NEW YORK, bisniswisata.co.id: Terhadap ekses overtourism, banyak solusi perjalanan berkelanjutan telah diterapkan. Tantangannya adalah untuk mendamaikan pemeliharaan bentuk tertentu dari pengembangan pariwisata dengan pertimbangan yang lebih baik atas isu-isu yang terkait dengan perubahan iklim.
Dilansir dari Tourism-review.com, selama sepuluh tahun terakhir, jumlah penumpang kapal pesiar telah meningkat dari 15,5 juta menjadi 25,3 juta orang. Kapal yang juga dijuluki kota-kota terapung ini tanpa berhenti menggunakan bahan bakar minyak berat, kaya sulfur dioksida.
Di antara opsi untuk membersihkan polusi adalah kewajiban untuk memaksa pemilik kapal melengkapi kapalnya dengan filter partikel, tetapi juga untuk menurunkan kandungan sulfur dalam bahan bakar mereka.
Hal ini yang akan membuat mereka sejalan dengan peraturan Eropa saat ini atau sekadar melarang bahan bakar minyak berat, seperti yang telah dilakukan perairan teritorial Islandia sejak 1 Januari 2020.
Sedangkan untuk lalu lintas udara, masalahnya menjadi lebih akut. Seperti yang dilakukan Prancis dan Jerman baru-baru ini, langkah pertama yang harus diambil adalah mengganti rute udara jarak pendek dengan solusi yang tidak terlalu intensif dengan karbon.
Tuas fiskal juga harus diaktifkan. Di Amerika Serikat, beberapa negara bagian sudah memberlakukan pajak atas tiket pesawat. Tetapi di Uni Eropa (UE) tidak mungkin mencapai konsensus tentang pajak bahan bakar atau tiket.
Kebijakan Pembatasan terhadap Wisatawan
Pembatasan adalah pilihan yang telah dibuat oleh Kepulauan Balearic sejak tahun 2017 dengan mengadopsi peraturan yang sangat ketat dalam menghadapi peningkatan wisatawan yang tidak terkendali.
Pemerintah memang tidak mudah: pembatasan kapasitas akomodasi telah diputuskan dan juga awal penurunan dengan penarikan 5.439 tempat tidur wisatawan yang merupakan bagian dari penawaran dengan tujuan bahwab dalam jangka panjang, untuk sampai pada pengurangan 120.000 tempat tidur (dari perkiraan total sekitar 431.000).
Tujuan yang diasumsikan dari manuver ini adalah menyebarkan lalu lintas turis sepanjang tahun dan bukan hanya musim panas yang ramai.
Strategi yang sama di sisi Islandia Utara, terperangkap oleh aura mendadak yang telah melengkapi dunia dengan pembuatan film dalam lanskap indah serial Game of Thrones. Kurang tegas daripada Kepulauan Balearic.
Undang-undangnya tetap mengatur persyaratan tertentu untuk mengakses akomodasi sewa tipe Airbnb: pendaftaran dan pajak dengan otoritas lokal, batas atas lama tinggal dan pendapatan kotor tahunan pemilik.
Larang Pesta Massal
Kepulauan Balearic pasti akan tercatat dalam sejarah sejarah sebagai yang terdepan dalam inovasi dalam memerangi absurditas pariwisata kontemporer.
Pada Februari 2020, pemerintah mengeluarkan keputusan yang membatasi penggunaan alkohol di restoran serta di ruang publik. “Sebuah cara untuk melawan praktik-praktik tertentu yang menyimpang” yang juga coba diperangi oleh kota Amsterdam.
Tanpa jatuh ke dalam bentuk “logika hukuman”, walikota baru kota itu, Femke Haselma, dari kubu radikal kiri, telah memutuskan untuk melarang “sepeda bir” yang terkenal di kanal. Seperti di Kepulauan Balearic, konsumsi alkohol kini juga dilarang di Pelabuhan Amsterdam.
Langkah-langkah perjalanan berkelanjutan yang berbeda ini adalah bagian dari keinginan untuk melepaskan diri dari logika pesta pariwisata massal, yang sangat penting dengan generalisasi di jejaring sosial. Apakah remaja dari seluruh dunia akan dengan mudah melepaskan pesta bujangan mereka di Amsterdam masih harus dilihat …
BALI, bisniswisata.co.id: Strategi memindahkan aktivitas perkantoran ke Bali atau destinasi wisata, pernah dilakukan pemerintah Indonesia saat pariwisata Indonesia mengalami guncangan akibat aksi bom bunuh diri di sejumlah tempat, dan Bali menjadi korban dua kali aksi bom bunuh diri.
Saat Pandemi COVID-19 — masih berlangsung–, menjadi batu uji keberlanjutan pariwisata Bali. Pemerintah Bali, menurut Gubernur W Koster sedang “mematangkan” strategi pembangunan perekonomian ke depan dengan tidak hanya mengandalkan industri pariwisata. Tetapi menyeimbangkan pembangunan kepariwisataan dengan industri pendukung lainnya. Khusus disektor pertanian sebagai akar budaya yang menjadi roh kepariwisataan Bali.
Sepanjang empat belas bulan dalam kondisi kritis akibat pandemi COVID-19, strategi memindahkan aktivitas bekerja dikantor ke luar kantor kembali mengemuka. Diawali dengan kebijakan MenParekraft yang berkantor di Bali. Diperkuat program affirmative action Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarvest) RI, melalui program Work from Bali.
Menyikapi wacana tersebut Bali Tourism Board pun menugaskan unit organisasinya – Bali MICE Forum (BMF)—menindaklanjuti menjadi program aksi di lapangan. Pasalnya, Bali memiliki ceruk untuk merancang bekerja pada ruang, kondisi, situasi yang unusual, unique, affordable dan pasti memorable, ungkap Ketua BMF, Putu Gede Wiwin Gunawasika usai penyelenggaraan roadshow Work from Bali di Jakarta.
Karena ini lebih sifatnya tailor made, BMF membuatkan program kegiatan sesuai kebutuhan masing- masing kementerian. Melalui roadshow, potensi Bali disampaikan kepada calon konsumen. Sehingga program Work from Bali, dapat mencapai sasaran, tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan.
“Kami menyampaikan kesiapan Bali melayani kebutuhan mereka dari semua segi termasuk kesiapan para PCO/EO dibawah Bali MICE Forum. Dalam kondisi tidak normal, kita berharap agar pelaksana benar- benar memberdayakan potensi Bali, “tegas Wiwin yang didampingi Grace Jeanie, sekjen BMF Bali.
Tercatat 18 PCO dibawah BMF mewakili 4 asosiasi (ASPERAPI, INCCA, IVENDO, SIPCO), berharap semua stake holder pariwisata Bali, mendukung kegiatan Work from Bali dengan mempersiapkan diri sesuai bidang usaha masing- masing.
Pelaksanaan Roadshow Work from Bali (2-5 Juni) dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa didampingi Kepala Biro Ekbang, Tjok Bagus Pemayun, perwakilan dari Bappeda, Wayan Sudarsa bersama 10 (sepuluh) perwakilan dari BMF.
Kantor-kantor kementerian, lembaga dan BUMN yang dikunjungi dalam roadshow ini diantaranya Kementerian Kelautan dan Periknanan, Kementerian Investasi dan Penanaman Modal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Perencanaan, Pembangunan Nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup, kementerian keuangan, PT Taspen, Pertamina, Telkom dan Pegadaian serta Kantor Bank Indonesia.
Selain ke lembaga pemerintah, roadshow juga menyasar lembaga e-commerce seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Link Aja, DANA serta OVO.
