari perairan Pulau Sulawesi, dan kini tersebar luas sebagai “suku laut” di berbagai pulau kecil dan pesisir Indonesia, bahkan hingga ke perairan wilayah beberapa negara di ASEAN lainnya. 

Beberapa tetua yang datang dan ikut ngobrol, menyebut Orang Bajo sudah menghuni Pulau Bungin sebelum Gunung Tambora (terletak di perbatasan Kabupaten Bima dan Dompu) meletus di tahun 1816. 

Perintisnya adalah Palema Mayu, seorang dari 6 anak Raja Selayar. Saat itu Pulau Bungin masih berupa gosong atau pulau karang, yang timbul-tenggelam berkait arus pasang-surut air laut. Gosong kosong itu ditumbuhi pohon bungin yang menyembul di antara deret pokon bakau, yang karenanya lantas disebut sebagai Gosong (atau kini) Pulau Bungin.

Saat laut surut dan gosong karang tersembul di permukaan laut, Palema Mayu biasa memanfaatkannya buat tempat menjemur jala. Belakangan paparan gosong ditimbuni bongkah karang mati hingga membentuk dataran yang tingginya di atas permukaan laut, tak lagi tenggelam walau siklus laut sekitar sedang pasang.

Diawali gubuk-gubuk sederhana, sekadar untuk beristirahat atau berteduh saat datang badai, rumah-rumah panggung khas Suku Bajo pun bertumbuhan mengisi pulau.  Gosong karang itu pun tumbuh menjadi pulau berpenghuni.

Versi lain menyebut, Pulau Bungin berawal dari kedatangan 12 orang bersaudara asal Pulau Selayar sebelum Gunung Tambora meletus mengguncang dunia. Delapan orang diantaranya, diingat masyarakat sebagai: Mbo Leso, Mbo Beda Mangintan, Mbo Sakati, Mbo Mamaha, Mbo Gigih, Mbo Punggawa, dan si bungsu Mbo Salina. 

Suatu hari Salina diculik bajak laut asal Johor dan dibawa ke Labuan Bajo di Manggarai, Flores Barat. Ketika hendak diadu dengan sesama tawanan, secara rahasia Mbo Salina bersepakat dengan bakal lawannya, dan menyerang orang yang mengadu mereka. 

Tak diceritakan, bagaimana nasib penculik asal Johor tersebut. Yang pasti, keduanya lantas melarikan diri dan Mbo Salina kembali ke Pulau Bungin. 

Berkat keandalannya bertarung, Mbo Salina kemudian dikenal sebagai pengawal perairan Sumbawa dari serbuan bajak laut. Tapi Belanda justru mencurigai Pulau Bungin sebagai tempat sembunyi bajak laut. 

Mbo Salina dituduh bersekongkol dengan para bajak laut, dan secara sepihak dijatuhi hukuman mati. Tercatat, tahun 1904 Pulau Bungin juga pernah dilanda kebakaran. 

Kambing pemakan kerras dan syasana Pulau Bungin yang tenang. ( foto: Heryus Saputro Samhudi)

 Tradisi Toyah

Sebagai bagian pewaris tradisi Suku Bajo, warga Pulau Bungin dikenal sebagai orang laut yang ulung. Laki-lakinya tak cuma memancing atau menjala, tapi juga menyelam untuk menombak ikan-ikan besar. 

Para wanitanya, mengolah hasil laut tangkapan kaum laki-laki, juga ikut bertani ganggang laut atau beternak kerapu dan ikan konsumsi lainnya dengan sistem jaring apung.

Sejak bayi, orang Bungin sudah dikenalkan pada tradisi, antara lain melalui upacara Toyah. Tujuh orang perempuan bergantian memangku bayi sembari duduk di atas ayunan, menggumamkan ayat-ayat Qur’an dan syair-syair dalam Bahasa Bajo. 

Ayunan diibaratkan ombak yang kelak dihadapi sang bayi saat dewasa, jadi nalayan yang harus selalu berada di laut. Ritual ini juga merupakan upaya memanjatkan doa bagi si bayi, saat kelak melakoni hidup sebagai manusia bahari. 

Sebagaimana umumnya orang Bajo, penduduk Pulau Bungin tak banyak yang memiliki tradisi merantau. Sejauh-jauh terbang bangau, tetap akan pulang ke sarang dimana mereka lahir. Setelah menikah, umumnya mereka lebih memilih tinggal di Bungin. Inilah yang membuat Pulau Bungin kehabisan lahan dan semakin padat.  

Faktanya, waktu ke waktu luas Pulau Bungin bertambah lebar dan panjang. Ini karena tiap keluarga muda, harus memiliki rumah sendiri, terpisah dari rumah keluarga batih masing-masing. Sementara itu…tak ada lagi areal kosong, kecuali halaman masjid ataupun areal yang sengaja dibiarkan kosong untuk area publik. Solusinya? 

Laki-laki muda yang hendak menikah, harus lebih dulu menyiapkan bahan bangunan untuk membangun rumah. Di mana rumah baru akan dibangun? Di garis lingkar luar kontur Pulau Bungin yang padat penghuni, dengan melakukan reklamasi hingga didapat petak area untuk mendirikan tiang-tiang rumah baru tersebut.

Sebagaimana dilakukan nenek-moyang Suku Bajo, areal laut dipatok dan ditimbuni batu karang mati. Setelah didapat areal yang menonjol di atas permukaan laut saat arus pasang, tiang-tiang penyangga rumah lantas ditancapkan di atasnya. 

Setelah itu sebuah rumah baru didirikan. Terserah, mau rumah kayu tembok dengan tiang-tiang besi cor beton. Buntutnya, sekitar 100 buah rumah baru tumbuh tiap tahun di Pulau Bungin. 

Kambing penyuka kertas

Jangan datang ke Pulau Bungin bila niatnya ingin menikmati wisata pantai. Sekali lagi, nggak bakalan ketemu. Karena sekujur pulau dipadati rumah, dan garis pantai pun jadi pondasi rumah-rumah baru.

