Dewi Hermayanti, Mengisi Kegiatan Wisata Dengan PSR

this formate

        Aktivitas Dewi Hermayanti di daerah NTT 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Solo traveling ke Kupang, Flores menjadi pengalaman paling berkesan bagi Dewi Hermayanti, eksekutif marketing di perusahaan jasa medis yang juga pegiat Personal Social Responsibility
( PSR).

Personal Social Responbility (PSR), sebuah gerakan personal setiap individu terhadap tanggung jawab sosial mungkin masih asing bagi sebagian orang. Tapi bagi Dewi, mengisi kegiatan berwisata sekaligus melakukan kegiatan sosial sudah menjadi passionnya sejak kecil.

“Waktu di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) saya aktif di kegiatan Pramuka dan mulai punya cita-cita ingin membuat yayasan dan membuat program-program yang bisa menolong sesama umat seperti sekolah gratis” ujarnya membuka percakapan di sebuah resto di Cilandak Town Square.

Kegiatan Pramuka mengawali hobi ibu satu anak ini untuk sering berwisata, namun setelah bekerja dan makin sering berwisata menjelajah tanah air tercinta, dia merasa ada yang kurang dalam batinnya. Seperti cuma mengambil sesuatu, menikmati keindahan alam tapi tidak meninggalkan jejak seperti memberi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat yang dikunjungi.

” Tiba di destinasi wisata yang dituju, biasanya cuma foto-foto dan kulineran ternyata tidak mampu membuat saya puas dan bahagia. Itulah sebabnya beberapa tahun terakhir ini kegiatan wisata saya diisi dengan aktivitas PSR, membantu masyarakat di tempat yang saya tuju,” ujarnya.

Dewi mengaku manusia adalah makhluk sosial. Selain itu, dalam agama juga diajarkan saling berbagi yang menjadi salah satu nilai kebaikan. Oleh karena itu Desember 2018 saat melakukan liburan akhir tahun di NTT, Dewi memilih PSR di Lembata dan sebuah Taman Bacaan di atas gunung.

“Mulanya baca di Facebook kegiatan relawan dan ada taman bacaan yang terbengkalai, ada yang berada di kaki gunung dengan kondisi desanya belum punya listrik. Saya langsung putuskan berangkat ke Lembata lewat Kupang dengan membawa buku bacaan dan sepatu-sepatu dari donatur,”

Selama ini, Dewi dan rekan-rekannya yang peduli PSR kerap menjadi relawan saat ada bencana di Lombok, Bali,Poso dan daerah lainnya. Dia juga pergi ke Labuan Bajo dan Raja Ampat, Papua.  Selain dana pribadi kerap sejumlah teman menitipkan donasinya pada Dewi untuk membeli barang yang dibutuhkan dan disumbangkan.

Solo traveling atau perjalanan pertamanya ke Kupang-Lembata – Flores seorang diri  ini selain baru pertama kali dilakukan juga hanya bermodal nomor kontak handphone relawan Taman Baca yang baru satu kali dijumpainya di Jakarta. Tiket pesawatnya juga hanya sekali jalan karena belum tahu kondisi medan yang dikunjungi sehingga tidak bisa menentukan tanggal pulang dan pulang dari mana ke Jakarta.

Perjalanan panjang

Dewi mengaku sangat terkesan dalam misinya kali ini karena niat baik akhirnya memudahkan perjalanannya untuk sampai tujuan. Perjalanan panjang yang dilalui dengan oprimistis.

Nekad berangkat dari Jakarta-Kupang, tiba di Kupang tidak memiliki tiket transportasi untuk mencapai Lembata. Untungnya ada Iin Herlina, salah satu relawan di Ende yang bisa ditemui dan akan mempertemukan dengan dua relawan lainnya di Wolowaru, Ende untuk menghidupkan sebuah taman bacaan yang terbengkalai.

” Dari Kupang ke Lembata tadinya mau naik kapal Pelni karena tidak kebagian tiket pesawat akibat bersamaan dengan mudik Natal. Tapi karena cuaca buruk kapal Pelni sudah seminggu tidak singgah. Akhirnya Go Show ke bandara untuk ke Lembata,”

Dewi jadi calon penumpang yang langsung menuju ke bandara untuk mendapatkan tiket keberangkatan, dan melihat apakah ada kemungkinan untuk bisa mendapatkan tiket bagi perjalanannya. Go Show ini biasanya 2-3 jam sebelum jadwal waktu keberangkatan pesawat.

” Niat baik saja dan alhamdulilah  satu penumpang batal berangkat sehingga saya bisa ke Lembata dan melakukan PSR di sebuah desa di sana,” ungkapnya bahagia.

Dewi Hermayanti

Tinggal bersama masyarakat desa yang ramah, lingkungan yang indah selama tiga hari memberikan kesan yang mendalam bagi Dewi. ” Rasanya yang saya bawa nggak terlalu berarti cuma buku dan sepatu tapi anak-anak bahagia banget apalagi kami bisa berbagi makanan juga,” tambahnya.

26 Desember 2018 perjalanannya harus dilanjutkan ke Ende untuk menuju Lowolaru, desa terpencil di gunung yang belum ada listrik. Masih berfikir keras mau naik transportasi apa ke Maumere karena laut tetap ganas. Ternyata terdengar bunyi kapal Pelni singgah di Lembata  yang berkapaitas 2000 penumpang.

Dewi disarankan untuk ikut kapal Pelni hingga Maumere lalu lanjut ke Ende dengan mobil ELF selama tiga jam. Untungnya selama perjalanan dia tertidur sehingga tidak tahu bahwa kapal besar itu berguncang melawan badai.

“Allah itu baik banget, dimudahkan semua urusan masak begitu naik kapal saya tertidur pulas. Padahal lama perjalanan 10 jam. Alhamdulilah di Ende ada rumah singgah milik relewan Iin Herlina, gadis Medan yang merantau ke Ende dan menikah dengan suami asal Jawa,”

Menurut Dewi,  Mbak Iin Herlina ini ikhlas banget menampung teman-teman volunteer dari mana saja, dalam dan luar negri yang sedang lintas Flores tanpa mau menerima bayaran. Seperti bertemu dengan orang yang satu frekwensi, dia bersyukur di tampung di rumah Iin selama di Ende.

Pertemuan dengan wanita pejuang tanpa tanda jasa itu  makin memperkuat keyakinannya bahwa berbuat kebaikan pada masyarakat itu bukan hanya mendatangkan kepuasan batin dan kebahagian tetapi juga membuatnya ketagihan ( addick) untuk membantu mengatasi kesulitan hidup orang lain.

Besoknya Dewi dari Ende berangkat menuju desa di atas gunung yang diingatnya bernama Detupau. Lima kilometer pertama masih ada jalan aspal, tapi 5 km selanjutnya motor melewati jalan kecil di tepi jurang dan bikin sesak nafas karena rasa takut.

” Ternyata desa itu benar-benar belum ada listrik dan selain rumah-rumah sederhana,  hanya ada satu gereja dan satu sekolah. Kedatangan saya sudah disambut masyarakat,”

Kalau di Jakarta sebagai ibukota negara, masyarakatnya acuh bahkan dengan tamunya sekalipun, nah di desa ini meski kita bukan siapa-siapa tapi disambut seperti saudara sendiri yang pulang kampung, tambahnya.

Suasana seperti inilah dengan rasa kekerabatan dan toleransi besar  yang membuat kegiatan PSR nya penuh rasa bahagia. Selain itu juga membuat hidup menjadi lebih berharga karena bisa melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain.

“Besoknya mereka mau menyuguhkan hidangan ayam tapi karena mereka paham dalam syariat Islam untuk menyembelih ayam juga ada doanya maka pemotongan ayam diserahkan pada saya,” kata Dewi menambahkan indahnya kebersamaan dengan toleransi yang tinggi.