Roadshow dilakukan dalam rangka sosialisasi dan pemahaman agar para pejabat di Kementerian, lembaga pemerintah, pihak swasta untuk mau berkunjung, melaksanakan kegiatan dan bekerja dari Bali. Dengan adanya pergerakan peserta kegiatan di Bali, akan berpengaruh terhadap akupansi usaha akomodasi, adanya transaksi di berbagai sektor mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali.
Menurut Putu Astawa, kwartal pertama pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi minus 9,85 %, artinya tidak ada pergerakan ekonomi di Bali bahkan minus. Diperlukan upaya memperbanyak demand bagi akomodasi, transportasi dan UMKM yang mendukung pariwisata Bali.
Putu Astawa, menambahkan program Work from Bali adalah bagian dari tiga T yang dilaksanakan trust, trial dan traveling, dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Jika program ini berhasil maka hal ini juga akan menjadi media promosi yang akan meningkatkan trust wisatawan asing untuk datang ke Bali”, tegasnya.*
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosiasi Kopi Indonesia ( ASKI) menghadirkan ragam kopi Nusantara dan edukasi di ajang Kopi Craft Indonesia, yang digelar di Summarecon Mall Serpong (SMS) Tangerang Selatan, mulai Kamis (3/6) hingga Minggu (13/6), ungkap Rini S. Hasanah, Humas ASKI Pusat.
” Anggota kami dari Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatra Selatan juga terlibat dalam kegiatan Kopi Craft Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan SMS, serta didukung oleh ASKI ” tambah Rini
Rini mengatakan event Kopi Craft Indonesia tidak hanya mengajak masyarakat untuk menikmati kopi Nusantara, tetapi juga memberikan edukasi kopi dari hulu sampai hilir.
“Booth ASKI berada di area Broadway SMS dimana masyarakat bisa menyaksikan pohon kopi dan red cherry kopi yang baru dipetik langsung dari kebunnya, tersedia juga green beans, roasted beans, hingga minuman kopi dingin, bahkan bisa brewing kopi sendiri,” kata Rini.
Hal yang tidak kalah seru, adalah pengunjung bisa menyaksikan demo roasting kopi yang menarik perhatian. Demo roasting ini didukung oleh Wiliam Edison dan digelar setiap hari selama event berlangsung.
Kegiatan lainnya, lanjut Rini, adalah ASKI on Stage pada 9 dan 11 Juni yaitu Bincang Kopi dan Edukasi Kopi di area Forum SMS. Selain ASKI, Kopi Craft Indonesia diramaikan lebih dari 30 tenant yang umumnya merupakan penggiat dan pelaku usaha kopi.
Mereka antara lain First Crack Coffee, Otten Coffee, Santino, Excelso, Dante, Klasik Beans, Titik Temu, dan banyak lagi. Beragam rangkaian acara telah disiapkan penyelenggara, mulai dari Coffee Bazaar & Exhibition, Talk & Share, Workshop & Education, Manual Brew Throwdown, Movie Screening, dan masih banyak lagi.
Kopi Craft Indonesia juga memberikan wadah bagi para barista untuk unjuk kebolehan dalam Latte ArtBattle, yang memperebutkan total hadiah Rp33.250.000.
Demi kenyamanan dan keamanan para pengunjung, Kopi Craft Indonesia menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk pembatasan jumlah pengunjung dengan sistem buka tutup, menjaga jarak, wajib memakai masker, dan pengecekan suhu badan.
” Hari ini Menoarejraf Sandiaga Uno dijadwalkan hadir. Oleh karena itu kami harapkan pengunjung juga bisa memanfaatkan bertemu dengan tokoh idola ini,” kata Rini.
Pengunjung mencicipi kopi di salah satu stan dalam ajang Kopi Craft Indonesia di Mal Summarecon Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/6/2021). Sebagai negara produsen kopi terbesar keempat di dunia, produk kopi Indonesia diminati di pasar internasional karena memiliki cita rasa yang khas dan nikmat.
Pengunjung mencicipi kopi di salah satu stan dalam ajang Kopi Craft Indonesia di Mal Summarecon Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/6/2021). Sebagai negara produsen kopi terbesar keempat di dunia, produk kopi Indonesia diminati di pasar internasional karena memiliki cita rasa yang khas dan nikmat.
Antusias pengunjung juga memberika semangat pada para barista untuk unhuk kemahiran dalam mengolah kopi sehingga dia optimistis kecintaan para gen Z juga akan meningkat terhadap komoduri ekspor Indinesia dan kekuatan RI dalam Diplomacy Coffee dalam pergaulan internasional.
DUBAI, bisniswisata.co.id: Pusat Akreditasi Internasional Emirates (EIAC) memulai langkahnya untuk menjadi organisasi global sejak memperoleh pengakuan internasional dari organisasi akreditasi internasional ILAC, IAF, ARAC, dan APAC.
Langkah dan capaian tersebut terus berlanjut meski dunia menghadapi tantangan akibat penyebaran pandemi COVID -19. Dilansir dari Halalfocus.net, EIAC memiliki banyak stasiun dan transfer kualitatif yang terjadi di banyak bidang akreditasi.
Hal yang paling penting adalah memperoleh pengakuan internasional di semua bidang, dan ekspansi di area baru, tidak hanya di UEA, tetapi telah melampaui tingkat regional.
Baru-baru ini memperoleh pengakuan internasional di bidang akreditasi lembaga sertifikasi untuk individu, sistem kesehatan dan keselamatan kerja, dan keamanan informasi.
Dawoud Al Hajri, Ketua Dewan EIAC, mengatakan: “Nama UEA telah dikaitkan dengan pencapaian ini karena EIAC telah menjadi badan akreditasi Arab dan regional pertama yang memperoleh pengakuan ini.
“Ini sebagai pemenuhan komitmen kami kepada masyarakat dan mengikuti percepatan perubahan yang membayangi berbagai aspek kehidupan.”
EIAC telah menambahkan perubahan cepat pada rencana kerja untuk memenuhi kebutuhan mitra dan otoritas pengatur yang diperlukan di bidang kesehatan masyarakat dan bidang medis seperti akreditasi laboratorium pemeriksaan kesehatan di bidang RT PCR dan pengujian antibodi, Al Haji.
EIAC juga memberikan akreditasi kepada laboratorium penguji untuk efisiensi bahan sterilisasi dan keamanan alat pelindung diri, dan lembaga inspeksi untuk efisiensi sistem sterilisasi dan kesehatan masyarakat, serta pemberian sertifikat sistem manajemen kelangsungan bisnis, katanya .
Dawoud Al Hajri menambahkan bahwa karya akreditasi yang diberikan oleh EIAC telah menjadi sistem mutu dan kesesuaian yang terintegrasi secara nasional dan internasional, yang merupakan salah satu stasiun penting dari pusat dalam memperoleh pengakuan internasional pada tahun 2009.
EIAC memulai perjalanannya sebagai departemen akreditasi penilaian kesesuaian di Kotamadya Dubai sampai ia menyaksikan peluncuran barunya sebagai EIAC dengan Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden, Perdana Menteri dan Penguasa Dubai yang mengeluarkan undang-undang pendirian pusat di 2015.
Keputusan tersebut menunjuk anggota Dewan EIAC, yang manajemennya termasuk perwakilan dari otoritas lokal dan federal terkait dengan sistem kualitas dan kesesuaian di tingkat negara bagian.
Hal Itu berdampak signifikan pada pencapaian peran yang saling melengkapi dengan badan-badan ini, memperkaya pekerjaan EIAC dan mencapai tujuannya, ”kata Al Hajri.
EIAC No. 1 secara regional dan internasional
Dia menambahkan pencapaian EIAC selaras dengan sistem pengembangan proses kerja di emirat Dubai dan negara di mana pusat membentuk pilar mendasar dalam mencapai internasionalisasi dalam hal persetujuan penilaian kesesuaian.