Ruang terbuka, cuma sekotak kecil di depan masjid, dan bagian kolong Balai Desa yang dibangun tak jauh dari gerbang. Ada beberapa warga buka toko atau warung nasi sederhana. Di situ warga saling bertebur sapa, selain di masjid saat-saat waktu sholat, atau dalam rapat dan pertemuan di rumah seorang warga atau di Balai Desa. 

Tapi ada juga sih tempat asyik buat ngobrol, yakni Floating Cafe atau Kafe Terapung yang dibangun himpunan pemuda setempat, sekitar 200 meter di selatan Pulau Bungin. Di situ tersedia ragam minuman ringan dan hidangan seafood segar, akses TV dan jaringan internet serta WiFi. Sebuah sampan motor siap antar-jemput pengunjung, dari dan kembali lagi ke ‘pantai’ Pulau Bungin. 

Singgah ke Pulau Bungin memang tak untuk tamasya alam, tapi lebih untuk memenuhi rasa ingin tahu: apa dan bagaimana pulau itu bisa tumbuh dan jadi yang terpadat?

Bagaimana pengaruh lingkungan dan adat-istiadat suku Bajo di pulau itu menghadirkan campuran budaya laut dan budaya darat yang khas, dan berpotensi buat dikembangkan sebagai bagian keanekaragaman budaya Indonesia.

Lautnya kaya sumberdaya alam, daratannya penting sebagai tempat tinggal serta wahana interaksi masyarakat. Bagaimana tradisi sistem mata pencaharian, kesenian dan pengobatan dipertahankan? Kearifan tradisional yang bila dikelola dengan baik, bisa jadi kekuatan dan kemajuan masyarakat.

Satu hal yang menarik perhatian saya, di pelataran yang tersisa di Pulau Bungin, tak tampak pohon dan dedaunan. Memang banyak warga yang secara sederhana melakukan penghijauan.  Tapi pohon-pohon hias dalam pot ataupun bekas kemasan makanan-minuman, tak diletakkan di atas tanah, melainkan digantung atau diletakkan jauh di ketinggian dinding rumah.

 Mengapa? “Di sini banyak kambing,” kata Bang Sekdessambil tertawa kecil. Ya, selain ayam dan entog (bebek manila), penduduk banyak memelihara kambing yang bergerak kesana-kemari, mencari apa saja yang bisa dimakan.

“Di sini, nyaris semua limbah dapur rumah tangga habis disantap ternak, khususnya kambing. Tak ada kehijauan yang terjangkau yang tidak dilalap kambing. Bahkan kambing di sini biasa memakan kertas atau kardus.

Tidak percaya? Bang Sekdes meraih koran Ibukota yang belum habis saya baca dan disodorkan untuk camilan kambing yang wara-wiri di jalan di samping bawah rumah panggung tempat tinggalnya. Yuuuk…kita buktikan … berpetualang ke Bungin.

 

Banyuwangi Tunda Festival dan Tutup Sementara Objek Wisata

this formate

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: MENCEGAH penyebaran pandemic global COVID-19,  Pemkab Banyuwangi memutuskan untuk membatalkan semua atraksi wisata dalam agenda Banyuwangi Festival sepanjang bulan Maret dan April.  

”Demi kebaikan dan keselamatan bersama, agenda Banyuwangi Festival selama Maret-April ditunda. Untuk calendar of event bulan Mei dan seterusnya menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (16/3/2020). 

Atraksi wisata yang diagendakan sepanjang bulan Maret-April di Kabupaten The Sunrise of Java ini  antara lain Jaranan Buto Milenial, Wongsorejo Corn Festival,  Festival Lembah Ijen,  Festival Posyandu Creative, Banyuwangi Art Week, Banyuwangi Fashion Festival, International BMX Competition,  Muncar Food Festival, Bangsring Underwater Festival, Banyuwangi Fishing Week, Festival Lembah Ijen 4, Festival Oling River Food, Festival Musik Anak Negeri, Gintangan Bamboo Festival.

Penundaan tersebut adalah bagian dari upaya social distancing, pembatasan interaksi sosial, termasuk menghindari kerumunan orang seperti dalam atraksi wisata yang biasanya memang selalu dihadiri ribuan orang, ujar Anas. 

Selain menunda semua atraksi wisata, berdasarkan rapat dengan seluruh Forpimda dan lintas elemen termasuk kelompok sadar wisata pengelola berbagai destinasi, Pemkab Banyuwangi memutuskan untuk menutup sementara seluruh layanan destinasi wisata mulai tanggal 16-29 Maret 2020.

Pihak hotel/homestay agar menginformasikan kepada Dinas Kesehatan terkait kondisi masing-masing tamunya. 

Sejumlah lokasi yang bersinggungan dengan kerumunan wisatawan, seperti Bandara Banyuwangi juga mulai dilakukan langkah-langkah pembersihan menggunakan disinfektan. Demikian pula penyelenggaran layanan pelabuhan penyeberangan memastikan fasilitas seperti cuci tangan pakai sabun tersedia dengan baik, lanjutnya.

Potensi wisata Banyuwangi sangat tinggi. Tak heran jikalau Banyuwangi jadi salah satu destinasi favorit di Jawa Timur. Jumlah kunjungan wisatawan domestik sejak tahun 2013 hingga tahun 2019 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2013 wisatawan domestik yang mengunjungi Kabupaten Banyuwangi sejumlah 1.057.952 orang dan di tahun 2019 jumlah wisatawan domestik yang mengunjungi Kabupaten Banyuwangi menjadi 5.307.054 orang. Tidak hanya wisatawan lokal, keindahan Banyuwangi juga disorot mancanegara. Terbukti dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2013 sebanyak 10.462 orang, meningkat signifikan menjadi 101.622 orang di tahun 2019.

PHBS

Di sektor kesehatan, seluruh elemen di Banyuwangi bersepakat menggelorakan perilaku hidup bersih dan sehat di semua lapisan masyarakat.Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi menyiapkan dan memobilisasi semua tenaga kesehatan serta sarana yang dibutuhkan untuk mencegah penyebaran COVID-19. RSUD Blambangan juga telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan. RS  tersebut mempunyai pengalaman menjadi RS rujukan ketika terjadi penyebaran SARS dan MERS beberapa tahun lalu. 