Dia jadi tertawa mengingat kejadian memotong ayam yang tidak pernah dilakukan seumur hidup. Dilanjutkan memasak bersama serta makan bersama anak-anak membuat kenangan manis yang selalu diingatnya, apalagi Dewi lalu diajarkan menari.

Selama di atas ‘gunung’, dan di Lembata kata Dewi, tidak ada satu ekor babi yang boleh berkeliaran karena mereka punya tamu Muslim. Jadi semua babi dikandangkan di belakang rumah bahkan sampai Dewi mencapai bukit doa di desa itu tidak ada babi yang berkeliaran.

“Uniknya waktu ke spot-spot foto yang indah seperti bukit doa, orang desa yang mengantar dan jadi guide adalah orang Muslim yang tinggal di kota Lembata. Dia fasih dengan cerita-cerita umat Kristiani,” jelas Dewi.

Titik Balik

Sebagai single parent, rumah tangganya yang gagal pada 2011 justru menjadi titik balik untuk meraih kebahagian hidup. Padahal ibarat pepatah ‘Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula “, di tahun yang sama dia kehilangan mobil kesayangan karena dirampok, ayahnya mengalami strooke, jadi korban office politic di kantor dan ditipu ratusan juta oleh orang kepercayaan yang menjalankan usaha milik pribadinya.

Dewi senang berwisata, melakukan PSR dan menjadi relawan bencana

Maklum sambil bekerja di perusahaan besar, jiwa entrepreneur dan kreativitasnya membuat Dewi memiliki usaha sendiri sebagai suplier kebutuhan salon-salon besar maupun usaha lainnya.

Selama dua tahun dia harus menata hidup, melakukan self motivation, banyak mendengarkan ceramah agama dari beragam ustad/ustajah, melatih ketenangan diri dengan yoga, olahraga renang secara teratur dan merawat kedua orangtua di rumah.

“Tadinya orangtua belum mau tinggal bersama saya padahal Ayah saya sudah sakit-sakitan. Akhirnya sebagai anak perempuan pertama dari lima saudara, orangtua mau bergabung dan rumahnya disewakan,” kata Dewi.

Mengasuh anak tunggal yang kini sudah kuliah di Jerman, Dewi mengaku tekadnya untuk hidup bahagia dipenuhi oleh Allah SWT dengan banyak mendapat perhatian dan kasih sayang dari warga tempat dia melakukan PSR.

” Karena saya peduli literasi maka kegiatan PSR waktu libur week-end melakukan kegiatan di kota-kota terdekat seperti di Bogor yang masih punya desa tertinggal atau ke Marunda, bagian dari ibukota negara yang kumuh dan masyarakatnya perlu di bina,” ungkapnya.

Dewi yang kini bekerja di perusahaan jasa medis penyedia beragam kebutuhan mulai dari SDM hingga pengadaan klinik di tambang-tambang minyak, juga kerap mengajak teman-teman secara pribadi mendukung bakti sosial yang dibuatnya.

“Banyak teman yang ternyata suka dengan kegiatan PSR dan merasa senang bersedekah dengan program yang nyata bahkan jika ada waktu mereka terlibat langsung,” kata Dewi.

Masih di Marunda, misalnya, anak-anak bisa periksa gigi gratis, mendapat latihan merawat gigi dan mulut dan pulang dengan  goody bag yang membuat mereka menjadi riang gembira.

Di beberapa kota di Jawa Barat, Dewi menggelar program tebar buku gratis terutama buku-buku untuk membimbing usaha tertentu sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup.

Di lain hari, dia sibuk menerima barang layak pakai terutama baju, mukena, jilbab dan barang lainnya sumbangan para kerabat. Kadang barang-barang itu dibuatkan bazar dengan harga murah seperti 3 baju seharga Rp 5000 sehingga masyarakat di kampung-kampung kumuh bisa memiliki baju-baju mahal.

Mengingat hasil penjualan bazar barang bekas juga untuk kegiatan amal lainnya maka penjualan juga selalu habis membuat Dewi selalu bersyukur atas keajaiban yang Allah ciptakan. Hal ini   menjadi satu bukti meski kurang mampu kalau tujuan amal masyarakat mau membeli, jelas Dewi.

“Manusia tidak bisa membeli kebahagian tetapi dia berhak memiliki kebahagian dan memberi kebahagian buat orang lain. Saya memilih menjadi ibu yang bahagia sehingga bisa mendidik anak semata wayang melewati tahapan hidupnya dengan selalu bahagia serta mendekatkan diri pada tuhan,” katanya menutup bincang-bincang soal Personal Social Responsibility ( PSR) itu. Au Revoir  Madame !.

Tekan Laju Penyebaran COVID-19, Tutup 26 Taman Nasional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: KLHK mengambil langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), dengan melakukan penutupan sejumlah kawasan konservasi untuk kepentingan kunjungan wisata.

“Per Kamis, 19 Maret 2020, sebanyak 56 kawasan konservasi, terdiri dari 26 Taman Nasional/TN, 27 Taman Wisata Alam/TWA dan 3 Suaka Margasatwa/SM, telah ditutup untuk kunjungan wisata, baik domestik mau pun manca negara,” ungkap Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno.

Kemungkinan jumlah kawasan konservasi yang ditutup untuk kunjungan wisata bertambah, disesuaikan dengan dinamika perkembangan COVID-19, tambah Wiratno.

Kawasan konservasi tersebut adalah:

Taman Nasional

  1. TN Gunung Leuser (Aceh-Sumatera Utara);
  2. TN Bukit Duabelas (Jambi);
  3. TN Kerinci Seblat (Sumatera Barat-Jambi);
  4. TN Bukit Tigapuluh (Riau);
  5. TN Way Kambas (Lampung);
  6. TN Berbak Sembilang (Sumsel-Jambi);
  7. TN Kepulauan Seribu (DKI Jakarta);
  8. TN Gunung Halimun Salak (Jawa Barat-Banten);
  9. TN Gunung Ciremai (Cirebon-Kuningan);
  10. TN Gunung Gede Pangrango (wilayah Sukabumi dan Cianjur);
  11. TN Karimunjawa (Jawa Tengah);
  12. TN Merbabu (Jawa Tengah);
  13. TN Gunung Merapi (Jawa Tengah-Yogya);
  14. TN Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur);
  15. TN Alas Purwo (Jawa Timur);
  16. TN Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat);
  17. TN Gunung Tambora (Nusa Tenggara Barat);
  18. TN Gunung Palung (Kalimantan Barat);
  19. TN Tanjung Puting (Kalimantan Tengah);
  20. TN Sebangau (Kalimantan Tengah);
  21. TN Bukit Baka Bukit Raya (Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah),
  22. TN Kutai (Wilayah Bontang);
  23. TN Bantimurung Bulusaraung (Sulawesi Selatan);
  24. TN Taka Bonerate (Sulawesi Selatan);
  25. TN Aketajawe Lolobata (Maluku Utara);
  26. TN Lore Lindu (Sulawesi Tengah);

Taman Wisata

27) TWA Grojogan Sewu (Karanganyar-Jawa Tengah);

28) TWA Telogo Warno/Pengilon (Wonosobo-Jawa Tengah);

29) TWA Sumber Semen (Rembang-Jawa Tengah);

30) TWA Gunung Selok (Cilacap-Jawa Tengah);

31) TWA Guci (Tegal-Jawa Tengah);

32) TWA Kawah Ijen (Jawa Timur);

33) TWA Bukit Kelam (Sintang-Kalimantan Barat);

34) TWA Tanjung Belimbing (Kalimantan Barat);

35) TWA Bukit Tangkiling (Kalimantan Tengah);

36) TWA Tanjung Keluang (Kalimantan Tengah);

37) TWA Malino (Sulawesi Selatan);

38) TWA Lejja (Sulawesi Selatan);

39) TWA 17 Pulau Riung (NTT);

40) TWA Baumata (NTT);

41) TWA Gugus Pulau Teluk Maumere (NTT);

42) TWA Menipo (NTT);

43) TWA Camplong (NTT);

44) TWA Bipolo (NTT);

45) TWA Teluk Kupang (NTT);

46) TWA Ruteng (NTT);

47) TWA Pulau Rusa (NTT);

48) TWA Pulau Lapang (NTT);

49) TWA Pulau Batang (NTT);

50) TWA Tuti Adagae (NTT);

51) TWA Wera (Sigi-Sulawesi Tengah);

52) TWA Bancea (Poso-Sulawesi Tengah);

53) TWAL Pulau Tokobae (Morowali Utara-Sulawesi Tengah);

Suaka Margasatwa

54) SM Pulau Rambut (Jakarta);

55) SM Muara Angke (Jakarta);

 56) SM Pinjan Tanjung Matop (Tolitoli-Sulawesi Tengah).