Diterjemahkan dalam Rencana Dubai 2021 menuju kemajuan Dubai sebagai tujuan global di berbagai tingkatan, yang menghasilkan kualifikasi sebagai lingkungan yang subur untuk investasi dan negara yang merangkul sejumlah besar badan penilaian kesesuaian, yang hasilnya diakui di tingkat regional.
Amina Ahmed, Direktur Eksekutif EIAC, menambahkan bahwa jumlah lembaga yang disetujui oleh EIAC telah mencapai 920, termasuk laboratorium medis, laboratorium pengujian dan kalibrasi, lembaga inspeksi, lembaga sertifikasi kesesuaian dan lembaga pemberi sertifikat Halal.
Pekerjaan EIAC difokuskan pada pencapaian pilar rencana strategis Emirat, termasuk penerapan standar kesehatan, keselamatan dan lingkungan dan promosi pengakuan internasional sebagai modal global ekonomi Islam.
Hal ini mengakibatkan EIAC mencapai posisi nomor satu secara global melalui akreditasi jumlah badan kesesuaian terbesar dan badan pemberi sertifikat Halal untuk produk makanan dan kosmetik.
EIAC telah menjangkau 61 destinasi di lebih dari 42 negara, dan jumlah ini sangat mendukung infrastruktur untuk kenyamanan dan kelancaran impor barang di Emirat Dubai dalam persiapan menyambut Expo 2021 kami pada bulan Oktober tahun ini,” tambah Ahmed.
Pusat Akreditasi Internasional Emirates (EIAC) juga menyelenggarakan sertifikasi produk halal.
Memperluas area pengakuan internasional
Perlu dicatat bahwa EIAC telah mencapai pengakuan internasional sejak 2009, dan upaya telah berhasil pada tahun 2020 dengan memperoleh pengakuan internasional di tiga bidang baru, yang mencakup lembaga sertifikasi untuk individu sebagai salah satu bidang terpenting pengembangan dan kualifikasi sumber daya manusia.
Termasuk tugas-tugas teknis dan administratif, sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dengan cermat yang menguntungkan berbagai sektor pekerjaan.
EIAC telah menyetujui 27 lembaga sertifikasi untuk individu di bidang Pengawas Keamanan Pangan, Pengawas Kesehatan untuk Akomodasi Tenaga Kerja, Operator Derek dan Mesin di Lokasi Konstruksi dan Pabrik, Operator Permainan di Fasilitas Rekreas.
Sertifikasi juga untuk para penjaga di Kolam Renang dan Permainan Air, lembaga sertifikasi untuk Keselamatan Kerja Sistem sesuai persyaratan standar internasional ISO 45001 yang merupakan versi terbaru dalam sistem manajemen keselamatan kerja.
Ini sebagai standar untuk pemberian sertifikat keselamatan kepada institusi dan perusahaan yang memiliki kepentingan dalam sistem keselamatan kerja di lingkungan instansi pemerintah dan swasta untuk dilaksanakan langkah-langkah keamanan publik guna memerangi penyebaran virus COVID -19.
Pengakuan terbaru juga termasuk EIAC memperoleh pengakuan internasional untuk akreditasi lembaga sertifikasi Sistem Keamanan Informasi sesuai dengan persyaratan standar internasional ISO 27001, yang merupakan standar untuk pemberian sertifikat sistem keamanan informasi.
Lompatan dan pencapaian kualitatif selama tahun 2020
Terlepas dari dampak penyebaran virus Corona baru, EIAC telah membuat banyak prestasi dalam mengakreditasi lembaga penilaian kesesuaian selama tahun 2020, karena pusat menerima 95 aplikasi baru di semua bidang akreditasi.
Hal ini mencerminkan pentingnya memperoleh akreditasi dan kepercayaan dari badan penilaian kesesuaian lokal dan internasional dalam layanan EIAC meskipun ada beberapa dampak ekonomi.
Sektor laboratorium merupakan yang terbesar dalam hal jumlah laboratorium yang telah memperoleh akreditasi karena meningkatnya permintaan layanan akreditasi di bidang medis sesuai persyaratan ISO 15189 dan bidang RT PCR dan tes antibodi untuk virus COVID-19.
Selain meningkatnya permintaan untuk akreditasi laboratorium pengujian kimia dan biologi untuk bahan sterilisasi dan efisiensinya dalam menghilangkan mikroba dan virus di permukaan, dan di laboratorium untuk peralatan pelindung diri dan keselamatan.
EIAC juga memperluas layanan akreditasinya untuk perusahaan sertifikasi halal di seluruh dunia, yang mencakup banyak negara, termasuk Brasil, Irlandia, Thailand, Slovenia, Jepang, Australia, dan Prancis.
Akreditasi ini berdampak positif terhadap kesiapan kesesuaian Halal produk negara-negara tersebut, yang tercermin dari kemudahan prosedur pengeluaran barang.
Selain itu, negara lain yang disetujui untuk bergabung dengan sistem ini termasuk Rusia, Yunani, Ukraina, Chili, dan Argentina. Tindakan ini berfokus pada mendukung rencana negara dan emirat, sistem kesehatan, keselamatan dan lingkungan serta ekonomi Islam.
Selain itu EIAC memiliki peran regional dalam mendukung intra-perdagangan dan menghilangkan hambatan teknis di depan produk dan layanan yang diekspor dan diimpor ke emirat dan UEA, yang dicapai melalui visi yang jelas.
Proyek Transformasi Digital
Sejalan dengan tren pemerintah dalam transformasi digital cerdas, situs web baru EIAC diluncurkan pada Juni 2020 sebagai salah satu layanan elektronik dalam proyek transformasi digital bekerja sama dengan Emirates Integrated Telecommunications Company (du).
Perjanjian untuk proyek transformasi digital untuk layanan akreditasi juga ditandatangani untuk kepentingan sebagian besar mitra dan pelanggan EIAC di tingkat lokal dan internasional.
Markas baru
Sebagai tahap baru untuk ekspansi EIAC dibisnis dan tugas, telah pindah ke kantor pusat baru yang terletak di area Dubai World Trade Center, kompleks gedung One Central, setelah menghabiskan hampir 20 tahun di bawah payung Kotamadya Dubai.
Pencapaian EIAC juga ditandai dengan penambahan area baru di bawah payungnya, yang diwakili oleh peluncuran layanan akreditasi untuk lembaga sertifikasi untuk sistem BCMS di bawah payung pengakuan internasional IAF MLA, dan penyediaan layanan akreditasi untuk inspeksi baut dan baut jangkar.
Ada di fasilitas rekreasi dan area permainan menurut standar internasional ISO/IEC 17020 di bawah payung pengakuan internasional ILAC MRA dari Organisasi Internasional untuk Akreditasi Laboratorium dan Badan Inspeksi.
Wajar bagi EIAC untuk memainkan perannya, dan untuk berpartisipasi dalam upaya besar yang dilakukan oleh semua sektor negara untuk menahan dan mengatasi dampak virus COVID -19, karena pusat tersebut meluncurkan sejumlah layanan akreditasi cepat dalam keadaan luar biasa dengan tujuan melayani sektor medis dan sistem kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Peran tersebut terlihat dalam upaya memerangi dampak penyebaran virus Covid-19 yang dimulai pada 1 Maret 2020, saat EIAC menganalisis situasi berdasarkan data dan variabel yang disaksikan dunia, dan menemukan cara alternatif untuk melanjutkan.
Pekerjaan, terutama evaluasi lapangan dari badan penilaian kesesuaian mengingat tantangan ini.