”Selain di RSUD Blambangan, semua rumah sakit kami minta menyediakan ruang isolasi,” ujar Anas.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono  yang akrab dipanggil Rio, menambahkan, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan Call Center 112 sebagai pusat informasi. 

”Sejumlah rumah sakit juga telah meniadakan jam bezuk atau berkunjung demi pencegahan penyebaran COVID-19,” ujar Rio, sapaan akrab Widji Lestariono.

Dia menambahkan, Pemkab Banyuwangi juga telah menerbitkan surat edaran agar seluruh kantor/tempat pelayanan pemerintah/BUMN/swasta/pelabuhan/bandara untuk meningkatkan kualitas sanitasi kantor dan lingkungannya, termasuk menyiapkan fasilitas cuci tangan pakai sabun beserta kelengkapannya bagi karyawan dan pengunjung. 

”Pengelola sarana transportasi darat, laut, udara kami minta meningkatkan kualitas sanitasi di lingkungannya, termasuk untuk keperluan CTPS, dan melakukan pengecekan suhu tubuh,” ujarnya.

Bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, untuk memperhatikan perkembangan COVID-19 di negara tujuan. Bagi warga yang kembali dari luar negeri, mendapatkan gejala demam, batuk, dan sesak nafas, agar segera mengisolasi diri di rumah dan melaporkan kepada layanan pengaduan yang tersedia,” jelas Rio.

Dia memaparkan, Pemkab Banyuwangi juga telah memutuskan untuk membatasi kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah.

”Termasuk kami mengambil kebijakan untuk membatasi kunjungan studi banding dari berbagai kabupaten/kota yang biasanya setiap hari cukup banyak datang untuk melihat inovasi Banyuwangi,” ujar Rio.

Rio pun memastikan seluruh pengobatan terkait Covid-19 telah ditanggung oleh pemerintah pusat. (*)

Wabah Penyakit dalam Sejarah Islam &  Social Distancing Ajaran Rasullulah SAW

this formate

Warga China menerapkan social distancing, menikmati  semangkuk mie dengan berjauhan, tanpa interaksi dengan warga lain. 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Akhir Pekan lalu muncul foto di Whatsapp Messenger ( WA) Group foto kemacetan panjang kawasan Puncak, Bogor akibat membludaknya wisatawan yang ingin berlibur imbas dari penutupan sejumlah lokasi wisata di Jakarta yang ternyata tidak benar alias hoax.

“Jalur puncak tidak ada peningkatan yang berarti, berita yang beredar tentang Jalur Puncak diserbu adalah tidak benar,” kata Kasatlantas Polres Bogor AKP Fadli Amri, dikonfirmasi, Minggu.

Arus lalu lintas normal saja dan masih kondusif dan untuk informasi resmi arus lalu lintas di Kabupaten Bogor khususnya Jalur Puncak, masyarakat bisa melihatnya di akun Instagram @tmcpolresbogor supaya tidak terkecoh berita hoax, pesannya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup sejumlah lokasi wisata yang dikelola Pemprov seperti Ancol, Ragunan dan museum di wilayahnya mulai Sabtu, 14 Maret 2020. Bagi para buzzer politik, rupanya kebijakan Anies jadi momen untuk menyudutkannya.

Selain memojokkan Anies, ulah para buzzer itu juga mencoreng wajah warga Indonesia yang seolah tidak patuh dan menganggap sepele himbauan pemerintah yang mulai hari ini 16 Maret 2020  meliburkan anak sekolah, kampus bahkan kantor-kantor untuk belajar dan bekerja secara online guna pencegahan masif virus Covid-19.

Masih dari medsos, beredar pula foto-foto mulai pulihnya ekonomi di China, dimana warga tengah menikmati mangkuk mie dan teko minumannya dengan duduk berjejer rapi tapi berjauhan satu sama lainnya mencegah interaksi di keramaian yang sibuk diulas di WA sebagai social distancing.

Hari-hari belakangan pemerintah DKI Jakarta memang meminta warganya melakukan jaga jarak dengan orang lain karena penularan terjadi akibat interaksi orang ke orang. Oleh karena itu warga harus melakukan social distancing measure pada hari-hari ke depan agar tak terinveksi melalui interaksi sosial.

Warga Jakarta harus mengurangi aktivitas di luar rumah, menghindar tempat-tempat keramaian dan kontak fisik dengan orang lain hingga pergi ke luar kota mencegah penyebaran virus Covid-19.

Pandemi global ini per 15 Maret 2020, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 117 orang. Dari jumlah itu, lima kasus di antaranya meninggal dan 8 lainnya dinyatakan negatif atau sembuh.

Jika dihitung tingkat kematiannya (death rate) maka Indonesia berada di angka 4,27 persen atau berada di atas tingkat kematian global sebesar 3,72 persen per 15 Maret 2020. Sementara tingkat kesembuhan berada di angka 6,83 persen. Cukup jauh di bawah tingkat kesembuhan global yang berada di angka 46,48 persen.

Secara statistik, Indonesia menempati urutan ketiga dengan tingkat kematian tertinggi. Di peringkat pertama ada Italia dengan 6,81 persen, lalu disusul Iran sebesar 5,19 persen. Cina menempati urutan keempat yakni 3,8 persen. Kendati demikian, jumlah kasus positif di ketiga negara adalah yang tertinggi.

Untunglah Week-end kemarin juga banyak ulasan-ulasan menyejukkan rohani, membeberkan hikmah dibalik musibah yang melanda dunia ini. Seorang teman di Eropa mengajak untuk membuka Alquran dan membahas bagaimana hari ini umat manusia dihadapkan pada masalah bumi ini, sebuah virus/wabah yg tak terlihat. Tapi membuat seisi bumi takut.