Tutup Kunjungan Kapal Pesiar

“Khusus untuk Taman Nasional Komodo, di Nusa Tenggara Timur, kami juga menutup kunjungan kapal pesiar (cruise), mengingat cruise biasa sandar langsung di dermaga Pulau Komodo, dan membawa wisatawan dalam jumlah banyak, disisi lain Balai TN Komodo belum memiliki peralatan deteksi dini virus corona yang memadai,” ungkap Wiratno.

Selain penutupan beberapa kawasan konservasi, Wiratno juga menyampaikan langkah-langkah yang perlu ditindaklanjuti jajarannya di 74 Balai/Balai Besar KSDA dan Taman Nasional. Diantaranya yaitu melakukan evaluasi dan mengantisipasi penutupan kunjungan ke Lembaga Konservasi Umum, termasuk kebun binatang, taman satwa dan penangkaran satwa liar, jika seandainya diperlukan.

Aktivitas repatriasi satwa liar yang telah direncanakan dari negara lain, ditunda sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan. Adapun penanganan konflik satwa liar, penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran satwa, tetap dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi di lapangan.

Terkait pelayanan perizinan yang menjadi kewenangan jajaran Direktorat Jenderal KSDAE, Wiratno mengarahkan untuk memaksimalkan pelayanan melalui sistem online. Untuk pelayanan yang belum dapat dilakukan secara online, maka aktivitas tersebut ditunda sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut.

“Masyarakat tetap dapat menghubungi Call Center Direktorat Jenderal KSDAE serta Call Center pada 74 UPT jajaran Direktorat Jenderal KSDAE di daerah,” jelas Wiratno.*

Bandara Tempat Paling Banyak Penyebaran Virus Covid-19

this formate
Penumpang mengantre di lantai yang telah diberi stiker panduan jarak untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (19/3) ( Foto: Antara)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Bandara merupakan lokasi atau tempat yang paling banyak penyebaran virus korona atau Covid-19. Orang banyak di sana dan paling padat, termasuk social distancing tidak bisa dijaga,” kata Achmad Yurianto, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona, di Gedung BNPB Jakarta, hari ini.

Terkait itu, ia mengaku sudah sering mengingatkan agar antisipasi penyebar­an virus korona di bandara lebih diperhati­kan sehingga mengurangi risiko penularan. “Makanya, saya sudah teriak-teriak kalau penumpang sepi atau sedikit meja check in jangan dibikin sedikit juga,” kata dia seperti dikutip Antara

Akibatnya, kata dia, masyarakat atau ca­lon penumpang tadi menjadi menumpuk di meja check in sehingga risiko penularan vi­rus tersebut lebih tinggi.

Pada kesempatan itu, Yurianto menjelas­kan hampir seluruh kasus yang sembuh dari penyakit Covid-19 didominasi oleh faktor imunitas yang sangat baik dari pasien. “Fak­tor inilah (imunitas) yang menentukan kes­embuhannya,” kata dia.

Mengenai jumlah korban, Yurianto me­ngatakan terjadi lonjakan menjadi 309 kasus positif Covid-19. Selain itu, kasus kematian akibat virus tersebut melonjak menjadi 25 orang. “Ada penambahan di DKI sebanyak lima orang, kemudian Jateng penambahan kasus satu orang,” ujarnya.

DKI Jakarta menjadi wilayah dengan angka kematian tertinggi dengan jumlah 17 orang meninggal dunia. Selanjutnya, Jawa Tengah berada di urutan kedua dengan jum­lah tiga pasien meninggal dunia.

“Di Bali satu, Banten satu orang, Jabar satu, DKI Jakarta 17, Jateng tiga, Jatim satu orang, dan Sumut satu orang. Maka total 25 orang,” jelasnya.

Yuri memprediksi, pasien positif korona akan dinamis dan meningkat begitu cepat. Untuk itu, ia berharap tidak ada lagi pasien positif yang meninggal dunia.

 

Sekali Lagi, Patuhi Social Distancing

this formate

Untuk ilustrasi, silahkan buka tautan :https://twitter.com/edwardsuhadi/status/1239053087764955137

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Di tengah pencegahan virus corona (Covid-19), sekitar 9.000 jemaah tabligh Ijtima Dunia 2020 Zona Asia dikabarkan sudah berkumpul di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Untunglah acara tabligh akbar itu dibatalkan, Rabu.

Ijtima Asia 2020 yang berlangsung di Kabupaten Gowa akhirnya disepakati tidak dilanjutkan demi pencegahan Virus Corona (Covid-19). Penanggung jawab Itjima Zona Asia 2020, Tahir mengatakan, pihaknya sepakat menunda kegiatan karena melihat perkembangan saat ini.

Penyelenggara Ijtima Dunia 2020 Zona Asia ini sebelumnya menyelenggarakan Tabligh Akbar di Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia pada 28 Februari hingga 1 Maret 2020. Dalam Tabligh Akbar tersebut, sedikitnya 696 warga negara Indonesia (WNI) menjadi peserta.

Tabligh akbar tersebut dihadiri sekitar 16.000 orang, termasuk 1.500 warga asing. Pada Jumat (13/3), Malaysia mengumumkan 12 warganya terinfeksi virus corona usai menghadiri acara itu.

Sejumlah negara di Asia Tenggara juga mengalami lonjakan kasus virus corona dalam beberapa hari terakhir. Negara-negara itu adalah Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Singapura, Vietnam, dan Thailand. 

Pemerintah RI menyebut kasus positif Virus Corona per Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB sudah mencapai 227 orang, dengan 19 orang meninggal dunia dan rianciannya, Bali satu orang, Banten 1 kasus, DKI 12 kasus, Jabar 1 orang, Jateng dua kasus, Jatim satu kasus, dan Sumut satu korban meninggal.

Hanya dalam sehari ada penambahan kasus 55 kasus positif. Padahal per 17 Maret jumlahnya masih 172 kasus atau  ada lonjakan 38 kasus positif COVID-19 dibandingkan sehari sebelumnya yaitu Senin lalu. Faktanya, jumlah kasus yang meninggal lebih banyak dari yang sembuh.

Belum ada pernyataan apa yang ingin dihasilkan dari pihak penyelenggara Ijtima Dunia 2020 Zona Asia itu,  apalagi sebelumnya sudah menyelenggarakan di Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia.

Hal inilah yang menggelitik pikiran saya di tengah pemakaian kata Ijtima yang sering dikaitkan dengan Ijtima ulama padahal dua kata yang berbeda artinya. Ijtima berasal dari kata ijma yang berarti kesepakatan atau konsensus berkaitan dengan Fikih. Sedangkan Ijtima ulama di negri ini dikaitkan dengan dukungan politik.

Fikih membahas tentang cara beribadah, prinsip Rukun Islam, dan hubungan antar manusia sesuai yang tersurat dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Nah Ijtima mana yang dimaksud penyelenggara ? Wallahu a’lam bish-shawabi, Allah Maha tahu yang benar/yang sebenarnya.

