Libur Sekolah, Anak-Orangtua Bisa Belajar dan Berwisata di Rumah

0
48

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Himbauan pemerintah untuk menyetop penyebaran virus Covid-19 dengan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan meningkatkan ibadah ditanggapi dengan positif oleh kalangan ibu rumah tangga terutama yang memiliki anak-cucu yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

” Cucu saya yang serumah, Denzell Muhammad Artomoro Sipan Nasution, 9 tahun yang bersekolah di SDN 10 kemanggisan sudah paham dengan cara penyebaran virus Corona,” ungkap Santi Mia Sipan, CEO PT Jaty Arthamas Rizki yang bergerak di bisnis perkebunan jati, hari ini.

Dengan demikian, libur sekolah hingga  14 hari ke depan tidak masalah karena banyak kegiatan yang sengaja diciptakan untuk bonding bersama cucu. Keinginan untuk main di Mall juga tidak muncul karena kesadaran diri dan banyaknya video penyebaran virus itu lewat chat Whatsapp Messenger ( WA) group.

Santi menambahkan bahwa jika China asal muasal virus itu efektif menggerakkan ekonomi dan mampu menaklukkan dengan menerapkan kebijakan termasuk menerapkan social distancing, maka kebijakan pemerintah RI saat ini akan efektif jika rakyatnya patuh dan mendukung.

“Secara sederhana, social distancing kan kita diminta untuk membatasi interaksi sosial  guna menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Nah untuk anak-cucu yang biasanya 10 jam berada di luar rumah karena sekolah dan berbagai macam les maka kita harus buatkan jadwal kegiatan selama di rumah,” ujarnya.

Santi mengaku banyak terinspirasi dari postingan chat di WA Grup sehingga membuat daftar kegiatan selama seminggu dan seminggu ke depannya lagi agar sang cucu tetap belajar dengan berbagai aktivitasnya bak sedang berwisata meski tetap berada di rumah

” Saya salut dengan kebijakan Belva Devara, pendiri dan Dirut dari aplikasi Ruangguru yang menggratiskan seluruh siswa dan mahasiswa untuk mengunduh aplikasinya secara gratis selama Covid-19 jadi pandemi global dan banyak yang belajar secara online,” kata Santi.

Program Sekolah Online Ruangguru gratis dimulai hari ini mulai pukul 08.00-12.00 WIB, mencakup semua mata pelajaran untuk semua jenjang sesuai dengan kurikulum nasional, mulai dari kelas 1 SD sampai dengan 12 SMA (IPA dan IPS). Pembelajaran akan dipandu oleh Master Teachers Ruangguru.

Sebagai seorang nenek yang aktif mengikuti aktivitas cucu di sekolah dan tempat les ditengah kesibukan mengelola bisnisnya, Santi mengaku terbantu dengan aplikasi Ruangguru itu dalam mendampingi belajar. Apalagi selain live teaching, pengguna Ruangguru juga bisa melatih pemahamannya lewat fitur Bank Soal dan Online Tryout yang tersedia secara gratis.

“Di sisi lain, guru-guru juga bisa memanfaatkan aplikasi Ruangguru untuk meningkatkan kapasitasnya lewat program Pelatihan Guru Online. Ada 250 video dan modul pelatihan guru yang bisa dimanfaatkan secara gratis selama 1 bulan ke depan. Ini terobosan yang luar biasa semoga menjadi amalan berjalan Ruangguru bagi bangsa ini,” ungkapnya terharu.

Denzzel dan nenek Santi Mia Sipan bonding dengan merancang kegiatan bersama. sebelum belajar online ( foto: dok. pribadi)

Dalam hal membuat kegiatan cucu di rumahnya, Denzell yang sehari-hari juga sudah sering mengikuti aktivitas sang nenek juga harus bisa belajar formal dulu hingga jam 12.00 siang, setelah itu mengerjakan kegiatan yang sudah disepakati bersama.

“Sewaktu membuat jadwal kegiatan harus disepakati bersama sehingga anak atau cucu bisa bermain dan belajar bahkan mungkin bisa berasa seperti berwisata. Prinsip kegiatan di rumah adalah anak akan ikut apa yang kita kerjakan,” ungkap Santi. 

Salah satu aktivitas yang disukai dari kegiatan bersama sejak Denzzel sekolah PAUD adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitar rumah atau bisa di daur ulang yang dalam dunia pendidikan disebut kegiatan Loose Parts.

Loose Parts menciptakan kemungkinan kreasi tanpa batas dalam aktivitas pembelajaran dan mengundang kreativitas anak. Bahan bisa dipindahkan, dibawa, digabungkan, dirancang ulang, dipisahkan dan disatukan kembali. Dikerjakan di halaman terbuka bisa berasa berwisata deh,” kata Santi yang juga menjabat sebagai Sapphire Executive Director Jeunesse Global.

Anak-anak akan belajar menghargai bahan-bahan atau benda-benda di sekeliling mereka dan ikut memelihara lingkungan ketika mereka memahamai bahwa barang-barang bekas dapat didaur ulang dan dirakit menjadi barang yang berguna sehingga mengembangkan sikap ekonomis anak

” Jadwal lainnya masak, bikin kue maksudnya, menata ulang kamar, menata ulang mainan menjadi satu pojok bermain untuk membangun imajinasinya Denzzel dan banyak kegiatan lainnya,” kata nenek satu cucu ini.

Dia optimistis social distancing, belajar dan bekerja online yang dijadwalkannya bisa berjalan dengan sukses karena Santi juga sudah memindahkan jadwal-jadwal meetingnya untuk bisnis produk kecantikan Jeunesse Global ke rumahnya dibilangan Petamburan, Jakarta.

” Bisnis multilevel produk kecantikan ini biasanya meeting di mall atau dikantor Soho Capital tapi demi cucu bisa dilakukan di rumah,” ucapnya penuh semangat.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.