Yang membuat semua kekuatan, senjata, dan kesombongan bertekuk lutut, lumpuh, dihadapan kekuasaan Allah SWT. Memang begitulah sunatullahnya, Allah SWT menghancurkan tingginya kesombongan dunia dengan sesuatu yang kecil yaitu virus agar runtuh dengan sehina-hinanya, seperti kisah Raja  Namrud yang mati dengan hina karena seekor lalat. 

Sifat sombong menjadi salah satu sifat yang dibenci oleh Allah SWT. Bahkan, karena sifat itu, seorang raja yang hidup di masa Nabi Ibrahim, yakni Raja Namrud diazab oleh Allah dimuka bumi ini.

Indahnya agama Islam adalah karena semua masalah sudah ada solusinya dan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya adalah orang-orang paling berjasa dalam hidup kita. Dalam kebingungan kita hari ini pun akibat Covid-19, mereka semua hadir dengan petunjuknya. Bukan hanya itu, tapi mereka juga hadir membawa kabar gembira untuk kita.

Kisah ini detail diceritakan dalam buku tentang khalifah Umar bin Khattab ra karya Syaikh Ali Ash Shalabi.

Hari itu Khalifah Umar bin Khattab ra bersama para sahabatnya berjalan dari Madinah menuju negeri Syam. Mereka berhenti didaerah perbatasan sebelum memasuki Syam karena mendengar ada wabah Tha’un Amwas yang melanda negeri tersebut. 

Sebuah penyakit menular, benjolan diseluruh tubuh yg akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan. Abu Ubaidah bin Al Jarrah, seorang yang dikagumi Umar ra, sang Gubernur Syam ketika itu datang ke perbatasan untuk menemui rombongan.

Dialog yang hangat antar para sahabat, apakah mereka masuk atau pulang ke Madinah. Umar yang cerdas meminta saran muhajirin, anshar, dan orang-orang  yang ikut Fathu Makkah. Mereka semua berbeda pendapat.

Bahkan Abu Ubaidah ra menginginkan mereka masuk, dan berkata mengapa engkau lari dari takdir Allah SWT?

Lalu Umar ra menyanggahnya dan bertanya. Jika kamu punya kambing dan ada 2 lahan yang subur maupun kering, kemana akan engkau arahkan kambingmu? Jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah, dan jika ke lahan subur itu juga takdir Allah ?

Sesungguhnya dengan kami pulang, kita hanya berpindah dari takdir satu ke takdir yg lain. Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdurrahman bin Auf ra mengucapkan hadist Rasulullah SAW.

*Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya* (HR. Bukhari & Muslim)

Akhirnya mereka pun pulang ke Madinah. Umar ra merasa tidak kuasa meninggalkan sahabat yang dikaguminya, Abu Ubaidah ra.. Beliau pun menulis surat untuk mengajaknya ke Madinah. 

Namun  Abu Ubaidah ra memilih hidup bersama rakyatnya dan mati bersama rakyatnya.Umar ra pun menangis membaca surat balasan itu..Dan bertambah tangisnya ketika mendengar Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, Suhail bin Amr, dan sahabat-sagabat mulia lainnya radiyallahuanhum wafat karena wabah Tha’un dinegeri Syam.

Total sekitar 20 ribu orang wafat, hampir separuh penduduk Syam ketika itu. Pada akhirnya, wabah tersebut berhenti ketika sahabat Amr bin Ash ra memimpin Syam.

Kecerdasan beliaulah yang menyelamatkan Syam.Hasil tadabbur beliau dan kedekatan dengan alam ini.Amr bin Ash berkata:

*Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Jaga jaraklah dan berpencarlah kalian dengan menempatkan diri di gunung-gunung..* 

Mereka pun berpencar dan menempati gunung-gunung. Wabah pun berhenti layaknya api yang padam karena tidak bisa lagi menemukan bahan yang dibakar. Lalu, belajar dari bagaimana orang-orang terbaik itu bersikap. Maka inilah panduan dan kabar gembira ditengah kesedihan ini untuk kita semua

*Pertama, karantina*

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW diatas,  Maka itulah konsep karantina yang hari ini kita kenal. Mengisolasi daerah yang terkena wabah. Seluruh negara menjalaninya, namun ada negara yang entah darimana mengambil petunjuknya, malah menyuruh orang2 masuk karena dalih ekonomi.

*Kedua, bersabar.* 

Karena Rasulullah SAW bersabda: *Tha’un merupakan azab yang ditimpakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Kemudian Dia jadikan rahmat kepada kaum mukminin.* 

Maka, tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah SWT tetapkan, baginya pahala orang yang mati syahid* (HR. Bukhari dan Ahmad)

Masya Allah, ternyata mati syahid lah balasan itu. sesuatu yang didambakan kaum muslimin. Maka, sabar dan tanamkanlah keyakinan itu. Jika takdir Allah menyapa kita, berharaplah syahid.

*Ketiga, berbaik sangka dan berikhtiarlah.*

Karena Rasulullah SAW bersabda: *Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga yang menurunkan penawarnya* (HR. Bukhari)Umar bin Khattab berikhtiar menghindarinya serta Amr bin Ash berikhtiar menghapusnya.

*Yang keempat, banyak berdoalah.

Dan doa-doa keselamatan itu sudah kita lafadzkan di setiap pagi dan sore: *Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi, say’un fil ardhi walafissamaai wahuwa samiul’alim* (Dengan nama Allah yang apabila disebut, segala sesuatu dibumi dan langit tidak berbahaya. Dialah maha mendengar dan maha mengetahui)

*Barang siapa yang membaca dzikir tersebut tiga kali sehari dipagi dan petang. Maka tidak akan ada bahaya yg memudharatkannya* (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Yang terakhir, sebagaimana solusi dari Amr bin Ash untuk berpencar. Menjaga jarak dari keramaian dan menahan diri untuk tetap di rumah. Cara inilah yang banyak ditiru dunia luar, mereka menyebutnya social distancing. 

Semua solusi itu sudah ada, solusi langit dan bumi. Solusi pertama dan terakhiri adalah dengan ikhtiar  karantina & menjaga diri dari keramaian atau social distancing.