Kerumunan massa juga masih terjadi pada prosesi penahbisan Uskup Ruteng di Kota Ruteng, Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/3/2020) yang tetap berlangsung.

Di kutip dari Investor Daily, sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo sudah mengirimkan surat meminta acara penahbisan uskup Ruteng ditunda demi alasan kemanusiaan.

“Korban akibat Covid-19 terus berjatuhan. Penyebabnya bukan dari orang yang sedang dirawat di rumah sakit, tetapi oleh orang yang sehat namun dia sudah sebagai carrier, sebagai pembawa Covid-19,” jelasnya.

Soalnya yang bersangkutan berpotensi sebagai penular kepada siapa saja yang berada di sekitarnya. Sangat berbahaya bila menular kepada orang lanjut usia atau memiliki penyakit bawaan. Carrier tersebut bisa berpotensi menjadi pembunuh potensial karena bisa menyebabkan kematianm,” demikian Doni Monardo.

Social Distancing

Terkait penyebarannya yang secara global dimana  pemerintah RI dan negara-negara di dunia telah meminta seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan social distancing atau membatasi interaksi sosial untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19, maka kedisiplinan dan kepatuhan masyarakatlah yang utama.

Waspadalah, para peneliti menemukan, virus corona bisa tahan berhari-hari di permukaan benda. Sebelumnya, virus corona seperti SARS dan MERS, telah ditemukan pada permukaan benda mati seperti logam, kaca, atau plastik, paling lama 9 hari, jika permukaan benda tersebut tidak segera diberi disinfektan.

Keterangan tersebut diperoleh sebagai hasil penelitian yang dipublikasikan awal Febuari lalu oleh The Journal of Hospital Infection. Nah jika tertular dari benda yang ramai-ramai di pegang saat di supermarket atau tempat keramaian lainnya. Setelah itu reaksi baru muncul 14 hari ke depan ? bagaimana nasib Anda ?.

Oleh karena itu mengapa  masyarakat diminta membatasi pertemuan-pertemuan yang melibatkan keramaian massa, menyarankan warga untuk bekerja dari rumah serta bentuk-bentuk aktivitas lain yang mendukung social distancing,

Mengapa dibutuhkan social distancing di gambarkan dampaknya seperti dikutip dari Washington Post

Menyimak tulisan Shohib Khoiri, Dosen Agama & Etika Islam ITB yang beredar di WA chat group pernyataan “Saya tak takut Corona, hanya takut Allah”. Kalimat ini kelihatannya benar dan menggambarkan keimanan mereka yang tinggi, tapi sebenarnya “sarat akan paham Jabariyyah” dalam kajian Aqidah. 

Lalu bagaimana dengan keimanan Baginda Nabi yang mengatakan “Larilah engkau dari lepra sebagaimana larinya engkau dari singa” (HR. Bukhari). Apakah mereka lebih tinggi keimanannya dari keimanan Baginda Nabi?.

Kalimat lainnya yang sering diucapkan adalah “Tak mungkin Allah turunkan wabah kepada orang-orang shalih”. Kalimat ini tampak seperti benar, tapi ada kerancuan. Kalau diyakini bahwa wabah hanya akan mengenai orang kafir/ahli maksiat, lalu bagaimana dengan Sahabat mulia Muadz bin Jabal yang wafat karena wabah penyakit saat itu?. Apakah keimanan beliau lebih rendah dari keimanan mereka yang mengatakan kalimat di atas?

Tanpa perlu datang menghadiri acara-acara yang menghadirkan ribuan massa, cukup dari rumah dan buka youtube, saya sudah bisa mendapatkan pencerahan agama dari Ustad Adi Hidayat terkait virus Covid-19 dan penyakit mematikan lainnya.

Intinya kalau seseorang sakit, tidak ada kaitannya dengan jaminan kematian. Para korban terjangkit virus baik yang masih sakit maupun sudah dinyatakan sembuh tidak bisa dipastikan mati karena penyakitnya itu. Tetangga korban atau masyarakat yang ketakutan meski tubuhnya 100 persen sehat bisa saja langsung wafat karena kematian hanya rahasia sang penciptanya, Allah SWT.

Apabila terkena penyakit atau divonis menjadi bagian dari penyakit itu misalnya terkena Corona, kanker dan penyakit mematikan lainnya, Ustadz Adi Hidayat menyarankan untuk membaca ayat dalam Al-Quran ini dengan penuh keikhlasan dan permohonan kuat kepada Allah.

Penyakit manusia biasanya karena phisik, pikiran dan karena penyakit hati ( ruh). Nah pikiran dan penyakit ini justru yang lebih berbahaya dari penyakit akibat sakit di raganya karena saling terkait yang memengaruhi emosi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Sama halnya dengan penyakit fisik, penyakit ini juga ada obatnya.

Ustadz Adi Hidayat menggabungkan tiga surat dalam Al-Quran sekaligus. Insya Allah jika dibacakan dengan benar di situ ada janji Allah sebagaimana janji Allah kepada Nabi Ayyub bahwa penyakit apapun selain kematian, Allah akan berkenan menyembuhkannya.

Berikut ayatnya:

  1. Al-Quran Surat Al-Isra’ ayat 82.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الۡـقُرۡاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۙ وَلَا يَزِيۡدُ الظّٰلِمِيۡنَ اِلَّا خَسَارًا‏

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (Al-Isra’: 82)

  1. Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 83-84.

وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (Al-Anbiya: 83)

فَاسۡتَجَبۡنَا لَهٗ فَكَشَفۡنَا مَا بِهٖ مِنۡ ضُرٍّ‌ وَّاٰتَيۡنٰهُ اَهۡلَهٗ و مِثۡلَهُمۡ مَّعَهُمۡ رَحۡمَةً مِّنۡ عِنۡدِنَا وَذِكۡرٰى لِلۡعٰبِدِيۡنَ

“Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.” (Al-Anbiya: 84)

Apabila ingin berdoa bisa membaca kalimat di bawah ini:

اللَّهُمَّ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ

‘Allahumma Annii Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin’

Artinya:

Ya Allah Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.

  1. Ditutup dengan Surat Al-Fatihah ayat 1-7.

Nabi SAW pernah mengatakan bahwa Surah Al-Fatihah ini sebagai (As-Syifa). Pernah dikisahkan seorang kepala suku tersengat kalajengking dan medis mengatakan tidak mungkin sembuh. Akhirnya dibacakan Surah Al-Fatihah dan Allah memberikan kesembuhan.

Inilah bagian dari ikhtiar ruh, pendekatan-pendekatan spritual yang perlu diamalkan. Adapun obat untuk menyembuhkan segala penyakit bisa ditemukan dalam kalimat Al-Quran.

Beberapa ayat dalam Al-Quran berupa dzkir-dzikir tertentu yang apabila dilakukan dengan benar akan melahirkan penawar yang tidak ditemukan dalam ilmu kedokteran.

“Semoga Allah memberi kemudahan dan menghilangkan segala kesulitan di sekitaran kita. Insya Allah saudara kita yang meminta penguatan dan doa semoga Allah meringankan musibah yang kita hadapi saat ini,” ungkap ustad Adi Hidayat.

 

 

Lockdown, “Liburkan” Layanan Penerbangan ke Malaysia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id;  PERDANA Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin mengumumkan bahwa pemerintah Malaysia memutuskan untuk melaksanakan lockdown mulai 18 Maret hingga 31 Maret 2020 di seluruh negara bagian.
“Perintah kawalan pergerakan ini dibuat di bawah Undang-Undang Pencegahan dan Pengawalan Penyakit Berjangkit 1988 dan Undang-Undang Polisi 1967,” ujar Muhyiddin dalam pidato khusus tentang COVID-19 di Kantor Perdana Menteri Malaysia, Senin 16 Maret 2020.