Setelah WHO menyatakan COVID -19 sebagai pandemi internasional, EIAC membentuk kelompok publik darurat untuk kelangsungan bisnis untuk memastikan bahwa tidak ada layanan yang terganggu.
EIAC memiliki peran nyata dalam mendukung program sterilisasi nasional dan mendukung otoritas pengawas dan eksekutif dalam menjalankan tugasnya, dengan mengadopsi badan penilaian kesesuaian yang beroperasi di bidang medis dan kesehatan masyarakat.
Perlu dicatat bahwa Dewan Direksi EIAC terdiri dari seorang ketua, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kota Dubai dan wakil ketua yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Dewan Kualitas dan Kesesuaian Abu Dhabi.
Selain itu ada anggota yang mewakili Kementerian Ekonomi. , Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan, Departemen Pembangunan Ekonomi, Dubai, Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai, Otoritas Emirates untuk Standardisasi dan Metrologi, Otoritas Kesehatan Dubai, Kamar Dagang dan Industri Dubai, Kota Ras Al Khaimah dan Direktur Eksekutif EIAC.
HONG KONG, bisniswisata.co.id: Penduduk Hong Kong mungkin bisa naik kapal pesiar ke mana-mana dari wilayah itu sedini musim panas ini. Hal itu sesuai sambutan Menteri Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Edward Yau belum lama ini
Dilansir dari Seatrade-cruise.com, Yau mengatakan kapal pesiar perlu berlayar dari Hong Kong tanpa mengunjungi pelabuhan internasional lainnya, dan tindakan pencegahan yang memadai perlu dilakukan, dengan anggota awak harus memenuhi tindakan karantina, pengujian, dan vaksinasi COVID-19.
Sementara itu, penumpang juga harus divaksinasi, suatu kebutuhan yang menurutnya ‘menjadi norma baru untuk melanjutkan perjalanan dalam jangka panjang’.
Diskusi tentang protokol sedang berlangsung. Jeff Bent, Direktur pelaksana di Terminal Kapal Pesiar internasional Kai Tak , Hong Kong, mengatakan bahwa sementara beberapa detail belum jelas, diskusi sedang berlangsung mengenai persyaratan vaksinasi untuk semua awak dan penumpang yang memenuhi syarat.
Menguji mereka yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin dan untuk Hong Kong. Tindakan pencegahan jarak sosial yang berlaku harus diikuti di atas kapal, selain tindakan yang disepakati Asosiasi Internasional Kapal Pesiar.
Chun Ning Yuen, CEO di operator tur WWPKG Holdings, mengatakan kepada Radio Television Hong Kong bahwa selain vaksinasi, penumpang juga akan diminta untuk memberikan tes COVID-19 negatif yang diambil dalam 72 jam sebelum naik, dan kapal akan berlayar dengan setengah kapasitas. untuk rencana perjalanan tiga dan empat hari.
Bent, berbicara di program radio Newswrap Radio Television Hong Kong, mengatakan dia yakin akan ada banyak minat publik terhadap kapal pesiar.
“Di bagian lain dunia kami telah melihat permintaan yang luar biasa meskipun produk tersebut tidak sekaya di masa lalu [ketika melibatkan] banyak tujuan,” kata Bent.
Genting berharap menjadi yang pertama
Genting Cruise Lines mengatakan kepada Seatrade Cruise News bahwa hal itu sangat didorong oleh komentar pemerintah Hong Kong tentang melanjutkan kapal pesiar.
“ Kami menantikan konfirmasi lebih lanjut dari pemerintah Hong Kong mengenai dimulainya kembali kapal pesiar di kota dan berharap untuk mengikuti jejak Taiwan dan Singapura sebagai perusahaan kapal pesiar pertama yang melanjutkan di Hong Kong, ” juru bicara operator kapal pesiar. kata.
NEW YORK, bisniswisata.co.id: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) A.S. telah secara signifikan melonggarkan peraturan kapal pesiarnya untuk penumpang dan awak yang telah divaksinasi COVID-19, membuka jalan bagi A.S. untuk memulai kembali dengan cepat.
Tidak Ada Masker dan Prasmanan yang Bisa Dikembalikan
Pembaruan yang dikeluarkan terakhir mengatakan bahwa jalur pelayaran dapat menunjuk daerah yang hanya dapat diakses oleh penumpang dan awak yang divaksinasi penuh di mana masker dan jarak fisik tidak diperlukan.
Dilansir dari Cruiseindustrynews.com, CDC juga memperbarui kata-kata, mencatat bahwa untuk penumpang yang divaksinasi penuh, sejumlah item sekarang hanya rekomendasi, termasuk jarak sosial di restoran dan bar, kapasitas tempat duduk terbatas dan bahkan makanan dan minuman swalayan, memimpin jalan untuk kembalinya prasmanan kapal pesiar tradisional.
Selain itu, untuk kapal dengan setidaknya 95% awak dan 95% penumpangnya divaksinasi penuh, operator kapal pesiar, atas kebijakannya sendiri, dapat memberi tahu penumpang dan awak bahwa mereka tidak perlu mengenakan masker atau menjaga jarak fisik di area mana pun.
Pembaruan Utama Terbaru dari CDC
Operator kapal pesiar, atas kebijaksanaannya sendiri, dapat memberi tahu penumpang dan awak bahwa — jika mereka telah divaksinasi penuh — mereka boleh berkumpul atau melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk terlibat dalam layanan makan atau konsumsi minuman yang diperpanjang, tanpa mengenakan masker.
Operator dapat memberi tahu awak yang telah divaksinasi penuh bahwa mereka tidak perlu memakai masker atau menjaga jarak fisik di area kapal yang tidak dapat diakses oleh penumpang.
Operator kapal pesiar, atas kebijakannya sendiri, dapat menetapkan area yang hanya dapat diakses oleh penumpang dan awak kapal yang divaksinasi penuh di mana masker dan jarak fisik tidak diperlukan (misalnya, kasino; bar; spa; tempat hiburan; dan area makan, termasuk prasmanan swalayan) .
Untuk kapal dengan setidaknya 95% awak dan 95% penumpangnya divaksinasi penuh, operator kapal pesiar, atas kebijakan mereka, dapat memberi tahu penumpang dan awak bahwa mereka tidak perlu memakai masker atau menjaga jarak fisik di area mana pun.
Sekarang Hanya Rekomendasi:
Ubah tata letak restoran dan bar untuk memastikan bahwa semua pihak pelanggan tetap terpisah setidaknya 6 kaki (2 meter) (seperti memindahkan meja, bangku, dan kursi atau menandai yang tidak untuk digunakan).
Batasi kapasitas tempat duduk untuk memungkinkan jarak fisik minimal 6 kaki (2 meter). Mencegah area tunggu yang ramai dengan menggunakan aplikasi telepon, teknologi teks, atau tanda untuk memberi tahu pelanggan saat meja mereka siap.
Hindari menggunakan “buzzer” atau objek bersama lainnya.
Hilangkan pilihan makanan dan minuman swalayan, seperti prasmanan swalayan, bar salad, dan tempat minuman.Sediakan peralatan makan dengan cara yang mencegah penanganan oleh lebih dari satu orang.
Pasang penghalang fisik, seperti pelindung bersin dan sekat di area yang sulit bagi individu untuk menjaga jarak fisik minimal 6 kaki (2 meter), seperti tempat penyajian dan area pengambilan makanan.
Sediakan panduan fisik, seperti selotip di geladak dan papan nama, untuk mengingatkan individu agar menjaga jarak fisik setidaknya 2 meter di mana makanan dan minuman disajikan.
Penyediaan pilihan layanan makan dan bar / minuman di luar ruangan.