Selama ini social distancing sudah dilakukan bahkan oleh orang-orang didunia barat. Namun sayangnya, mereka tak semua punya solusi langit. Yaitu dengan bersabar, berkeyakinan dan berbaik sangka akan ketetapan Allah.

Akibatnya chaos dan terlambat setelah banyak korban terinveksi. Virus mengingatkan kita bahwa ada yang MAHA  KUASA dan manusia hanyalah mahlukNya yang lemah.Mari kita sikapi datangnya Pandemi Convid-19 ini secara rasional dan terukur, tidak abai tapi juga tidak lebay.

Libur Sekolah, Anak-Orangtua Bisa Belajar dan Berwisata di Rumah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Himbauan pemerintah untuk menyetop penyebaran virus Covid-19 dengan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan meningkatkan ibadah ditanggapi dengan positif oleh kalangan ibu rumah tangga terutama yang memiliki anak-cucu yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

” Cucu saya yang serumah, Denzell Muhammad Artomoro Sipan Nasution, 9 tahun yang bersekolah di SDN 10 kemanggisan sudah paham dengan cara penyebaran virus Corona,” ungkap Santi Mia Sipan, CEO PT Jaty Arthamas Rizki yang bergerak di bisnis perkebunan jati, hari ini.

Dengan demikian, libur sekolah hingga  14 hari ke depan tidak masalah karena banyak kegiatan yang sengaja diciptakan untuk bonding bersama cucu. Keinginan untuk main di Mall juga tidak muncul karena kesadaran diri dan banyaknya video penyebaran virus itu lewat chat Whatsapp Messenger ( WA) group.

Santi menambahkan bahwa jika China asal muasal virus itu efektif menggerakkan ekonomi dan mampu menaklukkan dengan menerapkan kebijakan termasuk menerapkan social distancing, maka kebijakan pemerintah RI saat ini akan efektif jika rakyatnya patuh dan mendukung.

“Secara sederhana, social distancing kan kita diminta untuk membatasi interaksi sosial  guna menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Nah untuk anak-cucu yang biasanya 10 jam berada di luar rumah karena sekolah dan berbagai macam les maka kita harus buatkan jadwal kegiatan selama di rumah,” ujarnya.

Santi mengaku banyak terinspirasi dari postingan chat di WA Grup sehingga membuat daftar kegiatan selama seminggu dan seminggu ke depannya lagi agar sang cucu tetap belajar dengan berbagai aktivitasnya bak sedang berwisata meski tetap berada di rumah

” Saya salut dengan kebijakan Belva Devara, pendiri dan Dirut dari aplikasi Ruangguru yang menggratiskan seluruh siswa dan mahasiswa untuk mengunduh aplikasinya secara gratis selama Covid-19 jadi pandemi global dan banyak yang belajar secara online,” kata Santi.

Program Sekolah Online Ruangguru gratis dimulai hari ini mulai pukul 08.00-12.00 WIB, mencakup semua mata pelajaran untuk semua jenjang sesuai dengan kurikulum nasional, mulai dari kelas 1 SD sampai dengan 12 SMA (IPA dan IPS). Pembelajaran akan dipandu oleh Master Teachers Ruangguru.

Sebagai seorang nenek yang aktif mengikuti aktivitas cucu di sekolah dan tempat les ditengah kesibukan mengelola bisnisnya, Santi mengaku terbantu dengan aplikasi Ruangguru itu dalam mendampingi belajar. Apalagi selain live teaching, pengguna Ruangguru juga bisa melatih pemahamannya lewat fitur Bank Soal dan Online Tryout yang tersedia secara gratis.

“Di sisi lain, guru-guru juga bisa memanfaatkan aplikasi Ruangguru untuk meningkatkan kapasitasnya lewat program Pelatihan Guru Online. Ada 250 video dan modul pelatihan guru yang bisa dimanfaatkan secara gratis selama 1 bulan ke depan. Ini terobosan yang luar biasa semoga menjadi amalan berjalan Ruangguru bagi bangsa ini,” ungkapnya terharu.

Denzzel dan nenek Santi Mia Sipan bonding dengan merancang kegiatan bersama. sebelum belajar online ( foto: dok. pribadi)

Dalam hal membuat kegiatan cucu di rumahnya, Denzell yang sehari-hari juga sudah sering mengikuti aktivitas sang nenek juga harus bisa belajar formal dulu hingga jam 12.00 siang, setelah itu mengerjakan kegiatan yang sudah disepakati bersama.

“Sewaktu membuat jadwal kegiatan harus disepakati bersama sehingga anak atau cucu bisa bermain dan belajar bahkan mungkin bisa berasa seperti berwisata. Prinsip kegiatan di rumah adalah anak akan ikut apa yang kita kerjakan,” ungkap Santi. 

Salah satu aktivitas yang disukai dari kegiatan bersama sejak Denzzel sekolah PAUD adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar rumah atau bisa di daur ulang yang dalam dunia pendidikan disebut kegiatan Loose Parts.

Loose Parts menciptakan kemungkinan kreasi tanpa batas dalam aktivitas pembelajaran dan mengundang kreativitas anak. Bahan bisa dipindahkan, dibawa, digabungkan, dirancang ulang, dipisahkan dan disatukan kembali. Dikerjakan di halaman terbuka bisa berasa berwisata deh,” kata Santi yang juga menjabat sebagai Sapphire Executive Director Jeunesse Global.

Anak-anak akan belajar menghargai bahan-bahan atau benda-benda di sekeliling mereka dan ikut memelihara lingkungan ketika mereka memahamai bahwa barang-barang bekas dapat didaur ulang dan dirakit menjadi barang yang berguna sehingga mengembangkan sikap ekonomis anak

” Jadwal lainnya masak, bikin kue maksudnya, menata ulang kamar, menata ulang mainan menjadi satu pojok bermain untuk membangun imajinasinya Denzzel dan banyak kegiatan lainnya,” kata nenek satu cucu ini.