Lockdown atau karantina, yang disebut dalam bahasa setempat sebagai Perintah Kawalan Pergerakan, tersebut meliputi  enam point penting yang harus diikuti masyarakat Malaysia mau pun warga negara asing yang sedang berada di negei jiran tersebut.

Dua hal penting bagi para traveler dunia baik warga Malaysia mau pun wisman yang berlibur ke Malaysia adalah kewajiban menjalani pemeriksaan kesehatan dan melakukan karantina secara sukarela (atau self quarantine) selama 14 hari. Serta pembatasan masuk semua wisatawan dan warga asing ke Malaysia.

Menyikapi keputusan lockdown pemerintah Malaysia, sejumlah operator jasa angkutan udara  “meliburkan” jasa angkutan udaranya ke Malaysia.

Malindo Air yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia, serta maskapai di Indonesia, yakni Lion Air, Batik Air dan Wings Air member of Lion Air Group menyampaikan keterangan resmi terkait layanan penerbangan internasional dari dan menuju Malaysia, termasuk dari Indonesia, bahwa maskapai menghentikan atau penundaan sementara (suspend) mulai 18 Maret hingga 31 Maret 2020.

Lion Air Group menegaskan penundaan sementara ini juga dilakukan berdasarkan rekomendasi perusahaan serta menurut kondisi yang tenah berkembang saat ini, dalam upaya menangkal (tindakan preventif) terhadap penyebaran COVID-19.

Lion Air Group memfasilitasi kepada seluruh calon penumpang yang sudah membeli tiket (issued ticket) dengan pengembalian dana (refund) menurut ketentuan berlaku serta akan diberikan pilihan untuk memindahkan tanggal perjalanan (reschedule) tergantung ketersediaan kursi.

Keputusan penghentian penerbangan sementara ini dijalankan dalam rangka mengutamakan faktor keselamatan awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling) dan para tamu atau penumpang. Mnajemen tunduk dan melaksanakan seluruh aturan penerbangan internasional, regulator dan ketentuan perusahaan dalam menjalankan operasional sesuai dengan standar operasional prosedur yang memenuhi persyaratan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first).

Selama periode tersebut, Lion Air Group akan terus menyediakan konektivitas dengan mengoperasikan penerbangan domestik di Malaysia oleh Malindo Air antara Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu; Kuala Lumpur dan Kuching; Kuala Lumpur dan Penang; dan Kuala Lumpur dan Langkawi.

Untuk penerbangan dalam negeri di Indonesia, Lion Air, Batik Air dan Wings Air menawarkan pilihan layanan  rute perjalanan serta ketersediaan penerbangan lanjutan (connecting flight), seperti Medan, Padang, Palembang Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Lombok, Makassar, Manado, Balikpapan, Jayapura serta kota-kota lainnya.

Jaringan Penerbangan Internasional Lion Air Group dari Indonesia menuju Malaysia

Penang – Bandar Udara Internasional Penang, Pulau Pinang, Malaysia (PEN)

• dari Banda Aceh (BTJ) – Malindo Air 1 kali setiap hari.

• dari Medan Kualanamu (KNO) – Lion Air 1 kali setiap hari.

• dari Soekarno-Hatta Tangerang (CGK) – Batik Air 1 kali setiap hari.

Malaka – Bandar Udara Internasional Melaka, Batu Berendam, Melaka, Malaysia (MKZ)

• dari Pekanbaru (PKU) – Malindo Air 1 kali setiap Senin, Rabu, Sabtu

Subang – Bandar Udara Sultan Abdul Aziz Shah, Subang Skypark, Selangor, Malaysia (SZB)

• dari Pekanbaru (PKU) – Malindo Air 1 kali setiap Jumat, Minggu

• dari Batam (BTH) – Malindo Air 1 kali sehari.

Kuala Lumpur – Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL)

• dari Soekarno-Hatta Tangerang (CGK) – Malindo Air 3 kali sehari, Batik Air 2 kali sehari, Lion Air 3 kali sehari.

• dari Bandung (BDO) – Malindo Air 1 kali sehari

• dari Denpasar (DPS) – Malindo Air 6 kali sehari.

Kuching – Bandar Udara Internasional Kuching, Sarawak, Malaysia (KCH)

• dari Pontianak (PNK) – Wings Air 1 kali setiap hari (penghentian sementara penerbangan sejak 15 Maret 2020).

KBRI Kuala Lumpur Tutup Pelayanan

this formate

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: PER Rabu, 18 Maret 2020, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menutup semua pelayanan hingga (31/3) sesuai dengan Perintah Kawalan Pergerakan (Movement Control Order) Pemerintah Malaysia.
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan KBRI Kuala Lumpur, Rabu, mereka menyatakan tidak memberikan pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian hingga (31/3) dan operasional akan dimulai kembali (1/4).
Langkah tersebut ditempuh untuk mendukung pemerintah Malaysia dalam rangka mengatasi penyebaran wabah COVID-19 dan ingin memastikan warga Indonesia di Malaysia dalam keadaan terlindungi dan sehat.
Kedutaan juga menghimbau agar warga Indonesia di Malaysia menjaga kesehatan diri, tidak mengadakan dan menghadiri acara perhimpunan massal, menjauhi keramaian dan mengikuti pengumuman dari Kementerian Kesehatan Malaysia dan KBRI Kuala Lumpur.
Pertanyaan dan informasi lebih lanjut bisa disampaikan ke Perintah Kawal Pergerakan Malaysia pada hotline 03-88882020 atau ke KBRI Kuala Lumpur dengan nomor +6017-6240500.
Kedutaan juga menginformasikan mereka tidak memberikan pelayanan online sebagaimana diumumkan sebelumnya.

Malaysia Terapkan lockdown

Dalam hal mitigasi COVID-19,  Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin mengumumkan bahwa pemerintah Malaysia memutuskan untuk melaksanakan lockdown mulai 18 Maret hingga 31 Maret 2020 di seluruh negara bagian.
“Perintah kawalan pergerakan ini dibuat di bawah Undang-Undang Pencegahan dan Pengawalan Penyakit Berjangkit 1988 dan Undang-Undang Polisi 1967,” ujar Muhyiddin dalam pidato khusus tentang COVID-19 di Kantor Perdana Menteri Malaysia.
Lockdown atau karantina, yang disebut dalam bahasa setempat sebagai Perintah Kawalan Pergerakan, tersebut meliputi :
Pertama, larangan menyeluruh pergerakan dan kegiatan massal di seluruh negeri, termasuk aktivitas keagamaan, olah raga, sosial dan budaya.
“Untuk menegakkan larangan ini, semua rumah ibadah dan tempat perniagaan hendaklah ditutup, kecuali toko serba ada (pasaraya), toko kelontong, pasar umum, kedai dan toko serba ada yang menjual barang keperluan harian,” jelasnya.
Khusus untuk umat Islam, ujar dia, penangguhan semua aktivitas keagamaan di masjid dan surau, termasuk shalat Jumat, ditetapkan berdasarkan keputusan Musyawarah Panitia Muzakarah Khusus yang telah bersidang pada 15 Maret 2020.
Kedua, pembatasan menyeluruh semua perjalanan warga Malaysia ke luar negeri.
“Bagi yang baru pulang dari luar negeri, mereka diminta menjalani pemeriksaan kesehatan dan melakukan karantina secara sukarela (atau self quarantine) selama 14 hari,” tegasnya.
Ketiga, pembatasan masuk semua wisatawan dan warga asing.
Keempat, penutupan semua PAUD, sekolah pemerintah dan swasta termasuk sekolah harian, sekolah berasrama penuh, sekolah internasional, pusat tahfiz, lembaga pendidikan tingkat rendah, menengah dan prauniversitas.
Kelima, penutupan semua institusi pendidikan tinggi (IPT) pemerintah dan swasta serta institut latihan ketrampilan di seluruh negara bagian.
Keenam, penutupan semua lembaga pemerintah dan swasta kecuali yang terlibat dengan pelayanan penting negara, yaitu air, listrik, energi, telekomunikasi, pos, pengangkutan, pengairan, minyak, gas, bahan bakar, pelumas, penyiaran, keuangan, perbankan, kesehatan, farmasi, PMK, penjara, pelabuhan, lapangan terbang, keselamatan, pertahanan, pembersihan, eceran dan persediaan makanan.
“Saya sadar bahwa saudara-saudari mungkin merasakan bahwa tindakan yang diambil oleh pemerintah ini menimbulkan kesulitan dan kesukaran untuk saudara-saudari menjalani kehidupan harian,” ungkapnya lebih lanjut.
Tindakan tersebut perlu dijalankan oleh pemerintah untuk membendung penularan wabah COVID-19 dan dari kemungkinan merenggut nyawa masyarakat Malaysia.
Di Malaysia, jumlah kasus virus corona meningkat tajam secara mendadak yaitu 190 kasus hingga Minggu malam (15/3), disusul dengan 125 kasus baru pada Senin (16/3). Dengan demikian, jumlah keseluruhan orang yang dijangkiti wabah COVID-19 itu adalah 553. Dari jumlah tersebut, sebanyak 511 orang sedang dirawat di rumah sakit sedangkan 42 orang sudah pulih.