Menyediakan dan mendorong layanan makan penumpang dalam kamar. Batasi berbagi makanan, peralatan, perlengkapan, atau persediaan oleh staf bagian makanan, sejauh dapat dilakukan.
Memastikan persediaan yang memadai untuk meminimalkan berbagi bahan dengan sentuhan tinggi (misalnya, sendok saji) sejauh memungkinkan; jika tidak, batasi penggunaan persediaan dan peralatan oleh satu kelompok staf makanan pada satu waktu dan bersihkan serta disinfeksi di antara penggunaan.
Hindari menggunakan atau berbagi item yang dapat digunakan kembali, seperti menu, bumbu, dan wadah makanan lainnya. Alih-alih, gunakan menu sekali pakai, menu digital yang dapat didisinfeksi setiap kali digunakan, menu online yang dapat diambil di ponsel pribadi pengunjung, bumbu penyajian tunggal, dan tong sampah dan pintu tanpa sentuhan.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tagar #CupangKebaikan kerap menjadi topik pilihan Tommy Wong, CEO Victorindo Group di IG Live @tanyamentor di Instagram tommywong_official dengan judul Lakukan Hal Kecil Dengan Cinta yang Besar.
Gara-gara melihat aktivitas bisnis seorang ibu berdaster di Instagram berjualan ikan cupang secara online, pria yang akrab disapa koko Tommy ini akhirnya ikut jatuh cinta pada ikan cupang.
Masya Allah melihat begitu banyaknya ikan-ikan cupang meliuk-liuk pelan di dalam kotak-kotak kaca bak seorang peragawati mengibas-ngibas sirip dan memamerkan keindahan warna ditubuhnya, seketika Tommy terpesona penuh rasa takjub.
“Indonesia memiliki ribuan jenis ikan hias. Nilai ekspornya dalam enam tahun terakhir terus meningkat. Di saat pandemi global bisnis budi daya cupang, salah satu ikan hias andalan negri ini bisa bertahan bahkan menjadi sumber penghasilan baru bagi banyak orang,” kata Tommy Wong membuka pembicaraan.
Ikan cupang atau Betta sp, adalah salah satu yang paling menyedot perhatian masyarakat selama pandemi COVID -19. Ikan yang sebelumnya tenar untuk diadu, kini menjadi pajangan para pecinta ikan hias.
Warnanya yang beragam serta cara pemeliharaannya yang relatif mudah menjadi daya tarik tersendiri ikan ini. Cukup dengan toples atau di dalam aquarium saja. Jadi sebenarnya ini potensi bisnis yang sangat menguntungkan, jelasnya.
“Selain modalnya tidak terlalu mahal, di era digital ini pun pedagang bisa berjualan daring seperti yang dilakukan sis Yenny tiap hari lelang (bit) cupang,” kata Ketua Umum Billioner Mindset Indonesia, wadah komunitas para pebisnis.
Dari perkenalan dengan sis Yenny, pejuang nafkah lewat cupang yang kerjanya sambil dasteran dan gigih di kala pandemi inilah koko Tommy belajar bagaimana pandemi melibas bisnis video dan foto untuk beragam event di Surabaya yang dijalani Yenny lalu tiba-tiha usaha itu mati suri. Tidak ada order lagi.
Padahal setiap hari usahanya laris dan nyaris setiap hari dalam setahun ada job yang diterimanya untuk membuat dokumentasi momen penting seseorang maupun berbagai perusahaan sebelum ada pandemi COVID -19.
Cerita sis Yenny hingga akhirnya berjualan ikan cupang gara-gara melihat lelang cupang di medsos menjadi turning point bagi Tommy yang diposisi seorang CEO ini. Apalagi Yenny sebagai ibu rumah tangga ini sebelumnya sama sekali tidak kenal dan memahami ikan cupang.
“Cerita cici Yenny sehari dia pernah meraup Rp 27 juta di saat bisnis utamanya melorot sangat menginspirasi saya dan banyak orang. Dia konsisten bikin lelang cupang sampai tengah malam bahkan subuh tapi kerja kerasnya berhasil. Hal paling keren dia selalu berdialog dengan tuhan dengan caranya sendiri seperti ngobrol atau curhat ” jelas Tommy.
Tommy wong bersama teman komunitas barunya Sis Yenny dan Koko Yohanes. ( Foto: Instagram Tommywong_official)
Di saat semua sektor industri ambruk karena pandemi COVID-19, bisnis hobi seperti ikan cupang, tanaman hias dan hobi sepeda justru mendatangkan bisnis baru bagi mereka para pejuang usaha.
Dari Yenny, Tommy mengaku paham dengan komunitas cupang dari berbagai daerah termasuk berkenalan dengan Supri di Lubuk Linggau, Sumatra Selatan yang melakukan budi daya dan menjadi pedagang ikan cupang.
Supri yang tidak memiliki anggota tubuh lengkap menjadi role modelnya dan membuat Tommy tertarik budi daya cupang dan rajin membuat kegiatan sosial dengan tagar cupangkebaikan tadi.
” Tahu-tahu saya sudah memiliki 1000 ikan dalam 6 bulan, saya juga menjadi salah satu peserta VIP kontes cupang yang dikirimi tiket PP ke Bali 2 Juni 2021 ini, tapi saya utus mas Supri saja yang berangkat, pejuang cupang asal Lubuk Linggau, Sumatra Selatan,” jelasnya.
Menikmati profesi baru
Pertemuan dengan komunitas cupang inilah yang membuatnya sadar bahwa tujuh profesinya sebelumnya telah terlibas oleh pandemi dan dalam hidup dia harus menumbuhkan LoveQuotient, awal dari profesi barunya.
Dia menyadari sepenuhnya bahwa julukan sebelumnya sebagai CEO Victorindo Group tidak berarti apa-apa tanpa adanya Love Quotient, ilmu yang sudah lama dipelajari bahkan menjadi semangat hidupnya selama ini.
” Namun begitu berjumpa dengan para pejuang nafkah ini Love Quotient ini langsung membuat saya sadar 7 profesi saya sebelumnya menjadi tidak berarti lagi,” tegasnya.
Sebagai CEO, Tommy boleh bangga karena mendapatkan kepercayaan dari Samsung untuk bekerjasama. Berkat kerja kerasnya, dia berhasil mendapat banyak penghargaan dan memiliki beberapa authorized store dan outlet. Tommy pun berhasil membeli penthouse di apartemen Taman Anggrek dan mobil mewah seperti impiannya dulu.
Pandemi global yang telah membolak-balikan pengalaman spiritual manusia, menjungkir balikan semua teori marketing buatan manusia bahkan menghancurkan banyak hidup orang diseluruh dunia dengan tingginya tingkat perceraian dan bunuh diri.
” Namun teguran untuk manusia ini sesungguhnya telah menciptakan peluang bisnis baru, menciptakan Empati Ekosistem. Inilah profesi ke 8 saya sekarang, menciptakan Empati Ekosistem, menjadi pelayan tuhan dan umat,”
Kalau pisau diasah oleh batu agar semakin tajam dan optimal dalam fungsinya sebagai pemotong. Maka manusia diuji oleh virus Corona dan ditantang untuk hidup bermanfaat untuk semua umatnya juga.
” Manusia akan diasah spiritual dan Love Quotient nya dengan sesama manusia juga. Terbukti ketika kita menerapkannya dan mempraktekkan Empati Ekosistem maka kami yang tergabung dalam satu komunitas akhirnya mampu memiliki penghasilan sendiri, tegak bersama menghadapi badai Corona,” kata ketua umum berbagai organisasi profesi dan sosial ini.
Di Empati Ekosistem ini, kata Tommy, sis Yenny yang berjualan keripik kentang dan keripik usus ayam, produknya jadi favorit dan dibeli oleh sesama anggota. Begitu pula Koko Yonathan yang jualan rendang produknya dibeli diantara anggota WA group juga.