Dia optimistis social distancing, belajar dan bekerja online yang dijadwalkannya bisa berjalan dengan sukses karena Santi juga sudah memindahkan jadwal-jadwal meetingnya untuk bisnis produk kecantikan Jeunesse Global ke rumahnya dibilangan Petamburan, Jakarta.

” Bisnis multilevel produk kecantikan ini biasanya meeting di mall atau dikantor Soho Capital tapi demi cucu bisa dilakukan di rumah,” ucapnya penuh semangat.

 

 

Okupansi Kawisata Masih Tinggi Belum Terganggu Kebijakan  Social Distancing

this formate

Kawisata Tematik yang dapat di sewa atau charter ( foto: PT Kereta Api Pariwisata)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Manajemen PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) mengungkapkan jadwal perjalanan kereta api wisara  yang terjadwal ( Priority ) maupun tipe Tematik masih berjalan dengan aman dan lancar meski ada himbauan agar masyarakat tetap tinggal di rumah akibat wabah global Covid-19, kata M Ilud Siregar, Manajer Humas, hari ini.

“Untuk okupansi penumpang dari data keberangkatan di hari Minggu,(15/03) rata-rata kurang lebih 80%- 100%,” ungkapnya.

Ilud juga menjelaskan bahwa saat ini jadwal perjalanan Kereta Wisata Tipe Priority sebagai berikut :

1.Argo Parahyangan no.37A relasi Bandung – Gambir keberangkatan 04.55 Wib.

2.Argo Parahyangan no.67F relasi Bandung-Gambir keberangkatan pukul 10.30 Wib.

3.Argo Parahyangan no.41 relasi Bandung-Gambir keberangkatan pukul 11.35 Wib.

4.Argo Parahyangan no.45 relasi Bandung-Gambir keberangkatan pukul 15.00 Wib.

5.Argo Parahyangan no.69A relasi Bandung-Gambir keberangkatan pukul 19.30. Wib.

6.Argo Parahyangan no.49 relasi Bandung-Gambir keberangkatan pukul 20.45 Wib.

7.Argo Parahyangan no.65F relasi Bandung-Gambir keberangkatan pukul 22.45 Wib.

8.Argo Parahyangan no.66F relasi Gambir-Bandung keberangkatan pukul 00.40 Wib.

9.Argo Parahyangan no.38 relasi Gambir-Kiaracondong keberangkatan pukul 08.55 Wib.

10.Argo Parahyangan no.40 relasi Gambir-Bandung keberanglatan pukul 14.25 Wib.

11.Argo Parahyangan no.68F relasi Gambir-Bandung keberangkatan pukul 15.40 Wib.

12.Argo Parahyangan no.44 relasi Gambir-Bandung keberangkatan pukul 18.45 Wib.

13.Argo Parahyangan no.48 relasi Gambir-Bandung keberangkatan pukul 18.45 Wib.

14.Argo Parahyangan no.70F relasi Gambir-Bandung keberangkatan pukul 23.30 Wib.

15.Turangga no.78 relasi Gambir-Surabaya Gubeng keberangkatan pukul 14.00 Wib.

16.Turangga no.77 relasi Surabaya Gubeng-Gambir keberangkatan pukul 16.30 Wib.

17.Muria no.14 relasi Gambir-Semarang Tawang keberangkatan pukul 06.55 Wib.

18.Muria no.13 relasi Semarang Tawang-Gambir keberangkatan pukul 16.00 Wib.

19.Wilis no.2 relasi Gambir-Surabaya Gubeng keberangkatan pukul 05.00 Wib.

20.Wilis no.1 relasi Surabaya Gubeng-Gambir keberangkatan pukul 07.00 Wib.

21.Senja Utama Yogyakarta no.148 relasi Pasar Senen-Yogyakarta keberangkatan pukul 18.55 Wib.

22.Senja Utama Yogyakarta no.147 relasi Yogyakarta-Pasar Senen keberangkatan pukul 19.05 WIB.

Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, maka manajemen menyediakan masker dan hand sanitizer di kereta wisata tipe Priority dan kereta wisata tipe Tematik.

PT Kereta Api Pariwisata (Kawisata) mengelola kereta wisata tipe Priority yang dioperasikan secara reguler pada beberapa kereta api reguler dan tiketnya dijual secara perseorangan/ FIT (Free Independent Traveller).

Sementara tipe Tematik adalah pola charter, seperti Kereta Wisata tipe Nusantara, Jawa, Bali, Sumatera, Toraja, dan Imperial. Untuk kereta wisata Nusantara merupakan kereta khusus Kepresidenan dimana di dalamnya terdapat sebuah ruang balkon dilengkapi dengan sebuah kamar tidur, menambah kenyamanan penumpang selama beristirahat.

“Menghadapi wabah Covid-19 kami sudah menyediakan masker dan hand sanitizer di dalam gerbong. Kami juga melakukan penyemprotan disinfektan sebelum KA berangkat oleh tim fasilitas PT KAI (Persero),” jelasnya.

Penyediaan masker dan hand sanitizer pada sarana Kereta Wisata Tipe Priority dan Kereta Wisata Tematik untuk pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Covid-19  serta upaya memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang kereta api terutama dalam perjalanannya ” kata M Ilud Siregar.

Selain itu, Kawisata juga mengelola kegiatan-kegiatan tour, traveling, event (MICE) dan perjalanan rohani, seperti Haji, Umroh dan Holyland.Kereta api wisata komersial di Indonesia ini dioperasikan oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia, yakni PT KA Pariwisata yang dibentuk tahun 2009.

“Kereta wisata ini dapat ditarik dengan kereta api reguler kelas eksekutif atau kelas ekonomi AC dengan pembangkit berdaya listrik minimal 300 kVA maupun dijalankan sebagai Kereta Luar Biasa (KLB),”

Sejauh ini kerap  disewa untuk reuni, gathering, launching produk, bahkan pernikahan. Dengan menggandeng sejumlah mitra, KA Pariwisata juga menyelenggarakan paket wisata menggunakan kereta api, paket angkutan wisata lanjutan, serta layanan penunjang. 