PT Kawisata Lakukan Penyemprotan Disinfektan Agar Penumpang Aman  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: PT  Kereta Api Pariwisata (Kawisata) melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruang area kantor pusat Kawisata di Jakarta, Hotel Transit Gambir serta Konter Gambir terkait pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), kata M Ilud Siregar, Manager Humas Kawisata,  hari ini.

” Selain untuk memberikan lingkungan Guna di lingkungan kerja, juga untuk  memberikan keamanan & kenyamanan bagi para pelanggan yang berkunjung ke Hotel Transit Gambir dan Konter Kawisata Gambir, ” ujarnya.

Penyemprotan disinfektan di lakukan mulai dari area lobby kantor pusat Kawisata, ruang direksi, ruang rapat, ruang kerja karyawan dan fasilitas umum karyawan yaitu musholla, pantry dan toilet.

Sementara, penyemprotan disinfektan di Hotel Transit Gambir dilakukan pada area lobby, kamar hotel dan fasilitas lain yang terdapat di hotel. Di konter Gambir, penyemprotan dilakukan di seluruh area konter Gambir.

M Ilud Siregar menambahkan, selain menyediakan masker, hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan, Kawisata juga melakukan kegiatan sosialisasi kepada para pelanggan, karyawan dan kru Kereta Api Wisata untuk tetap menjaga kesehatan dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Rangkaian kegiatan tersebut dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman serta sebagai upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona. 

“Kami terus berupaya untuk menjaga karyawan dan lingkungan kerja serta para pelanggan setia Hotel Transit Gambir yang di kelola oleh Kawisata, juga para pengunjung konter Gambir agar terhindar dari virus Covid -19”, ujar Ilud Siregar.

Cek Suhu Tubuh

Untuk stasiun Gambir sendiri, akhir pekan lalu PT Kereta Api Induk ( KAI) yang menjadi induk perusahaan Kawisata telah melakukan tindakan preventif seperti melarang penumpang dengan suhu badan 38 derajat celcius naik kereta api dan menempatkan petugas khusus saat mengecek boarding pass.

“Mereka bertugas untuk mengecek suhu tubuh dari tiap calon penumpang kereta api (KA) pada saat proses boarding atau pengecekan tiket dan kartu identitas,” kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa melalui keterangan tertulis.

Eva menjelaskan, penempatan petugas khusus tersebut merupakan respons PT KAI dalam mengantisipasi virus korona. Apalagi, WHO sudah mengategorikan virus korona sebagai pandemik.

“Jika pada saat pengecekan suhu badan ditemukan panas suhu badan calon penumpang mencapai 38 derajat celcius ke atas, dan atas rekomendasi petugas kesehatan, maka calon penumpang dilarang untuk melakukan perjalanan KA,” kata Eva .

Dia menegaskan penumpang yang dilarang naik kereta api akan menerima kembali pembayaran secara penuh (refund)Khusus di Daop 1 Jakarta, kata Eva, pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang KA Jarak Jauh berada di area pintu cek boarding pass Stasiun Gambir dan Stasiun Senen.

PT KAI juga menyediakan hand sanitizer di area meja boarding pass serta menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun maupun selama perjalanan.

“Tim medis yang bertugas di pos kesehatan stasiun juga telah siap membantu proses rujukan ke sejumlah rumah sakit jika dibutuhkan,” kata dia.

Eva mengimbau penumpang untuk menggunakan masker jika sedang sakit. Penumpang KA juga diminta untuk selalu menjaga kebersihan tiap area stasiun.

Selain itu, PT KAI, juga turut memperhatikan kebersihan di sarana dan prasarana stasiun. Di antaranya penyemprotan disinfektan menggunakan biosanitizer ke kursi, pagar, perangkat fasilitas penumpang, hingga tiap sudut stasiun.

“KAI melakukan pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin setiap sebelum perjalanan dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang,” kata Eva.

 

 

Jalan  Kaki ke Hutan Mati Penuh Misteri  

this formate

Keindahan Dead  Forrest atau dijuluki Hutan  Mati di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ( foto: Heryus Saputro Samhudi).

GARUT, bisniswisata.co.id:  Saya   dan Resti,   istri saya, berdiri   di hamparan tanah debu   vulkanik berwarna putih. Tubuh kami   sedikit goyang oleh angin yang berkibar kencang, datang entah dari arah mana, membawa aroma belerang ke hidung yang (maaf) mirip bau kentut. 

Ada kesan seram dan misteri, terlebih ketika mendadak turunnya kabut makin menebal, menjadikan semua yang ada seperti hilang ditelan kapas lembut dan dingin, sampai kemudian saya   menyadari tengah berada diantara ratusan batang dan ranting pohon cantigi (Vaccinium valium).

Pohon yang tegaknya   tak beraturan ini seolah tanduk-tanduk  rusa jantan yang dilabur cat hitam. Begitu   kesan saat mampir (lagi) di Dead   Forrest atau dijuluki Hutan   Mati di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tempat yang menjadi favorit pendaki alam  yang satu ini memang bukan hal baru bagi saya. 

Sejak tahun 1976,  saya sudah beberapa   kali mampir, tiap hendak   mendaki dan mencapai Tegal Alun,   kawasan terbuka yang tak berapa   luas dan merupakan pucuk tertinggi dari Gunung Papandayan. Siapapun yang singgah, pasti setuju bahwa Hutan Mati memang seperti menyimpan misteri.

Betapa tidak! Batang dan ranting pepohonan tegak  memenuhi area, namun, uniknya, tanpa daun   sama sekali. Sementara nyaris berdempetan dengan   semua itu, juga mengampar pohon-pohon cantigi dan pohon tipe hutan alpin lainnya. Merah-kuning-hijau, karena lengkap dirimbuni daun-daunnya. 

Misterius dan bikin bulu kuduk merinding. Terlebih setelah kita tahu kalau batang-batang pohon yang menghitam itu, adalah arang-kemarang, sisa hutan terbakar. Pusat  data geologi di Bandung mencatat, Gunung Papandayan erupsi dahsyat pada 11 – 12 Agustus 1772. 

Akibat letusan itu, empat puluh desa yang ada di sekitar kasawan hancur-lebur. Lebih dari 3.000 orang penduduk menjadi korban dan hilang jiwa, terkubur debu vulkanik dan   muntahan lahar panas yang muncrat.   