“Kita harus peduli dengan sesama umat. Percaya deh yang sudah kaya sejak lahir dan kaya tujuh turunan coba bantu komunitasnya sendiri di lingkungan keluarga, dilingkungan gereja, lingkungan pengajian dan lainnya pokoknya cegah orang sampai nggak makan,”
Menurut Tommy, orang yang masih berkelimpahan rejeki bahkan ada yang bergaji Rp 1 miliar per hari. Cobalah tambahkan hidup Anda dengan Love Quotient, berbagi cinta ke segala penjuru dunia.
“Beri mereka modal untuk berusaha menjadi pejuang nafkah keluarga kembali. Dijamin punya pengalaman spiritual tersendiri karena sudah menjadi pembantu-pembantu tuhan menolong umatnya, menolong sesama dengan wirausaha,” katanya.
Tommy mengaku sedikitnya tujuh profesi sudah dijalaninya misalnya sebagai ‘juragan’ Handphone, endorser, main film, model iklan, pedagang online makanan hingga penjual sepeda merk terkenal
Profesi ini semua tersingkir karena hidayah Allah agar dia tidak menjadikan uang sebagai tujuan utama. Hidup yang berkelimpahan bukan hanya soal materi, tapi juga soal keluarga, pertemanan, dan membantu orang yang membutuhkan.
Tommy Wong bersama ustad Yusuf Mansyur, mengendorse baju koko. ( Foto: Instagram Tommywong_official)
Pahitnya kehidupan
” Jangan melihat kesuksesan yang dicapai seseorang pada hari ini, lihatlah pengalamannya sebagai pejuang nafkah untuk keluarga dan lingkungannya sehingga akhirnya Tuhan menentukan jalan kita selanjutnya,” kata pria yang akrab dengan berbagai tokoh agama termasuk para ustad gaul dan ustad tenar lainnya meskipun seorang non Muslim.
Tommy bercerita bahwa dia lahir dari keluarga yang kaya raya, kakeknya merupakan pemilik hotel dan bisnis lain sebagainya. Ayahnya merupakan anak sulung, namun sayangnya ayahnya meninggal dunia saat dia kecil.
Sebagai cucu dari anak pertama kakeknya, maka Tommy mewarisi harta kekayaan kakeknya. Namun, seperti kisah sinetron dan kisah klise lainnya masalah umum orang, keluarga besar Tommy juga mengalami perebutan harta warisan.
Masalah ini begitu berat hingga ibunya sempat mengalami gangguan psikologi. Bukan hanya itu, bahkan Tommy harus melarikan diri ke Surabaya karena dirinya diancam untuk dibunuh agar keluarga ayahnya yang lain mendapat warisan kakeknya.
Di kondisi yang sulit seperti itu, Tommy terjun ke jalanan berjualan koran untuk menyambung hidup saat usianya delapan tahun. Di masa itu, dia sempat terpikir untuk bunuh diri, tapi niat itu dia urungkan, karena Tommy masih memikirkan ibunya.
Ibunya yang tinggal dan dititipkannya di Lampung menjadi satu-satunya penyemangat hidup. Dia bergabung kembali dengan ibunya dan berhasil mendapatkan tempat untuk berjualan koran dan majalah di pasar malam di Tanjung Karang, Lampung.
Jualan malam-malam memang harus ada nilai lebihnya, jadi dia membiarkan orang membaca sambil kulineran. Dia sabar menunggu sampai orang itu mau membeli majalah atau koran yang dijajakannya.
Kesabaran membawa hasil karena akhirnya Tommy dan ibunya kembali ke Jakarta dan tinggal di rumah neneknya di daerah Tanjung Duren. Setiap kali jalan pulang, dia selalu melihat condominium Taman Anggrek dan punya impian suatu hari bisa tinggal di sana.
Kini afirmasi yang dibuatnya semenjak remaja sudah terwujud, memiliki condominium di apartement sekaligus mall bergengsi di kawasan Jakarta Barat itu.
Itulah sebabnya dia kini membimbing para pejuang nafkah untuk melakukan afirmasi dan terus mendekatkan diri pada Tuhan. Dia berharap Supri, penyandang cacat dan pedagang ikan cupang juga bisa berhasil setelah di kirim ke Bali.
” Tidak ada yang kebetulan di dalam kehidupan ini. Supri akan banyak belajar dari pengalamannya di Bali dengan event ikan cupang yang tengah berlangsung saat ini,”
Pulau Bali, pulau Wi-Fi
Menyinggung upaya pemerintah yang meluncurkan program Work from Bali ( WfB) , Tommy Wong sebagai pebisnis andal punya terobosan untuk membangkitkan pariwisata Bali yaitu mempopulerkan Bali sebagai pulau free Wi-Fi.
” Ini penting karena dinyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali satu-satunya yang minus diantara seluruh provinsi di tanah air. Untuk mendongkraknya populerkan Bali sebagai destinasi wisata yang freeWi-Fi di seluruh pulau,” ujarnya.
Intinya pemerintah harus berani buat terobosan agar wisatawan nusantara maupun asing yang masuk ke Bali sejak tiba di bandara internasional langsung mendapat notifikasi di handphone akses password untuk mendapatkan internet gratis di seluruh pulau termasuk remote area.
“Di dunia ini setahu saya belum ada destinasi wisata dengan julukan free Wi-Fi Island. Pulau Hawaii di AS, Maldive dan pulau resort dunia lainnya belum ada yang dijuluki seperti itu. Di era digital terlebih di masa pandemi global, internet sudah menjadi kebutuhan jadi kasih internet gratis ke wisatawan saja,” jelasnya.
Akses internet adalah kebutuhan tak kasat mata yang dicari semua orang mulai dari anak-anak , tua-muda, laki perempuan, bahkan pengemis sampai pejabat disemua pelosok bumi.
Oleh karena itu memenuhi satu kebutuhan umat di zaman ini bisa menjadi daya tarik wisata. Pemerintah dan masyarakat Bali harus pandai berbagi pula. Nah bagaimana ? berani menerima tantangan dari koko Tommy. Let’s Go to Bali !!
YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagaimana rasanya bertamu dan mendapat sambutan hangat dan ramah dari pemilik rumah kebun yang kita datangi ?. Tak tanggung-tanggung Santo Budikusuma, sang pemilik bersama istri yang langsung menyambut berbagai komunitas di kota gudeg ini.
Namanya Omah Kopi Cokrowijayan di jalan Titi Bumi Barat Sleman DIY. Oleh Santo dia menyediakan tempat yang memiliki tiga keunggulan yaitu sebagai taman (garden), restoran dan tempat menikmati musik bersama komunitas maupun keluarga besar tercinta.
Tempat kuliner yang lagi hits di Yogyakarta ini saat dikunjungi malam Kamis lalu memang banyak dikunjungi keluarga. Hari baru menunjukkan jam 20.00 WIB, tak heran banyak anggota keluarga yang masih menikmati suasana kebun beratap langit.
Rumah kebun yang disulap menjadi Taman, Resto dan Hiburan Musik untuk keluarga, komunitas group dan masyarakat lainnya.
“Makin malam memang banyak anak muda yang datang karena pilihannya beragan, mau makan berat, makan ringan atau cukup minum kopi ” kata Santo dengan wajah sumringah yang open house dari jam 10.00 pagi hingga 23.00 WIB.
Tempat yang luas, harga yang terjangkau dan protokol kesehatan yang diterapkan begitu masuk ke dalam area Omah kopi Cokrowijayan menjadi pilihan tepat apalagi di era New Normal ini.
Kulineran di udara terbuka di bawah meja kayu dan payung-payung besar berwarna merah bukan hanya terlihat cantik di waktu siang maupun malam tapi juga membuat anak-anak betah dengan fasilitas bermain di satu area.
Santo lalu bercerita rumah kebun seluas 5000 meter itu disulapnya menjadi Garden, Resto dan tempat menikmati musik tanpa ada keraguan dan rencana yang berbelit-belit. Idenya boleh dibilang mengendap hanya seminggu langsung action mewujudkannya.
Pilihan menunya baik makanan dan minuman hampir seratusan item, namun pengunjung bisa memberikan pilihan dengan cepat karena Santo sudah membagi menjadi minuman non kopi, Mocktail dan Milk Shake dengan harga mulai Rp 6000 – Rp 25.000
Untuk menu kopi juga dibagi lagi menjadi Kopi Nusantara, dengan pilihan jenis Arabica terdiri dari Bali Kintamani, Toraja dan Bali. Dalam sekejab pengunjung bisa menikmati komoditi ekspor dari tiga pulau yang berjauhan dari Aceh, Sulawesi dan Pulau Dewata Bali.
Ada lagi pilihan Spesal Kopi Omah Cokrowijayan ( OK COK) Original, Mami, Darling, Medium, Strong. Jangan Khawatir karena harganya juga masih ramah kantong berkisar Rp 14.000 – Rp 23.000. Meski tampilan penyajian minuman maupun makanannya kelas hotel berbintang loh.
Untuk makanan utama alias maincourse adalah menu-menu streetfood seperti Gago-gado, Sate, Mie goreng, Soto. Sedangkan makanan lainnya terdiri dari jenis Ayam, Iga dan bebek yang bisa dinikmati sebagai iga bakar, iga goreng, iga bumbu madu begitu pula untuk ayam dan bebeknya hingga sop buntut. Untuk yang ini harga mulai Rp 20.000 hingga Rp 44.000/ porsi.
Buat yang perutnya masih kenyang, bisa pesan menu yang terbagi dalam kategori snack dan dessert dengan nama-nama yang bikin penasaran seperti manggat pisang, tahu susur, sangga buana. Ada lagi pisang kayu manis, bubur ketan hitam dan singkong mawut dengan variasi harga Rp 9.000 – Rp 23.000.
Tak heran kan mengapa kalangan komunitas menjadikan tempat ini untuk kumpul dengan aman dan nyaman. ” Mereka ada komunitas pecinta bonsai, komunitas burung sampai reptil dan binatang berbisa tapi hewan peliharaannya nggak ikut ke sini,” katanya tergelak.
Live Musuc tiap hari pererat silaturahmi
Santo dan keluarganya tergolong tidak akrab dunia medsos seperti facebook, Instagram dan lainnya. Namun Omah Kopi Cokrowijayan memiliki spot-spot untuk eksis di dunia maya mulai dari tempat hingga makanannya.
” Makanya kalau punya acara sampai wedding kecil-kecilan di bahas saja dulu di sini. Begigu juga kalangan pemerintah dan perbankan kakau punya acara silaturahmi. Begitu pula komunitas dunia fashion juga kerap datang dengan model-model cantiknya,” kata Santo sambil menambahkan kapasitas bisa sampai 400 orang dengan pengaturan tempat yang lebih cermat.
Selain pengunjung sering upload di medsos, dari awal Santo memang menerapkan konsep tradisional getok tular alias dari mulut ke mulut. Dimana tim dapur dan staff akan diuji dalam hal rasa maupun pelayanan.
” Kalau pelayanannya lama, makanannya tidak enak juga pasti jadi omongan dari mulut ke mulut. Oleh karena itu harus prima di semua aspek terutama tim work. Mau punya pengalaman kerja di hotel bintang lima atau jadi chef populer kalau tidak memiliki etos kerja dan manajemen tim yang baik akan sulit berkembang,” kata Santo.
Oleh karena itu layaknya orangtua dengan anak, pasangan Santo dan istri terlibat langsung di operasional dan mengayomi ‘ anak-anak’ nya dengan baik dengan menanamkan tali silaturahmi.
Pengunjung dan pengelola tidak bisa mengabaikan unsur silaturahmi, membangun hubungan yang baik sehingga mereka selalu ingin kembali ke Omah Kopi Cokrowijayan.
“Kerja tim itu bukan cuma kompetensi tapi kami benar-bebar berlatih trial & error sehingga kerja tim bisa stabil baik dalam pelayanan maupun rasa. Target-target setiap hari juga didiskusikan bersama misalnya target pengunjung,”
Malah kata Santo, tingginya kunjungan bukan hanya dari Jumat malam hingga Minggu tetapi juga hingga ke hari Senin. Live Music yang jadi andalan juga setiap hari menemani tamu-tamu yang datang sehingga Bismillah, ujarnya, target bisa terlampaui.
Santo agaknya memiliki keyakinan kuat, niat menjamu tamu dengan baik, menjaga silaturahim, mengolah rasa serta dilengkapi hiburan bisa membuat pengunjung merasa tercerahkan, tenang dan damai menikmati sajiannya. Nah kalau urusan yang satu ini solusinya hanya Coming is believing bro !. alias datang dan nikmati.
DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kisah pahlawan yang tidak lazim, menavigasi keserakahan dan pencarian identitas di negeri baru. Film yang menyoroti sejarah terlupakan para penunggang unta ‘Ghan’ Australia, sebagian besar adalah pria muslim Sikh dari India, Afghanistan, dan Persia. Mereka melintasi pedalaman gurun yang luas, sehingga membentuk ikatan unik dengan masyarakat Aborigin.
The Furnace, film berlatar belakang Australia Barat era tahun 1897 besutan sutradara Roderick MacKay ini dijadualkan membuka pagelaran Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2021.
FSAI diselenggarakan secara virtual pada 18-27 Juni, menampilkan sejumlah film terbaik Australia dan Indonesia bagi penonton di seluruh nusantara.
Pertama kali dalam enam tahun penyelenggaraan FSAI memberikan kesempatan kepada penikmat film di seluruh nusantara untuk mengakses film bioskop kelas atas Australia dan Indonesia secara gratis. Mencakup beragam genre, rangkaian film dalam FSAI tahun ini menyoroti tentang sejarah, keragaman, dan kreativitas artisan Australia dan Indonesia.
“Senang program penting ini dapat terus berlanjut meski pun dalam masa pandemi, dan di tahun ini para penonton bioskop dapat memperoleh berbagai wawasan nyata tentang keterampilan seni pembuatan film di seminar masterclass profesional kami,” kata Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox.
“Dengan menyelenggarakan festival secara virtual, kami dapat memastikan jumlah penonton yang lebih besar dari sebelumnya, memiliki kesempatan untuk mengakses film dan seminar masterclass yang luar biasa ini, secara aman dan gratis,” ungkapnya.
Festival ini juga menampilkan pemandangan menakjubkan pantai Barat Daya Australia dalam Jaimen Hudson: From Sky to Sea. Film dokumenter inspiratif, perjalanan eksplorasi fotografi pria yang berasal dari Esperance, Australia, Jaimen Hudson. Berceritera, tentang lautan jernih Australia, dan kisah mengatasi berbagai tantangan dalam mengejar mimpinya.
Seperti biasa, Festival Sinema Australia Indonesia, juga menyoroti kedekatan hubungan Australia dan Indonesia dalam perfilman. Jajaran film tahun ini menampilkan film-film terkemuka alumni Australia Indonesia, termasuk laga seni bela diri yang terkenal dalam film Pendekar Tongkat Emas, dan komedi romantis Milly & Mamet.
Penonton film juga dapat melibatkan energi kreatif mereka di salah satu dari tiga acara seminar masterclass virtual FSAI – meliputi animasi, promosi film, serta sinematografi dokumenter dan drone. Sahabat FSAI 2021 sekaligus alumni Australia, Marissa Anita bergabung dengan para pakar film Australia, mengisi acara interaktif ini. Tiket untuk semua pemutaran film dan acara tidak dipungut biaya dan tersedia sekarang di: fsai2021.com *
SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Ini bisa menjadi perjuangan untuk menemukan merek kecantikan halal. Kecantikan halal mengacu pada produk kecantikan yang sesuai dengan standar Islam.
Jadi berarti mereka tidak mengandung bahan-bahan yang berasal dari babi dan “haram” atau terlarang lainnya. Produk kecantikan halal juga harus ramah wudhu (yaitu, dapat ditembus air) sebagai bagian dari standar agama.
Sayangnya, proses sertifikasi bisa memakan waktu hingga dua tahun. Sehingga masih terdapat disparitas yang besar antara demand dan supply produk bersertifikat halal. Mulai dari riasan, kuku, hingga wewangian – lihatlah merek kecantikan halal ini.
1.Kosmetik Halal Amara
Dilansir dari Asiaone.com, sebagai perusahaan makeup bersertifikat halal pertama di AS, Amara Halal Cosmetics menggunakan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuhan dan dibuat tanpa produk sampingan hewani atau alkohol.
Mereka membawa berbagai macam alas bedak, warna mata, lipstik dan cat kuku.
2.Glow oleh Claudia Nour
Seorang Muslim Latina terselubung, Claudia Nour meluncurkan lini riasnya sendiri untuk bebas dari alkohol, babi dan semua bahan turunan babi, gelatin, dan carmine. Produknya meliputi makeup, perawatan kulit, dan produk perawatan tubuh.
3.INIKA Organics
Didirikan pada tahun 2006, INIKA Organics tidak hanya bersertifikat halal, tetapi juga bebas dari kekejaman, vegan, dan organik bersertifikat.
Selain menawarkan rangkaian kosmetik yang bagus, mereka memiliki rangkaian kuas sendiri untuk memastikan aplikasi produk mereka secara optimal.
4.Breena Beaut
Berbasis di Malaysia, merek riasan favorit kultus ini diciptakan oleh blogger kecantikan Sabrina Tajuddin yang ingin menawarkan produk rias berkualitas kepada wanita.
Dari kebutuhan mata, lipstik cair, hingga alat rias, jangkauannya mencakup semua alas Anda.
Mereka menawarkan pengiriman internasional dengan tarif tetap 80 ringgit (S$26) dan pengiriman gratis untuk pesanan di atas 300 ringgit.
5.Mineral Sampure
Sampure Minerals adalah lini makeup bersertifikat halal pertama di Eropa. Didirikan pada tahun 2009 di Inggris, merek ini lahir dari ketidakmampuan untuk menemukan kosmetik bersertifikat halal di pasar. Diformulasikan tanpa bahan yang berasal dari hewan, produk Sampure Minerals juga bersertifikat vegan dan bebas dari kekejaman
6. SO.LEK Kosmetik
Didirikan oleh saudara kandung Dahlia Nadirah dan Luqman Hakim dari Kuala Lumpur, SO.LEK memiliki rangkaian produk bibir yang mengesankan tetapi yang benar-benar membuat kami terkesan adalah produk bedak mereka. Mereka membawa rangkaian BB, serta perona pipi dalam nuansa yang sangat menyanjung.
Tuesday In Love
Berasal dari Kanada, Tuesday in Love memiliki kisah awal yang sangat manis.Pendirinya berada di antara pekerjaan dan terlalu miskin untuk membeli cat kuku untuk istrinya, tetapi sedang meneliti cat kuku halal dan menemukan sangat sedikit pilihan.
Dia kemudian mulai bereksperimen dengan bahan-bahan dan akhirnya menemukan satu yang berhasil dan memberikan cat kuku merah muda kepada istrinya.
Selain berbagai pilihan warna untuk cat kuku halal mereka, Tuesday in Love juga memformulasikan lipstik, foundation, maskara, dan eye shadow mereka sendiri.
Wardah Kosmetik
Sekali melihat situs webnya dan Anda dapat langsung mengetahui bahwa Wardah Cosmetics sangat memperhatikan kecantikan.
Selain kosmetik, mereka juga menawarkan berbagai macam produk perawatan kulit dan bahkan memiliki skin analyzer online sehingga Anda dapat menentukan jenis produk yang cocok untuk kulit Anda.
Merek ini juga tentang pemberdayaan wanita, menampilkan wanita inspiratif dan kisah mereka. Wardah Beauty juga mendukung komunitas desain lokal di Jakarta Fashion Week dengan Wardah Fashion Award dan memberikan riasan untuk empat perancang busana Indonesia selama pertunjukan mereka di Jakarta Fashion Week.
9.Jolie Beaute
Dibuat oleh orang Malaysia, merek kecantikan ramah-halal pemula ini hanya membawa dua alas bedak – satu untuk memberi Anda kilau alami, yang lain untuk menambahkan sedikit kilau pada kulit Anda.
10.Halal Beauty
Halal Beauty yang berbasis di AS dimulai oleh ahli kecantikan yang memiliki pengalaman 20 tahun di bidangnya.
Merek ini dikirim ke seluruh dunia, dan membawa cukup banyak warna untuk lipstik, lip glosses, dan lip linernya. Mereka juga memiliki maskara dan eyeliners.
Semua produknya dibandrol dengan harga terjangkau mulai dari US$18 (S$24) untuk lip gloss hingga US$40 untuk eyeliner.
dUCk Cosmetics
Blogger sekaligus pengusaha Malaysia Vivy Yusof berada di belakang merek fashion terkenal FashionValet, butik multi-label, dan dUck, label syal premium.
Dia telah memperluas kerajaan bisnisnya untuk memasukkan Kosmetik brand dUCk, yang menawarkan berbagai riasan seperti alas bedak, eyeshadows, dan lipstik. Bagian terbaiknya, Anda tidak perlu bepergian jauh karena labelnya tersedia di Sephora Singapura.
12. Simply Siti
Didirikan oleh Dato’ Sri Siti Nurhaliza, ratu hiburan Malaysia, merek Malaysia ini percaya dalam memproduksi produk berkualitas tinggi dan terjangkau.
Rentang halal mereka termasuk hal-hal penting seperti lipstik, blush on, highlight, foundation, riasan mata, perawatan kulit, bahkan wewangian.
13.Mersi Cosmetics
Mersi Cosmetics menawarkan koleksi cat kuku halal dengan lebih dari 20 warna yang semuanya terinspirasi oleh dan dinamai keajaiban alam.
Bernapas, vegan, dan bebas dari kekejaman, cat kuku mereka membantu menjaga kuku tetap terhidrasi sehingga tetap sehat, dan juga tahan chip yang bertahan hingga 10 hari.
Untuk pesanan di atas $90, Mersi Cosmetics menawarkan pengiriman gratis dan pesanan di bawah ini akan membayar biaya pengiriman $14,99
14. Zahara
Merek cat kuku berkinerja tinggi ini dirintis oleh Amira Geneid. Di luar formula bersertifikat halal, vegan, bebas kekejaman, Zahara juga ingin memanjakan wanita dan mendorong mereka untuk mengutamakan diri mereka sendiri.
Dibuat di Prancis, Zahara membawa cat kuku serta perlengkapan rias seperti lipstik dan palet eyeshadow. Zahara menawarkan pengiriman gratis ke Singapura untuk semua pesanan di atas $30, dan tarif pengiriman $5 untuk pesanan di bawah.