Namun Ilud tidak mengungkapkan bagaimana nasib kereta wisata Tematik ini menghadapi seruan pemerintah untuk social distancing,  strategi kesehatan publik untuk mencegah atau memperlambat penyebaran virus dan menjaga orang terpisah satu sama lain agar tak dekat secara fisik.

 

NTT Promosikan Wisata Pantai Menuju  KTT G-20 dan ASEAN Summit 2023

this formate

Labuan Bajo, pintu gerbang wisata ke Flores ( foto: Antara).

LABUAN BAJO,  bisniswisata.co.id: Labuan Bajo memiliki seluruh potensi kekayaan ekowisata dan pantai-pantainya yang indah. Tidak salah oleh Presiden Jokowi, kota pelabuhan ini ke depan diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata premium berskala internasional.

NTT adalah daerah yang optimistis dengan potensi wisata pantai yang dimiliki. Untuk itu akan diadakan Festival Lima Bidadari untuk mempromosikan lima obyek wisara pantai yang menjadi unggulan. 

Maklum Presiden Jokowi telah menetapkan Labuan Bajo sebagai tuan rumah KTT G-20 dan ASEAN Summit 2023 yang akan digelar di  Kabupaten Manggarai Barat itu.

Untuk lebih menggaungkan potensi wisata di NTT, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mempromosikan lima destinasi wisata yang sangat indah di pantai selatan Kabupaten Sumba Tengah.

Kelima lokasi itu meliputi, Pantai Konda yang memiliki keunggulan berupa bentangan pasir hitam sejauh mata memandang dan dikelilingi hutan lindungi yang indah dan sejuk. Pantai Aili dengan alam yang sejuk dan bisa menikmati matahari terbenam saat senja hari dengan nyaman.

Ada pula Pantai Maloba yang memiliki keunggulan dengan pasir putih yang luas sehingga dapat dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan Festival Budaya Pasola yang bukan sekadar festival dan menjadi bentuk keramaian, tetapi menjadi salah satu bentuk pengabdian dan aklamasi ketaatan kepada sang leluhur. 

Pasola merupakan kultur religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu. Pasola menjadi perekat jalinan persaudaraan antara dua kelompok yang turut dalam pasola dan bagi masyarakat umum. Pasola menggambarkan rasa syukur dan ekspresi kegembiraan masyarakat setempat, karena hasil panen yang melimpah.

Pantai lainnya adalah Pantai Taman Eden yang berada dihadapan Pantai Aili merupakan satu pulau yang tidak berpenghuni namun memiliki pemandangan alam yang indah. 

Pantai Aili merupakan pantai disebelah selatan Kawasan TNMT ( Taman Nasional Manupe Tanadaru). Pantai ini memberikan pesona yang berbeda, ombaknya yang begitu tenang membuat aktivitas sekitarnya menjadi nyaman. 

Karang – karang disekitar pantai ini menjadi lebih menarik dan menjadi daya tarik tersendiri dari pantai-pantai yang lain pada umumnya. Sementara Pantai Tangiri, selain pantainnya indah juga memiliki berbagai potensi sumber daya alam laut yang melimpah.

” Hal yang paling penting juga bahwa kita ingin mempersiapkan Labuan Bajo ini untuk G20 di 2023 dan ASEAN Summit di 2023,” ujar Presiden Jokowi, sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana.

KTT G20 dan ASEAN Summit adalah forum bergengsi di tingkat dunia. KTT G20 adalah pertemuan kepala negara kelompok ekonomi besar di dunia, sedangkan ASEAN Summit adalah pertemuan pemimpin negara-negara anggota ASEAN.

Menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium tentu tidak bisa dilepaskan dari tujuan Indonesia jadi tuan rumah bagi penyelenggaraan KTT G20 dan ASEAN Summit nanti.

Patut diingat, di sepanjang 2018 pemerintah Indonesia juga menjadi tuan rumah bagi Asian Games XVIII dan Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia. Bertempat di Jakarta-Palembang dan Pulau Dewata.

Kedua acara berskala internasional ini bukan hanya sukses diselenggarakan. Acara itu juga menjadi ajang promosi besar-besaran di tingkat dunia yang notabene berdampak bagi perkembangan dunia pariwisata di tanah air.

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Kawasan Marina Labuan Bajo di Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Januari lalu di Manggarai Barat, NTT mengarakan akan menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium.

“Ini sebuah pekerjaan yang besar yang harus kita selesaikan akhir tahun ini yaitu memperbaiki produk yang ada di sini. Infrastruktur, landscape, sampah, air baku yang juga kurang, semuanya ini kita siapkan dan kita harapkan akhir tahun ini selesai,” kata Jokowi.

Dia optimistis pada 2021 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  langsung bisa promosi besar-besaran, Kabuan Bajo sebagai tujuan wisara Meeting Incentive, Confrence & Exhibutuon ( MICE).

Kawasan Labuan Bajo disiapkan untuk sejumlah agenda internasional seperti , pertemuan negara-negara KTT G20 serta Asean Summit, di mana Indonesia bakal jadi tuan rumah di tahun 2023.

United Nations World Tourism Organization (UNWTO, 2017) menjelaskan, dalam lima tahun terakhir pertumbuhan sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar dan tercepat yang mampu melebihi perdagangan dunia

Bahkan menurut UNWTO, sektor ini mampu menunjukkan ketangguhannya saat terjadi tren pelemahan dan ketidakpastian ekonomi global.Tak jauh berbeda ialah pendapat G David Garson.

Dalam karyanya GLM Multivariate, Manova & Canonical Correlation (2015), Garson juga memprediksi jasa pariwisata pada 2050 diperkirakan menjadi salah satu sektor terbesar di dunia.

Menuju Destinasi Premium

Apa kata kunci di balik pertumbuhan sektor pariwisata ini? Ya, dalam 20 tahun terakhir, kelompok kelas menengah dunia diestimasi telah melakukan perjalanan wisata dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya.