Lelehan   lahar panas menggelontor   ke bawah, menghasilkan alur   lebar berlekuk-lekuk, dibatasi dua dinding tinggi. Saya  jadi ingat Grand Canyon di Colorado, USA yang dipenuhi bongkah-bongkah belerang di sana-sini, dan kawah yang menjadi   sumbernya masih terus mengepul hingga kini.   

Itu   semua direkam sejarahwan Lee Davis dalam buku The Natural Disasters. Tahun 2002. Papandayan meletus lagi meski tak sedahsyat erupsi dua setengah abad silam, yang terus membayangi kami saat melangkah menapakinya.  Namun, kesan seram tersebut tak meruntuhkan minat pendaki untuk datang dan datang lagi ke Hutan Mati.  

Bukan sekadar untuk   tempat istirahat, meneguk   isi botol air mineral atau   menikmati bekal camilan, tapi juga untuk menjadikan areal Hutan Mati sebagai spot foto  yang unik dan eksklusif. Resti misalnya, langsung minta saya men’jepret’nya,  saat ia berpose di antara hitam legam batang-batang pohonan yang seperti tumbuh di amparan debu halus putih dan masif.

Cantik dan misterius dan Swiss van Java Garut ini  banyak menyumbang wisata alam unggulan bagi Provinsi Jawa Barat. Dijuluki sebagai Swiss van Java, karena kecantikannya merebak dimana-mana. Geografisnya yang berada di ketinggian dikitari dengan deretan gunung-gunung:   Cikuray (yang tertinggi, 2.821 m-dpl), G. Guntur, G. Galunggung, Talagabodas, dan banyak lagi.   

Ketinggian   terendahnya merentang   di sepanjang pesisir   pantai selatan, antara   lain berupa pantai-hutan Cibanteng dan Pamengpeuk. Gunung  Papandayan (2.622 m/dpl) merupakan satu dari sekian banyak pesona Garut, dan sekaligus merupakan satu dari sekian banyak obyek pendakian di Indonesia. 

Berdua, menikmati keindahan Gunung Papandayan dari tempat yang dijuluki Camp Davis dan berjalan menanjak selama dua jam  (foto: Herus Saputro Samhudi).

Cara mencapainya

Cukup jauh dari pusat kota Garut, yakni sekitar 69 Kilometer, dan perlu waktu tempuh sekitar 3 jam untuk mencapainya. Bagi calon pengunjung umum, patokannya adalah Terminal Garut dan dari situ silakan  naik bus regular tujuan Pameungpeuk, dan minta sopir atau kernet untuk diturunkan di Simpang Tiga Pasar Cisurupan.

 Di samping Masjid Raya Cisurupan mangkal mobil-mobil pick-up bak terbuka yang biasa  mengantar para pendaki gunung yang hendak dituju ke area Wisata Gunung Papandayan.  mobil ngetem menunggu penumpang penuh. Biaya per penumpang Rp 20.000 – Rp 30.000. Bila   datang berombongan, ada baiknya negosiasi sewa sekali antar, hingga bisa didapat kumulasi ongkos yang lebih murah.

Bagi yang berkendaraan pribadi, dari   arah kota Garut bisa langsung menuju   Cisurupan, dan lanjut menyusuri jalan mendaki dan   berkelok-kelok hingga mencapai gerbang Wisata Gunung Papandayan. Pusat pengelolaan Wisata Gunung Papandayan ini masuk wilayah administratif Desa Karamat Wangi,  Kecamatan Cisurupan, KabupatenGarut, Jawa Barat, kode pos 44163.   

Hari Minggu atau hari libur,  pesona wisata alam ini ramai disaksikan  pengunjung domestik dari Bandung, Garut dan   Tasikmalaya, Bekasi dan Jakarta. Satu dua   rombongan wisatawan mancanegara yang datang dengan   minibus wisata pun tampak di lokasi. Tiket masuk Rp   35.000/pengunjung. Bea parkir Rp30.00 untuk katagori sedan atau minibus.

Ojeg  ‘Camp David di ’Gerbang   Wisata Gunung Papandayan   dilengkapi sarana dan fasilitas   umum yang relatif baik. Areal   parkirnya yang dengan nada gurau dijuluki ‘anak gunung’ sebagai Camp David, luas beraspal, dikitari bangunan-bangunan   fungsional: kantor pengelola, resto dan warung makan sederhana, toko cenderamata dan oleh-oleh, gerai penjual buah dan sayuran segar, serta menara pandang untuk melihat view sekitar.

Dari gerbang Wisata Gunung Papandayan, perlu jalan kaki sekitar dua jam untuk mencapai Hutan Mati. Melintasi sabana dan hutan kecil yang rapat pepohonan cantigi dan alpin, menyusuri jalan setapak terbuka dipunggungan gunung yang gundul berbatu-batu, diapit tebing tinggi di kiri kanan. 

Para pemula tak perlu khawatir karena track menuju Hutan Mati relative landau, tak terlalu sulit didaki. Bahkan di ‘Camp David’ tersedia jasa ojeg sepeda motor trail menuju titik terdekat Hutan Mati. Tarifnya Rp 75.000 sekali jalan atau Rp  125.000 untuk antar-pulang. Cuma, berboncengan sepeda motor, mendaki atau menuruni jalan setapak yang licin dan berbatu-batu, butuh kesiapan mental. 

Di sadel boncengan, tubuh terus-menerus terantuk-antuk, bikin pinggang pegal, ha…ha…ha…! karena itu, disamping  isi dompet mesti dihemat, saya dan Resti memilih jalan kaki, sebagaimana biasa kami mendaki gunung. Tak mau kalah dengan para pendaki muda yang masih bertenaga dan tegap langkahnya.

Berjalan bersama para pengunjung   pemula, membantu pasangan muda yang minta tolong mereka di’jepret’ di spot foto eksotik. Perjalanan wisata yang menyehatkan dan menyenangkan.  

Sekitar satu setengah jam berjalan dari Gerbang, karena banyak berhenti   di spot-spot foto, kami sampai di areal lebar Kawah Papandayan yang terus mengepulkan asap belerang, dan mengeluarkan air panas yang mengalir membentuk sungai kecil ke arah bawah dengan aiir jernih bercampur belereng yang tak layak diminum.

Ada   pos jaga   tempat petugas   memonitor aktivitas   pendaki, dilengkapi warung kecil penyedia makanan dan minuman ringan, dan biasa jadi tempat istirahat pendaki sebelum bergerak kembali.

Di pos jaga ini jalan setapak   bercabang dua. Yang ke arah kanan menuju Pondok Saladah, area berkemah bagi yang ingin bermalam atau tinggal lebih   lama di kawasan itu dan yang di sebelah kiri adalah jalan menuju Hutan Mati dan Tegal Alun – triangulasi Gunung Papandayan.

Persisnya, kawasan Hutan Mati berada di bagian atas bibir kawah Papandayan.  Lumayan dingin walau tengah hari bolong. Maklum, itu kawasan merupakan   jalur lintasan angin dan kerap disapu kabut tebal. “Tempat angker”, ungkap   seorang famili yang tinggal di dekat Masjid Raya Cisurupan. 

Namun bila didekati dengan hati yang bersih, akan hadir dalam diri kita   sudut pandang berbeda karena ini tempat yang bagus meski banyak pohon  tanpa dedauan. Ratusan pohon cantigi berwarna hitam tumbuh tepat di atas material lumpur   dari kawah gunung, menghadirkan suasana eksotis dan menakjubkan.  

Indonesia   memang cantik.  Dead Forrest on   top of Mt.Papandayan adalah bagian dari kecantikan itu…Oya, jangan lupa membawa topi, wind jacket water proof berbahan ringan dan hangat bila dikenakan, karena hujan lokal bisa turun kapan saja.   Saputangan atau bandana berbahan flannel juga perlu untuk menutup hidung saat   kepulan uap belerang melintas ke dekat kita.   

Jangan juga  lupa membawa tongkat. Syukur-syukur  tongkat lipat dari bahan metal ringan yang bisa dikantongi atau disusupkan ke dalam tas cangklong. Juga botol berisi air mineral yang cukup, plus camilan ringan dan bergizi.

Nikmati saat harus beristirahat, sebelum melangkah lagi. Santai saja, selangkah   demi selangkah. Tak dilarang untuk bergandengan tangan ataupun menuntun Si Dia dan   luluskanpermintaan bila dia ingin di foto di sebuah spot yang menurutnya cantik dan perlu. Hmmm asyikkan ?…

Hindari Covid-19, Pergelaran Indonesia Fashion Week 2020 Ditunda Oktober

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pekan mode terbesar di tanah air, Indonesia
Fashion Week (IFW) 2020, yang semula diagendakan pada 1-5 April, ditunda pelaksanaannya pada Oktober tahun ini. Hal itu disampaikan Poppy Dharsono, Presiden IFW dan Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), hari ini.

Dia mengatakan keputusan itu diambil panitia IFW, setelah melalui serangkaian pertukar-pikiran, pertemuan, dan diskusi dengan berbagai pihak terkait. Juga melihat kondisi yang ada sekarang, danuntuk menjawab berbagai kekhawatiran dari para peserta.

“Selain tentunya memperhatikan kenyamanan dan kesehatan kita semua.  Serta mengacu pada Keputusan Presiden No. 7 Tahun 2020, maka kami terpaksa menunda pelaksanaan IFW 2020 yang ke-9 ini,” ungkap Poppy di Jakarta.

Dia menjelaskan panitia IFW 2020 telah memutuskan bahwa Indonesia Fashion Week 2020 akan diundur penyelenggaraannya menjadi 7-11 Oktober 2020, dan masih bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Poppy menyampaikan semoga hal ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak.  Hal-hal teknis dan lainnya akan panitia sampaikan dalam waktu dekat ini.

“Kami  mohon maaf kepada para peserta atas ketidaknyamanan yang terjadi, sebagai akibat dari  adanya penundaan ini. Terima kasih banyak atas segala perhatian dan dukungannya kepada Indonesia Fashion Week 2020,” tambah Poppy.

Indonesia Fashion Week, didirikan pada tahun 2012, diadakan setiap tahun dan bertujuan untuk memberikan arahan kepada industri mode Indonesia dan IFW  telah menetapkan target untuk menjadi salah satu pusat mode dan pusat mode terkemuka. di kawasan dan secara global.

Sebagai sebuah negara dengan kekuatan unik dalam fashion – dikelilingi oleh kekayaan budaya Indonesia, dengan sumber daya alam dan pengetahuan lokal yang tak terbatas bersama dengan banyak orang kreatif,  target tersebut akan tercapai dengan penyelenggaraan yang konsisten dan keejasama berbagai pihak.

IFW selalu menghadirkan budaya Indonesia melalui produk delux siap pakai, produk mode tinggi, produk mode etnik modern dan Bridal serta peragaan busana, seminar, lokakarya, talkshow, kompetisi, seminar, talkshow, dan pameran dagang dan wadah semua fitur unik budaya Indonesia disajikan dalam bentuk beragam busana siap pakai dan aksesoris.

Kegiatan  tahunan ini menjadi daya tarik para pelaku industri garment, fashion, pengamat  mode hingga kalangan pers mancanegara untuk datang ke Indonesia Fashion Week  sehingga pemerintah dan swasta harus mampu mengemasnya dengan baik.

RI Tangguhkan Pengeluaran Visa Kedatangan Orang Asing Selama Sebulan

this formate

Rombongan  wusman gembira berwisata di Bali, namun kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) dan Bebas Visa Diplomatik/Dinas  kini ditangguhkan selama satu bulan. ( foto: Kemenparekraf) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Pemerintah memutuskan untuk menangguhkan visa untuk seluruh kedatangan orang asing selama satu bulan menyusul perkembangan penyebaran virus penyakit Covid-19 di seluruh dunia.

kebijakan ini berlaku bagi seluruh orang asing dari seluruh negara.Pemerintah Indonesia memutuskan bahwa kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) dan Bebas Visa Diplomatik/Dinas ditangguhkan selama satu bulan, demikian pernyataan itu dikutip dari laman kemlu.go.id, hari ini.

Oleh karena itu, setiap orang asing yang akan berkunjung ke Indonesia diharuskan memiliki visa dari Perwakilan RI sesuai dengan maksud dan tujuan kunjungan.

Pada saat pengajuan visa harus melampirkan surat keterangan sehat/health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara.

Selain itu, Kemenlu juga mengimbau agar warga negara Indonesia yang kini sedang bepergian ke luar negeri, diharapkan segera kembali ke Tanah Air sebelum mengalami kesulitan penerbangan yang lebih jauh lagi.

Di samping itu, bagi WNI yang hendak bepergian ke luar negeri, diimbau agar menunda hal tersebut. Kebijakan  ini akan berlaku mulai Jumat (20/3/2020), pukul 00.00 WIB.

Jumlah kasus melonjak

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan bahwa hingga Selasa (17/3/2020) ada 172 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19.

“Dengan demikian, jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin sore. Total ada 172 kasus dan yang  meninggal tetap lima orang,” ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa sore.

Yuri menjelaskan, sebanyak 12 kasus didapatkan sejak Senin sore hingga malam. Data sampai tanggal 15 Maret 2020 ada 146 kasus. Kemudian, jumlah ini bertambah setelah dengan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan Balitbang Kesehatan. Jumlahnya dari data yang dicek saat itu bertambah 20 kasus.

Setelah itu, pemeriksaan yang dilakukan Universitas Airlangga memperlihatkan bahwa ada tambahan enam kasus sehingga, total saat ini adalah 172 kasus dengan penambahan pasien yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.

Akan tetapi, dia tidak menyebutkan jumlah pasien secara spesifik di setiap provinsi dansecara umum, 38 orang yang baru saja dinyatakan positif virus corona atau Covid-19 itu sudah membaik. Sedangkan sembilan pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan sudah bisa pulang.

Mengenai upaya pemerintah RI menanggulangi pandemi Covid-19, Yurianto didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengklaim penanganan wabah Covid-19 di Indonesia terkendali. 

Berbicara saat menggelar video conference interaktif dengan lebih dari 100 Kedutaan Besar dan Organisasi Internasional di Jakarta, Yurianto menjelaskan ada 360 rumah sakit rujukan serta pengoptimalan puskesmas dan rumah sakit swasta untuk deteksi dini bagi seluruh penduduk tanpa membedakan status kewarganegaraan.

Dia menambahkan, Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dalam penanggulangan wabah ini. Termasuk juga dalam berkomunikasi dengan kedutaan dan kantor perwakilan dari semua negara yang berada di Indonesia.

Sementara itu, Mahendra mengungkapkan, social distancing juga merupakan hal yang penting dalam meminimalisasi penyebaran virus corona di masyarakat. Sejauh ini, Kemlu telah mengambil kebijakan untuk membatasi keikutsertaan delegasi Indonesia pada forum di luar negeri maupun penyelenggaraan kegiatan internasional di Indonesia. Di samping itu ada pula penjadwalan kerja dari rumah dan peluncuran hotline Covid-19 bagi korps diplomatik.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil di kesempatan yang sama menyampaikan, pemerintah telah mengambil sejumlah kebijakan dan upaya guna memitigasi dampak Covid-19 bagi perekonomian Indonesia.

“Pemerintah bekerjasama dengan BI dan OJK telah mengambil serangkaian kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan yang sinergis. Kebijakan itu antara lain dalam bentuk stimulus berupa kelonggaran pajak guna membantu industri yang terkena dampak, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” pungkasnya.