Terkait ini ada hipotesa lain bahwa kini kita memasuki sebuah era atau zaman yang karakteristiknya berbeda dari sebelumnya. Orang sering menyebut sebagai era “leisure economy.”

Istilah leisure economy sendiri dipopulerkan Linda Nazareth, melalui karyanya, The Leisure Economy How Changing Demographics, Economics, and General Attitudes Will Reshape Our Lives and Our Industries, yang terbit pada 2007.

Istilah leisure economy ini digunakan untuk melukiskan fenomena pergeseran pola konsumsi masyarakat secara global, dari konsumsi berbasis barang (good based consumption) ke arah model konsumsi berbasis pengalaman (experience based consumption).

Ya, aktivitas leisure sangat diidentikkan dengan aktivitas konsumsi. Beberapa aktivitas konsumsi yang termasuk dalam kategori leisure meliputi kegiatan traveling, akomodasi di hotel, menikmati aneka kuliner, menonton film, konser musik, dan keinginan mengenal budaya lain yang beragam.

Selain mencari aneka ragam pengalaman, leisure economy juga merupakan perilaku konsumsi masyarakat yang lekat dengan tujuan mengekspresikan “gaya hidup.”

Indonesia berpeluang mengeruk keuntungan yang optimal, sekiranya mampu menjawab tantangan dari tren era leisure economy ini. Ditengarai pasar wisata global ke depan bukan hanya menuntut tersedianya produk yang beragam, unik, dan bermutu tinggi. Melainkan juga, cenderung meninggalkan produk dan model wisata berskala massal.

Berpijak dari realitas inilah, pemerintah bermaksud serius mendorong tumbuhnya sektor ini. Pemerintah hendak membangun lima destinasi pariwisata super prioritas, yaitu pengembangan destinasi wisata Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.

Dengan status destinasi Labuan Bajo sebagai “Destinasi Super Prioritas”, sebuah badan khusus dibentuk, yaitu Badan Otorita Pariwisata (BOP) dibentuk melalui Perpres No. 32/2018 tentang Badan Otoritas Pengelolaan Pariwisata Labuan Bajo Flores.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga tengah menyiapkan sebuah Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Kawasan Taman Nasional Komodo. Terkait itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan keluarkan Peraturan MenteriNo.P.8/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2019.

Isinya tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam, sebagai revisi atas Permen tahun 2010.

Menariknya, melalui regulasi ini pelaku usaha dipermudah memperoleh Izin Pengusahaan Pariwisata Alam dalam kawasan Taman Nasional. Jika sebelumnya harus menempuh proses berbelit-belit dan panjang.

Dalam permen terbaru ini, para pelaku usaha cukup berurusan melalui satu lembaga khusus yang disebut OSS (online single submission). Skema perizinan melalui OSS juga nisbi dilakukan secara terintegrasi dan elektronik.

Posisi Labuan Bajo, sebagai pintu gerbang wisata setelah dari Bali dan Lombok di Nusa Tenggara Barat, membuat kota ini  strategis untuk dikembangkan sebagai destinasi super prioritas. 

Jaraknya  menuju Pulau Komodo sekitar 50 kilometer dan menuju Pulau Rinca 40 kilometer. Sudah tentu Labuan Bajo bisa mengekspos Taman Nasional Komodo sebagai salah satu daya tarik utamanya.

Adanya populasi kadal raksasa purba atau komodo (Varanus komodoensis) yang menyebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan beberapa pulau kecil lainnya, jelas bakalan menjadi magnet sangat kuat. Selain Taman Nasional Komodo sendiri masuk daftar World Heritage UNESCO, merujuk laman UNESCO disebutkan populasi komodo di sana berkisar 5.700 ekor.

 

Indonesia Negara Kepulauan, Derajad Tingkat Penyebaran COVID-19 Bervariasi

this formate

BOGOR, bisniswisata.co.id; SEJAK pemerintah Indonesia mengumumkan adanya kasus COVID-19 di awal bulan ini, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan langkah-langkah ekstra dalam menangani pandemik global COVID-19.

“Beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih awal dari kita, ada yang melakukan lock-down dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lock-down, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran COVID-19, “ ungkap Persiden.

Berikut pernyataan penting yang disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor terkait COVID-19:

Bahwa, pemerintah berkomunikasi secara intensif dengan WHO dan mempergunakan Protokol Kesehatan WHO, serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran COVID-19. Membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, diketuai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Doni Monardo. Gugus tugas ini telah bekerja secara efektif dengan mensinergikan kekuatan nasional, baik di pusat mau pun di daerah, melibatkan ASN, TNI dan POLRI, serta melibatkan dukungan dari swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi.

Sebagai negara besar dan negara kepulauan, derajad tingkat penyebaran COVID-19 bervariasi antar daerah. Oleh karena itu, Presiden minta kepada seluruh Gubernur dan Bupati serta Walikota:

– Untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi;

– Berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam. Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran Pemerintah Daerah dibantu jajaran TNI dan POLRI serta dukungan dari pemerintah pusat untuk terus melakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran dan dampak COVID-19.

– Membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa.

-Membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi on-line, dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

– Menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang.

– Meningkatkan pelayanan test infeksi COVID-19 dan pengobatan secara maksimal, dengan memanfaatkan kemampuan rumah sakit daerah, dan bekerja sama dengan rumah sakit swasta, serta lembaga riset dan pendidikan tinggi, yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

Presiden juga telah memerintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien, dengan merujuk pada UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memungkinkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dan menggunakan anggaran secara cepat.

Selain itu, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan oleh seluruh Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.  Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggaran tambahan untuk menangani tantangan penyebaran COVID-19.

Presiden juga menegaskan bahwa pandemik COVID-19, telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Untuk itu, pemerintah telah dan terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampak ini.

Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga telah memberikan insentif kebijakan ekonomi, sebagaimana telah diumumkan oleh Menko Perekomian dan jajaran menteri perekonomian, untuk menjaga agar kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasa.

“Saya juga minta kepada Kepala Daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah,” pinta Presiden Jokowi.

Presiden juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia, untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat.